• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Warna Terhadap Konsentrasi ep

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Warna Terhadap Konsentrasi ep"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Warna Terhadap Konsentrasi Pada Permainan Pin Board BAB I

Pendahuluan A. Latar Belakang

Akhir-akhir ini, semakin banyak ditemukan hal-hal yang dapat membantu ataupun hanya sekedar memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaan. Mulai dari penemuan teknologi baru seperti personal computer dan gadget, penelitian berkaitan dengan hal-hal yang mempengaruhi pekerjaan hingga desain ruangan yang dapat memudahkan manusia dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Menurut Dr. Amit Sood, pikiran manusia cenderung suka mengembara dan hal itu bisa menyebabkan rasa tidak bahagia, sebagian besar waktu kita juga dihabiskan untuk fokus pada hal yang tak sempurna dalam hidup (kompas.com, 2012).

Dapat dikatakan bahwa pikiran manusia secara aktif akan memfokuskan diri pada lingkungan sekitar baik itu suara maupun apa yang ditangkap oleh pengelihatan baik saat manusia fokus pada pekerjaannya maupun tidak. Tidak terkecuali ketika manusia memfokuskan diri pada pekerjaan, saat itu manusia membutuhkan konsentrasi. Dimana perhatian akan pekerjaan sangat dibutuhkan dalam mengerjakan sesuatu. Hakim (2002) juga telah mengemukakan bahwa konsetrasi ialah pemusatan tenaga dan energi psikis dalam menghadapi suatu objek, dalam hal ini peristiwa proses menyelesaikan suatu permasalahan pekerjaan serta apa yang berkaitan dengan hal itu.

(2)

dapat merangsang kerja otak manusia, maka dari itu warna tembok, meja dan lantai yang terpasang di dunia perkantoran kerap kali berwarna yang terang sehingga menghasilkan lingkungan kerja yang nyaman. Berdasarkan hal diatas dapat dilihat bahwa warna dapat mempengaruhi kondisi pikiran dan psikis seseorang sehingga dapat memungkinkan dalam mengerjakan suatu pekerjaan, warna dapat memberi dampak baik meningkatkan atau malah memberi dampak negatif didalam melakukan pekerjaan.

B. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh warna terhadap perilaku konsentrasi.

C. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini bertujuan untuk menambahkan ilmu dan pengetahuan dalam psikologi eksperimen dan psikologi industri & organisasi akan pentingnya konsentrasi pada individu dalam melakukan pekerjaan.

2. Manfaat Praktis

Menanamkan dan meningkatkan konsentrasi dengan memasukan unsur warna pada objek kerja yang dapat meningkatkan konsentrasi.

BAB II Tinjauan Pustaka A. Variabel Tergantung

1. Definisi Konsentrasi

(3)

sekaligus, dan mengambil satu pesan kemudian mengabaikan yang lainnya. Berarti perhatian melibatkan proses seleksi terhadap beberapa objek yang hadir, dan seseorang memilih satu objek, sementara objek yang lain diabaikan. Konsentrasi juga didefinisikan dengan memberikan perhatian penuh (full attention) terhadap suatu hal (Oxford Learner’s Pocket Dictionary, 1995).

Menurut Idrus (1993), Konsentrasi adalah pemusatan pikiran terhadap suatu hal dengan menyampingkan hal yang tidak berhubungan. Konsentrasi merupakan kemampuan yang dapat dilatih atau ditingkatkan, jadi jika seseorang sukar berkonsentrasi atau tidak dapat berkonsentrasi dengan waktu yang cukup lama, maka dapat dilatih sehingga kemampuan berkonsentrasi menjadi kebiasaan. Hakim (2002) juga telah mengemukakan bahwa konsetrasi ialah pemusatan tenaga dan energi psikis dalam menghadapi suatu objek, dalam hal ini peristiwa proses menyelesaikan suatu permasalahan pekerjaan serta apa yang berkaitan dengan hal itu. Sementara konsentrasi yang efektif adalah suatu proses terfokusnya perhatian seseorang secara maksimal terhadap suatu objek kegiatan yang dilakukan dan proses tersebut terjadi secara otomatis serta mudah karena orang yang akan bersangkutan mampu menikmati kegiatan yang sedang dilakukannya. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa konsentrasi merupakan pemusatan pikiran pada suatu objek dan terfokus pada suatu pekerjaan maupun hal yang berkaitan dengan objek tersebut.

