• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

71

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada kelas III di MIN Gadur Koto Tinggi Kabupaten Padang Pariaman, maka diperoleh data hasil penelitian hasil belajar PKN peserta didik. Peserta didik diberi Pretest pada pokok bahasan Bangga Sebagai Bangsa Indonesia. Sebelum

pembelajaran dengan Model Learning Cycle (Siklus Belajar) diberikan kepada peserta didik, terlebih dahulu diinformasikan kepada peserta didik mengenai pokok bahasan yang akan dipelajari.

Aspek yang diukur dalam penelitian ini adalah hasil belajar pada ranah kognitif yang dilakukan dengan pemberian soal Pretest dan Posttest yang diikuti oleh 15 orang peserta didik.Deskripsi data yang diperoleh dari pelaksanaan soal Pretest dan Posttest disajikan dalam bentuk nilai peserta didik dengan rentang nilai 1-100.Data tes akhir yang diperoleh dan data tes awal (Pretest) dicari persentase tuntas dan tidak tuntas, nilai rata-rata, nilai tertinggi (Xmaks), nilai terendah (Xmin). Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan Pretest dan Posttest tersebut dapat dilihat pada tabel 4.1 berikut ini:

(2)

Tabel 4.1

Data Hasil Pretest dan Posttest pada Pembelajaran PKN Kelas III MIN Gadur Koto Tinggi Kabupaten Padang Pariaman

No Nama Siswa Nilai Pretest

(x) Nilai Posttest (y) Nilai (Y-X)

1 AY 75 85 +10

2 AA 90 85 -5

3 DS 95 95 0

4 FR 80 95 +15

5 FSP 85 95 +10

6 MIF 90 95 +5

7 MSM 70 90 +20

8 QRA 85 90 +15

9 RAP 85 95 +10

10 RDN 90 80 -10

11 RF 85 95 +10

12 SMR 85 95 +10

13 SFM 90 85 -5

14 SIK 90 90 0

15 ZAA 65 75 +10

JUMLAH 1.260 1.345

Ketuntasan dan persentase Tuntas 13 orang (86,67%)

Tuntas 15 orang (100 %) Tidak Tuntas

2 orang (13,33 %)

Tidak Tuntas 0 orang (0%)

x 84 89

xmax 95 95

xmin 65 75

Berdasarkan tabel 4.1 dapat diihat bahwa, pada tes awal (Pretest) nilai rata-rata peserta didik adalah 86,67 dengan nilai tertinggi yang diperoleh peserta didik adalah 95 dan nilai terendah 65. Dari 15 peserta didik yang mengikuti tes awal, 13 orang yang tuntas dengan persentase 86,67% dan yang tidak tuntas adalah 2 orang yaitu 13,33%.

(3)

Sementara pada tes akhir (Posttest) nilai rata-rata peserta didik adalah 89 dengan nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 75. Dari 15 peserta didik yang mengikuti tes akhir terdapat 15 orang yang tuntas dengan persentase 100% dan peserta didik yang tidak tuntas adalah tidak ada yaitu 0

%. Dari persentase ketuntasan belajar PKN di atas, terlihat pula bahwa tes awal (Pretest) memiliki persentase ketuntasan lebih rendah dari pada tes akhir (Posttest), sehingga persentase ketuntasan masing-masing tes (Pretest- Posttest)berturut-turut adalah 86,67% dan 100%.

B. Analisis Tes Uji Coba 1. Daya Beda

Tabel 4.2

Hasil Perhitungan Daya Beda

Soal Ke JA JB BA BB D Kategori

1 5 5 5 3 0.4 Cukup

2 5 5 4 1 0.6 Baik

3 5 5 3 0 0.6 Baik

4 5 5 5 2 0.6 Baik

5 5 5 5 3 0.4 Cukup

6 5 5 5 2 0.6 Baik

7 5 5 2 0 0.4 Cukup

8 5 5 5 2 0.6 Baik

9 5 5 2 0 0.4 Cukup

10 5 5 5 2 0.6 Baik

Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh kesimpulan bahwa terdapat 4 soal dengan kategori daya beda cukup yaitu soal no 1, 5, 7 dan 9. Sementara terdapat 6 soal yang terkategori daya pembeda baik yaitu soal no 2, 3, 4, 6, 8 dan 10

(4)

