• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tanah merupakan komponen utama yang sangat penting dalam bercocok tanam.

Kesuburan tanah ditentukan oleh kemampuan tanah dengan menyediakan unsur hara yang terkandung dalam tanah untuk membantu mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Melalui akar, tanaman dapat menyerap unsur hara yang terdapat dalam tanah dalam bentuk nutrisi. Tanpa adanya unsur hara yang terkandung dalam tanah maka tanaman tidak akan dapat hidup di tempat tersebut karena tanaman tidak memperoleh zat- zat yang diperlukan [1].

Untuk meningkatkan hasil panen yang baik maka pemberian pupuk tidak hanya dapat dilakukan dengan penambahan pupuk anorganik saja, melainkan juga dengan ditambahkannya pupuk organik [1]. Pupuk organik dapat membantu menyediakan unsur hara yaitu kadungan NPK dan kelembapan dalam tanah. NPK sendiri merupakan Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Usaha peningkatan hasil tidak saja dilakukan melalui pemberian pupuk anorganik atau pupuk buatan, tetapi juga pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah, kimia dan biologi tanah, sebagai penyangga kation, pengekstraksi mineral oleh asam humat meningkatkan tukar kation (Hilman dan Suwandi, 1989), merangsang pertumbuhan mikroorganisme tanah serta dapat menyediakan unsur N, P, K dan S (Haris, et. al., 1998) [2]. Karena kurangnya pengetahuan para petani dalam mengetahui keadaan kandungan unsur hara dan kelembapan tanah yang baik, maka tingkat kegagalan panen di Indonesia akan semakin tinggi.

Dari uraian diatas, maka diperlukan sistem informasi dengan media website yang

dapat melakukan monitoring hasil pengukuran kadar unsur hara dan kelembapan dalam

tanah yang didapat dari database yang kemudian diolah menggunakan Bahasa

pemrograman javascript dan HTML dengan metode pengambilan sampling tanah secara

zig-zag pada tanah homogen dengan pemilihan radius sejauh 50 meter. Pada penelitian

sebelumnya yang membahas tentang pemetaan sebaran status unsur hara N, P, dan K tanah

pada lahan sawah di kecamatan Turen, kabupaten Malang [3] tidak dibangun website

(2)

2 sebagai sistem informasinya dan dalam pemetaan daerahnya hanya dilakukan dengan metode pengambilan sampling yang hanya dilakukan sebanyak satu kali pengambilan sampling tanah pada lahan sehingga tidak dapat di monitoring secara realtime. Sehingga, dibuat sebuah kuesioner sebagai survery kebutuhan website untuk informasi mengenai pemetaan daerah berdasarkan tingkat ketersediaan unsur hara dan didapatkan 43 responden dengan 24,4% petani, 2,4% kepala desa, 14,3% pemilik lahan, dan 58,9% masyarakat.

Berdasarkan hasil tanggapan kuesioner mengenai survey kebutuhan website untuk diperlukan suatu sistem informasi yang dapat menampilkan pemetaan daerah berdasarkan tingkat ketersediaan unsur hara dan kelembapan tanah didapatkan 93% responden setuju jika sistem informasi pemetaan daerah dibuat dalam bentuk honeycomb tile map dengan radius 50 m.

Oleh karena itu, telah dirancang sebuah website yang dapat menampilkan pemetaan daerah berdasarkan tingkat ketersediaan unsur hara dan kelembapan tanah dari yang sangat buruk hingga sangat baik dengan Google Maps dan Honeycomb Tile Map sebagai marker- nya. Proyek akhir ini menggunakan Honeycomb Tile Map dikarenakan memiliki keunggulan sel yang memiliki enam arah sisi yang berbeda agar didapatkan hasil pemetaan yang lebih presisi dan tidak menyisakan ruang. Data yang diperoleh berasal dari firebase realtime database sehingga data yang ditampilkan akan selalu update setiap waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses website yaitu 0.809 detik dan keakurasian data kategori warna marker pada pemetaan daerah sebesar 100%. Berdasarkan kuesioner mengenai survey kepuasan pengguna website didapatkan 100% dari 43 responden setuju bahwa website dapat berjalan sesuai dengan fungsinya dan mempermudah dalam mendapatkan informasi mengenai pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembapan tanah.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai dari Proyek Akhir ini yaitu sebagai berikut.

