AUDIT-2
TINGKAT KESALAHAN SAMPLE
Teknik Menghitung besarnya sampel
Kesalahan umum dalam menentukan anggota sampel
Tingkat Kesalahan Sample
Sample yang diambil ketika melakukan audit harus mampu
mewakili populasi, oleh karena itu sebagai seorang auditor harus mampu melakukan judgment terkait analisis data melalui mencari keterangan yang ada kaitannya dengan permasalahan yang
berkaitan dengan transaksi untuk dilakukannya audit dengan menentujan ukuran sampel yang akan dianalisis.
Cara Melakukan Teknik Sampling
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah sebagai berikut:
Tentukan dulu daerah generalisasinya.
Berilah batas-batas yang tegas tentang sifat-sifat populasi.
Tentukan sumber-sumber informasi tentang populasi.
Pilihlah teknik sampling dan hitunglah besar anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitiannya.
Rumuskan persoalan yang akan diteliti.
Tentukan/cari keterangan mengenai populasi yang akan diteliti.
Definisikan unit-unit, istilah yang diperlukan.
Tentukan unit sampling yang diperlukan.
Tentukan skala pengukuran yang akan dipergunakan.
Cari keterangan yang ada kaitannya dengan permasalahan yang akan dibahas.
Tentukan ukuran sampel yang akan dianalisis.
Cara melakukan teknik sampling
Teknik sampling berguna agar:
Mereduksi anggota populasi menjadi anggota sampel yang mewakili populasinya
(representatif), sehingga kesimpulan terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan,
Lebih teliti menghitung yang sedikit daripada yang banyak,
Menghemat waktu, tenaga, biaya, menghemat
benda coba yang merusak.
Cara melakukan teknik sampling
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah sebagai berikut:
Menentukan daerah generalisasinya.
Banyak penelitian menurun mutunya karena generalisasi
kesimpulannya terlalu luas. Penyebabnya ialah karena peneliti ingin agar hasil penelitiannya berlaku secara meluas dan
menganggap sampel yang dipilihnya sudah mewakili populasinya.
Membeikan batas yang tegas tentang sifat-sifat populasi.
Populasi tidak harus manusia. Populasi dapat pula berupa benda-benda lainnya. Semua benda-benda yang akan dijadikan populasi harus ditegaskan batas-batas
karakteristiknya, sehingga dapat menghindari kekaburan dan kebingungan.
Menentukan sumber-sumber informasi tentang populasi.
Ada beberapa sumber informasi yang dapat memberi petunjuk tentang karakteristik suatu populasi. Umpamanya didapat dari dokumen-dokumen.
Cara melakukan teknik sampling
Beberapa kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah sebagai berikut:
Pilih teknik sampling dan hitung besar anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Rumuskan persoalan yang akan diteliti.
Tentukan/cari keterangan mengenai populasi yang akan diteliti.
Definisikan unit-unit, istilah yang diperlukan.
Tentukan unit sampling yang diperlukan.
Tentukan skala pengukuran yang akan dipergunakan.
Cari keterangan yang ada kaitannya dengan permasalahan yang akan dibahas.
Tentukan ukuran sampel yang akan dianalisis.
Penentuan besarnya anggota sampel
a. Contoh Menentukan Ukuran Sampel dengan Tabel Krecjie dan Nomogram Harry King.
Penelitian akan dilakukan terhadap iklim kerja suatu organisasi.
Sumber data yang digunakan adalah para pegawai yang ada pada organisasi tersebut (populasi).
Jumlah pegawainya 1000 terdiri atas lulusan
S1 = 50
SM = 300
SMK = 500
SMP = 50
SD = 100
(populasi berstrata).
Penentuan besarnya anggota sampel
Jumlah populasi = 1000.
Bila kesalahan 5%, maka jumlah sampelnya = 278.
Karena populasi berstrata, maka sampelnya juga berstrata. Stratanya menurut tingkat pendidikan. Dengan demikian masing-masing sampel untuk tingkat pendidikan harus proporsional sesuai dengan populasi.
Jadi jumlah sampel untuk
Penentuan besarnya anggota sampel
Pada perhitungan yang terdapat koma dibulatkan ke atas sehingga jumlah sampelnya lebih 278 yaitu 280. Hal ini lebih aman daripada kurang dari 278.