2. Indeks kesukaran

Berikut ini hasil perhitungan indeks kesukaran soal uji coba:

Tabel 4.3

Hasil Perhitungan Indeks Kesukaran Soal Uji Coba

Soal Ke N

n=

(27%xN

) M

I

k Kriteria

1 17 5 10 150% Mudah

2 17 5 10 115% Mudah

3 17 5 10 105% Mudah

4 17 5 10 145% Mudah

5 17 5 10 155% Mudah

6 17 5 10 140% Mudah

7 17 5 10 75% Mudah

8 17 5 15 136,67% Mudah

9 17 5 5 10% Sukar

10 17 5 10 140% Mudah

Berdasarkan hasil perhitungan di atas diketahui bahwa terdapat soal dengan kategori sukar yaitu soal no 9. Sementara terdapat 9 soal termasuk kategori mudah yaitu soal no 1,2,3,4,5,6,7,8 dan 10. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 5.

3. Reliabilitas Tes

Hasil perhitungan reliabilitas soal uji cobamenggunakan software SPSS 16.0, diperoleh reliabilitas tes sebesar = 0,852 yang berarti karena berada 0,852 1,00. Hal ini berarti bahwa soal berada pada

(5)

kriteria reliabilitas sangat tinggi dan menunjukan soal dapat dipercaya.Untuk lebih jelasnya dapat dilihathasil uji reliabilitas menggunakan software SPSS 16.0 pada lampiran 6.

C. Analisis Data

Analisa data dilakukan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dengan menghitung nilai rata-rata yang berguna untuk menggambarkan hasil belajar PKN peserta didik setelah menggunakan Model Learning Cycle (Siklus Belajar) dalam pembelajaran PKN peserta didik kelas IIIMIN Gadur Koto Tinggi Kabupaten Padang Pariaman.Analisis data hasil belajar PKN peserta didik dapat dilakukan dengan menentukan nilai rata-rata Pretest dan Posttest.

1. Menentukan nilai rata-rata Pretest dan Posttest.

Untuk Menentukan nilai rata-rata Pretest dan Posttest di gunakan software SPSS 16. Berikut hasil output SPSS:

Tabel 4.4

Hasil Nilai Rata-rata Pretest dan Posttest

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 Pretest 84.00 15 8.281 2.138

Posttest 89.00 15 6.325 1.633

Dari hasil output di atas diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 84 sementara nilai rata-rata posttest sebesar 89. Berdasarkan nilai rata- rata Pretest danPosttest di atas dapat dilihat perbedaan hasil belajar

(6)

yang sangat jauh.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKN peserta didik kelas IIIMIN Gadur Koto Tinggi Kabupaten Padang Pariamanantara sebelum dan setelah menerapkan Model Learning Cycle(Siklus Belajar).

2. Uji Normalitas Data

Tabel 4.5

Uji Normalitas Data Pretest dan Posttest

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Pretest Posttest

N 15 15

Normal Parametersa Mean 84.00 89.00

Std. Deviation 8.281 6.325

Most Extreme Differences Absolute .281 .229

Positive .168 .171

Negative -.281 -.229

Kolmogorov-Smirnov Z 1.090 .885

Asymp. Sig. (2-tailed) .186 .413

a. Test distribution is Normal.

Salah satu prasyarat uji t (Paired sample t test) adalah asumsi normalitas data. Berdasarkan uji kolmogorov smirnov pada tabel 4.4 di atas diperoleh nilai signifikansi untuk nilai pretest sebesar 0.186 dan nilai Posttest sebesar 0.413. Kedua nilai tersebut lebih besar atau sama dengan nilai alpha (5%). Maka Data telah berdistribusi normal.

3. Uji hipotesis

Hipotesis yang di uji dalam penelitian ini menggunakan analisisPaired Sample T Testadalah :

0: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antarapretest dan posttest setelah penerapan ModelLearning Cycle (Siklus Belajar)

(7)

pada Pembelajaran PKN terhadap peserta didik kelas III MIN Gadur Koto Tinggi Kab. Padang Pariaman.

H1 :Terdapat perbedaanyang signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan ModelLearning Cycle (Siklus Belajar) pada Pembelajaran PKN terhadap peserta didik kelas III MIN Gadur Koto Tinggi Kab. Padang Pariaman.

