·>
,
..
ABSTRAK
YUSTINUS F. W ARUWU. NIM 055030558:. Efel-1ivitas Proresiona!isme Guru SD Swasta Katolik Assisi Mcdan. Tesis Progra:m Pasca5aljana Universitas Negeri Medan. 2007.
Penelitian
in.i
bertujuan W!tuk meagetabui : (I) efektivitas metode profesionalisme guru SO Swasta Katotik Assisi Medan, (2) efektivitas kara!cterprofesionalisme guru SO Swasta Katolik Assisi Medan, dan (3) Standar ProfesiouaJism.e guru SD
Sw a. ~ta
Katotik Assisi Medan. Metode penelitian yang dipergunakan adalah metodc penelitian kualitatif, dengan menggunakan tekni.k pengumpulan data Wdwancara, observasi. dan >tudi dokumentasi yangdilakulc~n
untuk mendapatkan data dari kepala sekolah, guru·gum, d8D peserta didik.
Penelusuran infonnasi dihentikan apabila tidak ditemukan lagi data yang baru, dan selanjudnya dilakukan validast data dengan triangulasi penggunaan mateti
refrensi, mengadakan member check, sena membandingkan ltasfl wawancara dengan observasi dan dokumemasi.
Temuan penelit1an im mengungkapkan bahwa efektivitas proresiona!isme gnnt mcliputi beberapa aspek yaitu . metodc atau cara gunr mengelola kegialan !••mbelajaran, kara!-1er guru dalam melaksanakam tugasoya, standar pengetallUan dan keterampilan guru.
Hasil pcnclitian disir11pulkan babwa efektivitas profesionalisme guru SO Swasta Assisi Medan sudah baik dan disarankan wnuk retap dipertahankan bahkan ditingkarkan tcrus di masa mendarang.
ABSTRACT
YUSTrNUS F'. WARUWU. Srudenrs Register Number 055030558 . Tile
Eftbctivennes of Teachers Professionalism in SO Swasta Katohk Assisi Medan.
Tbe thesis of postgraduate Program in University o f Medan 2007.
lltis experiment LS going to know . (I ) tbe method effectiveness of
professionalism teachers in SD Swasta Ka!olik Assisi Medan. (2) the effectiveness of professionalism teachers charakrers lu SO Swasta Katolii< Assisi Medan, and (3) the standard of teachers professionalism in Sl) Swasta Katolik
Assisi '.1edan. The cxperimem method are using qualitative method experiment
by using technique data interview collection , obeservation, and docwnentation of
srudy which done to ger data from headmaste.-, teachers, and students. ll.te
infomation of exploration is stopped if the new data is not founded anymore,and
next do again data validation wicb t1iangulation of u;ir,g material reference,
Ita veng member check, aod compare the result of interviw wich obescrvation and documentation.
This founded experiment is to $3y that tl1e effectiveness of teaclre;'S
professionalism wrcb covered some aspects, they are : method or the way of
teachers to manage the study activity, teachers cbarcters on doing his duty, standard of knowledge and teachers skill.
The result of experiment is conclude thet the effectiveness of teachers
professionalism in SD Swasta Karolik Assisi medan bas already fine and
suggested to keep on defended aud even be increased in the future.
DAFTAR ISl
Halaman ABSTRAK ... ... . ··· ··· '
ABSTRACT ... ... ... .... ... .... ii
DAFT AR !Sl .. ... ... ... ... ... ... .... ... ... ... v
DAJ'TAR GAMBAR ... .. DAFT:\R
LAMPIRAN ... ...
