• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

(1)

1

ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN

(studi kasus proyek pembangunan jalan ruas sapaya - boro di kabupaten gowa)

Skripsi

Diajukan Guna Melengkapi Tugas Akhir dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Menyelesaikan Program Studi Strata 1 Teknik dan Mencapai Gelar

Sarjana Teknik OLEH

ROSLINDA 45 13 041 055

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK JURUSAN SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR

2019

(2)

2

(3)

3

SURAT PERYATAAN

KEASLIAN DAN PUBLIKASI TUGAS AKHIR Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : Roslinda Nomor Stambuk : 45 13 041 055 Program Studi : Teknik Sipil

Judul Tugas Akhir : „„Analisis Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan jalan (Studi kasus Proyek JalanRuas Sapaya-Boro Di Kabupaten Gowa‟‟

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa.

1. Tugas akhir yang saya tulis ini merupakan hasil karya saya sendiri dan sepanjang penegetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

2. Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya tidak keberatan apa bila Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Bosowa menyimpan, mengalih mediakan / mengalih formatkan, mengelolah dalam bentuk date bbase, mendistribusikan dan menampilkannya untuk kepentingan akademik.

3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tampa melibatkan pihak Jurusan Sipil Fakultas Teknik Universitas Bosowa dari semua bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta dalam tugas akhir ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesunguhnya untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Makassar,4 April 2019 Mahasiswa Teknik Sipil

(Roslinda)

(4)

4

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada tuhan yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikannya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir. Laporan tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syart untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik dari program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa Makassar. adapun judul skripsi yaitu :

“Analisis Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jalan (sudi kasus proyek pembangunan jalan ruas sapaya - boro di kabupaten gowa)’’

Terwujudnya tugas akhir ini tak lepas dari bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada kedua orang tua kami yang tercinta yang telah memberikan segenap bantuan baik moril maupun matrial. tak lupa kami ucapkan terima kasih atas segala petunjuk dan bimbingan dari Bapak dan ibu Dalam penyusunan skripsi ini dan kesempatan ini penulisan ingin menyampekan rasa terima kasih kepada :

(5)

5

1. Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat sehat selama pelaksanaan Skripsi.

2. Kedua orang tua, dan seluruh keluaraga atas semua pengorbanan, Doa dan kasih sayang serta dukungan selama ini 3. Bapak Prof. Dr. Salleh Pallu selaku Rektor Universitas Bosowa

Makassar

4. Bapak Dr. Ridwan, ST. M.Si. selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar

5. Ibu Nurhadijah yunianti, ST,MT selaku Ketua Jurusan Sipul Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar.

6. Bapak Ir.Natsir Abdulh M.Si selaku Pembimbing I atas bimbinganya.

7. Ibu Savitri Prasandi Mulyani ST,MT, selaku Pembimbing II atas bimbinganya.

8. Segenap Dosen dan Seluruh staf Jurusan Sipil Teknik Universitas Bosowa Makassar yang telah banyak membantu penulis selama ini.

(6)

6

9. Rekan-rekan mahasiswa Jurusan Sipil serta semua pihak yang telah dapat disebut satu persatu somoga Allah SWT berkenan memberikan balasan kepada mereka semua.

10. Trima kasih pula kepada Bapak Kontraktor dari Perusahaan PT.

Tri Star Mandiri yang telah banyak membantu dan mengijinkan melakukan penelitian selama ini.

Akhirnya penulis berharap semoga dengan adanya skripsi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua. Amin yaarobal allamin.

Makassar, 28 November 2018

Penyusun

(7)

7

ABSTRAK

ANALISIS BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN JALAN (studi kasus pembangunan jalan ruas sapaya-boro di

kabupaten Gowa)

By: Roslinda¹ M. Natsir Abduh² Savitri Prasandi Mulyani³

Tujuan penelitian adalah mengetahui perbedaan waktu pelaksanaan pekerjaan antara jadwal yang telah ada dengan menggunakan metode time cost trade oof dan mengetahui bagaimana perbandingan biaya proyek sebelum dan sesudah percepatan dengan mengunakan metode time cost trade off. Data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis data menggunakan progam Microsoft Project 2013 untuk mencari lintasan kritis dan metode time cost trade off adalah percepatan durasi dan biaya dari penambahan jam kerja (lembur) dan penambahan tenaga kerja.

Perbedaan waktu pelaksanaan pekerjaan normal proyek 190 hari kerja, setelah dilakukan percepatan pekerjaan dengan menggunakan metode time cost trade off menggunakan 2 (dua) alternatif yaitu penambahan jam kerja (lembur) diperlukan waktu 176 hari krja sedangkan dengan alternatif penambahan tenaga kerja diperlukan waktu 175 hari kerja. Sebelum dilakukan percepatan durasi waktu yang diperlukan yaitu dengan biaya Rp. 29,457,196,000.00. Pada percepatan dengan metode time cost trade off menggunakan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dipercepat 14 hari dengan biaya Rp.27,080,813,967.12 dengan menghemat biaya Rp.

2,376,199,365 dan untuk alternatif penambahan tenaga kerja mempersingkat 15 hari kerja dengan biaya Rp. 27,062,942,903.36 dan menghemat dengan biaya sebesar Rp. 2,394,243,925.

Kata Kunci : Biaya pelaksanaan pekerjaan, waktu pelaksanaan pekerjaan, jalan Ruas Sapaya-Boro,Microsof Project 2013.

(8)

8

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul ……….………..……..……. i

Lembar Pengajuan …… ……….………...….... ii

Lembar Pengesahan ...………..………... iii

Kata Pengantar ………...…….…... iv

Abstrak ………..….……….……… v

Daftar isi ……….………...………….……... vi

Daftar Notasi ……….……….…….….... vii

Daftar Gambar ..………..….………. x

Daftar Tabel ………..……….………. xiv

Daftar Lampiran ……….………...……....….. xv

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang ……….………….………… I - 1 1.2 Rumusan masalah ……….………..… I - 4 1.3 Tujuan dan manfaat penelitia ……….………...… I - 4 1.3.1 Tujuan penelitian ……….……..……… I –4

(9)

9

1.3.2 Manfaat penelitian ………..………..………... I - 4 1.4 Batasan masalah ………...……… I - 5 1.5 Sistematika penulisan ……….. I - 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Manajemen proyek ………….……… II - 1 2.2 Penjadwalan ...……….………..……... II - 3 2.3 Time Schedule …...………..…... II - 10 2.4 Biaya proyek ……….………….………… II - 12 2.5 Hubungan biaya terhadap waktu ...….………. II - 13 2.6 Durasi dipercepat proyek (Akselerasi Project) ……… II - 15 2.7 Metode Critical Path Method (CPM) ………....…. II - 15 2.7.1 Cara perhitungan CPM ……....………...………..………. II - 17 2.7.2 Menentukan jalur kritis ………...……….…… II - 19 2.8 Program Microsoft Project ...………...……. II - 19 2.8.1 Istilah dalam Microsoft Project ……....…...……… II - 20

2.8.2 Memulai Microsoft Project 2013 ……….… II - 21 2.8.3 Durasi Pekerjaan ………...…..…. II - 28 2.8.4 Calender ………….……… II - 29 2.8.5 Presentase pekerjaan ………...…..……… II - 30 2.9 Metode Time Cost Trade Off ...……….……. II - 30 2.10 Definisi jalan ………...…………..…..………….. II – 38

(10)

10

2.10.1 Klasifikasi kelas jalan ……….…..………… II - 39 2.10.2 Bagian-bagian jalan ………...………. II - 41

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian ………..…….……… III - 1 3.2 Waktu dan tempat penelitian …….…...…..……….………….. III - 2 3.2.1 Data umum proyek …………..….……...………...………. III - 3 3.2.2 Jenis-Jenis kegiatan ………...….……...…………..….………. III - 5 3.3 Metode pengumpulan data ...………..…… III - 7 3.4 Teknik analisa data ……..……..………...……… III - 8 3.5 Metode pelaksanaan peroyek ……....………..……..…..…… III - 10 3.5.1 Uraian Input data ke Microsoft Project ………... III - 22 3.6 Variabel penilitian ……...…………...……..…………...……… III - 26 3.7 Prosedur penyusunan anggaran biaya proyek ………..…… III - 28 3.7.1 Flowchart kegiatan penelitian ……….……….…..… III – 31 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran umum proyek …...……….…... IV - 1 4.1.1 Data umum perencanaan proyek ...…… IV - 1 4.1.2 Data-data proyek ...…… IV - 2 4.1.3 Daftar harga upah ……….….………….…………... IV - 4 4.2 Rincian biaya proyek ………..……….…...… IV - 5 4.2.1 Rincian biaya langsung ………..………….…………... IV - 5 4.2.2 Rincian biaya Tidak langsung ……….…….…..………….……. IV - 5 4.3 Penyusunan Jaringan Kerja ...……. IV - 6

