Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Model Probabilistik Untuk Mencapai Efisiensi Biaya Persediaan Pada PT.AlenaTex Bandung.

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia saat ini harus siap dan mampu untuk menghadapi persaingan di era globalisasi dan perdagangan bebas yang semakin menantang di mana setiap negara yang ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil harus mampu menggerakan sektor industri dengan baik, mengingat keadaan perekonomian Indonesia pasca krisis ekonomi yang telah dialami pada tahun 1997 masih kurang stabil sehingga harus selalu membenahi setiap sektor penunjang perekonomian khususnya sektor industri. Oleh karena itu pemerintah sebagai agen pengembangan harus memberi perhatian yang serius pada sektor industri sebab sektor industri sangat membantu dalam usaha peningkatan pertumbuhan ekonomi, karena dapat menambah pemasukan devisa negara dan dapat mengurangi pengangguran yang selalu menjadi masalah di setiap negara sedang berkembang seperti Indonesia.

Sektor industri di Indonesia saat ini sedang mengalami kondisi yang serba sulit karena daya beli masyarakat kian menurun yang disebabkan banyaknya produk impor yang kini merajalela di Indonesia sehingga masyarakat lebih mencintai produk impor dibandingkan produksi dalam negeri karena berbagai alasan, terutama untuk perusahaan-perusahaan tekstil yang kondisinya tidak menentu akibat minat beli konsumen menurun sebagai akibat masuknya produk luar negeri secara bebas dan melimpah.

(2)

Universitas Kristen Maranatha merupakan salah satu bagian penting untuk menjaga kestabilan produksi perusahaan agar kegiatan produksi tidak terhambat dan kebutuhan bahan baku selalu terpenuhi dengan baik dengan biaya yang minimum.

PT. Alenatex merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tekstil sebagai produsen kain jadi untuk keperluan sandang, dimana bahan baku utama yang dibutuhkan adalah benang. Pengendalian bahan baku benang yang terbaik yang dapat dilakukan oleh perusahaan semata-mata untuk memberi pelayanan terbaik untuk kepuasan konsumen terhadap produk yang dibeli. Adapun penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebijakan pengendalian persediaan yang diterapkan oleh perusahaan selama ini, dan mengetahui peranan pengendalian persediaan bahan baku dengan model probabilistik dalam meminimumkan biaya persediaan di perusahaan.

Dengan menggunakan model pengendalian persediaan probabilistik sistem Q perusahaan dapat mengatasi masalah yang timbul di bidang persediaan, dasar penggunaan model probabilistik ini dikarenakan permintaan variabel dan lead time variabel. Melalui pengumpulan dan pengolahan data menggunakan model pengendalian persediaan probabilistik serta menurut kebijakan perusahaan, dapat diketahui bahwa dengan menggunakan model pengendalian persediaan probabilistik dapat meminimumkan biaya persediaan.

Model ini dapat meningkatkan efisiensi biaya persediaan pada PT. Alenatex, hal ini terlihat dengan adanya penghematan yang dapat diperoleh

(3)

Universitas Kristen Maranatha 1.1 Latar Belakang Masalah ………...…….1

1.2 Identifikasi Masalah ………...3

1.3 Tujuan Penelitian ………...6

1.4 Kegunaan Penelitian ………..6

1.5 Kerangka Pemikiran .……….7

1.6 Metode Penelitian ..………..11

1.7 Lokasi Dan Lamanya Penelitian ………..12

1.8 Sistematika Pembahasan ………..12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Manajemen Operasi Dan Produksi ..………..14

2.2 Definisi Persediaan ..………...15

2.3 Definisi Pengendalian Persediaan .……….…16

2.4 Tujuan Persediaan ………...17

2.5 Fungsi Persediaan……….18

2.6 Jenis Persediaan ………...20

2.7 Biaya Persediaan………...22

2.8 Tujuan Pengendalian Persediaan ……….28

2.9 Fungsi Pengendalian Persediaan ………..29

2.10 Sistem Pengendalian Persediaan ………30

2.11 Metode Pengendalian Persediaan ………..33

(4)

