BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 PENDAHULUAN
Metode yang digunakan adalah pengumpulan data, untuk mendekatkan permasalahan yang diteliti sehingga menjelaskan dan membahas permasalahan secara tepat.
Pengujian adalah penelitian dengan melakukan uji coba terhadap alat untuk mendapatkan data. Pengujian yang dilakukan dengan mengoperasikan mesin pengering standar untuk mendapatkan data kecepatan waktu pengeringan dan perbedaan berat kelembaban pakaian yang dikeringkan kemudian data dibandingkan dengan mesin pengering yang sudah dimodifikasi. Pola pendekatan yang diambil adalah dengan one shot model dimana pendekatan menggunakan beberapa kali pengumpulan data. Data tersebut diambil dari proses penelitian terhadap alat yang dimodifikasi.
Waktu dan Tempat Penelitian :
1. Perancangan modifikasi dilakukan pada bulan januari 2017 sampai juni 2017
2. Tempat pelaksanaan dilakukan di bengkel Agusta dryer Kebayoran baru Jakarta Barat
3.2 DIAGRAM ALIRAN PERENCANAAN
Gambar 3.1 Diagram alur Perencanaan 1.Mulai
2. Studi literatur & Observasi lapangan
7. Rekapitulasi Desain final
STOP
3. Identifikasi & perumusan masalah mofidikasi
Modifikasi alat
5. Pengolahan data perhitungan meliputi
Pemilihan part dan komponen modifikasi
Pemilihan Mesin pengering
6. Kriteria
Tidak
Ya
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3.2.1 Penjelasan diagram alir
1. Mulai
Awal kegiatan setelah diterimanya proposal tugas akhir sebagai alat komunikasi untuk merealisasikan ide secara tulisan.
2. Studi Literatur dan Observasi Lapangan
Studi literatur dilakukan untuk mengenal masalah yang dihadapi, serta untuk menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan. Pada studi ini dilakukan survey lapangan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan modifikasi mesin pengering untuk mengambil data-data sebagai referensi dan pembanding terhadap hasil modifikasi yang akan dibuat.
3. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Mengidentifikasi permasalahan yang akan timbul saat pengoperasian, modifikasi maupun saat pengujian alat dalam proses pengumpulan data. Kemudian merumuskan masalah yang akan timbul untuk menghindari permasalahan tersebut. Maka diperlukan perhatian ke semua aspek agar didapatkan hasil yang maksimal.
4. Modifikasi Alat
Pada tahap ini dilakukan perencanaan modifikasi yang akan dilakukan.
Penentuan spesifikasi alat dan material yang akan digunakan berdasarkan identifikasi masalah – masalah yang ada pada survey lapangan.
5. Pengolahan dan Perhitungan Data
Tahap ini dilakukan pengolahan data untuk menghitung kadar air yang menguap dari pakaian, menghitung perbandingan besaran daya radiasi mesin pengering per satuan waktu, menghitung volume tabung mesin pengering, membandingkan data mesin pengering standar dengan mesin yang sudah dimodifikasi. Adapun pengolahan dan perhitungan dijelaskan dengan menggunakan diagram alir dibawah ini :
Gambar 3.2 Diagram alur Pembuatan
3.2.2 Customer Requirement
Customer requirement adalah karakteristik atau spesifikasi produk yang dinyatakan oleh customer. Untuk mengetahui customer requirement kita harus melakukan market survey. Ada 6 macam metode market survey yang bisa kita gunakan salah satunya metode interview.
Metode interview adalah, metode pengumpulan data yang digunakan untuk mendapatkan keterangan atau pendirian responden melalui percakapan langsung atau berhadapan muka. Dalam hal ini Moh. Nazir mengatakan : Interview atau wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap mukaa antara si penyapa atau yang dinamakan interview guide (panduan acara).
Dalam melakukan interview atau wawancara, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.
Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber data.
