• Tidak ada hasil yang ditemukan

Translokasi Pada Tumbuhan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Translokasi Pada Tumbuhan"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Translokasi Pada Tumbuhan Translokasi Pada Tumbuhan Translokasi

Translokasi

Translokasi adalah perpindahan bahan terlarut yang

Translokasi adalah perpindahan bahan terlarut yang dapat terjadi di seluruh dapat terjadi di seluruh bagian tumbuhan.bagian tumbuhan. Translokasi ini membahas yang terjadi pada Floem.

Translokasi ini membahas yang terjadi pada Floem. Maka translokasi ini adalah pengangkutan hasil

Maka translokasi ini adalah pengangkutan hasil fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan melalui floem&fotosintesis keseluruh bagian tumbuhan melalui floem& merupakan transportasi simplas karena floem merupakan sel hidup.

merupakan transportasi simplas karena floem merupakan sel hidup.

Translokasi meliputi gerakan berbagai materi dalam sistem tumbuhan termasuk gas-gas, air, Translokasi meliputi gerakan berbagai materi dalam sistem tumbuhan termasuk gas-gas, air, mineral,karbohidrat terlarut dan hormon.

mineral,karbohidrat terlarut dan hormon.

Seperti halnya pembuluh tapis atau floem yang merupakan

Seperti halnya pembuluh tapis atau floem yang merupakan jaringan pengangkutjaringan pengangkut padapada tumbuhanbtumbuhanberpemerpem buluh

buluh (Tracheophyta)(Tracheophyta)

yang berfungsi dalam transportasi hasil

yang berfungsi dalam transportasi hasil fotosintesis,fotosintesis, terutamaterutama gulagula sukrosa,sukrosa,dan berbagaidan berbagai metabolitmetabolit lainnlainn ya dari daun menuju

ya dari daun menuju bagian-bagian tumbuhan lainnya, seperti

bagian tumbuhan lainnya, seperti batang,batang, akarakar,bunga,,bunga, buah,buah, biji,biji, dandan umbi.umbi. Proses transpor ini disebut sProses transpor ini disebut s ebagai translokasi.

ebagai translokasi.

Contoh proses pengangkutan bahan m

Contoh proses pengangkutan bahan m akanan dalam tumbuhan (translokasi) melalui pengangkutan hasilakanan dalam tumbuhan (translokasi) melalui pengangkutan hasil fotosintesis :

fotosintesis :

Struktur floem : Struktur floem :

a.Unsur tapis (sieve elements) a.Unsur tapis (sieve elements) b.Sel penyerta / transfer b.Sel penyerta / transfer

c.Sel-sel antara ( intermediary cells) c.Sel-sel antara ( intermediary cells)

a). Unsur tapis (sieve elements) a). Unsur tapis (sieve elements)

- Bergabung bersama membentuk tabung (pembuluh tapis) - Bergabung bersama membentuk tabung (pembuluh tapis)

- Banyak terdapat plasmodesmata antara unsur tapis dan sel penyerta - Banyak terdapat plasmodesmata antara unsur tapis dan sel penyerta - Tabung tapis yang pecah / r

- Tabung tapis yang pecah / retak akan di tambal oleh protein dan kalosa.etak akan di tambal oleh protein dan kalosa. b). Sel penyerta / transfer

b). Sel penyerta / transfer

--Melakukan dasar fungsi sel bagi anggota tabung tapis, seperti sintesis protein, banyak mitokondriauntu Melakukan dasar fungsi sel bagi anggota tabung tapis, seperti sintesis protein, banyak mitokondriauntu k sintesis ATP.

(2)

--Plasmodesmata hanya terdapat pada sisi yang melekat dengan unsur tapis saja (tidak/jarang te

Plasmodesmata hanya terdapat pada sisi yang melekat dengan unsur tapis saja (tidak/jarang te rdapatplrdapatpl asmodesmata pada sisi yang berlawanan).

asmodesmata pada sisi yang berlawanan). c). Sel-sel antara ( intermediary cells ) c). Sel-sel antara ( intermediary cells ) - Beberapa tanaman memiliki - Beberapa tanaman memiliki sel-

sel antara dengan banyak plasmodesmata yang berhubungan dengan sel antara dengan banyak plasmodesmata yang berhubungan dengan sel-sel parenkim sel-selain dengan unsur tapis.

sel parenkim selain dengan unsur tapis.

