LAPORAN PENDAMPINGAN KELUARGA KULIAH KERJA NYATA
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS UDAYANA
TAHUN 2016
DESA : Desa Yangapi KECAMATAN : Tembuku KABUPATEN/KOTA : Bangli
NAMA MAHASISWA : I Made Arya Wira Martha
NIM : 1305315014
FAK/PS : Fakultas Pertanian
LEMBAGA PENELITIAN DAN
PENGABDIAN MASYARAKAT
HALAMAN PENGESAHAN
Dengan telah selesainya kegiatan KKN PPM yang saya kerjakan, maka saya:
Nama Mahasiswa : I Made Arya Wira Martha No. Mahasiswa : 1305315014
Tanda Tangan :
menyelesaikan laporan kegiatan saya selama di lokasi KKN PPM
Yangapi , 26 Agustus 2016 Mengetahui / Menyetujui
Kepala Keluarga
I Made Selamat Mengetahui / Menyetujui
DPL Desa Yangapi
dr. I Wayan Surudarma, S.Ked., M.Si
BAB I
GAMBARAN UMUM KELUARGA DAMPINGAN
1.1 Profil Keluarga Dampingan
Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat merupakan salah satu wujud pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Salah satu program inti dan menjadi ciri khas dari Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Udayana (KKN PPM UNUD) adalah pendampingan keluarga kurang sejahtera atau keluarga prasejahtera.
Pelaksanaan program ini bertujuan untuk menggali potensi yang dimiliki keluarga prasejahtera tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan dengan melihat dan menganalisis permasalahan yang dihadapi serta menyelesaikan permasalahannya. Mahasiswa berperan sebagai anak asuh yang akan mengidentifikasi masalah dan memecahkan atau mencari jalan keluar dari masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga dampingan. Keluarga yang didampingi mahasiswa adalah keluarga yang termasuk dalam kriteria keluarga prasejahtera atau keluarga kurang sejahtera sehingga dengan adanya mahasiswa dapat meningkatkan kesejahteraan, baik dari segi materi atau spiritualnya untuk menuju hidup yang lebih baik. Pada KKN PPM Unud XIII 2016 ini penulis mendampingi satu keluarga dampingan yang telah ditetapkan oleh koordintor desa, yaitu keluarga dampingan Bapak I Made Selamat yang berada di Desa Yangapi.
Tabel 1. Identitas Keluarga Bapak Made Selamat
1.2 Ekonomi Keluarga Dampingan 1.2.1 Pendapatan Keluarga
Keluarga bapak Made Selamat termasuk keluarga prasejahtera bila didasarkan pada data dari Kantor Desa Yangapi Bapak Made Selamat bekerja sebagai buruh bangunan dimana sisiten kerjanya untuk saat ini adalah kerja borongan. Namun, jika Bapak Made Selamat bekerja secara harian upahnya rata-rata sebesar Rp. 50.000. Pendapatan beliau terkadang tidak menentu apabila terjadi kendala dalam masalah permintaan konsumen untuk membuat suatu bangunan. Jika dijumlahkan maka rata-rata penghasilan Bapak Made Selamat adalah sebesar Rp. 1.500.000 per bulan.
Istri Bapak Made Selamat, Luh Suka Seni tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tetapi juga berperan sebagai petani. Ia mengolah sawah yang ada di halaman belakang rumahnya bersama dengan kedua mertuanya. Adapun komoditi yang beliau garap adalah jeruk, pisang. Seluas 10 are. Selain itu beliau juga memiliki ternak babi dan sapi.
1.2.2 Pengeluaran Keluarga a Kebutuhan sehari-hari
Untuk keperluan makan sehari-hari, keluarga Bapak Made Selamat menghabiskan uang sebesar ± Rp 30.000,00 yang digunakan untuk membeli bahan makanan yang akan dimasak untuk makan keluarga. Selain biaya makan untuk keluarga, Bapak Made Selamat juga harus mengeluarkan biaya untuk keperluan bulanannya seperti listrik, kebutuhan mck dan air. Biaya yang harus dikeluarkan Bapak Made Selamat untuk listrik adalah sebesar Rp 80.000,00 setiap bulan. kebutuhan lain, seperti 4. Made Gita Septiani Belum
Kawin 6 SD Pelajar
5. Nyoman Sri Handayani Belum
Kawin 4 - Pelajar
6. Wayan Ngidep Kawin 63 - Petani
deterjen, sabun mandi, sabun cuci, dan sebagainya, Bapak Made Selamat menghabiskan biaya sebesar kurang lebih Rp 60.000,00 sebulan. Selain itu, Bapak Made Selamat juga mengeluarkan uang sebesar Rp. 10.000 untuk uang jajan anak-anaknya ( Rp. 5.000 untuk yang sulung dan Rp. 5.000 untuk adiknya).
