• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERMASALAHAN WILAYAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS PERMASALAHAN WILAYAH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

21

ANALISIS PERMASALAHAN WILAYAH

Deskripsi Singkat Topik :

Pokok Bahasan : MASALAH DAN POTENSI WILAYAH

Waktu : 3 (tiga) kali tatap muka pelatihan selama 200 menit. Tujuan : Untuk menanamkan pemahaman praja mengenai

Analisis Permasalahan Wilayah.

Metode : Praktek (mempraktekkan, diskusi, dan tugas terstruktur)

3.1. PENGERTIAN MASALAH

K

ata masalah mungkin sudah sangat familiar bagi kita. Boleh dikatakan semua orang yang hidup di dunia ini pernah menghadapi masalah atau mendapat masalah walaupun tidak menginginkannya, bahkan pernah atau sering memecahkan masalah. Namun, jika ditanyakan apa itu masalah ? Mungkin sebagian besar dari kita tidak serta merta mampu memberikan jawaban jitu atas pertanyaan tersebut.

Analisis masalah adalah menyangkut upaya pemahaman dan pengkajian sesuatu yang harus diuraikan serta dipecahkan atau diselesaikan baik secara kualitatif maupun kuantitatif (Suradinata, E., 1995:1).

Dalam pengertian yang sederhana, masalah adalah sesuatu yang harus

(2)

22

diselesaikan atau dipecahkan. Ada yang menyatakan masalah sebagai kesenjangan, dimana sesuatu baru disebut masalah apabila terdapat kesenjangan antara apa yang diharapkan dengan apa yang nyata terjadi. Secara spesifik, masalah adalah kesenjangan antara kondisi yang seharusnya dengan yang nyata terjadi, dimana kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak (seperti kerugian, kehancuran dan sebagainya), sehingga mendesak dan perlu pemecahan segera.

Jika ada ketidaksesuaian kondisi yang ada dibandingkan dengan kondisi yang semestinya (diinginkan), maka dapat diduga adanya suatu masalah. Dugaan ini harus dikaji lebih lanjut dengan melakukan :

(a) identifikasi masalah, (b) menganalisis masalah, dan (c) memastikan adanya masalah.

Seringkali para pengambil keputusan menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit diketemukan, atau bahkan seringkali hanya mengidentifikasi gejala-gejala masalah dan bukan penyebab yang mendasar. Oleh karena itu, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi masalah. Handoko, H. (1999:134-138) mengemukakan bahwa dalam mengidentifikasi masalah dapat dilakukan :

a. Melakukan pengujian hubungan sebab-akibat.

b. Mencari penyimpangan-penyimpangan atau perubahan-perubahan dari standar normalnya.

Soerjono dan Mansyuri (2001:18) mengemukakan ada 3 (tiga) urutan di dalam analisis masalah, yaitu :

(3)

23 informasi yang spesifik;

(2) Mengembangkan sebab-sebab yang mungkin dari persoalan masalah tersebut dengan menggunakan pengalaman atau menganalisis deskripsi persoalan masalah;

(3) Menemukan sebab yang sesungguhnya dengan menguji sebab-sebab yang mungkin, untuk melihat mana penyebab yang paling kuat kaitannya dengan masalah yang kita amati, dan mengambil langkah-langkah untuk membuktikan informasi yang kritis.

Setelah memastikan adanya masalah, maka masalah tersebut harus didalami atau dianalisis secara lebih mendalam, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Merumuskan Masalah

Tindakan merumuskan masalah secara benar adalah sangat penting, untuk menghindari terjadinya pengertian dan akses-akses lain atau praduga-praduga yang mungkin saja dapat mengaburkan masalah yang sesungguhnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menganalisis masalah, yaitu :

 Masalah yang akan ditangani harus jelas siapa atau pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut;

 Apa penyebab masalah tersebut;

 Masalah masih dalam jangkauan atau masih sesuai dengan tugas kita (Kepala Desa, Pemimpin lainnya di Desa atau Decision Maker).

(4)

24

b. Membuat Spesifikasi Penyimpangan

Secara umum, masalah dapat digambarkan pada skema sebagai berikut : yang diinginkan/harapan

yang terjadi

Gambar 1 : Skema Masalah

Pada tahap spesifikasi penyimpangan ini kita akan melihat apa atau siapa pihak-pihak yang mempunyai masalah, apa masalah yang dihadapi, kapan dan dimana masalah tersebut terjadi, seberapa besar yang terkena masalah serta bagaimana kecenderungannya dari waktu ke waktu. Untuk itu, maka perlu dilakukan pengamatan atau observasi secara seksama untuk mendapatkan fakta-fakta atau keterangan-keterangan yang pasti tentang masalah tersebut..

c. Mencari Perbedaan dan Perubahan

Mencari perbedaan adalah mengidentifikasi perbedaan yang ada antara pihak-pihak yang terkait dengan masalah tersebut dengan cara membandingkannya dengan standar pada setiap spesifikasi yang ada. Perubahan yang dimaksudkan di sini adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada pihak-pihak yang terkait dengan masalah atau perubahan-perubahan yang terjadi di sekitar yang bermasalah sejak masalah mulai dirasakan.