(11)

11

4.3.1 Logika Ketergantungan Antar Kegiatan ...…… IV - 13 4.4 Penjadwalan proyek ...………....……….. IV - 8 4.4.1 Durasi normal kegiatan (Dn) ………....……..……….. IV - 13 4.5 Analisis d engan Metode Time Cost Trade Off .……..…….… IV - 15 4.5.1 Menentukan jumlah resource dan upah pada pekerjaan

normal .…….……….. …….…. IV - 15 4.5.2 Analisis percepatan proyek tambah jam kerja ………….…... IV - 17 4.5.3 Analisis percepatan proyek tambah tenaga kerja .……….… IV - 27 4.6 Analisis dan perbandingan biaya dan waktu proyek ...…... IV - 36 4.7 Pembahasan ………...……….. IV - 38

BAB IV PENUTUP

5.1 Kesimpulan ………....………..……... V - 1 5.2 Saran ……….………...……….. V - 2

DAFTAR PUSTAKA ……… xvi LAMPIRAN ……..……….. xvii

(12)

12

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Durasi pekerjaan pada Ms. Project ………. II - 28 Tabel 2.2 logika ketergantungan pekerjaan pada Ms. Project …….. II - 28

Tabel 2.3 Koefisien Penurunan Produktivitas ……….. II - 32 Tabel 2.4 Klasifikasi menurut Kelas Jalan ………..……….. II - 40

Tabel 2.5 Golongan medan ………. II - 40 Tabel : 3.1 Paket peningkatan jalan ruas sapaya-boro kab. gowa……II-10

Tabel : 3.2 Input data ke Microsoft Project ……….III - 26 Tabel : 4.1 Analisa kebutuhan tenaga ………..…………. iv - 3

Tabel : 4.2 Daftar tenaga kerja dan harga upah ………. iv - 4 Tabel 4.3 Rincian biaya langsung ……….. iv - 6 Tabel 4.4 Kegiatan Dipercepat ……….……... iv - 8

Tabel 4.5 Uraian pekerjaan dalam pelaksanaan proyek ………. iv - 9 Tabel 4.6 Logika ketergantungan antar kegiatan ……… iv – 11 Tabel 4.7 Durasi normal pekerjaan ……… iv -12

(13)

13

Tabel 4.8 Perhitungan Maju………. ……… iv -13

Tabel 4.9 Perhitungan Mundur…….……… iv -14 Tabel 4.10 Perhitungan Flowd……...……… iv -15

Tabel 4.1 Jumlah resource dan upah pada galian biasa ……… iv - 18 Tabel 4.12 Perhitungan crash duration (Penambahan jam kerja)…... iv - 20

Tabel 4.13 Perhitungan cost slope pada penambahan jam kerja (lembur) ……… iv – 23

Tabel 4.14 Rekapitulasi crash duration dan cost slope pada penambahan jam kerja (lembur) (Lanjutan)……….. iv - 24

Tabel 4.15 Perhitungan cost slope pada penambahan jam kerja

(lembur) (Lanjutan) ……….……….. iv - 25

Tabel 4.16 Perhitungan Cost Slope (penambahan jam lembur)…...iv - 26

Tabel 4.17 Rekapitulasi biaya dan waktu percepatan dengan

penambahan jam kerja ……….…………iv - 27

Tabel 4.18 Durasi crash dengan percepatan penambahan jam

Kerja ……… iv - 28 Tabel 4.19 Contoh hasil perhitungan penambahan tenaga kerja….…iv - 30 Tabel 4.20 Perhitungan cost slope pada penambahan tenaga kerja….iv-31

(14)

14

Tabel 4.21 Perhitungan cost slope pada penambahan tenaga

kerja ( Lanjutan)……… iv - 32

Tabel 4.22 Perhitungan cost slope pada penambahan tenaga kerja

(Lanjutan) ………..……….…….. iv - 33

Tabel 4.23 Perhitungan carsh duration pada penambahan tenaga kerja (Lanjutan) ………..……….…….. iv - 34

Tabel 4.24 Rekapitulasi crash duration dan cost slope pada penambahan tenaga kerja ………...…….. iv - 35

Tabel 4.25 Perbandingan penghemat biaya ………..……….. iv - 35 Tabel 4.26 Perbandingan total cast normal dan crashing ...……….. iv - 36

Tabel 4.27 Rekapitulasi biaya dan waktu percepatan dengan penambahan jam kerja ...……….. iv - 37

(15)

15

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Bagan balok dan Kurva S ………... II - 11 Gambar 2.2 Hubungan biaya waktu-biaya normal dan dipersingkat…II - 13

Gambar 2.3 Grafik hubungan waktu dengan biaya total,biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya optimal ……….. II - 14 Gambar 2.4 Grafik hubungan waktu dengan biaya total, biaya langsung,

biaya tak langsung dan biaya optimal ……….II - 31 Gambar 2.5 Presentase pekerjaan pada Mp. Project ……… II - 30

Gambar 2.6 Indikasi menurunnya produktivitas penambahan

jam kerja ………... II - 31

Gambar 3.1 Lokasi proyek ruas jalan Sapaya-Boro dikabupaten

Gowa ………. II - 5 Gambar : 3.2 Flowchart perhitungan dengan Microsoft Project ……III - 25

Gambar : 3.3 Bagan proses membuat anggaran biaya proyek …… III - 29 Gambar : 3.4 Bagan komponen biaya proyek kostruksi ……….….. III - 30 Gambar 3.5 Flowchart penelitian ……….……….... III - 31

Gambar 4.1 Diagram preseden antara jalur kritis dan normal ……... iv - 7 Gambar 4.2 Perbandingan durasi pekerjaan ……… iv - 37

(16)

16

DAFTAR NOTASI

a = Ruang untuk nomor event

b = Ruang untuk menunjukkan waktu paling cepat terjadinya

event (E) dan kegiatan (ES) yang merupakan hasil perhitungan maju

c = Ruang untuk menunjukkan waktu paling lambat terjadinya

event (L) dan kegiatan yang merupakan hasil perhitungan mundur

ES = Earliest Start EF = Earliest Finish

LS = Latest Start LF = Latest Finist

N = Jumlah Penambahan Jam Kerja

(17)

17

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Daftar harga dasar satuan upah, bahan dan sewa peralatan Lampiran 2 : Rencana angaran biaya (RAB)

Lampiran 3 : Gambar proyek

Lampiran 4 : Dokumentasi lokasi proyek

Lampiran 5 : Data hasil analisis Microsoft Project

(18)

18 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Jalan adalah suatu sarana trasportasi darat yang meliputi semua fasilitas termasuk bagian perlengkapan yang digunakan untuk berlalulintas (Menurut UU No.38 Tahun 2014 dan PP No.34 Tahun 2006 tentang jalan) dalam perkembangannya, jalan mengalami proses perbentukan menurut konstruksi yang merupakan prasarana utama dalam menunjang kelancaran pembangunan khususnya disektor perhubungan darat.

Seiring dengan perkembangan dunia industri, begitu juga dengan perkembangan sarana transportasi, terutama jalan raya yang semakin pesat, maka tingkat kesulitan untuk mengelola dan menjalankan sebuah proyek jalan raya semakin tinggi. semakin tinggi tingkat kesulitannya, berarti semakin panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Meningkatnya pembangunan poyek-proyek saat ini di berbagai daerah khususnya di daerah Sapaya – Boro batas Jeneponto. sangat diperlukan suatu manajemen waktu (time management) yang disamping mempertajam prioritas, juga mengusahakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek agar dicapai hasil yang maksimal dari sumber daya yang tersedia, semuanya itu untuk mencapai tujuan dari

(19)

19

sebuah proyek jalan raya yaitu kesuksesan yang memenuhi kriteria waktu (jadwal), selain juga biaya (anggaran) dan mutu (kualitas).