Universitas Kristen Maranatha BAB III OBYEK PENELITIAN

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan………..43

3.1.1 Tahap Perkembangan Perusahaan……….….43

3.1.2 Visi Dan Misi Perusahaan ………...45

3.2 Struktur Organisasi Perusahaan Dan Uraian Jabatan ………...46

3.3 Kegiatan Perusahaan Dan Proses Produksi Perusahaan ………..53

3.3.1 Kegiatan Perusahaan ……….53

3.3.2 Proses Produksi Perusahaan ………..54

3.4 Kegiatan Pemasaran Perusahaan ………..59

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Tujuan Perusahaan Mengadakan Persediaan ………...61

4.2 Pengumpulan Data ………...62

4.3 Pengolahan Data ………..72

4.3.1 Analisis Pengendalian Persediaan Dengan Metode Probabilistik..72

4.3.1.1 Model Permintaan Variabel Dan Lead time Variabel…..………72

4.4 Kebijakan Pengendalian Persediaan Menurut Perusahaan …….…….80

4.5 Analisis Perbandingan Pengendalian Persediaan ………...82

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ………..84

5.2 Saran ……… ………85

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(5)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

(6)

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Tabel Produksi Kain Georgette 7070 Juli 2004-Juni 2005 .……… .4 Tabel 1.2 Tabel Produksi Kain Benfica Jacquard Juli 2004-Juni 2005 .…………..5 Tabel 4.1 Tabel Produksi Kain Georgette 7070 Juli 2003–Juni 2005 ……....…...63 Tabel 4.2 Tabel Kebutuhan Benang Lusi dan Pakan

Kain Georgette 7070 Juli 2003-Juni 2005………...64

Tabel 4.3 Tabel Produksi Kain Benfica Jacquard Juli 2003-Juni 2005………...66 Tabel 4.4 Tabel Kebutuhan Benang Lusi dan Pakan Kain Benfica Jacquard……67 Tabel 4.5 Tabel Probabilitas stock out………...…72

Tabel 4.6 Tabel Probabilitas lead time………...73 Tabel 4.7 Tabel Rata-rata Permintaan Selama Lead time Benang Lusi Benfica Jacquard……….……….75 Tabel 4.8 Tabel Probabilitas stock out Permintaan Selama Lead time Benang Lusi Benfica Jacquard…………...………76

Tabel 4.9 Tabel Probabilitas stock out Benang Pakan Benfica Jacquard ………..78 Tabel 4.10 Tabel Rata-rata Permintaan Benang Pakan Benfica Jacquard ……….80 Tabel 4.11 Tabel Rata-rata Permintaan Selama lead time

(7)

Universitas Kristen Maranatha 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, di mana

saat ini sedang gencar – gencarnya melakukan pembangunan di segala bidang

khususnya di bidang perekonomian yang bertujuan untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut di atas pemerintah berusaha untuk

meningkatkan pendapatan pada sektor riil atau pada sektor industri, di mana

sektor industri pernah mengalami kemunduran akibat adanya krisis moneter yang

melanda negara – negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Krisis moneter

di Indonesia yang terjadi pada tahun 1997 menyebabkan banyak perusahaan

mengalami kebangkrutan karena kekurangan modal usaha akibat melemahnya

nilai kurs mata uang rupiah terhadap dollar amerika yang menyebabkan kenaikan

harga – harga barang secara umum dan peningkatan suku bunga pinjaman Bank

yang semakin menyulitkan para pengusaha, dan kenaikan harga BBM ( Bahan

Bakar Minyak ) tanggal 1 Oktober 2005 yang mencapai 150% semakin

menambah persoalan pada sektor industri.

Oleh karena itu, pemerintah perlu memberi perhatian yang lebih pada

sektor industri sekarang ini agar tidak mengalami keterpurukan seperti yang

terjadi pada masa krisis moneter tahun 1997, dan tidak terlepas juga dari peran

(8)

Universitas Kristen Maranatha 2 dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Apabila perusahaan tidak cepat

tanggap untuk mengatasi masalah – masalah yang timbul baik yang bersifat intern

ataupun yang bersifat ekstern maka perusahaan tersebut akan sulit berkembang

dan bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis ataupun yang tidak sejenis,

bahkan bisa mengalami kebangkrutan.

Suatu perusahaan yang bergerak di sektor industri akan berjalan dengan

baik tergantung pada baik atau tidaknya manajemen perusahaan yang dijalankan

khususnya manajemen operasi. Adapun peranan manajemen operasi dalam hal ini

adalah merencanakan dan mengendalikan kegiatan operasi sedemikian rupa agar

produksi lancar dan tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai yang direncanakan.

