JURNAL ILMU LINGKUNGAN
Volum e 11 Issue 1: 1-9 (2013) ISSN 1829-8907
STRUKTURISASI SISTEM PENGELOLAAN LINGKUNGAN YANG
BERKELANJUTAN UNTUK KAWASAN ZIARAH UMAT KATOLIK
GUA MARIA KEREP AMBARAWA
(STRUCTURING SUSTAINABLE
ENVIRONMENTAL MANAGEMENT SYSTEM FOR AREA OF CATHOLIC
PILGRIMAGE MARIA CAVE , KEREP AMBARAWA)
Ar i Wibow o
(1), Boedi Hendr ar to
(1,2), Agus Hadiyar to
(1,3)(1) Program Magister Ilm u Lingkungan, Universitas Diponegoro, Sem arang, Em ail: arie.wib@hotm ail.com
(2) Fakultas Perikanan dan Ilm u Kelautan, Universitas Diponegoro, Sem arang (3) Jurusan Teknik Kim ia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Sem arang
ABSTRAK
Analisis terhadap strukturisasi sistem pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan Gua Maria Kerep Am barawa (GMKA) m engacu pada prinsip-prinsip pem bangunan berkelanjutan COMHAR, yang dilakukan dengan m enggunakan sistem Interpretive Structural Modelling (ISM), m elalui pendekatan terhadap 6 elem en pengelolaan sebagai variabel penelitian, yaitu (1) kebutuhan yang diperlukan untuk m enjalankan pengelolaan lingkungan, (2) kendala utam a, (3) perubahan yang dim ungkinkan, (4) tujuan dilaksanakannya pengelolaan lingkungan, (5) tolok ukur untuk m enilai setiap tujuan, dan (6) aktivitas yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk m enem ukan m odel struktur sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di kawasan GMKA, m elalui analisis daya penggerak (driver power) tingkat ketergantungan (dependence) serta hirarki peubah-peubahnya. Hasil penelitian terhadap driver power-dependence m enunjukkan bahwa 26 peubah m em bentuk hubungan yang tidak stabil dengan peubah lain dan um pan balik pengaruhnya dapat m em perbesar dam pak. Peubah-peubah yang m endom inasi um um nya berkaitan dengan kepentingan stakeholder di kawasan GMKA (pengelola, peziarah/ pengunjung dan pelaku usaha/ m asyarakat sekitar), disusul oleh peubah yang berhubungan dengan dana, sarana serta m anajem en pengelolaan dan peubah yang berhubungan dengan kondisi lingkungan kawasan. Analisis terhadap hirarki peubah-peubah, m enunjukkan bahwa hubungan m asing-m asing peubah lebih banyak m erupakan hubungan tim bal balik yang saling m em pengaruhi dan bukan sekedar hubungan atas dasar posisi levelnya.
Ka t a Kunci : Lingkungan berkelanjutan, GMKA, Interpretive Structural Modelling, COMHAR.
ABSTRACT
Analysis on structuring of sustainable environm ental m anagem ent system in Gua Maria Kerep Am barawa (GMKA) refers to the COMHAR’s principles of sustainable developm ent, w hich is done by using Interpretive Structural Modeling (ISM) system , with 6 elem ents approach as research variables, nam ely (1) requirem ents needed to run the m anagem ent of the environm ent, (2) the m ain constraint, (3) possible changes, (4) im plem entation of environm ental m anagem ent objectives, (5) benchm arks for assessing each objective, and (6) activities required in the im plem entation of m anagem ent environm ent. This study aim s to find a m odel structure of sustainable environm ental m anagem ent system in the GMKA region, through the analysis of driver power-dependence and hierarchy of sub-elem ents. The study of the relationship of the driver power- dependence showed that 26 variables form ing stable relationships with other variables and feedback effects can m agnify the im pact. Variables that dom inate com m only associated with stakeholder interests in the GMKA region (m anager, pilgrim s / visitors and com m unity), followed by the variables associated with the funds, facilities, and m anagem ent, and finally the variables related to the environm ental conditions. Analysis of the hierarchy of the variables indicating that the association of each variable is a m ore reciprocal relationship of m utual influence and not just a relationship based on level position.
2
PENDAHULUAN
Gua Mar ia Ker ep Ambar awa (GMKA) yang ber lokasi di Dusun Ker ep, Kelur ahan Panjang, Kecamatan
Ambar awa, Kabupaten Semar ang,
mer upakan suatu lokasi ziar ah yang penting bagi umat ber agama Katolik.
