• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

Auto 2000 sebenarnya bernama PT Astra Internasional-Toyota Sales Operation. Pihak manajemen pusat PT. Astra Internasional-Toyota Sales Operation mempopulerkan nama perusahaan menjadi Auto 2000 untuk tujuan penanaman nama perusahaan (Company Awarness) yang lebih mudah kepada masyarakat luas. Dengan dasar pertimbangan nama Auto 2000 yang digunakan lebih singkat sehingga lebih mudah tertanam dan diingat masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan tersebut sejak dini telah mempersiapkan diri untuk memasuki era 2000.

PT Astra Internasional-Toyota Sales Operation atau Auto 2000, pertama kali didirikan pada tahun 1975 dengan nama PT Astra Motor Sales. Pada tahun 1989, PT Astra Motor Sales bergabung dan menjadi divisi penjualan dari PT Astra Internasional, kemudian berganti nama menjadi PT Astra Internasional-Toyota Sales Operation atau Auto 2000. Kantor pusat PT Astra Intenasional-Toyota Sales Operation terletak di jalan Gaya Motor III / 3, Sunter II, Jakarta Utara.

Pada saat ini, Auto 2000 merupakan dealer utama (main dealer) kendaraan bermotor merek Toyota dan suku cadangnya (Toyota Genuine Parts), yang agen tunggalnya Indonesia dipegang oleh PT Toyota Astra Motor. Di samping menjual produk kendaraan dan suku cadang Toyota, Auto 2000 juga memberikan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan merek Toyota. Hal tersebut dilaksanakan perusahaan karena jasa perawatan dan perbaikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan penjualan kendaraan bermotor.

4.2 Bidang Usaha “Auto 2000”

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bidang usaha yang dijalankan oleh Auto 2000 secara terinci adalah :

a. Penjualan kendaraan bermotor merek Toyota.

b. Penjualan suku cadang kendaraan bermotor merek Toyota.

c. Jasa perawatan dan perbaikan kendaraan Toyota (bengkel)

(2)

Kepala Cabang

Kepala Administrasi Supervisor

Salesman

Salesman

Customer Service Administrasi

Billing

Invoicing (Dokumen)

Rumah Tangga Cabang

Gambar 4.1 Struktur Organisasi AUTO 2000

4.3 Sejarah Mobil Toyota Kijang

Mobil Toyota Kijang di Indonesia telah mengalami regenerasi sebanyak lima kali, yaitu :

1. Generasi pertama

Diperkenalkan pertama kali pada 9 Juni 1977 dalam bentuk yang sangat sederhana. Pickup kotak berpintu setengah, dengan jendela samping terbuat dari terpal dan plastik. Engsel pintunya tampak dari sisi luar. Generasi dengan kode KF10 ini menggunakan mesin tipe 3K berkapasitas 1.200 cc, seperti mobil Corolla. Transmisi yang digunakan 4 percepatan. Kijang generasi pertama ini terkenal dengan julukan Kijang Buaya, karena kap mesin dapat dibuka sampai ke samping. Kijang Buaya ini sudah mampu merebut hati masyarakat Indonesia. Ini terbukti dari angka penjualannya yang mencapai 26.806 unit hingga diluncurkan generasi selanjutnya.

2. Generasi kedua

Pada September 1981, generasi kedua dengan kode KF20 dirilis di

pasaran. Meskipun masih banyak kemiripan dengan generasi sebelumnya,

(3)

kendaraan dengan nama populer “Kijang Doyok” ini telah mengalami perubahan cukup banyak, seperti letak engsel pintu yang tersembunyi, kap mesin yang hanya membuka di bagian atas moncong, serta gril juga permukaan pintu yang sama dengan bodi.

Mesinnya sudah mengalami peningkatan dari 3K menjadi 4K, dengan kapasitas silinder 1.300 cc. Suspensi yang dipergunakan masih seperti generasi sebelumnya, yaitu double wishbone dengan per daun dipasang melintang untuk bagian depan, serta per daun dengan posisi di bawah gardan (under axle) untuk bagian belakang.