Pada proses pelaksanaan proyek akan mendapatkan masalah yang tidak terduga, yang dapat mengakibatkan keterlambatan dalam proses pelaksanaan proyek. sehingga akan bertambah panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan keterlambatan pelaksanaan proyek yang disebabkan oleh keadaan cuaca yang tidak menentu dan berkepanjangan, keterlambatan material, adanya perubahan pada perencanaan, kurangnya pengawasan terhadap pekerja sehingga terjadi kesalahan dalam pekerjaan, serta dengan adanya peraturan pemerintah mengenai lalu lintas ikut serta menghambat penyelesaian pekerjaan.

keterlambatan waktu pelaksanakan merupakan salah satu tanggung jawab kontraktor pelaksana pada proyek tersebut dalam penelitian ini, akan dibahas tentang pengendalian waktu dan biaya suatu proyek dengan menggunakan metode time cost trade off pengambilan kasus di salah satu daerah sulawesi selatan tepatnya di kabupaten Gowa yaitu proyek pembangunan jalan ruas sapaya – boro, Pada proyek ini memiliki target waktu kontrak pengerjaan selama 190 hari kerja yang dimulai dari bulan juni 2017. Proyek pembangunan jalan ruas sapaya - boro dengan Nomor Kontrak 602.2/1657/DBMBK dengan anggaran sebesar Rp.

29,457,196,000.00 (dua puluh sembilan milyar empat ratus lima puluh tuju juta seratus sembilan puluh enam ribu rupiah) adapun keterlamabatan diakibat beberapa, keterlambatan material dan di akibatkan oleh cuaca.

(20)

20

Jalan ini merupakan akses yang menghubungkan langsung kabupaten gowa dengan kabupaten jeneponto dan beberapa Kabupaten yang terletak di sebelah selatan kota makassar sehinga jalan ini sangat penting di dalam menunjang pembangunan ekonomi khususnya di wilaya sulawesi selatan bagian selatan untuk tetap dapat mempertahankan dan meningkatkan tingkat layanan jalan dapat berkonstribusi langsung terhadap pertumbuhan di wilaya ini, maka pemerintah provinsi sulawesi selatan dinas bina marga melaksanakan proyek jalan ruas Sapaya - Boro pada tahun anggaran 2017 pekerjaan ini terbagi atas 2 segmen anatara lain.

Segmen I : KM. 81+168 ~ KM. 82+968 Segmen II : KM. 95+145 ~ KM. 101+145

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti akan melakukan penelitian dengan judul : “Analisis Biaya dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Jalan” (studi kasus proyek pembangunan jalan ruas sapaya - boro di kabupaten gowa)”

(21)

21 1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas oleh penulis dapat diidentifikasi sebagai berikut:

1. Berapakah Perbedaan waktu pelaksanaan pekerjaan antara jadwal yang telah ada dengan jadawal yang direncanakan menggunakan metode time cost trade off ?

2. Berapakah perbedaan biaya proyek yang sudah ada dengan yang direncanakan metode time cost trade off ?

1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1.3.1 Tujuan Penelitian

1. Mengetagui perbedaan waktu pelaksanaan pekerjaan antara jadwal yang telah ada dengan menggunakan Metode time cost trade off.

2. Mengetahui bagaimana perbandingan biaya proyek sebelum dan sesudah percepatan dengan mengunakan metode time cost trade off

1.3.2 Manfaat Penelitian

Manfaat dari diadakannya penelitian ini adalah:

1. Manfaat teoritis, yaitu dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang manajemen konstruksi serta penerapannya dilapangan.

(22)

22

2. Manfaat praktis, yaitu Memberikan gambaran umum serta masukan bagaimana mengendalikan waktu dan biaya pelaksanakan proyek.

3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi terbaik secara cepat pada keterlambatan dari rencana pada proyek dan dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan pembangunan proyek sehingga dapat mengefisiensikan waktu dalam pelaksanaanya.

1.4 Batasan Masalah

Agar penelitian dapat terfokus dan terarah pada tujuan utamanya, maka perlu adanya pembatasan permasalahan.

1. Penelitian ini dilakukan pada proyek jalan ruas sapaya – boro di kabupaten gowa.

2. Untuk analisis data akan menggunakan analisis lintasan kritis dengan bantuan program microsoft project

3. Untuk analisis biaya dan waktu penjadwalan menggunakan metode time cost trade off, dengan alternatif penambahan tenaga kerja dan penambahan waktu kerja.

(23)

23 1.5 Sistimatika Penulisan

Untuk memudahkan penulisan tugas akhir ini, maka penulisan dibagi dalam 5 (lima) bab, dimana setiap bab tersebut akan menguraikan pokok pembahasan dalam tulisan ini, garis besar materi penulisan yang merupakan komposisi tiap bab secara sistimatis diuraikan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULAUN

Merupakan pendahuluan, yang berisi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas teori - teori yang digunakan untuk menunjang penelitian yang diperoleh dari berbagai sumber.

BAB III : METODE PENELITIAN

Isinya merupakan langkah-langkah atau metodologi yang ditempuh dalam pemecahan masalah untuk mencapai tujuan penelitian bab ini membahas : Gambaran umum lokasi penelitian, sumber data, proses pengumpulan data, dan Flow Char.

(24)

24 BAB IV : PEMBAHASAN

Bab ini berisi mengenai analisis data yang menjelaskan tentang hasil dari pengolah data yang telah dioperoleh dari sejumlah responden.

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

Isinya menyimpulkan hasil-hasil dari seluruh penelitian yang telah dilakukan dan memberikan saran-saran yang berhubungan dengan penelitian ini. metode penelitian yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode deskriptif analisis, dimana penulis mencoba untuk mengumpulkan, mejelaskan kemudian menganalisis data yang diperoleh penelitian dan setelah itu ditarik suatu kesimpulan.

(25)

25 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Manajemen Proyek

Manajemen proyek yaitu suatu perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian dan koordinasi dari awal proyek hingga berakhirnya suaatu proyek untuk terjaminnya pelaksanaannya tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu. Manajemen proyek perlu dalam pelaksaan proyek konstruksi agar sumber daya dalam suatu proyek dapat diaplikasikan dengan benar.

(Swempri Agung Prasetyo,2017)

Tujuan manajemen proyek konstruksi yaitu mengelolala suatu pelaksaan proyek hingga memperoleh hasil yang optimal dan sesuai dengan keinginan pemilik proyek (owner). Menurut Heizer dan Rander (2005), Manajemen proyek terdiri dari 3 yaitu perencanaan penjadwalan dan pengendalian.

Perencanaan Suatu proyek terdiri dari tiga tahap (Prasetya dkk.2009), yaitu :

1. Perencanaan

Membuat uraian kegiatan-kegiatan, menyusun logika urutan kejadian, menentukan syarat pendahuluan, menguraikan interaksi dan interdependasi antara kegiatan.

(26)

26 2. Penjadwalan

Penaksiran waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tiap kegiatan, menegaskan kapan suatu kegiatan berlangsung dan kapan berakhir.

3. Pengendalian

Menetapkan alokasi biaya dan peralatan guna pelaksanaan tiap pekerjaan.

Konsep manajemen proyek mengandung hal hal pokok sebagai berikut (Soeharto, 1999):

1. Menggunakan pengertian manajemen berdasarkan fungsinya, yaitu merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengendalikan sumber daya perusahaan yang berupa manusia dan material.

2. Kegiatan yang dikelola berjangka pendek, dengan sasaran yang telah digariskan secara spesifik. Ini memerlukan teknik dan metode pengelolaan yang khusus, terutama aspek perencanaan dan pengendalian.

3. Memakai pendekatan sistem (System Approch to Management) 4. Mempunyai hierarki (arus kegiatan) horizontal disamping hierarki

vertikal.

