• Tidak ada hasil yang ditemukan

Valuasi Harga Saham PT Bank Central Asia, Tbk.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Valuasi Harga Saham PT Bank Central Asia, Tbk."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Valuasi Harga Saham PT Bank Central Asia, Tbk.

Oleh:

Prof. Adler Haymans Manurung

Sebagai Prasyarat untuk Mendapatkan Professional Designation CERTIFIED BUSINESS VALUER (CBV)

Jakarta, Januari 2021

(2)

Daftar Isi

Pendahuluan 1

Tinjauan Pustaka 2

Methodologi 5

Analisis Pembahasan 7

Kesimpulan 10

Daftar Pustaka

(3)

Valuasi Harga Saham PT Bank Central Asia

Pendahuluan

Saham merupakan instrument investasi yang mempunyai durasi jangka panjang dan sangat cocok kepada investor yang lebih memperhatikan pertambahan value.

Saham diterbitkan perusahaan dalam rangka mendapatkan dana untuk investasi sehingga perusahaan bisa beroperasi kedepannya yang dikenal dalam akuntansi dengan istilah going-concern. Walaupun dalam teori urutan pendanaan (Pecking Order Theory) yang diperkenalkan oleh Donaldson pada tahun 1961 (Pinegar and Wilbricht, 1989, p.83) dan dikembangkan oleh Myers pada tahun 1984 (Manurung, 2012, p.23 dan p.24), merupakan urutan terakhir (last resort). Perusahaan yang mendapatkan dana melalui penerbitan saham dengan menjual ke publik harus terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Tetapi, penerbitan saham baru banyak diminati perusahaan karena memberikan manfaat kepada perusahaan (Pagano et.al 1996 and 1998).

Harga saham menjadi topik diskusi bagi pihak yang memiliki dana untuk melakukan pembelian dan lebih dikenal dengan investasi. Akibatnya, pemilik dana perlu mengetahui harga wajar saham yang diperdagangkan di Bursa. Harga saham di Bursa Efek sangat fluktuatif sesuai informasi yang masuk ke bursa. Fama (1970) menyatakan bahwa harga saham di Bursa merupakan refleksi dari semua informasi yang ada di perusahaan. Akibatnya, informasi harga saham yang wajar menjadi kebutuhan bagi investor yang ingin melakukan transaksi saham di Bursa. Informasi harga saham yang wajar menjadi sangat penting dan bisa menjadi barang dagangan untuk membuat investor mau melakukan transaksi melalui sekuritas yang mempunyai riset yang mumpuni.

Perhitungan atas harga saham yang dipublikasikan di jurnal sebagai acuan untuk penulisan sangat terbatas, terutama yang langsung masuk ke penilaian perusahaannya.

Berbagai macam metode perhitungan harga saham yang sudah dilakukan yaitu Dividen Discounted Model, Free-Cash Flow Discounted Model, Relative Model (Damodaran, 2012). Feltham dan Ohlson (1995) memperkenalkan perhitungan harga saham dengan menggunakan pendekatan akuntansi, dimulai oleh Ohlson (1990, 1995). Hamonangan dan Sulistyawati (2012) melakukan perhitungan harga saham BCA, Simorangkir and Simorangkir (2012) melakukan estimasi harga saham BNI. Khairi and Manurung (2014) melakukan perhitungan harga saham Bank Mandiri. Pakpahan (2014) mengestimasi harga saham BRI.

Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 713 perusahaan per akhir Desember 2020 dan diantaranya ada sebanyak 45 bank yang tercatat dari 110 jumlah bank di Indonesia. Salah satu bank yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yaitu

(4)

PT Bank Central Asia Tbk dengan simbol tick BBCA. Bank ini merupakan salah satu bank terbesar disebut bank buku 4 menurut klasifikasi yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Bank ini dianggap menjadi salah satu Lembaga yang mendukung sistim pembayaran di Indonesia dan merupakan bank yang sangat maju dalam teknologi dibandingkan dengan bank-bank lainnya.

