• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERNIKAHAN PASANGAN BEDA AGAMA Pernikahan Pasangan Beda Agama.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERNIKAHAN PASANGAN BEDA AGAMA Pernikahan Pasangan Beda Agama."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

PERNIKAHAN PASANGAN BEDA AGAMA

SKRIPSI

Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Derajat Sarjana S-1

Psikologi

Diajukan Oleh: Intan Pratiwi F. 100 090 186

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

ii

PERNIKAHAN PASANGAN BEDA AGAMA

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

Memperoleh Derajat Sarjana S-1 Psikologi

Diajukan Oleh: Intan Pratiwi F. 100 090 186

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)
(4)
(5)
(6)

vi

M

M

O

O

T

T

T

T

O

O

Ingatlah bahwa pernikahan yang berhasil tergantung pada dua hal: Pertama, menemukan orang yang tepat dan kedua, menjadi orang yang tepat

(Tom Mullen)

Pernikahan adalah hubungan antara pria dan wanita dimana kebebasan adalah sama, saling bergantung dan kewajiban timbal balik

(Louis K. Anspacher)

“Barang siapa kawin (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separuh agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara

yang separuhnya lagi”

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Karya sederhana ini penulis persembahkan untuk :

 Orangtua terkasih Soekabmo B.A dan Retno Wulandari

 Adik-adik tersayang Dwi Indira Sari, AMd.TW. dan Inka Mutiara Kristi

 Keluarga besar R. Hidajatdjati Ibnu Saputro, BA

(8)

viii

KATA PENGANTAR

ميِحّراا ِنَمْحّرلاِﷲا ِمــــــــــــــــْسِب

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan

berkat, rahmat, kasih serta hidayahNya akhirnya penyusunan skripsi yang

sederhana ini dapat terselesaikan.

Karya sederhana ini dalam penyusunannya mendapatkan bantuan dari

segala pihak sehingga dapat terselesaikan. Oleh sebab itu dengan kerendahan dan

ketulusan hati penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada :

1. Bapak Taufik, M.Si, Ph.D selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas

Muhammadiyah Surakarta serta dosen penguji yang penuh keramahan

memberikan pengarahan dan saran sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

2. Ibu Dr. Nanik Prihartanti, M.Si, selaku dosen pembimbing yang dengan

kebaikan hati dan kesabaran luar biasa membimbing serta mengarahkan

sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

3. Ibu Permata Ashfi R, S.Psi, M.A selaku dosen penguji yang dengan penuh

keramahan dan pengertian memberikan pengarahan dan saran sehingga

skripsi ini dapat terselesaikan.

4. Ibu Usmi Karyani, M.Si, selaku pembimbing akademik yang telah

membimbing penulis selama menjalankan kuliah di Fakultas Psikologi

Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan kesabaran dan pengertian.

5. Kedua informan AP (inisial) dan AM (inisial) yang dengan kebaikan hati dan

kesabaran meluangkan waktu, telah membantu penulis untuk melaksanakan

(9)

ix

6. Segenap Dosen serta Jajaran Staff dan Karyawan Tata Usaha Fakultas

Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan

sarana dan fasilitas sehingga melancarkan proses terselesaikannya skripsi ini.

7. Kedua Orangtua serta kedua saudaraku Ira dan Inka, atas doa dorongan

semangat serta memberikan perhatian kepada penulis selama proses

penyususnan skripsi hingga terselesaikan.

8. Pendampingku tersayang Hasanudin atas doa , dukungan yang luar biasa

mendampingi penulis hingga skripsi dapat diselesaikan.

9. Keluarga besar R. Hidajatdjati Ibnu Saputro, BA yang telah memberikan

semangat untuk terus mengerjakan skripsi hingga selesai.

10. Sahabat-sahabat yang hebat Almira, Anis, Grafika, Dara, Mas Ander, Ayu

Kurnia, VIGNET, Mas Bambang, dukungan dan motivasi luar biasa dalam

mendampingi serta memberikan masukan hingga skripsi dapat diselesaikan.

11. Rekan-rekan kerja Biro Psikologi ANAVA, Ibu Maya Savitri, MS.i, Bapak

Puthut R Bahagia MS.i, Mba Fitri, S.Psi, Puspa M, S.Psi, Mba Dyan, S.Psi,

Mba Endang, S.psi, yang telah memotivasi penulis dalam menyelesaikan

skripsi.

12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah

(10)

x

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayahNYA kepada kita

semua, Aamiin.

Akhir kata, penulis menyadari karya ini masih sangat jauh dari sempurna.

Oleh karena itu, dengan kerendahan hati saran dan kritik yang membangun sangat

penulis harapkan. Penulis berharap karya sederhana ini dapat memberikan

manfaat bagi kita semua.