Adapun narasumber adalah para pemakai mesin pengering rumah tangga dan laundry. Dalam proses wawancara atau interview ini kami akan melayangkan beberapa petanyaan kepada narasumber yang mana pertanyaan tersebut sengaja kami
Mulai
Pengumpulan data penunjang
1. Menghitung kadar air yang menguap pada pakaian 2. Lama waktu proses pengeringan pakaian
1. Pemilihan part alat modifikasi 2. Pemilahan material alat modifikasi
Pemilihan heater yang mudah ditemukan di pasaran
Selesai
http://digilib.mercubuana.ac.id/
kerucutkan dan kami padatkan agar hasil yang didapat lebih spesifik dan akurat.
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang kami lontarkan ke narasumber:
1. Seperti apakah bentuk dari hasil modifikasi mesin pengering yang diinginkan dan dibutuhkan oleh para pengguna?
2. Material seperti apakah yang harus digunakan untuk alat modifikasi mesin pengering ?
3. Komponen atau sparepart seperti apakah yang harus digunakan untuk alat modifikasi mesin pengering ?
4. Berapakah harga yang diharapkan dari produk seperti ini?
Itulah beberapa pertanyaan yang kami lontarkan kepada narasumber guna mendapat informasi mengenai requirement sebuah product. Berdasarkan hasil survey (mencatat permasalahan yang terjadi di lapangan, interview/ diskusi langsung) yang kami lakukan, baik itu dari rekan-rekan engineer, teknisi yang berkaitan dengan pengoperasian dan modifikasi alat mesin pengering pakaian ini, kami menghimpun masukan/ input beberapa hal yang diinginkan mereka mengenai produk ini.
Tabel 3.1 Customer Requirements
No
Keinginan pengguna/
pemakai
Penjelasan Detil
1
Material tahan terhadap kondisi panas
Pengguna menginginkan material alat modifikasi dapat menahan tekanan dan panas yang diakibatkan masuknya aliran udara panas pada saat dioperasi
2 Bentuk yang sederhana
Pengguna dalam hal ini bisa jadi pembuat/ pihak yang melakukan fabrikasi dapat dengan mudah melakukan assembly alat modifikasi mesin pengering.
3
Pengoperasian yang user friendly
Maksudnya pengguna dapat dengan cepat mengenal dan mengoperasikan komponen/ parts yang terdapat pada alat modifikasi mesin pengering
4
Spare part yang mudah
didapatkan
Pengguna ingin memastikan bahwa apabila ada salah satu komponen yang trouble dan perlu diganti (replacement), maka spare part dapat mudah dibeli di pasaran namun tetap memperhatikan spesifikasi yang tepat.
5 Harga yang terjangkau
Pengguna menginginkan produk dengan kualitas yang baik namun harga yang cukup terjangkau
3.2.3 House of Quality (HOQ)
Rumah kualitas atau biasa disebut juga House of Quality (HOQ) merupakan upaya untuk mengkonversi Customer Requirements secara langsung terhadap karakteristik teknis atau spesifikasi teknis dari sebuah produk yang dihasilkan. Perusahaan akan berusaha mencapai karakteristik teknis yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan, dengan sebelumnya melakukan benchmarking terhadap produk sebelumnya. Benchmarking dilakukan untuk mengetahui posisi-posisi relatif produk yang ada di pasaran yang merupakan kompetitor.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
Gambar 3.3 House Of Quality (HOQ)
(Sumber : George E. Dieter, Engineering Design)
1. Analisa Room 1
Dalam room 1 merupakan Customer Requirements (CRs) dimana berisi data atau informasi yang diperoleh dari hasil penelitian pasar tentang kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam hal ini keinginan konsumen diperoleh melalui pernyataan interview yang valid. Berikut ini adalah Tabel room 1:
Tabel 3.2 Customer Requirements (CR) No Customer Requirements (CR)
1 Harga produk murah
2 Material tahan terhadap kondisi aliran udara panas 3 Bentuk yang sederhana
4 Pengoperasian yang user_friendly 5 Spare part yang mudah didapatkan
Pada room 1 terdapat 5 pernyataan tentang customer need untuk mesin pengering modifikasi. Pernyataan-pernyataan tersebut diperoleh dari hasil interview. Dari hasil interview menunjukkan bahwa customer membutuhkan produk dengan desain yang sederhana, material yang tahan fluida ekstrim, pengoperasian yang mudah, spare part yang mudah didapat dan harga terjangkau.