Pada 1982, generasi kedua ini mengalami penyempurnaan dengan penambahan kunci pintu kanan. Tahun 1983, transmisi dan differential-nya disempurnakan, sekaligus dilakukan penambahan booster untuk sistem pengereman. Gril dan bumper bagian depan diubah dengan tampilan yang lebih menarik.

Dengan sedikit perubahan pada eksteriornya, pada Desember 1985,PT Toyota Astra Motor meluncurkan Kijang mesin 5K yang berkapasitas 1.500 cc.

Meskipun kapasitas silinder yang dimilikinya lebih besar, ternyata konsumsi bahan bakarnya masih lebih hemat sekitar 5% dibandingkan tipe sebelumnya.

Generasi kedua Kijang, sama halnya dengan generasi pertamanya semakin mendapat hati penggemarnya, terbukti dengan makin tingginya angka penjualan yang dicapai selama 5 tahun keberadaannya, yaitu sebanyak 101.668 unit.

3. Generasi ketiga

Generasi ini dibagi menjadi dua periode besar, yaitu Kijang Super (1986- 1992) dan Kijang Grand (1992-1996).

Dengan perubahan total pada eksteriornya, pada Nopember 1986, generasi ketiga mulai diperkenalkan. Mulai generasi ini, telah digunakan teknologi Full Pressed Body, yang dapat mengurangi sekitar 2-5 kilogram dempul per mobil.

Dari generasi inilah mulai diperkenalkan chasis pendek (KF40) dan

panjang (KF50), dengan konstruksi chasis yang telah mengalami perbaikan.

(4)

Sistem kemudi pun tak luput dari proses penyempurnaan, dengan diterapkannya sistem re-circulating ball dan penggunaan variable gear ratio.

Untuk menambah rasa nyaman, suspensi bagian depan diubah menjadi double wishbone dengan pegas batang torsi, sedangkan konstruksi bagian belakang menjadi over axle. Penggunaan rem cakram juga mulai diperkenalkan mulai Kijang generasi ini.

Teknologi Advance Super Response Engine (ASRE) diadopsi untuk menyempurnakan sistem pasokan bahan bakar, sehingga terjadi peningkatan performa dari 61 ps menjadi 63 ps. Transmisi yang digunakan juga tersedia dalam dua pilihan, 4 speed dan 5 speed.

Sistem kemudi rack & pinion mulai diperkenalkan di tahun 1991. Pada tahun tersebut sekaligus dilakukan penyempurnaan per belakang dan as kopel tipe 3 sambungan pada chassis panjang, guna mengurangi getaran.

Generasi Kijang Grand diluncurkan pada Agustus 1992, dengan teknologi Toyota Original Body, di mana proses pembuatan bodi menggunakan mesin press berkekuatan 1.500 ton dan metode las titik (spot welding) mulai diperkenalkan. Dengan teknologi baru tersebut struktur bodi bisa disamakan dengan sedan, dan benar-benar bebas dempul.

Perubahan lainnya pada Kijang Grand ini, seperti rangkaian baru lampu depan, gril dan bumper depan belakang untuk bagian eksterior. Untuk interiornya, bentuk dashboard telah mengalami perubahan, juga penambahan AC double blower untuk tipe Grand Extra, yang merupakan grade tertinggi dalam generasi Kijang Grand ini. Posisi tangki bahan bakar dipindah ke sebelah kiri, sedangkan ban cadangan digantung di belakang, dan sistem kemudinya telah menggunakan power steering.

Meski masih menggunakan mesin tipe 5K, namun penyempurnaan pada Kijang Grand ini telah dilakukan pada karburator, intake dan exhaust manifold, sehingga dapat meningkatkan tenaganya menjadi 72 ps.

Pada tahun 1995, setahun sebelum berakhirnya generasi ini diluncurkan Kijang

KF42 dan KF52 dengan mesin 7K. Hingga digantikan generasi yang lebih baru,

generasi ketiga ini berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 492.123 unit.

