1
Rev : 03 No : F.02.552
Rev : 03 No : F.02.55 Assalamu’alaikum, Wr.WB.Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah dan inayahNya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Modul Mata Pelajaran Bimbingan TIK ini sebagai salah satu buku pelengkap dan buku kerja siswa SMK ISLAM PB. SOEDIRMAN I tingkat X (sepuluh) semester 1 dan 2 untuk Kompetensi Keahlian TKRO.
E – Modul / Jobsheet / Lembar Kerja ini di susun untuk pembelajaran siswa secara aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan, yang dilengkapi dengan soal-soal/penilaian pengetahuan, ketrampilan maupun sikap, untuk persiapan pemberian pembelajaran yang mencakup materi mulai dari KD 3.1 sampai 3.11 dan KD 4.1 Sampai KD 4.11 dalam bentuk buku kerja. Adapun keluasan dan kedalaman materi disesuaikan dengan alokasi waktu dan kemampuan siswa SMK Islam PB. Soedirman 1 pada umumnya.
Kami berharap dengan ditulisnya Modul ini akan memperlancar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah, karena anak akan dituntut untuk lebih banyak aktif dengan berbagai stimulus dan menganalisa informasi apa yang telah disampaikan oleh kami sebagai guru mata pelajaran.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih atas kritik dan sarannya kepada semua pihak baik teman seperjuangan maupun sekolah.
Wa’alaikumsalam, Wr.Wb.
“ALHAMDULILLAH”
MAN JADDA WAJADA
SIAPA BERSUNGGUH-SUNGGUH AKAN BERHASIL AMIN.
Jakarta, 2 Juli 2020 Penyusun
Utari Setianingsih, S.Pd
3
Rev : 03 No : F.02.554
Rev : 03 No : F.02.55SAMPUL ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iii
KD 3.1 dan 4.1. … ... 1
A. DEFINISI ILMU KIMIA DAN PERANAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN ... 1
B. PERUBAHAN MATERI ... 4
C. PEMISAHAN CAMPURAN... 6
D. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR. ... 8
E. PENILAIAN KETRAMPILAN. ... 12
F. LAPORAN PRAKTIKUM KROMATOGRAFI KERTAS... 13
KD 3.2 dan 4.2 …… ... 15
A. STRUKTUR ATOM ... 15
B. KONFIGURASI ELEKTRON ... 16
C. PERIODE DAN GOLONGAN. ... 17
D. LATIHAN DAN PENILAIAN... 18
E. TUGAS PROYEK. ... 21
KD 3.3 dan 4.3 ... 23
A. IKATAN KIMIA : KESTABILAN ATOM UNSUR ... 23
B. IKATAN ION ... 24
C. IKATAN KOVALEN. ... 25
D. IKATAN LOGAM. ... 26
E. SIFAT-SIFAT LOGAM……….…..27
F. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR. ... 29
5
Rev : 03 No : F.02.55KD 3.4 dan 4.4 ... 33
A. MASSA MOLEKUL RELATIF DAN KONSEP MOL ... 33
F. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR. ... 34
KD 3.5 dan 4.5 ... 37
A. HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA ... 37
B. HUKUM GAYLUSSAC DAN AVOGADRO ... 38
C. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR ... 40
KD 3.6 dan 4.6 ... 42
A. ALKENA ... 42
B. ISOMER SENYAWA ALKENA ... 43
C. CIRI DAN SIFAT ALKENA . ... 43
E. KEGUNAAN (MANFAAT) ALKENA. ... 44
F. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR . ... 44
KD 3.7 dan 4.7 ... 46
A. POLIMER ... 46
B. KLASIFIKASI POLIMER ... 47
C. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR ... 48
KD 3.8 dan 4.8 ... 51
A. SIFAT LARUTAN BERDASAR KONSEP ASAM BASA ... 51
B. PRAKTIKUM SIFAT ASAM BASA DAN NETRAL PADA LARUTAN ... 51
C. SIFAT ASAM DAN BASA ... 55
E. DERAJAT KEASAMAN (pH) . ... 56
F. MENENTUKAN pH LARUTAN . ... 58
F. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR . ... 60
6
Rev : 03 No : F.02.55KD 3.9 dan 4.9 ... 62
A. GEJALA PROSES PERKARATAN ... 62
B. KOROSI (PERKARATAN). ... 63
C. PENYEPUHAN . ... 64
D. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR . ... 65
E. PENILAIAN PRODUK. ... 66
F. PENILAIAN KETRAMPILAN . ... 67
KD 3.10 dan 4.10 ... 70
A.RADIOKIMIA ... 70
B. UNSUR RADIOAKTIF... 70
C. WAKTU PARUH ... 71
D. MANFAAT RADIOISOTOP . ... 74
E. DAMPAK RADIOKIMIA . ... 76
F. MENGATASI BAHAYA RADIOKIMIA . ... 77
F. PENILAIAN PROSES DAN HASIL BELAJAR . ... 79
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GAMBAR ... vi
DAFTAR PUSTAKA ... vii
VERIFIKASI BUKU PENDAMPING ... viii
7
Rev : 03 No : F.02.55Tabel 1.1 Perbedaan Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia ... 10
Tabel 2.1 Partikel Penyusun Atom Dan Penemunya ... 15
Tabel 2.2 Elektron Valensi Beberapa Unsur ... 16
Tabel 2.3 Hubungan Susunan Elektron Dengan Golongan Dan Periode ... 17
Tabel 3.1 Konfigurasi Gas Mulia ... 23
Tabel 4.1 Ar Beberapa Unsur ... 33
Tabel 6.1 Alkena... 42
Tabel 8.1 Data Hasil Percobaan ... 52
Tabel 8.2 Pedoman Penskoran... 54
Tabel 8.3 Sifat Asam Basa berdasar uji lakmus ... 55
Tabel 8.4 Contoh Senyawa Asam Basa ... 56
Tabel 10.1 Manfaat Radioisotop ... 75
8
Rev : 03 No : F.02.55Gambar 1.1 Puzzle Definisi Ilmu Kimia ... 1
Gambar 1.2 Perubahan Materi ... 4
Gambar 1.3 Proses Filtrasi dan Kristalisasi ... 6
Gambar 1.4 Rangkaian Alat Destilasi, Penyubliman dan Kromatografi ... 7
Gambar 2.1 Sistem Periodik Unsur ... 17
Gambar 3.1 Jenis Ikatan Kovalen ... 25
Gambar 3.2 Ikatan Logam ... 26
Gambar 7.1 Contoh Produk Polimer ... 46
Gambar 7.2 Polimerisasi dan Pengelompokkan Polimer ... 47
Gambar 8.1 Praktikum Asam Basa ... 52
Gambar 8.2 Indikator Universal ... 56
Gambar 8.3 pH meter ... 57
Gambar 9.1 Logam Berkarat ... 62
Gambar 9.2 Penyepuhan ... 65
9
Rev : 03 No : F.02.55VERIFIKASI BUKU PENDAMPING SISWA
Mata Pelajaran : KIMIA Kompetensi Keahlian : MM
Kelas : X ( Sepuluh )
Nama Penyusun : Utari Setianingsih, S.Pd
Rev : 02 No : F.02.29
KOMPONEN
KESESUAIAN (√)
SARAN PERBAIKAN
S TS
Kelas
Kata Pengantar Daftar Isi Isi/Materi Daftar Pustaka
*) SS : Sangat Setuju S : Setuju
TS : Tidak Setuju
Mengetahui, Jakarta , 8 Juli 2019
Waka Bid. Kurikulum Penyusun
NOVI DWI INDARINI, S.Si, M.Pd UTARI SETIANINGSIH, S.Pd
NRP. 04.0805 NRP. 03.0775
10
Rev : 03 No : F.02.55BAB 1. PERUBAHAN MATERI DAN PEMISAHAN CAMPURAN
3.1. Menganalisis perubahan materi dan pemisahan campuran dengan berbagaicara
4.1. Melakukan pemisahan campuran melalui praktikum berdasarkan sifat fisika dan sifat kimianya
KD/INDIKATOR SKKNI -
KD/INDIKATOR IDUKA -
PERUBAHAN MATERI
Berdasarkan gambar tersebut, Jawablah pertanyaan :
1. Apa yang terjadi terhadap potongan lilin pada gambar (1) ?
...
