• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengakhiri Perdagangan Daging Anjing di Daerah Ibu Kota Baru Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Mengakhiri Perdagangan Daging Anjing di Daerah Ibu Kota Baru Indonesia"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Mengakhiri Perdagangan Daging Anjing di Daerah Ibu Kota Baru Indonesia

Laporan Investigasi Perdagangan Anjing Brutal untuk Daging di Balikpapan, Indonesia 2021

Oktober 2021

o: © Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Investigasi didukung oleh

(2)

Ringkasan Berita

Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Animal Friends Jogja, FOUR PAWS, Humane Society International dan Animals Asia membentuk koalisi Dog Meat-Free Indonesia (DMFI) pada tahun 2017 yang bertujuan dan berkolaborasi serta berkomitmen untuk menjamin kesejahteraan hewan dan mengatasi perdagangan daging anjing dan kucing dan mengkampanyekan penyadartahuan masyarakat, melobi pemerintah serta dukungan praktis di lapangan sesuai

kebutuhan. Ada banyak penolakan dan pertentangan dari masyarakat terhadap perdagangan daging anjing di Indonesia dan secara global, dan DMFI berkomitmen untuk meningkatkan profil masalah tersebut dan memastikan penegakan hukum yang akan megakhiri perdagangan tersebut yang mengakibatkan penderitaan dan pemotongan jutaan anjing setiap tahun yang menimbulkan resiko besar terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Tentang Dog Meat Free Indonesia

Yang berada di Kalimantan Timur yang berdiri pada Maret 2013, didorong oleh kebutuhan untuk memberikan kebutuhan berbagai macam program pendidikan di Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH), terkenal sebagai tempat wisata beruang madu. KWPLH adalah satu-satunya yang mempunyai fasilitas pendidikan lingkungan di Kalimantan untuk mengatasi penderitaan

kucing dan anjing liar, Pro Natura juga mendirikan program perawatan buat anjing dan kucing liar yang di dukung dan bantu oleh FOUR PAWS. Untuk program pengkebirian, memberikan vaksin rabies, pelatihan kepada dokter hewan, serta memberikan penyadartahuan kepada masyarakat bagaimana solusi agar tidak terjadi overpopulasi dan meningkatkan kesehatan dan hewan peliharaan.

Tentang Yayasan Pro Natura

Balikpapan Cat Rescue Foundation (BRCF) dibentuk dari beberapa penyayang hewan dan kemudian membentuk komunitas pada tahun 2017 untuk mempedulikan dan menyelamatkan kucing terlantar di Balikpapan, Kalimantan Timur. Komunitas fokus terhadap penyelamatan hewan yang sangat darurat dan memberikan pengobatan serta memberikan tempat tinggal kepada kucing tersebut.

Komunitas lalu mengkebirikan hewan tersebut setelah selesai proses pemgobatan agar tidak terjadi overpopulasi.

Disamping itu, komunitas juga secara aktif memberikan pakan terhadap kucing jalanan terutama di waktu sekarang ini saat wabah COVID menyerang.

Melihat pengalaman mereka yang sangat tahu daerah itu, BCRF dipercaya untuk menjadi berpartispasi untuk melakukan penyelidikan perdagangan daging anjing di daerah Balikpapan. Setelah menyelidiki dan menyaksikan langsung kekejaman yang terlibat dalam perdagangan daging anjing BCRF mulai menyelamatkan anjing, dan aktif mengedukasi tentang kesejahteraan hewan melalui sosial media dan pameran local.

Tentang Balikpapan Cat Rescue Foundation

FOUR PAWS adalah organisasi untuk kesejahteraan hewan global hewan dibawah pengaruh langsung manusia, yang mengungkapkan penderitaan, menyelamatkan hewan yang membutuhkan dan melindungi mereka. FOUR PAWS didirikan pada tahun 1988 di Wina oleh Heli Dungler, organisasi ini mengadvokasi dunia tempat manusia memperlakukan hewan dengan rasa hormat, empati dan pengertian. Kampanye dan projek FOUR PAWS yang berkelanjutan pada hewan teman/hewan peliharaan termasuk anjing, kucing yang berkeliaran, hewan ternak

dan satwa liar seperti beruang, kucing besar, Orangutan yang dipelihara dengan tidak pantas komdisi serta zona bencana dan konflik. FOUR PAWS mempunyai kantor di Australia, Austria, Belgium, Bulgaria, Jerman, Kosovo, Belanda, Switzerland, Afrika Selatan, Thailand, Ukraina, Inggris, Amerika dan Vietnam sebagai tempat perlindungan/rehabilitasi penyelamatan satwa di 12 negara, FOUR PAWS menyelamatkan secara cepat dan untuk jangka panjang.

Tentang FOUR PAWS

© FOUR PAWS

Ringkasan Berita

...

1

Temuan utama investigasi

...

3

1. Operasi perdagangan

...

3

1.1 Sumber mendapatkan anjing

...

3

1.2 Rumah penyembelihan dan distributor

. . . ...

4

1.3 Rumah makan dan pasar

...

5

1.4 Profitabilitas

...

5

1.5 Metode penyembelihan

... . . . ...

6

2. Konsumen

... . . . ...

6

3. Reputasi Internasional dan Pariwisata

... . . . ...

7

4. Rabies dan risiko kesehatan yang terait dengan perdagangan daging anjing

...

8

5. Peraturan perundang-undangan

...

10

6. Penekatan kolaboratif yang diusulkan

...

11

Daftar Pustaka

... . . . ...