Mengingat dampak penting yang
diduga akan ter jadi kar ena ber bagai
aktifitas di kawasan ini, maka
diper lukan pengelolaan lingkungan
ber kelanjutan yang ter encanaan dan ter integr asi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model str uktur sistem pengelolaan lingkungan yang
ber kelanjutan di kawasan GMKA,
melalui analisis driver power
-dependence peubah pada masin
g-masin g elemen pengelolaan lingkungan,
ser ta str uktur isasi peubah-peubah
ter sebut.
Dalam penelitian ini, penentuan var iabel didasar kan pada elemen yang
dianggap mampu mewakili upaya
pengelolaan lingkungan di kawasan GMKA, yang diidentifikasi melalui diskusi dengan pengelola/ kar yawan GMKA. Pengumpulan data dilakukan
melalui wawancar a m endalam (
in-depth interview) ter hadap pengelola
dan kar yawan GMKA ter kait elemen-elemen pengelolaan. Sedangkan aspek keber lanjutan mengacu pada prinsip-pr insip pembangunan ber kelanjutan COMHAR (COMHAR, 1997), melalui pend ekatan pada sub peubah yang
diinventar isasi dar i masing-masing
elemen.
METODE PENELITIAN
Metode analisis data
menggunakan pend ekatan sist em
dengan metode Interpretive Structural
Modelling (ISM), sedangkan untuk
menyimpulkan hasil penelitian,
dilakukan analisis ter hadap daya pengger ak dan tingkat keter gantungan
yang digambar kan dalam gr afik driver
power-dependence dan model
str uktur al elem en.
Tipe yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penelitian
deskr iptif-evaluatif yang dimaksudkan
untuk mend iskr ipsikan dan
mengevaluasi str uktur pengelolaan
lingkungan d i kawasan GMKA. Kawasan GMKA dipilih sebagai lokasi penelitian kar ena di kawasan ini ter jadi kegiatan sosial keagam aan yang khas, yang
kemudian mengger akkan r ibuan
peziar ah/ pengunjung untuk datang,
adanya kegiatan ekonomi yang
dilakukan masyar akat sekitar ser ta
adanya pembangunan fasilitas
pend ukung, yang kemudian ber potensi menimbulkan dampak lingkungan fisik,
biologi maupun lingkungan sosial
sehingga str uktur isasi pengelolaan
lingkungannya har us diketahui dan dikelola dengan baik. Var iabel yang digunakan dalam penelitian ini antar a lain : (1) kebutuhan yang diper lukan
penelitian ini pengumpulan data
dilakukan melalui wawancar a
mend alam-ter pandu ter hadap
pengelola dan kar yawan GMKA.
HASIL DAN PEMBAHASAN
a. Ele men Kebutuhan yang
Dipe rlukan Untuk Me njalankan Penge lolaan Lingkungan
Peubah yang dapat
diidentifikasi pada empat kategor i peubah ditampilkan pada Tabel 1. Dar i Tabel 1 dan Gambar 1A, sub elemen 2 dan 5 m er upakan peubah kekuatan pengger ak yang sangat
mend or ong timbulnya peubah
lainnya, tetapi timbulnya peubah ini sangat sedikit dipengar uhi oleh peubah lain (ber ada pada sektor
independent). Pada sektor 3
(linkage), ter dapat peubah 3, 4, 6
dan 7. Munculnya sub-peubah
ter sebut sangat didor ong oleh
timbulnya peubah kebutuhan lain, sekaligus juga akan mend or ong
timbulnya peubah kebutuhan
lainnya. Sub-peubah ini har us dikaji secar a hati-hati sebab hubungan
antar peubah tidak stabil.
ber ada pada sektor 2 (dependent), di mana timbulnya peubah ini sangat dipengar uhi oleh timbulnya peubah
lain, tetapi tidak atau sedikit
mempengar uhi timbulnya peubah kebutuhan yang lain .
Diagr am model str uktur al (Gambar 1B), menunjukkan bahwa selain pengar uh posisi level, hubungan masin g-masin g peubah
juga timbal balik. Ber dasar kan
identifikasi intersection set, peubah 1
ber hubungan timbal balik dengan
peubah 3, 4 dan 6. Peubah 3 selain ber hubungan timbal balik dengan peubah 1, juga ber hubungan timbal balik peubah 4, 5, 6 dan 7.