(27)

27

Dalam pendefinisian manajemen proyek selalu terdapat unsur-unsur (Soeharto, 1999) :

1. Dilaksanakan dalam waktu tertentu 2. Mempunyai tujuan yang jelas

3. Manajemen proyek mengelola kegiatan yang tidak biasa dan tidak rutin serta terasa asing.

Karena pentingnya mengelola kegiatan dengan cara yang benar, sehingga manajemen proyek memainkan peran penting dalam mengatur kegiatan kritis dari proyek yang disebutkan sebagai tugas yang berfungsi dengan cara yang tepat. manajemen proyek membantu proyek sehingga memberikan layanan yang lebih baik dan efesien (P M Wale, N D. Jain, NR Godhani, S R Beniwal, A A Mir IOSR. 2015)

Optimalisasi waktu dan biaya merupakan usaha pemanfaatan waktu yang relatif singkat dengan biaya yang minimum untuk mencapai suatu pekerjaan dengan hasil dan keuntungan yang baik dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas suatu proyek, sehingga proyek tersebut mampu bersaing dengan proyek lain. (Heizer dan Render, 2005)

2.2 Penjadwalan

Penjadwalan dalam pengertian proyek konstruksi merupakan perangkat untuk menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam urutan serta kerangka waku tertentu, dalam setiap aktivitasnya harus dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu.

(28)

28

Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan, yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek dalam hal kinerja sumber daya berupa biaya, tenaga kerja, peralatan dan material serta rencana durasi proyek dan progress waktu untuk penyelesaian proyek. dalam proses penjadwalan, penyusunan kegiatan dan hubungan antar kegiatan dibuat lebih terperinci dan sangat detail. hal ini dimaksudkan untuk membantu pelaksanaan evaluasi proyek. penjadwalan atau scheduling adalah pengalokasian pelaksanaan masing-masing pekerjaan dalam rangka menyelesaikan suatu proyek hingga tercapai hasil optimal dengan mempertimbangkan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Selama proses pengendalian proyek, penjadwalan mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya. proses monitoring seerta updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang paling realistis agar alokasi sumber daya penetapan durasinya sesuai dengan sasaran dan tujuan proyek.

Secara umum penjadwalan mempunyai manfaat-manfaat antara lain sebagai berikut:

a. Memberikan pedoman terhadap unit pekerjaan/kegiatan mengenai batas waktu untuk memulai dan akhir dari masing masing tugas.

b. Memberikan sarana bagi manajemen untuk koordinasi secara sistematis dan realisasi dalam penentuan alokasi prioritas terhadap sumber daya dan waktu.

(29)

29

c. Memberikan sarana untuk menilai kemajuan pekerjaan.

d. Menghindari pemakaian sumber daya yang berlebihan dengan harapan proyek dapat selesai sebelum waktu yang ditetapkan.

e. Memberikan kepastian waktu pelaksanaan pekerjaan.

f. Merupakan sarana penting dalam pengendalian proyek.

Kompleksitas penjadwalan proyek sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :

a. Sasran dan tujuan proyek

b. Keterkaitan dengan proyek lain agar terintegrasi dengan master schedulle.

c. Dana yang diperlukan.

d. Waktu yang diperlukan, waktu yang tersedia, serta perkiraan waktu yang hilang dan hari-hari libur.

e. Susunan dan jumlah kegiatan proyek serta keterkaitan diantaranya.

f. Kerja lembur dan pembagian shift kerja untuk mempercepat proyek.

g. Sumber daya yang diperlukan dan sumber daya yang tersedia.

h. Keahlian tenaga kerja dan kecepatan mengerjakan tugas.

Makin besar skala proyek, semakin kompleks pengelolaan penjadwalan karena dana yang dikelola sangat besar, kebutuhan dan penyediaan sumber daya juga besar, kegiatan yang dilakukan sangat beragam serta durasi proyek menjadi sangat panjang. kemampuan

(30)

30

Scheduler yang memadai dan bantuan software komputer untuk penjadwalan dapat membantu memberikan hasil yang optimum. (Husen, 2008)

Jalur kritits terdiri dari rangaian kegiatan kritis, dimulai dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama sampai kegiatan terakhir proyek (Soeharto, 1999). Lintasan kritis (Critical Path) melalui aktivitas- aktivitas yang jumlah waktu pelaksanaannya paling lama. Jadi lintasan kritis adalah lintasan yang paling menenukan waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan, digambar dengan anak panah tebal (Badri, 1997).

Salah satu keunggulan yang paling mencolok dari penggunaan alat bantu komputer adalah kemampuan mengolah data dalam jumlah besar dengan kesalahan yang kecil. dengan demikian, penyusunan jadwal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan teliti. dengan demikian, penyusunan jadwal dapat dilakukan dengan lebih cepat dan teliti. Setiap saat situasi proyek mengalami perubahan, komputer dapat melakukan perubahan tersebut dalam waktu yang singkat.

Saat ini telah banyak program-program penjadwalan yang menggunakan komputer. pada dasarnya program-program tersebut berprinsip pada hitungan CPM, PDM, dan dengan menampilkan gantt chart yang disempurnakan sehingga hubungan keterkaitan setiap kegiatan bisa tergambar dengan jelas. Penggunaan komputer memungkinkan penjadwalan dapat dilakukan secara terpadu (waktu, material, tenaga

(31)

31

kerja, serta biaya) cepat dan tepat. Selain itu, pengambilan keputusan menjadi lebih muda, yang kemudian bisa berfungsi sebagai pokok permasalahan pelaksanaan proyek. Salah satu aplikasi yang handal dan mampu menjawab tantangan dalam permasalahan penjadwalan proyek tersebut adalah microsoft project 2013 (Luthan, L.A, Syafiadin.2006)

Sebagai manajer project, seringkali banyak sekali yang harus dilakukan dengan cermat, tepat dan benar. Untuk itu maka sebuah perangkat lunak dapat dipergunakan untuk membantu, yaitu microsoft project atau yang biasa disingkat MS. Project. Versi terakhir dari MS Project adalah Microsoft Project 2013 yang merupakan bagan dari Microsoft Office Professional 2013.

Microsoft project merupakan program yang sangat baik untuk menyusun sebuah perencanaan proyek konstruksi, selain itu didalamnya juga terdapat berbagai aplikasi yang dapat digunakan untuk proses pengendalian maupun menyusun sebuah proyek (Andi,2008). Dalam menyusun rencana sebuah proyek konstruksi, terlebih dahulu masukkan data-data kegiatan. Data-data tersebut meliputi : jenis kegiatan (Task Name) durasi kegiatan (Duration), awal kegiatan (Start), serta hubungn masing-masing kegiatan dimasukkan dalam lembaran kerja (Spread Sheet). Dan secara otomatis, Microsoft Project akan membuat Gantt Chart (Diagram Balok) daari kegiatan-kegiatan tersebut.

(32)

32

Selain itu, microsoft project memberi kemudahan dalam membuat suatu laporan, karena didalam program ini tersedia beberapa format dasar sebuah laporan yang terdapat dalam beberapa kelompok besar, diantaranya:

a. Over View, menurut beberapa bentuk laporan umum proyek secara keseluruhan, berupa kegiatan-kegiatan utama, kegiatan – kegiatan kritis dan sebagainya.

b. Current activity, membuat laporan mengenai kegiatan proyek baik yang akan dikerjakan maupun yang sudah dikerjakan.

c. Cost, memuat beberpa laporan mengenai biaya proyek.

d. Assignment, membuat beberapa jenis laporan mengenai pemakaian sumber daya.

e. Work Load, membuat laporan mengenai beban yang ditanggung oleh sumber daya dan proyek yang bersangkutan.

f. Custom, membuat laporan – laporan yang ingin ditambahkan serta ditemukan oleh pembuat laporan.

Adapun kemampuan lain dari MS Project 2013 antara lain sebagai berikut :

a. Menyimpan detail mengenai proyek anda didalam databasenya yang meliputi detail tugas-tugas beserta hubungannya satu dengan yang lain, sumber daya yang dipakai, biaya, jalur kritis dan sebagainya.

(33)

33

b. Menggunakan informasi tersebut untuk menghitung dan memelihara jadwal, biaya dan elemen-elemen lain, termasuk juga menciptakan suatu rencana proyek.

c. Melakukan pelacakan selama proyek berjalan untuk menentukan apakah proyek akan dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai anggaran yang direncanakan atau tidak.

Setelah menyusun pekerjaan dengan microsoft project dapat ditemukan pekerjaan apa saja yang termaksud dalam kegiatan kritis. Yang dimaksud dengan kegiatan kritis adalah pekerjaan yang tidak mempunyai waktu tenggang (float). Pekerjaann yang termasuk dalam kegiatan kritis inilah yang selanjutnya akan dilakukan percepatan, karena dengan melakukan percepatan pada kegiatan kritis dapat mempengaruhi item pekerjaan yang mengikutinya sehingga berpengaruh juga pada durasi proyek secara keseluruhan.