12

Daftar Isi

(3)

1.1 Sumber mendapatkan anjing

Perdagangan daging anjing di Balikpapan sebagian besar dipasok oleh anjing-anjing peliharaan maupun liar yang dicuri oleh pedagang. Sebagian besar anjing diimpor dari kota dan kabupaten di sekitarnya. Beberapa anjing juga dikembangbiakkan secara lokal dengan tujuan khusus untuk disembelih diambil dagingnya, dan beberapa restoran melaporkan lokasi pembiakan dan pemeliharaan anjing untuk disembelih dan dijual.

Pencuri yang mencuri anjing untuk sumber perdagangan biasanya akan mengambil anjing yang tampak sehat karena mereka dapat meminta harga yang lebih tinggi. Karena alasan ini, sebagian besar anjing yang memasok perdagangan daging anjing di daerah ini adalah hewan peliharaan yang telah dicuri. Pada saat permintaan tinggi, pedagang menawarkan untuk membeli anak anjing yang masih sangat muda untuk disembelih. Anjing curian ditangkap diluar kota, di daerah pedesaan dalam jarak 50 km dari Balikpapan. Pemilik hewan peliharaan sering merasa hancur karena pencurian hewan peliharaan kesayangan mereka dan terus-menerus hidup dalam ketakutan bahwa hewan mereka akan dicuri.

Peracunan pada anjing dengan potasium sianida ('potas') dan strychnine adalah hal yang umum, sementara yang lain ditembak menggunakan panah dan senjata lainnya. Anjing seringkali mengalami patah tulang, luka, dan cedera lainnya. Setelah ditangkap, anjing biasanya diangkut dengan sepeda motor, dimasukkan ke dalam karung, mulutnya

diikat dengan tali sampai mereka dikirim ke rumah jagal, yang biasanya terjadi pada malam hari atau dini hari agar tidak ketahuan.

Sekitar bulan Desember 2020 - Maret 2021, telah dilakukan investigasi terhadap perdagangan daging anjing di Balikpapan, Indonesia, difokuskan pada area di mana anjing didapat, disembelih, dan dijual. Investigasi ini adalah yang pertama dari jenis bidang tersebut, mengungkapkan perdagangan yang kuat dan rahasia dari anjing hidup dan daging anjing mentah. Dengan lebih dari 15 restoran (Lapo) yang secara terbuka menjual daging anjing di kota, daging anjing biasa dijual dengan nama B1, RW, dan Tarki. Sementara itu Balikpapan adalah pemukiman bagi 850.000 warga, yang sebagian besar bahkan tidak mengetahui adanya perdagangan dan skalanya, diperkirakan antara 200 dan 300 anjing per bulan disajikan di rumah makan di kota Balikpapan saja. Daging anjing juga banyak tersedia di platform penjualan online termasuk di Grab dan GoFood. Penyelidikan menunjukkan bahwa saat ini 2000 – 3000 anjing menjadi korban perdagangan setiap tahunnya, dengan jumlah sebelum COVID mencapai 5000 per tahunnya.

Sebagian besar restoran memesan daging anjing mentah dari tiga pemasok/distributor utama di wilayah tersebut, yang menyembelih anjing di tempat. Metode penyembelihan yang dilakukan secara brutal, sebagian besar melibatkan pembantingan dan pemukulan sampai mati, yang dilakukan di depan anjing lainnya. Praktik penyembelihan tersebut gagal diterima untuk mematuhi standar nasional ataupun internasional, bahkan prinsip dasar dari kesejahteraan hewan.

Sebagian besar anjing yang terlibat dalam perdagangan adalah hewan peliharaan yang dicuri, hewan liar, atau dikembangbiakkan secara khusus untuk disembelih. Anjing tersebut berasal dari penyakit dan status vaksinasi yang tidak diketahui, beberapa di antaranya menunjukkan tanda- tanda penyakit pada saat akan disembelih. Sebuah jaringan diidentifikasi dengan jelas menghubungkan pedagang dengan rumah jagal dan restoran.

Perdagangan anjing untuk daging yang tidak diatur di daerah ini sangatlah memprihatinkan mengingat rabies masih menjadi endemik di seluruh daerah Kalimantan, meskipun kampanye vaksinasi rabies yang dilakukan oleh departemen pemerintah dokter hewan (Dinas Peternakan)1. Kalimantan Timur berusaha untuk menjadi daerah bebas rabies pada tahun 20282, dimana hanya dapat tercapai apabila perdagangan daging anjing ilegal dihentikan yang merupakan faktor utama pendorong penyebaran rabies melalui perdagangan anjing di provinsi tersebut. Bukti dan pengalaman di Indonesia telah menunjukkan bahwa hanya dibutuhkan satu anjing untuk memulai wabah rabies, dan pada tahun 2019, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kehilangan status bebas rabies, yang sekarang endemik

rabies disemua provinsi kecuali 8 dari 34 provinsi di Indonesia. Bukan suatu kebetulan bahwa provinsi dan kabupaten di Indonesia dengan permintaan daging anjing terbesar juga memiliki prevalensi rabies tertinggi, mengingat terbukti ada hubungan antara perdagangan daging anjing dan penularan rabies.

Menurut investigasi nasional yang dilakukan oleh Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI), dan didukung jajak pendapat yang dilakukan oleh DMFI pada bulan Desember 2020, hanya 5% dari penduduk Indonesia yang pernah mengkonsumsi daging anjing, namun perdagangannya terus membahayakan kesehatan dan keselamatan seluruh masyarakat. Situasi di Balikpapan menjadi perhatian khusus mengingat posisi Provinsi Kalimantan Timur di kancah internasional kedepannya akan menjadi ibu kota baru Indonesia. Menurut jajak pendapat DMFI, 80% orang di Kalimantan percaya bahwa semua anjing layak dirawat dan dilindungi, dan 76% percaya bahwa anjing tidak boleh dimakan seperti hewan ternak lainnya3; dan secara nasional, 93% populasi mendukung larangan untuk daging anjing.

Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dan badan amal lokal Yayasan Pro Natura dan Balikpapan Cat Rescue Foundation berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan setempat untuk menangani perdagangan daging anjing di Balikpapan atas dasar ilegalitas, kekejaman terhadap hewan yang ekstrem, dan risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. Melalui kerjasama ini, kita dapat berhasil memberantas rabies, melindungi kesejahteraan hewan, dan mendorong Balikpapan untuk mengambil pendekatan progresif dengan menghilangkan perdagangan daging anjing, sejalan dengan jumlah kabupaten dan kota yang terus berkembang di Indonesia, dan di seluruh kawasan negara.

Temuan utama investigasi

1. Operasi perdagangan

1 https://peternakan.kaltimprov.go.id

2 https://www.gerbangkaltim.com/2019/09/29/menuju-kaltim-bebas-rabies- 2028-karantina-pertanian-balikpapan-gelar-vaksin-rabies-gratis/

3 Dog Meat Free Indonesia (2021)

Seorang gadis muda dengan anjing yang diadopsi di Balikpapan

© FOUR PAWS

Anjing yang ditangkap diangkut dengan sepeda motor

Proses pengumpulan dan pengangkutannya dilakukan secara

brutal, anjing sering dipukuli di bagian atas kepala agar tunduk untuk memudahkan penangkapan

dan penanganan.

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Seekor anjing yang ditangkap diikat di dalam karung menunggu disembelih

(4)

Balikpap an Sam

arinda T oll Rd Balikpapan Samarinda Toll Rd

Rumah penyembelihan

Anjing diangkut dari pusat distribusi ke rumah jagal Restoran daging anjing

Pusat Distribusi

BALIKPAPAN BAY NANANG

Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan International Airport

BALIKPAPAN

1.2 Rumah penyembelihan dan distributor

Ada dua distributor utama yang memasok daging anjing untuk restoran lokal, dan dua rumah pemotongan anjing di Balikpapan. Tergantung dari pesanan pelanggan, distributor akan menjual anjing yang sudah disembelih atau masih hidup. Jika dijual hidup-hidup, anjing yang dijual biasanya kurang sehat, lemah, dan terluka pada saat penjualan karena kondisi penangkapan dan pengangkutan yang ekstrem.

Distributor daging anjing terbesar di kota ini terletak di Balikpapan Utara, di jalan menuju Samarinda, sekitar 40 km dari kota Balikpapan (Jalan Soekarno - Hatta KM 40), rumah bagi komunitas besar Toraja. Termasuk daerah yang sangat pedesaan, jauh dari jalan utama yang besar.

Anjing disimpan di sana untuk dikembangbiakkan dan juga dapat disembelih apabila ada permintaan. Distributor mengirimkan daging atau anjing hidup yang biasanya kurang sehat, dehidrasi, dan hampir mati ke Lapo di kota dan selatan kota Balikpapan.

Distributor kedua berlokasi di KM 5 Balikpapan. Distributor ini juga menyembelih anjing dan memasok daging anjing ke wilayah Balikpapan bagian timur dan barat. Mereka menerima pesanan dan, jika diminta, membunuh 2-4 anjing per hari, serta menjual sekitar 5 kg daging matang setiap hari.

Distributor ketiga terletak di kota dan juga beroperasi sebagai rumah jagal. Di sini, hewan dibunuh, dipotong, dan dijual daging mentahnya. Ada fasilitas tambahan serupa di kota ini.

1.3 Rumah makan dan pasar

Dalam sebuah penyelidikan, total ada 15 rumah makan yang menjual daging anjing di Balikpapan. Restoran terlihat jelas memiliki papan nama, mengiklankan daging anjing (RW or B1). Namun, penyidik menduga ada tambahan restoran di Balikpapan yang mungkin tidak begitu terlihat jelas, dan restoran di sekitarnya yang tidak termasuk dalam daftar ini; jadi kemungkinan jumlah total restoran di dalam kota kemungkinan melebihi 15 restoran.

Rata-rata, restoran dapat menjual sekitar 5 kg daging anjing per harinya, tergantung musim. Sebagian besar sumber dari daging mentah atau daging yang telah disembelih adalah dari pemasok. Hanya beberapa restoran yang melaporkan penyembelihan anjing di tempat. Penurunan permintaan daging anjing terkait COVID yang paling banyak dilaporkan, sebagai akibat dari penutupan restoran dan orang-orang yang tinggal di rumah. Namun, ada laporan peningkatan pesanan daging anjing secara online melalui aplikasi pesan-antar rumah seperti Grab dan GoFood.

Restoran juga rutin menjual jenis daging lain selain daging anjing seperti babi. Daging anjing sering dijual sebagai upaya untuk memberikan penghasilan tambahan.

Selain di rumah makan, daging anjing juga dijual secara bebas di pasar-pasar berikut: Pasar Pandansari (Balikpapan) dan Pasar Segiri (Samarinda).

1.4 Profitabilitas

Karena daging anjing harganya lebih mahal daripada sumber protein lain termasuk ayam atau ikan, perdagangan ini merupakan bisnis yang menguntungkan bagi para penangkap anjing dikarenakan biaya tambahan yang sedikit. Satu porsi untuk daging anjing terdiri dari 250- 300g dijual di restoran dengan harga sekitar Rp 25.000- Rp 38.000 ( $1,78-2,70). Harga lainnya sudah termasuk:

■ Daging anjing mentah per kg yang dibeli dari distributor: Rp30.000-Rp50.000

■ Anjing hidup yang dibeli dari distributor: Rp 350.000- Rp 800.000 tergantung ukuran

■ Daging anjing mentah per kg yang dibeli dari restoran: Rp 40.000-80.000

■ Anjing hidup yang dibeli di restoran: Rp 500.000- 1.000.000 tergantung ukuran

Sebuah restoran daging anjing yang membeli 5 kg daging anjing sehari dan menjualnya kembali dalam porsi 250- 300 gram yang dimasak dengan harga Rp25.000-38.000 per hidangan, rata-rata memperoleh laba bersih Rp250.000-500.000 per hari, atau Rp 1.750.000-3.500,000 perminggu dan hingga Rp7.500.000-14.000.000 per bulannya.

