• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRO SPEKTU S. PT Bank Nationalnobu Tbk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PRO SPEKTU S. PT Bank Nationalnobu Tbk"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

(1)

PR O SPEKT U S

PT Bank Nationalnobu Tbk

Plaza Semanggi Lantai UG Jl. Jendral Sudirman Kav. 50 Jakarta 12930 – Indonesia Telpon: (021) 2553 5128 Faksimili: (021) 2553 5130

Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) : 24 September 2021

Tanggal Efektif : 29 November 2021

Tanggal Cum HMETD pada perdagangan

- Pasar Reguler dan Negosiasi : 7 Desember 2021

- Pasar Tunai : 9 Desember 2021

Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di

- Pasar Reguler dan Negosiasi : 8 Desember 2021

- Pasar Tunai : 10 Desember 2021

Tanggal Terakhir Pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham yang Berhak HMETD : 9 Desember 2021

Tanggal Distribusi HMETD : 10 Desember 2021

Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia : 13 Desember 2021

Periode Perdagangan HMETD : 13-17 Desember 2021

Periode Pelaksanaan (Pendaftaran, Pemesanan, dan Pembayaran) HMETD : 13-17 Desember 2021

Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 15-17, 20-21 Desember 2021

Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 21 Desember 2021

Tanggal Penjatahan Efek Tambahan : 22 Desember 2021

Tanggal Pembayaran Penuh oleh Pembeli Siaga : 23 Desember 2021

Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 24 Desember 2021

Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 24 Desember 2021

OTORITAS JASA KEUANGAN (”OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.

PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.

PT BANK NATIONALNOBU TBK (“PERSEROAN“) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.

PT Bank Nationalnobu Tbk

Kegiatan Usaha:

Bergerak dalam bidang usaha Jasa Perbankan Berkedudukan di Jakarta, Indonesia Kantor Pusat:

Plaza Semanggi Lantai UG Jl. Jendral Sudirman Kav. 50

Jakarta 12930 – Indonesia Telpon: (021) 2553 5128 Faksimili: (021) 2553 5130

Kantor Operasional:

1 Kantor Pusat Non-operasional berlokasi di Plaza Semanggi, Jakarta Selatan

116 Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu dan Kantor Kas yang tersebar di 55 kota di 29 propinsi di seluruh Indonesia.

website: www.nobubank.com email: [email protected]

PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“PMHMETD”)

Perseroan menawarkan sebanyak 164.367.122 (seratus enam puluh empat juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu seratus dua puluh dua) saham biasa atas nama (”Saham Baru”) dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) setiap saham, yang mewakili sebanyak 3,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD, sehingga nilai PMHMETD adalah sebanyak Rp198.062.382.010 (seratus sembilan puluh delapan miliar enam puluh dua juta tiga ratus delapan puluh dua ribu sepuluh Rupiah). Setiap pemegang 27 (dua puluh tujuh) saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) pada tanggal 9 Desember 2021 pukul 16.15 WIB mendapatkan 1 (satu) HMETD dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham, dengan harga pelaksanaan Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) setiap saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham. Saham Baru yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham. Saham yang akan diterbitkan dalam rangka PMHEMTD ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (“BEI”). HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar Bursa Efek selama 5 (lima) Hari Bursa mulai tanggal 13 Desember 2021 sampai 17 Desember 2021. Pencatatan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 13 Desember 2021 Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 17 Desember 2021 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

PT Kharisma Buana Nusantara (’KBN”) adalah pemilik dan pemegang sah atas 1.000.000.000 (satu miliar) saham atau sebesar 22,53%

dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor ke dalam PT Bank Nationalnobu Tbk dan memiliki HMETD sejumlah 37.037.037 Saham Baru. Berdasarkan Surat Pernyataan Pelaksanaan Hak PT Kharisma Buana Nusantara Dalam Rangka Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu PT Bank Nationalnobu Tbk tertanggal 5 November 2021, KBN tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya dalam rangka PMHMETD dan tidak mengalihkan HMETD yang dimiliki kepada pihak lain. Sesudah pelaksanaan PMHMETD, KBN akan tetap menjadi Pemegang Saham Pengendali sesuai dengan ketentuan di bidang pasar modal dengan memperhatikan proforma kepemilikan saham pada Emiten sesudah PMHMETD.

Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal Pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019), maka hak atas pecahan saham dalam PMHMETD wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. Saham Baru yang akan diterbitkan dalam PMHMETD ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus.

Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dijatahkan secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam SBHMETD atau FPPST. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga, yaitu PT Grahaputra Mandirikharisma (”GPMK”) akan membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga yang sama dengan harga pelaksanaan, yaitu Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) setiap saham dengan total sebanyak Rp193.000.000.000 (seratus sembilan puluh tiga miliar Rupiah) dengan melakukan penyetoran dalam bentuk lain selain uang (inbreng) dan sebanyak Rp5.100.000.000 (lima miliar seratus juta Rupiah) dengan melakukan penyetoran tunai, berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam Rangka PMHMETD PT Bank Nationalnobu Tbk No. 02 tanggal 1 Oktober 2021 dan Akta Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD PT Bank Nationalnobu Tbk No. 05 tanggal 8 November 2021 yang keduanya dibuat dihadapan Lily Harjati Soedewo, S.H., MKn, Notaris di Jakarta.

RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT. FAKTOR RISIKO PERSEROAN SELENGKAPNYA DICANTUMKAN PADA BAB VII PROSPEKTUS INI.

PENTING UNTUK DIPERHATIKAN OLEH PARA PEMEGANG SAHAM

PEMEGANG SAHAM PERSEROAN YANG TIDAK MELAKSANAKAN HMETD YANG DITAWARKAN SESUAI DENGAN PORSI SAHAMNYA, MAKA PROPORSI KEPEMILIKAN SAHAMNYA DALAM PERSEROAN AKAN MENGALAMI PENURUNAN (DILUSI)

PROSPEKTUS PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT BANK NATIONALNOBU TBK TAHUN 2021

(2)

Perseroan telah menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sehubungan dengan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD”) yang ditujukan kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No. 1474/DIR/X/2021 tanggal 12 Oktober 2021 sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tanggal 22 Desember 2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No. 14/

POJK.04/2019) yang merupakan pelaksanaan dari Undang Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tanggal 10 November 1995 tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya (selanjutnya disebut sebagai “Undang-Undang Pasar Modal”).

Perseroan telah memperoleh persetujuan dari OJK Pengawas Bank terkait rencana Perseroan dalam melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan rencana Penyetoran Saham Dalam bentuk lain Selain Uang (inbreng) sebagaimana tertuang dalam Surat No. S-181/PB.31/2021 tertanggal 30 Agustus 2021, yang menyatakan agar Perseroan memastikan bahwa aset hasil inbreng telah digunakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seluruh saham yang ditawarkan akan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia dengan senantiasa memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.

29 Tahun 1999 (“PP No. 29”) tentang Pembelian Saham Bank Umum sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana diubah berdasarkan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (“UU Perbankan”) dan Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konversi Bank Umum ditetapkan bahwa:

a. Jumlah kepemilikan saham bank oleh Warga Negara Asing dan/atau Badan Hukum Asing yang diperoleh melalui pembelian secara langsung maupun melalui Bursa Efek sebanyak-banyaknya adalah 99% (sembilan puluh sembilan per seratus) dari jumlah saham bank yang bersangkutan (Pasal 3 PP No. 29/1999);

b. Pembelian saham oleh Warga Negara Asing dan/atau Badan Hukum Asing melalui Bursa Efek dapat mencapai 100%