2. Analisa Room 2
Langkah selanjutnya dalam membangun HOQ adalah menyiapkan persyaratan konsumen dan karakteristik teknis dan menentukan hubungan masing-masing.
Hubungan terbentuk antara pendeskripsian masing-masing persyaratan pelanggan dapat mempengaruhi satu atau lebih pendeskripsian teknis dan sebaliknya.
Tabel 3.3 Engineering Specifications (ES) Engineering Spesifications (ES)
Material produk carbon steel Bentuk Produk
Penggunaan mesin pengering Komponen lokal di pasaran Desain minimalis
Pada room 2 terdapat 5 pernyataan tentang karakteristik kebutuhan berdasarkan pernyataan pada room 1. Pada room ini (Engineering Spesification) ditentukan atribut desain (karakteristik desain) yang akan digunakan dalam sebuah produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
3. Analisa Matrik HOQ
Tabel 3.4 Analisa Matrik HOQ
Direction of improvement - - Symbol: X, S, Yes,
No
Units N mm J/m3 mm s Competitors
9 = strong, 3= moderate; 1= weak
Customer importance Bahan frame alumunium Body frame kotak Menggunakan Gas LPG Menggunakan Burner gas Mudah instalasinya Kontrol panel analog Lampu indicator Existing Produk Competitor 1
Harga produk murah 5 3 3 9 9 3 3 3 4 3
Material kuat 5 9 9 1 9 3 3 3 3 3
Desain yang sederhana 5 3 9 3 9 3 4 3
Hemat listrik 5 9 3 1
User friendly 5 9 4 3
Life time 5 3 9 9 3 3 4 3
Waktu Pengeringan cepat 5 9 3 3
Sparepart mudah didapat 5 9 9 9 3 1
Abs. important 75 120 95 270 45 180 105 890
Rel. important (%) 8.4 13.4 10.6 30.3 5.0 20.2 11.8 100.00
Rank Order 6 3 5 1 7 2 4
Pada analisa Matrik HOQ menunjukkan bahwa jumlah absolute important adalah 890. Nilai berasal dari jumlah seluruh tingkat kepentingan dari setiap customer important dengan value relationship. Nilai tertinggi pertama adalah 270 yaitu dengan ekspektasi menggunakan burner gas, sedangkan nilai tertinggi kedua adalah 180 yang terdapat ekspektasi dengan control panel analog, dst. Pada Relative important persyaratan konsumen dan karakteristik teknis memiliki nilai yang berbeda-beda, tetapi jumlah akhir selalu 100%. Untuk nilai tertinggi pertama yaitu 30.3%, nilai tertinggi kedua 20.2%, dst.
3.3 PRINSIP KERJA MESIN KONVERSI
Pengeringan adalah proses perpindahan panas dan uap air secara simultan yang memerlukan energi panas uantuk menguapkan kandungan air yang dipindahkan dari permukaan bahan yang dikeringkan oleh media yang biasanya berupa panas.
Pengeringan dengan menggunakan alat pengering dimana, suhu, kelembapan udara dan waktu dapat diatur dan di awasi. Keuntungan Pengering buatan tidak tergantung cuaca, kapasitas pengeringan dapat dipilih sesuai dengan yang diperlukan, tidak memerlukan tempat yang luas kondisi pengeringan dapat dikontrol dan pekerjaan lebih mudah.