Penyembelihan bangkai anjing

© FOUR PAWS

Tanda yang mengiklankan daging anjing di restoran lokal

© FOUR PAWS

Menu di restoran daging anjing

Daging anjing di atas panggangan

© FOUR PAWS© FOUR PAWS

(5)

1.5 Metode penyembelihan

Di pusat distribusi dan rumah jagal, anjing diikat dalam karung, menunggu untuk disembelih. Moncong mereka sering diikat erat dengan tali yang membatasi anjing untuk makan, minum, dan mereka berjuang terengah-engah untuk bernafas. Anjing sering dipelihara dalam kondisi yang tidak manusiawi dan menyakitkan selama berjam- jam hingga berhari-hari.

Anjing dibunuh secara brutal di depan anjing lain, di fasilitas yang kotor dan tidak higienis. Metode penyembelihan bervariasi, tetapi umumnya terdiri dari memasukkan anjing ke dalam karung dan memukul anjing membabi buta dengan balok, atau menembak kepala mereka. Cara-cara tersebut menimbulkan rasa sakit dan penderitaan yang luar biasa dan tidak sesuai dengan standar nasional atau internasional yang berlaku tentang penyembelihan hewan, apalagi euthanasia pendamping hewan. Penderitaan hewan tersebut berlangsung lama dan parah: seringkali dibutuhkan waktu hingga 10 menit bagi anjing untuk mati setelah dipukul. Setelah disembelih, bangkai diletakkan di atas api terbuka untuk membakar bulunya, dan kemudian dipotong.

2. Konsumen

Sebagian besar masyarakat Balikpapan tidak mengkonsumsi daging anjing. Daging anjing hanya dikonsumsi oleh sebagian kecil masyarakat yang berlatar belakang etnis yaitu kebanyakan Batak, Manado, Toraja dan Tionghoa yang mayoritas beragama Kristen.

Selama investigasi, banyak konsumen diwawancarai untuk menentukan motivasi mereka untuk konsumsi. Beberapa mengindikasikan bahwa mereka mengkonsumsi daging anjing karena diyakini memiliki khasiat obat, seperti untuk meningkatkan stamina. Konsumsi daging anjing juga sering disertai dengan minum alkohol.

Beberapa orang mengatakan mengkonsumsi daging anjing setiap hari, tetapi lebih sering untuk dikonsumsi pada acara-acara khusus (perayaan, pernikahan) atau pada hari libur, termasuk Natal. Menurut wawancara dengan seorang pedagang daging anjing, setelah Natal tahun lalu, ada beberapa lapo yang kehabisan stok daging anjing karena permintaan yang tinggi, dan mereka mulai menjual daging anjing yang cukup kecil dan masih muda.

Sebagian besar konsumen daging anjing tidak menyadari bahwa perdagangan ini tidak higienis dan banyak risiko penularan penyakit, mengingat sifat perdagangan yang tidak diatur.

Masyarakat global dan komunitas politik menjadi semakin tidak toleran terhadap perdagangan daging anjing, karena oposisi vokal meningkat di daerah dan di seluruh dunia.

Anjing dipandang sebagai sahabat dan pelindung, bukan sebagai makanan. Pemerintah di seluruh Asia mengambil langkah-langkah untuk menangani perdagangan ini.

Penelitian terhadap pariwisata dan kesejahteraan hewan menyoroti berapa pentingnya bagi wisatawan internasional untuk tidak terlibat dalam kekejaman terhadap hewan:

■ 90% responden mengatakan bahwa perusahaan liburan mereka sangat penting untuk memperhatikan kesejahteraan hewan4

■ 83% responden merasa bahwa operator tur harus menghindari kegiatan yang menyebabkan penderitaan bagi hewan liar5

■ 54% setuju bahwa mereka akan mengadu ke perusahaan liburan jika mereka merasa ada binatang yang disalahgunakan6

■ 52% setuju bahwa mereka tidak akan mengunjungi suatu negara lagi setelah pengalaman seperti itu5 Reputasi negatif yang berkaitan dengan masalah kesejahteraan hewan dapat berdampak pada pariwisata, seperti yang ditunjukkan oleh statistik di atas. Hal ini telah diakui oleh otoritas di seluruh Asia Tenggara. Sebagai contoh, sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Wakil Walikota Hanoi Nguyen Van Suu pada tahun 2018 di Vietnam menjelaskan, “Menyembelih dan memakan daging anjing dan kucing telah menimbulkan keberatan di antara wisatawan dan pengunjung internasional yang tinggal di Hanoi, yang dapat mempengaruhi citra peradaban Ibukota”7.

Pada bulan Juni tahun 2020, Departemen Peternakan Provinsi di Siem Reap, Kamboja mengeluarkan larangan penting tentang perdagangan daging anjing, mengakui risiko yang dapat ditimbulkan terhadap reputasi internasional dan pariwisata mereka8. Pada akhirnya, pada April 2020, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China, untuk pertama kalinya, secara eksplisit menyatakan bahwa anjing adalah hewan pendamping dan bukanlah

‘hewan ternak’9.