Keterangan :

Ho: Hipotesis Nihil H1:Hipotesis Alternatif

Df = N-1, dengan Df sebesar 15-1=14 diperoleh harga kritik t pada tabel sebagai berikut :

Pada taraf signifikasi 5 % : = 2,145

Kriteria uji:Nilai signifikansi <ɑ (0.05) atau nilai -t hitung < - t tabel

maka tolak Ho

Uji paired sample t test diakukan menggunakan bantuan software SPSS, berikut output SPSS:

(8)

Tabel 4.6

Uji Hipotesis Paired Samples Test

Paired Samples Test

Pair 1

Pretest

Posttest

Paired Differences Mean -5.000

Std. Deviation 7.792

Std. Error Mean 2.012

95% Confidence Interval of the Difference

Lower -9.315

Upper -.685

T -2.485

Df 14

Sig. (2-tailed) .026

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0.026 lebih kecil dari 0.05. nilai t hitung sebesar - 2.485 < t tabel -2.145.

Maka Tolak H0. Artinya Terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest setelah penerapan ModelLearning Cycle (Siklus

Belajar) pada Pembelajaran PKN terhadap peserta didik kelas III MIN Gadur Koto Tinggi Kab. Padang Pariaman.

D. Pembahasan

Pembelajaran dengan Model Learning Cycle (Siklus Belajar) merupakan penyajian pembelajaran, dimana peserta didik melakukan tahap- tahap kegiatan (Fase) dalam pembelajaran PKN yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat menguasai kompetensi-

(9)

kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan jalan berperan aktif.

Menurut Piaget, model pembelajaran Learning Cycle(Siklus Belajar) pada dasarnya memiliki lima fase yang disebut (5 E) yaitu:

1. Engagement atau undangan

Bertujuan mempersiapkan peserta didik agar terkondisikan dalam menempuh fase berikutnya dengan jalan mengeksplorasi pengetahuan awal dan ide-ide mereka serta untuk mengetahui kemungkinan terjadinya miskonsepsi pada pembelajaran sebelumnya. Dalam fase ini, minat dan keingintahuan pembelajar diajak membuat prediksi-prediksi tentang fenomena yang akan dipelajari dan dibuktikan dalam tahap eksplorasi.

2. Exploration (Eksplorasi)

Peserta didik diberikan kesempatan untuk bekerja sama dalam kelompok- kelompok kecil tanpa mengajaran langsung dari guru untuk menguji prediksi, melakukan dan mencatat pengamatan serta ide-ide, melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum dan telaah literatur.

3. Eksplanation (Penjelasan)

Guru mendorong peserta didik menjelaskan konsep dengan kalimat mereka sendiri, Meminta bukti dan klarifikasi dari penjelasan mereka, dan mengarahkan kegiatan diskusi. Pada tahap ini, peserta didik menemukan istilah-istilah dari konsep yang dipelajari.1

4. Elaboration (Pengembangan)

1Aris Shoimin, 68 Model PembelajaranInovatifdalam Kurikulum 2013, ( Yogyakarta:

Ar- Ruzz Media, 2014), h. 59

(10)

Peserta didik mengembangkan konsep dan keterampilandalam situasi baru melalui kegiatan-kegiatan seperti praktikum lanjutan dan Problem Solving.

5. Evaluation (Evaluasi)

Pengajar menilai apakah pembelajaran sudah berlangsung baik dengan jalan memberikan tes untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah menerima materi pelajaran.2

Berdasarkan pengamatan peneliti selama penelitian, tampak bahwa dalam proses belajar mengajar yang dilakukan pada kelas III MIN Gadur Koto Tinggi Kabupaten Padang Pariaman, sesuai dengan langkah-langkah Model Learning Cycle tersebut, peserta didiklebih bersemangat dan tertarik untuk

belajar dari pada sebelumnya. Hal ini dikarenakan model pembelajaran yang digunakan berbeda dengan biasanya, dalam pembelajaran peserta didik bekerja dalam kelompok kecil dan mereka saling bekerja sama dan berbagi pengetahuan, pendidik hanya sebagai fasilitator dan motivator dalam memberdayakan kerja kelompok peserta didik.