ixBAB I PENDAHULUAN
A. latar Belakaog l\.fasalah. .... .... ... ... I B. folcus Pcnelitian ... 7C. Ma>alah Penelitian ... . ... . .... ... ... ... 7
D. Tujuan Penelitian ... ... ... 7
E. Manfaar Penelitian ... ... ... 8
BAB U KAHAN PUSTAKA A. Dasar T eoretis ... .... ... ... ... ... 9
I. Pengertian Elektivitas dan Profesionalisme ... 9
1.1 l'eogcnian Efektivitas .... ... ... 9
1.2 Pengenian Profes•oualisme . ... ... 10
2. Met ode Profesional Guru ... .... , ... ... , ... 15
3. Karakter Profestonal Gun• .... ... 22
4. Standar Profesioual Guru ... , ... 24
B. DMar
Konseptual ... ... .. .iOI
•
BAB fn METODE PENELITIAN
A. Subjek Penelitian ...•... 34
B. Teknik Pengumpulan Data ... ... 36
C. Analisis Data ... ... ... .. 39
D. Keabsahau Penelitian ... ... 41
BAB IV PAPARAN DATA DAN HAS LL PENELITIAN A Paparan Data .... ... ... 43
2. StnlkturOrganisasi ... .. ... ... ... 47
5. Kondidi Murid ... ... .. ... 56
B. Hasil Penelitian ... 57
J. Efekrhitas MetodeJ'rofe.siooalisme Guru ... ... 57
2. Efe ~ 'tivitas Karak!er Profc.sionalisme Guru ... ... 62
3. Standar Profe!>ionalisme Guru .... ... , ... 64
BAB V SfMPULAN DAN SARAN C. Pembahasan Hasil Penelitian ... ... , ... 66
tt$
A. SimpuJan ... ... ... 71DAFTAR PUSTAKA ... .
:::;::?11 ...
_....-LAMPlRAN ... ... .. ... ... 77..
DAFTAR TABEL
Tabel
Halaman
4. Jadwal Kegiatan dan Waktu Penelitian ... .. ... 35
5. Data Nilai Rata-rata Pelulusan Kelas VI ... 44
6. Data Latar Belakang Pendidikan Guru ... 51
7. Keadaan Murid ... ... ... .. ... 57
•
.•.
[image:5.516.41.471.39.645.2]1
.
I [image:6.516.40.472.42.641.2]DAFI'AR GAMBAR
Gambar
Halaman
., l.
Struktur Organisasi Gugus SD ... ... ... 21
2. Komponen Staodar Kompetensi Guru ... 29
3. Tcknis Analisis Data ... ... ... ... 40
4.
I
•
DAFI'AR LAMPlRAN
.•
Lampiran :
I . lnstrurnen Pengurnpulan Data• 1.1. lnstrumen Wawancara dengan Kepala Selcolab
J.2. lnstrumen Wawancara dengan Guru
!.3. lnstrumen Wawancara -dengan Peserta Didik
2.
Hasil Wawancara2. I. Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah
2.2. Hasil Wawancara dengan Guru Kelas
2.3. Hasil Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran 2.4 . Hasil Wawancara dengan Peserta Didik
3. Dokumen foto-foto
4. Data Murid
a
5.
Data Guru~
6. Pembagian T ugas
~
7. Roster Pelajaran
8. SK Dosen Pembimbins
9. lz.in Peoelitian dari Pascasarjana Unimed
10. lzin Peoeliti•n dari Oinas Pendidi·kan Kota Mcdan
II . Surat Keterangan Telab Melaf<ukan Penelitian
•
!
A. La1ar ~lakan g
BAB J
PENDAilULUAN
Pendidikan Nasional bertujuan Ulltuk mencerdaskan kebidupan bangsa dan
mcngembangkan manusia seutohnya. maka dalam raogka mencapal tujuan
tersebut sangat diburuhkao perao pendidik yang profesional. Sesua1 deogan
Undaog Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikao Nasional, jabaran guru sebagai pendidik merupakan jabatan
profesional. Juga di daJam Undang Undang Republik Indonesia 1\'omor 14 Tahwt
2005
Bab I Pasall Aya1 i Guru adaJab pendidik prolesional dengan tugas utama mendidik, mengajar. merubimbing. meugarnhkan, melatih, menilai, danmengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia diui jalur pendidikao
fonnaL pendidikan dasar dan pendidikan meneogah.