...
2. Apa yang terjadi terhadap lilin pada gambar (2) ?
...
...
Perbedaan antara Perubahan Fisika dengan Perubahan Kimia :
Perubahan Fisika : Perubahan Kimia:
1. Tidak menghasilkan zat baru (partikel penyusun sama)
2. Perubahan bersifat sementara (dapat diubah lagi menjadi zat semula)
3. Yang berubah hanya wujud atau ukuran zat
1. Menghasilkan zat baru (partikel penyusun berbeda)
2. Perubahan bersifat permanen (tidak dapat diubah lagi menjadi zat semula)
3. Terjadi perubahan susunan zat
Berikut ini beberapa contoh perubahan materi yang terjadi pada kehidupan sehari-hari : KOMPETENSI DASAR/INDIKATOR :
MATERI PEMBELAJARAN
Zat A Zat B
Cair Padat
Gas
11
Rev : 03 No : F.02.55 Contoh – contoh Perubahan Fisika :1. Perubahan fisika karena perubahan bentuk : a. Kayu menjadi meja
b. Beras menjadi tepung beras
c. Kulit binatang menjadi jaket, tas, dompet dan produk lainnya 2. Perubahan fisika karena perubahan wujud :
a. Air menjadi es b. Bensin menguap
c. Kapur barus (kamfer) menyublim menjadi uap 3. Perubahan fisika karena hal lain :
a. Larutnya gula maupun garam dalam air b. Daun menjadi layu
c. Pagar dicat
Contoh – contoh perubahan kimia :
1. Perubahan kimia karena pembakaran :
Kayu atau kertas terbakar
Petasan maupun bom meledak
Minyak tanah atau elpiji terbakar pada kompor
Bensin atau solar lainnya terbakar dalam mesin kendaraan 2. Perubahan kimia karena peragian :
Susu menjadi keju
Tepung menjadi roti
Singkong menjadi tape
Kedelai menjadi tempe, tahu maupun kecap 3. Perubahan kimia karena hal lain :
Kayu melapuk
Besi berkarat
Proses fotosintesis
Buah ranum atau masak (matang)
12
Rev : 03 No : F.02.55 PEMISAHAN CAMPURANPEMISAHAN CAMPURAN SECARA FISIS DILAKUKAN DENGAN CARA : PENYARINGAN (FILTRASI)
Penyaringan ialah memisahkan campuran zat padat dan zat cair berdasarkan perbedaan ukuran partikel komponen campuran.
Penyaringan secara sederhana yang biasa dilakukan di laboratorium dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar Proses Filtrasi (Penyaringan)
Penyaringan dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai, misalnya penyaringan teh atau kopi, penyaringan santan, penyaringan pasir dan penyaringan air.
PENGKRISTALAN (KRISTALISASI)
Pengkristalan (kristalisasi) ialah pemisahan campuran dengan cara menguapkan pelarutnya. Secara sederhana cara kristalisasi di laboratorium dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Gambar Proses pengkristalan (kristalisasi)
Kegunaan kristalisasi dalam kehidupan sehari-hari banyak dimanfaatkan, antara lain pada proses pembuatan garam dari air laut, pembuatan gula pasir dari air tebu dan industri pupuk
PENYULINGAN (DISTILASI)
Penyulingan adalah cara pemisahan campuran berdasarkan perbedaan titik didih komponen-komponennya.
Pada destilasi campuran zat yang berupa cairan dipanaskan. Zat yang mempunyai titik didih lebih rendah akan menguap lebih dahulu. Selanjutnya uap didinginkan sampai terjadi kondensasi (pengembunan), kemudian cairan hasil pengembunan ditampung.
13
Rev : 03 No : F.02.55 Berikut ini rangkaian alat destilasi yang sering digunakan di laboratorium:PENYUBLIMAN (SUBLIMASI)
Penyubliman ialah pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud padat menjadi gas dan sebaliknya tanpa melalui fase cair. Cara pemisahan campuran dengan sublimasi dipakai untuk memurnikan zat-zat yang dapat menyublim. Misalnya kamper (kapur barus), belerang dan iodin.
Berikut ini Rangkaian alat Penyubliman :
KROMATOGRAFI
Kromatografi adalah cara pemisahan campuran zat berdasarkan perbedaan kecepatan perembesan zat-zat dalam campuran tersebut di dalam suatu medium pelarut.
Contohnya Kromatografi kertas yang digunakan untuk pemisahan zat warna. Bahan yang dipakai dapat berupa kertas berpori (kertas saring) untuk memisahkan komponen- komponen penyusun campuran.
Berikut ini gambar proses kromatografi sederhana :
14
Rev : 03 No : F.02.55 A. Penilian Pengetahuan (Tes Tertulis)PERUBAHAN MATERI
I. Setelah mempelajari ciri perubahan kimia dan perubahan fisika, cobalah melengkapi tabel berikut, pada tabel diberikan beberapa contoh perubahan materi yang juga terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, tentukanlah jenis perubahannya, termasuk perubahan fisika atau perubahan kimiaSetelah mempelajari ciri perubahan kimia dan perubahan fisika, cobalah melengkapi tabel berikut, pada tabel diberikan beberapa contoh perubahan materi yang juga terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, tentukanlah jenis perubahannya, termasuk perubahan fisika atau perubahan kimia!
No. Perubahan Materi Jenis perubahan
Pembuatan gula dari tebu Perubahan fisika
1 Penyulingan minyak bumi Perubahan ………
2 Pembuatan tape dari beras ketan ………
3 Pembuatan garam dapur dari air laut ………
4 Air susu menjadi masam ………
5 Minyak kelapa menjadi tengik ………
II. Tuliskan beberapa peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang merupakan contoh perubahan fisika dan perubahan kimia.
N0. Contoh Perubahan Fisika Contoh Perubahan Kimia
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
PEMISAHAN CAMPURAN PILIHAN GANDA
Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang anda anggap paling benar ! 01. Sifat-sifat zat berikut ini yang berhubungan dengan sifat fisika adalah ....
A. keras tidaknya zat tersebut B. beracun tidaknya zat tersebut C. mudah tidaknya zat tersebut tebakar
D. mudah tidaknya zat tersebut berkarat E. mudah tidaknya zat tersebut membusuk PENILAIAN PROSES & HASIL BELAJAR
15
Rev : 03 No : F.02.55 02. Berikut ini yang merupakan sifat kimia adalah ...A. warna B. titik didih
C. kekerasan D. massa jenis
E. kereaktifan
03. Perhatikan skema berikut ini :
(1) (2)
Gas Cair padat (3) (4)
(5)
Perubahan wujud materi yang terjadi pada (5) adalah ....
A. membeku B. mencair
C. menguap D. mengembun
E. menyublim
04. Peristiwa melelehnya lilin tergolong perubahan fisika.
Alasan yang tepat adalah ….