Arah translokasi dan translokasi fotosintat : Arah translokasi dan translokasi fotosintat : Senyawa karbon hasil fotosintesis di

Senyawa karbon hasil fotosintesis di daun di distribusikan keseluruh bagian tanaman melalui daun di distribusikan keseluruh bagian tanaman melalui jaringanpejaringanpe mbuluh khusus yang disebut floem. Prose

mbuluh khusus yang disebut floem. Prose s ini disebut translokasi fotosintat.s ini disebut translokasi fotosintat. Jika pergerakan air dan hara via

Jika pergerakan air dan hara via pembuluh xilem dipicu oleh tekanan negatif (tegangan) sepanjanglintasapembuluh xilem dipicu oleh tekanan negatif (tegangan) sepanjanglintasa n, translokasi via floem dipicu oleh tekanan hidrostatik positif. Senyawa organik sepertigula, asam amino n, translokasi via floem dipicu oleh tekanan hidrostatik positif. Senyawa organik sepertigula, asam amino , beberapa hormon dan bahkan mRNA di transport dalam floem me

, beberapa hormon dan bahkan mRNA di transport dalam floem me lalui tabungtapis. Senyawa utama yalalui tabungtapis. Senyawa utama ya ng di translokasikan dalam floem adalah sukrosa.

ng di translokasikan dalam floem adalah sukrosa.

Perbedaan transport via floem & transport via xilem: Perbedaan transport via floem & transport via xilem: Floem :

Floem :

} Berlangsung melalui sel-sel hidup } Berlangsung melalui sel-sel hidup } Untuk transport senyawa organik } Untuk transport senyawa organik } Pergerakan dua arah

} Pergerakan dua arah

} Lambat/laju aliran maksimum 1 m/jam } Lambat/laju aliran maksimum 1 m/jam Xilem :

Xilem :

} Berlangsung melalui sel-sel mati } Berlangsung melalui sel-sel mati

} Untuk transport air dan hara (anorganik) } Untuk transport air dan hara (anorganik) } Pergerakannya searah

} Pergerakannya searah

} Cepat/laju aliran maksimum 15 m/jam. } Cepat/laju aliran maksimum 15 m/jam.

(3)

Translokasi fotosintat :

Transport

air dan hara terutama berlangsung via xilem, dari akar ke daun (tajuk), sedangkan transportfotosintat ter  jadi dalam pembuluh floem, buktinya yaitu :

1. Pergerakan kulit batang tidak berpengaruh langsung terhadap transport

air, namun gula akanterakumulasi di atas sayatan dan jaringan membengkak, sedangkan jar ingan di baw ah sayatan akan mati.

2. Aplikasi 14CO2 atau

14C-sukrosa, kemudian visualisasi radioaktif menunjukkan bahwa fotosintatbergerak melalui pembuluh floe m.

Mekanisme pengangkutan hasil fotosintesis (translokasi) pada floem antara lain sebagai berikut : §Teori aliran sitoplasma

Translokasi dapat terjadi karena adanya aliran sitoplasma di dalam

sel-sel melalui plasmodesmata.Adanya plasmodesmata memungkinkan pengangkutan hasil fotosintesis sec ara difusi dari satu selke sel lain.

§

Teori aliran massa (tekanan ) oleh Erns Munch, 1930

Translokasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan osmosis

yang terjadi didalam pembuluh floem antarorgan yaitu daun, batang dan akar. Peningkatan kadar gula di dalam floem daun akan meningkatkantekanan osmosis daun, sehingga larutan (hasil fotosintesis) akan mengalir dari daun menuju ke akar.

Faktor-faktor yang mempengaruhi translokasi : 1.Temperatur

2. Cahaya

3. Gradien konsentrasi 4. Hormon

(4)

Translokasi adalah perpindahan bahan terlarut yang dapat terjadi di seluruh bagian tumbuhan. Translokasi ini membahas yang terjadi pada Floem.

Mekanisme dan Pola Translokasi

Sejak lama para ahli fisiologi tumbuhan bermaksud mengukur langsung translokasi dalam system pengangkutan dengan cara mengikuti pergerakan bahan bertanda. Mula  – mula menggunakan zat warna : fluoresein bergerak  dengan mudah dalam sel floem dan masih digunakan sebagai perunut yang efektif. Virus dan herbisida juga pernah digunakan. Penggunakan fosfor, belerang, klorin, kalsium, stronsium, rubidium, kalium, hydrogen dalam kajian ini, namun hingga saat ini nuklida radioaktif yang paling penting.