Kedua undang·undang tersebut di atas didukung oleh Pemturan
Pemerintah ( PP ) Nomor I 9 tahuo 2005 tellUUJg Standar Nasional Pendidikan
t SNP ), bahwa Sekolah Standar Nasiooal ( SSN) adalah sekolah yang QJemenubi krireria tentang berbagai aspek yang relevao dalam pelaksanaan sistem pendidikan
nasional yang barus dipenul1i oleh penyelenggara dan I atatt satuan pendidikan, yang berlaku di scluruh wilayah bukum Negara Kesatuan Republik Indonesia
( NKRl ). Aspek yang dimaksud adalah : ( I) slandar kompetensi lulusan. (2) modar lsi pendidikan. (3) srandar proses pendidikan. (4) standar pendidik dan
•
Sistem pendidikan nasional dilaksanakan secara profesional oleb guru-guru
berdasarkan Sllllldar nasional pendidikan
Profesionalisme
guru
dalam pelaksanaan tugasuya, hams menguasaipengetahuan yang Juas khususnya materi pelajaran yaug akan disampaikan kcpada
peserta didik dan memiliki kemampuan teknis dalam perencanaan susunan
program pembelajaran, pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran, dan evaluasi
pembelajaran. Oleh seilab itu, profcsionalisme
guru dirunrut terus menerus unmk
meningkaikan kualitas sesuai dengan perkembangan
zamao,
ilmu pengetahuandan teknologi, serta kebuml1an masyarakat te.rbadap stunber daya manusia yang
berkualitas dan mcmilikl kapabilitas untuk marupu bersaing baik di forum
regional, nasional maupun internasional. Sejalan dengan itu Soecipto ( 2004 : 53 l
menegaskan bahwa profesionalisme guru selalu dituntut untuk secara terns menerus meningkatkan dan mengembangka.n peogetahuan, keterampilan sena
mutu layananya. Juga sesuai dengan b111jr yang keeoam kode etik guru Indonesia
yang berbunyi : guru secara pribadi dan b<:rsama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan marlabat pmtesinya.
Bcrdasarkan dengan hal tersebut di aras. Sahenian ( 2000 : 2 ) juga
mengenmkakan babwa profesionalisme guru memiliki : ( I ) kemampuan sebagai
ahli dalam mcogajar dan mendidik . (2) rasa tanggw1g-jawab. kom.itmen dan
kepeduJian ter1Jadap tugasnya, (3 ) memili.ki rasa kesejawaran dan menghayati
tugasnya sebagai suan1 ka1ier bidup, (4l menjtmjung tinggi kode e1ik b'llru.
Menunu
Rustam ( materi kuliah Pendekatan Sistem dalam Pendidikan2006 ) bahwa profesionalisme memiliki . ( 1) metode proresionaJ, (2) karakrer
profesional, (3 ) status profcsional, dao ( 4) standar profesionaJ.
Efektivitas proresionalisme guru dapat mengembaogkan pribadi peserta
didik. kbususnya kemampuan iureleJ.:tua! dan membawa peserta didik kelak
mcnjadi masyarakat yang berkualitas, apal>ila guru mernanami dan mengerti sena
mclaksanakan kompetensi guru dcngan sungguh-suogguh. Kompetensi guru
tersebut sebagaimana yang dimaksud dalam Undang Undang Guru dan Doseu
Bab IV Pasal 10 Aya1 I yairu : (I) kompetensi paedagogik. (2) kompetensi
kepnoadia;r, (3) kompctensi sosial, dan (4) ikornpetensi profesional.