Pada saat pendidik memberikan Posttest peserta didik lebih termotivasi, semangat, tertarik untuk belajar dan nilainya lebih meningkat dari pada ketika pendidik memberikan Pretest.Hal ini disebabkan pada awal pembelajaran peserta didik diberi soal Pretest supaya pendidik dapat melihat sampai dimana kemampuan peserta didik.Selain itu, pada saat pembelajaran

2Aris Shoimin, Ibid, h. 60

(11)

pendidik menerapkan Model Learning Cycle yang berbeda dengan pembelajaran sebelumnya.

Kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama terdapat beberapa peserta didik yang masih kebingungan dalam proses pembelajaran. Hal ini dikarenakan peserta didik tersebut belum mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika persentasi dan bagaimana cara menjawab soal latihan untuk melihat pemahaman peserta didik tentang materi. Peneliti yang berperan sebagai pendidik tentunya mengajarkan kepada peserta didik cara persentasi dan menjawab soal-soal latihan tersebut sehingga pada pertemuan kedua sampai keempat peserta didik sudah bisa dalam persentasi dan menjawab soal latihan dengan baik.

Pada saat melaksanakan langkah pertama model Learnig Cycleyaitu fase engagement atau undangan pendidik membangkitkan minat dan keingintahuan peserta didik tentang topik yang akan diajarkan, peserta didik termotivasi untuk mempelajari materi yang akan diajarkan dan juga mampu untuk memprediksi tentang fenomena yang akan dipelajari pada topik pembahasan.

Pada langkah kedua, fase eksplorasi yang mana peserta didik berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil, namun sebelum mereka berdiskusi pendidik menayangkan video mengenai materi pembelajaran pada saat itu agar mendapatkan gambaran mengenai topik pembahasan.Peserta didik tertarik dan senang ketika penayangan video bahkan merespon pertanyaan pendidikdan mudah memahami gambaran tentang topik pada saat

(12)

itu.Dalam kegiatan berdiskusi kelompok peserta didik berdiskusi dengan baik dan pendidik membimbing peserta didik dalam berdiskusi.Peserta didik bertanya kepada pendidik untuk soal yang tidak mereka pahami dan pendidik pun memberikan arahan serta contoh jawaban pada Lembar Kerja Siswa (LKS) agar peserta didik lebih mudah dalam menjawab soal.

Pada langkah ketiga fase Explanationatau penjelasan pendidik meminta salah seorang peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kedepan kelas dan peserta didik mampu dengan percaya diri mempresentasikan hasil diskusinya.Setelah selesai mempresentasikan kedepan pendidik pun memberikan pujian dan tepuk tangan kepada peserta didik.

Pada langkah keempat fase elaborasi, pendidik memberikan satu pertanyaan lisan kepada peserta didik sebagai diskusi lanjutan untuk melihat pemahaman peserta didik terhadap materi. Peserta didik pun menjawab dengan baik pertanyaan pendidik yaitu peserta didik dari perwakilan kelompok yang menunjuk tangan.

Psda langkah terakhir fase evaluasi, pendidik memberikan lembar penilaian berupa soal isian yaitu 5 soal kepada peserta didik dan dijawab perorangan tidak dengan berkelompok.Dan setelah dilihat hasilnya masing- masing peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan.

Penerapan Model Learning Cycle ini merupakan pengalaman yang menarik bagi peserta didik karena sebelumnya dalam pembelajaran pendidik jarang sekali menerapkan Model Learning Cycle.Penerapan pembelajaran PKN dengan menggunakan Model Learning Cycle pada materi Bangga

(13)

Sebagai Bangsa Indonesia membuktikan bahwa pada hakikatnya peserta didik mampu belajar mengeksplorasi dirinya sendiri, melatih diri dalam memecahkan masalah secara terampil dan mengembangkan kemampuan berpikir secara kreatif. Untuk menentukan meningkat atau tidaknya hasil belajar peserta didik tentu tidak bisa hanya dilihat dari proses pembelajaran, tentu dibutuhkan tindak lanjut dari proses belajar tersebut. Adapun tindakan yang dapat dilakukan yaitu dengan mengadakan tes akhir pada peserta didik tentang materi yang telah dipelajari.

Materi pada bab pembahasan dengan judul Bangga Sebagai Bangsa Indonesia yang berpengaruh kepada peserta didik pada pengaplikasian yang diamati oleh pendidik saat pembelajaran adalah pada sub judul Keramahtamahan Bangsa Indonesia. Karena mulai tampak pada sikap peserta didik mengaplikasikan sikap ramahtamah terhadap sesame temannya ini terlihat pada pertemuan ketiga.