MS Project 2013 akan memperlihatkan hasil perhitungan secra langsung. Tapi, rencana proyek tidak akan selesai sebelum semua informasi kritis mengenai proyek dan kegiatan-kegiatannya dimasukkan.

Setelah itu, dapat melihat kapan proyek anda akan selesai dan kapan jadwal keseluruhan dari semua aktifitas benar-benar terlihat. MS Project menyimpan data yang dimasukan oleh pengguna dan menggunakannya untuk menghasilkan informasi spesifik seperti deskripsi kegiatan, jalur kritis proyek atau lamanya proyek.

(34)

34 2.3 Time Schedule

Menurut Husen (2009), kurva S asalah sebuah grafik yang dikembangkan oleh warren T.Hanumm atas dasar pengamatan terhadap sejumlah besar proyek sejak awal hingga akhir proyek. Kurva S dapat menunjukan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu dan bobot pekerjaan yang dipresentasikan sebagai presentase kumulatif dari seluruh kegiatan. Visualisasi kurva S dapat memberikan informasi mengenai kemajuan proyek dengan membandingkan terhadap jadwal rencana. Dari sinilah diketahui apakah ada keterlambatan atau percepatan jadwal proyek.

Menurut Barrie (1995), bentuk Kurva S berasal dari pemaduan kemajuan setiap waktu untuk mendapatkan kemajuan dititik beratkan pada prestasi kerja dan biaya. Sumbu X menunjukan skala waktu, sedangkan pada sumbu Y merupakan skala biaya atau prestasi kerja.

pada sebagian besar proyek, pengeluaran dari sumber daya untuk setiap satuan waktu condong berjalan lambat, berkembang ke puncak, kemudian berangsur-angsur berkurang bila mendekati ujung akhir. Karena itulah kemajuan sering tergambar seperti huruf S.

Bentuk demikian terjadi karena volume kegiatan pada bagian awal biasanya masih sedikit, kemudian pada pertengahan meningkat dalam jumlah cukup besar, lalu pada akhir proyek volume kegiatan kembali mengecil. (Husen, 2009)

(35)

35

Untuk menentukan bobot pekerjaan, pendekatan yang dilakukan dapat berupa perhitungan presentase berdasarkan biaya per item pekerjaan/kegiatan dibagi total anggaran atau berdasarkan volume rencana dari komponen kegiatan terhadap volume total kegiatan. Berikut ini contoh bagan balok yang penggunaanya dikombinasikan dengan metode kurva S.

Gambar 2.1 Bagan Balok dan Kurva S (Sumber : Pradipta, 2010)

2.4 Biaya Proyek

Biaya adalah jumlah segala usaha dan pengeluaran yang dilakukan dalam mengembangkan, memproduksi, dan mengaplikasikan produk (soeharto, 2001).

Perkiraan biaya memegang peranan yang penting dalam penyelenggaraan suatu proyek. Segala sesuatu mengenai

(36)

36

penyelenggaraan kegiatan proyek mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian akan dihitung dalam nilai uang. Maka pengalaman dan ketelitian akan sangat penting dalam perhitungan penyusunan perkiraan biaya proyek (Soeharto, 1999).

Menurut Tjaturono (2006) dalam suatu konstruksi proyek terdiri dari dua jenis biaya yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek, yaitu:

1. Biaya Langsung (Direct Cost)

Biaya langsung adalah biaya yang berkaitan langsung dengan volume yang dilaksanakan, antara lain: biaya material dan upah tenaga kerja. Hubungggan antara biaya langsung dan waktu pelaksanaan merupakan garis non linear, yang menggambarkan perbandingan terbalik antar keduanya.

2. Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost)

Biaya tidak langsung atau overhead proyek adalah baiaya yang berkaitan dengan lamanya waktu pelaksanaan pekerjaan, namun tidak berkaitan langsung dengan volume pekerjaan yang dilaksanakan. Antara lain terdiri dari : gaji karyawan tetap, biaya keaamanan proyek, biaya sewa kantor, perawatan alat, asuransi dan lain-lain. Hubungan antara biaya tidak langsung dan waktu pelaksanaan merupakan garis linier yang berbanding lurus.

(37)

37 2.5 Hubungan Biaya Terhadap Waktu

Biaya Total proyek adalah penjumlahan dari biaya langsung dan tidak langsung. Besarnya biaya ini sangat tergantung oleh lamanya waktu (durasi) penyelesaian proyek. keduanya berubah sesuai dengan waktu dan kemujuan proyek, walaupun tidak dapat dihitung dengan rumur tertentu, akan tetapi umumnya makin lama proyek berjalan makin tinggi kumulatif biaya tidak langsung diperlukan. (Soeharto, 1997). Adapun hubungan biaya waktu –biaya normal dan dipersingkat sebagaimana pada gambar 2.2

Gambar 2.2 Hubungan biaya waktu-biaya normal dan dipersingkat

(Sumber : Soeharto, 1997)

Dari gambar 2.2 terlihat bahwa semakin bertambah jumlah jam kerja lembur maka akan semakin cepat waktu penyelesaian proyek, tetapi biaya tambahan yang harus dikeluarkan semakin besar.

(38)

38

Pada Gambar 2.3 ditunjukan hubungan biaya tidak langsung, biaya tak langsung dan biaya total dalam suatu grafik dan terlihat bahwa biaya optimum didapat dengan mencari total biaya proyek yang terkecil.

Gambar 2.3 Grafik hubungan waktu dengan biaya total, biaya langsung, biaya tak langsung dan biaya optimal

(Sumber : Soeharto, 1997)

Hubungan semacam ini disebabkan karena setiap percepatan durasi proyek membutuhkan tambahan biaya langsung yang digunakan untuk menambah tingkat produktivitas kerja, menambah peralatan, mengganti metode kerja dan lain-lainya. Antara waktu penyelesaian proyek normal dan dipercepat mengakibatkan perubahan terhadap biaya total proyek.

2.6 Durasi Dipercepat Proyek (Akselerasi Project)

Crash program dapat diartikan sebagiai metode pemampatan waktu penyelesaian proyek agar menjadi lebih cepat. proses pemanfaatan ini dilakukan berturut-turut sampai mendapatkan kondisi dimana durasi kegiatan tidak dapat dimamfatkan lagi. Keadaan yang dihadapi disini

(39)

39

adalah adanya perbedaan umur antara umur perkiraan proyek dengan umur rencana proyek.

Umur rencana proyek biasanya lebih pendek dari pada umur perkiraan proyek. umur perkiraan proyek ditentukan oleh lintasan kritis yang terlama waktu penlaksanaanya dan waktu pelaksanaan tersebut merupakan jumlah lama kegiatan perkiraan dari kegiatan – kegiatan kritis yang membentuk lintasan tersebut. Sedangkan umur rencana proyek ditentukan berdasarkan kebutuhan managemen dan atau sebab-sebab lain. Supaya proyek dapat diselesaikan sesuai dengan rencana, umur perkiraan proyek harus disamakan dengan umur rencana proyek.

2.7 Metode Critical Path Method (CPM)

CPM adalah salah satu metode penjadualan yang dapat memperlihatkan secara logis logika ketergantungan antara suatu pekerjaan (aktifitas) dengan aktifitas yang lain.

Pada metode CPM terdapat dua buah perkiraan waktu dan biaya untuk setiap kegiatan yang terdapat dalam jaringan.Kedua perkiraan tersebut adalah perkiraan waktu penyelesaian dan biaya yang sifatnya normal (normal estomate) dan perkiraan waktu penyelesaian dan biaya yang sifatnya dpercepat (crash estimate). Dalam menentukan perkiraan waktu penyelesaian akan dikenal istilah jalur kritis, jalur yang memiliki rangkaian-rangkaian kegiatan dengan total jumlah waktu terlama dan waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa jalur kritis berisikan kegiatan-kegiatan kritis dari awal sampai akhir

(40)

40

jalur. Seorang manajer proyek harus mampu mengidentifikasi jalur kritis dengan baik, sebab pada jalur ini terdapat kegiatan yang jika pelaksanaannya terlambat maka akan mengakibatkan keterlambatan seluruh proyek. dalam sebuah jaringan kerja dapat saja terdiri dari beberapa jalur kritis.

