• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH SISTEM REPRODUKSI PADA IBU HAMIL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH SISTEM REPRODUKSI PADA IBU HAMIL"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

SISTEM REPRODUKSI PADA IBU HAMIL

DISUSUN OLEH : BINA ARNIDAYANTI

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG

JURUSAN KEBIDANAN

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas

Makalah System Reproduksi Pada Ibu Hamil.

Kami meyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan makalah ini.

Demikian yang dapat kami sampaikan, kurang dan lebihnya kami mohon maaf. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Banadar Lampung, September

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL...i KATA PENGANTAR...ii DAFTAR ISI...iii BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...1 1.3 Tujuan...1 BAB II PEMBAHASAN

2.1 Trimester 1...2 2.2 Trimester II...4 2.3 Trimester III...7 BAB III PENUTUP

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perubahan anatomi dan adaptasi pada perempuan hamil sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan respon terhadap janin. Satu hal yang menabjubkan adalah bahwa hampir semua hampir semua perubahan ini akan kembali seperti keaadaan sebelum hamil setelah proses persalinan dan menyusui selesai.

Perubahan tentang perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi selama kehamilan merupakan salah satu tujuan utama dari ilmu kebidanan. Hampir tidak mengerti proses penyakit yang terjadi selama kehamilan dan masa nifas tanpa disertai pemahaman mengenai perubahan anatomi dan fisiologi ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester pertama (sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin dan imunitas)

2. Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester kedua (sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin dan imunitas)

3. Apa saja perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada trimester ketiga (sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin dan imunitas)

1.3 Tujuan

1. Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester pertama (sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin dan imunitas) 2. Mengetahui perubahan anatomi dan adapatasi fisiologi pada trimester

kedua (sistem reproduksi, payudara, sistem endokrin dan imunitas)

(5)

BAB II sementara produksi meosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan ikat dan elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan meningkatkan kekuatan dinding uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan bertambahanya usia kehamilan akan menipis pada akhir kehamilan ketebalanya hanya sekitar 1,5 cm bahkan kurang.

Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh hormon esterogen dan sedikit oleh progesteron.akan tetapi, setelah kehamilan 12 minggu lebih penambahan ukuran uterus didominasi oleh desakan dari hasil konsepsi.pada awal kehamilan tuba fallopi,ovarium,dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus,sementara pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus.posisi plasenta juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus,dimana bagian uterus yang mengelilingi implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata. Fenomena ini dikenal dengan tanda piscaseck.

Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokat.seiring dengan perkembangan kehamilannya,daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu.

Isthmus uteri pada minggu pertama mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan isthmus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda Hegar.

(6)

menyentuh dinding abdominal mendorong usus kesamping, dan keatas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati. Sejak trimester I kehamillan uterus akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak disertai nyeri.

b. Serviks

Serviks menjadi lunak(soft) yang disebut dengan tanda Goodell, banyak jaringan ikat yang mengandung kolagen,kelenjar servikal membesar dan mengeluarkan banyak cairan mukus karna pertambahan dan pelebaran pembuluh darah, warnanya menjadi livid yang disebut tanda Chadwick.

c. Ovarium

Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda.hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan. Dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progeteron dlam jumlah yang relatif minimal.

d. Vagina dan Vulva

Minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi sehingga vagina tampak merah dan kebiruan (tanda chatwick). pH vagina menjadi lebih asam. Dari 4 menjadi 6.5 menyebabkan rentan terhadap infeksi vagina. Mengalami deskuamasi/pelepasan elemen epitel pada sel-sel vagina akibat stimulasi estrogen membentuk rabas vagina disebut leukore (keputihan). Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan produksi mukosa vagina yang tebal, jarinagn ikat longar, hipertropi otot polos dan pemanjangan vagina.

2. Payudara

Fungsi hormone yang mempersiapkan pemberian ASI antara lain sebagai berikut.

a. Esterogen

1) Menimbulkan hipertrofi sistem saluran payudara.

(7)

3) Tekanan saraf-saraf akibat penimbunan lemak,air,dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara.

b. Progesteron

1) Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi. 2) Menambah sel asinus.

c. Somatomamotrofin

1) Memengaruhi sel asinus untuk membuat kasein,laktabumin,dan laktoglobulin.

