• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Coping Stress Penyintas Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Gambaran Coping Stress Penyintas Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN COPING STRESS PENYINTAS DALAM

MENGHADAPI BENCANA ERUPSI GUNUNG SINABUNG

DI KABUPATEN KARO

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi persyaratan Ujian Sarjana Psikologi

Oleh

NISSA AZTARID SEMBIRING DEPARI

111301076

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)
(3)

LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi saya yang berjudul :

Gambaran Coping Stress Penyintas Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Sinabung

di Kabupaten Karo

adalah hasil karya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini saya kutip dari hasil karya orang lain yang telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.

Apabila di kemudian hari ditemukan adanya kecurangan di dalam skripsi ini, saya bersedia menerima sanksi dari Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Medan, April 2015

(4)

Gambaran Coping Stress Penyintas Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo

Nissa Aztarid &Arliza J. Lubis

ABSTRAK

Bencana alam memberikan dampak yang besar kepada setiap orang yang mengalaminya. Melakukan coping stress tentunya sangat penting untuk mengatasi dampak stres yang dirasakan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran penggunaan coping stress pada penyintas erupsi Gunung Sinabung.(Moos, 1993) mengindentifikasi delapan strategi coping, baik orientasi Approach maupun orientasi Avoidance, yaitu: Logical Analysis, Positive Reappraisal, Seeking Guidance and Support, Problem Solving, Cognitive Avoidance, Acceptance or Resignation,Seeking Alternative Reward,dan Emotional Discharge.Sampel penelitian berjumlah 141 penyintas yang diambil dengan teknik insidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Coping Responses Inventory (CRI).

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek menggunakan baikapproach coping dan avoidance coping. Selanjutnya, dari pengkategorisasian subjek, ditemukan bahwa sebagian besar subjek tergolong tinggi dalam menggunakan strategi Logical Analysis, Positive Reappraisal, Problem Solving, Cognitive Avoidance, Acceptance or Resignation, dan Seeking Alternative Reward, tergolong sedang dalam menggunakan strategi Seeking Guidance and Support, dan tergolong rendah dalam menggunakan strategi Emotional Discharge.

(5)

The Description of Coping Stress on Survivors of Mount Sinabung Eruption in Karo Regency

Nissa Aztarid &Arliza J. Lubis

ABSTRACT

Natural disaster has the power to induce stress in anyone who experiences that event. The need to use coping are very important to intervene the effect of stress. The aim of this study is to describe the use of coping stress on survivors of Mount Sinabung eruption. (Moos, 1993) identified eight coping strategy, in Approach oriented and Avoidance oriented, that is: Logical Analysis, Positive Reappraisal, Seeking Guidance and Support, Problem Solving, Cognitive Avoidance, Acceptance or Resignation,Seeking Alternative Reward, and Emotional DischargeThe sample is composed of 141 survivors that recruited through an accidental sampling technique. The instrument used in this study is Coping Responses Inventory (CRI).

The result of this study shown that the subjects use both approach coping and avoidance coping. However, from categorization of the use of coping strategy shows that mostly subjects included in the high category of use Logical Analysis, Positive Reappraisal, Problem Solving, Cognitive Avoidance, Acceptance or Resignation, and Seeking Alternative Reward coping strategy. Mostly subjects included in the average category of use Seeking Guidance coping strategy and mostly subject included in the low category of use Emotional Discharge coping strategy.

(6)

i

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur peneliti ucapkan kehadirat Allah SWT ataskarunia, kejutan hidup yang begitu indah, jalanan hidup yang tidak tertebak dan membawa peneliti dalam pencapaian yang berarti. Skripsi.

Sumber semangat hidup. Sumber motivasi terbesar dalam mengerjakan skripsi. Ayah dan Bunda. Berjuta terima kasih untuk semua kasih sayang yang tiada batas. Untuk kakakku Nurul, Adikku Nadilla dan Namira, yang selalu ada untuk mendengarkan curahan hati, yang tidak pernah lupa untuk mendukung dan memberikan semangat. Terima kasih sayang.

Pihak-pihak yang membantu dan membimbing peneliti, baik dari masa perkuliahan sampai pada penyelesaian skripsi. Dari hati yang terdalam peneliti mengucapkan terima kasih kepada :

1. Prof. Dr. Irmawati, Psikolog selaku dekan Fakultas PsikologiUniversitas Sumatera Utara.

2. Arliza J Lubis, M.Si., Psikolog selaku dosen pembimbing skripsi. Terima kasih sebesar-besarnya atas waktu, ilmu, dan bimbingan yang telah diberikan.

3. Debby A Daulay, M.Psi., Psikolog selaku dosen pembimbing akademik. 4. Juliana I Saragih, M.Psi., Psikolog., Josetta Maria R. Tuapatinaja, M.Si.,

(7)

ii

5. Dosen-dosen Psikologi Universitas Sumatera Utara, terima kasih atas semua ilmu bermanfaat yang telah diberikan.

6. Para penyintas erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo yang telah memberikan banyak kontribusi.

7. Keluarga besar tercinta. Keluarga Asoka. Bersyukur sekali peneliti tumbuh dan besar di keluarga ini. Terima kasih untuk setiap cinta, doa, dukungan, nasihat dan kehangatan yang diberikan.