Proses pembelaja!an adalah serangkaian aktivitas yang lerdiri dari
perencanaan, pelaksanaarr dan evaluasi pembelajaran. Ketiga hal 1ersebur
merupakao rangkaiao metode profesioual guru yang urul:t dan ridak dapa1
dipisah-pisahkan serta merupakan peristiwa interaksi antard gw11 dengan peserta didik yang dapat menghasilkan perubahan pada peserta didik ya.itu dari belum marnpu
menJadi mampu. dari beltun 1erdidik menjadi lerdidik dan dari belum
beri<ompeten menjadi berkompeten. Efektivitas pembelajaran terg31ltung pada
metode atau cara gum melaksanakan IU!!"snya secara profesional sesuai dcngan
kompetensi paedagogik yang terccnnin pada tingka1 pemahaman tcl;hadap peserta
didik, perancangan, dan pelaksanaan pcmbelajaran, serra evaluasi basil bela jar dan
pengembaogan peserta didik untuk ruengarualisa~ikan berbagai porensi yang dimilikinya.
Efektivitas
Metode profesional
gun' baik, apabila gum mempersiapkanpembelajaran dengan oaik, mengajar den.gan jelas, menggunakan metode
peogajaran yang bervmias1. menggunakan media I Rfat peraga pendidi.kan, anmsiasme, rnemberdayakan pesena didik, menggunakan lingkliJlgan sebagai
•
.•
didik serta menekankan pada pembelajaran
yang
aktif,rc.flektif,
koperatif dankontekstual.
Semua kompooen dalam pelaksanaan proses kegiaran pembelajaran yaitu
mareri, media, sarana dan prasarana sena dana pcndidikan tidak akan memberikan
dul'UDgan yang maksimal atau lidak efektif secara optimal bagi peogembangan
pembelajaran
tanpa didulruug oleh guru yang m.emilikik.anU..i er dan
kepribadianyang protesional
secara
terus menerus bcrupaya mewujudkan gagasan. ide, danpemikiran melalui sikap yang terbaik dalam tugasnya sebagai pendidik. Kantkter
profesional guru sangat menentukan pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran.
Menurut
Bafudal (
2003 : 31 ), guru merupakan unsur manusiawi yaug sangatdekat bubungannya dengan pesena didik dalam upaya pendidikao sebwi·hari
di sekolah. Dengan mcoggunakan wawasan tencang konsep peodidikan, guru akan
mampu melakukall tugas secara profcsional sestmi dengan keadaan linglamg;w
sosial di mana ia bertugas.
Tw1tutan masyarakat yang semakin berkembang terhadap efcktivitas
profesionalisme guru, membuar guru secara rerus menerus meningkatkan standar
profesionalismenya baik dari segi kemampuao penguasaan marcri pembelajaran
secara luas dan mendalarn yang rnencakup penguasaan kurikulum mata pelajaran
sekolah dan substaosi keilmuao yang menaungt materinya. maupltJl dari segi
keterampilan penguasaan terhadap srruktur da11 metodolob>i keilmuanya dari
bcrbagai perespekrif sesuai dcogan kon1peteosi profesional. Gun1 tidak ltanya sebagat pengajar. pendidik dan pelatih tetapi juga dituntut uotuk meoyajikan
miormas1 yang faloual dalam memperiWls cakrawa[a peugetaJJUan murid.
'
Standar profesional guru meliputi penguasaan mareri pelajaran yang sesuai dengan kurikulliDl, keterampilan mengguuakan rnetode dan media
pembelajaran, serta komitmen dan kedisiplman yang tinggi dalam pelaksanaan
tugas sehari-hari.
Menurut Soecipto ( 2004 : 4 ), profesionatisme guru merupakan
komponen yang sangat penting di sekolab. Guru selalu diharapkan untuk
menempatkan diri pada profesinya, seltingga dapat niemberikan sumbangan yang berguna Wltuk mencapai rujuan pembelajaran yang maksimal. Sumbangan ini
banya dapat diberikau oleb gum apabila memabami kewajiban dan hak-baknya
sebagai guru dalam standar profesionalnya yang sesuai dengan kompetensi gum. Dengan memabami hal-hal tersebut. guru akan dapat· mengambil kepurusan dengan lebib cepat dan tepat tentang masalab yang dihadapi dalam tugasnya.