Di tahun-tahun mendatang, Balikpapan berpotensi untuk berkembang menjadi pusat wisata internasional karena menjadi kota tetangga dari ibu kota baru Indonesia. Yang berfungsi sebagai Pelabuhan kota dengan bandara internasionalnya, juga merupakan titik keberangkatan bagi wisatawan yang tertarik dengan satwa liar dan eksplorasi hutan. Tidak pernah ada waktu yang lebih baik bagi Balikpapan untuk mengambil tindakan terhadap perdagangan ini.

3. Reputasi Internasional dan Pariwisata

4 Fankhauser, P. (2018)

5 Kantar Research on Behalf of World Animal Protection (2017)

6 ABTA (2019)

7 Murray, B. (2018)

8 BBC News (2020)

9 Humane Society International (2020)

Anjing dibunuh secara brutal di depan mata anjing lain, di fasilitas

yang kotor dan tidak higienis.

Pukulan anjing yang ditangkap diikat dalam karung

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Seekor anjing setelah dipukul sampai mati

© FOUR PAWS

Seekor anjing dibakar untuk menghilangkan bulunya

© FOUR PAWS

Aktivis mencela perdagangan daging anjing

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Pesawat penumpang terbang di atas Balikpapan

© iStock / KrakenPlaces

(6)

CAMBODIA

MALAYSIA

TIMOR BALI

EAST NUSA TENGGARA WEST NUSA

TENGGARA

WEST PAPUA

PAPUA SULAWESI

MALAYSIA BRUNEI RIAU ISLANDS

BANKA BELITUNG

ISLANDS

SUMATRA KALIMANTAN

JAKARTA CENTRAL JAVA YOGYAKARTA

EASTJAVA

PHILIPPINES

FLORES

INDONESIA

WESTJAVA BANTEN

0 250 500 750 1000 1250 1500 1750 2000km

INDONESIA Provinsi endemis rabies

Provinsi bebas rabies Perdagangan Daging Anjing DMT

BALI: Rabies musak ke Bali selatan pada tahun 2008, ketika anjing yang terinfeksi rabies didatangkan dari Flores. Rabies telah menyebar dari selatan ke utara pulau akibat dari pergerakan anjing untuk memenuhi permintaan daging anjing. Saat ini belum ada kabupaten bebas rabies di Bali.

NUSA TENGGARA Barat (NTB):

Kehilangan status bebas rabies pada tahun 2019.

JAKARTA: Daerah Khusus Ibukota Jakarta telah berinvestasi secara signifikan selama bertahun-tahun dalam vaksinasi anjing massal, pendidikan dan promosi kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab untuk mengamankan status bebas rabies. Namun, status ini berada pada risiko besar dari DMT yang mendorong impor massal dan tidak ada peraturan tentang anjing-anjing dengan penyakit yang tidak diketahui dan status vaksinasi ke kota, membahayakan kesehatan dan keselamatan lebih dari 10 juta penduduknya.

MANADO/SULAWESI Utara: Provinsi Sulawesi Utara terus memiliki jumlah kematian manusia akibat rabies tertinggi di Indonesia. Bukan suatu kebetulan jika provinsi dan kabupaten dengan permintaan daging anjing terbesar juga memiliki prevalensi rabies tertinggi. Upaya untuk mengendalikan dan menghilangkan rabies di mana rabies masih ada, akan gagal tanpa mengatasi perdagangan anjing untuk konsumsi manusia.

10 WHO (2018)

11 Fahrion, A.S., et al. (2017)

12 Adiani & Tangkere (2007)

13 Sydney Morning Herald (2018)

14 Humane Society International (2020)

4. Rabies dan risiko kesehatan yang terkait dengan perdagangan daging anjing

Sering diabaikan sebagai faktor yang berkontribusi, perdagangan anjing untuk dikonsumsi manusia tidak sesuai dengan strategi eliminasi rabies. Tujuan utama dari program eliminasi rabies anjing adalah sukses untuk mempertahankan tingkat cakupan vaksinasi rabies yang cukup tinggi untuk menghentikan penularan rabies dalam populasi anjing yang telah ditentukan. Memvaksinasi setidaknya telah mencapai 70% anjing di suatu daerah untuk menghilangkan rabies dari populasi anjing yang berkeliaran bebas adalah rekomendasi yang diakui secara luas oleh para ahli dan otoritas kesehatan manusia dan hewan10. Mengupayakan untuk mempertahankan status kota dan provinsi bebas rabies, dan untuk mengendalikan dan menghilangkan rabies dimana rabies masih ada, akan gagal apabila tanpa menangani perdagangan anjing untuk konsumsi manusia karena anjing yang divaksinasi akan dikeluarkan dari populasi dan dibunuh.

Kurangnya kontrol atas pergerakan anjing disalahkan atas penyebaran penyakit di daerah endemik rabies dan serangan penyakit di negara atau wilayah yang sebelumnya bebas rabies11. Permintaan daging anjing mendorong pergerakan ilegal sejumlah besar hewan dengan status penyakit yang tidak diketahui ke daerah padat penduduk.

Hal ini menghambat upaya untuk melindungi masyarakat dari virus rabies yang mematikan dan bertentangan dengan rekomendasi pengendalian dan eliminasi rabies oleh pakar kesehatan manusia dan hewan terkemuka, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), serta undang-undang pencegahan penyakit nasional.

Rabies adalah endemik di seluruh wilayah kecuali delapan dari 34 provinsi di Indonesia dan berhubungan erat dengan wabah yang berulang dan konsumsi daging anjing. Provinsi Sulawesi Utara misalnya, dimana perdagangan daging anjing merajalela, terus memiliki jumlah kematian manusia tertinggi yang disebabkan oleh rabies di Indonesia, dan termasuk keenam provinsi di pulau Sulawesi adalah endemik rabies.