Sedangkan peubah 4 selain
ber hubungan timbal balik dengan
peubah 1 dan 3, juga dengan peubah
5 dan peubah pada level
di bawahnya, yaitu peubah 6. Dalam hal ini peubah 2 semata-mata hanya dipengar uhi oleh peubah 5.
Tabe l 1 .
Hasil ide ntifikasi s ub-pe ubah pada e mpat kate gori peubah pada e le men kebutuhan yang diperlukan untuk me njalankan penge lolaan lingkungan.No.
Peubah
Rangking
Sektor (koor dinat)
1
Pengalokasian dan a
4
2 (7,2)
2
Teknologi
2
4 (1,5)
3
Sumber daya manusia
3
3 (7,4)
4
Sar ana
1
3 (6,6)
5
Pengkajian dan penelitian
1
4 (3,6)
6
Bimbingan dan penyuluhan
2
3 (5,5)
7
Ker ja sama semua pemegang
kepentingan
3
3 (4,4)
Gambar 1. (A) Grafik Driver Pow er – Dependence dan (B) Diagram mode l
struktural dari e le men kebutuhan yang dipe rlukan.
4
b.Ele me n Kendala Utama Dalam
Me njalankan Penge lolaan
Lingkungan
Peubah yang dapat
diidentifikasi pada empat kategor i peubah ditampilkan pada Tabel 2. Pada elemen kend ala utama, peubah 1 dan 3 mer upakan kekuatan pengger ak bagi peubah kendala
lainnya, tetapi sangat sedikit
dipengar uhi oleh sub elemen
kend ala lainnya (strong driver-weak
dependent) (Gambar 2A). Sub
elemen 2, 5, 6 dan 7 har us dikaji secar a hati-hati kar ena hubungan pada setiap peubahnya tidak stabil (ber ada di sektor 3 linkage). Pada sektor dependent, ter dapat sub
elemen 4. Sub elem en ini sangat dipengar uhi oleh timbulnya peubah
lain, tetapi tidak atau sedikit
mempengar uhi timbulnya peubah kend ala yang lain.
Dar i diagr am model
str uktur al yang dihasilkan (Gambar 2B), selain yang diakibatkan posisi level, hubungan antar peubah juga ber sifat timbal balik.
Identifikasi ter hadap intersection
set menunjukkan bahwa sub-sub
No. Peubah Rangking Sektor (koor dinat)
1 Keter batasan dana; 1 4 (1,6)
2 Keter batasan sar ana; 2 3 (6,4)
3 Ter batasn ya SDM pengelola 1 4 (3,6)
4 Kesadar an pengunjung/
pemakai sar ana yang masih
r endah; 3 2 (6,1)
5 Kesulitan penataan kawasan; 2 3 (6,4)
6 Ter batasn ya pengetahuan
pelaku usaha tentang
lingkungan; 2 3 (4,4)
7 Kur angnya infor masi dan
data base pengelolaan 1 3 (5,7)
Gambar 2 . (A) Matriks Driver Pow er – Dependence dan (B) Diagram model
struktural dari e le men kendala utama dalam me njalankan penge lolaan lingkungan
5
c. Dimungkinkan dengan
Dilakukannya Penge lolaan
Lingkungan.
Peubah yang ter identifikasi
pada empat kategor i peubah
ditampilkan dalam Tabel 3. Peubah 5 dan 6 adalah kekuatan pengger ak kunci bagi peubah kend ala lain, tetapi sangat sedikit dipengar uhi oleh peubah kend ala lain (Gambar
mer upakan hubungan yang
dipengar uhi oleh posisi level.
Tabe l 3 . Hasil ide ntifikasi peubah pada e mpat kate gori peubah pada
e le men perubahan yang dimungkinkan dengan
dilakukankannya pe nge lolaan lingkungan
No. Peubah Rangking Sektor (koor dinat)
1 Ter wujudn ya keamanan dan kenyamanan
peziar ah/ pengunjung; 5 2 (7,4)
2 Peningkatan keamanan & estetika
5 Ter wujudn ya kesadar an pemakaian
sumber daya alam yang efisien di kawasan
GMKA; 1 4 (1,8)
6 Ter wujudn ya distribusi sumber daya alam
yang seimbang dalam pemakaian di
kawasan GMKA; 2 4 (2,7)
7 Keter sediaan sumber daya alam yang
ber kelanjutan; 4 3 (5,5)
8 Hubungan yang har monis antar a institusi
GMKA dengan masyar akat; 3 3 (8,6)
Gambar 3. (A) Matriks Driver Power – Dependence dan (B) Model struktural
pada elemen perubahan yang dimungkinkan dengan dilakukannya
pengelolaan lingkungan
6
d. Ele me n Dilaksanakannya
Penge lolaan Lingkungan
Peubah yang dapat
diidentifikasi pada empat kategor i peubah, dapat dilihat pada Tabel 4. Peubah 1 dan 5 menjadi peubah yang hubungannya dengan peubah lain tidak stabil (Gambar 4A). Peubah 3 dan 4 mer upakan peubah
yang tidak bebas (weak
driver-strongly dependent variables). Sub
elemen 2 mer upakan peubah yang mempunyai hubungan yang sangat kecil atau bahkan tidak
ber kaitan dengan sistem (weak
driver-weak dependent variables).