Untuk membuktikan apakah dengan menggunakan Model Learning Cycle ini dapat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik atau tidak,

maka dari itu diberikan posttestpada akhir pertemuan pembelajaran. Tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah tercapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu.Dan hasil posttestini memuaskan dan sesuai yang diharapkan pendidik.

Berdasarkan pengolahan data Posttest yang dilakukan bahwa ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal sudah tercapai. Persentase

(14)

ketentuan klasikal adalah dengan persentase ketuntasan lebih atau sama dengan 75%, hal ini ketetapan yang dibuat sekolah. Persentase ketuntasan yang dicapai pada Posttest adalah 75 %.Hal ini terbukti ketuntasan secara klasikal disekolah tersebut sudah tercapai.Dilihat dari persentase ketuntasan hasil peserta didik mengalami kemajuan dari hasil Pretest. Pada Pretest ketuntasan 86,67 % atau 13 orang dari 15 orang peserta didik yang mengikuti Pretest.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Model Learning Cycle ini dapat menambah keaktifan, kreatifitas dan keberanian peserta didik

yang pada akhirnya dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar peserta didik. Terbukti dari persentase ketuntasan yang dicapai pada Posttest adalah 75 %.

E. Keterbatasan Penelitian

Peneliti menyadari bahwa hasil penelitian yang telah dilakukan secara optimal pasti terdapat keterbatasan. Adapun keterbatasan-keterbatasan yang dialami peneliti adalah sebagai berikut:

1. Keterbatasan Waktu

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terpancang oleh waktu, karena waktu yang digunakan sangat terbatas.Maka peneliti hanya memiliki waktu sesuai keperluan yang berhubungan dengan penelitian saja. Walaupun waktu yang peneliti gunakan cukup singkat akan tetapi bisa memenuhi sayarat-syarat dalam penelitian ilmiah.

2. Keterbatasan Kemampuan

(15)

Penelitian ini dilakukan tidak lepas dari pengetahuan, dengan demikian penleiti menyadari keterbatasan kemampuan khususnya dalam pengetahuan membuat karya ilmiah.Tetapi peneliti sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan penelitian sesuai dengan kemampuan keilmuan serta bimbingan dari dosen pembimbing.

3. Keterbatasan Materi dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan hanya sebatas materi Bangga Sebagai Bangsa Indonesia kelas III MIN Gadur Koto Tinggi KabupatenPadang Pariaman Tahun Pelajaran 2017/2018. Apabila dilakukan pada materi dan tempat yang berbeda kemungkinan hasilnya tidak sama. Meskipun banyak hambatan dalam penelitian ini, penulis bersyukur bahwa penelitian ini dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

Referensi

Dokumen terkait

Apakah terdapat perbedaan hasil belajar ranah kognitif aspek memahami (C2) antara siswa yang menggunakan dan tidak menggunakan media Prezi Desktop dengan pretest-posttest pada

Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai distribusi frekuensi penguasaan materi PAI aspek kognitif siswa kelas XI SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang dalam kategori Sedang.. Hal

Soal pilihan ganda dimana aspek yang diukur peningkatan prestasi belajar siswa dari hasil pretest dan posttest setelah diberi treatment dengan teknik

Soal pengetahuan lebih menuntut peserta didik dalam mengingat sesuatu (hafalan). pada tingkatan ini peserta didik dituntut untuk memahami/mengerti materi yang telah

Bentuk tes berupa soal essay yang mengacu pada tujuan pembelajaran, hasil belajar yang akan diukur yaitu ranah kognitif aspek pengetahuan, pemahaman, dan

Partisipasi pada aspek keterlibatan kognitif diartikan sebagai bentuk keterlibatan siswa di kelas dengan menunjukkan faktor adanya belajar, berpikir, usaha dan

Oleh karena soal pretest dan posttest yang digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini seluruhnya berjenjang kemampuan kognitif C4 (analisis), dengan level analisis

Tabel 4.5 Kualifikasi Rata-rata Skor Pencapaian Peserta Didik dalam Penilaian Aspek Kognitif pada Pertemuan Pertama hingga Ketiga Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase % Kualifikasi