A. lilin mudah meleleh B. lilin berwujud padat C. hasil lelehan berupa lilin
D. lilin tidak berubah warna E. lilin dari padat menjadi cair 05. Peristiwa berikut yang merupakan perubahan fisika adalah ……
A. gula melarut B. besi berkarat
C. kertas terbakar D. nasi menjadi basi
E. gula menjadi karamel
06. Dari peristiwa berikut : 1. es mencair
2. bom meledak 3. sampah membusuk
4. kompor listrik menyala 5. bolam lampu menyala yang termasuk perubahan kimia adalah …..
A. 1 dan 3 B. 2 dan 3
C. 3 dan 4 D. 1 dan 5
E. 3 dan 5
07. Dari proses berikut : 1. Pencernaan makanan 2. Pembuatan pupuk ZA 3. Fotosintesa pada tumbuhan
4. Pembuatan santan dari kelapa 5. Pembuatan garam dari air laut Yang menggunakan reaksi kimia adalah…
A. 1,2 dan 3 B. 2,3 dan 4
C. 3,4 dan 5 D. 2,3 dan 5
E. 2,4 dan 5
08. Perhatikan peristiwa berikut:
1. besi melebur 2. daun menguning 3. lilin meleleh
4. petasan meledak 5. listrik berpijar Yang merupakan perubahan fisika, adalah……
A. 1,3 dan 5 B. 2,3 dan 4
C. 2,3 dan 5 D. 2,4 dan 5
E. 3,4 dan 5
09. Diantara peristiwa berikut :
1. gula larut dalam air 4. air direbus 2. beras digiling jadi tepung 5. besi berkarat 3. susu menjadi masam
16
Rev : 03 No : F.02.55 yang tergolong perubahan kimia adalah....A. 1 dan 2 B. 2 dan 4
C. 3 dan 4 D. 3 dan 5
E. 4 dan 5
10. Berikut ini yang termasuk perubahan fisika, adalah...
A. nasi basi B. es mencair
C. kedelai menjadi kecap
D. mangga matang E. kayu menjadi arang
11. Pemisahan campuran berdasarkan perubahan wujud padat menjadi gas dan sebaliknya tanpa melalui fase cair disebut…
A. filtrasi B. destilasi
C. kristalisasi D. sublimasi
E. kromatografi
12. Para pemisahan campuran zat berdasarkan perbedaan kecepatan perembesan zat-zat dalam campuran tersebut di dalam suatu medium pelarut disebut…
A. Penyulingan B. Penyaringan
C. Kromatografi D. Penyubliman
E. Pengkristalan
13. Kromotografi biasanya digunakan untuk memisahkan ….
A. zat cair yang berbeda titik didihnya B. campuran zat cair dalam zat padat C. zat warna yang berbeda daya serapnya
D. campuran zat padat dalam cat cair E. zat-zat padat yang berbeda titik lelehnya
14. Destilasi digunakan untuk memisahkan ….
A. campuran zat padat dalam cat cair B. campuran zat cair dalam zat padat C. zat cair yang berbeda titik didihnya D. zat warna yang berbeda daya serapnya E. zat-zat padat yang berbeda titik lelehnya
15. Untuk memurnikan garam kasar dapat dilakukan dengan cara…
A. Penyulingan B. Penyaringan
C. Kromatografi D. Penyubliman
E. Pengkristalan
16. Minyak bumi diproses menghasilkan berbagai fraksi berdasarkan perbedaan titik didihnya masing-masing misalnya bensin, solar, oli, asfalt dan senagainya melalui….
A. filtrasi B. kristalisasi
C. sublimasi D. kromatografi
E. destilasi bertingkat
17. Perhatikan gambar berikut ini :
Penguraian warna pada percobaan tersebut dilakukan dengan ….
A. kromatografi B. kristalisasi C. sublimasi D. destilasi E. filtrasi
17
Rev : 03 No : F.02.55 18. Campuran zat yang berupa cairan dipanaskan, zat yang mempunyai titik didih lebihrendah akan menguap lebih dahulu. Selanjutnya uap didinginkan sampai terjadi kondensasi (pengembunan), kemudian cairan hasil pengembunan ditampung. Penjelasan tersebut mengenai pemisahan campuran dengan cara…
A. filtrasi B. destilasi
C. sublimasi D. kristalisasi
E. kromatografi
19. Wujud padat kapur barus atau kamfer dan yodium mudah menguap dan kembali ke wujud padatnya. Untuk meperoleh kapur barus atau kamfer maupun yodium yang bersih dari campurannya yang kotor digunakan cara ....
A. filtrasi B. destilasi
C. sublimasi D. kristalisasi
E. kromatografi
20. Perhatikan gambar berikut ini:
Keterangan gambar untuk A dan B adalah….
A. Statif dan klem
B. Thermometer dan Air keluar C. Batang pengaduk dan Air keluar D. Thermometer dan Air masuk E. Batang pengaduk dan Air masuk
Penskoran Soal Pilihan Ganda & Essay (Isian)
No Soal Bobot Persoal PG
Skor Penilaian
No Soal Bobot Persoal
Esay (Isian)
Skor Penilaian
Nilai
1-20 2 40 I 20 Nilai perolehan KD
Pengetahuan = Skor PG + Skor Essay
(Isian)
1 4
2 4
3 4
4 4
5 4 Nilai
Siswa
………
Paraf Guru
………
II 40
1-10 4
A B
18
Rev : 03 No : F.02.55 B. Penilaian KetrampilanPRAKTIKUM SEDERHANA
Melakukan pemisahan warna dari tinta sidol
Amati gambar berikut ini, persiapkan alat dan bahan, lakukanlah percobaan seperti tampak pada gambar:
Setelah warna terurai dan perembesan air sudah maksimal, angkat dan keringkan kertas saring.
Lakukan untuk 3 warna spidol yang berbeda.
Tempellah hasil percobaan yang telah dilakukan!
HASIL PERCOBAAN:
Warna awal Hasil
Tempel di sini Tempel di sini Tempel di sini
Warna yang terurai
catatan :
*Kertas saring dapat diganti dengan kertas Koran bagian tepi yang tidak ada tulisannya
** Tinta yang digunakan bukan tinta dari spidol permanent
19
Rev : 03 No : F.02.55 C. Penilaian KeterampilanPenskoran Penilaian Ketrampilan Proses:
No Komponen/Sub Komponen Skor/Bobot
Penilaian
1 Proses 75
Mempersiapkan alat dan bahan 15
Melakukan percobaan diawali dengan berdoa 15 a. Melakukan kromatografi kertas warna 1 15 b. Melakukan kromatografi kertas warna 2 15 c. Melakukan kromatografi kertas warna 3 15
Kebersihan, ketertiban dan kesesuaian 15
2 Hasil 15
Menempelkan hasil percobaan 7
Memberikan penjelasan (melengkapi tabel) 8
3 Waktu 10
Ketepatan Waktu 10
Hasil Penilaian Proses
SKOR/BOBOT Proses Hasil Waktu Nilai Siswa
Maks/Perolehan Paraf Guru
Skor Maksimal 75 15 10 100
…………..