Selama penyelidikan, diketahui bahwa anjing yang sakit dan berpenyakit secara rutin disembelih dan dijual untuk diambil dagingnya di Balikpapan, dan anjing yang disembelih berpotensi menimbulkan risiko baik bagi masyarakat maupun konsumen. Penelitian yang dipublikasikan saat ini telah mengungkapkan bukti infeksi rabies pada manusia berdasarkan tahap berikut dari rantai pasokan daging anjing: penyembelihan, pemotongan, dan persiapan daging mentah. Selain itu, penangkapan dan penanganan anjing yang terkait dengan perdagangan juga meningkatkan risiko gigitan dan cakaran anjing, mengingat situasi stres di sekitar penangkapan anjing dan banyak anjing yang tidak terbiasa untuk ditangani.

Kalimantan Timur (Borneo Timur) berjuang keras untuk bebas rabies pada tahun 20282 yang hanya dapat dicapai jika perdagangan daging anjing ilegal dihentikan, karena merupakan faktor utama yang mendorong penyebaran rabies melalui perdagangan anjing di provinsi ini.

Pentingnya menghentikan perdagangan tidak dapat dianggap remeh. Dalam dua bulan pertama ditahun 2019, wabah rabies dilaporkan terjadi di setidaknya empat

provinsi berbeda di Indonesia, dengan 628 kasus paparan pada manusia, dan setidaknya 12 kematian. Salah satu provinsi tersebut, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang justru kehilangan status bebas rabies yang telah diakui dua tahun sebelumnya.

Keberadaan anjing yang terinfeksi rabies yang dipasok dan diperdagangkan untuk dikonsumsi manusia telah dibuktikan oleh penelitian yang mengungkapkan tingginya insiden positif anjing terinfeksi rabies di rumah jagal dan pasar dari seluruh wilayah, termasuk Indonesia. Sebagai contoh, pada tahun 2007, penelitian yang dilakukan di pasar-pasar Sulawesi Utara menunjukkan bahwa 7,8%

hingga 10,6% anjing yang dijual untuk konsumsi manusia terinfeksi rabies12. Pada tahun 2018, DMFI menguji 10 bangkai anjing yang dijual untuk konsumsi manusia di pasar Tomohon, Sulawesi Utara, dan salah satu sampel dinyatakan positif rabies13.

Pada Februari 2018, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (US CDC) berkomentar sebagai tanggapan atas temuan ini:

“Ada laporan bahwa pasar daging anjing memiliki tingkat rabies yang lebih tinggi daripada populasi anjing umum, karena orang sering menjual anjing ke pasar ketika mereka sakit; beberapa anjing yang sakit ini mengidap rabies. Selain itu, setidaknya ada tiga laporan yang diterbitkan tentang manusia yang tertular rabies dari kegiatan yang terkait dengan pasar daging anjing, menekankan bahwa risikonya sangat nyata.“14

Anjing mati dan satwa liar ditumpuk di atas kandang anjing hidup di sebuah pasar di Sulawesi Utara

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Hubungan perdagangan daging anjing dengan endemisitas rabies di Indonesia

(7)

15 Tribun Solo (2021)

16 Tne Jakarta Post (2019)

17 Bangkok Post (2018)

18 Tribrata News (2021)

5. Peraturan perundang-undangan

Pada bulan Agustus 2018, Pemerintah Pusat Indonesia sepakat untuk mengeluarkan peraturan yang melarang perdagangan daging anjing di tengah kekhawatiran rabies dan penyalahgunaan hewan. Di seluruh Indonesia, setiap kabupaten mengambil langkah-langkah untuk menge- luarkan peraturan yang secara efektif melarang kegiatan yang berkaitan dengan penyembelihan spesies non- ternak, untuk kepentingan kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan. Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo, serta Kota Salatiga di Jawa Tengah telah menetapkan dan memberlakukan larangan tegas terhadap perdagangan daging anjing. Tindakan tersebut telah diketahui secara luas baik lokal dan media internasional15, 16, 17. Polisi lokal juga membantu memerangi perdagangan ini. Misalnya, pada 6 Mei 2021, polisi di Kabupaten Kulon Progo mencegat seorang perdagang daging anjing yang mengangkut 78 ekor anjing secara ilegal untuk disembelih di Jawa Tengah18.

Undang-undang kesejahteraan hewan Indonesia, hukum pidana, dan undang-undang pengendalian/pemusnahan penyakit jelas melarang semua aspek perdagangan daging anjing. Perda tersebut dapat dijadikan dasar dalam penyusunan peraturan daerah di Balikpapan untuk menanggulangi impor, peredaran, penyembelihan, dan perdagangan anjing dan dagingnya secara ilegal.

1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan yang mana daging anjing tidak termasuk dalam Golongan Sumber Pangan, sehingga tidak ada dasar hukum untuk produksi atau peredarannya.

2. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan melarang perdagangan dan penyembelihan hewan dengan cara yang kejam dan sewenang-wenang; dan ekspor/impor hewan atau produk hewan yang dapat membawa penyakit dari daerah tertular dan/atau daerah yang dicurigai bebas penyakit.

3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Pasal 6) mengatur bahwa potensi yang pembawa rabies (termasuk anjing, kucing, monyet, sigung, serigala, rakun, dan kelelawar) harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat; harus masuk/keluar melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditentukan; dan wajib diberitahukan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran untuk tindakan karantina.

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2000 Tentang Karantinan Binatang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Binatang, menetapkan bahwa jika hewan yang diperdagangkan tidak disertai dengan izin yang diperlukan, mereka harus ditolak untuk masuk.