Perunut radioaktif bisa dilacak perjalannya dengan p elacak radiasi yang disentuhkan pada batang atau bagian lain dari tumbuhan. Metode lainnya adalah autoradiografi. Tumbuhan diletakkan bersinggungan dengan sehelai film sinar  – X selama beberapa hari hingga bulan. Kemudian,film tersebut dikembangkan dan ditemui letak radioaktivitasnya

pada tanaman tersebut.

Model E. Munch di Jerman pada tahun 19 26 adalah model pengangkutan floem yang dianut sampai sekarang. Konsepnya yaitu model aliran – tekanan. Menggunakan dua osmometer. Osmometer yang dilakukan di laboratorium direndam dalam larutan. Osmometer pertama berisi larutan yang lebih pekat daripada larutan sekitar, osmometer kedua berisi larutan kurang pekat dari osmometer pertama dan harus lebih pekat dari medium sekelilingnya.

Osmometer pertama dialokasikan dengan daun (sebagai sumber); sedangkan osmometer kedua dialokasikan dengan organ-organ penerima (sebagai limbung, misal buah, jaringan meristem, dan akar). Perbedaan antara model

osmometer dengan pengangkutan floem yang sesungguhnya terletak pada sumber dan lingbungnya. Pada daun, bahan terlarut yang telah terangkut segera ditambahkan kembali dari hasil fotosintesis (phloem loading); dan bahan terlarut yang telah sampai ke limbung akan dikeluarkan dari pembuluh floem (phloem unloading). Dimanfaatkan untuk pertumbuhan atau ditimbun di organ penampung, misalnya dalam bentuk pati atau lemak. Larutan perendam pada osmometer setara dengan bagian apoplas tanaman, yakni dinding sel dan pembuluh xylem.

Material Translokasi

Fungsi floem adalah sebagai jaringan translokasi bahan organik yang terutama berisi karbohidrat. Crafts dan Lorenz (1994) mendapatkan persentase nitrogen (dalam bentuk protein) sebesar 45 %. Sebenarnya gula yang menjadi linarut terbesar yang ditranslokasikan dalam cairan floem. Diantara gula ini, sukrosa yang paling banyak jumlahnya. Gula lain seperti gula rafinosa : glukosa, rafinosa, stakiosa, dan fruktosa juga ada pada gula alcohol: manitol, sorbitol, galaktitol, serta mio-inositol.

Tingkat Pergerakan

Diestimasi dengan cara menghitung penambahan berat organ tersebut selama kurun waktu tertentu untuk 

mengetahui laju pengangkutan melalui pembuluh floem ke suatu organ. Kemudian diukur luas penampang melintang dari pembuluh floem. Berdasarkan data tersebut dapat dihitung laju transfer m assa (mass transfer rate). Laju

perpindahan masa merupakan jumlah bahan yang melintasi suatu irisan melintang tabung taapis per satuan waktu. Dikemukakan oleh Alden S. Crafts dan O.Lorenz (dari University of California di Davis) berasumsi bahwa bahan kering yang diangkut melalui floem mempunyai gravitas spesifik (atau kepadatan) sebesar 1,5 g.cm-3.Nilai ini jika dibagi dengan laju transfer massa akan diperoleh velositas sebesar 110 mm.jam-1. Tentu saja, bahan yang diangkut dalam pembuluh floem tidak dalam bentuk kering, tetapi terlarut didalam air. Dengan demikian velositas sesungguhnya adalah lebih cepat. Potensi osmotik larutan floem yang umum terukur adalah antara -2 Mpa sampai -3 Mpa, yang setara dengan 20% sampai 30% larutan sukrosa (Sukrosa merupakan bahan terlarut yang dominan pada larutan

(5)

floem. Berdasarkan nilai ini, maka volaritas pengangkutan pada pembuluh floem adalah antara 363 sampai 550 mm.jam-1.

Dengan teknik yang lebih maju, pengukuran velositas dapat dilakukan dengan isotop11C dalam bentuk CO2 yang diberikan pada daun. Isotop ini akan terkandung dalam fotosintat yang akan diangkut melalui pembuluh floem. Pada 2 atau lebih posisi pada batang ditempatkan pendeteksi radiasi dengan jarak yang telah ditetapkan.