Skor Perolehan ……. ……. ……. …………
Membuat Laporan Praktikum:
KROMATOGRAFI KERTAS A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Mengamati proses pemisahan zat warna melalui metode kromatografi kertas 2. Mendeskripsikan warna yang diuraikan sebagai hasil pemisahan zat warna B. ALAT DAN BAHAN
1. Gelas Transparan 2. Lidi
3. Tepi kertas Koran
4. Zat warna (tinta warna nonpermanent) 5 Air bersih
C. CARA KERJA
Membuat rangkaian seperti gambar di samping:
1. Menempelkan tepi kertas koran yang sudah digunting pada lidi 2. Memberikan spot noda tinta (zat warna) pada ujung bagian
bawah dengan jarak 1 cm dari bawah
3. Mencelupkan kertas ke pada air dalam gelas dengan jarak 0,5 cm dari tepi bawah kertas
4. Mengamati dan mencatat hal yang terjadi
20
Rev : 03 No : F.02.55 D. DATA HASIL PERCOBAANNo. Warna yang dipisahkan
Warna Hasil Pemisahan dengan Metode Kromatografi Kertas
Hasil Proses Kromatografi Kertas Contoh:
Orange
Dua warna:
Merah Kuning 1
2
3
E. ANALISA
Pemisahan zat warna orange melaui salah satu metode pemisahan campuran secara fisis yaitu kromatografi kertas, menghasilkan dua warna penyusunnya yaitu merah dan kuning hal ini menunjukkan bahwa orang merupakan warna skunder
………
………
………
………
………
………
F. KESIMPULAN
Pemisahan zat warna orange menghasilkan warna merah dan kuning
………
………
Jakarta, ………
(……….)
21
Rev : 03 No : F.02.55BAB 2. LAMBANG UNSUR, RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
3.2 Menganalisis lambang unsur, rumus kimia dan persamaan reaksi
4.2 Mengintegrasikan penulisan lambang unsur dengan rumus kimia pada persamaan reaksi kimia berdasarkan kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari
KD/INDIKATOR SKKNI -
KD/INDIKATOR IDUKA -
LAMBANG UNSUR, RUMUS KIMIA DAN PERSAMAAN REAKSI
A. LAMBANG UNSUR
Lambang unsur yang dibuat oleh John Dalton ternyata sukar untuk dihafalkan dalam penulisan lambang senyawanya. Kesulitan tersebut dapat diatasi setelah John Jakob Berzelius (1779 – 1848), seorang ahli kimia bangsa Swedia, menciptakan lambang unsur dari huruf-huruf abjad sehingga mudah diingat.
Lambang unsur umumnya merupakan bentuk singkatan sederhana dari nama Inggris yang terdiri atas satu atau dua huruf.
Contoh :
Oksigen diberi lambang O
Magnesium diberi lambang Mg
Chromium diberi lambang Cr
Nitrogen diberi lambang N
Neon diberi lambang Ne
Beberapa unsur yang telah dikenal lama mempunyai simbol berdasarkan nama latinnya.
Contoh :
Besi diberi lambang Fe (ferrum) Tembaga diberi lambang Cu (cuprum) Timbal diberi lambang Pb (plumbum) Perak diberi lambang Ag (argentums)
Dalam penulisan lambang-lambang unsur, perhatikan hal berikut ini
a. Lambang unsur yang terdiri atas satu huruf harus memakai huruf besar (huruf kapital), misalnya sulfur atau belerang ditulis S, carbonium atau karbon ditulis C.
b. Lambang unsur yang terdiri dari dua huruf harus memakai hurur besar pada huruf pertama (huruf depan), dan memakai huruf kecil pada huruf kedua (huruf akhir).
KOMPETENSI DASAR/INDIKATOR :
MATERI PEMBELAJARAN
22
Rev : 03 No : F.02.55 Contoh1. Silikon ditulis Si
Huruf Besar Huruf Kecil
Tidak boleh ditulis dengan SI yang keduanya huruf besar karena S adalah lambang unsur sulfur dan I adalah lambang unsur iodin.
2. Cobal ditulis Co
Huruf besar Huruf kecil
Cobal lambang unsurnya Co. Tidak boleh ditulis dengan CO yang keduanya huruf besar karena C adalah lambang unsur karbon dan O adalah lambang unsur oksigen. Sedangkan CO merupakan nama senyawa karbon monoksida. Untuk lebih memahami nama unsur berikut lambangnya yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari akan diberikan dalam tabel yang dikelompokan menjadi unsur logam, nonlogam dan metaloid (semilogam).
No Nama Unsur Logam
Tanda Atom Latin Indonesia
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13 14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
Aluminium Argentum Aurum Barium Bismuth Calcium Chromium Cobalt Cuprum Ferrum Hydrargyrum Kalium Magnesium Mangan Natrium Nickel Platinum Plumbum Stannum Zincum Argon Bromium Carbonium Chlorium Flurium
Aluminium Perak Emas Barium Bismut Kalsium Krom Kobalt Tembaga Besi Raksa Kalium Magnesium Mangan Natrium Nikel Platina Timbal Timah Seng Argon Brom Karbon Klor Flour
Al Ag Au Ba Bi Ca Cr Co Cu Fe Hg(logam cair)
K Mg Mn Na Ni Pt Pb Sn Zn Ar Br C Cl F
23
Rev : 03 No : F.02.55 26.27.
Helium Hydrogenium
Helium Hidrogen
He H
No Nama Unsur Logam
Tanda Atom Latin Indonesia
28.
29.
30.
31.
32.
Iodine Nitrogen Oxygenium Phosphorus Sulfur
Iod Nitrogen Oksigen Fospor Belerang
I N O P S
Sebelum adanya penetapan nama dan lambang unsur, khususnya unsur dengan nomor atom diatas 100 oleh persekutuan kimia murni dan kimia terpakai atau International of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), terdapat pemberian nama ganda untuk unsur 104, yaitu Rutherfordium dengan lambang Rf (Barkelay) dan nama Nielsbohrium dengan lambang NI (Rusia). Untuk menghindari adanya nama ganda dan untuk menyeragamkan dalam penamaan unsur maka IUPAC menetapkan aturan pemberian nama lambang unsur sebagai berikut:
1). Nama berakhir dengan ium, baik unsur logam maupun non logam.
2). Lambang unsur terdiri dari 3 (tiga) huruf, yakni rangkaian huruf awal dari akar kata yang menyatakan nomer atom unsur tersebut.
3). Pemberian lambang unsur didasarkan pada nomer atom, yaitu:
0 = nil 5 = pent 1 = un 6 = hek 2 = bi 7 = sept 3 = tri 8 = okt 4 = quad 9 = enn Contoh : Unsur nomor 104
1 0 4 un nil quad + ium Jadi untuk unsur nomor 104 :
nama : Unnilquadium Lambang : Unq
Contoh lain : * Unsur nomor 200 diberi lambang Bnn-Binilnium.
* Unsur nomor 117 diberi lambang Uus-Ununseptium
* Unsur nomor 110 diberi lambang Uun-Ununnilium
* Unsur nomor 109 diberi lambang Une-Unnilennium
* Unsur nomor 106 diberi lambang Unh-Unnilhexium
24
Rev : 03 No : F.02.55 B. RUMUS KIMIAPenggabungan unsur-unsur membentuk senyawa secara kimia mengikuti aturan tertentu yang dikenal dengan hukum perbandingan tetap yang dirumuskan oleh Joseph Louis Proust (1754-1826) seorang ahli kimia Perancis.
Hukum Perbandingan Tetap (hukum Proust) berbunyi:” Dalam Penggabungan unsur- unsur menjadi senyawa, perbandingan massa unsurnya selalu tetap” atas dasar ini Proust mengemukakan bahwa perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa adalah tetap.
1. Rumus Kimia Menyatakan jenis dan jumlah atom-atom yang menyusun zat tersebut.
Rumus kimia dapat berupa rumus molekul yang menyatakan jumlah dan jenis atom dalam satu molekul senyawa atau molekul unsur, ataupun rumus empiris yang menyatakan Jenis dan perbandingan terkecil atom penyusun senyawa dan satuan rumus
yang menyatakan Perbandingan paling sederhana dari ion (+) dan ion (-) dalam senyawa ion.