8. Sepupu terhebat,kak Elfi, kak Nifa, kak Difa, kak Ami, bang Agi, bang Zuhri, dan Mukhlis, yang selalu ada untuk menghibur, menemani, dan memberikan semangat. Terima kasih untuk semua bantuan yang diberikan dalam proses pengerjaan skripsi ini.Tanpa kalian, hidup tidak akan penuh tawa.

9. Sahabat-sahabat tersayang, Putri,Taya, Rina, dan Tia, terima kasihsekali untuk semangat dan dukungan tanpa henti. Semoga cita-cita dan mimpi kita dapat tercapai.

10.Kepada teman-teman Psychotroops‘11,kalian luar biasa! Terima kasih untuk empat tahun yang sangat manis.

11.Dan terakhir, kepada para pembaca. Semoga skripsi ini bermanfaat.

Medan, April 2015

(8)

iii

DAFTAR LAMPIRAN ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A.Latar Belakang ... 1

B.Pertanyaan Penelitian ... 10

C.Tujuan Penelitian ... 10

D.Manfaat Penelitian ... 10

1. Manfaat Teorits ... 10

2. Manfaat Praktis ... 10

E.Sistematika Penulisan ... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 12

A.Stres ... 12

B.Penanganan Stres (Coping Stress) ... 13

1. Pengertian Penanganan Stress (Coping Stress) ... 13

2. Strategi Coping Stress ... 16

a. Approach-oriented coping ... 18

b. Avoidance-oriented coping ... 20

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Coping Stress ... 21

a. Sumber daya internal ... 21

b. Sumber daya eksternal ... 22

C.Penyintas ... 24

D.Bencana Alam Erupsi Gunung Sinabung ... 25

(9)

iv

BAB III METODE PENELITIAN... 30

A.Identifikasi Variabel ... 30

B.Definisi Operasional ... 30

C.Populasi dan Sampel ... 31

1. Populasi ... 31

2. Sampel ... 31

D.Metode Pengumpulan Data ... 32

1. Kuesioner Strategi Coping Stress... 33

E.Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ... 34

1. Validitas ... 34

2. Reliabilitas... 34

3. Hasil Uji Coba Alat Ukur ... 35

F. Prosedur Pelaksanaan Penelitian ... 37

1. Tahap Persiapan Penelitian ... 37

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian ... 37

3. Tahap Pengolahan Data... 38

G.Metode Analisa Data ... 38

1. Gambaran Sebaran Data ... 38

2. Perbandingan Mean ... 38

3. Kategorisasi ... 39

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN ... 41

A. Analisa Data ... 41

1. Gambaran Umum Subjek ... 41

2. Gambaran Coping Stress ... 43

a. Perbandingan mean teoritik dan mean empirik subjek ... 44

b. Perbandingan mean teoritik dan mean empirik subjek berdasarkan data demografis ... 45

c. Kategorisasi ... 49

(10)

v

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 58

A.Kesimpulan... 58

B.Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 60

(11)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1Delapan Subskala Strategi Coping Stress ... 33

Tabel 2 Blue Print Alat Ukur Coping Reponses Inventory (CRI) ... 34

Tabel 3Koefisien Cronbach’s alpha pada Strategi Coping Stress ... 35

Tabel 4Distribusi Aitem-aitem Alat Ukur CopingReponses Inventory

(CRI)Setelah Uji Coba ... 36

Tabel 5Distribusi Aitem-aitem Alat Ukur Coping Reponses Inventory (CRI)... Untuk Penelitian ... 36

Tabel 6Gambaran Data Demografis Subjek ... 41

Tabel 7Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empirik Subjek ... 44

Tabel 8Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empirik Subjek berdasarkan Usia ...45

Tabel 9Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empirik Subjek berdasarkan Jenis Kelamin ... 46

Tabel 10Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empirik Subjek berdasarkan Agama ... 46

Tabel 11Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empirik Subjek berdasarkan Status Pernikahan ... 47

Tabel 12Perbandingan Mean Teoritis dan Mean Empirik Subjek berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 47

Tabel 13Kategorisasi Strategi Coping Stress ... 50

(12)

vii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Hasil Preliminary Research... 64

Lampiran 2 Hasil Uji Reliabilitas Alat Ukur Try Out ... 67

Lampiran 3 Alat Ukur Penelitian ... 80

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan bersyukur sebagai bagian dari pendekatan psikologi positif agar penyintas erupsi Gunung Sinabung bisa bangkit dari

Penyintas Sinabung adalah masyarakat yang terkena bencana erupsi Gunung. Sinabung telah mengalami keterpurukan dalam segi psikologi dan

Gerak Kegiatan koordinasi BPBD Kabupaten Karo dalam penanggulangan bencana erupsi Gunung Sinabung saat tanggap darurat mulai dari evakuasi, penyediaan tempat

Apa saja Program BPBD Kabupaten Karo yang mencakup pada bagian Rehabilitasi & Rekonstruksi Bencana Erupsi Gunung Sinabung?... Program BPBD KabupatenKaro yang

Setelah erupsi Gunung Sinabung terjadi Jumlah wisatawan mengalami penurunan di tahun selama pengamatan selama erupsi gunung Sinabung terjadi.Sehingga ketika

Cognitive avoidance merupakan suatu usaha kognitif untuk menghindari berpikir tentang permasalahan dan stressor. Individu yang melakukan Cognitive Avoidance, cenderung

pada situasi bencana alam yang pada dasarnya adalah peristiwa yang tidak bisa. dikontrol dan tidak bisa diprediksi, usaha-usaha untuk secara

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran gejala gangguan stres pascatrauma korban bencana erupsi