BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Tes Awal
Hasil tes awal menggambarkan kemampuan awal peserta didik sebelum diberi perlakuan apapun dalam kegiatan belajar mengajar. Skor perolehan dan nilai tes awal sebelum menggunakan model inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Lampiran 10. Kualifikasi presentasi pencapaian peserta didik pada tes awal ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Data Kualifikasi Persentasi Pencapaian Peserta Didik pada Tes Kemampuan Awal
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 - - Sangat Baik
81-90 - - Baik
70-80 - - Cukup
< 70 21 100 Gagal
Rata-rata nilai tes awal peserta didik = 5,8 Gagal
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Berdasarkan Tabel 4.1, terlihat bahwa skor pencapaian tes awal peserta didik SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat kelas XI MIA 1, 100 % berada pada kualifikasi gagal dengan rata-rata tes awal 5,8. Kemampuan awal peserta didik secara individual dapat dilihat dengan jelas pada Gambar 4.1.
Gambar 4.1 menunjukan nilai pada melakukan tes kemampuan awal sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dimana nilai yang diperoleh peserta didik di bawah Kriteria Ketuntasan Maksimal (KKM). Nilai terendah peserta didik yaitu 3,5 dan nilai tertinggi peserta didik 8,7 sehingga semua peserta didik yaitu 3,5 dan nilai tertinggi peserta didik 8,7. Sehingga semua peserta didik dikategorikan gagal dalam tes awal ini.
2. Deskripsi Tingkat Kemampuan Peserta Didik Selama Proses Pembelajaran Data tingkat kemampuan peserta didik yang dialami selama proses pembelajaran yaitu penialian afektif, psikomotor dan kognitif.
a. Deskripsi Data Tingkat Kemampuan Kognitif Peserta Didik
Data tingkat kemampuan aspek kognitif peserta didik berupa penilaian pada saat peserta didik sementara melakukan eksperimen serta menjawab soal-soal yang tertera dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan menggunakan format penilaian aspek kognitif. Tujuannya adalah untuk dapat mengetahui pemahaman peserta didik terhadap materi fluida statis.
Inisial Peserta Didik
(Sumber: Data Hasil Penelitian) Gambar 4.1 Skor Pencapaian Tiap Peserta Didik Dalam Tes Awal
Soal-soal yang diberikan disusun berdasarkan indicator pembelajaran untuk setiap kali pertemuan, dan penilaiaanya mengacu pada KKM mata pelajaran.
1. Kemampuan Kognitif Peserta Didik Pertemuan Pertama
Skor pencapaian aspek kognitif pertemuan pertama dapat dilihat pada Lampiran 11a. data kualifikasi pencapaian peserta didik untuk pertemuan pertama ditunjukkan pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penialian Aspek Kognitif pada Pertemuan Pertama
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 5 24 Sangat Baik
81-90 6 28 Baik
70-80 6 28 Cukup
< 70 4 20 Gagal
Rata-rata nilai kognitif peserta didik = 80,3 Cukup
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.2, menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan peserta didik dalam aspek kognitif pada pertemuan pertama yaitu 5 peserta diik (24%) berada pada kualifikasi sangat baik, 6 peserta didik (28%) berada pada kualifikasi baik, 6 peserta didik (28%) berada pada kualifikasi cukup, dan 4 peserta didik (28%) berada pada kualifikasi gagal. Rata-rata pencapaian peserta didik dalam penilaian aspek kognitif yakni 80,3 yang berada pada kaulifikasi cukup. Klasifikasi rata-rata pencapaian peserta didik dalam aspek kognitif selama proses pembelajaran dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing pada pertemuan pertama dapat dilihat pada gambar 4.2.
A.S.S A.H A.S. A.S
D.M D.M
E.T.S I.L
I.D.M I.M J.R.M
M.F.M M.N
M.J.S M.S
O.M.K S.S S.L T.R Y.M Y.E 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Gambar 4.2 menunjukkan skor pencapaian yang berbeda dari masing-masing peserta didik selama mengikuti proses belajar mengajar dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Terlihat bahwa ada 5 peserta didik yang berada pada kualifikasi sangat baik, 6 peserta didik berada pada kualifikasi baik, 6 peserta didik pada kualifikasi cukup dan 4 peserta didik berada pada kualifikasi gagal. Tidak semua nilai yang di peroleh masing-masing peserta didik mencapai KKM.
2. Kemampuan Kognitif Peserta Didik Pertemuan Kedua
Skor pencapaian aspek kognitif pada pertemuan kedua dilihat pada lampiran 11b.
Selanjutnya, data kualifikasi pencapaian peserta didik pada pertemuan kedua dapat ditunjukkan pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek Kognitif pada Pertemuan Kedua
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 6 28 Sangat Baik
81-90 15 72 Baik
70-80 - - Cukup
Inisial Peserta Didik
(Sumber: Data Hasil Penelitian) Gambar 4.2 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Kognitif pada Pertemuan Pertama
Baik Sangat Baik
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai kognitif peserta didik = 87,3 Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.3, menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam aspek kognitif pada pertemuan kedua yaitu 6 peserta didik (28%) berada pada kualifikasi sangat baik dan 15 peserta didik (72%) berada pada kualifikasi baik, sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam penilaian aspek kognitif yakni 87,3 yang berada pada kualifikasi baik. Klasifikasi pencapaian peserta didik dalam aspek kognitif selama proses pembelajaran dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing pada pertemuan kedua dapat dilihat pada Gambar 4.3.
Gambar 4.3 menunjukkan skor pencapaian yang berbeda dari masing-masing peserta didik selama mengikuti proses belajar mengajar dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Terlihat bahwa ada 6 peserta didik yang berada pada kualifikasi sangat baik, dan 15 peserta didik berada pada kualifikasi baik. Nilai yang diperoleh masing-masing peserta didik mencapai KKM.
