• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kuliah Hukum dan Administrasi Perencanaan Kuliah 3 / 27 April 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kuliah Hukum dan Administrasi Perencanaan Kuliah 3 / 27 April 2013"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Kuliah Hukum dan Administrasi Perencanaan

Kuliah 3 / 27 April 2013

(2)

Materi diadaptasi dari:

UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

PERMENDAGRI No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi

Pelaksanaan Rencana Pembangunan di Daerah

PERMEN LH No. 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum KLHS

PERMENDAGRI No. 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan KLHS dalam Penyusunan atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah

2

(3)

2

Telah banyak upaya pencegahan dan

penanggulangan kerusakan lingkungan, namun laju pengrusakan lingkungan hidup di tingkat global justru meningkat.

AMDAL tidak mampu mengatasi semua

permasalahan di atas.

Masalah lingkungan hidup bersifat lintas batas, lintas sektor, lintas pemangku kepentingan, maka

diperlukan kejasama antar berbagai pihak.

Maka perlu dikembangkan pendekatan baru

yang mampu mendeteksi

permasalahan pada tingkat hulu

(kebijakan, rencana,

program) - KLHS

(4)

4

Sejak

1996, Pemerintah menyadari kelemahan AMDAL

Di Era Otda, kerusakan

&

pencemara n lingkungan justru

meningkat

 2009, UU

No.32, ttg PPLH

 2011, Permen LH ttg Pedum KLHS

 2012,

Permendagri No.67 ttg KLHS dlm Pemb

Daerah

 2006, KLH-Bappenas- Kemendgri

bersinergi

mengembangkan &

menerapkan KLHS pada Kebijakan, Rencana, Program

 2007, KLH menyusun Konsepsi Arah

Kebijakan KLHS di Indonesia

 2007, Bangda, Bappenas, KLHS melakukan uji-coba penerapan KLHS di berbagai lokasi

4

(5)

Pasal 15 ayat (1) dan (2), UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib membuat KLHS dalam penyusunan atau evaluasi:

• Rencana tata ruang wilayah (RTRW) beserta

rencana rincinya, rencana pembangunan jangka panjang (RPJP), dan rencana pembangunan

jangka menengah (RPJM) nasional, provinsi, dan/atau kabupaten/kota; dan

• Kebijakan, rencana, dan/atau program yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko lingkungan

7

(6)

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup

8

Peraturan Bappenas tentang Pedoman Pelaksanaan KLHS dalam

Perencanaan

Pembangunan Nasional (PJMPN, RPJMN, RENSTRA

KEMENTERIAN)

Permen LH No. 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum KLHS

(Idealnya PP)

Permendagri No. 67/2012 tentang Pedoman Pelaksanaan KLHS dalam Penyusunan atau

Evaluasi

Rencana Pembangunan Daerah

(RPJPD, RPJMD, RENSTRA)

?

RTRW & Rencana Rinci Provinsi,

Kabupaten/Kota

KEMENDAGRI BAPPENAS (PU/KDN/LH/BKPRN)

6

(7)

Pasal 1, UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup

“Rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program”

9

(8)

10

memenuhi kaidah-kaidah ilmiah (kerangka logika dan konsistensi)

Sistematis

menelaah seluruh aspek terkait

Menyeluruh

Para pemangku kepentingan berpartisipasi dalam seluruh proses, sejak identifikasi isu, pengumpulan data s/d

pengambilan keputusan Partisipatif

8

(9)

saling ketergantungan/keterkaitan antar wilayah, sektor, tingkat pemerintahan, pemangku kepentingan

Setidaknya meliputi prinsip:

Dirangkum dari berbagai sumber

Keterkaitan (Interdependency)

Keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial budaya, lingkungan

Keseimbangan (Equilibrium)

Keadilan, antar kelompok masyarakat dan generasi

Keadilan (Justice)

11

(10)

Fokus pada tujuan

Decision relevant

Terpadu

Transparan

Partisipatif Akuntabel

Iiteratif Evaluasi

diri

12

10

(11)

AMDAL Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

KLHS Kebijakan

KLHS Regional / Program

KLHS Sektor KLHS Tata Ruang

Partidario (2000, 2003)

