• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKSUAL MELALUI MEDIA BELAJAR BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI BAGI ANAK AUTIS.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKSUAL MELALUI MEDIA BELAJAR BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI BAGI ANAK AUTIS."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

iii PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN SEKSUAL

MELALUI MEDIA BELAJAR BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI

BAGI ANAK AUTIS

RINGKASAN

Penelitian ini memiliki tujuan utama menghasilkan model pembelajaran untuk pendidikan seksual bagi anak autis berbasis teknologi informasi. Penelitian ini dirancang diselesaikan dalam tiga (3) tahun. Penelitian pada tahun pertama menghasilkan informasi mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi orangtua maupun guru dalam memberikan pendidikan seksual bagi anak autis serta model pembelajaran yang sesuai untuk memberikan pendidikan seksual bagi anak autis. Selanjutnya, disusun prototipe media pembelajaran pendidikan seksual yang berbasis pada teknologi informasi.

Penelitian ini menggunakan desain penelitian R & D (Research and Development). Penelitian ini dirancang diselesaikan dalam tiga tahun (3 tahun) dengan hasil akhir berupa model pembelajaran pendidikan seksual berbasis teknologi informasi bagi anak autis yang dapat digunakan oleh guru maupun orang tua. Penelitian pada tahun kedua ini bertujuan untuk melakukan validasi ahli dilanjutkan dengan uji coba produk untuk menghasilkan media pembelajaran pendidikan seksual yang berbasis pada program Android. Subjek pada penelitian ini adalah ahli yang terkait dengan pendidikan anak autis (ahli pendidikan khusus dan psikolog), ahli media, dan guru anak autis. Data penelitian dikumpulkan melalui kuosioner dan Focus Group Discussion (FGD) serta akan dilakukan analisis secara deskriptif kualitatif serta kuantitatif.

Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran berbasis sistem operasi Android yang disusun dalam bentuk visual dan audio. Uji validasi rancangan media pembelajaran dengan subjek ahli psikologi ABK, ahli pendidikan khusus, dan ahli multimedia masing-masing mendapatkan hasil persentase sebesar 82,35%, 97%, dan 85,4%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran berada pada kategori sangat baik, namun perlu dilakukan perbaikan sesuai saran-saran yang diberikan oleh para ahli. Setelah dilakukan perbaikan, hasil uji coba lapangan pada subjek guru anak autis usia 9-15 tahun mendapatkan hasil persentase sebesar 72,9% yang menunjukkan bahwa rancangan media pembelajaran pendidikan seksual bagi anak autis ini berada pada kategori baik dan semua subjek menyatakan bahwa rancangan media ini layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pendidikan seksual bagi anak autis. Beberapa masalah yang dikhawatirkan timbul dalam penggunaan media pembelajaran ini yaitu: a) tidak semua guru mempunyai kemampuan yang sama untuk menjalankan media, b) perangkat yang diperlukan untuk menggunakan media pembelajaran ini belum tersedia di semua sekolah, c) akibat negatif dari penggunaan media pembelajaran berbasis Android yaitu anak autis menjadi sangat tertarik pada media ini dan tidak mau fokus pada pembelajaran lainnya.

Referensi

Dokumen terkait

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes serta Focus Group Discussion (FGD). Teknik keabsahan data diperiksa melalui

Penelitian dilakukan melalui focus group discussion (FGD) bersama pimpinan madrasah aliyah negeri, guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan, Pendidikan Agama,

Untuk itu butuh adanya penelitian melalui FGD ( focus group discussion ), wawancara, dan observasi mengenai kegiatan dari pengrajin sehingga dapat menghasilkan

Survei dilakukan dengan melalui beberapa metode yaitu: wawancara, FGD (Focus Group Discussion), observasi, dan dokumentasi. Dari hasil survei ditemukan permasalahan

Modifikasi dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD). Subjek dan populasi penelitian adalah siswa Kelas IX SMP Islam Diponegoro. Sampel penelitian adalah kelas IXC dan IXD.

Pada tahap awal telah dilakukan Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) peningkatan wawasan guru-guru tentang pendidikan karakter, mengidentifikasi karakter-karakter

Modifikasi dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD). Subjek dan populasi penelitian adalah siswa Kelas IX SMP Islam Diponegoro. Sampel penelitian adalah kelas IXC dan IXD.

Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan tim pelaksana kegiatan pengabdian pemberdayaan dengan 6 orang guru TK Labschool IKIP PGRI Jember, diperoleh