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu diperhatikan salah satu aspek penting yang

berkaitan dengan operasi perusahaan yaitu persediaan bahan baku, karena bila

perusahaan mengabaikan masalah persediaan akan menimbulkan kerugian

diantaranya jika jumlah persediaan menumpuk atau terlampau banyak dapat

menimbulkan biaya ekstra penyimpanan dan pemeliharaan serta risiko kerusakan,

sedangkan bila mengalami kekurangan persediaan perusahaan bisa mengalami

hambatan dalam berproduksi yang berakibat tidak terpenuhinya permintaan

konsumen dalam jangka waktu yang diinginkan konsumen. Hal ini dapat

mengurangi kepercayaan konsumen pada perusahaan sehingga konsumen akan

beralih pada perusahaan lain yang sejenis, sehingga secara otomatis perusahaan

kehilangan pasar untuk produknya dan mengalami penurunan pendapatan.

Demikian juga dengan PT. Alenatex di Bandung yang merupakan salah

(9)

Universitas Kristen Maranatha 3 produk kain jadi dengan bahan baku benang yang diolah menjadi kain, perlu

memiliki kebijakan pengendalian persediaan bahan baku yang tepat untuk

kelancaran produksi dan biaya persediaan yang minimum. Dalam hal ini penulis

hanya membahas dua jenis kain saja yaitu kain Georgette-7070 dimana kain ini

memerlukan bahan baku berupa benang Lusi jenis DTY 150D/42F dan benang

Pakan jenis SDY 150D/68F, dan kain jenis Benfica Jacquard dimana kain ini

memerlukan bahan baku berupa benang Lusi jenis Skypol SDC 75D/24F dan

benang Pakan jenis Panaron SLUB SD 220D/72F.

Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk meneliti mengenai

pengendalian persediaan bahan baku di PT. Alenatex sebagai perusahaan tekstil.

Hasil penelitiannya akan dituangkan dalam bentuk karya ilmiah berupa skripsi

dengan judul “ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU

MENGGUNAKAN MODEL PROBABILISTIK UNTUK MENCAPAI

EFISIENSI BIAYA PERSEDIAAN PADA PT. ALENATEX BANDUNG ‘’.

1.2 Identifikasi Masalah

Penetapan persediaan yang tepat dalam suatu produksi mempunyai

peranan yang penting dalam aktivitas perusahaan, khususnya perusahaan yang

bergerak di bidang industri, sebab dengan adanya persediaan akan mempermudah

dan memperlancar jalannya operasi perusahaan, yang kemudian menyampaikan

produk jadi kepada konsumen. Oleh karena itu, kiranya perusahaan perlu

melakukan pengendalian persediaan agar dana yang ditanamkan dalam persediaan

(10)

Universitas Kristen Maranatha 4 Berikut tabel hasil produksi kain Georgette-7070 dan Benfica Jacquard

pada periode Juli 2004-Juni 2005 :

(11)

Universitas Kristen Maranatha 5 Tabel 1.2

PRODUKSI KAIN BENFICA JACQUARD

Juli 2004-Juni 2005

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa sering terjadi kekurangan bahan

baku benang untuk memenuhi kebutuhan produksi, akibatnya seringkali

kebutuhan produksi tidak dapat tercukupi dan harus menunggu datangnya bahan

baku yang sedang dipesan. Hal ini disebabkan perusahaan kurang memperhatikan

pengendalian bahan baku, oleh karena itu pengendalian persediaan perlu ditangani

(12)

Universitas Kristen Maranatha 6 Dari uraian di atas maka permasalahan yang dapat diidentifikasikan adalah

sebagai berikut :

1. Bagaimana kebijakan pengendalian persediaan yang diterapkan oleh

PT. Alenatex ?

2. Bagaimana peran pengendalian persediaan dalam meminimumkan jumlah

biaya persediaan ?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui kebijakan pengendalian persediaan yang diterapkan

oleh PT. Alenatex.

2. Untuk mengetahui peran pengendalian persediaan dalam meminimumkan

jumlah biaya persediaan

1.4 Kegunaan Penelitian

Dengan dilakukannya penelitian ini, maka diharapkan akan dapat

mengungkapkan data tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kebijakan

pengendalian persediaan. Dengan demikian diharapkan hasil penelitian ini dapat

berguna bagi perusahaan, penulis, dan pihak – pihak lain yang berkepentingan

dengan masalah pengendalian persediaan.