(5)

4. Generasi keempat

Bulan Januari 1997, PT Toyota Astra Motor kembali meluncurkan Kijang terbarunya. Pada generasi keempat ini, bentuk Kijang mengalami perubahan total, tampil lebih aerodinamis dengan lekukan yang lebih halus sehingga sering disebut “Kijang Kapsul”.

Kijang dengan kode KF70 dan KF80 ini juga mengalami perubahan konfigurasi tempat duduk bagian belakang. Untuk chasis long tipe Deluxe dan Grand, tempat duduk bagian belakang menghadap ke depan dan bisa dilipat, sehingga menambah kenyamanan penumpang. Dashboard-nya juga mengalami perubahan total.

Penyetelan katup sudah menggunakan sistem hidrolik. Tenaga meningkat menjadi 80 ps. Transmisi tersedia dalam 4-speed, 5-speed dan otomatis 4-speed.

Mesin yang dipergunakan masih tetap 7K. Sebulan kemudian, dirilis versi diesel bertipe mesin 2L dengan kode LF70 dan LF80.

Pada bulan Februari 2000, dilakukan penyegaran tampilan eksterior dan interior, yang meliputi perubahan pada lampu, bumper dan dashboard-nya.

Kijang EFI berkapasitas 2.000 cc diluncurkan pada bulan September 2000, dengan mesin bertipe baru, 1RZ-E untuk variant Grand dan Krista, sebagai tambahan tipe K yang selama 20 tahun telah diakui kehandalannya. Dengan tipe mesin barunya ini, Kijang semakin bertenaga (97 ps). Sejak diluncurkan hingga akhir kuartal pertama tahun 2002, penjualan Kijang generasi keempat ini telah mencapai angka 269.226 unit.

Kini, tak terasa telah 25 tahun lamanya Kijang tumbuh dan berkembang bersama keluarga Indonesia. Ini membuktikan Kijang merupakan mobil keluarga terbaik setiap keluarga Indonesia.

5. Generasi kelima

Pada akhir 2004, PT Toyota Astra Motor mengeluarkan kijang terbarunya dengan nama Kijang Innova. Kijang Innova ini terdiri atas tiga tipe yaitu, tipe G, tipe V dan tipe E.

Pada Kijang Innova, Kijang mengadakan perubahan besar-besaran

dimana handle pintu didesain dengan tipe grip untuk mempermudah

(6)

pengoperasiannya dan mengurangi kemungkinan rusaknya cat bodi akibat kuku jari tangan, selain itu dilapisi krom seperti handle pintu pada kendaraan sekelas sedan. Kijang Innova menggunakan ban ukuran 206/65 R15 dengan pelek racing berbentuk inovatif dengan aluminium berdiameter 15 inci yang mendukung penampilan Kijang Innova yang dinamis dan sporti. Untuk memudahkan parkir, Kijang Innova dilengkapi dengan teknologi Back Sonar seperti pada sedan mewah yang mendeteksi secara mendatar penghalang di belakang sejauh 1 meter pada saat mundur (pada kecepatan 10 km/jam).

Kijang Innova tipe V menggunakan printed antena seperti sedan yang dipasang dengan rapi pada kaca kursi belakang di sebelah kanan untuk menunjang kemewahan kendaraan dan penangkapan sinyal radio yang tajam. Multi Information Display memberikan informasi yang dibutuhkan pengemudi secara tepat dan cepat. Informasi tersebut meliputi temperatur luar, durasi pemakaian sejak mesin dihidupkan, jarak yang bisa ditempuh dengan bahan bakar yang tersedia, rata-rata kecepatan, rata-rata pemakaian bahan bakar dan kompas. Selain Power Steering, semua tipe Kijang Innova menggunakan tilt steering untuk mengatur tinggi rendah posisi kemudi sesuai dengan kebutuhan pengemudi.