Heater
Drive Belt
Drive Motor
Gambar 3.3 aliran udara panas mesin pengering pakaian
Yang Dimaksud pengering konversi disini adalah, mesin pengering merek lokal seperti electrolux, samsung, modena, delizia, dll yang di Produksi langsung dari pabrik menggunakan listrik yang biasanya daya listrik yang dibutuhkan sebesar 2200 watt dengan pemakaian energi listrik sebesar 22 kwh selama 10 jam perhari
http://digilib.mercubuana.ac.id/
sedangkan mesin pengering yang telah dimodifikasi hanya memerlukan daya listrik sebesar 120 watt dengan pemakaian energi listrik sebesar 1,2 kwh dengan waktu yang sama,yaitu selama 10 jam perharinya.
Mesin pengering pakaian dengan menggunakan konsep drum atau tabung (rotary) tidak membutuhkan ruangan yang lebar untuk mengeringkan pakaian. Cara kerjanya hampir mirip dengan oven tekstil. Jika dalam pembuatan mesin pengering sudah mengikuti langkah dengan benar maka alat tersebut akan bekerja secara maksimal. Jadi tidak perlu khawatir mengenai level panas alat tersebut karena level panas akan mengikuti standar level pabrikan. Banyak pakaian yang dapat keringkan dengan alat ini adalah sebanyak 7 kg dalam satu kali pengeringan, kurang lebih untuk pemakaian pakaian satu hari sebuah keluarga.
3.4 DISKRIPSI MESIN
Gambar 3.5 Bentuk Mesin Pengering a. Nama Produk : Electrolux EDV5001
b. Perusahaan pembuat : Electrolux
c. Pengguna produk : Industri laundry kiloan dan rumah tangga
Dalam penampilan dari mesin
Electrolux yang telah dipasarkan oleh distributor Electrolux Indonesia. Seperti pada gambar 3.4 yakni sebuah mesin pengering pakaian Electrolux yang digunakan untuk industri laundry dan rumah tangga. Dari produk yang sudah ada memiliki beberapa fitur yang dirinci seperti dibawah ini :
a. Hermentik dilas atau disambung menggunakan kontruksi flange dan baut.
b. Heater menggunakan kumparan kawat
http://digilib.mercubuana.ac.id/
30
Gambar 3.6 Bagian Mesin Pengering
1. Panel kontrol 6. Saluran keluaran ventilasi samping/saluran keluaran ventilsi belakang
2. Pintu 7. Mur cincin
3.
Saringan Penyaring 8. Lampu untuk penerangan bagian belakang
4. Plat rating 5. Kaki-kaki
31
3.5 PANEL KONTROL
1. Knop program dan saklar “O” (OFF) 2. Tombol fungsi
3. STAR/PAUSE tombol MULAI atau JEDA 4. Lampu saringan
5. DELAY tombol (tunda pelaksanaan) 6. Layar tampil
Tabel 3.5 Simbol operasi Mesin Pengering
3.5.1 Bill Of Material Tree Mesin pengering Standar
Bill of material Tree adalah daftar (list) dari bahan, material atau komponen yang dibutuhkan untuk dirakit dan digabungkan. Bill of Material Tree mesin pengering standar ditunjukkan oleh gambar 3.5
http://digilib.mercubuana.ac.id/
32
Mesin Pengering
Frame
Body
Door Drum
Plastic carbon
Alloy
steel Alloy
Steel
Motor assy Control Panel
Belt Motor Pulley
rubber Alloy
stell
Plastic carbon
Modul
Heater
Alloy Plastic
Heat Element
Alloy stell