Contoh :
Rumus molekul : C6H12O6’ CO2’ C3H8’ NH3.
Rumus Molekul Rumus Empiris
C6H12O6 C4H8
H2O HCl
CH2O CH2
H2O HCl Satuan Rumus
Garam dapur : Na+ Cl - Na+ Cl - Na+ Cl - Na+ Cl - Na+ Na+ Cl - Na+ Cl -
Perbandingan Na+ dan Cl- = 1 : 1 Satuan rumus Na+ Cl - → NaCl 2. Pemberian Nama Senyawa Berdasarkan Rumus Kimia
1.) Yang molekulnya tidak terdiri atas ion-ion, atau terdiri atas unsur-unsur bukan logam.
Disebutkan jumlah atom dan nama unsurnya, dengan jumlah atom atau indeks disebutkan dalam bahasa Yunani, nama unsur diberi akhiran ida
Angka 1 = mono 2 = di 3 = tri 4 = tetra 5 = penta 6 = heksa 7 = hepta 8 = okta 9 = nona 10 = deka Biasanya indeks 1 pada unsur pertama tidak disebutkan .
25
Rev : 03 No : F.02.55 Contoh : CO = karbon monoksida
N2O5 = dinitrogen pentaoksida
CO2 = karbon dioksida
CCl4 =karbon tetraklorida
N2O3 = dinitrogen trioksida
2.) Yang terdiri atas ion-ion.
Disebutkan ion positif (kation) terlebih dahulu baru ion negarif (anion)-nya.
Beberapa nama kation :
H+ = hidrogen
Li+ = litium
Na+ = natrium
K+ = kalium
Mg2+ = magnesium
Ca2+ = kalsium
Sr2+ = stronsium
Ba2+ = barium
Al3+ = aluminium
Ag+ = argentum/perak
Zn2+ = seng
Ni2+ = nikel
Fe2+ = besi(II)/fero
Fe3+ = besi(III)/feri
Hg+ = raksa(I)/merkuro
Hg2+ = raksa(II)/merkuri
Cu+ = tembaga(I)/kupro
Cu2+ = tembaga(II)/kupri
Sn2+ = timah (II)/Stanno
Sn4+ = timah(IV)/stanni
Pb2+ = timbal/(II)/plumbo
Pb4+ = timbal(IV)/plumbi
Au3+ = emas(III)
NH4+
= amonium
Dengan catatan nama yang tidak disertai angka Romawi di belakang nama unsur berarti atom unsur tersebut hanya mempunyai satu jenis muatan saja.
Beberapa nama anion:
F- = fluorida
Cl- = klorida
Br- = bromida
l- = yodida
OH- = hidroksida
CN- = sianida
SCN- = tiosianat
ClO- = hipoklorit
S2- = sulfida
ClO2-
= klorit
ClO3-
= klorat
ClO4-
= perklorat
NO2-
= nitrit
NO3-
= nitrat
CH3COO- = asetat
O=/O2- = oksida
MnO4- = permanganat
MnO42-
= manganat
SO32-
= sulfit
SO42-
= sulfat
CO32-
= karbonat
C2O42-
= oksalat
Cr2O42-
= kromat
Cr2O72-
= dikromat (bikromat)
S2O32- = tiosulfat
PO33-
= fosfit
PO43- = fosfat
AsO33- = arsenit
AsO43-
= arsenat
SbO33- = antimonit
SbO43- = antimonat.
26
Rev : 03 No : F.02.55 Beberapa contoh penulisan rumus kimia berikut pemberian nama : kation ditulis di depan, anion di belakang. Jumlah muatan kation disamakan dengan muatan anion dengan cara dikalikan indeksCONTOH:
1. Na bermuatan 1+
NO3 bermuatan 1-
Jumlah muatan sudah sama, tinggal digabungkan sehingga didapatkan NaNO3. Nama senyawanya adalah natrium nitrat
Na1+ + NO31- → NaNO3
2. Ba bermuatan 2+
ClO3 bermuatan 1-
Untuk menyamakan jumlah muatan maka ion Ba2+ dikalikan 1, ion ClO3–
dikalikan 2 ditulis sebagai indeks. Sehingga rumus kimianya adalah Ba(ClO3)2. Nama senyawanya adalah barium klorat.
1XBa2+ + 2XClO3– → Ba(ClO3)2
3. Al bermuatan 3+
Br bermuatan 1-
Untuk menyamakan jumlah muatan, Al3+ dikalikan 1 sedangkan Br- dikalikan 3. Rumus kimianya ditulis AlBr3, dengan nama senyawa aluminium bromida.
1XAl3+ + 3XBr- → AlBr3
4. Untuk senyawa yang rumusnya terdiri dari ion H+ di depan (dalam bentuk larutan) dapat disebut dengan nama asam kecuali H2O.
Contoh :
H2SO4 = hidrogen sulfat atau asam sulfat
HCl = hidrogen klorida atau asam klorida
HCH3COO = asam asetat (biasa ditulis dengan CH3COOH) 3. Pemberian Nama Sesuai dengan Nama Perdagangannya
Banyak senyawa yang diberi nama dengan nama trivial, seperti nama perdagangannya. Contoh:
C6H12O6 = glukosa
C12H22O11 = gula pasir
CH3COOH = cuka
CO(NH2)2 = urea
C2H5OH = alkohol
NH3 = amoniak 4. Oksida Asam, Oksida Basa, Asam dan Basa
1. Oksida Asam
Pada umumnya oksida asam adalah oksida dari unsur bukan logam atau hasil senyawa zat bukan logam dengan oksigen, contoh :
27
Rev : 02 No : F.02.55 CO2 = karbon dioksida
SO2 = belerang dioksida
SO3 = belerang trioksida
P2O5 = diphosphor pentaoksida 2. Oksida Basa
Sebagian besar oksida dari logam adalah oksida basa, Contoh :
PbO = timbal (II) oksida
Cu2O = tembaga (I) oksida
Ag2O = perak oksida
Fe2O3 = besi (III) oksida 3. Asam
Senyawa yang dalam larutan menghasilkan ion H+ disebut asam, Contoh : Larutan HCl = asam klorida (terdiri ion H+ dan ion Cl-) Larutan H2SO4 = asam sulfat (terdiri ion H+ dan ion SO42-
) Larutan HNO3 = asam nitrat (terdiri ion H+ dan ion NO3-) 4. Basa
Senyawa yang dalam larutan menghasilkan ion OH- disebut basa, Contoh : Larutan NaOH = natrium hidroksida (terdiri ion Na+ dan ion OH-) Larutan Ba(OH)2 = barium hidroksida (terdiri ion Ba+ dan ion OH-) Larutan NH4OH = amonium hidroksida (terdiri ion NH4+
dan ion OH-) C. PERSAMAAN REAKSI
1. Aturan Penulisan Persamaan Reaksi
Persamaan reaksi adalah persamaan yang menunjukan zat-zat yang bereaksi sama dengan zat hasil reaksi. Zat-zat yang bereaksi disebut pereaksi (reaktan) ditulis di sebelah kiri, sedangkan zat hasil reaksi ditulis di sebelah kanan. Perubahan zat dari pereaksi ke hasil reaksi ditulis dengan arah panah ke kanan.
Contoh :
1. Besi direaksikan dengan belerang menghasilkan besi belerang.
Besi + Belerang Besi Belerang Fe + S FeS
2. dua molekul Hidrogen direaksikan dengan satu molekul oksigen menghasilkan dua molekul air .
