33 A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus (Case study), artinya peneliti melakukan pengamatan terhadap obyek penelitian yang
dipilih, kemudian dianalisis dan disimpulkan. Indriantoro dan Supomo (2002) menyatakan bahwa penilitian Studi Kasus dan Lapangan merupakan penelitian dengan karakteristik masalah berkaitan dengan latar belakang dan kondisi saat ini dari subyek yang diteliti. Penelitian ini hanya diterapkan pada Petani Padi di Desa Campur Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.
B. Jenis dan Sumber Data.
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.
1. Data primer adalah data yang dikumpulkan dari sumber data pertama (Soekartawi, 2003). Data primer diperoleh dari para petani padi di Desa Camour Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk.
2. Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari sumber ke-2 (Soekartawi, 2003). Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka yaitu dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan, serta dari penelitian-penelitian sebelumnya. Data sekunder juga diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Jawa Timur, BPS Kabupaten Nganjuk, Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Nganjuk.
C. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah:
1. Metode wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab antara pewawancara dengan responden dengan menggunakan alat atau panduan wawancara.
2. Metode dokumentasi dilakukan dengan metode studi pustaka yaitu dengan mengadakan survei data yang telah ada dan menggali teori-teori yang telah berkembang dalam bidan ilmu yang berkepentingan, mencari metode-metode serta teknik penelitian baik dalam mengumpulkan data atau dalam menganalisa data yang telah pernah dilakukan oleh peneliti- peneliti.
3. Metode Observasi Tehnik Observasi, yaitu dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara langsung kepada objek penelitian, dalam hal ini adalah kepada keluarga petani di Desa Campur
4. Metode Kuesioner dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang telah disusun kepada responden untuk diisi atau dijawab guna mendapatkan data dan keterangan yang menunjang penelitian ini.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi atau universe adalah jumlah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga. Sementara, sampel adalah unit yang akan diteliti atau dianalisa (Singarimbun, 1995). Dalam penelitian ini
populasinya adalah seluruh petani yang menanam Padi baik di lahan miliknya sendiri maupun lahan hasil menyewa dari pemilik lahan di Desa Campur Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 225 orang.
2. Sampel.
Menurut Widayat (2004) Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Jumlah petani di Desa Campur Kecamatan Gondang kabupaten Nganjuk tersebut sebanyak 225 orang.
Ukuran sampel yang diambil harus dihitung terlebih dahulu agar sampel yang diambil dapat mewakili populasi salah satu rumus yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel minimal jika diketahui ukuran populasi adalah rumus Slovin (Umar 2003), dengan rumus sebagai berikut:
1 )²
(
N d n N
Keterangan : n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi
d = kesalahan pengambilan sampel ditetapkan sebesar 10%
Hasil Perhitungan :
n = n dn2 1
n = 22510% 1 225
2
n = 3.25 225
n = 69
Pengambilan sampel ditentukan secara acak (random sampling) dengan metode snow ball sampling. Mula-mula dipilih satu orang petani untuk dijadikan responden setiap desanya, kemudian atas rekomendasi dari petani tersebut kita dapat menentukan responden selanjutnya. Metode tersebut juga digunakan untuk menentukan petani untuk dijadikan responden ke-3, ke-4 dan seterusnya sampai jumlah responden yang dibutuhkan tercapai. Teknik penarikan sampel bola salju ini digunakan jika peneliti tidak memiliki informasi tentang anggota populasi. Peneliti hanya memiliki satu nama anggota populasi, dan dari nama ini peneliti akan memperoleh nama-nama lain.
E. Identifikasi dan Definisi Operasional variable Variabel-variabel yang digunakan adalah :
1. Variabel bebas ( independent variable ) yaitu variabel yang mempengaruhi varabel lain, yang termasuk variable bebas adalah faktor-faktor produksi pertanian/perkebunan adalah luas lahan, jumlah tenaga kerja, pupuk dan pestisida.Variabel dependen yaitu jumlah produksi (output). Variabel penelitian dan Definisi operasional dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Luas lahan (X1) adalah total luas lahan yang digunakan petani untuk menanam dalam satuan Ha per panen terakhir.
b. Sarana Produksi (X2) yang terdiri
1) Bibit adalah jumlah benih input yang digunakan pada produksi padi dalam satuan kilogram (kg).
