• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Deskriptif : Nilai Anak Pada Ibu yang Memiliki Anak Tunarungu - Ubaya Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi Deskriptif : Nilai Anak Pada Ibu yang Memiliki Anak Tunarungu - Ubaya Repository"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

xiv

Gloria Prasetya Kusumawardani. Studi Deskriptif Nilai Anak Pada Ibu Yang Memiliki Anak Tunarungu. Skripsi. Sarjana Strata 1. Surabaya : Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Laboratorium Psikologi Perkembangan (2015).

Intisari

Nilai anak dapat diartikan sebagai cara pandang orangtua terhadap anak sesuai dengan kebutuhan orangtua. Ada 3 tipe nilai anak yaitu, psikologis, ekonomis dan sosial yang ketiga tipe nya memiliki arti dan pandangan yang berbeda untuk anaknya. Tunarungu adalah suatu keterbatasan fisik dalam gangguan pendengaran, dengan konteks kurang mampu mendengar atau tidak bisa mendengar sama sekali. Anak yang tunarungu memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak yang normal, oleh karena itu anak tunarungu membutuhkan dukungan dan penanganan yang khusus. Hal ini yang membuat peneliti ingin melihat tipe nilai anak yang dimiliki oleh ibu yang memiliki anak tunarungu serta memberikan informasi kepada ibu terkait dengan ketiga nilai anak.

Subyek dalam penelitian ini adalah ibu dewasa awal hingga dewasa madya yang memiliki anak tunarungu dengan usia sekolah SD dan SMA yang bersekolah di SLB Tunarungu Karya Mulia. Penelitian ini bersifat studi deskriptif kuantitatif. Pada penelitian ini variabel penelitian yang digunakan adalah nilai anak pada ibu yang memiliki anak tunarungu. Teknik pengambilan subyek dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket yang terdiri atas 2 macam angket, yaitu angket terbuka dan angket tertutup

Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu dari 49 subyek didapatkan hasil 22 subyek (44.9%) memiliki tipe nilai anak gabungan antara psikologis-ekonomi-sosial. Sedangkan hasil kategori nilai anak yang diperoleh berdasarkan tingkat pendidikan anak, dari 31 subyek yang memiliki anak di tingkat SD didapatkan hasil yaitu 13 subyek (41.9%) memiliki tipe anak gabungan antara antara psikologis-ekonomis-sosial dan dari 18 subyek yang memiliki anak tingkat SMA didapatkan hasil yaitu 9 ibu (50.0%) memiliki tipe anak gabungan antara antara psikologis-ekonomis-sosial.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan ibu dengan anak tunagrahita di SLB – C “X” Bandung yang memiliki derajat self – kindness yang rendah bersikap menilai, menghakimi, dan mengkritik diri

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis pada ibu yang memiliki anak tunagrahita berada pada kategori rendah sebesar 48.8 % yang artinya ibu yang memiliki

Bagi para ibu anak tunarungu di SLB-B “X” agar meningkatkan resiliensi mereka dengan mencari alternatif metode cara mendidik anak tunarungu untuk dapat meningkatkan

mengalami gangguan perkembangan autism. Mereka kebingungan menghadapi anak mereka jika sedang tantrum, karena tidak dapat memahami apa yang diinginkan anak saat itu. Mereka juga

Kegiatan “SP” diantaranya menjadi tenaga pengajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kelurahan tempat tinggal subyek. Kegiatan tersebut diadakan setiap tiga kali dalam seminggu

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil tingkat dukungan sosial pada ibu dari anak autis di SLB autis laboratorium UM berada pada kategori sedang yaitu 23 dari

Subyek penelitian memiliki intensi berwirausaha pada level sedang, karena pada kategori jenjang diperoleh data11,7% subyek yang berada dalam kategori rendah,

Berdasarkan tingkat penerimaan diri ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus menunjukkan hasil yang bervariasi, dari kategori tinggi, sedang, dan rendah pada