3. Kemampuan Kognitif Peserta Didik Pertemuan Ketiga Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.3 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Kognitif pada Pertemuan kedua
Skor pencapaian aspek kognitif pada pertemuan ketiga dilihat pada lampiran 11c. Selanjutnya, data kualifikasi pencapaian peserta didik pada pertemuan ketiga dapat ditunjukkan pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penialaian Aspek Kognitif pada Pertemuan Ketiga
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 16 76 Sangat Baik
81-90 5 24 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai kognitif peserta didik = 93,8 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Pada Tabel 4.4, menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam aspek kognitif pada pertemuan ketiga yaitu 16 peserta didik (76%) berada pada kualifikasi sangat baik dan 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi baik, sedangkan rata- rata pencapaian peserta didik dalam penialaian aspek kognitif yakni 93,8 yang berada pada kualifikasi sangat baik.
Klasifikasi pencapaian peserta didik dalam aspek kognitif selama proses pembelajaran dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada gambar 4.4.
Baik Sangat Baik
Gambar 4.4, menunjukkan skor pencapaian yang berbeda dari masin-masing peserta didik selama mengikuti proses belajar mengajar dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Terlihat bahwa ada 16 peserta didik yang berada pada kualifikasi sangat baik, dan 5 peserta didik berada pada kualifikasi baik. Nilai yang diperoleh masing-masing peserta didik mencapai KKM.
Pada penilaian aspek kognitif selama tiga kali pertemuan terlihat adanya perbedaan dimana dalam pertemuan pertama terdapat 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi sangat baik, 6 peserta didik (28%) berada pada kualifikasi baik, 6 peserta didik (28%) berada pada kualifikasi cukup dan 4 peserta didik (20%) berada pada kualifikasi gagal. Pada pertemuan kedua terdapat 6 peserta didik (28%) yang berada pada kualifikasi sangat baik dan 15 peserta didik (72%) berada pada kualifikasi baik, sedangkan pada pertemuan ketiga terdapat 16 peserta didik (76%) yang berada pada kualifikasi sangat baik dan 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi baik. Dari data yang diperoleh pada pertemuan pertama hingga pertemuan ketiga, maka rata-rata skor pencapaian peserta didik secara keseluruhan dalam aspek penialaian kognitif dapat dilihat pada Tabel 4.5.
Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.4 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Kognitif pada Pertemuan Ketiga
Tabel 4.5 Kualifikasi Rata-rata Skor Pencapaian Peserta Didik dalam Penilaian Aspek Kognitif pada Pertemuan Pertama hingga Ketiga
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 - - Sangat Baik
81-90 21 - Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai kognitif peserta didik = 87,6 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.5, menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam aspek kognitif yaitu 21 peserta didik (100%) berada pada kualifikasi baik, sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam penialaian aspek kognitif pada pertemuan pertama sampai ketiga yakni 87,06 yang berada pada kualifikasi baik. Grafik rata-rata pencapaian pada aspek kognitif dalam proses belajar mengajar peserta didik selama 3 kali pertemuan dapat dilihat pada gambar 4.5.
Baik
Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.5 Skor Rata-rata Pencapaian Peserta Didik Aspek Kognitif pada
Pertemuan Pertama sampai Pertemuan Ketiga
Gambar 4.5 menunjukkan skor rata-rata yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek kognitif pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga, dimana terlihat bahwa 21 peserta didik (100%) berada pada kualifikasi baik, dan nilai tertinggi 89,6. Namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai KKM.
b. Deskripsi Data Tingkat Kemampuan Afektif Peserta Didik 1. Kemampuan Afektif Peserta Didik Pertemuan Pertama
Tingkat kemampuan aspek afektif peserta didik yang dinilai selama proses pembelajaran (untuk 3 kali pertemuan) meliputi ; A). Mengerjakan LKPD dengan baik; C). Bekerja sama dengan kelompok; D) Menghargai pendapat teman.
Tabel 4.6 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek Afektif pada Pertemuan Pertama
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 16 76 Sangat Baik
81-90 5 24 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai kognitif peserta didik = 93,4 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.6, menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan peserta didik dalam aspek afektif pada pertemuan pertama yaitu 16 peserta didik (76%) berada pada kualifikasi sangat baik 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi baik, sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam penilaian aspek afektif yakni, 93,4. Grafik rata-rata pencapaian pada aspek afektif secara individu selama proses belajar
Baik Sangat Baik
mengajar menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Gambar 4.6.
Gambar 4.6, menunjukkan skor pencapaian yang dicapai oleh masing-masing peserta didik, dimana terlihat 4 peserta didik yang mencapai nilai 100, namun secara keseluruha terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
2. Kemampuan Afektif Peserta Didik Pertemuan Kedua
Selanjutnya, data kualifikasi rata-rata skor pencapaian aspek afektif pada pertemuan kedua dapat dilihat pada Tabel 4.7
Tabel 4.7 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek Afektif pada Pertemuan Kedua
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 16 76 Sangat Baik
81-90 5 24 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai afektif peserta didik = 94,3 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.7, menunjukkan data sikap untuk pertemuan kedua terdapat 16 peserta didik (76%) berada pada kualifikasi sangat baik da 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi baik. Klasifikasi pencapaian dalam penilaian afektif peserta didik untuk pertemuan kedua secara individual dapat dilihat pada Gambar 4.7.
Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.6 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Afektif pada Pertemuan Pertama
Baik Sangat Baik
Gambar 4.7, menunjukkan skor pencapaian yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek afektif berbeda, dimana terlihat 7 peserta didik mencapai nilai 100, namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketunttasan 70.