2) Penimbunan llemak sekitar alveolus payudara.

3. Sistem Endokrin

a. Meningkatnya hormon esterogen dan progesteron b. HCG berfungsi memproduksi korpus luteum

c. HPL naik bersifat diabetogenik, sehingga kebutuhan insulin wanita hamil naik.

d. Prolaktin terus meningkat e. STH rendh ditekan HPL

4. Sistem Imun

a. Peningkatan PH vagina menyebabkan wanita hamil rentan terhadap infeksi vagina.

bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir kehamilan berbentuk bujur telur. Pada kehamilan lima bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban dan dinding rahim terasa tipis.

Posisi rahim :

(8)

2) setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesarannya dapat mencapai batas hati.

3) rahim yang hamil biasa nya mobilitas nya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri

Pada kehamilan 16 minggu,kavum uteri seluruh nya di isi oleh amion dimana desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi TFU terletak antara pertengahan simpisis pusat. Plansenta telah terbentuk seluruh nya. Pada kehamilan 20 minggu, TFU terletak 2-3 jari di bawa pusat. Pada kehamilan 24 minggu, TFU terletak setinggi pusat.

b. serviks

Serviks bertambah dan menjadi lunak (soft) yang di sebut dengan tanda Gooldell. Kelenjar endoserfikal membesar dan mengeluarkan cairan mukus. Oleh karna pertumbuhan dan pelebaran pembulu darah, warna nya menjadi lipid yang di sebut tanda Chandwick.

c. Ovarium

Saat ovulasi terhenti masih terdapat korpus luteum graviditas sampai terbentuk nya plasenta yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesteron ( kira-kira pada kehamilan 16 minggu dan korpus luteum graviditas berdiameter kurang lebih 3 cm)

d. Vagina dan vulva

Terjadi peningkatan vaskularisasi vagina dan peningkatan sensitifitas yang menyolok,serta meningkatkan libido.

2. Payudara

Perubahan pada ibu hamil

a. Payudarah menjadi lebih besar

b. Ariola payudarah makin hitam karna hiperpigmentasi

c. Glandula montgomery makin tanpak menonjol di permukaan ariola mamae

(9)

e. pengeluaran ASI belum terjadi karna prolaktin ini di tekan oleh PIH ( prolactine inhibiting hormone)

3. Sistem Endokrin

Pada kehamilan plasenta membentuk sejumlah besar gonadotropin korion manusia , progesteron , somamotropin korion manusia . pada bumil ovum tidak terbentuk tetapi estrogen & progesteron yang terbentuk . sekresi hormon dapat diukur dalam darah , menjelang 16 – 20 mgg setelah ovulasi akan terjadi peningkatan sampai kadar relatif rendah .

• Sekresi hipofisis , kelenjar hipofisis anterior membesar sedikir nya 50% selama kehamilan & meningkat kortikotropin tirotropin, & prolaktin. • Sekresi kortikosteroid , menigkat selama kehamilan untuk membeantu

mobilisasi asam amino dari jaringan ibu sehingga dapat dipakai untuk sintesis jaringan janin

• Sekresi kelenjar tiroid , membesar sekitar 50% dan meningkat produksi tiroksin yang sesuai dengan Pembesaran tersebut .

• Sekresi kelejar paratiroid , membesar selama kehamilan  terjadi bila ibu mengelamai defisiensi Ca / kalsium dalam makanan nya . karna janin akan mengunakan Ca ibu untuk pembentukan tulangnya sendiri .

• Sekresi relaksin oleh ovarium . agak diragukan fungsi nya karna mempunyai efek perlunakan servik ibu hamil pada saat persalinan dan penghambatan mortilitas uterus .

4. Sistem Imun

Janin sebenar nya merupakan benda asing bagi ibu nya karna hasil pertemuan dua gamet yang berlainan. Namun ternyata janin dapat diterima oleh sistem imunitas tubuh , hal ini merupakan keajaiban alam dan belum ada gambaran jelas tentang mekanisme sebenar nya yang Berlangsung pada tubuh bumil.