Phloem Loading dan Unloading

Proses peningkatan konsentrasi gula pada sel-sel floem yang berada dekat dengan sel-sel fotosintetik pada daun disebut proses pengisian floem (phloem loading). Berdasarkan pengukuran pada berbagai spesies, terlihat bahwa potensi osmotik sel-sel mesofil (sekitar -0,8 MPa sampai -1,8 MPa) lebih tinggi dibanding pada pembuluh floem (antara -2,0 MPa sampai -3,0 MPa). Karena bahan terlarut (sukrosa) pada pembuluh floem lebih tinggi dibanding pada sel-sel mesofil.

Serapan sukrosa oleh sel peneman floem ini yang dikarenakan oleh sel peneman ini lebih besar dan lebih aktif  dibandingkan sel-sel lain pada jaringan floem dan juga adanya penumbuhan ke dalam (ingrowth) yang menyebabkan luas permukaan membran sel ini menjadi 3 kali lebih luas. Menyebabkan potensi osmotic sitoplasma sel ini menjadi turun (lebih negatif) dan ini akan merangsang air untuk masuksecara osmosis kedalam sel ini dari sel-sel mesofil disekitarnya. Sebagai akibatnya tekanan internal pada sel peneman akan meningkat dan mengakibatkan sukrosa bergerak masuk ke pembuluh floem secara simplastik melalui plasmodesmata. Masuknya larutan yang mengandung sukrosa ke pembuluh floem dari sel-sel peneman ini yang mengakibatkan tekanan internal pada pembuluh floem pada daun lebih tinggi, yang kemudian menjadi faktor pendorong dari aliran larutan floem, berarti pengangkutan senyawa-senyawa yang terlarut didalamnya.

Proses pengisian floem ini bersifat selektif. Jenis material yang di translokasi seperti gula rafinosa : glukosa, rafinosa, dan stakiosa juga ada pada gula alcohol: manitol, sorbitol, galaktitol, serta mio-inositol. Fruktosa jarang diangkut kedalam pembuluh floem. Demikian juga dengan asam amino dan mineral.sifat selektif ini memperkuat argumentasi bahwa senyawa  – senyawa yang akan dimuat kedalam pembuluh floem diserap dari apoplas oleh sel – sel peneman floem. Sifat selektif ini berkaitan dengan peranan senyawa pembawa pada membran, yang menyangkut pada senyawa – senyawa tertentu.

Kompetisi antara organ atau jaringan limbung ditentukan oleh laju pengeluaran bahan dari pembuluh floem (phloem unloading). Limbung yang dapat memanfaatkan hasil terlarut (sukrosa) dari pembuluh floem dan akan berpeluang besar untuk memperoleh lebih banyak lagi bahan terlarut dari organ sumber. Hal ini disebabkan sukrosa diserap sel – sel organ limbung dari pembuluh floem, maka potensi air sel – sel limbung tersebut turun. Mengakibatkan air akan bergerak keluar dari pembuluh floem dan tekanan internal pembuluh floem pada organ atau jaringan limbung akan turun. Hal ini akan lebih memacu laju pengangkutan dari sumber ke limbung karena perbedaan tekanan internal yang lebih besar antara kedua ujung pembuluh floem tersebut.

Sumber :

Lakitan, Benyamin.1993. Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta. Salisbury, Frank B, dan Cleon W Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. ITB. Bandung

(6)

Deskripsi beberapa varietas padi di indonesia

DESKRIPSI PADI SAWAH VARIETAS PANDANWANGI

Asal : Populasi varietas lokal pandanwangi cianjur 1596

Metode seleksi : Balitpa 1644

golongan : berbulu

umur tanaman : 105

Bentuk tanaman : kompak

Tinggi tanamn :85 cm

Anakan produktif : 15-18 batang

Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : tidak berwarna Warna lidah daun : tidak berwarna

Warna helai daun : hijau

Muka daun : kasar

Posisi daun : tegak

Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Bulat

Warna gabah : kuning mas

kerontokan : tahan

kerebahan : kurang tahan

tekstur nasi : pulen

(7)

Potensi hasil : 7,4 ton GKG/ha Rata-rata hasil : 5,7 ton GKG/ha Ketahanan terhadap

Hama : Rentan terhadap hama Wereng Coklat biotipe 2 dan 3

Penyakit : rentan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain 4, rentan terhadap penyakit tungro

Keterangan : Baik ditanam di Kabupaten Cianjur Penelitian Pemulia : 1. Dr. Aan A. Daradjat