Kegunaan bagi perusahaan :

(13)

Universitas Kristen Maranatha 7 ϖ Untuk membantu perusahaan dalam melakukan pengendalian persediaan

sehingga dapat ditetapkan suatu kebijakan persediaan yang lebih mantap.

ϖ Sebagai suatu saran terhadap kekurangan – kekurangan yang ada, guna menentukan langkah – langkah yang harus ditempuh perusahaan di masa

yang akan datang.

Kegunaan bagi penulis :

ϖ Sebagai wahana untuk mengetahui sampai sejauh mana penulis dapat memahami teori – teori manajemen operasi yang telah dipelajari

khususnya mengenai pengendalian persediaan dan membuka cakrawala

dalam praktek yang sesungguhnya tentang pengendalian persediaan.

ϖ Sebagai tambahan pengetahuan khususnya dalam bidang pengendalian persediaan dalam hubungannya dengan meminimumkan biaya persediaan.

Kegunaan bagi pihak lain :

ϖ Dapat dijadikan sebagai perbandingan oleh pihak lain, khususnya para mahasiswa dalam penyusunan skripsi.

ϖ Sebagai bahan informasi dalam pemecahan masalah pengendalian persediaan oleh pihak lain yang berkepentingan.

1.5 Kerangka Pemikiran

Setiap perusahaan, apakah itu perusahaan industri atau jasa sangat

membutuhkan peran manajemen operasi untuk mengadakan perencanaan,

(14)

Universitas Kristen Maranatha 8 pemilihan pemasok bahan baku dan proses produksi sampai terjualnya produk ke

konsumen.

Hal itu berarti manajemen operasi bertanggung jawab agar kelancaran

usaha dapat berjalan dengan baik di mana salah satu masalah yang harus

diperhatikan oleh perusahaan adalah jumlah persediaan yang tepat, tanpa adanya

persediaan maka pemimpin perusahaan pada suatu waktu akan dihadapkan pada

kondisi di mana perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen pada

saat dibutuhkan yang berarti kelancaran usaha terhambat. Jadi, persediaan

merupakan bagian penting dalam berproduksi.

Menurut Richard J. Tersine ( 1994, h 3 ) mendefinisikan persediaan

sebagai berikut :

‘’Inventory as material held in an idle or incomplete state awaiting future sale, use, or transformation’’

Yang berarti persediaan sebagai material yang diadakan dalam kondisi

menganggur atau bagian tidak lengkap menunggu penjualan yang akan datang,

penggunaan, atau pengubahan.

Pengendalian persediaan menurut Richard B. Chase, Nicholas J. Aquilano

dan F. Robert Jacobs ( 2001, h 513 ) :

‘’Inventory control is the set of policies and controls that monitor level of inventory and determines what levels should be maintained, when stock should be replenished and how large orders should be.’’

Yang berarti pengendalian persediaan adalah kebijakan dan pengendalian

yang mengawasi tingkat persediaan dan menentukan persediaan pada tingkat

(15)

Universitas Kristen Maranatha 9 berapa banyak jumlah yang dipesan untuk menjaga persediaan pada tingkat yang

ditentukan.

Adapun jenis – jenis persediaan menurut fungsinya digolongkan menjadi

tiga macam menurut Sofyan Assauri ( 2004; 170 - 171 ) :

1. Batch stock atau lot size inventory yaitu persediaan yang diadakan karena

kita membeli atau membuat barang/bahan dalam jumlah yang lebih besar

daripada jumlah yang dibutuhkan pada saat itu. Dalam hal ini pembelian

atau pembuatan yang dilakukan untuk jumlah besar, sedang penggunaan

atau pengeluaran dalam jumlah kecil. Terjadinya persediaan karena

pengadaan bahan/barang yang dilakukan lebih banyak daripada yang

dibutuhkan.

2. Fluctuation stock yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi

fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan sebelumnya

3. Anticipation stock yaitu persediaan yang diadakan untuk menghadapi

fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan berdasarkan pola musiman

yang terdapat dalam 1 (satu ) tahun dan untuk menghadapi penggunaan

penjualan atau permintaan yang meningkat.