2. Aspek Konsentrasi

Odom dan Guzman (Nuryana & Purwanto, 2010) ada beberapa aspek dalam proses konsentrasi,yaitu

(4)

Minat merupakan suatu hal yang dapat mempengaruhi perhatian seseorang. Sebagai contoh, suatu hal yang sederhana lebih menarik perhatian daripada yang kompleks.

b. Penyesuaian diri

Penyaringan informasi yang relevan merupakan hal yang diperlukan, meski ada informasi yang tidak relevan pun sering memberi keadaan incidental learning.

c. Berencana

Strategi mengarahkan perhatian dengan suatu perencanaan yang sistematis dan terorganisir dapat meningkatkan efisiensi penyaringan informasi yang tidak relevan.

d. Adaptasi perhatian dengan bertambahnya usia

Dengan bertambahnya usia, seseorang lebih dapat menggunakan sistem pengolahan informasi yang lebih kompleks dan lebih mampu menyelesaikan fokus perhatiannya dengan informasi yang ada.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aspek-aspek konsentrasi adalah pemusatan atau kontrol perhatian, penyesuaian diri, berencana, dan adaptasi perhatian dengan bertambahnya usia.

3. Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi

Selain itu, menurut Hakim (2002), faktor-faktor yang mempengruhi konsentrasi ada 2 yaitu faktor internal dan faktor eksteral. faktor internal meliputi :

1. Motivasi untuk belajar, dimana motivasi adalah fase pertama dalam proses belajar

(5)

3. Keadaan psikologis, yang mana dapat dipengaruhi oleh beberapa hal misalnya gangguan mental tertentu, masalah internal baik dengan teman maupun dengan guru, adanya kecenderungan mudah gugup atau grogi, dan penyakit gangguan konsentrasi (ADHD)

4. Keadaan fisiologis seperti kualitas tidur , aktifitas fisik yang cukup, tidak dipengaruhi obat-obatan dan tidak sakit.

Konsentrasi belajar juga banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, antara lain : suara, pencahayaan, temperatur, serta desain belajar. Maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi konsentrasi adalah faktor internal dan faktor eksternal.

B. Variable Bebas 1. Definisi Warna

Warna dapat didefinisikan secara obyektif atau fisik dan secara subyektif atau psikologis. Warna secara obyektif didefinisikan sebagai sifat dari cahaya yang dipancarkan, sedangkan warna secara subyektif didefinisikan sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan (Sanyoto, 2005).

Penelitian terbaru dari jurnal 'Science' (Mehta & Zhu, 2009) Warna merah dan biru diduga dapat menyulut reaksi otak yang signifikan dari warna lain dan berbeda-beda. Warna merah bisa meningkatkan konsentrasi otak pada hal-hal detail, sedangkan warna biru memicu kreativitas. Hal itu tergantung dari aktivitas yang dikerjakan individu tersebut. Contohnya, para pelajar mampu mengingat lebih banyak huruf ketika objek tulisan berada pada layar berwarna merah.

(6)

biru. Individu yang melihat warna biru diyakini meningkatkan energi kreatifitas.

Dari teori diatas dapat simpulkan bahwa warna merupakan cahaya yang dipancarkan dan pengalaman dari indera pengelihatan, serta warna merah dapat meningkatkan konsentrasi.

C. Dinamika Psikologis

Konsentrasi sangat dibutuhkan oleh setiap orang dalam mengerjakan tugas-tugas mereka, guna mencapai hasil yang memuaskan, konsentrasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satu faktor yang dapat meningkatkan konsentrasi adalah faktor eksternal , terutama yang berhubungan dengan panca indra seperti suara dan keadaan lingkungan sekitar, salah satunya adalah warna dari objek yang dikerjakan oleh individu. Warna secara obyektif didefinisikan sebagai sifat dari cahaya yang dipancarkan, sedangkan warna secara subyektif didefinisikan sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan (Sanyoto, 2005). Sehingga dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa konsentrasi dapat dipengaruhi oleh warna.

Sedangkan pada penelitian kali ini subjek akan memainkan permainan pin board dengan warna objek permainan telah dikondisikan menggunakan warna merah, dan dari situ dapat dilihat apakah ada pengaruh antara warna dengan konsentrasi.