(10)

2.3 Trimester III

1. Sistem Reproduksi a. Uterus

Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram-1000 gram pada akhir kehamilan empat puluh minggu.pada kehamilan 28 minggu, TFU terletak 2-3 jari diatas pusat,pada kehamilan 36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Px. Dan pada kehamilan 40 minggu,TFU berada tiga jari dibawah px. Pada trimester III , istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik. Dinding uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR.

b. serviks

Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena hormon estrogen. Akibat kadar estrogen yang meningkat dan dengan adanya hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak mengandung jaringan ikat yang terdiri atas kolagen. Karena servik terdiri atas jaringan ikat dan hanya sedikit mengandung jaringan otot, maka serviks tidak mempunyai fungsi sebagai spinkter, sehingga pada saat partus serviks akan membuka saja mengikuti tarikan-tarikan corpus uteri keatas dan tekanan bagian bawah janin kebawah . Sesudah partus, serviks akan tampak berlipat-lipat dan tidak menutup seperti spinkter.

Perubahan-perubahan pada serviks perlu diketahui sedini mungkin pada kehamilan, akan tetapi yang memeriksa hendaknya berhati-hati dan tidak dibenarkan melakukannya dengan kasar, sehingga dapat mengganggu kehamilan.

(11)

keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik, karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan.

c. Ovarium

Ovulasi terhenti, fungsi pengeluaran hormon estrogen dan progesteron di ambil alih oleh plasenta.

d. Vagina dan Vulva

Vagina dan vulva mengalami perubahan karena pengaruh esterogen.akibat dari hipervaskularisi,vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina atau portio serviks di sebut tanda chadwick.

2. Payudara

a. Payudara menjadi besar dan meregang dan bertambah berat b. Hyperpigmentasi terjadi pada areola

c. Pertambahan besar pada payudara dipengaruhi oleh hormon progesteron dan estrogen.

3. Sistem Endokrin

Hormon Somatomamotropin, esterogen, dan progesteron merangsang mammae semakin membesar dan meregang, untuk persiapan laktasi.

4. Sistem Imun

(12)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

pada setiap trimester terjadi perubahan-perubahan pada sistem reproduksi,sistem endokrin, sistem imunitas,payudara, sistem perkemihan, dll. Perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan akan kembali seperti ke keadaan sebelum hamil,setelah proses persalinan dan menyusui selesai.

3.2 Saran

1. Kami berharap agar teman-teman dapat mengerti materi yang telah kami sampaikan.

2. Seorang bidan sebaiknya menguasai perubahan-perubahan dan adaptasi pada setiap ibu hamil.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Dewi,Vivian Nani Lia, Tri Sunarsih. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta : Salemba Medika.

Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo.

Maryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Jakarta : Trans Info Media

Mochtar, Rustam. 1998. Sinopsis Obstetri. Jakarta: EGC Tiran, Denise. 2005. Kamus Saku Bidan. Jakarta : EGC

Referensi

Dokumen terkait

Hormon kehamilan atau yang lebih akrab disebut HCG ini adalah salah satu penyebab morning sickness. Pelepasan hormon ke aliran darah dapat memicu rasa mual. 3) Makanan..

Kehamilan lebih bulan (serotinus). Kehamilan yang melewati waktu 42 minggu belum terjadi persalinan. 3) Kehamilan risiko tinggi adalah suatu keadaan dimana kondisi ibu hamil yang

Abortus Imminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya

Pre-eklampsia dan eklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang  berkelanjutan dengan penyebab yang sama. Oleh karena itu, pencegahan atau diagnosis dini dapat mengurangi

Abortus insipiens adalah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi

Pencegahan lain yang dapat menghindari terjadinya anemia pada masa kehamilan dapat dilakukan oleh ibu hamil dengan meningkatkan asupan zat besi melalui makanan, konsumsi pangan hewani

Risiko karies gigi selama kehamilan meningkat disebabkan oleh perubahan hormonal, perubahan keadaan rongga mulut, dan kebersihan mulut yang kurang.4,5 Perubahan hormon estrogen dan

Penyebab lain Berdasarkan Varney 2007 & Nugroho 2010, penyebab lain yang mungkin adalah: 1 Kehamilan: terjadi bercak darah saat proses nidasi, abortus, kehamilan diluar kandungan 2