Untuk melakukan pengendalian persediaan perusahaan dapat

menggunakan dua model pengendalian persediaan

( T. Hani Handoko, 1997, h 352 ) yaitu :

1. Model deterministik, digunakan jika semua parameter–parameternya

(16)

Universitas Kristen Maranatha 10 2. Model probabilistik, digunakan jika parameter – parameternya merupakan

nilai – nilai yang tidak pasti dimana satu atau lebih parameter berikut ini

dapat merupakan variabel acak :

ϖ Permintaan tahunan ( D ) ϖ Permintaan harian ( d ) ϖ Lead time ( L )

ϖ Biaya simpan ( H )

ϖ Biaya pesan ( S )

ϖ Biaya kehabisan persediaan ( B ) ϖ Harga ( C )

Sistem pengendalian persediaan menurut Richard J. Tersine ( 1994, h 91 )

ada dua macam yaitu fixed order interval system ( sistem P ) dan fixed order size

system ( sistem Q ). Dimana sistem P ( fixed order interval system ) merupakan

metode persediaan yang menerapkan periode pemesanan yang sama, karena itu

jumlah yang dipesan setiap pemesanan tidak sama, sedangkan sistem Q

( fixed order size ) merupakan metode persediaan yang menerapkan pemesanan

dalam kuantitas yang sama dan pemesanan dilakukan pada saat mencapai reorder

point ( ROP ).

Selanjutnya dalam penelitian ini akan digunakan model probabilistik

sistem Q ( kuantitas ), karena beberapa variabel seperti harga, lead time, dan

(17)

Universitas Kristen Maranatha 11 1.6 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis

( Donald R. Cooper; C. W. Emory; 1998), yaitu metode yang menggambarkan

kondisi perusahaan berdasarkan fakta atau kejadian pada perusahaan tersebut

untuk kemudian diolah menjadi data dan selanjutnya diadakan suatu analisis

untuk menghasilkan kesimpulan.

Ciri – ciri metode deskriptif analitis :

ϖ Memusatkan pada pemecahan masalah – masalah yang ada pada masa sekarang atau masa yang aktual.

ϖ Data yang dikumpulkan mula – mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis, sehingga metode ini disebut metode analitis.

Dalam pengumpulan data yang diperlukan untuk menyusun skripsi ini

digunakan dua metode pengumpulan data yaitu :

ϖ Studi pustaka, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mempelajari buku – buku dan bahan – bahan tertulis seperti literatur, majalah, dan

yang berhubungan dengan penulisan skripsi ini. Metode ini bertujuan

untuk mendapatkan dasar teoritis yang dipakai untuk pembahasan

masalah yang diteliti, dengan studi pustaka ini diharapkan dapat

membandingkan keterangan – keterangan yang ada dalam praktek

sesungguhnya

ϖ Penelitian lapangan, yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung terhadap obyek penelitian dengan cara wawancara pada pimpinan

(18)

Universitas Kristen Maranatha 12 Data penelitian ini menggunakan dua sumber data ( Nur Indriantoro dan

Bambang Supomo, 1999, h 146 – 147 ) yaitu :

ϖ Data primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli yang dapat berupa opini subyek ( orang ) secara individual atau

kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda ( fisik ), kegiatan atau

kejadian dan hasil pengujian.

ϖ Data sekunder, yaitu data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara ( diperoleh atau dicatat oleh pihak lain ) yang

dapat berupa bukti, catatan atau laporan historis yang telah tersusun

dalam arsip yang dipublikasikan atau tidak dipublikasikan.

1.7 Lokasi dan Lamanya Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan PT. Alenatex di Jalan

Mohamad Toha no. 147 Km 6.1 Bandung, dan lamanya penelitian dilaksanakan

selama tiga bulan sejak bulan Mei sampai bulan Juli 2006.

1.8 Sistematika Pembahasan

Bab I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tentang masalah – masalah yang dihadapi oleh perusahaan

terutama yang berhubungan dengan pengendalian persediaan bahan baku.