BAB III Metode Penelitian A. Identifikasi Variabel Penelitian

1. Variabel Tergantung : Konsentrasi

(7)

B. Definisi Teoritis 1. Konsentrasi

Menurut Dalloway (Supriyanto & Lismadiana, 2013) konsentarsi merupakan fokus perhatian. Menurut Veenstra (Supriyanto dan Lismadiana, 2013) bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi yaitu:

a) Faktor Usia

Kemampuan untuk konsentrasi ini ikut tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia individu.

b) Jenis Kelamin

Jenis Kelamin mempengaruhi kemampuan individu dalam menyeleksi sejumlah informasi dalam kegiatan perhatian. Individu memiliki kemampuan saraf otak yang berbeda dalam menyeleksi sejumlah informasi yang ada sehingga turut mempengaruhi kemampuan individu dalam memusatkan perhatian.

c) Faktor Pengetahuan dan Pengalaman

Faktor pengetahuan dan pengalaman berperan dalam usaha memusatkan perhatian pada objek yang belum bisa dikenali polanya sehingga pengetahuan dan pengalamn individu dapat memudahkan untuk berkonsentrasi.

2. Warna

(Ravi Mehta & Juliet Zhu, 2009) menjelaskan bahwa warna merah dan biru diduga dapat menyulut reaksi otak yang signifikan dari warna lain dan berbeda-beda. Warna merah bisa meningkatkan konsentrasi otak pada hal-hal detail. Contohnya, para pelajar mampu mengingat lebih banyak huruf ketika objek tulisan berada pada layar berwarna merah.

(8)

Konsentarsi merupakan fokus perhatian. Semakin tinggi perhatian individu pada suatu hal maka tingkat konsentrasi akan semakin tinggi. begitupun sebaliknya, apabila perhatian menurun maka tingkat konsentrasi juga akan semakin menurun.

2. Warna

Warna adalah sesuatu yang dapat dilihat oleh indera penglihatan dan berasal dari sumber cahaya. Dalam penelitian ini, subjek yang termasuk dalam kelompok eksperimen akan diberi perlakuan berupa pemberian warna di atas papanpin board. Warna yang digunakan dalam penelitian ini adalah warna merah.

D. Subjek Penelitian

Jumlah : 10 subjek

Usia : Antara 19-22 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan & Laki-laki

Pendidikan : Sedang menempuh pendidikan S1

E. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan salah satu metode yang dikemukakan oleh Sugiyono (2010) yaitu True Experimental Design dengan alat berupa 2 Pin Board dimana yang satu diberi warna merah dan yang satu tidak diberi perubahan apa-apa. Tester memberikan instruksi kedua kelompok di dalam melaksanakan permainan, diharapkan dapat melihat konsentrasi yang ditunjukkan oleh testee di dalam menyelesaikan permainan Pin Board baik dari kelompok yang diberi perlakuan atau kelompok yang tidak diberi perlakuan.

(9)

Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Equivalent Control Group Design, di mana terdapat dua kelompok yang dilakukan pengukuran, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol, tidak diberi manipulasi. Sedangkan pada kelompok eksperimen diberi manipulasi. Pengukuran dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sesudah dan sebelum diberi manipulasi pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol diberi jeda antara pengukuran pertama dan kedua tanpa manipulasi.

G. Metode Analisis Data

Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah SPSS, pairred sample t-test. Pairred sample t-test adalah metode analisis yang digunakan untuk menguji apakah sebuah skor yang kita tentukan sendiri memiliki perbedaan secara signifikan dengan rerata skor keseluruhan.

H. Hipotesis

Hipotesis pada penelitian adalah adanya pengaruh warna terhadap konsentrasi.

I. Prosedur Penelitian a. Material

Material atau bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. 2 buah pin board

2. Stiker berlubang berukuran 28 x 28 cm 3. Handphone yang memiliki aplikasi stopwatch 4. Alat pencatat hasil permainan

b. Prosedur pelaksanaan

(10)

Persiapkan ruangan yang akan digunakan untuk penelitian lalu kosongkan ruangan tersebut. Siapkan materilan penelitian berupa 2 pin board dengan satu pin board telah diberi stiker warna merah, handphone dengan aplikasi stopwach, dan alat pencatat hasil permainan. Letakkan alat ukur di meja yang dekat dengan meja tempat pengukuran berlangsung. Tester memegang handphone yang memiliki aplikasi stopwatch.

