PANCASILA
Pancasila sebagai Sistem Etika
OLEH :
EGI(
TOMI(
HAYATI NUPUS(1403123632)
HARI(
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS RIAU
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pancasila adalah ideologi yang dianut oleh negara kesatuan republik Indonesia. Dan salah satu fungsinya adalah sebagai sistem etika dimana etika itu sendiri merupakan gabungan dari tiga unsur, yaitu nilai, norma, dan moral. Ketiga unsur tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Pada hakikatnya, pancasila bukan merupakan suatu pedoman yang langsung bersifat normatif ataupun praksis melainkan merupakan suatu sistem nilai-nilai etika yang merupakan sumber norma.
Namun, pada kenyataannya sekarang sudah berubah. Tingkah laku masyarakat Indonesia dalam prakteknya sekarang tidak lagi mewujudkan bagaimana bentuk pancasila dan tidak lagi memperlihatkan nilai etika yang baik itu sendiri. Akhir – akhir ini nilai pancasila sudah memudar, maksudnya hanya sedikit bangsa Indonesia yang menggunakan nilai pacasila bagi kehidupannya. Jangankan untuk menggunakan nilai pancasila, masih banyak bangsa Indonesia lupa atau tertukar dengan sila – sila pancasila. Hal ini dikarenakan kurangnya kita menyebutkan sila – sila pancasia. Dulu sewaktu kita duduk di bangku sekolah, setiap senin kita pasti selalu menjalankan upacara bendera, kita serentak hormat kepada bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia raya dan lagu wajib, bahkan kita serentak menyebutkan pancasila. Tapi sekarang? Hanya sebagian kecil yang masih menganggap Pancasila itu merupakan pedoman dan sesuatu yang sangat penting bagi pribadi bangsa Indonesia itu sendiri.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk memenuhi tugas Pancasila semester 3 yang diberikan oleh dosen.
2. Untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai Pancasila sebagai Suatu Sistem Etika.
PEMBAHASAN
Pengantar
Dalam filsafat pancasila terkandung di dalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis, mendasar, rasional, sistematis, dan komperhensif (menyeluruh) dan sistem pemikiran ini merupakan suatu nilai. Sebagai suatu nilai, pancasila memberikan dasar-dasar yang bersifat fundamental dan universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun nilai-nilai tersebut akan dijabarkan dalam kehidupan yang bersifat praksis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat, bangsa, maupun negara, maka nilai-nilai tersebut dijabarkan dalam suatu norma-norma yang jelas sehingga merupakan suat pedoman yang jelas.
Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa yunani kuno yaitu ethos yang berarti tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berfikir.
Menurut Aristoteles etika adalah ilmu yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia.
Drs. O.P. Simorangkir
→ mengatakan bahwa etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik
Drs. H. Burhanudin Salam
→ mengatakan bahwa etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia etika mempunyai tiga arti yaitu :
1. Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral, 2. Kumpulan azaz atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau pribadi seseorang, 3. Nilai yang mengenal benar dan salah yang dianut masyarkat.
Etika Sebagai Cabang Filsafat
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mengkaji segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dengan menggunakan pikiran. Bagian-bagiannya meliputi:
1. Metafisika yaitu kajian dibalik alam yang nyata, 2. Kosmologia yaitu kajian tentang alam,
3. Logika yaitu pembahasan tentang cara berfikir cepat dan tepat, 4. Etika yaitu pembahasan tentang tingkah laku manusia,
5. Tologi yaitu pembahasan tentang ketuhanan, 6. Antropologi yaitu pembahasan tentang manusia.
Etika Sebagai Cabang Filsafat dapat dipahami bahwa istilah yang digunakan untuk memberikan batasan terhadap aktivitas manusia dengan nilai ketentuan baik atau buruk. Etika dan Filsafat sama-sama membahas tentang perbuatan manusia. Filsafat sebagai pengetahuan berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya berdasarkan pikiran.
Etika filsafat merupakan suatu tindakan manusia yang bercorak khusus, yaitu didasarkan kepada pengertiannya mengenai baik dan buruk. Etika sebagai cabang filsafat sebenarnya membedakan manusia makhluk Tuhan lainnya dan menempatkannya bila telah menjadi tertib pada derajad diatas mereka. (M. Yatimin Abdullah :2006).
Fungsi dan Faktor Etika Fungsi Etika
Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan.
Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual yaitu keterampilan untuk berargumentasi secara rasional dan kritis.
Orientasi etis ini diperlukan dalam mengambil sikap yang wajar dalam suasana pluralisme.
Faktor yang mempengaruhi Pelanggaran Etika
-Kebutuhan Individu
-Tidak Ada Pedoman Perilaku dan Kebiasaan Individu Yang Terakumulasi dan Tak Dikoreksi
-Lingkungan Yang Tidak Etis -Perilaku Dari Komunitas
Unsur-Unsur Etika
1. Nilai material 2. Nilai Vital 3. Nilai kerohanian
4. Kebenaran, keindahan, moral dan religi.
5. Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk yg menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia.
Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk yg menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia.
Norma adalah kesadaran dan sikap luhur yg dikehendaki oleh tata nilai utk dipatuhi. Jenis-Jenis Etika
Etika Umum
Etika Umum membahas prinsip-prinsip umum yang berlaku bagi setiap tintakan manusia.
Etika Khusus
Membahas prinsip-prinsip tersebut diatas dalam hubungannya dengan berbagai aspek kehidupan manusia, baik sebagai individu (etika individual) maupun makhluk sosial (etika sosial).