Berdsarkan uraian tersebut, paper ini akan membahas perhitungan atau estimasi harga saham PT Bank Central Asia Tbk. Adapun perhitungan yang dipergunakan yaitu perhitungan dengan menggunakan arus kas. Pendekatan arus kas dianggap lebih cocok untuk perhitungan Bank dan satu lagi pendekatan harga terhadap nilai buku (Manurung, 2011). Paper ini juga membahas bagaimana pengaruh pasar terhadap harga saham bank tersebut.

Tinjauan Pustaka

Sesuai judul dan uraian pada pendahuluan paper ini akan membahas termasuk menghitung harga wajar saham PT Bank Central Asia, Tbk. Akibatnya, pembahasan pada sub-topik ini akan menjelaskan bagaimana harga diestimasi dan faktor apa saja yang menentukan harga saham tersebut.

Perhitungan harga perusahaan dapat dikelompokkan menjadi 2 mazhab (pendekatan) yaitu kelompok penilai (valuer) dan kelompok perhitungan yang banyak dilakukan di pasar modal. Kelompok pertama umumnya melakukan perhitungan perusahaan bagi mereka yang professinya pada penilai dan umumnya tidak menyangkut pada future value, karena kelompok ini menilai perusahaan berdasarkan pada apa saja yang dimiliki saat ini. Kelompok kedua menyatakan perhitungan harga saham berdasarkan aset yang dimiliki saat ini dan tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk peningkatan pendapatan perusahaan yang akibatnya menaikkan harga perusahaan secara fluktuatif.

Manurung (2020) menyatakan bahwa perhitungan harga saham dapat dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu pendekatan Model Diskonto, pendekatan relatif berganda (Multiple Relative) dan pendekatan Klaim Kontingensi klaim (Contingency Claim). Umumnya para analis menggunakan model diskonto dan pendekatan relatif berganda. Pada topik ini, uraian hanya dilakukan pada pendekatan model diskonto dan pendekatan relatif Berganda. Pada pendekatan model diskonto hanya menggunakan arus kas bank yang bersangkutan sementara pendekatan dividen dan pendapatan tidak diuraikan.

Pendekatan Nilai harga saham terhadap nilai buku merupakan salah satu pendekatan yang paling cocok pada Bank diuraikan pada topik ini, dimana pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan reatif berganda untuk menghitung harga saham.

Damodaran (2012) and Manurung (2011) menyatakan nilai sebuah aset dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan diskonto dengan persamaan berikut:

𝑉𝑜𝐹 = ∑ 𝐶𝐹𝑡

(1+𝑟)𝑡

𝑛𝑡 (1)

(5)

dimana

VoF = harga saham saat ini, pada tahun 0 CFt = arus kas perusahaan pada periode t r = biaya modal (cost of capital) perusahaan

Adapun arus kas (CFt) sebuah perusahaan bisa dijelaskan dengan dua estimasi yaitu arus kas terhadap perusahaan (Free Cash-Flow to the Firm, FCFF) dan arus kas terhadap ekuitas atau saham (Free Cash-flow to the Equity, FCFE). Arus kas kepada perusahaan (Free Cash-Flow to the Firm, FCFF) yaitu:

𝐶𝐹𝐹𝑡 = 𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒𝑡+ 𝐷𝑒𝑝𝑟𝑒𝑐𝑖𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛𝑡− ∆𝑁𝑊𝐶𝑡+ ∆𝐼𝑡 (2)

Sehingga nilai perusahaan dapat dihitung dengan penyesuaian persamaan (2) ke persamaan (1) yaitu:

𝑉𝑜𝐹 = ∑ 𝐹𝐶𝐹𝐹𝑡

(1+𝑟)𝑡

𝑛𝑡 (3)

Bagian sebelah kanan dari persamaan (3) dapat diperjelas akibat tidak bisa melakukan estimasi untuk sepanjang masa. Akibatnya, estimasi dilakukan sampai beberapa tahun sesuai kemampuan dan kemudian menentukan terminal value (TV) pada tahun berakhir estimasi, sebagai berikut:

𝑉𝑜𝐹 = ∑ 𝐹𝐶𝐹𝐹𝑡

(1+𝑟)𝑡

𝑡=𝑛𝑡=1 + 𝑇𝑉𝑛

(1+𝑟)𝑛 (4)

Pada persamaan (4), terminal value dapat dihitung dengan 3 pendekatan yaitu pendekatran nilai likuidasi (Liquidation Value), pendekatan berganda (Muliple Approcah) dan pendekatan model pertumbuhan stabil (Stable Growth Model). Jika nilai VoF pada persamaan (4) dibagi dengan jumlah saham merupakan nilai perusahaan per saham.