(5)

25 d. Membuat Daftar Kemungkinan Penyebab

Dari perbedaan dan perubahan-perubahan yang ada, maka dibuat daftar kemungkinan penyebab. Selain dari temuan-temuan yang didapat, daftar kemungkinan penyebab juga dapat dibuat berdasarkan pengalaman sebelumnya atau teori-teori dan pengetahuan yang kita miliki. Namun perlu diingat bahwa belum tentu kemungkinan-kemungkinan penyebab yang dimuat dalam daftar kemungkinan penyebab adalah merupakan penyebab yang sebenarnya. Oleh karena itu, semua kemungkinan-kemungkinan penyebab tersebut harus diuji lebih lanjut dengan fakta-fakta yang ada berdasarkan hasil pengamatan seksama yang telah dilakukan.

e. Menguji Kemungkinan Penyebab

Untuk menentukan penyebab yang paling mungkin atau penyebab yang sebenarnya, perlu dilakukan pengujian terhadap kemungkinan-kemungkinan penyebab yang telah teridentikasi dalam daftar kemungkinan penyebab. Pertanyaan yang digunakan untuk menguji kemungkinan penyebab adalah :

“Jika hal ini merupakan penyebab yang sebenarnya, apakah penyebab ini sesuai dengan fakta-fakta atau keterangan-keterangan yang ada dalam spesifikasi yang telah kita buat ?

Kesesuaian inilah yang akan menentukan apakah suatu penyebab itu merupakan penyebab yang sebenarnya atau bukan. Setiap kemungkinan penyebab yang tidak sesuai dengan fakta akan gugur sebagai penyebab yang sebenarnya.

f. Verifikasi terhadap Penyebab yang Sebenarnya

(6)

26

pernyataan, hasil perhitungan dan sebagainya. Guna untuk lebih meyakinkan terhadap fakta-fakta atau keterangan-keterangan. Ini merupakan hal yang sulit dilakukan pada masalah yang bersubjek manusia. Misalnya, adalah tidak etis untuk memberhentikan sementara seorang pimpinan dan menggantikannya dengan orang lain hanya karena yang bersangkutan diduga penyebab kerugian suatu organisasi. Langkah verifikasi akan lebih baik bila diterapkan pada subjek selain manusia.

3.2. MENGIDENTIFIKASI PERMASALAHAN WILAYAH

Secara garis besar permasalahan dalam wilayah dapat dilihat dari berbagai sisi, yaitu :

(1) Permasalahan dari sisi internal wilayah, yaitu segala macam permasalahan yang bersumber dari dalam lingkungan wilayah itu sendiri. Baik permasalahan individu, kelompok, organisasi atau sumber daya lainnya. Permasalahan yang melingkupi internal wilayah pada umumnya merupakan hambatan yang bersumber dari dalam wilayah yang dapat mempengaruhi stabilitas eksistensi wilayah tersebut.

(2) Permasalahan dari sisi eksternal wilayah, yaitu segala macam permasalahan yang bersumber dari luar lingkungan wilayah itu. Baik permasalahan individu, kelompok, organisasi dan sumber daya lainnya. Dimana permasalahan tersebut berpotensi untuk menimbulkan ancaman atau mempengaruhi stabilitas dan eksistensi wilayah tersebut .

(7)

27

permasalahan yang timbul bersumber dari keduanya internal dan eksternal secara bersama-sama. Dimana permasalahan tersebut berpotensi untuk menimbulkan gangguan dan ancaman yang dapat mempengaruhi stabilitas dan eksistensi wilayah tersebut.

Berbagai permasalahan mungkin saja dapat terjadi pada suatu wilayah. Bagi masyarakat di desa masalah pokok yang mereka hadapi adalah terkait dengan usaha untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam mempertahankan eksistensi atau keberadaan dan mengembangkan dirinya (Suradinata, E., 1995:1). Secara lebih luas, permasalahan wilayah dapat mencakup permasalahan-permasalahan terkait dengan aspek-aspek dalam ruang lingkup wilayah, seperti geografi, demografi, sumberdaya alam, dan kondisi sosial. a. Masalah-masalah yang terkait dengan kondisi fisik, antara lain :

 Iklim

Pada wilayah yang bercorak agraris, iklim merupakan faktor penting bagi masyarakat. Terjadinya penyimpangan pada unsur iklim yang bersifat erratik (penyimpangan dari keadaan normal yang tidak dapat diramalkan), seperti kekeringan yang terjadi sewaktu-waktu, curah hujan tinggi yang terjadi secara tiba-tiba dan sebagainya. Peristiwa-peristiwa tersebut dapat mengancam usaha pertanian, seperti terjadi fuso (gagal panen), kehancuran tanaman pertanian akibat kekeringan panjang atau banjir.

