4.1 Gambaran Umum Perusahaan
Auto 2000 sebenarnya bernama PT Astra Internasional-Toyota Sales Operation. Pihak manajemen pusat PT. Astra Internasional-Toyota Sales Operation mempopulerkan nama perusahaan menjadi Auto 2000 untuk tujuan penanaman nama perusahaan (Company Awarness) yang lebih mudah kepada masyarakat luas. Dengan dasar pertimbangan nama Auto 2000 yang digunakan lebih singkat sehingga lebih mudah tertanam dan diingat masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sejak dini telah mempersiapkan diri untuk memasuki era 2000.
PT Astra Internasional-Toyota Sales Operation atau Auto 2000, pertama kali didirikan pada tahun 1975 dengan nama PT Astra Motor Sales. Pada tahun 1989, PT Astra Motor Sales bergabung dan menjadi divisi penjualan dari PT Astra Internasional, kemudian berganti nama menjadi PT Astra Internasional-Toyota Sales Operation atau Auto 2000. Kantor pusat PT Astra Intenasional-Toyota Sales Operation terletak di jalan Gaya Motor III / 3, Sunter II, Jakarta Utara.
Pada saat ini, Auto 2000 merupakan dealer utama (main dealer) kendaraan bermotor merek Toyota dan suku cadangnya (Toyota Genuine Parts), yang agen tunggalnya Indonesia dipegang oleh PT Toyota Astra Motor. Di samping menjual produk kendaraan dan suku cadang Toyota, Auto 2000 juga memberikan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan merek Toyota. Hal tersebut dilaksanakan perusahaan karena jasa perawatan dan perbaikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penjualan kendaraan bermotor.
4.2 Bidang Usaha “Auto 2000”
Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bidang usaha yang dijalankan oleh Auto 2000 secara terinci adalah :
a. Penjualan kendaraan bermotor merek Toyota.
b. Penjualan suku cadang kendaraan bermotor merek Toyota.
c. Jasa perawatan dan perbaikan kendaraan Toyota (bengkel)
Kepala Cabang
Kepala Administrasi Supervisor
Salesman
Salesman
Customer Service Administrasi
Billing
Invoicing (Dokumen)
Rumah Tangga Cabang
Gambar 4.1 Struktur Organisasi AUTO 2000
4.3 Sejarah Mobil Toyota Kijang
Mobil Toyota Kijang di Indonesia telah mengalami regenerasi sebanyak lima kali, yaitu :
1. Generasi pertama
Diperkenalkan pertama kali pada 9 Juni 1977 dalam bentuk yang sangat sederhana. Pickup kotak berpintu setengah, dengan jendela samping terbuat dari terpal dan plastik. Engsel pintunya tampak dari sisi luar. Generasi dengan kode KF10 ini menggunakan mesin tipe 3K berkapasitas 1.200 cc, seperti mobil Corolla. Transmisi yang digunakan 4 percepatan. Kijang generasi pertama ini terkenal dengan julukan Kijang Buaya, karena kap mesin dapat dibuka sampai ke samping. Kijang Buaya ini sudah mampu merebut hati masyarakat Indonesia. Ini terbukti dari angka penjualannya yang mencapai 26.806 unit hingga diluncurkan generasi selanjutnya.
2. Generasi kedua
Pada September 1981, generasi kedua dengan kode KF20 dirilis di
pasaran. Meskipun masih banyak kemiripan dengan generasi sebelumnya,
kendaraan dengan nama populer “Kijang Doyok” ini telah mengalami perubahan cukup banyak, seperti letak engsel pintu yang tersembunyi, kap mesin yang hanya membuka di bagian atas moncong, serta gril juga permukaan pintu yang sama dengan bodi.
Mesinnya sudah mengalami peningkatan dari 3K menjadi 4K, dengan kapasitas silinder 1.300 cc. Suspensi yang dipergunakan masih seperti generasi sebelumnya, yaitu double wishbone dengan per daun dipasang melintang untuk bagian depan, serta per daun dengan posisi di bawah gardan (under axle) untuk bagian belakang.