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan Pasal 8 menetapkan antara lain semua hewan harus dilakukan pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong oleh dokter hewan di tempat pemotongan atau paramedis veteriner di bawah Otoritas Pengawasan Dokter Hewan; penderitaan pada hewan harus dibatasi; dan jeroan dan bangkainya harus diperiksa kesehatannya setelah disembelih.

Koalisi Dog Meat Free Indonesia, Yayasan Pro Natura, dan Balikpapan Cat Rescue Foundation ingin mengusulkan pendekatan kolaboratif untuk bekerja dengan Dinas Peternakan Kalimantan Timur dan pemangku kepentingan terkait untuk mendukung komitmen Indonesia dalam mengakhiri perdagangan daging anjing berdasarkan:

Kekhawatiran terhadap kesejahteraan hewan: ada bukti yang mendokumentasikan kekejaman yang parah pada semua tahap perdagangan daging anjing di Balikpapan dan di seluruh Indonesia - penangkapan, pengangkutan, penjualan dan penyembelihan.

Kekhawatiran akan kesehatan dan keamanan masyarakat: semakin banyak bukti hubungan antara perdagangan daging anjing dan rabies; dan meningkatnya keresahan masyarakat seputar perdagangan di Indonesia dari pemilik hewan peliharaan yang anjingnya dicuri serta gerakan perlindungan nasional dan internasional yang terus berkembang.

Kekhawatiran akan pelanggaran rutin terhadap undang-undang dan peraturan yang ada oleh pedagang dan pengelola restoran: sudah ada undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia yang dilanggar setiap hari oleh mereka yang mengambil untung dari perdagangan, yang berkaitan dengan pencurian hewan, penularan penyakit, kekejaman terhadap hewan dan kesehatan, keselamatan dan kebersihan pada masyarakat.

Kekhawatiran dan kecaman internasional yang meningkat: semakin banyak kota, kabupaten, provinsi, dan negara di seluruh dunia mengambil tindakan untuk mengatasi perdagangan ilegal ini, masyarakat global dan komunitas politik menjadi semakin tidak toleran terhadap perdagangan daging anjing, karena oposisi vokal semakin umum di daerah dan di seluruh dunia.

Komitmen yang ada dan dipublikasikan secara luas untuk menangani perdagangan daging anjing dan kucing: Seiring dengan meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan di seluruh Indonesia, semakin banyak orang yang menentang perdagangan daging anjing. Ada juga komitmen dan penjaminan dari pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan untuk mengatasi perdagangan tersebut.

Penentangan secara lokal terhadap perdagangan daging anjing: Lebih dari 80% orang di Kalimantan percaya bahwa semua anjing berhak mendapatkan perawatan dan perlindungan, dan 75% percaya bahwa anjing tidak boleh dimakan seperti hewan ternak lainnya.

Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemangku kepentingan utama termasuk Dinas Peternakan Kalimantan Timur untuk mengatasi masalah ini. Kami mengusulkan rencana aksi kolaboratif yang melibatkan kegiatan penyadaran masyarakat ditambah dengan tindakan untuk menutup rumah jagal dan menghentikan perdagangan anjing, sambil memberikan dukungan dan bantuan di lapangan. Selama COVID, penyelidikan mengungkapkan penurunan aktivitas daging anjing, dan sekarang akan menjadi waktu yang ideal untuk menghentikan perdagangan sepenuhnya, sebelum pariwisata dilanjutkan dan kemajuan tambahan dengan pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur. Melalui kampanye yang efektif dan positif di seluruh kota, bersama-sama kita dapat mengatasi kegiatan ilegal yang terkait dengan perdagangan daging anjing dan merayakan anjing sebagai sahabat, bukan makanan.

6. Pendekatan kolaboratif yang diusulkan

Di seluruh Indonesia, setiap kabupaten mengambil langkah-

langkah untuk mengeluarkan peraturan yang secara efektif melarang kegiatan yang berkaitan

dengan penyembelihan spesies non-ternak, untuk kepentingan

kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan.

Seekor anjing yang ditangkap sedang diangkut untuk disembelih

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Aktivis lokal memprotes perdagangan daging anjing

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Melalui kampanye yang efektif dan positif di seluruh kota, bersama-

sama kita dapat mengatasi kegiatan ilegal yang terkait dengan

perdagangan daging anjing dan merayakan anjing sebagai sahabat,

bukan makanan.

(8)

1. Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimanta Timur. (2019) Vaksinasi Rabis Gratis. [accessed 2021 Aug 14]. https://peternakan.kaltimprov.go.id/galeri/vaksinasi-rabies-gratis

2. Gerbang Kaltim. (2019) Menuju Kaltim Bebas Rabies 2028, Karantina Pertanian Balikpapan Gelar Vaksin Rabies Gratis. [accessed 14 July 2021]. https://www.gerbangkaltim.com/2019/09/29/menuju-kaltim-bebas- rabies-2028-karantina-pertanian-balikpapan-gelar-vaksin-rabies-gratis/

3. Neilson Indonesia on behalf of Dog Meat Free Indonesia. (2021) Pemahaman Masalah Perdagangan and Konsumsi Daging Anjing Di Indonesia.