Selanjumya Soecipto ( 2004 : 6 ) menegaskan bahwa profesionalisme gunt
melalui pemahaman kewaj iban dan hak·haknya akan mampu :
I. Berkomunikasi lebih baik dengan sejawatnya
2. Men!,'lllllbil kepu!Usan l"ofesion.al secara tepa! dan cepat. dalam
onernecahkan ma.wah-masalah peodidikan yMg dih~d a pi
3. Menilai pilihan·pilihan yang nnmgki" dibuat dalam menjalankan ttigasnya
secar-d lebih kornprehensif dan kritis
Tingginya mntutan kebutuhan masyarakat akan peudidikan yang
bcrkualiras sesuai dent,>an kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan
rekoolog. menilnbulkan suatu lionomeJJa di SO Swasta Katolik Assist Medan
temang efektivitas profesio113lisme guru. SD Swasta Katolik Assisi Medan telah
! .
Kudus dan beralamat di JJ. Anggrek No. 24 kawasan perumaban Pemda dan
Kejaksaan Kelurahan Simpang Selayaog Kecamatan Medao Tuntungan. Sekolah
ini dibangun bersama dengan TK, SD, datt SI\1P di atas tanah yang berareaJ 4 ha,
memiiiki ruang petptJStakaan,
ruang
kesenian, ruang keterampilan, ruanglaboratoriwn, ruang UKS, ruang komputet, ruang peralatan dan media
pembelajaran, aula, kantin dan lain-lain serta memfliki fasilitas lapangan olah raga dan kesenian yang memadai. Khusus SD pada tahun ajaran 2006 I 2007 memiliki 25 lokal yang terdiri dari Jokal kelas I sarupai dcngan lcelas VI, tenaga guru
be!jwnlah 31 orang yang rerdiri dari guru kelas dan gW1l mata pelajaran di samping teoaga pegawai kanror. kebersihan, dao sekuriti.
Setiap awal tahun ajaran rnurid-murid yang mendaftar di SO Swasta
Katolik Assisi Medan ioi be!jubel tatapi yang diterima terbatas dao tak dapat
disangkal jumlab murid di seriap lolcal lebih d8ri 50 orang, sehingga
pad~
sekaii. Pibak sekolah selalu rnerasa kewalaban, karena banyak pihak yang menuntut agar anaknya ditcrirna di sekolah ini. Para murid beolomba-lornba masuk kc sekolahini karena m.cnurut mereka ( orang tua dan murid ) proresionalisme gum-guru
tinggi sena banyak alumninya yang berhasil ruelanjutkan pen\lidikannya ke
jenjang yang lebih tingg,i dan men•pakan sek<llah favorit masyarakat, babkan
B. Fokus PeneJitian
Berdasarkao
bal-hal tersebut pada
latur belakang d.i atas,maka peneJitian
ioi d.ifokuskan pada efektivitas profesiooalisme guru SO Swasta Katolik Assisi
Medan. Efektivitas profesionalisme guru dapat dilibat lebih Spesifik pada:
1 . Efekti vilas metode profesionaJ
guru-2.