Aturan CPM

Metode ini mempunyai istila-istila dan symbol-simbol yang sedikit berbeda dengan PART, yaitu tanda simbol (symbol), anak panah (aroow), kegiatan (activity), job

Ada tiga jenis anak panah :

Anak panah biasa menunjukan suatu kegiatan yang dapat dikerjakan secara normal.

Anak panah tebal, menujukan suatu kegiatan yang harus menjadi perhatian (kritis)

Anak panah putus-putus, menunjukan kegiatan dummy.

Iinkaran kecil (node), kejadian / peristiw, event a

b c

a

b c

kegiatan Waktu

(41)

41 2.7.1 Cara Perhitungan CPM

Dalam perhitungan waktu juga digunakan tiga asumsi dasar yaitu:

Pertama, proyek hanya memiliki satu initial event (start) dan satu terminal event (finish). Kedua, saat tercepat terjadinya initial event adalah hari ke- nol. Ketiga, saat paling lambat terjadinya terminal event adalah LS = ES.

Adapun cara perhitungan dalam menentukan waktu penyelesaian terdiri dari dua tahap, yaitu perhitungan maju (forward computation) dan perhitungan mundur (backward computation).

1. Hitungan Maju

Dimulai dari Start (initial event) menuju Finish (terminal event) untuk menghitung waktu penyelesaian tercepat suatu kegiatan(EF), waktu tercepat terjadinya kegiatan (ES) dan saat paling cepat dimulainya suatu peristiwa (E)

2. Hitungan Mundur

Dimulai dari Finish menuju Start untuk mengidentifikasi saat paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LF), waktu paling lambat terjadinya suatu kegiatan (LS) dan saat paling lambat suatu peristiwa terjadi (L).

Apabila kedua perhitungan tersebut telah selesai maka dapat diperoleh nilai Slack atau Float yang merupakan sejumlah kelonggaran waktu dan elastisitas dalam sebuah jaringan kerja. dimana, terdapat dua macam jenis Slack yaitu Total Slack dan Free Slack. untuk melakukan

(42)

42

perhitungan maju dan mundur maka lingkaran atau event dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

a

b c

a

b c

kegiatan Waktu

Keterangan:

a = ruang untuk nomor event

b = ruang untuk menunjukkan waktu paling cepat terjadinya event (E) dan kegiatan (ES) yang merupakan hasil perhitungan maju

c = ruang untuk menunjukkan waktu paling lambat terjadinya event (L) dan kegiatan yang merupakan hasil perhitungan mundur

Untuk lebih jelasnya dalam melakukan perhitungan maju dan perhitungan mundur dalam sebuah jaringan kerja diberikan ilustrasi sebagai berikut.

2.7.2 Menentukan Jalur Kritis

Jalur kritis adalah jalur waktu terpanjang yang melalui jaringan.

Dengan menggunakan analisa jalur keritis maka akan membantu menentukan jadwal proyek. Yang mana perlu menghitung dua waktu awal dan akhir untuk tiap kegiatan yaitu.

(43)

43

 ES (Earliest Start) = waktu terdahulu suatu kegiatan dapat dimulai dengan asumsi kegiatan sebelum sudah selesai.

 EF (Earliest Finish) = waktu terdahulu seatu kegiatan dapat selesai.

 LS (Latest Start) = waktu terakhir suatu kegiatan dapat dimulai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruhan ptoyek

 LF (Latest Finist) = waktu terakhir suatu kegiatan dapat selesai sehingga tidak menunda waktu penyelesaian keseluruh proyek 2.8 Program Microsoft Project

Program microsoft project merupakan sistem perencanaan yang dapat membantu dalam penyusunan jadwal (schedulling) suatu proyek atau rangkaian pekerjaan dengan program ini suatu proyek dapat direncanakan secara terperinci pekerjaan demi pekerjaan dan dapat menghubungkan antara satu sub proyek dengan sub proyek yang lain yang saling berkaitan. selain itu dari program ini juga dapat diketahui kapan suatu proyek mulai dan selesai.

2.8.1 Istilah dalam Microsoft Project 1. Task (tugas)

Tingkatan proyek setelah organisasi, proyek, aktivitas, oprasi dan proses arrow pada CPM, node pada PDM

(44)

44 2. Duratio

Penentun durasi membutuhkan informasi volume dan produtivitas.

3. Start

Watu dimulainya pekerjaan 4. Finish

Waktu selesainya pekerjan 5. Predecessor

Kegiatan pendahuluan dari kegiatan yang dimaksud 6. Resource

Segala sumber daya yang diperlukan agar kegiatan dapat terlaksana

7. Cost

Komponen biaya yang terdapat pada penyelesaian pekerjaan 8. Baseline

Ketetapan jadwal dan biaya proyek 9. Gantt chart

Tampilan perencanaan proyek perencanaan dengan tabulasi dan diagram batang

10. Tracking

Evaluasi pelaksanaan terhadap perencanaan pekerjaan.

11. Mileston

(45)

45

Kejadian yang kejadian acuan dalam pelaksanaan pekerjaan durasi = 0

2.8.2 Memulai Microsoft Project 2013

Memulai pengoprasian dilakukan dengan langkah sebagai berikut : 1. Klik tombol Start, aka terlihat menu Pilihan.

2. Pilih menu programs.

3. Pilih menu Microsoft office

4. Klik Microsoft project 2013 untuk memuai program.

Setelah melakukan langkah tersebut, nanti akan muncul lembar kerja baru sabagai berikut ini :

Lembar kerja ini terbagi atas dua yang terpisahkan oleh pembatas yang dapat digeser-geser dengan mouse, sebelah kiri adalah data masukan (tast sheet) dan sebelah kanan adalah diagram gantt chart.

Lembar task sheet pada tampilan gantt chart terdiri dari field-fileld (kolom).

(46)

46

5. Task Name, bila diterjemahkan berarti nama kegiatan atau tugas, dalam sebuah proyek akan terdiri dari beberapa kegiatan.

Masing-masing kegiatan menempati satu baris.

6. Duration,

7. Masukkan Tanggal mulai proyek dan berakhirnya proyek

8. Klik ikon Change Working Time. Untuk mengantur waktu kerja pekerja setiap hari.

(47)

47

9. Pada hari sabtu dan minggu terlihat berwarna abu-abu yang berarti tidak kerja. pilih Work Weeks lalu pilih tombol detail sehingga keluar menu Details For „[Default]’

10. Pilih Sunday dan Saturday, Kemudian Klik day(s) to these specific working times : untuk memasukkan data prodecessors.

Isi mulai jam 8.00 AM, 12.00 PM, 1.00PM, 5.00PM.

(48)

48

11. Menentukan hari libur dengan cara memilih menu Expections, lalu pada Name buat keterangan/ nama hari libur pada Kolom Start tentukan tanggal mulai dan kolom Finish Tentukan tanggal selesai. Jika lebih dari satu hari libur, maka buat hal yang sama dengan baris sebelumnya. Nantinya aka nada tanda libur pada grafik Gantt Chatt

12. Data Kegiatan proyek dimasukkan dengan mengetikan pada kolom Task name

(49)

49

13. Kemudian pada kolom start dan finish masukkan tanggal pekerjaan sesuai pada Kurva S

14. Sehingga terlihat sama pada gambar dibawah .

(50)

50

15. Masukkan hubungan ketergantungan “Sebelum” pada kolom Predecessor, pada kasus hubungan ketergantungannya adalah nama kegiatan. Namun pada kolom ini yang diisi adalah nomor ID-nya.

16. Sehingga seperti gambar berikut adalah hasil keterganungan pda kolom predecessor.

(51)

51

17. Untuk melihat jalur kritis setiap kegiatan proyek dapat dilihat pada gantt Chat

18. Kemudian pilih Tracking Gantt

(52)

52 2.8.3 Durasi pekerjaan

No Jenis pekerjaan Durasi 1 Pekerjaan persiapan 6 days 2 Pembersihan lokasi 1 day 3 Dst

Tabel 2.1 Durasi pekerjaan pada Ms. Project

Tenik yang bisa dipakai untuk pembangunan jadwal proyek adalah

 Bar chart/ gantt chart

 Critical path method (CPM)

 Precedencial diagram method (PDM)

Logika ketergantungan yaitu finish to start (FS), start to start (SS), finish to finist (FF), start finish (SF).