Gambar 3.7 BOM Tree Mesin Pengering Standar Merk Electrolux
32
33
3.5.2 Bill Of Material Tree Mesin pengering Modifikasi
Bill of material Tree adalah daftar (list) dari bahan, material atau komponen yang dibutuhkan untuk dirakit, digabungkan atau membuat produk akhir. Bill of Material Tree mesin pengering ditunjukkan oleh gambar 3.6
Mesin Pengering
Frame
Body
Door Drum
Plastic
carbon Alloy
steel Alloy
Steel
Motor assy Control Panel
Belt Motor Pulley
rubber Alloy
stell Plastic
carbon
Modul
Heater
Alloy Plastic
Burner LPG
Alloy stell
Gambar 3.8 BOM Tree Mesin Pengering Modifikasi Merk Electrolux
33
http://digilib.mercubuana.ac.id/
34
3.5.3 Bill Of Material Tree Pemanas Modifikasi
Bill of material Tree adalah daftar (list) dari bahan, material atau komponen yang dibutuhkan untuk dirakit, digabungkan atau membuat produk akhir. Bill of Material Tree alat pemanas mesin pengering ditunjukkan oleh gambar 3.7
Pemanas Modifikasi
Frame
Body Piston
Alloy steel
Alloy
steel Alloy
Steel
Selenoid Gas Igniter
Valve
Body Coil Cable
Plastic
Carbon copper copper
Transformer
Alloy
Plastic Alloy
stell Pipe
Gambar 3.9 BOM Tree Pemanas Modifikasi
34
35
3.6 SPESIFIKASI MESIN
Tabel 3.6 Spesifikasi Mesin
MODEL EDV5001
Jenis Pengering Jenis pengering Tumble Dryer
Volume Drum 85 x 60
Kedalaman dengan pintu muatan 108 I
Terbuka 109 cm
Tinggi dapat disetel sebanyak 1,5 cm
Berat saat kosong 32,5 kg
Volume Beban cucian (tergantung Maks, 7kg pada program )
Voltase 230 V
Daya awal yang dibutuhkan 1800
Sekring yang diperlukan 7 A
Total daya 2200 W
Penggunaan C
Suhu lingkungan + 50 hingga + 350C
http://digilib.mercubuana.ac.id/
36
3.7 REKOMENDASI BEBAN PENGERINGAN 3.7.1 Beban Maksimum
Aturan umum :
Bahan Katun, linen: penuhi tabung tapi jangan terlalu padat;
Bahan Sintetis: jangan penuhi tabung lebih dari setengahnya;
Bahan halus dan wol: jangan penuhi tabung lebih dari seperempat penuh.
3.7.2 Berat Pakaian
Berat berikut hanyalah patokan saja:
Tabel 3.7 Berat Pakaian
Jenis Cucian Bobot
Kimono Mandi 1.200 g
Serbet 100 g
Silimut kain perca 700 g
Seprai 500 g
Sarung bantal 200 g
Taplak meja 250 g
Handuk kecil 200 g
Taplak kecil 100 g
Baju tidur wanita 200 g
Celana dalam wanita 100 g
Kemeja kerja pria 600 g
Piyama pria 500 g Blus 100 g Celana dalam pria 100 g
37
3.8 ALAT DAN BAHAN PENELITIAN
Spare part yang dibutuhkan untuk membuat mesin konversi :
1. Selenoid gas (1/8 inch), berfungsi sebagai kran pembuka dan penutup otomatis. Apabila diberi setrum kran akan membuka dan apabila tidak ada setrum maka kran akan menutup.
Gambar 3.10 selenoid gas
2. Regulator kompor gas, berfungsi sebagai penyembur api
Gambar 3.11 Regulator kompor gas
http://digilib.mercubuana.ac.id/
38
3. Thermostat
berfungsi untuk menyalurkan arus. Arus listrik akan putus jika hawa panas yang dibutuhkan telah tercukupi dan arus akan mati secara otomatis.