Efektivitas karakter profesiooat guruJ. Staodar profesionaJ guru
C. Masalah Penelitiao
Bertitik to)ak pada fokus peneliriao tersebut di atas. rnaka rnasalab
penelitian dapat dirurnuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
I. 8 agaimana efe·ktivitas merode profesiooa! guru SO Swasta Katolik Assisi Medan?
2. Bagaimana efektivitas karakter profesiona! guru SO Swasta Karo/ik Assisi Meadar1?
3. Bagaimana stan dar profesionaJ gun, SO Swasra Katolik Assisi Medan ?
0 . "fujuan Ptnelitian
Penelitian
ini
secarn Wlltunbem.~uaJt
umuk mengerahui efektiWtas profesronalisrnc &,'tiilr SO Swasra K.1toJikAsisi
Medan dau sccarakhusus
herttuuao un!Uk rnengctahu•
~
i
I. Efekti>itas IJietode profesiouaJ guru SO swasta Katolik Assisr Me.dan
2 Efekti,,itas karakter profesional guru SD swasra Kato/ik Assisi Medan
3. Standar pl'otcsional gun, SD
swasta
KatolikA. ~ s isi
Medrutr
··;--··r ·-+-1- · - - --·- - • .... _.._ .•... ---···-·
E. Manfut Penelilian
Penclitian
ini
diharapkan bennanfaat bagi :I. Guru sebagai bahan masukan untuk peningkatan etektivitas profesionalismenya
2. Kepala Sekolah sebagai baban pertimbangan dalam membuat perencanaan. pengawasan dan evaluasi :sekolah yang dipirnpinnya
3. Sekolah-sekolah dalarn peningkatan efektivitas profesioo.alisme g~tnt-guru 4. Dinas Pendidikao dalam peningkatan pcmbinaan sekolab-sekolah
5. Pengembangan khasanah ilmu peugetahuao khususnya profesionalisme
gltrU
~
~
a
~
~
m
A. S&npulan
BABV
SIMPULAN DAN SARAN
Benlasllkao hasil penelitiao yang dilalwbn melalui wawanc:ara dan
oil~ scna studi dokumCDlaSi tctbadap tcgialan yang
diJakukan
guru-gurusetiap bllli dapat disimpulkan bahwa efektivitas profesiooalismc
guru
SD SwaslaKatolilc Assisi Mcd8n sudah balk. Hal ini dapat dibt*rihn melalui :
I. Efektivitas metode profesional guru dalam mengelola kegiatan pembelajanm mulai dari merencaOAAkw! dan melaksanakan kegiallll
pembclajaran sampai pada mengavaluasl basil belajar peterta didik. Juga
dari cara yang dilalrubn guru untuk men,gembangan
pesma
didik denpnmengarualisasikan bemlgai potensi yana dimilikinya SMa dari cara guru memberikan bimbingan kepada peset1a didik baik yang berhasil maupun yang gaga! mencapai tujuan pembelajaran. Semuanya dilalcuakan sesuai
deagau k.ompelensi paedagogl"k.
2. Efekti'litas karak1er profesional guru tcroermin dari kemampuan personal
yang mantap. Slabil, dewasa,
ant:
dan berwibawa dalarn hal membimbingpeset1a dtdik, mal•ksanalwl lcejujuran. menciptakan suasana
pembelajarWt, berkomunikasi dengan orang lain, langgung-jawab,
meogembellgkan dan meningkatkan kualilaS pnbadi SMa semaDgai
lcckeluargaan setiap hari menjadi teladan bagi pesetta didilc, sesuai dengan kompetensi kepribadian.
3. Standat pengctahuan. kct~ilan dan nilai-nilai dasar yang diretleksikan
guru dalam bcrpikir dan benindak dalam hal penguaSIIIln kurilmlum dan
'
materi pembelajara.n, keterampilan menentukan metode dan menggunatcan
media pembelajmm Set1ll komitmen dan kedisiplman yang tinggi dalam
melaksanabn tugas sesuai dengan kompeteosi profesi.
B.
Sam
Berdasarlcao kesimpulan tersebut diatas, diS8lllllkan beberapa hal berilrut
l. Flerulaknya kepala sekolah mempertabankan dan meningkatkan terus
efektivims profesionalisme gw-u secara teratur dan berkesinambungan tentang :
a. Kegiatan supervisi terb.adap persiiapan, pelaksanaan proses kegiatan, dan penilaian basil pembelajaran yang dilalrukan gw-u
b.
Program
pembinaan yang berkelanjutan dalarn rangka meniogkatkanpelayanan pendidikan yang berkualitas
c, Kc:sempatan kepada guru-gw-u llllltuk sekolah meraih S I bagi yang masih berijazah diploma dan S2 bagi yang sudah Sl kependidikan dalam rangka mengembangkan pro.fesinya sebagai gw-u
2. Hendaknya
gwu-gur
tetap mempertahankan kualitas efektivitasprofesionalismeuya dengan :
a.