4.4 Uji Prasyarat (Uji Validitas dan Uji Reabilitas) 4.4.1 Uji Validitas (Keabsahan)

Uji Validitas merupakan kemampuan untuk mengungkapkan dengan jitu

apa yang hendak diungkapkan. Hasil dari pengujian validitas adalah sebagai

berikut:

(7)

Tabel 4.1 Uji Validitas

Pernyataan r hitung r tabel Keterangan

Psikografi 0,627 0,105 Item Valid

Values 0,779 0,105 Item Valid

Personal 0,660 0,105 Item Valid

Time 0,514 0,105 Item Valid

Money 0,610 0,105 Item Valid

Attention 0,378 0,105 Item Valid

Motivasi 0,491 0,105 Item Valid

Knowledge 0,714 0,105 Item Valid

Attitude 0,521 0,105 Item Valid

Budaya 0,438 0,105 Item Valid

Kelas Sosial 0,411 0,105 Item Valid

Referensi 0,453 0,105 Item Valid

Keluarga 0,441 0,105 Item Valid

Minat Beli 0,776 0,105 Item Valid Sumber : Lampiran 3 yang diolah

Tabel di atas diketahui bahwa semua item pernyataan di atas mempunyai koefisien korelasi antara 0,378 sampai 0,779. Semua item pernyataan di atas mempunyai r hitung lebih besar dari r tabel 0,105 berarti data tersebut valid.

4.4.2 Uji Reabilitas

Uji Reabilitas dimaksudkan untuk mengukur derajat ketepatan, ketelitian, atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrumen pengukuran.

Tabel 4.2 Uji Reabilitas

Cronbach’s Alpha

Cronbach’s Alpha Based on Standardized

Items N of Items

.882 .885 14

Sumber : Lampiran 4 yang diolah

(8)

Berdasarkan hasil uji reabilitas diperoleh nilai cronbach alpha sebesar 0,882. Hal itu berarti seluruh variabel sudah realibel.

4.5 Hasil Analisa 4.5.1 Analisa Frekuensi

Analisa Frekuensi digunakan untuk mengorganisasikan data secara sistematik ke dalam berbagai klasifikasi tanpa mengurangi informasi yang ada.

Tabel 4.3

Jenjang Pendidikan Responden

Frekuensi

SMP 17 SMA 86 Perguruan Tinggi 247

Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa responden dengan jenjang pendidikan SMP sebanyak 17 orang, SMA sebanyak 86 orang, Perguruan Tinggi sebanyak 247 orang. Dapat dilihat bahwa peminat mobil Kijang Innova adalah kebanyakan masyarakat yang berpendidikan Perguruan Tinggi, hal ini sesuai dengan teknologi yang terdapat pada mobil Kijang Innova yang sudah berteknologi tinggi.

Tabel 4.4

Referensi Produk Kijang Innova

Frekuensi

Keluarga 73 Teman 90 Media Cetak atau Elektronik 90

Promosi 61 Lainnya 36 Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas, sebanyak 73 responden mendapatkan referensi

dari keluarga, 90 responden mendapatkan referensi dari teman, 90 responden

mendapatkan referensi dari media cetak atau elektronik, 61 responden

mendapatkan referensi dari promosi dan 36 responden mendapatkan referensi dari

sumber lainnya. Pada hasil diatas dapat dijelaskan bahwa responden mendapatkan

(9)

referensi mengenai mobil Kijang Innova dari teman dan media cetak atau elektronik, dimana para responden lebih banyak mendengar mengenai Kijang Innova ketika berbincang-bincang dengan teman-temannya.

Tabel 4.5

Pengaruh terhadap Minat Beli

Frekuensi

Keluarga 125 Teman 45 Media Cetak atau Elektronik 60

Promosi 55 Lainnya 65 Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas sebanyak 125 responden mendapatkan pengaruh dari keluarga, 45 responden mendapat pengaruh dari teman, 60 responden mendapat pengaruh dari media cetak atau elektronik, 55 responden mendapat pengaruh dari promosi dan 65 responden mendapat pengaruh dari pihak lainnya. Pengaruh keluarga merupakan faktor terbesar minat beli seseorang terhadap Kijang Innova dimana Kijang Innova juga dirancang untuk mobil keluarga.