3. Kemampuan Afektif Peserta Didik Pertemuan Ketiga
Selanjutnya, data kualifikasi rata-rata skor pencapaian aspek afektif pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada Tabel 4.8.
Tabel 4.8 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek Afektif pada Pertemuan Ketiga
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 16 - Sangat Baik
81-90 5 - Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai afektif peserta didik = 93,4 Sangat Baik
Data pada Tabel 4.8, menunjukkan data sikap untuk pertemuan ketiga terdapat 16 peserta didik (76%) berada pada kualifikasi sangat baik dan 5 peserta didik (24%)
Inisial Peserta Didik
Gambar 4.7 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Afektif pada Pertemuan Kedua
Baik Sangat Baik
berada pada kualifikasi baik. Klasifikasi pencapaian dalam penilaian afektif peserta didik untuk pertemuan ketiga secara individual dapat dilihat pada Gambar 4.8.
Gambar 4.8, menunjukkan skor pencapaian yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek afektif bereda, dimana terlihat 4 peserta didik yang mencapai nilai 100, namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
Sehingga, dari data hasil yang didapat pada pertemuan pertama hingga ketiga ada penilaian aspek afektif menunjukkan bahwa adanya perbedaan skor nilai yang berbeda, dimana pada pertemuan pertama menunjukkan adanya 16 peserta didik (76%) dalam kualifikasi sangat baik, 5 peserta ddik (24%) dalam kualifikasi baik, sedangkan pada pertemuan kedua menunjukkan 16 peserta didik (76%) dalam kualifikasi sangat baik, 5 peserta didik (24%) dalam kualifikasi baik, dan pada pertemuan ketiga menunjukkan 16 peserta didik (76%) dalam kualifikasi sangat baik, 5 peserta didik (24%) dalam mkualifikasi baik. Namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70. Rata-rata penilaian aspek afektif pada pertemuan pertama sampai ketiga dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4.9 Kualifikasi Rata-rata Skor Pencapaian Peserta Didik dalam Penilaian Aspek Afektif pada Pertemuan Pertama hingga Ketiga
Inisial Peserta Didik
Gambar 4.8 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Afektif pada Pertemuan Ketiga
Baik Sangat Baik
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 16 76 Sangat Baik
81-90 5 24 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai afektif peserta didik = 93,7 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.9, menunjukkan data rata-rata penialian afektif untuk pertemuan pertama sampai ketiga, dimana terdapat 16 peserta didik (76%) berada pada kualifikasi sangat baik dan 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi baik.
Dari pertemuan pertama sampai ketiga pada penilaian aspek afektif menunjukkan bahwa tidak terdapat peseta didik yang berada pada kualifikasi gagal. Klasifikasi pencapaian dalam penilaian afektif peserta didik untuk pertemuan pertama sampai ketiga secara individual dapat dilihat pada Gambar 4.9.
Gambar 4.9, menunjukkan skor pencapaian yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek afektif pada pertemuan pertama sampai ketiga, dimana
Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.9 Skor Rata-rata Pencapaian Peserta Didik Aspek Afektif pada
Pertemuan Pertama sampai Ketiga
terlihat 4 peserta didik yang mencapai nilai 100, namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
c. Deskripsi Data Tingkat Kemampuan Psikomotor Peserta Didik
Tingkat kemampuan aspek psikomotor peserta didik yang dinilai selama proses pembelajaran (untuk 3 kali pertemuan) meliputi : A). Kemampuan menggunakan alat peraga; B) Melakukan peragaan dengan baik; C) Kemampuan mempresentasikan hasil kerja: D). Kemampuan membuat kesimpulan.
a. Kemampuan Psikomotor Peserta Didik Pertemuan Pertama
Skor pencapaian aspek psikomotor pertemuan pertama dapat dilihat pada Lampiran 13a. Kualifikasi presentase rata-rata pencapaian peserta didik dalam penilaian aspek psikomotor pada pertemuan 1 ditunjukkan pada Tabel 4.10.
Tabel 4.10 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek Psikomotor pada Pertemuan Ketiga
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 - - Sangat Baik
81-90 12 57 Baik
70-80 9 43 Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai psikomotor peserta didik = 78,5 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.10, menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam aspek psikomotor pada pertemuan pertama yaitu 12 pesereta didik (57%) berada pada kualifikasi baik,dan 9 peserta didik (43%) berada pada kualifikasi cukup, sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam penialain aspek psikomotor pada pertemuan pertama yakni 78,5 yang berada pada kualifikasi cukup. Klasifikasi pencapaian peserta didik secara inidvidu dalam aspek psikomotor pada pertemuan pertama selama proses pembelajaran dengan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dapat dilihat pada gambar 4.10.
Cukup Baik
Gambar 4.10, menunjukkan skor yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek psikomotor, dimana terlihat 12 orang berada pada kualifikasi baik, 9 orang berada pada kualifikasi cukup.
b. Kemampuan Psikomotor Peserta Didik Pertemuan Kedua
Selanjutnya, skor perolehan pencapaian peserta didik untuk aspek psikomotor pertemuan kedua, dapat dilihat pada Lampiran 13b. Data kualifikasi pencapaian peserta didik dalam penilaian aspek psikomotor pada pertemuan 2 ditunjukkan pada Tabel 4.11.
Tabel 4.11 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek psikomotor pada Pertemuan Kedua
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 6 28 Sangat Baik
81-90 15 72 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai psikomotor peserta didik = 84,7 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.10 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Psikomotor pada Pertemuan
Pertama
Baik Sangat Baik
Data pada Tabel 4.1, menunjukkan bahwa kemampuan peserta didik dalam aspek psikomotor pada pertemuan kedua yaitu 6 pserta didik (28%) berada pada kualifikasi sangat baik, dan 15 peserta didik (72%) berada pada kualifikasi baik.
Sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam penialain aspek psikomotor pada pertemuan kedua yakni, 84,7 yang berada pada kualifikasi baik. Klasifikasi pencapaian peserta didik secara individu dalam aspek psikomotor pada pertemuan kedua dapat dilihat pada Gambar 4.11.
Gambar 4.11 menunjukkan skor yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek psikomotor, dimana terlihat 6 peserta didik dengan klasifikasi sangat baik dan 15 peserta didik dengan kualifikasi baik, dan secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing perserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
c. Kemampuan Psikomotor Peserta Didik Pertemuan Ketiga
Selanjutnya, skor perolehan pencapaian peserta didik untuk aspek psikomotor pertemuan ketiga, dapat dilihat pada Lampiran 13c. Data kualifikasi pencapaian
Inisial Peserta Didik Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.11 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Psikomotor pada Pertemuan
Kedua
Baik Sangat Baik
peserta didik dalam penilaian aspek psikomotor pada pertemuan ketiga ditunjukkan pada Tabel 4.12.
Tabel 4.12 Data Kualifikasi Pencapaian Peserta Didik Dalam Penilaian Aspek Psikomotor pada Pertemuan Ketiga
Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 12 57 Sangat Baik
81-90 9 43 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai psikomotor peserta didik = 88,3 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.12 menunjukkan kemampuan peserta didik untuk pertemuan ketiga terdapat 12 peserta ddik (57%) berada pada kualifikasi sangat baik, dan 9 peserta didik (43%) berada pada kualifikasi baik. Sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam penialaian aspek psikomotor pada pertemuan ketiga yakni 88,3 yang berada pada kualifikasi baik. Klasifikasi pencapaian peserta didik sexara individu dalam aspek psikomotor pada pertemuan ketiga dapat dilihat pada Gambar 4.12.
Gambar 4.12, menunjukan skor yang dicapai oleh oleh masing-masing peserta didik dalam aspek psikomotor, dimana terlihat 12 peserta didik (57%) dengan
Inisial Peserta Didik
Gambar 4.12 Skor Pencapaian Peserta Didik Aspek Psikomotor pada Pertemuan Ketiga
klasifikasi sangat baik dan 9 peserta didik (43%) dengan kualifikasi baik, dan secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
Sehingga, dari data hasil yang didapat pada pertemuan pertama hingga ketiga ada penilaian aspek psikomotor menunjukkan bahwa adanya perbedaan skor nilai yang berbeda, dimana pada pertemuan pertama menunjukkan adanya 12 peserta didik (57%) dalam kualifikasi sangat baik, 9 peserta didik (43%) dalam kualifikasi baik, sedangkan pada pertemuan kedua menunjukkan 6 peserta didik (28%) dalam kualifikasi sangat baik dan 15 peserta didik (72%) dalam kualifikasi baik, dan pada pertemuan ketiga menunjukkan 12 peserta didik (57%) dalam kualifikasi sangat baik, 9 peserta ddik (43%) dalam kualifikasi baik. Namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
Berdasarkan data kualifikasi skor pencapaian peserta didik dalam aspek psikomotor pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga terlihat adanya kenaikkan nilai psikomotor, dimana pada pertemuan pertama nilai aspek psikomotor yaiyu 78,5 nilai psikomotor pada pertemuan kedua adalah 84,7, dan nilai aspek psikomotor pada pertemuan ketiga adalah 88,3. Dari data hasil skor penilaian aspek psikomotor pada pertemuan pertama sampai ketiga, maka rata-rata skor pencapaian peserta didik secara keseluruhan dalam aspek psikomotor pada pertemuan pertama sampai ketiga dapat dilihat pada Tabel 4.13.
Tabel 4.13 Kualifikasi Rata-rata Skor Pencapaian Peserta Didik dalam Penilaian Aspek Psikomotor pada Pertemuan Pertama hingga Ketiga Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 - - Sangat Baik
81-90 12 57 Baik
70-80 9 43 Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai psikomotor peserta didik = 83,8 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian)
Cukup Baik
Berdasarkan Tabel 4.13, terlihat bahwa rata-rata kemampuan peserta didik dalam aspek psikomotor pada pertemuan pertama sampai ketiga yaitu 12 peserta didik (57%) berada pada kualifikasi baik, dan 9 peserta didik (43%) berada pada kualifikasi cukup. Sedangkan rata-rata pencapaian peserta didik dalam aspek psikomotor pada pertemuan pertama sampai ketiga adalah 83,8. Grafik rata-rata individu pencapaian pada aspek psikomotor selama tiga kali pertemuan dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dapat dilihat pada Gambar 4.13.
Gambar 4.13, menunjukkan skor rata-rata yang dicapai oleh masing-masing peserta didik dalam aspek psikomotor pada pertemuan-pertemuan pertama sampai ketiga dimana terlihat 12 peserta didik (57%) berada pada kualifikasi baik dan 9 peserta didik (43%) berada pada kualifikasi cukup. Namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan 70.
d. Deskripsi Tingkat Penguasaan Hasil Tes Formatif Akhir (Post-Test) Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.13 Skor Rata-rata Pencapaian Peserta Didik Aspek Psikomotor
pada Pertemuan Pertama sampai Ketiga
Baik Sangat Baik
Kualifikasi pencapaian peserta didik pada tes formatif yang dilakukan setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) yang diajarkan dengan LKPD berbasis inkuiri terbimbing ditunjukkan pada Tabel 4.14. Untuk skor pencapaian masing-masing peserta didik pada tes formatif dapat dilihat pada Lampiran 14.