Mengbayati tugasnyasecara te!us
menerussebagai
guru yangprofesional untuk memberikan layanan pendidikan yang berlrualitas kepada peserta didik
b. Menyadari sepenuhnya permasalahan profesioya sebagai guru yang
profesional dalam
melaJcsanakan
kegialan pembelajarao, sehioggatcnootivasJ, kritis, dao reflelctif umruk memecahlcannya
c. Becpcno aktif tMis dalam meugembaogbn po~emi peserta <tidik agar tu.mbub dan berl<embang sebagai genemsi penerus yang handal
3. Hendakoya Yayasan tetap meui!lgbttl<ao efektivitas profesiooalisme guru deogao:
a. Meoambah terus sarana dan prsarana yang scsuai dengan Standar
Sekolah
NasionaJ ( SSN )b. Meoambah terus kesejahteraan guru, sehingga guru-guru tcnnotivasi
UJJ1Uk melaksanakan
rugasnya deo,gan penuh
semaogat4. Hendaknya Dinas Pendidilcan kota Medan memantau secara teratilr dan
berkesinambwlgan efektivitas profesionalisme guru khususnya di SD Swasta Katolik Assisi Medan sebingga berkembang terus sesuai dengan
I
DAFTARPUSTAKA
Anwar, Qomari dan Sagala, Syaiful. 2006. Profesi Jabatan Kependldikan Dan Gun~ Sebagai Upaya Menjamin Kw/ii(1S Pembelajaran. Jalwta : Ubamka Pres
Az.war, Saifuddjn, 2004. Met ode Penelitian. Yogyakarta : Pusraka Pelajar
Bafadal Ibrahim. 2003. Manajemen Pentngkatan Mutu Sekolah Dasar. Jak&'lll : Bumi Aksara
Budiningsb, Asri,C. 2005. Befajardan Ptrmbefajaran. Jakarta : Rineka Cipia Burgin, Butban. 2003. Ana/isis Penelitlan Kualitatlf. Jakarta : Raja Grafindo
--- 2004. Metode Penelitian Kualllahf Jakarta : Raja Grafindo Persad•
Danim, Sudarwan.. 2002. lnovasi Pendidlr:an dalam Upaya Profesionallsme
Gun~. Bandung : Pustaka Selia
.Depdikbud. 1995. l'edaman Pembinacm Profestonal Guru Se]<i}lah Dasar. Jakarta : Diljen Dikdasmen
Depdiknas, 200 I. Penlngkatan Mulu Pendidikan di Sekolah
Dasar.
Jakarta : Dikdasmen----2003. PedmnanAkreditasi Sekolah. Jakarta: Basna. ~
--- 2003. Undang -undang RI tentong Sl.<tem Pendidllran Nosionol.
Jakarta : Eka Jaya
m
---2004. Standor Kompetensi Guru S ekalah Da.tar. Jakarta : Dil<dasmen. --- 2005. Komus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka--- 2005. UU
RJ
No. 14 Tim. 20005 Teniang Gunt & Dosen. Jakarta : Ciputat Pres--- 2005. Pamiuan Pembinoon SelaJfah Srondar Nosional ( SSN ).
Jakarta : Dikda:;men
Dimiyati dan Mudjiooo. 2002. 8ela,jor dan Pembelajanm. Jakarta : Rineka Cipta
Djamarab, Bachri, Syaiful. 2005 . Guru don Anak Dldik dafam lmera/csl £dukotif
Jakarta : Rioeka Cipta
Echols, Jboo, Mdan Shaldily, Hasan. 2003 ..
Kamus
lnggris Indonesia.Jakana :
GramediaFatah., Nanang. 200 I. l..ondasan Manajemen Pendidilcan. Bandung : Remaja RosdaJwya
Gulo, W. 2003. Metodologi Penelftlan. Jakarta : Grasindo
Hamalik, Oeuw. 1991. Pendidllcan
Guru,
KPnsep
dan Stratgi. Baodong : MandarMaju- - - - ·
2004.
Proses Be/ajar Mengajar. Jakatta : Bumi Alcsara· · · -- -- 2006.