2. Ir. Suwito, MS

Tim Peneliti : Aan A. Daradjat, Suwito, Mariani P, Hamzah B, Mamat R, Supandi, Handedi, M.Junaidi, Tuteng DJ, Tansyah, iyus R , Machpudin dan H. Mansyur

Penyusul : 1. Pemerintah Kabupaten Cianjur 2. Dinas Pertanian Cianjur

3. UPTD BPSB TPH Provinsi Jawa Barat 4. Balai Penelitian Tanaman Padi

Lampiran 21. Deskripsi Padi Varietas Bundo Yudo

Nomor Seleksi : B10384-MR-1-8-3

Asal Umur Tanaman : IR66160/Memberamo

Bentuk Tanaman : Padi Sawah

Tinggi Tanaman : 110 Hari

(8)

Warna Kaki : 110 cm

Warna Batang : 15 –22 Baytang

Warna Daun Telinga : Hijau

Warna Lidah Daun : Tidak Berwarna

Muka Daun : Kasar

Posisi Daun : Tegak

Daun Bendera : Tegak

Bentuk Gabah : Ramping

Warna Gabah : Kuning Bersih

Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Agak Tahan

Tekstur Nasi : Pulen

Berat 1000 Butir : 25 Gram

Kadar Amilosa : 19 %

Potensi Hasil : 8,4 ton/ha

Ketahanan Hama Dan Penyakit : Tahan Terhadap Wereng Coklat dan Tungro

Keterangan : Sesuai untuk sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 50 m dpl

Pemulia : Adijono Pa, B Suprihatno, soewito T dan Z. Harahap

Tahun :2000

Lampiran 22. Deskripsi Padi Varietas IR 64

Golongan : Cere

(9)

Bentuk Tanaman : Tegak

Tinggi Tanaman : 95-100 cm

Anakan Produktif : Banyak

Warna Kaki : Hijau

Warna Batang : Hijau

Warna Daun Telinga : Hijau Pucat Warna Lidah Daun : Hijau Pucat

Warna Daun : Hijau Muda

Muka Daun : Kasar

Posisi Daun : Tegak

Daun Bendera : Tegak

Bentuk Gabah : Panjang Ramping

Warna Gabah : Kuning Bersih

Kerontokan : Tahan

Kerebahan : Tahan

Tekstur Nasi : Pera

Berat 1000 butir Gabah : 27 Gram

Kadar Amilaso : 24.1 %

Potensi Hasil : 5,07 ton/ha

Ketahanan Hama : Tahan Terhadap Wereng Coklat biotipe 2 dan 3 serta Wereng Coklat Ketahanan Terhadap Penyakit : Agak Tahan Hawar daun Bakteri Strain 4

Anjuran Tanaman : Dapat di tanam pada penghujan

(10)

NO.Pedigree : S3383- Id-pn-41-3-1

Asal : Persilanan IR 18349-53-1-3-1-3/IR 196 61131-3-1//IR 19661-131-3-1-3///IR 64////IR 64

Golongan : Cere

Umur Tanaman : 115 hari

Bentuk Tanaman : Tegak

Tinggi Tanaman : 107-115 Cm

Anakan Produktif : 14-17 Batang

Warna Kaki : Hijau

Warna Batang : Hijau

Warna Daun Telinga : Putih Warna Lidah Daun : Putih

Muka Daun : Kasar Sebelah bawah daun

Posisi Daun : Tegak

Daun Bendera : Tegak

Bentuk Gabah : Panjang Ramping

Warna Gabah : Kuning Bersih

Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Sedang

Tekstur Nasi : Pulen

Berat 1000 butir Gabah : 27 –28 Gram

Kadar Amilaso : 23%

Potensi Hasil : 5 –7 ton/ha

Ketahanan Hama : Tahan Terhadap Wereng Coklat Biotipe 2 dan 3 Ketahanan Terhadap Penyakit : Tahan Terhadap Hawar Daun Bakteri Strain 3 dan 4

(11)

Anjuran Tanaman : Cocok di tanam pada penghujan dan kemarau dilokasi dengan ketinggian tidak melebihi 550 ml dpl

Pemulia : Adijono Pa, B. Suprihatno, Soewito T dan Z. Harahap Lampiran 24. Deskripsi padi Varietas Tukat Unda