Pada 1982, generasi kedua ini mengalami penyempurnaan dengan penambahan kunci pintu kanan. Tahun 1983, transmisi dan differential-nya disempurnakan, sekaligus dilakukan penambahan booster untuk sistem pengereman. Gril dan bumper bagian depan diubah dengan tampilan yang lebih menarik.
Dengan sedikit perubahan pada eksteriornya, pada Desember 1985,PT Toyota Astra Motor meluncurkan Kijang mesin 5K yang berkapasitas 1.500 cc.
Meskipun kapasitas silinder yang dimilikinya lebih besar, ternyata konsumsi bahan bakarnya masih lebih hemat sekitar 5% dibandingkan tipe sebelumnya.
Generasi kedua Kijang, sama halnya dengan generasi pertamanya semakin mendapat hati penggemarnya, terbukti dengan makin tingginya angka penjualan yang dicapai selama 5 tahun keberadaannya, yaitu sebanyak 101.668 unit.
3. Generasi ketiga
Generasi ini dibagi menjadi dua periode besar, yaitu Kijang Super (1986- 1992) dan Kijang Grand (1992-1996).
Dengan perubahan total pada eksteriornya, pada Nopember 1986, generasi ketiga mulai diperkenalkan. Mulai generasi ini, telah digunakan teknologi Full Pressed Body, yang dapat mengurangi sekitar 2-5 kilogram dempul per mobil.
Dari generasi inilah mulai diperkenalkan chasis pendek (KF40) dan
panjang (KF50), dengan konstruksi chasis yang telah mengalami perbaikan.
Sistem kemudi pun tak luput dari proses penyempurnaan, dengan diterapkannya sistem re-circulating ball dan penggunaan variable gear ratio.
Untuk menambah rasa nyaman, suspensi bagian depan diubah menjadi double wishbone dengan pegas batang torsi, sedangkan konstruksi bagian belakang menjadi over axle. Penggunaan rem cakram juga mulai diperkenalkan mulai Kijang generasi ini.
Teknologi Advance Super Response Engine (ASRE) diadopsi untuk menyempurnakan sistem pasokan bahan bakar, sehingga terjadi peningkatan performa dari 61 ps menjadi 63 ps. Transmisi yang digunakan juga tersedia dalam dua pilihan, 4 speed dan 5 speed.
Sistem kemudi rack & pinion mulai diperkenalkan di tahun 1991. Pada tahun tersebut sekaligus dilakukan penyempurnaan per belakang dan as kopel tipe 3 sambungan pada chassis panjang, guna mengurangi getaran.
Generasi Kijang Grand diluncurkan pada Agustus 1992, dengan teknologi Toyota Original Body, di mana proses pembuatan bodi menggunakan mesin press berkekuatan 1.500 ton dan metode las titik (spot welding) mulai diperkenalkan. Dengan teknologi baru tersebut struktur bodi bisa disamakan dengan sedan, dan benar-benar bebas dempul.
Perubahan lainnya pada Kijang Grand ini, seperti rangkaian baru lampu depan, gril dan bumper depan belakang untuk bagian eksterior. Untuk interiornya, bentuk dashboard telah mengalami perubahan, juga penambahan AC double blower untuk tipe Grand Extra, yang merupakan grade tertinggi dalam generasi Kijang Grand ini. Posisi tangki bahan bakar dipindah ke sebelah kiri, sedangkan ban cadangan digantung di belakang, dan sistem kemudinya telah menggunakan power steering.
Meski masih menggunakan mesin tipe 5K, namun penyempurnaan pada Kijang Grand ini telah dilakukan pada karburator, intake dan exhaust manifold, sehingga dapat meningkatkan tenaganya menjadi 72 ps.
Pada tahun 1995, setahun sebelum berakhirnya generasi ini diluncurkan Kijang
KF42 dan KF52 dengan mesin 7K. Hingga digantikan generasi yang lebih baru,
generasi ketiga ini berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 492.123 unit.