Arus kas kepada ekuitas atau saham (Cash-Flow to the equity, CFE) yaitu:

𝐶𝐹𝐸𝑡 = 𝐶𝐹𝐹𝑡− 𝐷𝑒𝑏𝑡𝑡 (5)

Debt pada persamaan (5) merupakan selisih antara hutang baru dan pembayaran atau pelunasan hutang.

Akibatnya, perhitungan nilai perusahaan persamaan (4) bukan disebut nilai perusahaan jika bagian atas dari persamaan (4) menggunakan arus kas kepada ekuitas (FCFE), menjadi perhitungan nilai ekuitas, yaitu:

𝑉𝑜𝐹 = ∑ 𝐹𝐶𝐹𝐸𝑡

(1+𝑟)𝑡

𝑡=𝑛𝑡=1 + 𝑇𝑉𝑛

(1+𝑟)𝑛 (6)

Bilai nilai VoF pada persamaan (6) dibagi jumlah saham menjadi harga intrinsik satu saham dari perusahaan yang bersangkutan. Koller et.al (202) menyatakan bahwa metode ini sangat cocok untuk perbankan.

(6)

Selanjutnya, pendekatan nilai pasar saham terhadap nilai buku saham menjadi metode perhitungan harga saham bank. Penggunaan ini dilakukan karena sifat dari Bank itu sendiri dimana posisi passiva yang terdiri dari umumnya dana pihak ketiga dan ekuitas.

Bank yang bersangkutan dapat beroperasi dikarenakan kepercayaan (trust) dari pihak ketiga terhadap Manajemen dan pemilik bank sehingga pihak lain mau memasukkan dananya ke bank tersebut. Jika, ada pergantian kepemilikan maka semua pemilik dana akan menarik dana sehingga yang tinggal hanya ekuitas bank (nilai buku bank). Adapun perhitungan pendekatan nilai pasar saham dibagi nilai buku (PBV) yaitu:

𝑃𝐵𝑉 =𝑀𝑃

𝐵𝑉 (7)

MP = Market Price per saham BV = nilai buku bank per saham

Pendekatan ini sudah sangat sering dipergunakan berbagai pihak, seperti penjualan saham BCA ke Group Djarum, Permata ke Standarad Chartered da Astra Group dan kemudian ke Bangkok Bank, Bukopin ke bank group Korea dan sebagainya.

Cost of Capital

Salah satu faktor penting dalam menghitung nilai sebuah lembaga yaitu dapat ditentukannya biaya modal (Cost of Capital, CoC) Lembaga dan sering juga disebut biaya rata-rata modal (Weighted Average of Cost of Capital, WACC) dari Lembaga yang bersangkutan Adapun Cost of Capital sebuah Lembaga dihitung dengan persamaan berikut:

𝑊𝐴𝐶𝐶 = 𝐷

𝑇𝐴∗ 𝐾𝑑∗ (1 − 𝑡𝑥) + 𝐸

𝑇𝐴∗ 𝐾𝑒 (8)

dimana

D = total hutang berbunga E = total Ekuitas

TA = total Asset

Kd = biaya bunga hutang Ke = biaya ekuitas

tx = pajak yang dibayarkan perusahaan

WACC ini merupakan r pada persamaan (1), (3), (4), dan (5) yang menyatakan tingkat pengembalian yang minimum diharapkan agar perusahaan dapat beroperasi, going concern. Bila perusahaan tidak mendapatkan hasil asset yang dipergunakan tidak dapat sebesar WACC maka perusahaan akan mengalam kerugian ketika beroperasi.

Selanjutnya, Ke merupakan biaya ekuitas yang harus dibayar perusahaan dengan perhitungan sebagai berikut:

(7)

𝐾𝑒 = 𝑅𝑓+ 𝛽 ∗ (𝐸[𝑅𝑚] − 𝑅𝑓) (9) dimana

Rf = tingkat pengembalian bebas risiko, dalam kasus Indonesia disebut tingkazt pengembalian SPN (Surat Perbendaharaan Negara)

β = beta saham perusahaan yang bersangkutan E(Rm) = Ekspektasi tingkat pengembalian pasar

β dapat dihitung dengan meregressikan tingkat pengembalian pasar (variabel bebas) terhadap tingkat pengembalian saham (variabel tidak bebas).