Tabel 4.6 Pendapatan Responden Frekuensi

< 2.000.000 1 2.000.000 - 3.000.000 71 3.000.000 - 4.000.000 75 4.000.000 - 5.000.000 119

> 5.000.000 84 Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas sebanyak 1 responden dengan pendapatan

kurang dari 2.000.000 tiap bulannya, 71 responden dengan pendapatan antara

2.000.000 hingga 3.000.000 tiap bulannya, 75 responden dengan pendapatan

antara 3.000.000 hingga 4.000.000 tiap bulannya, 119 responden dengan

pendapatan 4.000.000 hingga 5.000.000 tiap bulannya dan 84 responden dengan

pendapatan lebih dari 5.000.000 tiap bulannya. Sebanyak 119 responden yang

(10)

berpendapatan 4.000.000 – 5.000.000 menyatakan memiliki minat beli terhadap Kijang Innova yang menurut kelasnya, Kijang Innova termasuk mobil mewah.

Tabel 4.7

Jenis Kelamin Responden

Frekuensi

Laki-Laki 208 Perempuan 142 Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas sebanyak 208 responden berjenis kelamin laki- laki dan 142 responden berjenis kelamin perempuan. Dari hasil analisa di atas menyatakan bahwa sebagian besar peminat mobil Kijang Innova adalah laki-laki karena mobil Kijang Inova merupakan mobil keluarga yang mempunyai kesan besar sehingga terkesan gagah yang identik dengan laki-laki.

Tabel 4.8 Usia Responden

Frekuensi

< 30 43

31 - 40 170

41 - 50 88

> 50 49

Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas sebanyak 43 responden berusia kurang dari 30

tahun, 170 responden berusia antara 31 hingga 40 tahun, 88 responden berusia 41

hingga 50 tahun dan 49 responden berusia lebih dari 50 tahun. Dari hasil di atas

menyatakan bahwa peminat Kijang Innova adalah masyarakat Surabaya yang

masih berusia 31-40 tahun dimana pada usia ini manusia masih termasuk usia

produktif dan memiliki tenaga yang masih kuat.

(11)

Tabel 4.9

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat beli

Skor Pernyataan

1 2 3 4 5 Pemakai Kijang Innova memiliki gaya hidup

mewah F 16 57 127 111 39

Kijang Innova memberikan kepuasan tersendiri

bagi pemiliknya F 27 35 158 85 45 Pemilik Kijang Innova mempunyai kepribadiam

yang elegan F 16 24 97 127 86 Membutuhkan waktu yang lama untuk

memutuskan membeli Kijang Innova F 15 92 144 74 25 Uang yang dikeluarkan untuk membeli Kijang

Innova sesuai dengan kualitas yang dijanjikan F 20 39 136 99 56 Peluncuran Kijang Innova banyak menarik

perhatian masyarakat si Surabaya F 30 113 126 58 23 Kebutuhan anda memotivasi anda untuk memiliki

mobil Kijang Innova F 8 42 156 106 38 Pengetahuan tentang mobil Kijang yang terdahulu

mendorong anda untuk memilih mobil Kijang

Innova F 20 36 120 118 56

Sikap dan pandangan tentang mobil Kijang tidak

berubah setelah membeli Kijang Innova F 14 59 117 97 63 Kijang Innova merupakan mobil keluarga yang

sesuai dengan cara hidup dan tradisi masyarakat

Surabaya F 16 35 117 133 49

Pemilik Kijang Innova memiliki kelas sosial yang

tinggi F 16 34 145 107 48

Kenaikan harga bahan bakar minyak

mempengaruhi anda dalam memilih mobil Kijang

Innova F 7 60 126 123 34

Keluarga mempengaruhi anda dalam membeli

mobil Kijang Innova F 19 58 147 79 47 Anda berminat membeli mobil Kijang Innova

setelah mengetahui tentang mobil tersebut F 4 72 195 71 8

Sumber : Lampiran 5

Berdasarkan tabel di atas, penyataan tentang peminat Kijang Innova adalah sebagai berikut :

1. Sebanyak 127 responden menyatakan cenderung setuju dan tidak setuju dan sebanyak 111 responden menyatakan setuju bahwa pemakai Kijang Innova memiliki gaya hidup mewah.