Kebijakan Rencana Program Proyek

KAJIAN LINGKUNGAN

Perbedaan KLHS vs AMDAL Berdasarkan Ranah

13

(12)

ATRIBUT KLHS AMDAL

Level Keputusan Kebijakan, Rencana & Program Proyek

Karakter/Sifat Strategik, visioner, konseptual Segera, operasional

Output Umum/garis besar Rinci/detil

Alternatif Alternatif regulasi, teknologi, fiskal, atau kebijakan ekonomi

Alternatif lokasi, disain, konstruksi, dan operasi Dimensi Waktu Jangka menengah s/d panjang Jangka pendek s/d menengah

Dampak Makro, kumulatif Mikro, terlokalisir

Sumber Data Laporan pembangunan berkelanjutan, Neraca Lingkungan Hidup

Hasil survey lapang, analisis sampel Kedalaman

Kajian Lebar, tidak terlampau dalam Sempit, dalam, dan rinci Tipe Data Lebih banyak bersifat kualitatif &

sekunder

Lebih banyak kuantitatif dan primer

Akurasi kajian Ketidakpastian lebih tinggi Lebih akurat

Fokus

Agenda keberlanjutan, berupaya untuk memitigasi dampak dan/atau risiko lingkungan

Kajian dampak penting, pengelolaan & pemantauan

dampak lingkungan

14

12

(13)

Obyek KLHS Provinsi a. Rencana Tata Ruang Wilayah

Provinsi;

b. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi

c. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi;

d.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi;

e. Kebijakan, rencana, dan/atau program sesuai dengan urusan pemerintah provinsi yang

berpotensi menimbulkan dampak dan/atau resiko lingkungan hidup.

Objek KLHS Kabupaten/Kota a. Rencana Tata Ruang Wilayah

Kabupaten/Kota;

b. Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota;

c. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten/Kota;

d.Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kabupaten/Kota;

e. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten/Kota;

f. Kebijakan, rencana, dan/atau program sesuai dengan urusan

pemerintah kabupaten/kota yang berpotensi menimbulkan dampak dan/atau resiko lingkungan hidup.

15

(14)

KLHS DALAM PENYUSUNAN RENCANA

PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (pengantar)

14

(15)

KLHS RPJPD RPJMD

KEBIJA KA N  Visi dan Misi

 Sasaran Pokok &

Arah Kebijakan

• Visi dan Misi

• Tujuan dan Sasaran

• Strategi dan Arah Kebijakan

RENC ANA

- -

PROG RAM

-

• Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah

• Indikasi Rencana Program Prioritas

16

(16)

Visi & Misi

Program Program Program Program Program Program Tujuan & Sasaran Tujuan & Sasaran

Strategi &

Arah Kebijakan

Strategi &

Arah Kebijakan

Strategi &

Arah Kebijakan

Tujuan & Sasaran

17

16

(17)

RTRW KLHS

KLHS dilakukan paralel dan terintegrasi dengan proses penyusunan RTRW

RTRW

KLHS

KLHS dilakukan saat penyusunan RTRW sudah

berjalan

RTRW KLHS

KLHS dilakukan menyatu dalam penyusunan RTRW

(embedded)

Terpadu (Integrated) Menyatu

(Embedded)

19

(18)

KLHS DALAM PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

(PERSIAPAN)

19

(19)

UU No. 32/2009 Rincian Tahapan KLHS Pengkajian

pengaruh kebijakan,

rencana, dan/atau program terhadap kondisi lingkungan hidup di suatu wilayah

Melakukan persiapan dengan: (a) membentuk Pokja

Pengendalian Lingkungan (PL); (b) menyusun KAK; merekrut Tenaga Ahli

Melakukan pemetaan pemangku kepentingan

Melakukan Pra Pelingkupan

Melakukan Pelingkupan isu-isu strategis dan Analisis Baseline Data

Melakukan kajian prinsip pembangunan berkelanjutan terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan arah kebijakan, kebijakan umum dan program pembangunan daerah

Mengkaji pengaruh program prioritas RPJMD terhadap isu-isu strategis

Perumusan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana, dan/atau program