1. Membuat sistem informasi monitoring hasil pengukuran kadar unsur hara dan kelembapan tanah secara realtime berbasis Internet of Things.

2. Melakukan pengujian sistem informasi pemetaan daerah dari hasil pengukuran kadar

unsur hara dan kelembapan tanah.

(3)

3 3. Menampilkan pemetaan daerah berdasarkan tingkat ketersediaan unsur hara dan kelembapan tanah dari yang buruk hingga baik secara realtime menggunakan google maps dengan honeycomb tile map.

Adapun manfaat dari proyek akhir ini adalah untuk mempermudah pengontrolan kondisi tingkat ketersediaan unsur hara dan kelembapan tanah berdasarkan pemetaan daerahnya.

1.3 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari Proyek Akhir ini, sebagai berikut.

1. Bagaimana merancang sistem informasi dengan media website untuk pemetaan daerah berdasarkan tingkat ketersediaan unsur hara dan kelembapan tanah beserta dengan nilai dan statusnya?

2. Bagaimana cara mengukur kadar Nitrogen, Kalium, Fosfor, dan kelembapan tanah dengan sistem informasi?

3. Bagaimana cara melakukan pengujian sistem informasi pemetaan daerah pengukur kadar Nitrogen, Kalium, Fosfor, dan kelembapan tanah?

4. Bagaimana cara menampilkan lokasi berdasarkan longitude dan latitude pada sistem informasi pengukur kadar Nitrogen, Kalium, Fosfor, dan kelembapan tanah?

5. Bagaimana cara menampilkan honeycomb tile map di desa Citeureup, Kec.

Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat sebagai marker pemetaannya pada sistem informasi untuk pengukur kadar Nitrogen, Kalium, Fosfor, dan kelembapan tanah?

1.4 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dari Proyek Akhir ini, sebagai berikut.

1. Proyek Akhir ini merancang sebuah sistem informasi dengan media website.

2. Software yang digunakan untuk merancang sistem informasi adalah Sublime Text.

3. Database yang digunakan dalam membuat website yaitu firebase realtime database.

4. Parameter pengujian pada software dengan mengukur delay proses data dari alat ke database dan delay untuk mengakses website.

5. Sistem informasi yang dibuat menggunakan bahasa pemograman javascript HTML.

(4)

4 6. Masukan sistem informasi pengukur kadar Nitrogen, Kalium, Fosfor, dan kelembapan tanah adalah nilai NPK dan kelembapan dalam tanah serta koordinat lokasi dengan longitude dan latitude.

7. Keluaran sistem informasi pengukur kadar Nitrogen, Kalium, Fosfor, dan kelembapan tanah adalah nilai NPK dan kelembapan dalam tanah beserta dengan statusnya, dan pemetaan daerahnya yang dituangkan dalam google maps dengan honeycomb tile map sebagai marker.

8. Pengujian pemetaan daerah dilakukan di desa Citeureup, Kec. Dayeuhkolot, Bandung, Jawa Barat.

9. Pada lokasi tanah yang homogen satu alat dapat mencakup diameter 100 m

2

atau dengan radius 50 m.

1.5 Metodologi

Adapun metodologi pada penelitian Proyek Akhir ini, sebagai berikut.

1. Studi Literatur

Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan literatur-literatur dan kajian- kajian yang berkaitan dengan permasalahan yang ada pada penelitian proyek akhir ini, baik berupa buku referensi, artikel, maupun e-journal yang berhubungan dengan perancangan web pemetaan daerah menggunakan honeycomb tile map dan NPK tanah.