4. Generasi keempat
Bulan Januari 1997, PT Toyota Astra Motor kembali meluncurkan Kijang terbarunya. Pada generasi keempat ini, bentuk Kijang mengalami perubahan total, tampil lebih aerodinamis dengan lekukan yang lebih halus sehingga sering disebut “Kijang Kapsul”.
Kijang dengan kode KF70 dan KF80 ini juga mengalami perubahan konfigurasi tempat duduk bagian belakang. Untuk chasis long tipe Deluxe dan Grand, tempat duduk bagian belakang menghadap ke depan dan bisa dilipat, sehingga menambah kenyamanan penumpang. Dashboard-nya juga mengalami perubahan total.
Penyetelan katup sudah menggunakan sistem hidrolik. Tenaga meningkat menjadi 80 ps. Transmisi tersedia dalam 4-speed, 5-speed dan otomatis 4-speed.
Mesin yang dipergunakan masih tetap 7K. Sebulan kemudian, dirilis versi diesel bertipe mesin 2L dengan kode LF70 dan LF80.
Pada bulan Februari 2000, dilakukan penyegaran tampilan eksterior dan interior, yang meliputi perubahan pada lampu, bumper dan dashboard-nya.
Kijang EFI berkapasitas 2.000 cc diluncurkan pada bulan September 2000, dengan mesin bertipe baru, 1RZ-E untuk variant Grand dan Krista, sebagai tambahan tipe K yang selama 20 tahun telah diakui kehandalannya. Dengan tipe mesin barunya ini, Kijang semakin bertenaga (97 ps). Sejak diluncurkan hingga akhir kuartal pertama tahun 2002, penjualan Kijang generasi keempat ini telah mencapai angka 269.226 unit.
Kini, tak terasa telah 25 tahun lamanya Kijang tumbuh dan berkembang bersama keluarga Indonesia. Ini membuktikan Kijang merupakan mobil keluarga terbaik setiap keluarga Indonesia.
5. Generasi kelima
Pada akhir 2004, PT Toyota Astra Motor mengeluarkan kijang terbarunya dengan nama Kijang Innova. Kijang Innova ini terdiri atas tiga tipe yaitu, tipe G, tipe V dan tipe E.
Pada Kijang Innova, Kijang mengadakan perubahan besar-besaran
dimana handle pintu didesain dengan tipe grip untuk mempermudah
pengoperasiannya dan mengurangi kemungkinan rusaknya cat bodi akibat kuku jari tangan, selain itu dilapisi krom seperti handle pintu pada kendaraan sekelas sedan. Kijang Innova menggunakan ban ukuran 206/65 R15 dengan pelek racing berbentuk inovatif dengan aluminium berdiameter 15 inci yang mendukung penampilan Kijang Innova yang dinamis dan sporti. Untuk memudahkan parkir, Kijang Innova dilengkapi dengan teknologi Back Sonar seperti pada sedan mewah yang mendeteksi secara mendatar penghalang di belakang sejauh 1 meter pada saat mundur (pada kecepatan 10 km/jam).
Kijang Innova tipe V menggunakan printed antena seperti sedan yang dipasang dengan rapi pada kaca kursi belakang di sebelah kanan untuk menunjang kemewahan kendaraan dan penangkapan sinyal radio yang tajam. Multi Information Display memberikan informasi yang dibutuhkan pengemudi secara tepat dan cepat. Informasi tersebut meliputi temperatur luar, durasi pemakaian sejak mesin dihidupkan, jarak yang bisa ditempuh dengan bahan bakar yang tersedia, rata-rata kecepatan, rata-rata pemakaian bahan bakar dan kompas. Selain Power Steering, semua tipe Kijang Innova menggunakan tilt steering untuk mengatur tinggi rendah posisi kemudi sesuai dengan kebutuhan pengemudi.