4. Fankhauser, P. (2018) The Next Step in Our Animal Welfare Policy. https://www.thomascookgroup.com/ blog/

details/the-next-step-in-our-animal-welfare-policy

5. Kantar Research on behalf of World Animal Protection. (2017) Wild Animals in Entertainment.

6. ABTA – The Travel Association. (2019) Animals in Tourism. https://www.abta.com/industry-zone/raising- standards-in-the-industry/animals-in-tourism

7. Murray, B. (2018) Vietnam Dog Meat Diners Are out of Fashion – Meet the Vendors Keeping the Tradition Alive.

https://inews.co.uk/news/world/vietnam-dog-meat-restaurants-vendors-hanoi- protests/

8. BBC News. (2020) Dog Meat: First Cambodian Province Bans Sale and Consumption. [accessed 2021 Aug 2].

https://www.bbc.com/news/world-asia-53334854

9. Humane Society International. (2020) Just weeks ahead of Yulin dog meat festival, China’s Agriculture Ministry officially confirms dogs are companions, not for eating. [accessed 2021 Aug 22]. https://www.hsi.org/

news-media/china-agriculture-ministry-confirms-dogs-companions-not-food/

10. World Health Organization (WHO). (2018) WHO Expert Consultation on Rabies – Third Report. https://apps.

who.int/iris/bitstream/handle/10665/272364/9789241210218-eng.pdf?sequence=1&isAllowed=y

11. Fahrion, A., Taylor, L., Torres, G., et al. (2017) The Road to Dog Rabies Control and Elimination—What Keeps Us from Moving Faster? Frontiers in Public Health 5(103), doi:10.3389/fpubh.2017.00103

12. Adiani, S. & Tangkere, E. (2007) Rabies Case Study On Dog’s Head (Canis Familiaris) in Manado, Airmadidi

& Langowan Wet Markets. In B.P. Priosoeryanto & R. Tiuria (Eds.), Proceeding of the Mini Workshop, Southeast Asia Germany Alumni Network (SEAG), Manado, Indonesia. Kassel University Press.

13. The Sydney Morning Herald. (2018) Rabies warning for tourists after infected dog carcass found in Indonesian market. [accessed 24 Aug 2021]. https://www.smh.com.au/environment/sustainability/rabies- warning-after-infected-dog-carcass-found-in-indonesian-market-20180730-p4zugf.html

14. Humane Society International. (2020) 40 million dogs and cats killed annually despite rabies risk. [accessed 1 Aug 2021]. https://www.hsi.org/news-media/tag/rabies/

15. Tribun Solo. (2021) Gemolong Disebut DMFI Jadi Pengepul Daging Anjing di Solo Raya, Dinas Peternakan Sragen Tak Mengelak. [accessed 1 May 2021]. https://solo.tribunnews.com/2021/01/20/gemolong-disebut-dmfi- jadi-pengepul-daging-anjing-di-solo-raya-dinas-peternakan-sragen-tak-mengelak

16. The Jakarta Post. (2019) Central Java governor orders end to monthly slaughter of 13,000 dogs for food.

[accessed 15 Aug 2021]. https://www.thejakartapost.com/news/2019/12/04/central-java-governor-orders-end- to-monthly-slaughter-of-13000-dogs-for-food.html

17. Bangkok Post (2018). Paws up: Indonesia tackles the dog meat trade. [accessed 15 May 2021]. https://www.

bangkokpost.com/business/1524910/paws-up-indonesia-tackles-the-dog-meat-trade

18. Tribrata News. (2021) For the First Time in History, Indonesian National Police Thwarted the Massacre and Smuggled 78 Dogs to Central Java. [accessed 25 Aug 2021]. https://tribratanews.polri.go.id/read/7637/39/

for-the-first-time-in-history-indonesian-national-police-thwarted-the-massacre-and-smuggled-78-dogs-to- central-java-1621310727

Daftar Pustaka

Koalisi Dog Meat Free Indonesia dan badan amal lokal Yayasan Pro Natura dan Balikpapan Cat Rescue

Foundation berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah

Indonesia dan pemangku kepentingan setempat untuk menangani perdagangan daging anjing di Balikpapan dengan alasan

ilegalitas, kekejaman terhadap hewan yang ekstrem, dan risiko

yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan keselamatan

masyarakat.

AWS

(9)

VIER PFOTEN International / FOUR PAWS International

Linke Wienzeile 236

1150 Vienna, Austria phone: +43-1-545 50 20-0 [email protected] four-paws.org

facebook.com/fourpaws.org twitter.com/fourpawsint

youtube.com/fourpawsinternational

instagram.com/four_paws_international Disain: Virtuality.

© Dog Meat Free Indonesia (DMFI) © Dog Meat Free Indonesia (DMFI)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun makna ‘urf secara terminologi menurut Dr.H.Rahmad Dahlan adalah seseuatu yang menjadi kebiasaan manusia, dan mereka mengikutinya dalam bentuk setiap perbuatan yang

Walaupun 20 jenis aplikasi yang diuji adalah sama, namun hasil azimut kiblat yang ditunjukkan adalah berbeza dalam kedua-dua jenis model telefon pintar sekali gus membuktikan

Melihat perkembangan yang ada sekarang tidak menutup kemungkinan seluruh wilayah Puntondo akan di jadikan lahan budidaya rumput laut dan sekarang sudah ada beberapa masyarakat

Konsentrasi AIA pada kultur bakteri yang ditumbuhkan pada media dengan penambahan L-trp umumnya lebih tinggi daripada konsentrasi AIA pada kultur yang dtumbuhkan pada media

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persen recovery emas (Au) dan perak (Ag) dalam limbah elektronik berupa CD-RW dan mengetahui tingkat kemurnian logam emas

Masuknya larutan yang mengandung sukrosa ke pembuluh floem dari sel-sel peneman ini yang mengakibatkan tekanan internal pada pembuluh floem pada daun lebih tinggi, yang kemudian

5) Ra’ berharakat sukun, sedangkan huruf sebelumnya berharakat kasrah asli, tetapi sesudah ra’ ada salah satu huruf isti’la yang tidak berharakat kasrah.. Namun setelah

Tulisan ini akan membahas proses sekuritisasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan melihat dari dua sisi, yaitu upaya pemerintah dalam mengkonstruksikan