Merumuskan mitigasi atau counter programs untuk

meminimalkan potensi dampak negatif yang diperkirakan timbul (intensitas, persebaran, lokasi, lamanya berlangsung dan

akumulasi) dan/atau mengusulkan alternatif Rekomendasi

perbaikan untuk

pengambilan keputusan kebijakan, rencana, dan/atau program yang mengintegrasikan prinsip

Merekomendasikan mitigasi dan/atau alternatif yang telah disepakati melalui proses pengambilan keputusan

Mengintegrasikan hasil pengambilan keputusan ke dalam Rancangan Awal RPJMD

Mendokumentasikan seluruh proses dan hasil pelaksanaan KLHS dalam suatu sistematika laporan dan mempubikasikannya

20

1

2

3

11/22/2016 20

lect 3: KLHS dalam PPD, Alawiyah

(20)

BAGAN ALIR KLHS DALAM TAHAPAN DAN TATACARA PENYUSUNAN RPJMD

Persiapan Penyusunan

RPJMD

Pengolahan data dan informasi

Perumusan Permasalahan Pembangunan

Daerah

Rancangan Awal RPJMD

Musrenbang RPJMD

Konsultasi rancangan akhir

RPJMD dengan KEMENDAGRI/

GUBERNUR

Rancangan Akhir RPJMD

Pembahasan dan penetapan Perda

RPJMD Penelaahan

RPJPD Prov/Kab/Kota

Penelaahan RPJMN, RPJMD Provinsi dan

kab/kota lainnya

Perumusan Tujuan dan

Sasaran Perumusan

Penjelasan visi dan

misi

Perumusan Strategi dan arah kebijakan

Perumusan Indikasi rencana

program prioritas yang disertai

kebutuhan pendanaan Perumusan Kebijakan

umum dan program pembangunan daerah

Analisis pengelolaan

keuangan daerah serta

kerangka pendanaan

Analisis Gambaran umum kondisi

daerah Hasil

evaluasi capaian

RPJMD

Penelaahan RTRW prov.

Dan RTRW Prov/Kab/Ko

ta lainnya

Penyusunan Rancangan Renstra SKPD

Rancangan RPJMD

Analisis isu-isu

strategis Pembahasan dgn

SKPD Prov/Kab/Kota Penetapan Indikator

Kinerja Daerah VISI, MISI dan

Program KDH

Pembahasan dengan DPRD utk memperoleh masukan

dan saran Penyelarasan program

prioritas dan kebutuhan pendanaan Pelaksanaan Forum

Konsultasi Publik

0

0

0

0 0 1

2.

1 2.

2

0

2.

1 2.

2 2.

3

3 2

1. Laporan Pra-Pelingkupan 2. Laporan Pelingkupan

3. Laporan Draf Akhir 4. Laporan Akhir

21

(21)

KETUA POKJA PL: KEPALA SKPD Lingkungan

SEKRETARIS

KaBid. SDA & LH di BAPPEDA

ANGGOTA: Unsur Pemerintah yang memiliki (1) Kemampuan & Kompetensi; (2) Waktu & Konsentrasi

KETUA & WAKIL SEKRETARIS

POKJA POKJA POKJA PL

PERMENDAGRI NO. 67/2012

Pokja Pengendalian

Lingkungan (KLHS)

PERMENDAGRI NO. 54/2010 Tim Penyusun RPJPD/RPJMD

(22)

Karakter Penting

Kepemimpinan kuat

Anggota-

anggota yang berkomitmen

Kesepakatan pembagian tugas dan tanggung jawab

dengan baik Pokja

berkoordinasi dengan Tim Penyusun

RPJPD/RPJMD Pokja

mengkomuni -kasikan setiap proses

& hasil pd pemangku kepentingan

23

(23)
(24)

Pra

upaya untuk mendapatkan daftar isu-isu/permasalahan pembangunan

berkelanjutan (ekonomi – sosial – lingkungan) sebagai bahan Pelingkupan KLHS

Pra Pelingkupan

25

(25)

Pokja PL melakukan studi literatur terkait isu-isu melalui cara sbb:

Menggali isu dari dokumen-dokumen program di daerah yang

bersangkutan, daerah tetangga, dan tingkat pemerintahan yang lebih tinggi

Menggali isu dari hasil kajian yang sudah ada; misalnya: Profil Kesehatan Daerah, Rakesda, Analisis ekonomi daerah , gambaran umum kondisi daerah, dsb.