No. Pedigree : IR 68305-8-1

Asal : IR 64+Balimau Putih

Golongan : Cere

Umur Tanaman : 110 Hari

Bentuk Tanaman : Tegak

Tinggi Tanaman : 104 cm

Anakan Produktif : 20 Batang

Warna Kaki : Hijau

Warna Batang : Hijau

Warna Daun Telinga : Tidak Berwarna Warna Lidah Daun : Tidak Berwarna

Warna Daun : Hijau

Muka Daun : Kasar

Posisi Daun : Tegak

Daun Bendera : Tegak

Bentuk Gabah : Ramping

Warna Gabah : Kuning Jerami

Kerontokan : Mudah Rontok

Kerebahan : Toleran

Tekstur Nasi : Pulen

(12)

Kadar Amilaso : 24,9 %

Potensi Hasil : 4.0 –7.0 ton/ha

Ketahanan Hama : Agak tahan terhadap Wereng Coklat Biotipe 3

Ketahanan Terhadap Penyakit : Agak Tahan terhadap hawar Daun bakteri Strain VIII, Tahan Tungro Anjuran Tanaman : Baik ditanam didaerah endemik penyakit tungro, kusus daerah Bali dan NTB

Pemulia : Aan A. Daratjad, Abdul Rohim, I. N. Widiarta, I Ng Astika, Suprapto, Trini S. K. Putu Oka Darmawan, I Gst. Ngr. Gede

Tahun : 2000

Deskripsi varietas.

Nama varietas :Ciherang

kelompok :padi sawah

nomor seleksi :S3383-1d-Pn-41-3-1

asal persilangan :IR18349-53-1-3-1-3/IR19661-131-3- 1//IR19661-131-3-1///IR64////IR64

golongan :Cere

umur tanaman :116-125 hari

bentuk tanaman :tegak

tinggi tanaman :107-115 cm

Anakan Produktif : 14-17 batang

Warna Kaki : hijau

Warna Batang : hijau

Warna Daun Telinga : putik

Warna Lidah Daun :

(13)

Warna Muka Daun : kasar pada sebelah bawah

Posisi Daun : tagak

Daun Bendera : tagak

Bentuk Gabah : panjang ramping

Warna Gabah : kuning bersih

Kerontokan : sedang

Kerebahan : sedang

Tekstur Nasi : pulen

Kadar Amilosa :23%

Berat 1000 butir Gabah :27-28g Rata-rata produksi :5-8,5 ton/ha

Potensi Hasil :

-Ketahanan Terhadap Hama : tahan terhadap wereng cokelat biotipe 2 dan 3

Ketahanan Terhadap Penyakit : tahan terhadap bakteri hawar daun(HDB) strain 3 dan 4

Anjuran Tanam :cocok ditanam pada musim hujan dan kemarau dengan ketinggian di bawah 500 m dpl

Pemulia

:-Peneliti

:-Teknisi :tarjat T, Z. A. Simanulang,., E. Sumadi dan Aan A. Daradjat

Dilepas Tahun :2000

(14)

Nama varietas : Diah Suci

Kelompok :padi sawah

nomor seleksi :OBS-1659/PSJ

asal persilangan :seleksi pedigri dari radiasi benih F1

golongan : cere

umur tanaman :115-120 hari

bentuk tanaman :tegak

tinggi tanaman :110-115 cm

Anakan Produktif : banyak (15-20)

Warna Kaki : hijau

Warna Batang : hijau

Warna Daun Telinga : tidak berwarna

Warna Lidah Daun :

-Warna Daun :

-Warna Muka Daun : kasar

Posisi Daun : tagak

Daun Bendera : tagak

Bentuk Gabah : ramping

Warna Gabah : kuning jerami

Kerontokan : sedang

Kerebahan : tahan

Tekstur Nasi : sangat pulen

Kadar Amilosa :19-20%

(15)

Rata-rata produksi :9,40 ton/ha gabah kering giling Potensi Hasil :9,40 ton/ha gabah kering giling

Ketahanan Terhadap Hama : tahan hama wereng cokelat biotipe1, 2 agak tahan biotipe 3 Ketahanan Terhadap Penyakit : tahan penyakit hawar daun strain 3 dan agak tahan strain 4 Anjuran Tanam :cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian o-650 m dpl

Pemulia :-Peneliti :-Teknisi :-Dilepas Tahun :2003 Deskripsi varietas Nama varietas :

Kelompok :padi sawah

nomor seleksi :

asal persilangan :

golongan : cere

(16)

bentuk tanaman :tegak

tinggi tanaman :110-115 cm

Anakan Produktif : banyak (15-20)