2) Pupuk adalah jumlah pupuk organik yang digunakan oleh petani untuk mengelola tanaman padi diukur dalam kilogram per panen terakhir
3) Pestisida adalah obat yang dipakai dalam pengendalian gulma maupun hama penyakit pada tanaman padi dalam per satuan hektar diukur dalam satuan liter/panen terakhir.
c. Hari Orang Kerja (X3) adalah jumlah total hari orang kerja yang mampu melakukan pekerjaan, guna memproduksi padi untuk meningkatkan pendapatan dan memenuhi kebutuhan masyrakat diukur dalam satuan jam per panen terakhir.
2. Variabel terikat (dependent variable) yaitu variable yang dipengaruhi oleh variable lain, yang termasuk terikat adalah Jumlah produksi padi (Y) yang merupakan jumlah produksi padi yang dihasilkan oleh petani di Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk dalam satuan kilogram per panen terakhir.
F. Teknik Analisis data 1. Uji Asumsi Klasik.
a. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas (independent).
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara
variable bebas (Ghozali,2001). Metode untuk mendeteksi adanya multikolinieritas dapat dilakukan dengan melihat angka variance inflation factor (VIF),yaitu dengan melihat berapa nilai tolerance (1- R2 auxilary) dan berapa nilai VIF-nya.Jka Tolerance < 0,1 atau jka VIF>10,maka terjadi multikolinieritas ( Multikolinieritas berbahaya) b. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada priode t-1(sebelumnya). Jika terjadi korelasi,maka dinamakan ada problem autokorelasi. Untk mendeteksi adanya autokorelasi didalam penelitoan ini dilakukan dengan uj statistik Durbin-Watson dengan angka patokan sebagai berikut :
1) Angka D-W dibawah -2 berarti ada autokoreasi positif
2) Angka D-W diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokoreasi 3) Angka D-W diatas +2 berarti ada autokoreasi negatif
(Santoso,2002) c. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dai residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas (ghozali, 2001). Metode yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya Heteroskedastisitas adalah dengan menggunakan metode
Scatterplots,yaitu dengan melihat penyebaran data yang diteliti. Jika ada pola tertentu,seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu,yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka telah terjadi Heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas,serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.
2. Analisis Regresi Linier Berganda.
Teknik analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi linear berganda. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh luas lahan, bibit, jumlah pupuk, fungisida, insektisida dan jumlah tenaga kerja terhadap jumlah produksi padi di Kecamatan Gobdang Kabupaten Nganjuk yang dinyatakan dalam bentuk fungsi sebagai berikut:
Y = f (X1, X2, X3, X4)
Secara eksplisit dapat dinyatakan dalam fungsi Cobb-Douglas berikut:
Y = β0 X1β1
X2β2
X3 β3
X4β4
eμ
Untuk mengestimasi koefisien regresi, dilkaukan transformasi ke bentuk linear dengan menggunakan logaritma natural (ln) guna menghitung nilai elastisitas dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat ke dalam model sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut:
Ln Y= Ln β0 + β1Ln X1 + β2Ln X2 + β3Ln X3 + µ
Keterangan:
Y = Produksi padi (kg/panen) X1 = Luas lahan (Ha)
X2 = Sarana Produksi (kg/ltr/panen) X3 = Tenaga kerja (HOK)
β0 = Konstanta β1, β2, β3 = Koefisien regresi µ = Error term
3. Analisis Efisiensi a. Efisiensi Teknis
Efisiensi teknis adalah besaran yang menunjukkan perbandingan antara produksi sebenarnya dengan produksi maksimum. Efisiensi teknis akan tercapai bila petani mampu mengalokasikan faktor produksi sedemikian rupa sehingga hasil yang tinggi dapat dicapai (Daniel, 2002). Suatu penggunaan faktor produksi dikatakan efisien secara teknis (efisiensi teknis) kalau faktor produksi yang dipakai menghasilkan produksi yang maksimum (Soekartawi, 2003) dan dapat dijelaskan secara matematik sebagai berikut :
ET = Yi / Ŷi dimana:
ET = Tingkat efisiensi teknik
Yi = Besarnya produksi (output) ke- i
Ŷi = Besarnya produksi yang diduga pada pengamatan ke-i yang diperoleh melalui fungsi produksi frontier Cobb-Douglas.