Hidrogen + Oksigen Air
2H2 + O2 2H2O
Dalam reaksi kimia berlaku Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) yang mengatakan:
“ Jumlah massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”
Massa zat sebelum reaksi = Massa zat sesudah reaksi
28
Rev : 02 No : F.02.55 Massa suatu zat berbanding lurus, dengan jumlah partikel (atom-atom) maka hukum tersebut dapat diartikan :“ Jumlah atom yang bereaksi (pereaksi) akan sama dengan jumlah atom-atom zat hasil reaksi.”
2. Menyetarakan Persamaan Reaksi Perhatikan contoh reaksi berikut : 1. Fe + S FeS
2 atom 2 atom Reaksi tersebut sudah setara (sudah benar),
karena jumlah atom ruas kiri = jumlah atom ruas kanan
2. H2 + O2 H2O
3 atom di ruas kanan = dua hidrogen dan satu oksigen 4 atom di ruas kiri :
Dua dari gas hidrogen
Dua dari gas oksigen Reaksi ini belum setara,
karena ada perbedaan jumlah atom ruas kiri dan kanan
Cara menyetarakan reaksi No. 2 adalah :
- Jumlah atom H di kiri dan di kanan sudah sama, yaitu 2
- Jumlah atom O di kiri ada 2, sedangkan di kanan ada satu. Untuk itu di sebelah kiri dikalikan setengah, maka :
H2 + ½ O2 H2O
Agar tidak ada pecahan maka semuanya dikalikan dua, sehingga : 2H2 + O2 2H2O
6 atom (2X2 atom H) dan (2X 1atom O) 6 atom
(2X2) atau 4 hidrogen + 2 oksigen
Dalam persamaan reaksi, bilangan-bilangan di depan zat tersebut koefisien reaksi.
Jumlah atom pereaksi = jumlah atom hasil reaksi
29
Rev : 02 No : F.02.55 CONTOH SOAL1. Setarakan reaksi : Fe + O2 Fe2O3 !
Langkah penyelesaian pnyetaraan persamaan reaksi : (i) Fe + O2 Fe2O3
Atom Fe di kiri ada satu dan di kanan ada dua maka yang di kiri dikalikan dua : 2Fe + O2 Fe2O3
(ii) 2Fe + O2 Fe2O3
Atom O di kiri ada dua dan di kanan ada tiga maka yang di kiri dikalikan 2 3 :
2Fe + 2
3O2 Fe2O3
(iii) Agar tidak ada pecahan, maka kita kalikan dua : 2Fe +
2
3O2 Fe2O3
X2 4Fe + 3 O2 2 Fe2O3
2. Setarakan reaksi : C3H8 + O2 CO2 + H2O !
Langkah penyelesaian pnyetaraan persamaan reaksi : (i) C3H8 + O2 CO2 + H2O
Atom C di kiri ada 3, sedangkan di kanan ada satu maka di kanan dikalikan 3 : C3H8 + O2 3CO2 + H2O
(ii) C3H8 + O2 CO2 + H2O
Atom H di kiri ada 8, sedangkan di kanan ada 2 maka di kanan dikalikan 4 : C3H8 + O2 3CO2 + 4H2O
(iii) C3H8 + O2 3CO2 + 4H2O
Atom O di kiri ada 2, sedangkan di kanan ada 10 (6 dari CO2 dan 4 dari H2O) maka di kiri dikalikan 5 :
C3H8 + 5O2 3CO2 + 4H2O
30
Rev : 02 No : F.02.55 LATIHAN DAN TUGAS :A. LAMBANG UNSUR TUGAS
KERJAKAN DI RUMAH :
Jodohkanlah nama-nama unsur yang ada dalam kotak dengan lambang unsurnya yang ada dalam lingkaran dengan memberi warna yang sama!
h. Ag i. Au j. F
g. P k. Fe
a.S f. Pb
e. Hg b. Cu
d. Zn c. Ti
1. ...
2. ...
3. ...
4. ...
5. ...
6. ...
7. ...
8. ...
9. ………..
10. ………
PENILAIAN PROSES & HASIL BELAJAR
1. Besi 2. Tembaga 3. Belerang
4. Flour
5. Timbal
6. Seng 7. Raksa
10. Fosfor 9. Emas 8. Perak
31
Rev : 02 No : F.02.55 I. Lengkapi tabel berikut :No. Nama Unsur
(Bahasa Indonesia)
Lambang
Unsur No. Lambang
Unsur
Nama Unsur (Bahasa Indonesia)
1. Hidrogen 26. Be
2. Litium 27. Mg
3. Natrium 28. Ca
4. Kalium 29. Sr
5. Rubidium 30. Ba
6. Cesium 31. Ra
7. Fransium 32. Karbon
8. B 33. Silikon
9. Al 34. Galium
10. Ga 35. Timah
11. In 36. Timbal
12. Tl 37. O
13. Nitrogen 38. S
14. Phospor 39. Se
15. As 40. Te
16. Sb 41. Po
17. Bi 42. Helium
18. Flour 43. Neon
19. Khlor 44. Argon
20. Brom 45. Kripton
21. Iodium 46. Xenon
22. Astatin 47. Radon
23. Cr 48. Zn
24. Fe 49. Ag
25. Cu 50. Au
B. RUMUS KIMIA Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Jelaskan perbedaan rumus molekul dengan rumus empiris!
...
...
...
...
2. Berikan masing-masing 5 contoh rumus molekul dan rumus empiris!
Rumus molekul :
...
...
rumus empiris :
...
...
32
Rev : 02 No : F.02.55 3. Lengkapi tabel berikut :NO. RUMUS SENYAWA NAMA SENYAWA
3.1. CO
3.2. CO2
3.3. Dinitrogen pentaoksida
3.4. Dinitrogen trioksida
3.5. CCl4
4. Kation :
a. tembaga (I) : ... e. Hg+ : ...
b. tembaga (II) : ... f. Hg2+ : ...
c. besi (III) : ... g. Sn2+ : ...
d. besi (II) : ... h. Sn4+ : ...
5. Anion :
a. nitrat : ... e. PO33-
: ...
b. nitrit : ... f. PO43- : ...
c. sulfat : ... g. CH3COO- : ...
d. sulfit : ... h. OH- : ...
6. Lengkapi tabel :
NO. NAMA UMUM (NAMA PERDAGANGAN) RUMUS SENYAWA
6.1. Gula pasir
6.2. C6H12O6
6.3. Urea
6.4. Amoniak
6.5. C2H5OH
7. Berikan empat contoh oksida asam (nama beserta rumus senyawa) !
...
...
8. Berikan empat contoh oksida basa beserta rumus senyawa) !
...
...
9. Tuliskan Senyawa yang ter bentuk antara ion-ion berikut ini :
a. Kalium dengan Khlorida = ...
b. Besi (III) dengan Hidroksida = ...
c. Aluminium dengan Sulfat = ...
10. Beri nama senyawa berikut :
a. Na3PO4 = ...
b. CH3COOK = ...
c. Fe2(SO4)3 = ...
33
Rev : 02 No : F.02.55 C. PERSAMAAN REAKSI KIMIAI. Jawablah pertanyaan berikut ini!
1. Tuliskan bunyi hukum kekekalan massa ( Hukum Lavoisier ) !
...
...
2. Apa yang dimaksud dengan pereaksi (reaktan)
...
...
3. Perhatikan persamaan reaksi berikut : C8H18 + O2 → CO2 + H2O Tentukan zat yang disebut sebagai :
Pereaksi : ...
Hasil reaksi : ...
Apakah persamaan reaksi tersebut sudah setara ? ...
Jelaskan alasannya
...
...