Warna Kaki : hijau

Warna Batang : hijau

Warna Daun Telinga : tidak berwarna

Warna Lidah Daun :

-Warna Daun :

-Warna Muka Daun : kasar

Posisi Daun : tagak

Daun Bendera : tagak

Bentuk Gabah : ramping

Warna Gabah : kuning jerami

Kerontokan : sedang

Kerebahan : tahan

Tekstur Nasi : sangat pulen

Kadar Amilosa :19-20%

Berat 1000 butir Gabah :26-27 g

Rata-rata produksi :9,40 ton/ha gabah kering giling Potensi Hasil :9,40 ton/ha gabah kering giling

Ketahanan Terhadap Hama : tahan hama wereng cokelat biotipe1, 2 agak tahan biotipe 3 Ketahanan Terhadap Penyakit : tahan penyakit hawar daun strain 3 dan agak tahan strain 4 Anjuran Tanam :cocok ditanam pada lahan dengan ketinggian o-650 m dpl

Pemulia

(17)

:-Teknisi

:-Dilepas Tahun :2003

PADI SAWAH IR36

Nomor seleksi : IR2071-625-1-252 Asal persilangan : IR1561-228// 4

*IR24/O. nivara///CR94-13

Golongan : Cere, kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 110 - 120 hari

Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 70 - 80 cm Anakan produktif : 14 - 19 batang Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau muda

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Agak panjang-ramping

(18)

Kerontokan : Mudah rontok Kerebahan : Tahan

Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 25% Indeks Glikemik : 45 Bobot 1000 butir : 24 g Rata-rata hasil : 4,5 t/ha Potensi hasil : 5,8 t/ha Ketahanan terhadap

Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 • Tahan wereng hijau

• Tahan terhadap virus kerdil rumput dan hawar daun bakteri

• Cukup tahan terhadap blas

• Agak rentan terhadap hawar pelepah daun dan bakteri daun bergaris

Pemulia : Introduksi dari IRRI

Dilepas tahun : 1978Deskripsi Varietas Padi 2 Padi Sawah

CISADANE

Nomor seleksi : B2484B-PN-28-3-MR-1 Asal persilangan : Pelita I-1/B2388

Golongan : Cere, kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 135 - 140 hari

(19)

Tinggi tanaman : 105 - 120 cm Anakan produktif : 15 - 20 batang Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Miring sampai mendatar Bentuk gabah : Gemuk

Warna gabah : Kuning bersih, ujung gabah sewarna Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Agak tahan Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 20% Indeks glikemik : 68 Bobot 1000 butir : 29 g Rata-rata hasil : 5,0 t/ha Potensi hasil : 7,0 t/ha Ketahanan terhadap

Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2 • Rentan terhadap wereng coklat biotipe 3

• Tahan terhadap hawar daun bakteri • Rentan terhadap blas dan hawar pelepah

(20)

Rentan terhadap virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput

Pemulia : Z. Harahap dan Adiyono P.

Dilepas tahun : 1980 Deskripsi Varietas Padi Padi Sawah 3

IR42

Nomor seleksi : IR2071-586-5-6-3-4 Asal persilangan : IR2042/CR94-13 Golongan : Cere

Umur tanaman : 135-145 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 90 - 105 cm Anakan produktif : 20 –25 batang Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau tua

Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak Bentuk gabah : Ramping

Warna gabah : Kuning bersih, ujung gabah sewarna Kerontokan : Sedang

(21)

Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 27% Indeks Glikemik : 58 Bobot 1000 butir : 23 g Rata-rata hasil : 5,0 t/ha Potensi hasil : 7,0 t/ha Ketahanan terhadap

Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1 dan 2 • Rentan wereng coklat biotipe 3

• Tahan terhadap hawar daun bakteri, virus tungro dan kerdil rumput

• Rentan terhadap hawar pelepah daun • Toleran terhadap tanah masam

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi, pasang surut dan rawa

Pemulia : Introduksi dari IRRI

Dilepas tahun : 1980Deskripsi Varietas Padi 4 Padi Sawah

CISOKAN

Nomor seleksi : B4070D-PN-199-43 Asal persilangan : PB36/Pelita I-1

Golongan : Cere, kadang-kadang berbulu Umur tanaman : 110 - 120 hari

Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 90 –100 cm

(22)

Anakan produktif : 20 - 25 batang Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau muda

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Miring mendatar Bentuk gabah : Lonjong - sedang Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang

Kerebahan : Sedang Tekstur nasi : Pera Kadar amilosa : 26% Indeks Glikemik : 34 Bobot 1000 butir : 22 g Rata-rata hasil : 4,5 t/ha Potensi hasil : 6,0 t/ha Ketahanan terhadap

Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan rentan wereng coklat biotipe 3

• Agak tahan hawar daun bakteri

Anjuran tanam : Cukup baik sebagai padi sawah di dataran rendah sampai ketinggian sampai 500 m dpl.