Jika nilai efisiensi teknis sama dengan satu maka penggunaan input atau faktor produksinya sudah efisien dan jika nilai efisiensi
teknis kurang dari satu maka penggunaan input atau faktor produksinya belum efisien. Indikator nilai efisiensi teknis adalah sebagai berikut
1) Jika nilai efisiensi teknis sama dengan satu ( = 1 ), maka penggunaan faktor-faktor produksinya sudah efisien secara teknis.
2) Jika nilai efisiensi teknis kurang dari satu ( < 1 ), maka pengunaan faktor- faktor produksinya tidak efisien.
b. Efisiensi Alokatif/Efisiensi Harga
Efisiensi Alokatif (harga) menunjukkan hubungan biaya dan output. Efisiensi alokatif dapat tercapai jika dapat memaksimumkan keuntungan yaitu menyamakan produk marjinal setiap faktor produksi dengan harganya. (Soekartawi, 2003). Efisiensi harga atau sering pula disebut allocative efficiency, sebenarnya belum dapat dipakai sebagai ukuran yang kuat (rigid) dalam menggambarkan efisiensi, karena itu perlu dilihat efisiensi teknis dan efisiensi ekonomis. Secara matematis rumus efisiensi harga ini adalah (Soekartawi, 2003):
b =
X Y
p p
Dimana :
b = elastisitas produksi
Pyˆ = rata-rata produksi atau harga output rata-rata Px = harga input rata-rata
Menurut (Soekartawi, 2001) bahwa dalam kenyataan persamaan diatas tidak selalu sama dengan satu, yang sering terjadi adalah sebagai berikut :
b =
X Y
p
p = 1 artinya bahwa penggunaan faktor produksi X efisien
b =
X Y
p
p > 1 artinya bahwa penggunaan faktor produksi X belum
efisien untuk mencapai efisiensi maka input X perlu ditambah b =
X Y
p
p < 1 artinya artinya bahwa penggunaan faktor produksi X
tidak efisien, untuk menjadi efisienn maka penggunaan input X perlu dikurangi
c. Efisiensi Ekonomi
Efisiensi ekonomi merupakan hasil kali antara seluruh efisiensi dengan efisiensi harga/alokatif dari seluruh faktor input. Efisiensi ekonomi dapat dinyatakan sebagai berikut (Soekartawi, 2001):
EE = ET.EH Dimana:
EE = Efisiensi Ekonomi ET = Efisiensi Teknis EH = Efisiensi Harga
Indikator nilai efisiensi ekonomis adalah sebagai berikut : 1) EE < 1, artinya tidak efisien, maka penggunaan faktor- faktor
produksi harus dikurangi.
2) EE = 1, artinya efisien, kombinasi penggunaan faktor- faktor produksi sudah tepat.
3) EE > 1, artinya belum efisien, maka penggunaan faktor- faktor produksi harus ditambah.
G. Pengujian hipotesis a. Uji F
Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara variable bebas terhadap variable terikat secara simultan digunaka uji F, yang dirumuskan sebagai berikut ;
1-RR kn-1-k
F 2
2
Keterangan :
F = Nilai F hitung
R2 = Koefisien determinasi berganda K = Jumlah Variabel
n = Jumlah sample Statement Hipotesis
Ho : β 1, β 2, ...., β6 = 0, tidak ada pengaruh yang signifikan antara variable bebas (x) terhadap variable terikat (y) secara simultan.
Ha : β1, β 2, ....β6 ≠ 0, ada pengaruh yang signifikan antara variable bebas (x) terhadap variable terikat (y)secara simultan.
Kriteria Pengujian :
Jika F hitung > F table, maka Ho ditolak, Jika F hitung < F table, maka Ho diterima.
b. Uji T
Untuk mengukur signifikan positif maupun negatif koefisien regresi secara parsial atau satu persatu dari variabel bebas terhadap variable terikat. Rumusnya adalah :
bi hitung
t S
bi
Keterangan :
t = Koefisien t hitung bi = Koefisien regresi
Sbi = Standar deviasi variable bebas Statement Hipotesa
Ho : β 1, β 2, ....β 6 = 0, tidak ada pengaruh yang signifikan antara variable bebas (x) terhadap variable terikat (y) secara parsial.
Ha : β1, β 2, ....β6 ≠ 0, ada pengaruh yang signifikan antara variable bebas (x) terhadap variable terikat (y)secara parsial.
Kriteria Pengujian :
Jika t hitung > t table, maka Ho ditolak, Jika t hitung < t table, maka Ho diterima.