Dari uraian di atas, dapat diketahui bahwa biaya yang harus dikeluarkan Bapak Made Selamat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya cukup banyak menghabiskan pendapatan keluarga. Dari sisi kesehatan, keluarga Bapak Made Selamat tidak ada yang memiliki riwayat penyakit kronis. Namun Bapak Made Selamat dan Kakek Lubir sangat senang merokok. Untuk aktivitas sehari-hari, Bapak Made Selamat dan istri dapat melakukan akivitas dengan baik.
Demikian pula anak-anaknya, masalah kesehatan yang umum dialami adalah deman dan flu. Bapak Made Selamat tidak memiliki masalah kesehatan yang menyebabkan beliau tidak bisa bekerja. Keluarga ini juga tidak begitu memiliki masalah di bidang kesehatan gigi dan mulut. Untuk masalah kesehatan, apabila Bapak Made Selamat atau anggota keluarganya sakit , umumnya akan mencari pelayanan kesehatan di Puskesmas Tembuku II
b Kerohanian
Seluruh anggota keluarga Bapak Made Selamat beragama Hindu. Berkaitan dengan biaya biasanya masih dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan pada saat itu agar tidak terlalu membebani kondisi keuangan keluarga. Upacara keagamaan yang berlangsung dirumah ataupun didesa biasanya kelengkapan upacara keagamaannya akan dibuat sendiri ataupun berkelompok.
c Sosial
BAB II
IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH
Identifikasi permasalahan yang dilakukan pada keluaraga Bapak Made Selamat dilakukan melalui observasi dan pendekatan kekeluargaan. Penulis datang bertamu ke rumah Bapak Made Selamat dan interaksi dilakukan dengan santai seperti berbincang-bincang biasa sambil mengamati suasana rumah Bapak Made Selamat. Topik yang dibicarakan tidak kaku hanya menurut pada acuan laporan namun cenderung lebih fleksibel mengenai keseharian keluarga Bapak Made Selamat.
2.1 Permasalahan Keluarga
Kurun waktu satu bulan pendampingan, Penulis melakukan 17 kali pertemuaan dengan keluarga Bapak Made Selamat. Pertemuan-pertemuan tersebut digunakan untuk melakukan identifikasi masalah dan mencoba menyusun suatu solusi pemecahan dari masalah yang dihadapi, beberapa masalah yang dihadapi keluarga ini adalah sebagai berikut:
2.1.1 Masalah Perekonomian Keluarga
Jika dilihat dari sisi perekonomian keluarga, salah satu hal yang dikhawatirkan oleh Bapak Made Selamat adalah terkait kelanjutan pendidikan anak-anaknya. Mengingat saat ini kian meningkatnya biaya hidup dan mahalnya biaya pendidikan saat ini. Penghasilan yang terkadang tidak menentu karena dipengaruhi oleh permintaan konsumen , cuaca dan beberapa perubahan saat proses pengerjaan proyek suatu bangunan juga membuat kekhawatiran tersendiri bagi Bapak Made Selamat.
Luh Suka Seni , istrinya, yang bekerja sebagai petani. Adapun komoditi pertanian yang digarap adalah jeruk, pisang dan ternak. Ibu luh Suka Seni. Luas lahan yang beliau garap adalah 10 are. Dari 10 are tersebut, beliau belum menghasilkan penghasilan karena belum memasuki musim panen. Tentu pekerjaan seorang petani akan menghasilkan pendapatan yang tidak menentu.