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Surakarta,01 Desember 2014

(11)

xi DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL DEPAN ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iii

(12)

xii

D. Motivasi ... 27

E. Dinamika Pernikahan Pasangan Beda Agama ... 28

F. Pertanyaan Penelitian ... 32

BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Gejala Penelitian ... 33

B. Partisipan Penelitian ... 35

C. Metode Pengumpulan Data ... 35

D. Validitas dan Reliabilitas ... 37

E. Metode Analisis Data ... 37

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

I. Krieria Informan Penelitian ... 35

II. Pedoman Wawancara Informan Penelitian ... 36

III. Tanggal Pengambilan Data Informan Peneltian ... 44

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

I. Proses Pernikahan Beda Agama Informan 1 dan 2... 64

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

A. Kategorisasi Informan 1 dan 2 ... 82

B. Verbatim Wawancara Informan 1 ... 89

C. Verbatim Wawancara Informan 2 ... 119

D. Surat Izin Penelitian ... 156

(16)

xvi ABSTRAKSI

PERNIKAHAN PASANGAN BEDA AGAMA

Pernikahan beda agama merupakan pernikahan yang menarik perhatian masyarakat di negara ini. Meskipun pernikahan ini dianggap berbeda dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya, namun pada kenyataanya fenomena pernikahan beda agama masih dijumpai. Setiap agama tentunya menghendaki pernikahan atas dasar kesamaan iman yang dimiliki pasangan yang akan menikah. Pernikahan beda agama dapat menimbulkan berbagai masalah seperti tekanan dari pihak keluarga, terjadi perbedaan persepsi mengenai sesuatu karena kerangka acuan yang berbeda, kerinduan kesamaan aqidah serta pendidikan agama pada anak. Selain itu pernikahan beda agama rentan akan konflik berkenaan dengan nilai yang ada dalam agama maupun masyarakat. Sehingga seseorang yang memutuskan untuk menikah dengan seorang yang beda agama dihadapkan pada resiko dari segi agama, psikologis maupun sosiokultural. Pertanyaan penelitian ini adalah mengapa seseorang memutuskan untuk menikah dengan pasangan beda agama dan bagaimanakah pengelolaan masalah yang muncul pada pernikahan beda agama. Informan penelitian berjumlah 2 orang, dengan ciri-ciri a) terdiri dari 1 orang laki-laki dan 1 orang wanita, b) 1 orang menjalani pernikahan dengan pasangan yang beda agama, 1 orang pernah menjalani pernikahan beda agama namun bercerai. Metode yang digunakan fenomenologi dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan wawancara untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh dari wawancara kemudian di analisis dengan analisis deskriptif. Hasil analisis dan pembahasan menunjukkan bahwa 1) pengambilan keputusan menikah beda agama didasarkan emosi, rasa cinta terhadap pasangan dan rasa ingin hidup bersama, tanpa memikirkan dampak atas keputusan tersebut, 2) cara untuk menikah dengan mengikuti agama dari satu pihak terlebih dahulu, setelah menikah kembali ke agama semula, 3) banyak masalah yang muncul setelah menikah, pelaku pernikahan beda agama mengalami konflik batin perasaan bersalah, perselisihan terus-menerus, tekanan pihak keluarga, kerinduan kesamaan iman, pemilihan agama pada anak.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pernikahan beda agama dalam Islam dan khususnya dalam kitab Tafsir Al-Mishbah. Skripsi ini

Pada kehidupan pasangan yang menikah beda agama ini sering atau kerap kali perbedaan prinsip keduanya yang menjadi sumber permasalahan meskipun pada saat keduanya menikah

Pernikahan beda agama atau lintas agama yang dimaksudkan dalam Islam adalah pernikahan antara seseorang yang beragama Islam (muslim atau muslimah) dengan yang bukan

Sementara Ali menghukumi semua jenis pernikahan beda agama adalah dilarang, hal ini termasuk diantaranya pernikahan dengan wanita Ahli Kitab, karena menurutnya wanita Ahli Kitab

Wawancara dilakukan secara pribadi antara peneliti dan responden (Sugiyono, 2006: 253). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pernikahan beda agama

Sementara dalam kasus pernikahan beda agama, Wahbah al-Zuh}aili> membolehkan lelaki muslim menikahi wanita non- muslimah ahli kitab meskipun dengan krateria ketat, artinya

Selain bahasa Sunda halus ada hambatan yang masih terjadi dalam pernikahan beda Etnis ini namun tidak begitu berpengaruh dalam pernikahannya yaitu perbedaan sosial budaya antara sosial

Bisa kita lihat bahwa dalam kegiatan tersebut pengajuan permohonan pencatatan pernikahan beda agama di disdukcapil Surabaya yang pada awalnya ditolak atau tidak diterima, pada dasarnya