2. Perancangan Sistem Informasi Pemetaan Unsur Hara dan Kelembapan Tanah

Melakukan perancangan sistem informasi pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembaban tanah berbasis javascript dengan membuat diagram alir dan pemodelan sistem lalu dituangkan ke dalam Bahasa pemograman HTML dan javascript menggunakan software sublime text.

3. Masukan Sistem Informasi Pemetaan Unsur Hara dan Kelembapan Tanah

Masukan yang digunakan dalam pembuatan sistem informasi pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembaban tanah dengan media website yang menggunakan Bahasa pemograman HTML dan javascript adalah data dari firebase realtime database yang terhubung dengan alat.

4. Simulasi Sistem Informasi Pemetaan Unsur Hara dan Kelembapan Tanah

Simulasi Perencanaan dilakukan dengan melakukan simulasi sistem informasi

pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembaban tanah dengan

(5)

5 menggunakan software sublime text untuk mengetahui tampilan website sebelum diimplementasikan.

5. Analisis Perencanaan

Pengujian sistem informasi pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembaban tanah dilakukan dengan menghitung delay data dari database ke website, menghitung konsumsi data yang digunakan.

6. Troubleshooting

Apabila terjadi error atau terdapat data yang tidak berjalan dengan baik ketika dihubungkan dengan stetoskop, maka langkah selanjutnya adalah mencari letak kesalahannya kemudian mencari cara untuk mengatasinya.

7. Analisa

Analisa sistem informasi pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembaban tanah dilakukan untuk mengetahui kinerja dari sistem informasi pemetaan daerah berdasarkan tingkat unsur hara dan kelembaban tanah.

1.6 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan proyek akhir terdiri atas lima bab, dengan keterangan sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, batasan masalah, metodologi penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II DASAR TEORI

Pada bab ini membahas tentang teori pendukung pengerjaan proyek akhir, seperti konsep teknologi sistem informasi, konsep database, dan lain sebagainya.

BAB III PERENCANAAN SISTEM INFORMASI PEMETAAN DAERAH

Pada bab ini membahas tentang deskripsi proyek akhir, alur pengerjaan proyek akhir, identifikasi data, serta perhitungan data yang diterima oleh sistem cloud database sehingga dapat diterima oleh web.

BAB IV SIMULASI DAN ANALISIS

Pada bab ini membahas tentang simulasi dan analisis perencanaan.

(6)

6 BAB V PENUTUP

Pada bab ini membahas tentang kesimpulan dari pengerjaan proyek akhir dan

saran untuk pembaca yang akan mengambil penelitian dengan topik yang

sama.

Referensi

Dokumen terkait

PSEKP selain merupakan institusi penelitian dan kebijakan di Indonesia yang sangat responsif dalam melakukan kajian sosial ekonomi dan kebijakan pertanian dan telah banyak

Pemodelan penyelesaian permasalahan penjadwalan ujian Program Studi S1 Sistem Mayor-Minor IPB menggunakan ASP efektif dan efisien untuk data per fakultas dengan mata

Pendekatan dapat diartikan sebagai metode ilmiah yang memberikan tekanan utama pada penjelasan konsep dasar yang kemudian dipergunakan sebagai sarana

Audit, Bonus Audit, Pengalaman Audit, Kualitas Audit. Persaingan dalam bisnis jasa akuntan publik yang semakin ketat, keinginan menghimpun klien sebanyak mungkin dan harapan agar

Perbandingan distribusi severitas antara yang menggunakan KDE dengan yang menggunakan suatu model distribusi tertentu dilakukan untuk melihat secara visual, manakah dari

61 Dari pernyataan-pernyataan di atas, dapat dilihat bahwa dilema yang Jepang alami pada saat pengambilan keputusan untuk berkomitmen pada Protokol Kyoto adalah karena

Berdasarkan analisis data penelitian dengan bantuan program SPSS di dapat nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,675 yang menunjukkan bah- wa hubungan antara variabel

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 adalah dengan menerapkan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di mana dalam penerapannya