Tabel 4.9 Kualifikasi Skor Pencapaian Hasil Tes Formatif Akhir Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 5 24 Sangat Baik
81-90 8 38 Baik
70-80 8 38 Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai tes formatif peserta didik = 83,9 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Berdasarkan Tabel 4.14, menunjukkan hasil tesformatif akhir (post-tes) peserta didik pada kelas XI MIA 1. Terdapat 5 peserta didik (24%) berada pada kualifikasi sangat baik, 8 peserta didik (38%) berada pada kualifikasi baik, dan 8 peserta didik (38%) berada pada kualifikasi cukup. Klasifikasi rata-rata pencapaian pada tes akhir peserta didik setelah proses belajar mengajar dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbng secara individual dapat dilihat pada gambar 4.14.
Inisial Peserta Didik
Gambar 4.14 Skor Pencapaian Peserta Didik pada Tes Formatif
Sumber: Data Hasil Penelitian
Cukup
Gambar 4.14, menunjukkan skor yang dicapai oleh masing-masing peserta didik pada tes formatif, dimana terlihat bahwa 2 peserta didik memperoleh nilai tertinggi yakni 98,2 dan nilai terendah yakni 73,6 namun secara keseluruhan terlihat bahwa masing-masing peserta didik mencapai nilai ketuntasan yakni 70. Hasil tes mengalami peningkatan setelah peserta didik belajar menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing.
e. Deskripsi Hasil Nilai Akhir
Data hasil nilai akhir setelah proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing, nilai akhir peserta didik di setiap aspek setelah dilakukan analisa terhadap presentase pencapaian peserta didik dalam penilaian proses baik aspek kognitif, afektif dan psikomotor dapat dilihat pada Tabel 4.15.
Tabel 4.15 Data Kualifikasi Skor Pencapaian Nilai Akhir Tingkat Penguasaan Frekuensi Persentase (%) Kualifikasi
91-100 3 14 Sangat Baik
81-90 18 86 Baik
70-80 - - Cukup
< 70 - - Gagal
Rata-rata nilai akhir peserta didik = 87,3 Sangat Baik
(Sumber : Data Hasil Penelitian) Data pada Tabel 4.15, menunjukkan skor pencapaian hasil nilai akhir peserta didik pada setiap aspek yang diperoleh selama melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing, dimana terlihat pada Tabel 4.15 terdapat 3 peserta didik (14%) berada pada kualifikasi sangat baik, dan 18
Baik Sangat Baik
peserta didik (86%) berada pada kualifikasi baik. Rata-rata pencapaian nilai akhir pada semua aspek yaitu 87,3 yang berada pada kualifikasi baik. Grafik pencapaian nilai akhir peserta didik secara individu, setelah proses belajar mengajar menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dapat dilihat pada gambar 4.15.
Gambar 4.15 menunjukkan bahwa nilai kahir dari masing-masing ranah baik kognitif, afektif dan psikomotor diperoleh peserta didik dengan nilai tertinggi yakni 93 dan nilai terendah 82. Pencapaian nilai akhir peserta didik secara keseluruhan dalam proses kegiatan belajar mengajar mencapai KKM 70.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pencapaian hasil belajar peserta didik XI MIA 1 SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat pada materi fluida statis yang pembelajarannya dilakukan dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing.
1. Tingkat Hasil Tes Kemampuan Awal
Tes kemampuan awal (pre-test) adalah tes yang dilaksankan sebelum materi pelajaran diberikan. Tes awal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh manakah materi
Inisial Peserta Didik
Sumber: Data Hasil Penelitian Gambar 4.15 Skor Pencapaian Nilai Akhir Peserta Didik
atau bahan pelajaran yang akan diajarkan telah dikuasai oleh peserta didik (Sudjono 2010:69).
Sikap peserta didik saat mengerjakan tes awal terlihat tidak tenang atau bingun dengan masalah yang ada di depan mereka. Kebanyakan dari mereka yang menoleh ke teman mereka untuk menanyakan jawaban dari soal yang diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik tersebut kurang mengetahui jawaban dari soal yang diberikan pada materi fluida statis. Nilai tes kemampuan awal yang diperoleh dari hasil penelitian menggambarkan bahwa, kemampuan awal peserta didik bervariasi antara peserta didik yang satu dengan peserta didik yang lainnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat, hasil tes kemampuan awal pada lampiran 10, menunjukkan bahwa semua peserta didik berada pada kualifikasi kurang/gagal (nilainya <70) sebesar 20 peserta didik (100%). Analisis tiap indikator pada soal tes, setiap peserta didik hanya mampu menjawab soal pada soal pilihan ganda (PG) sebab kebanyakan dari mereka menjawab dengan menerka jawaban pada pilihan yang telah tersedia sedangkan pada soal essay untuk tingkatan menghitung, peserta didik masih kesulitan untuk menjawab dan mengerjakan soal yang diberikan. Permasalahan tersebut diperjelas oleh Payung (2016:54) bahwa “Apabila kemampuan awal peserta didik tinggi, dalam proses belajar berikutnya peserta didik tersebut akan lebih mudah memahami konsep materi dan tidak akan mengalami kesulitan namun apabila kemampuan awal peserta didik rendah, maka peserta didik akan mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, sehingga perlu waktu lama untuk memperoleh tujuan yang hendak dicapainya”. Ketidakberhasilan peserta didik pada tes awal terkait materi fluida statis memberikan gambaran terhadap peneliti agar dapat menyajikan materi dengan
menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing sebaik mungkin agar peserta didik dapat lebih memahami materi yang diajarkan.