Kondisi keuangan yang tidak menentu membuat keluarga Bapak Made Selamat cukup terkendala dalam menyisihkan pendapatn yang dimiliki. Meskipun demikian, keluarga Bapak Made Selamat menyadari pentingnya untuk menyiapkan tabungan untuk masa depan demi masa depan keluarga.
Terkait dengan kesehatan, penulis tidak menemukan suatu indikasi suatu penyakit parah yang dialami oleh keluarga Bapak Made Selamat. Namun, dari sisi Penulis menangkap, keluhan kesehatan yang dialami oleh keluarga Bapak Made Selamat, khususnya Beliau dan istrinya adalah terkait kelehan fisik dan tekanan psikis. Untuk kelelahan fisik, sudah dapat dipastikan dialami oleh Beliau dan istrinya mengingat jenis pekerjaan yang dilakoni tergolong membutuhkan aktivitas fisik yang banyak. Selain itu Bapak Selamat dan ayahnya adalah perokok berat. Namun sampai saat ini masih belum ditemukan penyakit yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok tersebut.
Selain aspek pekerjaan (kelelahan fisik dan tekanan psikis), hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai asupan gizi pada keluarga Made Selamat, yang mana berdasarkan pengakuan Ibu Luh Suka Seni , Beliau sudah biasa makan hanya satu kali sehari. Hal tersebut tentu perlu diperhatikan mengingat Bapak Made Selamat dan istrinya memiliki pekerjaan dengan aktivitas yang berat sehingga harus memiliki asupan gizi yang cukup, selain itu, ketiga anak Bapak Made Selamat sedang dalam masa pertumbuhan. 2.1.3 Masalah Penataan Bangunan
Terkait masalah penataan bangunan, berdasarkan observasi yang dilakukan Penulis, penataan banguan di rumah Bapak Made Selamat sebenarnya cukup baik jika dilihat dari luas lahan rumah Beliau. Rumah Bapak Made Selamat terdiri dari empat bangunan permanen dan satu toilet.
Bangunan pertama berlantai semen dan beratap genteng tanah liat, terdapat dua jendela besar sehingga ventilasinya sangat baik. Bangunan tersebut terdiri dari tiga kamar, kamar pertama merupakan kamar tidur untuk Bapak Made Selamat dan istrinya, sedangkan kamar yang kedua adalah kamar yang ditempati ketiga anak Made Selamat. Ruangannya cukup kecil namun cukup tertata dan bersih. Kamar terakhir adalah ruang keluarga karena terdapat TV. Oleh karena itu kamar tersebut juga digunakan tempat menyambut tamu yang datang,
Selanjutnya adalah bangunan Bale Dangin. Bangunan ini merupakan bangunan yang digunakan sebagai acara adat Bali misalnya nanding banten dan sebagainya. Bangunan ini masih dapat dikatakan sangat baik.
Selanjutnya adalah bangunan keempat yaitu dapur. Bangunan dapur Bapak Made Selamat memiliki kondisi bangunan yang masih baik, Bangunan ini terbuat dari atap asbes, tembok yang terbuat dari bamboo dan beralaskan semen.
Bangunan yang terakhir adalah WC. WC Bapak Made Selamat memiliki kondisi bangunann yang sangat baik karena baru dibangun sekitar dua tahun yang lalu. Sehingga tidak begitu memiliki masalah.
Secara keseluruhan, Tempat tinggal Bapak Made Selamat belum memiliki pembatas pekarangan. Beliau masih menggunakan batang kayu sebagai pagar rumah sehingga terlihat masih kurang baik. Selain itu, beliau memiliki bangunan ternak sapi dan babi yang baik, namun letaknya sangat dekat dengan rumah Bapak Made Selamat sehingga ketika saya berkunjung kesana sering kali tercium bau kotoran babi dan sapi sehingga agak terkesan kurang sehat.
2.2 Masalah Prioritas 2.2.1 Masalah Perekonomian
Masalah perekonomian merupakan permasalahan mendasar yang dialami keluarga Bapak Made Selamat. Terbatasnya pendapatan yang dimiliki oleh keluarga Bapak Made Selamat membuat kesulitan apabila terdapat keperluan mendadak. Dari Bapak Made Selamat sendiri menaruh banyak perhatian terkait pendidikan anak-anaknya di masa depan. Disamping itu, masih banyak hal yang akan dilakukan oleh Bapak Made Selamat seperti membangun pagar pekarangan.