2) Cara menjalankan alat ukur

Alat ukur ini tidak terlalu sulit untuk dioperasikan. Desain alat ukur ini sederhana yaitu berupa kotak yang memiliki lubang berdiameter 0,8 mm dan jarak antar lubang 2,5 cm dengan lubang berjumlah 100 lubang dan pin yang terbuat dari logam. Cara mengoberasikannya adalah sebagai berikut:

a) Siapkan Pin Board diatas meja pengukuran

b) Buka penutup pin board, lalu masukkan pin ke dalam kotak di sebelah kotak berlubang

c) Pengetesan dilakukan dua kali oleh masing-masing subjek. Subjek kelompok eksperimen dua kali memainkan pin board yang telah di beri stiker merah sedangngkan subjek kelompok kontrol dua kali memainkan pin board yang tidak diberi stiker. d) Pastikan alat ukur tersedia lengkap dan bekerja dengan baik e) Prosedur pengetesan dapat dimulai.

2. Prosedur pengetesan 1) Persiapan dan Instruksi

(11)

pengukuran kelompok kontrol selesai, kelompok kotrol keluar ruangan dan kelompok eksperimen dipersilahkan masuk. b) Tes ini dilakukan oleh subjek satu persatu. Anggota kelompok

yang lain dipersilahkan untuk duduk di belakang tempat pengukuran berlangsung yang telah disediakan.

c) Pada kelompok kontrol, instruktur memperkenalkan diri dan memberikan instruksi pada subjek jalannya permainan dengan instruksi sebagai berikut:

“Diatas meja depan saya sudah terdapat permainan pin board, dan permainan dimulai saya akan menghitung menggunakan stopwatch dari handphone yang saya bawa. tugas saudara adalah ketika hitungan dimulai, saudara memasukkan pin (sambil melakukan percobaan sebagai contoh kepada subjek) ke dalam lubang secara vertikal dari atas ke bawah dari lubang di ujung kiri . Setelah hitungan selesai saya akan mengetuk meja dan saudara memasukkan pin ke dalam lubang garis sampingnya. Permainan selesai setelah hitungan terakhir pada garis terakhir.”

“Saudara akan melakukannya satu persatu sebanyak dua kali, yang pertama adalah pretest yaitu setelah ini dan yang kedua adapah postest yaitu setelah kelompok kedua sudah menyelesaikan pretest.”

“apakah saudara sudah paham dengan instruksi yang saya berikan atau masih ada pertanyaan?”

“jika tidak, kita akan mulai dari subjek yang bersedia bermain pertama.” (salah satu subjek berjalan ke tempat pengukuran) d) Pada kelompok eksperimen, instruktur memperkenalkan diri

(12)

“Diatas meja depan saya sudah terdapat permainan pin board, dan permainan dimulai saya akan menghitung menggunakan stopwatch dari handphone yang saya bawa. tugas saudara adalah ketika hitungan dimulai, saudara memasukkan pin (sambil melakukan percobaan sebagai contoh kepada subjek) ke dalam lubang secara vertikal dari atas ke bawah dari lubang di ujung kiri . Setelah hitungan selesai saya akan mengetuk meja dan saudara memasukkan pin ke dalam lubang garis sampingnya. Permainan selesai setelah hitungan terakhir pada garis terakhir.”

“Saudara akan melakukannya satu persatu sebanyak dua kali, yang pertama adalah pretest yaitu setelah ini dan yang kedua adapah postest yaitu setelah kelompok kepertama sudah menyelesaikan prosttest.”

“apakah saudara sudah paham dengan instruksi yang saya berikan atau masih ada pertanyaan?”

“jika tidak, kita akan mulai dari subjek yang bersedia bermain pertama.” (salah satu subjek berjalan ke tempat pengukuran)

3. Pelaksanaan Pengetesan

1) Tetapkan jumlah alat (Pin Board, Handphone dengan aplikasi stopwatch, dan alat pencatat hasil pengukuran) dan perlakuan sesuai dengan tujuan pemeriksaan (stiker berlubang warna merah). 2) Berikan instruksi umum dan mulailah pemeriksaan sesuai dengan

tujuan pemeriksaan.

3) Pada kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan, berikan perlakuan pada kelompok pada kelompok eksperimen dan sesuaikan dengan tujuan pemeriksaan.