II. Setarakan persamaan reaksi berikut : 1. Al2(SO4)3 + CaCl2 AlCl3 + CaSO4 2. NaOH + BaCl2 NaCl + Ba(OH)2
3. Na2CO3 + HNO3 NaNO3 + H2O + CO2. 4. CH4 + O2 CO2 + H2O
Jawaban :
1. ...
2. ...
3. ...
4. ...
III. Selesaikan persamaan reaksi berikut : 1. H2SO4 + Fe2O3 Fe2(SO4)3 + H2O 2. C6H12O6 CO2 + C2H5OH
3. (NH4)2SO4 + KOH K2SO4 + NH3 + H2O 4. C8H18 + O2 → CO2 + H2O
Jawaban :
1.………
2.………
3.………
4. .……….
34
Rev : 02 No : F.02.55 TESA. Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap paling benar !
1. Penggunaan lambang atom unsur-unsur yang berupa huruf-huruf, pertama kali diperkenalkan oleh ....
A. Lavoisier B. Berzelius
C. John Dalton D. Robert Boyle
E. Joseph Proust
2. lambang unsur dari timah dan besi adalah ….
A. T dan Fe C. Ti dan Be
B. Se dan Ag D. Sn dan Fe E. Pb dan Fe
3. Lambang atom belerang, timah dan kalsium berturut-turut adalah …
A. Be, Ti, K C. S, Sn, K
B. S, Ti, K D. S, Ti, Ca E. S, Sn, Ca
4. Ni, Kr, B dan Cr berturut-turut merupakan lambang atom dari unsur-unsur ….
A. Nitrogen, Khrom, Brom, dan Khlor
B. Nikel, Khrom, Barium, dan Khlor D. Nikel, Kripton, Boron, dan Khrom C. Nitrogen, Kripton, Barium, dan Khrom E. Nikel, Khlor, Boron, dan Khrom 5. Lambang unsur tembaga adalah …
A. Ca C. Co
B. Cl D. Cr E. Cu
6. Tanda atom dari kalium, karbon, dan kalsium berturut-turut adalah …
A. K, C, Ca C. C, K, Ca
B. K, Ca, C D. Ca, C, K E. Ca, K, C
7. Kelompok unsur berikut yang semuanya berupa logam adalah ….
A. Mg, C, Ag C. Fe, Au, S
B. P, As, N D. K, Cl, Na E. Cu, Hg, Zn
8. Lambang unsur untuk boron, timah dan kobalt berturut-turut adalah ….
A. B, Ti dan Ko C. Br, Sn dan K E. Bo, T dan Co
B. Br, Sn dan Co D. B, Sn dan Co
9. Emas, Argon, dan Arsen memiliki lambang unsur berturut-turut ….
A. Au, As, Ar C. As, Ar, Au
B. Ar, As, Au D. Au, Ar, As E. Ar, Au, As
10. Unsur dengan rumus kimia Ca adalah ……
A. Kalsium C. Karbon
B. Kalium D. Kadmium E. Klorida
11. Nama unsur yang terdapat dalam senyawa Na2SO4 adalah …..
A. Natrium dan sulfat
B. Natrium, sulfat dan oksigen D. Natrium, belerang dan air C. Natrium, sulfit dan oksigen E. Natrium, belerang dan oksigen
35
Rev : 02 No : F.02.55 12. Nama senyawa yang mempunyai rumus kimia N2O5 adalah ….A. Nitrogen
B. Nitrogen (II) oksida C. Nitrogen oksigen
D. Dinitrogen pentaoksida E. Natrium, sulfit dan oksigen
13. Rumus kimia senyawa kalsium posfat adalah ….
A. K2PO4 B. CaPO4
C. Ca3(PO4)2 D. Ca2(PO4)
E. CaPO3
14. Nama yang tidak sesuai dengan rumusnya adalah ……
A. P2O5= dipospor penta oksida B. CCl4= karbon tetra klorida C. BaCl2= barium klorida
D. Fe2O3= besi oksida E. Cl2O3= dikloro trioksida
15. Rumus kimia yang merupakan rumus molekul sekaligus rumus empiris adalah ……
A. CH3COOH B. C2H5OH
C. N2O4 D. H2C2O4
E. C4H8
16. Rumus kimia yang merupakan molekul unsur adalah ……
A. CO(NH2)2.
B. Na2SO4.
C. Al2(CO3)3. D. Cl2.
E. KNO3.
17. Rumus kimia yang merupakan rumus empiris adalah … A. MgBr2
B. CH3COOH
C. C12H24 D. C6H12O6
E. C4H10
18. Dalam senyawa ionik terdapat 1 atom Al, 3 atom N, dan 9 atom O maka satuan rumus yang tepat adalah …….
A. 3AlNO3
B. Al3N3O9
C. (AlNO3)3
D. Al(NO3)3
E. Al3NO3
19. Pupuk ZA adalah ammonium sulfat dengan rumus kimia (NH4)2SO4, mengandung..
A. 2 atom N, 8 atom H, 1 atom S dan 4 atom O B. 1 atom N, 4 atom H, 1 atom S dan 2 atom O C. 1 atom N, 4 atom H, 2 atom S dan 8 atom O D. 2 atom N, 4 atom H, 1 atom S dan 4 atom O E. 4 atom N, 2 atom H, 1 atom S dan 4 atom O
20. Ke dalam bensin kendaraan bermotor di campurkan suatu senyawa yang bernama tetraetil timbal dan mempunyai rumus kimia Pb (C2H5)4. molekul tetraetil timbal ini tersusun atas ….
A. 3 atom B. 8 atom
C. 23 atom D. 29 atom
E. 32 atom
21. Dua molekul cuka, CH3COOH terdiri dari …..
A. 8 atom C, 4 atom H, dan 4 atom O B. 8 atom C, 8 atom H, dan 2 atom O C. 4 atom C, 8 atom H, dan 4 atom O
D. 4 atom C, 8 atom H, dan 2 atom O E. 2 atom C, 4 atom H, dan 2 atom O
22. Jumlah atom H yang terdapat dalam rumus molekul (NH4)2SO4. 6H2O adalah …
A. 2 B. 4 C. 10 D. 18 E. 20
36
Rev : 02 No : F.02.55 23. Di antara senyawa-senyawa berikut yang memiliki jumlah atom oksigen terbanyak adalah….A. Cr(NH3)6PO4 C. NaFe(C2O4)2
B. Cu(H2O)4SO4 D. K3 CO(NO2)6 E. Ag(NH3)(H2O) 24. Massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Pernyataan ini dikemukakan oleh .…
A. Lavoiser B. John Dalton
C. Proust D. Berzelius
E. Avogadro
25. Perhatikan persamaan reaksi berikut :
FeS(S) + O2(g) FeO(g) + SO2(g) Setelah persamaan reaksi di atas disetarakan, molekul gas O2 yang bereaksi adalah …..
A. 1 molekul B. 2 molekul
C. 3 molekul D. 4 molekul
E. 5 molekul
26. Berikut adalah persamaan reaksi permbakaran gas metana CH4 : P CH4(g) + qO2(g) rCO2(g) + sH2O(g)
Berdasarkan Hukum kekekalan Massa, persamaan ini benar, jika harga p,q,r dan s berturut-turut adalah ….