4.4 Uji Prasyarat (Uji Validitas dan Uji Reabilitas) 4.4.1 Uji Validitas (Keabsahan)
Uji Validitas merupakan kemampuan untuk mengungkapkan dengan jitu
apa yang hendak diungkapkan. Hasil dari pengujian validitas adalah sebagai
berikut:
Tabel 4.1 Uji Validitas
Pernyataan r hitung r tabel Keterangan
Psikografi 0,627 0,105 Item Valid
Values 0,779 0,105 Item Valid
Personal 0,660 0,105 Item Valid
Time 0,514 0,105 Item Valid
Money 0,610 0,105 Item Valid
Attention 0,378 0,105 Item Valid
Motivasi 0,491 0,105 Item Valid
Knowledge 0,714 0,105 Item Valid
Attitude 0,521 0,105 Item Valid
Budaya 0,438 0,105 Item Valid
Kelas Sosial 0,411 0,105 Item Valid
Referensi 0,453 0,105 Item Valid
Keluarga 0,441 0,105 Item Valid
Minat Beli 0,776 0,105 Item Valid Sumber : Lampiran 3 yang diolah
Tabel di atas diketahui bahwa semua item pernyataan di atas mempunyai koefisien korelasi antara 0,378 sampai 0,779. Semua item pernyataan di atas mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel 0,105 berarti data tersebut valid.
4.4.2 Uji Reabilitas
Uji Reabilitas dimaksudkan untuk mengukur derajat ketepatan, ketelitian, atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran.
Tabel 4.2 Uji Reabilitas
Cronbach’s Alpha
Cronbach’s Alpha Based on Standardized
Items N of Items
.882 .885 14
Sumber : Lampiran 4 yang diolah
Berdasarkan hasil uji reabilitas diperoleh nilai cronbach alpha sebesar 0,882. Hal itu berarti seluruh variabel sudah realibel.
4.5 Hasil Analisa 4.5.1 Analisa Frekuensi
Analisa Frekuensi digunakan untuk mengorganisasikan data secara sistematik ke dalam berbagai klasifikasi tanpa mengurangi informasi yang ada.
Tabel 4.3
Jenjang Pendidikan Responden
Frekuensi
SMP 17 SMA 86 Perguruan Tinggi 247
Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden dengan jenjang pendidikan SMP sebanyak 17 orang, SMA sebanyak 86 orang, Perguruan Tinggi sebanyak 247 orang. Dapat dilihat bahwa peminat mobil Kijang Innova adalah kebanyakan masyarakat yang berpendidikan Perguruan Tinggi, hal ini sesuai dengan teknologi yang terdapat pada mobil Kijang Innova yang sudah berteknologi tinggi.
Tabel 4.4
Referensi Produk Kijang Innova
Frekuensi
Keluarga 73 Teman 90 Media Cetak atau Elektronik 90
Promosi 61 Lainnya 36 Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas, sebanyak 73 responden mendapatkan referensi
dari keluarga, 90 responden mendapatkan referensi dari teman, 90 responden
mendapatkan referensi dari media cetak atau elektronik, 61 responden
mendapatkan referensi dari promosi dan 36 responden mendapatkan referensi dari
sumber lainnya. Pada hasil diatas dapat dijelaskan bahwa responden mendapatkan
referensi mengenai mobil Kijang Innova dari teman dan media cetak atau elektronik, dimana para responden lebih banyak mendengar mengenai Kijang Innova ketika berbincang-bincang dengan teman-temannya.
Tabel 4.5
Pengaruh terhadap Minat Beli
Frekuensi
Keluarga 125 Teman 45 Media Cetak atau Elektronik 60
Promosi 55 Lainnya 65 Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 125 responden mendapatkan pengaruh dari keluarga, 45 responden mendapat pengaruh dari teman, 60 responden mendapat pengaruh dari media cetak atau elektronik, 55 responden mendapat pengaruh dari promosi dan 65 responden mendapat pengaruh dari pihak lainnya. Pengaruh keluarga merupakan faktor terbesar minat beli seseorang terhadap Kijang Innova dimana Kijang Innova juga dirancang untuk mobil keluarga.