(23)

Pemulia : Soewito T, Susanto T.W., Adijono P., dan Z. Harahap

Dilepas tahun : 1985 Deskripsi Varietas Padi Padi Sawah 5

IR64

Nomor seleksi : IR18348-36-3-3 Asal persilangan : IR5657/IR2061 Golongan : Cere

Umur tanaman : 110 - 120 hari Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 115 –126 cm Anakan produktif : 20 - 35 batang Warna kaki : Hijau

Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau

Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak Daun bendera : Tegak

Bentuk gabah : Ramping, panjang Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Tahan

Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pulen

(24)

Kadar amilosa : 23% Indeks Glikemik : 70 Bobot 1000 butir : 24,1 g Rata-rata hasil : 5,0 t/ha Potensi hasil : 6,0 t/ha Ketahanan terhadap

Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan ag ak tahan wereng coklat biotipe 3

• Agak tahan hawar daun bakteri strain IV • Tahan virus kerdil rumput

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah sampai sedang

Pemulia : Introduksi dari IRRI

Dilepas tahun : 1986Deskripsi Varietas Padi 6 Padi Sawah

CILIWUNG

Nomor seleksi : B4183B-PN-33-6-1-2 Asal persilangan : IR38//

2

*Pelita I-1/IR4744-128-4-1-2 Golongan : Cere

Umur tanaman : 117 - 125 hari Bentuk tanaman : Tegak

Tinggi tanaman : 114 - 124 cm Anakan produktif : 18 - 25 batang

(25)

Warna kaki : Hijau Warna batang : Hijau

Warna telinga daun : Tidak berwarna Warna lidah daun : Tidak berwarna Warna daun : Hijau tua

Muka daun : Kasar Posisi daun : Tegak

Daun bendera : Miring sampai tegak Bentuk gabah : Sedang sampai ramping Warna gabah : Kuning bersih

Kerontokan : Sedang Kerebahan : Tahan Tekstur nasi : Pulen Kadar amilosa : 22% Indeks Glikemik : 86 Bobot 1000 butir : 23 g Rata-rata hasil : 4,8 t/ha Potensi hasil : 6,5 t/ha Ketahanan terhadap

Hama Penyakit : • Tahan wereng coklat biotipe 1, 2 dan rentan wereng coklat biotipe 3

• Agak tahan terhadap hawar daun bakteri strain IV

Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan irigasi berelevasi rendah sampai 550 m dpl

(26)

Pemulia : I. Sahi, Taryat T., dan H. Maknun Dilepas tahun : 1988

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, di dalam getah floem juga mengandung mineral, asam amino,dan hormon, berbeda dengan pengangkutan pada pembuluh xilem yang berjalan satu arah dari akar ke daun,

Rendahnya jumlah pembentukan kalus pada media kultur dengan konsentrasi sukrosa tinggi diduga akibat tekanan osmotik yang semakin tinggi dan telah menyebabkan kematian sel-sel

Plasmolisis menyebabkan jaringan yang ditempatkan pada larutan yang hipertonis (konsentrasi air di dalam sel lebih tinggi daripada konsentrasi air di larutan sebelah luar

Xilem atau yang lebih dikenal dengan pembuluh kayu mempunyai fungsi yaitu untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun dan floem atau juga yang lebih dikenal dengan

Daun tersusun atas satu lapis sel. sel-sel daunnya kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Lumut hanya dapat tumbuh memanjang tetapi

Rendahnya jumlah pembentukan kalus pada media kultur dengan konsentrasi sukrosa tinggi diduga akibat tekanan osmotik yang semakin tinggi dan telah menyebabkan kematian sel-sel

Struktur Sel Struktur internal sel: Kromosom bakteri nucleoid Ribuan granular ribosom Berbagai granular badan inklusi terkandung dalam suatu larutan encer aqueous soup

Selain itu, di dalam getah floem juga mengandung mineral, asam amino dan hormon, berbeda dengan pengangkutan pada pembuluh xilem yang berjalan satu arah dari akar ke daun, pengangkutan