(13)

J. Pencatatan Data

Data yang diambil dapat dicatat pada tabel lembar pencatatan data sebagai berikut:

Pair 1 pre_eks & post_eks 5 .824 .086

(14)

2. Kelompok Kontrol

Tabel 3

Paired Samples Correlations

N Correlation Sig.

Pair 1 pre_kontrol & post_kontrol 5 .988 .002

Tabel 4

L. Hasil Penelitian

a. Kelompok Eksperimen

Pada tabel paired sample statistics (tabel 1)menunjukkan bahwa skor yang diperoleh subjek kelompok eksperimen mengalami penuruan dari 69.20 menjadi 63.80. Sedangkan pada tabel paired sample correlations (tabel 2) menunjukkan korelasi tingkat konsentrasi subjek sebelum dan sesudah tes sebesar 0.824. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi subjek sebelum dan sesudah tes.

(15)

berarti ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen saat pre-test dan post-pre-test dalam permainan pin board.

b. Kelompok Kontrol

Pada tabel paired sample statistics (tabel 4) menunjukkan bahwa skor yang diperoleh kelompok kontrol sebelum dan sesudah tes mengalami penurunan dari 62.00 menjadi 60.20. Sedangkan pada tabel paired sample correlations (tabel 5) menunjukkan korelasi tingkat konsentrasi subjek sebelum dan sesudah tes sebesar0.988. Hal ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat konsentrasi subjek sebelum dan sesudah tes.

Kemudian pada tabel paired samples test kelompok kontrol (tabel 6) diperoleh nilai p = 0.353. Hal ini menunjukkan bahwa p > 0.05 yang berarti tidak ada perbedaan antara kelompok kontrol saat pre-test dan post-test dalam permainan pin board.

B. Pembahasan

Pada penelitian eksperimen yang telah dilakukan, menunjukkan adanya pengaruh antara warna terhadap konsentrasi dalam permainan pin board yang dapat dilihat dari nilai p < 0.05 pada kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang menerima perlakuan berupa warna merah pada permainan pin board.

Sedangkan pada kelompok kontrol, kelompok yang tidak menerima perlakuan memperoleh nilai p > 0.05. Ketika subjek tidak menerima perlakuan, maka diharapkan tidak ada perbedaan pada pre-testdan post-test. Hasil perolehan nilai p pada kelompok kontrol menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada pre-test dan post-test.

(16)

extraneous variable seperti kelelahan dan alat permainan yang terganggu oleh desain stiker, dimana lubang stiker tidak tersusun sesuai dengan lubang kotak permainan pin board sehingga subjek kesulitan saat memasukkan pin ke dalam lubang.

C. Kesimpulan Dan Saran a. Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari penelitian eksperimen yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh warna terhadap konsentrasi seseorang.

b. Saran

1. Saran untuk peneliti

Diharapkan peneliti untuk lebih aktif dan disiplin di dalam proses pembuatan laporan dan penelitian. Sehingga kedepannya peneliti dapat menyelesaikan penelitian dengan baik, tidak tergesa-gesa, dan tepat waktu.

2. Saran untuk subjek

(17)

Lampiran Penelitian

1. Kelompok Kontrol

2. Kelompok Eksperimen

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 pre_kontrol 62.00 5 11.336 5.070

Gambar

Tabel 3 Paired Samples Correlations

Referensi

Dokumen terkait

Sugiyono (2010 hlm.6) Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan,

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental-post test only control group design yang dilakukan di Badan Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan , (Bandung: Alfabeta, 2010), hal 38.. yang diukur dengan tes sebagai alat ukurnya. Pada akhir proses belajar mengajar, hasil yang

penentuan dalam penggunaan True Experimental Design dalam penelitian ini karena penelitian ini ingin mengetahui satu variabel yaitu nilai karakter dari dua

Hasil yang relatif sama juga dikemukakan oleh Murtiningrum &amp; Silamba (2010), bahwa semakin meningkat konsentrasi tepung beras ketan, maka warna dodol buah merah

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu yang menurut (Sugiyono, 2012) dikatakan metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan

Menurut Sugiyono (Hidayah, 2019) tek- nik pengumpulan data menggunakan teknik probability sampling metode yang digunakan agar dapat mengukur adakah pengaruh brand

Data primer Data primer merupakan data langsung yang diperoleh dari responden penelitian dengan menggunakan alat pengukuran berupa kuesioner.. Kuesioner merupakan metode pengumpulan