2. Sebanyak 158 responden menyatakan cenderung setuju dan tidak setuju bahwa Kijang Innova memberikan kepuasan tersendiri bagi pemakainya.

3. Sebanyak 127 responden menyatakan setuju bahwa pemakai Kijang Innova

memiliki kepribadian yang elegan (orang yang dinamis).

(12)

4. Dalam pengambilan waktu memutuskan untuk membeli para responden cenderung tidak setuju karena memang Kijang Innova sesuai dengan budaya masyarakat Surabaya.

5. Uang yang dipakai untuk membeli Kijang Innova dirasa cukup mahal karena memang Kijang Innova dirasa merupakan mobil mewah oleh para responden.

6. Para responden kebanyakan cenderung tidak setuju dengan perhatian yang diberikan pada waktu peluncuran Kijang Innova.

7. Sebagian responden menyatakan bahwa kebutuhannya merupakan faktor untuk membeli Kijang Innova karena kebanyakan masyarakat Surabaya berkeluarga besar dan membutuhkan mobil yang cukup besar.

8. Para responden setuju bahwa mereka memilih Kijang Innova karena mereka percaya terhadap produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan Toyota karena memang terbukti dari Kijang terdahulu.

9. Sikap yang diberikan para responden sebagian besar menyatakan bahwa sikap mereka tidak akan berubah setelah memiliki Kijang Innova.

10. Sebanyak 133 responden menyatakan bahwa mobil Kijang Inova merupakan mobil keluarga yang sesuai dengan cara hidup dan tradisi masyarakat Surabaya.

11. Para responden cenderung setuju bahwa pemilik Kijang Innova memiliki kelas sosial yang tinggi.

12. Dengan adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak banyak mempengaruhi minat beli masyarakat terhadap Kijang Innova.

13. Para responden sebagian besar menyatakan bahwa keluarga merupakan faktor terbesar mereka dalam menentukan minat beli mereka terhadap Kijang Inova.

14. Sebanyak 195 responden menyatakan bahwa mereka cenderung antara setuju dan tidak setuju untuk membeli Kijang Innva setelah mereka mengetahui mobil Kijang Innova.

4.5.2 Analisa Faktor

Analisa faktor digunakan untuk mereduksi data, yaitu proses untuk

meringkas sejumlah variabel menjadi lebih sedikit dan menamainya sebagai

faktor.

(13)

Tabel 4.10

Hasil Analisa Faktor Internal

Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Componen

t Total

% of Variance

Cumulative

% Total

% of Variance

Cumulative

%

1 4.793 53.254 53.254 4.793 53.254 53.254

2 .932 10.353 63.607

3 .798 8.871 72.478

4 .744 8.269 80.747

5 .566 6.294 87.041

6 .434 4.826 91.867

7 .365 4.054 95.921

8 .228 2.535 98.456

9 .139 1.544 100.000

Component Matrix(a)

Component

1

psikografi .747

values .898

personality .849

time .558

money .758

attention .494

motivasi .591

knowledge .869

attitude .688

Sumber : Lampiran 6

Berdasarkan hasil tabel 4.9 faktor internal dapat menjelaskan 53, 25%

dari variabilitas kesembilan faktor di atas dan variabel values yang paling

mempengaruhi faktor internal.

(14)

Tabel 4.11

Hasil Analisa Faktor Eksternal

Total Variance Explained

Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Componen

t Total

% of Variance

Cumulative

% Total

% of Variance

Cumulative

%

1 2.783 69.563 69.563 2.783 69.563 69.563

2 .612 15.288 84.852

3 .396 9.890 94.742

4 .210 5.258 100.000

Component Matrix(a)

Component

1

budaya .910

kelas sosial .832

referensi .726

keluarga .858

Sumber : Lampiran 7

Dari tabel 4.10 diketahui bahwa faktor eksternal dapat menjelaskan 69,56% dari variabilitas keempat variabel di atas dan variabel budaya paling mempengaruhi faktor eksternal.