Bila menghitung nilai perusahaan, VoF, dengan pendekatan arus kas terhadap ekuitas, pada persamaan (6) maka variabel r pada penyebut menggunakan Ke ini, bukan WACC.

Pendekatan Akuntansi

Valuasi harga saham yang menggunakan informasi akuntansi dimulai oleh Ohlson (1990, 1995). Valuasi saham menurut Ohlson ini menyangkut dividen, arus kas dan pendapatan dimana perhitungan ini dianggap faktual. Perhitungan pendekatan ini kelihatan hampir mendekati kelompok pertama yaitu apa yang dimiliki perusahaan. Selanjutnya, valuasi harga saham yang sangat dikenal dalam pendekatan akuntansi ini yaitu valuasi harga saham Feltham dan Ohlson (1995). Valuasi sebagai berikut:

bvf = book value of the firm's equity date t, X = eamings for period (t-l,t), df = dividends, net of capital contributions, date t, fa = financial assets, net of financial obligations date t, it = interest revenues, net of interest expenses for period (t-l,t), oat= operating assets, net of operating liabilities date t, oxt = operating eamings for period (t-l,t), ct = cash flows realized from operating activities, net of investments in those activities date t, Pt = market value of the firm's equity date t

bvt = fat + oat

Xt = it + oxt

bvt = bvt-1 + xt - dt

it = (RF - 1)*fat-1

fat = fat-1 + it - [dt - ct] oat = oat-1 + oxt - ct

Adapun harga saham dengan dividen sebagai variabel sebagai berikut:

(10)

(8)

𝑃𝑡 = ∑𝜏=1𝑅𝐹−1𝐸𝑡[𝑑̃𝑡+𝜏] (11) dimana

dt = ct + RF + fat-1 - fat

𝝉=𝟏𝑹𝑭−𝝉𝑬𝒕[𝒅̃𝒕+𝝉] = 𝒇𝒂𝒕+ ∑𝝉=𝟏𝑭𝑭−𝝉𝑬𝒕[𝒄̃𝒕+𝝉] (12)

Dengan menggunakan persamaan sebelumnya maka harga saham dapat dihitung sebagai berikut:

(𝑎) 𝑃𝑡 = 𝑓𝑎𝑡+ ∑ 𝑅𝐹−𝜏𝐸𝑡[𝑐̃𝑡+𝜏]

𝜏=1

(𝑏) 𝑃𝑡= 𝑏𝑣𝑡+ ∑ 𝑅𝐹−𝜏𝐸𝑡[𝑥̃𝑡+𝜏𝑎 ]

𝜏=1

(𝑐) 𝑃𝑡 = 𝑏𝑣𝑡+ ∑ 𝑅𝐹−𝜏𝐸𝑡[𝑜𝑥̃𝑡+𝜏𝑎 ]

𝜏=1

Pemahaman atas arus kas, neraca dan laporan laba-rugi sangat perlu dipahami supaya bisa membuat model matematika seperti yang diuraikan sebelumnya. Bila diperhatikan model matematika tersebut sangat rumit, padahal itu hanya menterjemahkan akuntnasi ke dalam matematika. Bagi mendalami akuntansi dan valuasi saham maka model ini sangat sering didiskusikan.

Metodologi

Sesuai uraian sebelumnya bahwa paper ini membahas tentang valuasi harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terdaftar dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Pada sub-bab uraian ini akan membahas metodologi yang dipergunakan dalam paper ini. Adapun uraian pada sub-bab ini dimulai dengan sumber data yang dipergunakan dan metodologi yang dipakai dalam menghitung harga saham BBCA tersebut.