Tabel 4.6 Pendapatan Responden Frekuensi
< 2.000.000 1 2.000.000 - 3.000.000 71 3.000.000 - 4.000.000 75 4.000.000 - 5.000.000 119
> 5.000.000 84 Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 1 responden dengan pendapatan
kurang dari 2.000.000 tiap bulannya, 71 responden dengan pendapatan antara
2.000.000 hingga 3.000.000 tiap bulannya, 75 responden dengan pendapatan
antara 3.000.000 hingga 4.000.000 tiap bulannya, 119 responden dengan
pendapatan 4.000.000 hingga 5.000.000 tiap bulannya dan 84 responden dengan
pendapatan lebih dari 5.000.000 tiap bulannya. Sebanyak 119 responden yang
berpendapatan 4.000.000 – 5.000.000 menyatakan memiliki minat beli terhadap Kijang Innova yang menurut kelasnya, Kijang Innova termasuk mobil mewah.
Tabel 4.7
Jenis Kelamin Responden
Frekuensi
Laki-Laki 208 Perempuan 142 Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 208 responden berjenis kelamin laki- laki dan 142 responden berjenis kelamin perempuan. Dari hasil analisa di atas menyatakan bahwa sebagian besar peminat mobil Kijang Innova adalah laki-laki karena mobil Kijang Inova merupakan mobil keluarga yang mempunyai kesan besar sehingga terkesan gagah yang identik dengan laki-laki.
Tabel 4.8 Usia Responden
Frekuensi
< 30 43
31 - 40 170
41 - 50 88
> 50 49
Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas sebanyak 43 responden berusia kurang dari 30
tahun, 170 responden berusia antara 31 hingga 40 tahun, 88 responden berusia 41
hingga 50 tahun dan 49 responden berusia lebih dari 50 tahun. Dari hasil di atas
menyatakan bahwa peminat Kijang Innova adalah masyarakat Surabaya yang
masih berusia 31-40 tahun dimana pada usia ini manusia masih termasuk usia
produktif dan memiliki tenaga yang masih kuat.
Tabel 4.9
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli
Skor Pernyataan
1 2 3 4 5 Pemakai Kijang Innova memiliki gaya hidup
mewah F 16 57 127 111 39
Kijang Innova memberikan kepuasan tersendiri
bagi pemiliknya F 27 35 158 85 45 Pemilik Kijang Innova mempunyai kepribadiam
yang elegan F 16 24 97 127 86 Membutuhkan waktu yang lama untuk
memutuskan membeli Kijang Innova F 15 92 144 74 25 Uang yang dikeluarkan untuk membeli Kijang
Innova sesuai dengan kualitas yang dijanjikan F 20 39 136 99 56 Peluncuran Kijang Innova banyak menarik
perhatian masyarakat si Surabaya F 30 113 126 58 23 Kebutuhan anda memotivasi anda untuk memiliki
mobil Kijang Innova F 8 42 156 106 38 Pengetahuan tentang mobil Kijang yang terdahulu
mendorong anda untuk memilih mobil Kijang
Innova F 20 36 120 118 56
Sikap dan pandangan tentang mobil Kijang tidak
berubah setelah membeli Kijang Innova F 14 59 117 97 63 Kijang Innova merupakan mobil keluarga yang
sesuai dengan cara hidup dan tradisi masyarakat
Surabaya F 16 35 117 133 49
Pemilik Kijang Innova memiliki kelas sosial yang
tinggi F 16 34 145 107 48
Kenaikan harga bahan bakar minyak
mempengaruhi anda dalam memilih mobil Kijang
Innova F 7 60 126 123 34
Keluarga mempengaruhi anda dalam membeli
mobil Kijang Innova F 19 58 147 79 47 Anda berminat membeli mobil Kijang Innova
setelah mengetahui tentang mobil tersebut F 4 72 195 71 8
Sumber : Lampiran 5
Berdasarkan tabel di atas, penyataan tentang peminat Kijang Innova adalah sebagai berikut :
1. Sebanyak 127 responden menyatakan cenderung setuju dan tidak setuju dan sebanyak 111 responden menyatakan setuju bahwa pemakai Kijang Innova memiliki gaya hidup mewah.
2. Sebanyak 158 responden menyatakan cenderung setuju dan tidak setuju bahwa Kijang Innova memberikan kepuasan tersendiri bagi pemakainya.