2. Hasil Belajar Selama Proses Pembelajaran
Selama proses pembelajaran, peserta didik dinilai melalui tiga aspek yang bertujuan untuk mengetahui kompetensi yang dimiliki,yaitu: 1) aspek kognitif, 2)aspek afektif/sikap, 3) aspek psikomotor. Sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik mampu meunjukan kompetensi yang dimiikinya, dan memaami materi fluida statis dengan mengggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing.
a. Aspek Kognitif Yang Diperoleh Peserta Didik
Berdasarkan data hasil penelitian pencapaian peserta didik pada aspek kognitif berbeda-beda. Pada pertemuan pertama yang ditunjukkan pada lampiran 11a yaitu terdapat 5 orang peserta didik yang berada pada kualifikasi sangat baik, 6 orang peserta didik berada pada kualifikasi baik, dan 4 orang peserta didik berada pada kualifikasi gagal. Hal ini disebabkan karena tidak semua soal mereka kerjakan dan soal hitungan yang dikerjakan pada LKPD tidak detail sehingga nilai yang diperoleh pada ke-4 peserta didik ini dikategorikan gagal. Akan tetapi secara rata-rata nilai yang diperoleh berada pada kualifikasi baik dengan nilai rata-rata yaitu 80,3, hal ini dikarenakan tingginya nilai yang diperoleh pada 17 peserta didik yang dibagi dalam 5 orang dalam kualifikasi sangat baik, 6 orang dalam kualifikasi baik, dan 6 orang dalam kualifikasi cukup yang mendongkrak nilai pada 4 peserta didik yang berada pada kuaifikasi gagal. Sehingga nilai rata-rata untuk pertemuan pertama berada pada kualifikasi baik. Nilai terendah yaitu 65,6 dan nilai tertingginya yaitu 93,7.
Pada pertemuan kedua yang ditunjukkan pada lampiran 11b yaitu terdapat 6 orang peserta ddik berada pada kualifikasi sangat baik, dan 15 orang peserta didik
berada pada kualifikasi baik, dengan nilai rata-ratanya yaitu 87,3. Nilai terrendah yaitu 81,2 dan nilai tingginya yaitu 93,7.
Sedangkan pada pertemuan ketiga yang ditunjukkan pada Lampiran 11c yaitu terdapat 16 peserta didik berada pada kualifikasisangat baik, dan 5 peserta didik berada pada kualifikasi baik, dengan nilai rata-ratanya yaitu 93,8. Nilai terendah yaitu 88,5 dan nilai tertingginya yaitu 97,1. Nilai rata-rata penilaian aspek kognitif untuk tiga kali pertemuan mengalami penurunan yaitu 87 dengan kualifikasi 21 peserta didik berada pada kualifikasi baik dengan skor nlai > 80. Dengan demikian dapat dikatakan kemampuan kognitif peserta didik dikategorikan baik dan telah mencapai KKM Yanin (2011:67) menyatakan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor eksternal dan internal.
Faktor internal sendiri dari motivasi positif dan percaya diri dalam belajar, tersedianya materi pelajaran yang lengkap untuk memancing aktivitas peserta didik, keterampilan intelektual, dan strategi yang tepat untuk mengaktifkan peserta didik dalam belajar. Gagalnya peserta didik dipengaruhi oleh faktor internal peserta didik itu sendiri, yang kurang termotivasi dan kurang percaya diri. Faktor eksternal lebih banyak ditangani oleh guru, faktor tersebut terdiri dari cara guru member penghargaan, perhatian orang tua, dan keadaan keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, rata-rata pencapaian aspek kognitif selama 3x pertemuan terdapat 21 peserta didik yang tuntas dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Hal ini sesuai dengan pendapat dari (Syam, 2016 : 37) yang menyatakan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan kesempatan dan pengalaman belajar kepada peserta didik. Dengan demikian, pem,belajaran inkuiri terbimbing ini dapat membantu peserta didikuntuk mengkontruksi konsep fisika yang dipelajari melalui proses berpikir dan dapat
mencapai hasil belajar peserta didik dengan penguasaan konsep yang lebih dari sebelumnya.
Menurut Trianto (2010: 111) Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan panduan peserta didik yang digunakan untuk melakukan pengembangan aspek kognitif maupun panduan untuk pengembangan semua aspek pembelajaran dalam bentuk panduan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah sesuai indikator pencapaian hasil belajar yang harus dicapai.
Didukung oleh penelitian dari Erina, R, dkk (2015:7) yang menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing secara signifikan berpengaruh positif terhadap hasil belajar kognitif peserta didik di SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat.
Inkuiri terbimbing mengajarkan peserta didik suatu masalah, memanfaatkan waktu dan menggunakan alat-alat sepereti bahan-bahan dan peralatan yang mereka butuhkan selama percobaan, dan kemudian melakukan percobaan untuk membuktikan dan mencari tahu sendiri solusi untuk masalah yang ada. inkuiri terbimbing pada proses pembelajaran berlangsung secara terstruktur dengan melibatkan perpaduan antara pengetahuan baru dipelajari dengan pengetahuan lama yang telah dipelajari sebelumnya, seperti: mengidentifikasi, menggeneralisasi, menyimpulkan, dan memecahkan masalah.
b. Aspek Afektif Yang Diperoleh Peserta Didik
Berdasarkan hasil penelitian yang menggambarkan skor pencapaian peserta didik pada aspek afektif, terlihat bahwa sikap setiap peserta didik berbeda-beda. Pada pertemuan pertama terdapat 16 peserta didik berada pada kualifikasi sangat baik, dan 5 peserta didik berada pada kualifikasi baik,dengan nilai rata-ratanya 93,4. Nilai terenda yaitu 87,5 dan nilai tertingginya yaitu 100. Pada pertemuan kedua terdapat 16 peserta didik berada pada kualifikasi sangat baik dan 5 peserta didik berada pada
kualifikasi baik dengan milai rata-ratanya 94,3. Nilai terendah yaitu 87,5 dan nilai teritngginya 100. Sedangkan, pada pertemuan ketiga terdapat 16 peserta didik pada kualifikasi sangat baik dan 5 peserta didik pada kualifikasi baik dengan nilai rata- ratanya 93,4. Nilai terendah yaitu 87,5, dan nilai tertinggi 100.