Data

Sesuai judul bahwa paper ini akan membahas / menghitung harga saham BBCA yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang dipergunakan yaitu data laporan keuangan pada masa lalu dengan yang terakhir September 2020. Data ini didapatkan dari website PT Bank Central Asia Tbk, www.bca.co.id. Harga saham sangat diperlukan dalam menghitung risiko yang dikaitkan dengan fluktuasi pasar dikenal dengan Beta, didapatkan dari www.finance.yahoo.com. Data makro juga diperlukan dalam menghitung

(13)

(9)

harga saham tersebut seperti tingkat bunga, inflasi, nilai kurs dan sebagainya, didapatkan dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

PT Bank Central Asia Tbk, sebagai unit analisis dalam paper ini mempunyai informasi bahwa perusahaan ini berdiri pada

Metodologi

Perhitungan harga saham PT Bank Central Asia Tbk, sesuai dengan uraian sebelumnya, metodologi yang dipergunakan yaitu time value of money sebagai berikut:

𝐹𝑛 = 𝑃𝑉0∗ (1 + 𝑟)𝑛 (14) dimana

Fn = nilai variabel di masa mendatang tahun ke n PV0 = nilai sekarang pada tahun 0

r = yield yang diinginkan.

Pada persamaan (14) bisa juga merupakan pertumbuhan variabel pertahun, sering diberi simbol g dimana g ini dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:

𝑔 = (𝐹𝑛

𝑃𝑉0)1/𝑛− 1 (15)

Penggunaan persamaan (14) dan (15) sangat menggunakan pemikiran rasional (rational

thinking) agar proyeksi yang dilakukan dapat mendekati kenyataan.

Analisis Pembahasan

Dalam bagian ini akan dibahas dua topik besar yaitu perhitungan harga saham saham BBCA dan analisis harga saham tersebut. Pihak-pihak yang melakukan perhitungan harga sebuah perusahaan atau sebuah asset harus melakukan beberapa tahapan yang terukur. Tahapan yang dilakukan untuk menghitung harga saham sebagai berikut:

1. Melakukan evaluasi atas kinerja perusahaan pada masa lalu.

2. Menentukan periode data yang dipergunakan

3. Menghitung Beta yaitu risiko perusahaan yang dikaitkan dengan fluktuasi pasar saham

4. Membuat asumsi dalam rangka penilaian harga saham 5. Menghitung Cost of Capital termasuk elemennya 6. Memproyeksikan Pendapatan / Revenue Perusahaan 7. Memproyeksikan Biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan 8. Menghitung nilai sekarang (present value) dari laba bersih

(10)

9. Menghitung terminal value 10. Menghitung Nilai Perusahaan

11. Menghitung Harga perusahaan per saham.

Berdasarkan informasi masa lalu, yang diperoleh dari perusahaan sebagai berikut:

Adapun rasio ekuitas terhadap total aset bank sekitar 17.84% dan hutang berbunbga terhadap Aset sebesar 77.78%.

Data diatas memperlihatkan bahwa PT Bank Central Asia Tbk mempunyai rasio debt terhadap total aset rata-rata sekitar 77.48% dan ratio Ekuitas terhadap Total Aset sekitar 18.17%. Kedua data ini akan dipergunakan untuk menghitung bioaya modal perusahaan.

Sesuai dengan uraian tahapan perhitungan harga saham maka asumsi yang dipergunakan dalam perhitungan harga saham tersebut. IHSG diestimasikan pada akhir tahun 2021 sekitar level 6900, dimana akhir tahun 2020 pada level 5979,07 (https://bisnis.tempo.co/read/1418552/mandiri-sekuritas-prediksi-ihsg-tembus-6-850-di- 2021 ). Tingkat bunga SBN 10 tahun sekitar 6%, sehingga bisa disebut (https://money.kompas.com/read/2020/11/19/183100726/akhir-tahun-bi-bakal-pangkas- suku-bunga-acuan-lagi-)

Berdasarkasn Informasi yang diuraikan maka harga saham PT Bank Central Asia diperkirakan sebagai berikut:

Hasil temuan perhitungan harga saham dapat diperhatikan pada Tabel.. Adapun harga saham selalu lebih kecil dari harga di pasar. Perbedaan ini bisa terjadi dikarenakan sentimen pasar yagn cukuyp besar kepada saham BBCA Adapun PBV dari sahamm BBCA maksimum 4.12X dari nilai buku dan terendah sebsar 3.22x