4.5.3 Hasil Regresi Berganda

Tabel 4.12 Hasil Regresi Berganda

Variabel Koefisien t-statistik Prob R-Squared Faktor Internal 0,570 16,437 0,000 0,611

Faktor Eksternal 0,404 11,655 0,000

C 3,020 122,206 0,000

Sumber : Lampiran 8 yang diolah

1. Angka R

2

adalah 0,611. Hal tersebut berarti 61,1% minat beli dapat dijelaskan

oleh faktor internal dan faktor eksternal. Sedangkan sisanya 38,9% dijelaskan

oleh faktor-faktor yang lain.

(15)

2. Persamaan regresi:

Y = 3,020 + 0,570 X

1

+ 0,404 X

2

(4.1)

ƒ Konstanta sebesar 3,020 menyatakan bahwa jika tidak ada faktor internal dan eksternal maka minat beli 3,020.

ƒ Koefisien regresi X

1

sebesar 0,570 menyatakan bahwa setiap penambahan satu faktor internal maka akan meningkatkan minat beli sebesar 0,570

ƒ Koefisien regresi X

2

sebesar 0,404 menyatakan bahwa setiap penambahan satu faktor eksternal maka akan meningkatkan minat beli sebesar 0,404.

4.6 Uji Hipotesis 4.6.1 Uji Statistik F

Tabel 4.14 Uji Statistik F F- statistik Prob

272,963 0,000 Sumber : Lampiran 8

Dari uji F didapat tingkat signifikansi dengan nilai 0,000 yang berada jauh di bawah 0,05. Jadi dapat dikatakan bahwa faktor internal dan faktor eksternal secara bersama-sama berpengaruh terhadap minat beli konsumen.

4.6.2 Uji Statistik t

Tabel 4.13 Uji Statistik t

Variabel t-statistik Prob Faktor Internal 16,437 0,000

Faktor Eksternal 11,655 0,000

C 122,206 0,000

Sumber : Lampiran 8

Pada tabel dapat dilihat bahwa faktor internal maupun faktor eksternal

mempunyai nilai signifikansi 0,000 yang berada di bawah 0,05. Dengan demikian

variabel independen faktor internal maupun faktor eksternal secara partial

berpengaruh secara signifikan terhadap minat beli calon konsumen.

(16)

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa faktor internal memiliki nilai yang

lebih tinggi dibanding faktor eksternal yang dikarenakan banyaknya jumlah

pertanyaan yang dimiliki oleh faktor internal daripada jumlah pertanyaan yang

dimiliki faktor eksternal.

Referensi

Dokumen terkait

“Anak saya memilih dan masuk ke pondok pesantren ini atas dasar kemauan anak sendiri, dan saya sangat senang dan setuju, karena sang anak memiliki kemauan

matematika, menggambar grafik, menentukan daerah himpunan penyelesaian, menentukan titik pojok, mensubstitusikan titik koordinat yang didapat ke fungsi tujuan

• Zona 3, merupakan kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan sedang dan daerah perdagangan yang harus diatasi dengan pilihan sistem terpusat (off-site) dalam jangka menengah.

 Disajikan seperangkat komputer di ruangan Lab.Komputer, ditayangkan beberapa contoh program aplikasi, peserta didik dapat menjelaskan berbagai kegunaan perangkat lunak

Berdasarkan hasil diskusi pada FGD dan tinjauan lapangan pada pertanaman jagung di Kabupaten Pasaman Barat dihimpun permasalahan yang dihadapi petani di lapangan, kemudian di

Kebaruan penelitian ini adalah menjelaskan keefektifan media grafis dan virtual reality dengan objek penelitian berupa simulasi ruang gereja utama dari The Church of Light.

8 menunjukkan nilai packets end-to-end delay empat trafik data dengan ukuran paket 512 byte ketika melalui WMSN dengan metode EDCA diaktifkan.. Ketika jumlah node sensor

meminum air susu, sehingga susu tidak jatuh ke dalam rumen. Bila ada pakan pada Bila ada pakan pada baik baik konsentrat atau rumput, saluran tersebut akan tetap membuka,