Gambar 3.12 thermostat
4. Busi kompor (2 buah), berfungsi sebagai Pemantik api setelah diberikan tegangan dari transformer.
Gambar 3.13 Busi Kompor
39
5. Plat galvanis 8 mm untuk pembuatan ruang burner.
Gambar 3.14 Plat Galvanis
6. Gas LPG 3kg, sebagai bahan bakar utama dalam proses pengeringan pakaian.
Gambar 3.15 Gas LPG
http://digilib.mercubuana.ac.id/
40
7. Stopwatch
Untuk menghitung ketepatan dari kecepatan proses penelitian pengurangan kadar air pada pakian yang dikeringkan
Gambar 3.16 stopwatch 8. Thermometer
untuk mengukur besaran suhu yang ada didalam burner.
Gambar 3.17 thermometer 9. Tang amper
Untuk menentukan daya listrik pada mesin agar mendapatkan data yang aktual.
Gambar 3.18 Tang amper
41
10. Transformer
berfungsi untuk memancing gas agar menyala, prinsip kerjanya adalah merubah listrik 220v menjadi lisrik 1500v, keluran lisrik 1500v di salurkan ke 2 buah busi motor yg sudah di modif, di ujung busi akan terjadi percikan listrik (seperti percikan busi pada motor), ujung dari busi diposisikan pada ujung kompor.
Gambar 3.19 Transformer 11. Timer
Berfungsi sebagai pemutus arus pada transformer karena percikan listrik pada busi hanya dibutuhkan kurang dari 5 detik sebagai pemancing nyala api pada
kompor.
Gambar 3.20 Timer
http://digilib.mercubuana.ac.id/
42
3.9 PERALATAN YANG DIGUNAKAN DALAM PERAKITAN MESIN PENGERING PAKAIAN KONVERSI
Peralatan yang digunakan untuk proses pembuatan dan perakitan alat konversi gas sebagai berikut :
1. Bor, untuk membuat lubang sebagai penampang burner.
2. Grinda, untuk meratakan sisi-sisi plat yang telah dipotong agar tidak tajam.
3. Las listrik, untuk menytukan plat-plat yang telah dipotong sesuai ukuran untuk membuat burner.
4. Gunting plat, sebagai pemotong plat burner.
Diimensi burner mesin dan letak burner pada mesin konversi : Tahap konversi dryer :
1. Bongkar bagian belakang dryer yang akan dimodifikasi.
2. Lubangkan bagian belakang mesin yang telah dibuka, menggunakan gerinda.
3. Lepas 2 kabel yang berhubungan dengan elemen pemanas (menyerupai gulungan kawat seperti per berdiameter kurang dari 5 mm), kemudian gunakan 2 kabel tersebut untuk arus listrik ke pematik.
4. Lepas sensor suhu (thermostat) asli bawaan mesin dan diganti dengan thermostat 60ºC.
5. Sambungkan 2 kabel yang berwarna merah dari pematik ke selenoid.
6. Sambugkan 2 kabel yang tersisa berwarna hitam kebusi.
Pembuatan burner :
1. Buat cerobong api dari pipa 9 cm, ujung yang satu akan digunakan sebagai tempat kepala kompor.
2. Buat dudukan busi pada kepala kompor dan pada pipa 9 cm tersebut.
43
3. Rakit plat yang telah dipotong sesuai ukuran menggunakan las listrik agar menjadi ruang burner.
.
Gambar 3.21 ukuran burner 4. Pasang selenoid pada pangkal kompor.
http://digilib.mercubuana.ac.id/
44
3.10 MESIN PENGERING STANDAR
Heater
a.
Gambar 3.22 mesin pengering standard b.
45
keterangan gambar :
a. Cover belakang mesin standart dan heater sumber pemanas dari mesin pengering pakaian yang masih standar.
b. Cover belakang mesin tempat sirkulasi udara panas yang dihasilkan heater standar maupun modifikasi.
Heater standar
17 cm
8,5cm 18,5cm
Gambar 3.23 elemen pemanas stanadar mesin pengering pakaian
http://digilib.mercubuana.ac.id/
46
3.11 MESIN PENGERING MODIFIKASI
Blower
Burner
Gambar 3.24 Mesin Pengering Pakaian Yang Telah Dikonversi