Uraian (Trilion) 2017 2018 2019 Sept. 2020 Total Asset 750.320 824.788 918.989 1.003.638 Ekuitas 131.402 151.753 174.143 179.029 Hutang 581.115 629.812 698.797 780.678 Deposit OB 5.758 6.494 6.717 na Ratio E/TA 17,51% 18,40% 18,95% 17,84%

Ratio D/TA 78,22% 77,15% 76,77% 77,78%

Sumber: Laporan Keuangan Perusahaan

Tabel 1: Indikator Perusahaan

2020F 2021F 2022F

Book Value 8.222 9.305 10.505 Price Estimation 25.624 27.177 30.056

Current Market 33850 33850 33850

PBV 4,12 3,64 3,22 Price Estimation

to Current Market 75,70% 80,29% 88,79%

Sumber Hasil Pengolahan

Tabel 2: Estimasi Harga Saham BBCA

(11)

Diskusi BBCA vs Pasar Saham

Pada Sub-topik ini akan dibahas mengenai harga saham BBCA dengan Indeks Pasar yang dikenal dengan IHSG, yang diperlihatkan Gambar dibawah ini. Periode data yang dipergunakan dalam analisis harga saham ini yaitu akhir Desember 2015 sampai dengan Akhir Desember 2020. Pada akhir Desember 2015, penempatan dana sebesar Rp. 1 rupian pada Saham BBCA dan juga IHSG. Harga saham BBCA meningkat sampai Cumulative Return mencapai 274, sementarra IHSG hanya mencapai 130. Artinya, tingkat pengembalian saham BBCA lebih tinggi dari IHSG. Pola pergerakan saham BBCA hampir sama dengan pola pergerekan IHSG. Saham BBCA mulai mengalahkan pergerakan pasar saham dimulai pada Maret 2017, kecepatan saham BBCA lebih tinggi dari pasar saham.

Situasi Pandemi yang dikenal dengan Situasi Covid-19, dimana di Indonesia sangat kelihatan pada akhir bulan Februari 2020. Harga saham sudah mulai terasa mengalami penurunan dengan adanya berita Wuhan – China mengalami Pandemi pada Desember 2020. Flukutasi harga saham BBCA kelihatannya lebih tinggi dari fluktuasi pasar saham, baik dilihat dalam seluruh periode maupun pada periode pandemi. Pernyataan tersebut dikukung oleh data simpangan baku dari masing-masing periode sebagai berikut:

(12)

Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan analisis sebelumnya maka paper ini dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Adapun rasio ekuitas terhadap total aset bank sekitar 17.84% dan hutang berbunbga terhadap Aset sebesar 77.78%.

2. Harga saham berdasarkan perhitungan menggunakan discounted model selalu jauh dari harga pasar. Selisih antara harga pasar dengan harga intrinsic disebut dengan sentiment pasar. BBCA memiliki sentiment pasar yang besa.

3. Pergerakan harga saham BBCA ini lebih baik dari fluktuasi atau pergerakan pasar saham dalam analisis investasi dimana saat memulai investasi pada akhir tahun 2015 dan berakhir pada Desember 2020.

BBCA IHSG

Periode Penelitian 1.50% 1.04%

Periode Pandemi 2.41% 1.69%

Tabel: Fluktuasi BBCA dan Pasar Saham

(13)

Referensi

Damodaran, A. (2012), Investment Valuation: Tools and Techniques for Determining the Value of Any Asset, 3rd Eds., John Wiley & Sons, Inc.

Deloof, M., De Maeseneire, W. and K. Inghelbrecht (2009), How Do Investment Banks Value Initial Public Offerings (IPOs)?, Journal of Business Finance & Accounting, 36(1)

& (2), 130–160, 0306-686X doi: 10.1111/j.1468-5957.2008.02117.x

Fama, Eugene F. (1970). Efficient Capital Market: A Review of Theory and Empirical Work, The Journal of Finance, Vol. 25, No. 2, Papers and Proceedings of the Twenty- Eighth Annual Meeting of the American Finance Association New York, N.Y. December, 28-30, 1969 (May, 1970), pp. 383-417

Feltham, G. A. and J. A. OHLSON (1995), Valuation and Clean Surplus Accounting for Operating and Financial Activities, Contemporary Accounting Research, Vol. 1 No. 2 (Spring 1995) pp 689-731

Hamonangan, F. and D. Sulistyawati (2012), Perhitungan Harga saham Wajar PT Bank Central Asia Tbk dengan Menggunakan Metode Discounted Earning Approach dan Price to Book Value, Journal of Capital Market and Banking, Vol. 1, No. 1.