Berhubung banyak keperluan yang dibutuhkan oleh keluarga Bapak Made Selamat , baik keperluan langsung maupun kebutuhan masa depan maka penting diperhatikan masalah penyisihan pendapatan untuk tabungan. Selain itu penambahan pendapatan melauli berwirausaha juga perlu dilakukan.
2.2.2 Masalah Kesehatan
dalam menerapkaan pola hidup bersih dan sehat kebiasaan mencuci tangan yang kurang baik juga berpotensi untuk menimbulkan terjadi penyakit yang terkait dengan pencernaan. Selain itu potensi masalah kesehatan lainnya stres akibat kerja yang merupakan bentuk tekanan psikis yang dialami oleh Made Selamat.
2.2.3 Masalah Penataan Bangunan
BAB III
USULAN PEMECAHAN MASALAH
3.1 Program 3.1.1 Perekonomian
Pemecahan masalah Bapak Made Selamat yang diimplementasikan pada kesempatan kali ini adalah pertama dengan menyarankan untuk membuat tabungan dan atau suatu asuransi pendidikan untuk menyisihkan uang guna masa depan. Selain itu, terkait biaya untuk pelayanan kesehatan bisa diarahkan untuk keluarga Bapak Made Selamat untuk ikut mendaftar BPJS guna menghindari jika mungkin terdapat pengelaran untuk biaya kesehatan dimasa depan.
Selain itu penulis juga memiliki usulan untuk berwirausaha pupuk kompos dengan memanfaatkan kotoran babi dan sapi sebagai bahan pembuatan pupuk. Usulan tersebut penulis kira mampu untuk menambah penghasilan keluarga. Selain itu alasan pemilihan usulan tersebut berdasarkan terhadap kondisi Desa Yangapi yang mayoritas sebagai petani sehingga, tentunya permintaan terhadap pupuk sangatlah banyak
3.1.2 Kesehatan
Masalah kesehatan yang perlu diperhatikan dalam keluarga Bapak Made Selamat adalah masalah kebiasaan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, dan asupan gizi yang mempengaruhi kesehatan keluarga.
Untuk masalah penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dapat diupayakan suatu pemecahan masalah berupa pemberian informasi mengenai pentingnya mencuci tangan sebelum makan, pentingnya fasilitas MCK, pentingnya bagaimana penyimpanan air yang baik serta kebersihan makanan sebelum diolah. Untuk asupan gizi, bisa disarankan agar keluarga Bapak Made Selamat menanam sejumlah sayuran atau bahan pangan yang mudah ditanam dan sering berbuah di halaman belakang rumah untuk menambah bahan makanan untuk dikonsumsi. Contoh sayuran yang bisa disarankan adalah sawi dan kangkung.
berkunjung. Hal ini didasari berdasarkan penyampaian Bapak Made Selamat pada kunjungan pertama Penulis bahwa Beliau serta keluarganya senang apabila ada teman untuk sekedar berbagi cerita selepas bekerja.
3.1.3 Penataan Bangunan
Adapun usulan untuk permasalahan penataan bangunan adalah dengan membuat pagar pekarangan yang permanen untuk menambah kenyamanan suasana rumah. Selain itu perlu ditata kembali lokasi ternak babi dan sapi yang terlalu dekat dengan rumah sehingga perlu dipindahkan ke tempat yang lebih jauh dari rumah namun masih bisa dikontrol dengan baik sehingga dapat meningkatkan kenyamanan rumah.
3.2 Jadwal Kegiatan
Kegiatan KK dampingan dilakukan dalam bentuk kunjungan ke rumah maupun kebun Bapak Made Selamat . Dalam waktu sebulan, dilakukan kunjungan sebanyak 17 kali. Adapun kegiatan yang dilakukan selama kunjungan tersebut adalah sebagai berikut.