Dalam analisis yang
menghasilkan model str uktur al
(Gambar 4B), hubungan antar a peubah yang ber ada pada level 1, 2 dan 3 (peubah 1, 2, 3 dan 4) tidak sekedar dipengar uhi posisi levelnya, tapi juga memiliki hubungan timbal
balik, sehingga saling
mempengar uhi. Sedangkan peubah 5 pada level 4 hanya ber hubungan dengan peubah 2 pada level 3 ber dasar kan posisi levelnya.
Tabe l 4 . Hasil identifikasi pe ubah pada e mpat kate gori pada e leme n tujuan dilaksanakannya program
No. Peubah Rangking Sektor (koor dinat)
1 Penyediaan tempat ziar ah yang
aman dan nyaman; 1 4 (1,6)
2 Pengelolaan estetika lingkungan; 2 3 (6,4)
3 Pember dayaan ekonomi masyar akat;
2 4 (3,6)
4 Membangun hubungan yang
har monis antar a institusi GMKA
dengan masyar akat sekitar ; 2 2 (6,1)
5 Pengelolaan sumber daya alam. 1 3 (6,4)
A
Gambar 4. (A) Matriks Driver Power – Dependence dan (B) Model
struktural elemen tujuan dilaksanakannya pengelolaan
lingkungan
7
e . Ele me n Tolok Ukur Untuk Me nilaiSe tiap Tujuan
Peubah yang ter identifikasi pada empat kategor i peubah, ditunjukkan oleh Tabel 5. An alisis menunjukkan bahwa semua peubah mer upakan
peubah yang strong driver, yang
ar tinya menjadi pengger ak kuat bagi
peubah lain. Namun peubah 1, 2, 4,
5, 6 dan 8, mer upakan peubah- peubah yang har us dikaji secar a hati
hati (strong driver-strongly
dependent variables). Sementar a
sisanya meskip un menjadi
pengger ak kuat namun sangat
sedikit dipengar uhi oleh sub elemen
lain (strong driver-weak dependent).
Dar i diagr am model str uktur al (Gambar 5B), peubah pada level 1 sampai 5 mer upakan peubah yang ber hubungan timbal balik, kecuali hubungan antar a peubah 2 dengan e le men tolok ukur untuk menilai setiap tujuan
No. Peubah Rangking Sektor (koor dinat)
1 Peningkatan jumlah
peziar ah/ pengunjung; 3 3 (9,5)
2 Lama waktu par a
peziar ah/ pengunjung ber ada di
kawasan GMKA; 3 3 (5,6)
3 Kawasan yang ber sih dan indah;
1 4 (2,7)
4 Meningkatnya pendapatan
masyar akat yang membuka usaha
di kawasan GMKA; 2 3 (9,6)
5 Ter bukanya kesempatan ker ja di
kawasan GMKA; 2 3 (8,6)
6 Pener imaan masyar akat ter hadap
GMKA; 2 3 (8,6)
7 Tingkat p artisipasi masyar akat
ter hadap kegiatan di GMKA;
2 4 (4,6)
8 Kondisi lingkungan yang baik;
1 3 (7,7)
9 Keter sediaan sumber daya alam
yang ber kelanjutan. 2 4 (1,6)
Gambar 5. (A) Matriks Driver Power – Dependence dan (B) Model str uktur al
elemen tolok ukur untuk m enilai setiap tujuan
8
f. Ele me n Aktivitas yang
Dibutuhkan Dalam Penge lolaan Lingkungan
Peubah yang dapat
diidentifikasi pada empat kategor i peubah, ditunjukkan oleh Tabel 6.