Khairi, T. R and A. H. Manurung (2014), Measuring Intrinsic Value of PT. BANK MANDIRI TBK. Using Residual Income Approach, Dividend Discount Model and Price to Book Value, Journal of Capital Market and Banking, Vol. 2, No. 2.

Koller, T. Goedhart, M. and D. Wessels (2020), Valuation: Measuring and Managing the Value of Companies; John Wiley & Sons.

Manurung, A. H. (2009), Berani Bermain Saham, Penerbit Buku KOMPAS Manurung, A. H. (2011), Valuasi Wajar Perusahaan, PT Adler Manurung Press Manurung, A. H. (2012), Teori Keuangan Perusahaan; PT Adler Manurung Press Manurung, A. H. (2020), Investasi: Teori dan Empiris; PT Adler Manurung Press

Myers, Stewart C. (1984); The Capital Structure Puzzle; Journal of Finance, Vol.39; No.

3; pp. 575 - 592

Ohlson, James A. (1990), A Synthesis of security valuation theory and the role of dividends, cash flows, and earnings, Contemporary Accounting Research Vol. 6 No. 2 – 11. pp 648-676

Ohlson, James A. (1995); Earnings, Book Values and Dividend in Equity Valuation;

Contemporary Accounting Research, Vol. 11, No. 2; pp. 661 – 687.

(14)

Pagano, M.; Panetta, F. and L. Zingales (1996); The Stock Market as a Source of Capital:

Some Lessons from Initial Public Offerings in Italy; European Economic Review, Vol. 40;

pp. 1057 – 1069.

Pagano, Marco; Panetta Fabio and Luigi Zingales (1998); Why Do Companies Go Public:

An Empirical Analysis; Journal of Finance; Vol. 53; No. 1; pp, 27 – 64.

Pakpahan, P. (2014), Fundamental Analysis of Bank Rakyat Indonesia by using Residual Earnings, Journal of Capital Market and Banking, Vol. 2, No. 3.

Pinegar, J. Michael and Lisa Wilbricht (1989); What Managers Think of Capital Structure Theory: A Survey; Financial Management, Winter; pp. 83.

Simorangkir, J. P.and P. Simorangkir (2012), Valuasi Harga Saham PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk dengan Discounted Earnings Approach dan Price to Book Value Ratio, Journal of Capital Market and Banking, Vol. 1, No. 1.

Gambar

Tabel 1: Indikator Perusahaan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil Penelitian yang dilakukan penulis mengenai pengaruh Kualitas Produk, Harga, Promosi Penjualan dan Brand Image terhadap keputusan pembelian mobil

viridis dari perairan Teluk Lamong Surabaya sebelum dan setelah paparan KMK pada komposisi KMK dan waktu perendaman yang memberikan pengaruh tertinggi terhadap

Oleh karena itu, penelitian yang berjudul “Perancangan Jaringan menggunakan VRRP Mikrotik dan Thin Client” ini, diharapkan dapat memperkecil pengeluaran yang

Keunggulan teknik pelatihan terbimbing ini adalah pertama memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan ide yang ada pada dirinya, kedua memupuk daya

Secara umum semua yang disajikan dalam penyuluhan dan praktek lansung dilapangan sangat menarik bagi peserta, hal ini dapat dilihat dari antusias dan

Berikut ini diseskripsikan beberapa hal tentang kemampuan siswa untuk menyebutkan atau menyampaikan bagian-bagian tumbuhan beserta fungsi bagian tumbuhan.Pada kegiatan

•• Mampu menyusun dan mengkaji praformulasi bahan aktif (Aminofilin) yang Mampu menyusun dan mengkaji praformulasi bahan aktif (Aminofilin) yang akan digunakan dalam pembuatan

1) Dinas Pariwisata Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf r, merupakan unsur penunjang urusan Pemerintahan dibidang Pemasaran Pariwisata, Pengembangan