Tabel 2. Agenda Kegiatan Kunjungan KK Dampingan
No. Tanggal Kegiatan
1. 25 Juli 2016 Meninjau kediaman KK dampingan
2. 26 Juli 2016 Pengenalan diri pada KK dampingan dan menjelaskan maksud program
3. 28 Juli 2016 Meninjau profil keluarga dan observasi suasana rumah
4. 1 Agustus 2016 Mendekatkan diri dengan KK Dampingan (mengobrol dengan topik ringan dan bebas)
5. 3 Agustus 2016 Identifikasi masalah-masalah yang dialami oleh KK Dampingan
6. 6 Agustus 2016 Identifikasi masalah-masalah yang dialami oleh KK Dampingan
7. 7 Agustus 2016 Berkunjung ke KK Dampingan
dari KK Dampingan
9. 10 Agustus 2016
Eksplorasi permasalahan yang dihadapi oleh KK Dampingan (sosial, ekonomi, kesehatan dsb)
10. 12 Agustus 2016
Berbincang dengan Bapak Made Selamat terkait kesehariannya dan penyampaian solusi penanaman sejumlah tanaman konsumsi termasuk
berdiskusi tentang pupuk kompos
11. 14 Agustus 2016
Eksplorasi lebih lanjut mengenai permasalahan yang dihadapi oleh KK Dampingan (sosial,
ekonomi, kesehatan dsb)
Diskusi mengenai usaha Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
14. 20 Agustus 2016
Diskusi mengenai penataan bangunan yang lebih baik daripada yang telah ada sekarang
15. 21 Agustus
Review tentang segala hal yang telah didiskusikan selama ini terkait permasalah yang dihadapi dan perpisahan dengan KK dampingan
BAB IV
PELAKSANAAN PENDAMPINGAN KELUARGA
4.1 Waktu
Waktu yang digunakan untuk kegiatan KK Dampingan ini termasuk ke dalam Jam Kerja Efektif mahasiswa (JKEM) yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa yaitu minimal 15 kali dalam sebulan. Adapun waktu yang jumlah kunjungan ke keluarga dampingan yang Penulis lakukan selama sebulan adalah sebanyak 17 kali.
4.2 Lokasi
Lokasi yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan KK Dampingan ini adalah sesuai dengan lokasi desa yang telah ditentukan. Adapun lokasi desa yang dimaksud adalah Banjar Metra Tengah, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli. Lokasi spesifik dari pelaksanaan kegiatan KK Dampingan terhadap keluarga Bapak Made Selamat adalah Banjar Metra Tengah, Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli 4.3 Pelaksanaan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN PPM universitas Udayana yang mana menekankan pada pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat secara langsung dan terpadu. Program KK Dampingan merupakan salah satu bentuk program yang bertujuan untuk membantu pemeberdayaan keluarga yang didampingi . Keluarga yang Penulis dampingi adalah keluarga Bapak Made Selamat dalam program KK Dampingan ini. Masalah yang terdapat dalam keluarga tersebut adalah masalah ekonomi, kesehatan, dan penataan bangunan. Masalah ekonomi yang dialami keluarga ini adalah pendapatan yang tidak menentu dan kekhawatiran terkait kesulitan memenuhi kebutuhan mendatang, dimana solusi yang dapat ditawarkan adalah memperbaiki cara pengelolaan keuangan keluarga berupa ikut semacam tabungan dan mendaftar asuransi kesehatan seperti BPJS untuk menekan pengeluaran kesehatan di masa depan. Selain itu penulis juga mengusulkan untuk berwirausaha pupuk kompos untuk menambah pendapatan keluarga. Masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga ini adalah Aancaman kurang tercukupinya asupan gizi keluarga Bapak Made Selamat sehingga disarankan suatu solusi melalui penyampaian informasi terkait PHBS dan penanaman sejumlah tanaman konsumsi yang mudah dan bisa ditanam di pekarangan rumah Beliau.Selain itu juga Bapak Selamat dan ayahnya Wayan Lubir sangat senang merokok sehingga harus diberikan penyuluhan betapa bahayanya asap rokok tersebut bagi kesehatan. Masalah penataan bangunan yang dijumpai pada keluarga ini adalah tidak adanya pagar pembatas pekarangan rumah. Selain itu diperlukan juga penataan kembali terhadap lokasi kandang ternak yang terlalu dekat dengan pekarangan rumah dimana hal tersebut dapat mengganggu kesehatan.
5.2 Rekomendasi
Lampiran
Foto bersama bersama keluarga Bapak Selamat