Internet Browsing (Internet Search)

Pokja PL melakukan curah pendapat isu-isu diantara anggota dengan cara, antara lain: Mind Mapping atau Metaplan Process

Pokja PL menginventarisasi Pemangku kepentingan yang akan dilibatkan dalam proses KLHS

Pokja PL mengidentifikasi Informasi dan Data yang masih diperlukan

(26)

Mengidentifikasi Isu-isu Pembangunan Berkelanjutan

 Pokja PL melakukan diskusi internal untuk mengidentifikasi isu-isu pembangunan

berkelanjutan

 Pokja PL mengelompokkan isu-isu pembangunan berkelanjutan berdasarkan kesamaan

substansi/muatan (tematik)

 Pokja PL menyusun daftar panjang isu-isu

pembangunan berkelanjutan menurut substansi muatan atau tema dalam sebuah tabel

1

27

(27)
(28)

Mendeskripsikan Isu-Isu Pembangunan Berkelanjutan

Pokja PL mengidentifikasi lingkup wilayah dan kebutuhan data/informasi pendukung isu-isu pembangunan berkelanjutan

Pokja PL membuat tabel deskripsi yang berisi:

o

Sejarah dan kekinian situasi/kondisi isu-isu pembangunan berkelanjutan

o

Target dan indikator masing-masing isu dengan berdasarkan kepada sumber informasi yang tersedia baik internasional, nasional, provinsi dan kabupaten/kota

o

Isu-isu lain yang terkait yang dapat diidentifikasi

o

Sumber data/informasi untuk mendukung isu-isu pembangunan berkelanjutan yang belum dapat dideskripsikan

o

Pemangku kepentingan yang akan dilibatkan dalam pelingkupan

2

29

(29)
(30)

Menyusun Laporan Pra Pelingkupan

Pokja PL menyusun laporan pra pelingkupan sebagai bahan pelaksanaan pelingkupan untuk verifikasi dan klarifikasi kepada pemangku kepentingan

Laporan pra pelingkupan dapat berisis sebagai berikut:

o

Latar Belakang

o

Profil Wilayah

o

Ringkasan RPJMD

o

Hasil Pra Pelingkupan, yang merupakan kompilasi dari :

Tabel daftar panjang isu-isu pembangunan berkelanjutan,

Tabel deskripsi dari kelompok isu-isu pembangunan berkelanjutan,

o

Bahan Paparan (untuk proses pelingkupan)

o

Daftar Pustaka

3

31

(31)
(32)

Teknokratik- Birokratik

Menggunakan metodologi analisis ilmiah &

dapat dipertanggungjawabkan secara birokrasi

Partisipatif Melibatkan pemangku kepentingan terkait

Deliberatif Perpaduan antara Teknokratik-Birokratik dan Partisipatif

+

=

33

(33)

Individu dan kelompok yang mempengaruhi, atau dipengaruhi oleh, keputusan,

kebijakan, dan operasi suatu organisasi

(Freeman E , 1984)

Pemangku

Kepentingan

(Stakeholder)

(34)

Publik sebagai kekuatan riil pembangunan

Pemangku Kepentingan berperanserta aktif dalam diskusi publik

Pemangku Kepentingan berperanserta pasif dalam diskusi publik

Semakin Kuat dan Efektif

Sumber: Arnstein, 1969

35

(35)

PEMANGK U KEPEN TING AN

Persiapan

Workshop Pelingkupan (Verifikasi dan Klarifikasi Hasil Pra Pelingkupan)

FGD Lanjutan & Kerja Tim Teknis (Analisis Baseline, Kajian Pengaruh)

Workshop Perumusan Mitigasi dan Alternatif

Workshop Perumusan Rekomendasi

Mengintegrasikan hasil pengambilan keputusan Kepala Daerah ke dalam Draf

raperda RPJMD, RPJP, RPJM

(36)