3. Sebanyak 127 responden menyatakan setuju bahwa pemakai Kijang Innova
memiliki kepribadian yang elegan (orang yang dinamis).
4. Dalam pengambilan waktu memutuskan untuk membeli para responden cenderung tidak setuju karena memang Kijang Innova sesuai dengan budaya masyarakat Surabaya.
5. Uang yang dipakai untuk membeli Kijang Innova dirasa cukup mahal karena memang Kijang Innova dirasa merupakan mobil mewah oleh para responden.
6. Para responden kebanyakan cenderung tidak setuju dengan perhatian yang diberikan pada waktu peluncuran Kijang Innova.
7. Sebagian responden menyatakan bahwa kebutuhannya merupakan faktor untuk membeli Kijang Innova karena kebanyakan masyarakat Surabaya berkeluarga besar dan membutuhkan mobil yang cukup besar.
8. Para responden setuju bahwa mereka memilih Kijang Innova karena mereka percaya terhadap produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Toyota karena memang terbukti dari Kijang terdahulu.
9. Sikap yang diberikan para responden sebagian besar menyatakan bahwa sikap mereka tidak akan berubah setelah memiliki Kijang Innova.
10. Sebanyak 133 responden menyatakan bahwa mobil Kijang Inova merupakan mobil keluarga yang sesuai dengan cara hidup dan tradisi masyarakat Surabaya.
11. Para responden cenderung setuju bahwa pemilik Kijang Innova memiliki kelas sosial yang tinggi.
12. Dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak banyak mempengaruhi minat beli masyarakat terhadap Kijang Innova.
13. Para responden sebagian besar menyatakan bahwa keluarga merupakan faktor terbesar mereka dalam menentukan minat beli mereka terhadap Kijang Inova.
14. Sebanyak 195 responden menyatakan bahwa mereka cenderung antara setuju dan tidak setuju untuk membeli Kijang Innva setelah mereka mengetahui mobil Kijang Innova.
4.5.2 Analisa Faktor
Analisa faktor digunakan untuk mereduksi data, yaitu proses untuk
meringkas sejumlah variabel menjadi lebih sedikit dan menamainya sebagai
faktor.
Tabel 4.10
Hasil Analisa Faktor Internal
Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Componen
t Total
% of Variance
Cumulative
% Total
% of Variance
Cumulative
%
1 4.793 53.254 53.254 4.793 53.254 53.254
2 .932 10.353 63.607
3 .798 8.871 72.478
4 .744 8.269 80.747
5 .566 6.294 87.041
6 .434 4.826 91.867
7 .365 4.054 95.921
8 .228 2.535 98.456
9 .139 1.544 100.000
Component Matrix(a)
Component
1
psikografi .747
values .898
personality .849
time .558
money .758
attention .494
motivasi .591
knowledge .869
attitude .688
Sumber : Lampiran 6
Berdasarkan hasil tabel 4.9 faktor internal dapat menjelaskan 53, 25%
dari variabilitas kesembilan faktor di atas dan variabel values yang paling
mempengaruhi faktor internal.
Tabel 4.11
Hasil Analisa Faktor Eksternal
Total Variance Explained
Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Componen
t Total
% of Variance
Cumulative
% Total
% of Variance
Cumulative
%
1 2.783 69.563 69.563 2.783 69.563 69.563
2 .612 15.288 84.852
3 .396 9.890 94.742
4 .210 5.258 100.000
Component Matrix(a)
Component
1
budaya .910
kelas sosial .832
referensi .726
keluarga .858
Sumber : Lampiran 7
Dari tabel 4.10 diketahui bahwa faktor eksternal dapat menjelaskan 69,56% dari variabilitas keempat variabel di atas dan variabel budaya paling mempengaruhi faktor eksternal.
4.5.3 Hasil Regresi Berganda
Tabel 4.12 Hasil Regresi Berganda
Variabel Koefisien t-statistik Prob R-Squared Faktor Internal 0,570 16,437 0,000 0,611
Faktor Eksternal 0,404 11,655 0,000
C 3,020 122,206 0,000