Sedangkan nilai rata-rata aspek afektif untuk tiga kali pertemuan yaitu 93,7 yang berada pada kualifikasi sangat baik dengan 16 peserta didik yang berada pada kualifikasi sangat baik, dan 5 peserta didik berada pada kualifikasi baik, dikarenakan seluruh peserta didik sangat disiplin, sangat menghargai pendapat, teman, dan memiliki kemampuan dalam bekerja sama untuk mengerjakan LKPD. Dengan demikian maka niali rata-rata aspek afektif untuk tiga kali pertemuan berada pada kualifikasi sangat baik.
Keberhasilan ini disebabkan karena pada proses pembelajaran, peserta didik mampu merespon dengan baik proses yang berlangsung. Hal ini terlihat dari bagaimana mereka dapat menciptakan suasana belajar yang tertib, serius dala kelompok, menyampaikan pertanyaan, menerima pertanyaan atau menghargai pendapat teman. Proses pembelajaran ini juga sangat bermanfaat untuk melatih sikap peserta didik dalam menerima perbedaan pendapat dan bekerja dengan teman yang berbeda latar belakangnya.
Penilaian sikap peserta didik dalam proses pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dikatakan baik, dimana setiap peserta didik bertanggung jawab terhadap kelompoknya, bukan hanya untuk mendapat nilai secara pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi kepada kelompok. Dalam hal ini sangat dituntut keaktifan dari masing-masing peserta didik serta kerja sama yang baik dalam kelompok, serta saling menghargai atas apa yang telah disarankan oleh teman kelompok.
c. Aspek Psikomotor Yang Diperoleh Peserta Didik
Berdasarkan data yang menggambarkan skor pencapaian peserta didik pada aspek psikomotor, terlihat bahwa keterampilan tiap individu berbeda-beda. Pada pertemuan pertama, 12 peserta didik berada pada kualifikasi baik dan 9 peserta didik berada pada kualifikasi cukup, dengan nilai rata-rata 78,5. Nilai terendah yaitu 75 dan nilai tertingginya 81,2. Pada pertemuan kedua, 6 peserta didik berada pada kualifikasi sangat baik dan 15 peserta didik berada pada kualifikasi baik dengan nilai rata-ratanya 84,7. Nilai terendah yaitu 81,2 dan nilai tertingginya 93,7. Sedangkan pada pertemuan ketiga, 12 peserta didik berada pada kualifikasi sangat baik dan 9 peserta didik berada pada kualifikasi baik, dengan nilai rata-ratanya 88,3. Nilai terendah yaitu 81,2 dan nilai tertingginya 93,7.
Sedangkan untuk nilai rata-rata aspek psikomotor untuk tiga kalipertemuan yaitu 83,8 yang berada pada kualifikasi baik, sebanyak 12 peserta didik berada pada kualifikasi baik, dan 9 peserta didik berada pada kualifikasi cukup. Keberhasilan ini dikarenakan para peserta didik telah menerima pengalaman belajar tertentu melalui komponen-komponen penyusun penilaian aspek psikomotor yaitu penilaian pada aspek psikomotor didasarkan pada jalannya proses pembelajaran, dimana pemberian kontribusi pikiran dari setiap peserta didik dinilai. Walaupun terdapat 9 peserta didik yang tidak melakukan dengan sempurna, tetapi sebagian besar mereka sudah dapat mencapai indicator-indikator penilaian psikomotor dengan baik.
3. Deskripsi Hasil Tes Formatif
Tes formatif merupakan tes yang diberikan kepada peserta didik setelah mengetahui proses belajar mengajar dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Pelaksanaan tes akhir, peserta didik jauh lebih tenang dalam mengerjakan soal yang diberikan, diskusi antar teman tidak terjadi, masing-masing peserta didik
berantusias dalam bekerja untuk mendapatkan hasil yang baik. Pandangan semua peserta didik hanya terfokus pada soal yang diberikan dan hasil tes formatif menunjukkan bahwa mereka dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan setelah menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dalam proses belajar mengajar.
Berdasarkan Lampiran 14 ditunjukkan sebanyak 5 peserta didik berada pada fase kualifikasi sangat baik, 8 peserta didik berada pada fase kualifikasi baik, dan 8 peserta didik berada pada fase kualifikasi cukup, dengan nilai rata-rata 83,9. Nilai terendah yaitu 73,6 dan nilai tertingginya 98,2. Peserta didik dengan kualifikasi sangat baik merupakan peserta didik yang mendapat nilai > 90, karena dapat menjawab soal PG dan essay dengan baik. Peserta didik yang memenuhi kualifikasi baik merupakan peserta didik yang mendapat nilai > 80 karena pada saat menjawab soal ada beberapa soal PG yang salah dan beberapa soal PG yang salah dan beberapa soal essay yang dikerjakan kurang detail, sehingga nilai yang didapat termasuk dalam kualifikasi baik.
Untuk peserta didik yang memenuhi kualifikasi cukup merupakan peserta didik yang mendapatkan nilai >70 dikarenakan pada saat menjawab soal PG jawaban ada yang tidak tepat., begitu juga dengan soal essay, untuk jawaban soal perhitungan tidak diuraikan dengan baik, mereka hanya menulis rumus dan nilai tanpa menjabarkan apa yang diketahui dan ditanya padahal semua kategori ini termasuk dalam penilaian.