Gambaran jumlah populasi dan sampel dapat ditunjukkan pada gambar berikut
Penentuan besarnya anggota sampel
b. Contoh Menentukan Ukuran Sampel dengan Perhitungan
Bila ukuran sampel lebih dari 100.000, maka peneliti tidak bisa melihat tabel lagi, oleh karena itu peneliti harus dapat menghitung sendiri.
Contoh 1:
Misal seorang peneliti ingin mengetahui produktivitas kerja pegawai di lembaga A. peneliti berhipotesis bahwa produktivitas kerja
pegawai di lembaga A paling sedikit 70 dari tolok ukur ideal yang ditetapkan. Untuk menghitung ukuran sampel sebagai sumber datanya diperlukan rumus sebagai berikut.
n ≥ pq/ σ
p2 n = Ukuran sampel yang diperlukan
p = Prosentase hipotesis (Ho) dinyatakan dalam peluang yang besarnya = 0,70
q = 1 – 0,50 = 0,50
σp = Perbedaan antara Ha dan Ho, dibagi dengan z pada tingkat kepercayaan tertentu.
Penentuan Besarnya Anggota Sampel
Untuk tingkat kepercayaan
68%, z = 1
95%, z = 1,96
99%, z = 2,58.
Misal taraf kepercayaan 95% berarti z = 1,96 maka:
Dengan demikian maka besamya ukuran sampel yang diperlukan sebagai sumber data pada taraf kepercayaan 95% adalah:
Atau 25 orang jadi paling sedikit diperlukan 25 orang sebagai sumber data.
Penentuan Besarnya Anggota Sampel
Contoh 2
Untuk menaksir berapa tingkat kepuasan kerja pegawai di lembaga B diperlukan sebuah sampel. Taraf kepercayaan yang dikehendaki 99%. Perbedaan antara yang ditaksir
dengan tolok ukur yang ditetapkan tidak lebih dari 10%. Jika diketahui simpangan bakunya 20% maka ukuran sampel
dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
Dimana
n = Ukuran sampel yang diperlukan
b = Perbedaan antara yang ditaksir dengan tolok ukur penafsiran
z = Harganya tergantung pada taraf kepercayaan yang ditetapkan. (lihat keterangan pada contoh pertama).
σ = Simpangan baku
Penentuan Besarnya Anggota Sampel
Contoh 2
Untuk menaksir berapa tingkat kepuasan kerja pegawai di
lembaga B diperlukan sebuah sampel. Taraf kepercayaan yang dikehendaki 99%. Perbedaan antara yang ditaksir dengan tolok ukur yang ditetapkan tidak lebih dari 10%. Jika diketahui
simpangan bakunya 20% maka ukuran sampel dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Untuk contoh di atas maka besarnya sampel dapat dihitung.
Kesalahan Umum dalam Menentukan Anggota Sampel
1. Gagal dalam menetapkan jumlah anggota populasi yang dapat dipercaya
2. Menggunakan anggota sampel yang terlalu kecil.
3. Tidak menggunakan teknik sampling startified yang disyaratkan
4. Mengubah prosedur teknik sampling;
5. Mengubah rumus untuk menghitung besarnya anggota sampel
6. Memilih anggota sampel yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian
7. Mengurangi anggota sampel yang telah ditentukan oleh perhitungannya;
8. Memilih grup eksperimen dan grup kontrol dari populasi yang berbeda;
9. Peneliti yang memakai grup sukarela, lupa atau sengaja tidak membedakannya dengan grup wajib, akibatnya peneliti gagal dalam menginterpretasikan hasil penelitiannya;
Kesalahan umum dalam menentukan anggota sampel
10. Tidak memberikan alasan-alasan mengapa rumus dan teknik sampling tertentu yang ia gunakan di dalam penelitian.
11. Pemeriksaan yang kurang teliti dan lengkap terhadap populasi
12. Kekeliruan nonsampling, penyebabnya adalah:
a) Populasi tidak didefinisikan sebagaimana mestinya.
b) Penyimpangan populasi tidak dipelajari.
c) Kuesioner tidak dirancang sesuai dengan keperluan.
d) Rumusan dan istilah tidak dipergunakan sebagaimana mestinya.
e) Peneliti kurang memahami isi dari kuesioner sehingga jawaban responden kurang sesuai dengan keinginan.
f) Responden tidak memberikan jawaban yang objektif untuk memberikan jawaban.