 Tanah

Tanah merupakan sumber daya fisik yang penting bagi masyarakat baik di desa maupun di kota. Dimana pada beberapa dekade terakhir tanah bagi

(8)

28

masyarakat desa maupun kota sudah menjadi barang langka. Di pedesaan, terutama desa-desa di pulau Jawa, Bali, dan Madura, dimana sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian di sektor pertanian. Luas lahan pertanian semakin hari semakin menyempit, sedangkan jumlah penduduk yang membutuhkan lahan semakin hari semakin bertambah banyak. Desa-desa di luar pulau Jawa kondisinya hampir sama, dimana jumlah lahan produktif yang subur semakin hari semakin berkurang karena telah beralih fungsi peruntukannya untuk sektor non pertanian atau terjadi penurunan tingkat kesuburan yang drastis menjadi lahan kritis. Sehingga ketersediaan lahan subur bagi pertanian semakin menyempit.

 Air

Suatu hal yang ironi telah terjadi dan terus berlangsung di Indonesia saat ini, yaitu penurunan ketersedian air tanah atau air bersih bagi konsumsi penduduk. Kita lihat saat ini, pada musim kemarau terjadi kekeringan, sebaliknya pada musim hujan terjadi banjir. Kemudian fenomena lain berkaitan dengan air muncul di berbagai kota dan desa di Indonesia, yaitu pencemaran air yang luar biasa dahsyat. Sungai-sungai dan danau tercemar oleh limbah rumah tangga dan industri. Tingkat pencemaran terjadi peningkatan yang dengan laju yang tinggi. Beberapa sungai dan danau airnya sudah tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat.

 Sumber Daya Manusia

Dari aspek sumber daya manusia berbagai fenomena terjadi, seperti angka kelahiran yang masih tinggi, tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi, susunan penduduk menurut umur yang tidak berimbang,

(9)

29

b. Masalah-masalah yang terkait dengan aspek sosial, antara lain :  Ideologi

Berbagai permadalahan yang terkait dengan ideologi, antara lain munculnya ideologi-ideologi diluar ideologi resmi yang telah disepakati oleh

the founding fathers Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti paham

komunisme, paham sosialisme dan sebagainya.  Politik

Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan aspek politik, seperti instabilitas politik yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi, adanya gesekan-gesekan antara pendukung partai politik yang berpeluang memunculkan konflik terbuka antar kelompok masyarakat, adanya pemaksaan kehendak dari partai politik tertentu terhadap pemerintah dan sebagainya.

 Ekonomi

Dari aspek ekonomi berbagai permasalahan yang muncul, seperti daya beli masyarakat yang cenderung menurun, angka kemiskinan yang cukup tinggi dan sebagainya.

 Sosial Budaya

Berbagai permasalahan yang terkait dengan aspek sosial budaya yang timbul, seperti tingkat pengangguran yang cukup tinggi, angka putus sekolah yang cukup tinggi, tingkat kesehatan masyarakat yang relatif rendah dan sebagainya.

(10)

30  Pertahanan dan Keamanan

Berbagai permasalahan yang terkait dengan pertahanan keamanan, seperti hilangnya rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat, gangguan dari gerakan-gerakan separatisme yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagainya.

 Agama

Berbagai permasalahan terkait dengan agama, seperti perselisihan antar umat beragama yang menghembuskan isu sara yang berpotensi memunculkan konflik antar agama, adanya bermunculan aliran-aliran baru dalam agama yang cenderung ke arah aliran sesat dan sebagainya.

3.3. LATIHAN

1. Peserta pelatihan melakukan diskusi kelompok tentang analisis permasalahan wilayah di desa.

2. Peserta pelatihan secara individual ditugaskan untuk membuat kritik paper tentang permasalahan-permasalahan wilayah di desa

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu hal lain yang ingin dicapai adalah tersedianya pemetaan pegawai terutama yang terkait dengan kompetensi pegawai yang dapat dimonitor dan diupdate setiap saat oleh

Rata-rata persentase rempela ayam broiler umur 5 minggu dengan level pemberian tepung temulawak yang berbeda berkisar antara 1,26±0,05%- 1,46±0,25% dari bobot potong,

diantaranya satu orang wakil kepala sekolah urusan kurikulum, tiga orang guru PAI dan enam orang siswa. Untuk memahami masalah tersebut digunakan teori Lickona yang

Hasil penelitian ini adalah : pertama, faktor yang menyebabkan terjadinya risiko pembiayaan di BMT Marhamah Cabang Garung Wonosobo disebabkan oleh dua faktor yaitu

Direktorat Program Diploma IPB 2010. pada MK

Menurut Mulcahy (2010) gudang adalah suatu fungsi penyimpanan berbagai macam jenis produk yang memiliki unit penyimpanan dalam jumlah besar maupun yang kecil dalam jangka waktu

mendayagunakan zakat secara produktif sebagai pemberian modal usaha yang tujuannya adalah supaya zakat tersebut dapat berkembang. Zakat didayagunakan dalam rangka

mudah dan tidak rumit menjadikan proses ini banyak dipakai. Namun, nikel karbonil yang dihasilkan membuat proses ini diganti dengan proses oksidasi propilena.. proses ini sangat