No Jenis pekerjaan durasi 1 Pekerjaan persiapan 6 day 2 Pembersihan lokasi 1 day

3 Dst. 1 day 2

Tabel 2.2 logika ketergantungan pekerjaan pada Ms. Project

(53)

53 2.8.4 Calender

Base calendar adalah kalender yang dapat dipakai sebagai kelendar kerja proyek dan kelender yang waktu kerja dalam waktu libr resource-nya dapat diatur pada nilai default untuk maing=masing resource.

1. Standar

Standar jam kerja adalah jam 08.00AM sampai dengan jam 5.00AM, dengan istirahat selama 1 jam dimulai jam 12.00PM hingga jam 1.00 PM dalam 5 hari kerja (senin-jumat) di tiap minggunya.

2. 24 hours

Jam kerja 24 jam selama satu hari penuh 3. Ninght shift

Shif malam untuk pekerjaan pada malam hari 4. Project celender

Ialah kelender yang digunakan sebagai acuan jadwal kerja secara default untuk semua pekerjaan dalam proyek

5. Task calendar

Jika terdapat tast yang tidak tergantung kepada resouroe. Dapat menggunakan tast kelendar untuk modifikasi jam kerja dari project calendar. Tast kelender khususnya dipakai untuk peralaatn yang menjalankan pekerjaan sepenuhnya pada malam hari atau akhir pekan, yang ditetapkan sebagi waktu libur pada project calendar.

(54)

54 2.8.5 Presentase Pekerjaan

1. Project 4 task information 4 general 2. Grafik dengan barchat

Gambar 2.5 presentase pekerjaan pada Mp. Project 2.9 Metode Time Cost Trade Off

Pertukaran biaya dan waktu (Time Cost Trade Off) adalah suatu proyek yang disengaja sistematis dan analitik dengan cara melakukan pengujian dari semua kegiatan dalam suatu proyek yang dipusatkan pada kegiatan yang berada pada jalur kritis (Ervianto,2004). Didalam metode pertukaran biaya dan waktu (time cost trade off method) ini dengan berubahnya waktu penyelesaian proyek maka berubah pula biaya yang akan dikeluarkan. Apabila waktu pelaksanaan dipercepat, maka biaya langsung proyek akan bertambah sedangkan biaya tak langsung akan berkurang.

Bila kemudian hari penyelesaian pekerjaan ingin mempercepat karena alasan tertentu seperti penambahan sumber daya yang mengakibatkan pertambahan biaya langsung, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu :

(55)

55 a. Penambahan jam kerja (Lembur)

Kerja lembur (Working Overtime) dapat dilakukan dengan menambah jam kerja perhari, tanpa menambah pekerja.

Penambahan ini bertujuan untuk memperbesar produksi selama satu hari sehingga penyelesaian suatu aktivitas akan lebih cepat.

Salah satu strategi percepatan waktu penyelesaian proyek adalah dengan menambah jam kerja para pekerja. Penambahan jam kerja ini sangat sering dilakukan karena dapat memberdayakan sumber daya yang ada dilapangan dan cukup mengefisiensikan tambahan biaya yang akan dikeluarkan oleh kontraktor. Biasanya waktu kerja normal pekerja adalah 7 jam (dimulai pukul 08.00 dan selesai pukul 16.00 dengan waktu istrahat 1 jam), dan biasanya kerja lembur dilakukan setelah jam kerja normal.

Penambahan jam kerja bisa dilakukan dengan penambahan 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam penambahan sesuai dengan waktu penambahan yang diinginkan. Adapun indikasi penurunan produktivitas pekerja terhadap penambahan jam kerja dapat dilihat pada gambar grafik dibawah ini:

Gambar 2.6 Indikasi menurunnya produktivitas penambahan jam kerja

Sumber : (Soeharto, 1997)

(56)

56

Dari uraian diatas ditulis sebagai berikut:

a. Produktivitas Harian

=

b. Produktivitas Tiap Jam

=

c. Produktivitas Harian Sesudah Crash

=Produktivitas harian + Total Waktu Lembur x Produktivitas/jam x Presentasi Kerja)

d. Crash Duration

=

Jam Lembur (Jam)

Penurunan Indeks Produktivitas

Prestasi Kerja (%)

1 0.1 90

2 0.2 80

3 0.3 70

4 0.4 60

Tabel 2. 3 Koefisien Penurunan Produktivitas Sumber : (Soeharto,1997)

Yang perlu diperhatikan didalam penambahan jam kerja adalah lamanya waktu yang bekerja seseorang dalam suatu hari,makaproduktivitas orang tersebut akan menurun karena terlalu lelah

(57)

57

bila dokumen kontrak menuntut jadwal kerja yang singkat, maka harus dipertimbangkan kemungkinan program kerja lembur dalam upaya memenuhi target waktu. Kerja lembur dapat dilakukan dengan menambah kerja tiap hari, tambah menambah jumlah tenaga kerja dan peralatan dengan adanya penambahan jam kerja (lembur), maka perlu dievaluasi dampak dari jadwal terhadap pembiayayaan. upah tenaga kerja untuk penambahan jam kerja lembur adalah sebesar 1,5 sampai 2 upah kerja normal hal ini disebabkan karena produktivitas kerja lembur tidak sama dengan produktivitas kerja normal.

Adanya penambahan waktu kerja, maka biaya untuk tenaga kerja akan bertambah dari biaya normal tenaga kerja. berdasarkan keputusan menteri tenaga kerja dan transmigrasi rebuplik indonesia nomor KEP.102/MEN/VI/2004 bahwa upah penambahan kerja bervariasi, untuk penambahan waktu kerja jam satu pertama, pekerja mendapatkan tambahan upah 1,5 kali upah perjam waktu normal, dan untuk penambahan waktu kerja berikutnya pekerja mendapatkan 2 kali upah perjam normal.

Adapun perhitungan biaya tambahan pekerja dapat dirumuskan sebagai berikut, yaitu:

1. Normal ongkos pekerja perhari

= Produktivitas harian x Harga Satuan Upah Pekerja 2. Normal ongkos pekerja perjam

= Produktivitas perjam x Harga Satuan Upah Pekerja

(58)

58 3. Biaya lembur pekerja

= 1,5 x Upah sejam normal untuk jam kerja lembur pertama + 2 x n x upah sejam normal untuk jam kerja lembur berikutnya

Dimana : n = jumlah penambahan jam kerja 4. Crash Cost pekerja perhari

= ( 7 jam x normal cost pekerja ) + (n x biaya lembur perjam) 5. Cost Slope ( penambahan biya langsung untuk mempercepat

suatu aktifitas persatuan waktu ) =

b. Pembagian giliran kerja

Jika tenaga kerja cukup tersedia untuk memenuhi kebutuhan mungkin dapat diatur dengan cara bergantian yaitu unit pekerja giliran sore sampai malam. Untuk menjaga agar produktivitas ini tetap maka giliran kerja diprioritaskan dan diusahakan agar seseorang pekerja dapat bekerja sama dengan timnya.

c. Penambahan tenaga kerja

Untuk menyelenggarakan proyek, salah satu sumber daya yang menjadi daktor penentu keberhasilannya adalah tenaga kerja.

Penyedia jumlah tenaga kerja, jenis keterampilan, dan keahlian harus mengikuti tuntutan perubahan kegiatan yang sedang berlangsung. Berdasarkan pada kenyataan tersebut, maka suatu perencanaan tenaga kerja yang menyeluruh dan terperinci harus

(59)

59

meliputi perkiraan jenis dan keperluan tenaga kerja, seperti tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu dan pekerjaan lapangan untuk tahap konstruksi.