A. 1, 1, 2, 2 B. 1, 2, 1, 2
C. 1, 2, 2, 1 D. 2, 1, 2, 1
E. 2, 1, 1, 2
27. Persamaan reaksi : a C2H6 + b O2 c CO2 + d H2O Koefisien a, b, c dan d yang tepat secara berturut-turut adalah ….
A. 1-3-2 dan 3 B. 2-5-2 dan 6
C. 1-3-3 dan 3 D. 3-5-7 dan 4
E. 2-7-4 dan 6
28. Pada persamaan reaksi berikut :
a CH3CH2OH + b O2 c CO2 + d H2O. koefisien a, b, c, dan d adalah ………
A. 1, 1, 1, 1 B. 1, 2, 1, 2
C. 1, 3, 3, 2 D. 1, 3, 2, 3
E. 1, 3, 3, 1
29. Persamaan reaksi : p C3H8 + q O2 r CO2 + s H2O Koefisien p, q, r dan s yang tepat secara berturut-turut adalah ….
A. 1-5-3 dan 4 B. 1-3-4 dan 3
C. 2-5-2 dan 4 D. 3-5-9 dan 4
E. 2-5-3 dan 4
30. Setelah reaksi : Cl2 + NaOH NaCl + NaClO + H2O disetarakan, maka H2O memiliki koefisien ……
A. 1 B. 2 C. 3 D. 4 E. 5
Penskoran Soal Pilihan Ganda
No Soal Bobot Persoal PG Nilai Nilai
Siswa
………
Paraf Guru
1-30 3,33 ………
Nilai perolehan KD Pengetahuan = Skor PG
37
Rev : 02 No : F.02.55BAB 3. STRUKTUR ATOM DAN SISTEM PERIODIK UNSUR
3.3 Mengkorelasikan struktur atom berdasarkan konfigurasi elektron untuk menentukan letak unsur dalam tabel periodik
4.3 Menentukan letak unsur dalam tabel periodik berdasarkan konfigurasi elektron KD/INDIKATOR SKKNI
-
KD/INDIKATOR IDUKA -
A.
STRUKTUR ATOM
1. PARTIKEL PENYUSUN ATOM DAN PENEMUNYA
Partikel Muatan listrik Massa (amu=sma) Penemu
Proton Netron Elektron
+ 1 0 -1
1 1 0
E Ruther Ford Chadwick J. J. Thomson
Untuk setiap penulisan inti atom sering ditulis lambang atom yang disertai dengan nomor massa dan nomor atomnya. Adapun notasi secara umum sebagai berikut :
AX
Z atau zXA X = lambang unsur
A = nomor massa = bilangan massa Z = nomor atom
Contoh :
23Na
11 Artinya inti atom natrium mempunyai nomor atom = 11 dan massa = 23.
Nomor massa atau bilangan massa adalah bilangan yang menyatakan jumlah nukleon (proton dan netron) yang terdapat dalam inti atom.
Jadi bila suatu inti diketahui nomor atom dan nomor massanya, dapat dihitung jumlah pertikel-partikel penyusun atom tersebut. Dari kedua pengertian diatas, maka jumlah netron dalam inti atom dapat dihitung
n = A – Z partikel.
2. KONFIGURASI ELEKTRON
MATERI PEMBELAJARAN
KOMPETENSI DASAR/INDIKATOR :
38
Rev : 02 No : F.02.55 Pengisian atau penyebaran elektron-elektron pada kulit-kulit atom dinamakan Konfigurasi Elektron. Pada bahasan sebelumnya telah diuraikan cara penyebaran elektron dalam atom. Berdasarkan keberadaan atom tersebut dalam tabel periodik.Adakah cara lain untuk menentukan penyebaran elektron dalam atom? Pengisian elektron pada kulit-kulit atom mempunyai aturan-aturan tertentu.
Adapun pengisian elektron pada kulit atom adalah sebagai berikut : 1). Jumlah maksimum elektron pada suatu kulit memenuhi 2n2
2). Jumlah maksimum pada kulit terluar adalah 8. hal ini disebabkan pada sistem periodik hanya ada 8 golongan
3). Pada keadaan normal pengisian elektron dimulai dari kulit bagian dalam (kulit K).
untuk unsur nomor atom 1 sampai dengan 18, kulit bagian luar di isi setelah kulit bagian dalam terisi penuh.
Contoh :
a. 6C jumlah elektron = 6
Konfigurasi elektron : K L
2 4
b. 11Na jumlah elektron = 11
Konfigurasi elektron : K L M
2 8 1
c. 17Cl jumlah elektron = 17
Konfigurasi elektron : K L M
2 8 7
Pada unsur dengan nomor atom lebih dari 18, kulit bagian luar, yaitu kulit keempat (kulit N) dan seterusnya mulai terisi oleh elektron, walaupun kulit ketiga (kulit M) belum terisi penuh.
Contoh :
20Ca Jumlah elektron = 20
Konfigurasi elektron K L M N
2 8 8 2
3. ELEKTRON VALENSI
Elektron Valensi menunjukan jumlah elektron pada kulit terluar, dan jumlah maksimal elektron valensi tersebut adalah 8.
Tabel Elektron valensi beberapa unsur : Lambang
Atom
Susunan elektron
Kulit terluar Elektron-elektron Elekrton
K L M N Terluar Valensi
Li Mg
K Ar
2 2 2 2
1 8 8 8
- 2 8 8
- - 1 -
L M N M
1 2 1 8
1 2 1 8 Hubungan susunan elektron dalam atom demgan golongan dan periode
39
Rev : 02 No : F.02.55 Untuk mengetahui hubungan susunan elektron dalam atom dengan golongan dan periode. Perhatikan tabel berikut ini :Tabel : Hubungan susunan elektron dengan golongan dan periode :
Atom No.
Atom
Susunan Elektron Jumlah Pada Sistem Periodik Elektron Valensi Kulit Golongan Periode Li
Be B Na Mg Al
3 4 5 11 12 13
2.1 2.2 2.3 2.8.1 2.8.2 2.8.3
1 2 3 1 2 3
2 2 2 3 3 3
I A II A III A
I A II A III A
2 2 2 3 3 3
Dari tabel tersebut ternyata elektron valensi menunjukan letak golongang pada sistem periodik. Dengan mempunyai elektron valensi yang sama dalam satu golongan, maka sifat-sifat unsur hampir sama. Periode ditentukan oleh jumlah kulit.
HUBUNGAN SUSUNAN ELEKTRON/KONFIGURASI ELEKTRON DENGAN PERIODE DAN GOLONGAN
A. Amati gambar dari slide berikut ini:
PE RI OD E DAN
GO OL NG NA PERIODE = LAJUR ………
PADA SISTEM PERIODIK UNSUR GOLONGAN = LAJUR ………
PADA SISITEM PERIODIK UNSUR GOL
IA
Atom Unsur Konfigurasi Elektron
Jumlah Kulit
Elektron valensi
Golo-
ngan Periode
Li 2, 1 2 1 I A 2
ATOM UNSUR
A. Lengkapi tabel berikut !
40
Rev : 02 No : F.02.55NOTASI LAMBANG
UNSUR
NOMOR MASSA
NOMOR ATOM
JUMLAH PARTIKEL
p e n
11Na23
28Ni58
Cr 52 24
Mg 12 12
B. Lengkapi tabel berikut ini sehingga membentuk hubungan yang tepat!
No Atom
Unsur Konfigurasi
Elektron JumlahKulit Elektronvalensi Golo-ngan Periode
3 Li 2, 1 2 1 I A 2
6 C ……… … … … A …
7 N ……… … … … A …
8 O ……… … … … A …
12 Mg ……… … … … A …
13 Al ……… … … … A …
17 Cl ……… … … … A …
18 Ar ……… … … … A …
2 1
PE RI OD E DAN
GO OL NG NA
Notasi
Inti A Z p e n Konfigurasi
Elektron
Elektron Valensi
Golo ngan
Jumlah
Kulit Periode
11Na23
40 20
13 14
70 2,8,18,18,4
75 5 4
16 VI A 3
36 48
PENILAIAN PROSES & HASIL BELAJAR