Peubah 2 dan 4 mer upakan
kekuatan pend or ong utama bagi peubah kebutuhan aktivitas yang lain (Gambar 6A). Kedua peubah ter sebut mer upakan peubah bebas yang mempunyai keter gantungan kecil/ lemah ter hadap peubah lain. Sedangkan peubah 1, 3, 5, 6 dan 7
kar ena ber ada pada sektor strong
driver strongly independent, peubah-
peubah itu membentuk hubungan yang tidak stabil dan umpan balik pengar uhnya dapat memper besar dampak.
Dar i model str uktur al (Gambar 6B), selain sangat ter gantung pada peubah pada level dibawahnya, hubungan timbal balik masin g-masin g peubah 1, 3, 5 dan 7 juga ter jadi ter masuk dengan peubah 6.
Ar tinya masin g-masin g peubah
ter sebut saling mempengar uhi
dalam m embentuk str uktur . Pada level paling bawah, peubah 2 dan 4 tid ak terpengar uh.
Tabe l 6 . Hasil ide ntifikasi peubah pada e mpat kate gori pada e le m e n aktivitas yang dibutuhkan dalam pe laksanaan program
No. Peubah Rangking Sektor (koor dinat)
1 Penyediaan dan pengelolaan data base;
2 3 (7,5)
2 Pend ampingan pelaku usaha di kawasan
GMKA; 2 4 (1,5)
3 Pengalokasian dana; 2 3 (7,5)
4 Sosialisasi ter hadap
peziar ah/ pengunjung; 1 4 (1,6)
5 Pengkajian dan penelitian; 2 3 (7,5)
6 Per baikan dan penambahan sar ana; 2 3 (5,5)
7 Ker ja sama dengan ber bagai pihak; 3 3 (7,4)
A
Gambar 6 . (A) Matriks Driver Pow er – Dependence dan (B) Mode l struktural
9
An alisis ter hadap pengelolaanlingkungan ber kelanjutan di kawasan GMKA mengacu pada elemen-elem en yang secar a nyata bisa ditemukan, ser ta pada aspek-aspek tujuan dan sasar an pengelolaan ke depan, sehingga bisa
ber kelanjutan. Car a ter sebut juga
diter apkan pada penelitian-penelitian lain yang mir ip, misalnya
penelitian ber judul “Studi Pengelolaan
Lingkungan Berkelanjutan Di Wilayah
Pengendapan Pasir Sisa Tam bang”,
yang mengambil lokasi penelitian di Modified Ajkwa Deposition Ar ea (Mod-ADA), PT. Fr eepor t Ind onesia, Mimika,
Papua (Sumantr i, Har sono dan
Wibisono, 2008). Pendekatan sistem dengan metode ISM untuk str uktur isasi model p ada penelitian itu ditemukan enam elemen pr ogr am,
pengger ak -tingkat keter gantungan
(driver power-dependence), 26
peubah membentuk hubungan yang tidak stabil dengan peubah lain dan umpan balik pengar uhnya dapat
memper besar dampak, dimana
peubah-peubah ter sebut didominasi
oleh peubah-peubah yang
ber hubungan dengan kepentingan
stakeholder (pengelola,
peziar ah/ pengunjung dan pelaku usaha/ masyar akat sekitar ), disusul oleh peubah yang ber hubungan
dengan dana, sar ana ser ta
pengelolaan dan selanjutn ya peubah yang ber hubungan dengan kond isi lingkungan kawasan.
b. Dalam hubungan str uktur al
peubah-peubah dalam elem en, hubungan masin g-masin g peubah lebih banyak mer upakan hubungan timbal balik yang saling mempengar uhi dan bukan sekedar hubungan atas dasar posisi levelnya. Bambang Wibisono, 2008, Studi
Pengelolaan Lingkungan
Ber kelanjutan Di Wilayah
Pengendapan Pasir Sisa Tambang,
Jurnal Ekologi Kesehatan, 7 (2) :
758 – 768
Tim Pengelola GMKA, 2010, Di sini
Karunia Allah Mengalir, Buku
Kenangan Gua Maria Kerep
Am barawa, GMKA, Ambar awa.
Sr i Redjeki, Retn o, 2008, Kajian
Pengelolaan Lingkungan Pada
kawasan Gunung Sindoro Sum bing (Studi Kasus di Desa Sigedang dan
Desa Butuh Kabupaten
Wonosobo), Thesis, Pr ogr am
Magister Ilmu Lingkungan
Univer sitas Diponegor o,