1. Etika Individual : membahsa kewajiban manusia terhadap dirinya sendiri dan dengan kepercayaan agama yang dianutnya serta panggilan nuraninya, kewajibannya dan tanggung jawabnya terhadap Tuhannya.
2. Etika Sosial meliputi cabang-cabang etika yang lebih khusus lagi seperti etika keluarga, etika profesi, etika bisnis, etika lingkungan, etika pendidikan, etika kedokteran, etika jurnalistik, etika seksual dan etika politik.
Etika Deskriptif
Etika Deskriptif menguraikan dan menjelaskan kesadaran-kesadaran dan pengalaman moral secara deskriptif. Ini dilakukan dengan bertitik pangkal pada kenyataan bahwa terdapat beragam fenomena moral yang dapat digambarkan dan diuraikan secara ilmiah.
Etika Normatif
Aliran-Aliran Etika
ETIKA DEONTOLOGI
Etika deontologi memandang bahwa tindakan dinilai baik atau buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban. Etika deontologi tidak
mempersoalkan akibat dari tindakan tersebut, baik atau buruk. Kebaikan adalah ketika seseorang melaksanakan apa yang sudah menjadi kewajibannya.
• Tokoh yang mengemukakan teori ini adalah Immanuel Kant (1734-1804)
• Etika deontologi menekankan bahwa kebijakan/tindakan harus didasari oleh motivasi dan kemauan baik dari dalam diri, tanpa mengharapkan pamrih apapun dari tindakan yang dilakukan (Kuswanjono,2008: 7)
• Ukuran kebaikan dalam etika deontologi adalah kewajiban, kemauan baik, kerja keras dan otonomi bebas .
Etika Teleologi
• Pandangan etika teleologi berkebalikan dengan etika deontologi, yaitu bahwa baik buruk suatu tindakan dilihat berdasarkan tujuan atau akibat dari perbuatan itu.
• etika teleologi bersifat situasional yaitu memilih mana yang membawa akibat baik meskipun harus melanggar kewajiban, nilai norma yang lain.
• Persoalan yang kemudian muncul adalah akibat yang baik itu, baik menurut siapa? Apakah baik menurut pelaku atau menurut orang lain? Atas pertanyaan ini, etika teleologi dapat digolongkan menjadi dua:
1. Egoisme etis memandang bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang berakibat baik untuk pelakunya.
2. Utilitarianisme menilai bahwa baik buruknya suatu perbuatan tergantung bagaimana akibatnya terhadap banyak orang.
Etika Keutamaan
• Etika ini tidak mempersoalkan akibat suatu tindakan, tidak juga mendasarkan pada penilaian moral pada kewajiban terhadap hukum moral universal, tetapi pada pengembangan karakter moral pada diri setiap orang.
• Orang tidak hanya melakukan tindakan yang baik,melainkan menjadi orang yang baik.
ETIKA PANCASILA
Etika Pancasila adalah etika yang mendasarkan penilaian baik dan buruk pada nilai-nilai Pancasila, yaitu nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai-nilai ideal yang sudah ada dalam cita-cita bangsa Indonesia yang harus diwujudkan dalam realitas kehidupan. Nilai-nilai tersebut dalam istilah Notonagoro merupakan nilai yang bersifat abstrak umum dan universal, yaitu nilai yang melingkupi realitas kemanusiaan di manapun, kapanpun dan
merupakan dasar bagi setiap tindakan dan munculnya nilai-nilai yang lain.
Implementasi Sila Pancasila
• IMPLEMENTASI SILA KE-1
1. Beriman, dan bertakwa yaitu secara sadar patuh melaksanakan perintah Tuhan. Setiap umat harus mempelajari agama dan mengamalkannya
2. Walaupun berbeda agama, rakyat Indonesia harus dapat bekerjasama dalam bidang sosial, perekonomian, dan keamanan lingkungan
3. Setiap pemeluk agama tidak boleh menghalangi ibadah agama lain Mengembangkan toleransi agama sejak dini
4. Tidak menyebarkan agama kepada manusia yang sudah ber-Tuhan
• IMPLEMENTASI SILA KE-2
1. Sesama manusia tidak boleh saling melecehkan
2. Sesama manusia punya rasa memiliki (mau berkorban)
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain
5. Mengakui adanya masyarakat majemuk; melakukan musyawarah dan kompromi; mempertimbangkan moral; berbuat jujur; tidak curang
6. Gemar kegiatan kemanusiaan: donor darah, menyantuni anak yatim dll
7. Mentaati hukum dan tidak diskriminatif
• IMPLEMENTASI SILA KE-3
1. Menempatkan kepentingan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan
2. Berkorban demi negara: bekerja keras, taat membayar pajak, tidak KKN
3. Cinta tanah air: meningkatkan prestasi di segala bidang
4. Bangga sebagai bangsa Indonesia: percaya diri sebagai Orang Indonesia.
IMPLEMENTASI SILA KE-4
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain
3. Mengutamakan musyawarah dengan menggunakan akal sehat
4. Menerima hasil musyawarah apapun hasilnya dan melaksanakan dengan tanggungjawab
5. Mempunyai itikad baik dalam melakukan sesuatu
• IMPLEMENTASI SILA KE-5
1. Mengembangkan perbuatan luhur: saling membantu dan gotong royong 2. Berbuat adil: tidak pilih kasih
3. Menghormati orang lain: tidak menghalangi orang lain hidup lebih baik 4. Suka memberi pertolongan: tidak egois dan individualistis
5. Bekerja keras: tidak pasrah kepada takdir Tuhan