Pendidilran Guru Berdasarltan Pendelratan K.ompetensi. Jakarta : Bumi AlcsaraHubennao, AM. dan
Milles,
M.B. 1992. Ana/isis Data KIIOiitatif( T'eljemahao Rohidi ). Jakarta : Ul PresK, Dani. 2002. KamZLr f.-eng/rap Bahasa indonesia. Surabaya : PutraHarsa
Kamars, H.M, Dacb.oel. 2004. Administra.s/ Pendidikan
Teorl
dan Pralrlek. Padang : UP! Presl<Mtono, Kartini. 2002. Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta : Raja Grafindo Pcrsada
Kurniawan, Budi. 2006. Kamus 1/miah Pa[Jftler Indonesia. Jakarta: Jawara
Latimer, P, Joll8tban. 1996. The American Heritage Diclionari of the English
lAnguage, Third Edition. New York : Hongtbon Mifflin Company
Manullang. Belferik dan Milfayctty.2005.Essensi Pendidilcan !Qc-EQ-SQ. Medan: Unirned
Moleong, Lexy,J. 2005. Mewdologi Penelitian Kualitatif Dandung : Remaja Rosdakarya
Mulyasa, E. 2003. Manajemen Berbasis Selwlch. Dandung : Remaja Rosdak.al)'a
-··- - · - 2005. Men;adi Gurn Profesional. Bandung: Rcmaja Rosdakarya -·---· 2005. Menjadi Kepala Selrolah Profesronaf. Bandung : Remaja
Rosdakarya
Nawawi, Hadari. 1981 Admi11istrasi Pe11didikan. Jakarta : Gunung Agung
Na1a, Abudin. 2003. Manajemen Pendidilcan. Jakarta: Prenada Media
•
Nurdin, Muhammad. 2004. Kiot Mnejadi
Gu111
Projesiono/. Yogyakata : PrimasophiePidarta, Made. 2005. Landasan Pendidikan. Jakarta : Aneka Cipta
Rosyada, Dedc. 2004. Parrxlikma Pendidikon Demokrasi. Jakarta: Penada Media
Sagala, SyaifW. 2005. Administrasi Pendidikan K01emporer. Bandung : Afabeta
Sabooian, Piet, A. 2000. Konsep Dosar & Telcnik Supervisi Pendidikan. Jakarta : Rioelca Cipta
Samana, A. 1994. Projesionolisme Keguruan_ Yokyalwta : Kanisius
Sardinian. A.M. 2004. lntero.ksi dan Motivosi Be/afar Mengojar. Jakarta :Raja Grafindo Persada
Scwaka, A. 1991. Pedoman Pendidikan Pergua111011 Katolik. Jakarta : Grasindo
SoetjiptO. 2004. Prqjest Keguruan. Jakarta : Rineka Cipta
Spradley, J.P. 1980. Participant Obsevation. New York : Holt, Renbart and Winston
Sudono, Angraini 2000. Sumber Bel ajar dan A/at Pennal11an. Jakarta : Grasindo Soegiyanto, Saleh. 1997. Sekolah ~.bagoi Lembaga pendidilran Formal.
Jakarla :
UT
Sumidjo, Wahdjo. 2000. Kepemimpinan Kepala Seltolah. Jakana : ~ a Grafindo
Persada
Suryabrala, Sumadi. 2004 . Psikologi Pendidikan. Jakarta : Raja Gravindo Persada Tilaar H.A.R 2002. Membenahl Pendidtkon Nasional. Ja.karta : .Rineka Cipt:a
- - - 2002. Manajemen Pendidikan Nosional. Bandung : Remaja Rosdakarya
Usmm1,
Uzcr,
Mob.1996.
Mertjadi G11n1 Prqfesfonal. Bandung : Remaja RosdakaryaWahyosumidjo. 2002 . Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta : Raja Gtafindo Pcrsada
Yamin, Martinis. 2004. Strotegl Pembelajoran Berhasis Kompetensi. Jakanan : Gaung Persada