Bab II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi teori – teori yang digunakan, serta pengertian – pengertian

(19)

Universitas Kristen Maranatha 13 Bab III OBYEK PENELITIAN

Bab ini berisi uraian secara singkat sejarah perusahaan, struktur organisasi

perusahaan, serta kegiatan usaha yang dilakukan perusahaan

Bab IV PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan masalah – masalah yang berhubungan dengan hasil

penelitian yakni mengenai analisis pengendalian persediaan bahan baku di

PT. Alenatex dalam meminimumkan biaya persediaan

Bab V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini memaparkan keputusan akhir dari penelitian yang telah diuraikan

secara teoritis dan praktis untuk mengambil kesimpulan dan saran–saran yang

(20)

Universitas Kristen Maranatha 84 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan , maka dapat

disimpulkan bahwa :

1. Kebijakan pengendalian persediaan bahan baku benang yang selama ini

diterapkan perusahaan kurang efisien untuk meminimumkan biaya

persediaan.

2. Dengan menggunakan model pengendalian persediaan probabilistik model

permintaan variabel dan lead time variabel, dapat meningkatkan efisiensi

biaya persediaan. Berikut hasil efisiensi biaya yang dapat diperoleh dari

analisis menggunakan model probabilistik :

¬ Model Permintaan Variabel dan Lead time Variabel

Benfica Jacquard Georgette 7070

Lusi Pakan Lusi Pakan

(21)

Universitas Kristen Maranatha 85 5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat

dikemukakan saran-saran sebagai berikut :

1. Perusahaan perlu menerapkan metode pengendalian persediaan

probabilistik untuk mengetahui jumlah pemesanan ekonomis, titik

pemesanan kembali atau reorder point dan safety stock agar biaya

persediaan yang dikeluarkan dapat dihemat seefisien mungkin.

2. Perusahaan perlu memperhatikan data kebutuhan bahan baku benang

tahunan untuk dapat menganalisis kebutuhan bahan baku untuk periode

waktu mendatang agar kebutuhan bahan baku untuk proses produksi selalu

terpenuhi, serta melibatkan bagian produksi dan bagian gudang dalam

menyusun rencana produksi.

3. Perusahaan perlu memperketat sistem administrasi gudang supaya arus

keluar masuk bahan baku benang di gudang dapat diketahui dengan pasti,

sehingga dapat mengendalikan persediaan benang lebih baik lagi dan agar

(22)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofjan,

Manajemen Produksi dan Operasi

, edisi revisi, Jakarta: FEUI, 2004.

Chase, Richard B., Nicholas J. Aqui1ano and F. Robert Jacobs,

Operations

Management for Competitive Advantage

, 9

th

edition, Boston: The Mc Graw

Hill

Companies, Inc., 2001.

Cooper, Donald R. and C.William Emory,

Metode Penelitian Bisnis,

edisi 5,

alih bahasa Ellen Gunawan, Imam Nurmawan, Jakarta: Erlangga, 1998.

Davis, Mark M., Nicholas J. Aquilano and Richard B. Chase,

Fundamentals of

Operations Management

, 4

th

edition, New York: The Mc Graw Hill Companies

Inc.,

2003.

Hadley, G., T.M., Whitin,

Analysis of Inventory System,

New Jersey: Prentice Hall,

Inc., 1963.

Handoko, T. Hani,

Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi

,Yogyakarta:

BPFE., 1997.

Heizer, Jay and Barry Render,

Manajemen Operasi

, edisi 7, alih bahasa

Dwianoegrahwati Setyoningsih, Indra Almahdi, Jakarta: Salemba Empat, 2005.

Herjanto, Eddy,

Manajemen Operasi dan Produksi

, edisi kedua, Jakarta:

PT. Grasindo, 1999.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo,

Metode Penelitian Bisnis

, edisi pertama,

Yogyakarta : BPFE., 1999.

Rangkuti, Freddy,

Manajemen Persediaan

, edisi kedua, cetakan keenam, Jakarta:

PT. RajaGrafindo Persada, 2004.

Schroeder, Roger G.,

Operations Management: Contemporary Concepts and Cases

,

Boston: The Mc Graw Hill Education Companies Inc., 2003.

Sharma, S.C.,

Material Management and Material Handling

, 3

rd

edition, New Delhi:

Khanna Publishers, 2000.

(23)

Figur

Tabel 1.1

Tabel 1.1

p.10
Tabel 1.2 PRODUKSI  KAIN BENFICA JACQUARD

Tabel 1.2

PRODUKSI KAIN BENFICA JACQUARD p.11

Referensi

Memperbarui...