• Bahan-bahan Cetak (Disclosure & Printed Materials)

• Poster & Brosur (Displays & Exhibitions)

• Hotline Informasi

• Kuesioner dan Survei

• Wawancara Langsung (konsultasi terstruktur

melalui pertemuan individu, telepon atau email)

• Konsultasi Berbasis Internet

• Diskusi Kelompok Terfokus (Focus Group Discussion)

• Temu Publik (Public Hearings)

• Lokakarya (Problem-solving Workshops)

• Perundingan

• Tim/Panitia/Badan Penasehat

Metode

37

(37)

Memperoleh pemahaman isu dan masalah lingkungan

Memperoleh masukan pilihan mitigasi & optimasi

Menyeimbangkan hak dan manfaat kelompok masyarakat

Meningkatkan kualitas pembuatan keputusan Mencari solusi terbaik

Pembuatan keputusan lebih transparan

Membangun Rasa

Kepemilikan dan Komitmen

dalam pelaksanaan K/R/P

(38)

Stakeholder Mempengaruhi Pemerintah 1. Propinsi

 Bappeda

 PU

 BPN

 Kehutanan

 Pertanian

 ESDM

 BLHD

 BPDAS

 PU

 BPN

2. Kabupaten/Kota

Sama, kecuali: BP DAS, ESDM dll

39

(39)

Stakeholder Mempengaruhi

LSM/Ormas  WALHI

 WARSI

 PINSE

 HKTI, dll

PT/Akademisi  Universitas

 Lembaga Penelitian

 Dll.,

Stakeholder Mempengaruhi

Dunia Usaha  GAPKI

 GAPKINDO

 MPI

 Sinarmas Forestry

 Asian Agri

Masyarakat Tokoh Adat

Tokoh Agama

(40)

FOKUS UTAMA dalam Pra-Pelingkupan:

1. Keragaman isu

2. Deskripsi dari isu

3. Target dan indikator

4. Identifikasi kebutuhan data/informasi dan analisis yang akan dilakukan

5. Pemangku kepentingan yang akan dilibatkan dan cara pelibatan (FGD, kunjungan instansional dll)

6. Pembagian tugas antar anggota tim

7. Menyampaikan hasil pra pelingkupan kepada

pemangku kepentingan dalam tahap pelingkupan

41

(41)

 Kelompok melakukan Pra Pelingkupan

 melakukan diskusi untuk mengidentifikasi isu- isu pembangunan berkelanjutan

 mengelompokkan isu-isu pembangunan berkelanjutan berdasarkan kesamaan substansi/muatan (tematik)

 menyusun daftar panjang isu-isu pembangunan

berkelanjutan menurut substansi muatan atau

tema dalam sebuah tabel

Referensi

Dokumen terkait

Tabel.. Dikarenakan rhitung memilki nilai yang negatif maka hubungan antar 2 variabel tersebut merupakan hubungan yang negatif. Metode Penelitian Pendidikan :

persentase 46,1% siswa yang memiliki kreativitas cukup. Terdapat 6 orang siswa dengan persentase 23,1% siswa yang memiliki kreativitas baik. Selain mengobservasi

Demikian pengumuman ini di sampaikan, atas per hatiannya diucapkan ter

• Bila anda merekam dengan mode LP, gangguan mirip mosaik mungkin muncul atau suara mungkin terinterupsi bila anda memutar ulang kaset pada camcorder lain atau VCR.. • Bila

Dalam jangka panjang (setelah dua triwulan berikutnya) kredit komersial dan industri menjadi 0,694% dan real estate menjadi 0,412%. Perubahan peringkat komposit CAMEL

Sedangkan tentang pemakaian bahan bangunan dari alam seperti bata yang dikerjakan dengan keahlian tangan yang tinggi dan bentuknya sangat plastis sekali; ornamen skulptural

Makalah ini akan menguraikan metode pembentukan elemen dan penomeran node ( titik simpul) yang merupakan masalah utama pada penyediaan data elemen. Metode ini di-dasarkan