Perencanaan sumber daya proyek terutama yang berbentuk sumber daya manusia atau tenaga kerja diawali dengan mengkonversikan lingkup proyek dari jumlah jam – orang menjadi jumlah tenaga kerja dengan memakai parameter indeks produktivitas merupakan salah satu pendekatan untuk mencoba mengukur hasil guna tenaga kerja

Penambahan tenaga kerja dimaksudkan sebagai penambahan jumlah pekerja dalam satu unit pekerja untuk melaksanakan suatu aktivitas tanpa menambah jam kerja penambahan tenaga kerja yang optimum akan meningkatkan produktivitas kerja karena terlalu sempitnya lahan untuk bekerja (Setyorini dan Wiharjo, 2005). untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1. Daya tampung tempat untuk menampung jumlah tenaga kerja

2. Kemudahan/keluwesan dalam melaksanakan pekerjaan 3. Pengawasan terhadap tenaga kerja

4. Keamanan kerja

(60)

60

Perhitungan untuk penambahan tenaga kerja dirumuskan sebagai berikut:

1. Penghitung Produktivitas Normal

=

2. Produkivitas Crashing

= Pn x

3. Menghitung crash duration

Crash Duration =

Dari rumus diatas maka akan diketahui jumlah pekerja normal dan jumlah penambahan tenaga kerja kibat percepatan durasi proyek.

Untuk pemendekan durasi dengan metode penambahan tenaga kerja baru digunakan beberapa asumsi (Saldjana,1995), antara lain sebagai berikut:

1. Tenaga kerja baru diambil dari luar daerah lokasi proyek 2. Adanya biaya transportasi, uang makan dan lain-lain.

3. Upah buat tenaga baru sama dengan pekerja tetap.

4. Produktivitas dan jam kerja sama dengan pekerja tetap

5. Jumlah yang dipakai pada tiap kegiatan sesuai dengan kebutuhan pada kegitan tersebut.

6. Jumlah pemendekkan durasi tiap kegitan diambil sama dengan pemendekkan durasi dengan lembur.

(61)

61

d. Penambahan atau pergantian peralatan

Penambahan atau pergantian peralatan dimaksud untuk menambah produktivitas kerja, mencegah keletihan kerja yang lebih dan mengurangi jumlah tenaga kerja manusia.

e. Penggantian atau perbaikan metode kerja konstruksi

Penggantian atau perbaikan metode kerja dilakukan bila metode yang sudah dilakukan terlalu terlambat atau tidak efisien metode konstruksi berkaitan erat dengan sistem kerja dan tingkat penguasaan pelaksana terhadap metode tersebut serta ketersediaan summber daya yang dibutuhkan metode konstruksi yang tepat dan efektif akan mempercepat penyelesaian aktifitas yang bersangkutan.

Untuk efisiensi biaya proyek dan waktu proyek sebagaimana pada rumus berikut:

1. Efisiensi Biaya :

2. Efisiensi Waktu:

f. Kosentrasi pada aktivitas tertentu

Kosentrasi ini berarti penambahan/pemindahan peralatan pada suatu aktivitas tertentu.

(62)

62 g. Kombinasi dan alternatif yang ada

Dalam perencanaan, percepatan durasi dapat dilakukan dengan mengkombinasikan alternatif-alternatif yang ada sehingga menghasilkan suatu cara yang sesuai dengan proyek tersebut, terutama pada proyek yang berskala besar dan mempunyai banyak aktivitas.

2.10 Definisi jalan

Berdasarkan UU RI No 38 Tahun 2004 tentang Jalan mendefinisikan jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Sedangkan berdasarkan UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan angkutan Jalan yang diundangkan setelah UU No 38 mendefinisikan jalan adalah seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, diatas permukaan tanah, di bawah permukaaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel.

Prasarana lalu lintas dan angkutan jalan adalah rua ruang lalu lintas, terminal dan perlengkapan jalan yang meliputi marka, rambu, alat pemberi

(63)

63

isyarat lalu lintas, alat pengendali dan pengaman pengguna jalan, alat pengawasan dan pengamanan jalan serta fasilitas pendukung.

2.10.1 Klasifikasi kelas jalan

Berdasarkan TPGJAK (1997), klasifikasi jalan terbagi menjadi:

a. Klasifikasi menurut fungsi jalan yaitu terbagi atas : 1. Jalan Arteri

Jalan Arteri adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-cirinya seperti perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien.

2. Jalan Kolektor

Jalan Kolektor merupakan jalan yang melayani angkutan pengumpul/pembagi dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi.

3. Jalan Lokal

Jalan Lokal adalah jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

b. Klasifikasi menurut kelas jalan

Pada SNI tentang teknik perencanaan peometrik palan antar kota 1997, kelas jalan dijelaskan sebagai berikut :

1. Klasifikasi menurut kelas jalan berkaitan dengan kemampuan jalan untuk menerima beban lalulintas, dinyataan dalam muatan sumbu terberat (MST) dalam satuan ton.

(64)

64

2. Klasifikasi menurut kelas jalan dan ketentuannya serta kaitannya dengan klasifikasi menurut fungsi jalan dapat dilihat dalam tabel 2.1

Klasifikasi fungsi Kelas Muatan Sumbu Terberat MST (ton)

Arteri I

II III A

˃ 10 10

8

Kolektor III A

III B 8

Tabel 2. 4 Klasifikasi menurut Kelas Jalan

(Sumber : Teknik Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota 1997;4) c. Klasifikasi menurut medan jalan

1. Medan jalan diklasifikasikan berdasarkan kondisi sebgaian besar kemiringan medan yang diukur tegak lurus kontur.

2. Klasifikasi menurut medan jalan untuk perencanaan geometrik dapat dilihat pada tabel 2.4

Golongan Medan

Notasi Kemiringan medan (%)

Datar

D < 3

Perbukitan B 3-25

Pegunungan G > 25

Tabel 2.5 Golongan Medan

(Sumber : Teknik Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota 1997; 5)

(65)

65 d. Klasifikasi menurut pengawasannya

Klasifikasi jalan menurut wewenang pembinaannya sesuai PP. No 34/2006 pasal 25 adalah jalan Nasional, jalan Provinsi, jalan Kabupaten, jalan Kota dan jalan Desa.

2.10.2 Bagian-bagian jalan

a. Daerah Manfaat Jalan (DAMAJA)

1. Lebar antara batas ambang pengaman konstruksi jalan di kedua sisi jalan,

2. Tinggi 5 meter di atas permukaan perkerasan pada sumbu jalan 3. Kedalaman ruang bebas 1,5 meter di bawah muka jalan.

b. Daerah Milik Jalan (DAMIJA)

Ruang Daerah Milik Jalan (Damija) dibatasi oleh lebar yang sama dengan Damaja ditambah ambang pengaman konstruksi jalan dengan tinggi 5 meter dan kedalaman 1.5 meter

c. Daerah Pengawasan Jalan (DAWASJA) a. Jalan Arteri minimum 20 meter, b. Jalan Kolektor minimum 15 meter, c. Jalan Lokal minimum 10 meter.

Untuk keselamatan pemakai jalan, Dawasja di daerah tikungan ditentukan oleh jarak bebas.

(66)

66 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.Metode penelitian kuantitatif merpakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas wal hingga pembuatan desain penelitiannya. Menurut Sugiyono (2013 : 13), metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian , analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan objek penelitian ataupun hasil penelitian.Adapun pengertian deskriptif menurut Sugiyono (2012: 29) adalah metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau member gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu, estimasi biaya dan waktu pada akhir penyelesaian proyek serta faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan atau

Dalam Tugas Akhir ini akan membahas penjadwalan waktu pelaksanan pekerjaan dan rencana anggaran biaya pelaksanaan pada pembangunan proyek Transmart Carrefour

Pengendalian pada tingkat paket dan sub paket sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari Pimbagpro (Pimpinan Bagian Proyek) / PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) sebagai pelaksana

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja biaya dan waktu, estimasi biaya dan waktu pada akhir penyelesaian proyek serta faktor-faktor yang menyebabkan keterlambatan atau

Kegiatan yang dilakukan dalam menganalisis data mengenai pengendalian biaya dan waktu pelaksanaan proyek sehingga dapat efektif dan efisien adalah dengan

Faktor penyebab keterlambatan yang paling utama dalam pelaksanaan pekerjaan proyek di Kabupaten Morowali untuk pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan tahun

Total biaya Proyek Proyek Pengendalian Daya Rusak Sungai Percut Pekerjaan Pemasangan Bronjong yaitu Rp.3.297.679.000 4.2 Analisa Kebutuhan Tenaga Kerja Analisis ini menghitung

KESIMPULAN Berdasarkan pengendalian proyek yang telah dilakukan maka didapatkan pengendalian waktu dan biaya pelaksanaan proyek pembangunan transmisi pipa gas menggunakan metode CPM