Penelitian ini didukung oleh penelitian dari Lestari, dkk (2013:9) yang mengemukakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang mengikuti LKPD berbasis inkuiri terbimbing dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA peserta didik kelas IV SD Negeri dikelurahan Kaliuntu. Hasil belajar peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik daripada kelompok peserta didik yang belajar dengan model pembelajaran konvensiaonal.
4. Deskripsi Nilai Akhir
Nilai akhir peserta didik menggambarkan tingkat pencapaian hasil belajar selama proses belajar mengajar dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing, yang dilihat pada deskripsi hasil nilai akhir (Lampiran 14). Berdasarkan data hasil tes nilai akhir, terdapat 3 peserta didik yang berada pada kualifikasi sangat baik dan 18 peserta didik berada pada kualifikasi baik, dengan nilai rata-ratanyayaitu 87,3, yang berada pada kualifikasi baik. Nilai terendahnya yaitu 82 dan nilai tertingginyayaitu 93 dan telah mencapai KKM yaitu >70.
Peserta didik yang memenuhi kualifikasi sangat baik merupakan peserta didik yang mendapat nilai > 90. Selain itu, pada proses pembelajaran para peserta didik ini terlihat lebih menonjol dalam tiap indikator penilaian pada tiap lembar observasi, baik itu pada saat melakukan pengamatan, keterampilannya dalam bereksperimen respon pada saat berdiskusi dan mengikuti pembelajaran, partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, disiplin, sangat serius dan teliti. Semua hal tersebut mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Sedangkan peserta didik yang memenuhi kualifikasi baik merupakan peserta didik mendapatkan nilai > 80 karena dalam proses pembelajaran peserta didik-peserta didik ini tidak bisa melakukan semua penilaian pada setiap indikator dengan baik,walaupun tidak semua indikator terlihat tuntas namun skor yang diperoleh pada tiap indikatornya bisa menunjang nilai mereka pada saat perhitungan rata-rata skor tiap aspeknya. Selain itu, LKPD yang diberikan dapat pula menunjang penialaian dalam aspek kognitif. Sama halnya dengan lembaran penilaian afektif dan psikomotor, LKPD yang dikumpulkan pun mempunyai jawaban yang kurang diperjelas walaupun jawabannya benar, baik itu dalam soal uraian maupun soal penjelasan. Oleh karena
itu, skor yang mereka peroleh pun sudah mencakup kategori baik, sehingga yang didapat termasuk dalam kualifikasi baik.
Hal ini disebabkan karena penerapan LKPD berbasis inkuiri terbimbing sangat berpengaruh untuk mencapai hasil belajar peserta didik, kemampuan kognitif, mengembangkan sejumlah keterampilan, membangun hubungan sosial antar peserta didik, mampu menjelaskan persoalan pendapat lewat diskusi dan kerja kelompok, serta berani menyampaikan pendapat.
Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Hamlik (2009:38), bahwa hasil belajar adalah perunbahan tingkah laku pada aspek-aspek tertentu, misalnya pengetahuan, pemahaman, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan soaial, etika, sikap, dan lain-lainnya. Hasil belajar adalah perubahan yang didasari oleh pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya dan pengetahuan baru itu juga menjadi dasar yang diperoleh pengetahuan berikutnya yang lebih kompleks (Kosasih, 2014:3).
Idealnya, hasil belajar adalah perubahan yang terjadi mencakup seluruh aspek kehidupan pada diri seseorang (Kosasih 2014:4). Nilai akhir yang menggambarkan hasil belajar peserta didik diperoleh dengan cara menjumlahkan masing-masing aspek yang telah diolah menggunakan rumus yang sudah ditentukan.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan pembahasan yang dibuat, maka dapat disimpulkan bahwa peserta didik kelas XI MIA 1 SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat dapat mencapai hasil belajar fisika materi fluida statis dengan diterapkannya LKPD berbasis inkuiri terbimbing. Kesimpulan di atas didasarkan pada temua yang diperoleh dari hasil penelitian sebagai berikut:
1. Kemampuan awal peserta didik kelas XI SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan menerapkan LKPD berbasis inkuiri terbimbing secara klasikal dikategorikan gagal dengan rata-rata skor pencapaian tes awal yaitu 5,80.
2. Penerapan LKPD berbasis inkuiri terbimbng dapat membantu peserta didik kelas XI SMA Negeri 19 Seram Bgaian Barat mencapai kemampuan kognitif pada kualifikasi baik untuk nilai rata-ratanya (87,06), kemampuan afektif pada kualifikasi sangat baik untuk nilai rata- ratanya (93,7), dan kemampuan psikomotor pada kualifikasi sangat baik untuk nilai rata-rata (83,8).
3. Penerapan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dapat membantu peserta didik kelas XI SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat mencapai nilai tes formatif dengan nilai rata-ratanya yaitu (83,9), yang berada pada kualifikasi baik.
4. Penerapan LKPD berbasis inkuiri terbimbing dapat membantu peserta didik kelas XI SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat dalam mencapai nilai akhir (87,3) yang berada pada kualifikasi baik.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka dapat diajukan saran sebagai berikut:
1. Bagi guru, dengan terujinya penerapan LKPD berbasis inkuiri terbimbing untuk mencapai hasil belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri 19 Seram Bagian Barat, maka perlu dipertimbangkan untuk menggunakan model pembelajaran ini sebagai bagian dari pembelajaran Fisika.
2. Guru diharapkan lebih kreatif lagi dalam mendesain pembelajaran dan penggunaan waktu dalam proses pembelajaran harus lebih efisien agar materi yang disampaikan dapat terselesaikan dengan baik.