(seratus per seratus) dari jumlah saham bank yang tercatat di Bursa Efek (Pasal 4 ayat 1 PP No. 29/1999);

c. Bank hanya mencatatkan sahamnya di Bursa Efek sebanyak-banyaknya 99% (sembilan puluh sembilan per seratus) dari jumlah saham Bank yang bersangkutan (Pasal 4 ayat 2 PP No. 29/1999 juncto Pasal 39 ayat (1) POJK Nomor Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019);

d. Sekurang-kurangnya 1% (satu persen) dari saham Bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat 2 yang tidak dicatatkan di Bursa Efek harus tetap dimiliki Warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia (Pasal 4 ayat 3 PP No. 29/1999 juncto Pasal 39 ayat (2) POJK Nomor Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019);

Ketentuan tersebut diatas adalah dengan memperhatikan persyaratan dan ketentuan sebagaimana diatur di dalam Peraturan OJK No. 56/2016 dan dengan memperhatikan pengumuman PT Bursa Efek Indonesia No. Peng-10/BEJ-DAG/U/05 1999 tanggal 20 Mei 1999 (“Pengumuman Bursa Efek”) perihal porsi kepemilikan saham perbankan oleh pemodal asing, ditetapkan porsi kepemilikan saham perbankan yang tercatat di Bursa Efek oleh pemodal asing akan dibatasi sebesar 99% (sembilan puluh sembilan persen) sampai dengan dipenuhinya Pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 dalam PP No. 29 tersebut diatas dan Pasal 39 ayat (2) POJK Nomor Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019.

Saham sebesar 1% (satu persen) dari saham Perseroan atau sebanyak 46.022.795 (empat puluh enam juta dua puluh dua ribu tujuh ratus sembilan puluh lima) saham yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek setelah PMHMETD adalah saham yang dimiliki oleh PT Kharisma Buana Nusantara.

Semua Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka PMHMETD ini bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal, dan kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing.

/HPEDJDGDQ3URIHVL3HQXQMDQJ3DVDU0RGDONHFXDOL376KDUHVWDU,QGRQHVLDGHQJDQWHJDVPHQ\DWDNDQWLGDNWHUD¿OLDVLGHQJDQ

Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal. Keterangan selengkapnya mengenai Lembaga dan 3URIHVL 3HQXQMDQJ 3DVDU 0RGDO GDSDW GLOLKDW SDGD %DE ;,9 3URVSHNWXV LQL $GDSXQ KXEXQJDQ D¿OLDVL DQWDUD 3HUVHURDQ GDQ

PT Sharestar Indonesia adalah memiliki kesamaan pemegang saham dimana PT Multipolar Tbk merupakan pemegang saham PT Sharestar Indonesia dan pemegang saham Perseroan secara tidak langsung melalui PT Prima Cakrawala Sentosa dan PT Matahari Department Store Tbk.

6HKXEXQJDQGHQJDQ30+0(7'LQLVHWLDS3LKDN7HUD¿OLDVLGLODUDQJXQWXNPHPEHULNDQNHWHUDQJDQDWDXSHUQ\DWDDQPHQJHQDL

data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus ini, tanpa persetujuan tertulis dari Perseroan.

PT Ciptadana Capital telah menyatakan dalam Surat Pernyataan tertanggal 12 Oktober 2021 bahwa telah memberikan persetujuan tertulis mengenai pencantuman nama dalam Prospektus ini sebagai pihak yang membantu Perseroan dalam penyusunan Prospektus ini dan tidak akan mencabut persetujuan tersebut.

PMHMETD INI TIDAK DIDAFTARKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG/PERATURAN LAIN SELAIN YANG BERLAKU DI INDONESIA. PROSPEKTUS HANYA DIDISTRIBUSIKAN DI INDONESIA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG DAN/

ATAU PERATURAN YANG BERLAKU DI INDONESIA. TIDAK SATUPUN YANG TERCANTUM DALAM DOKUMEN INI DAPAT DIANGGAP SEBAGAI SEBUAH PENAWARAN EFEK UNTUK MENJUAL DI WILAYAH YANG MELARANG HAL TERSEBUT. SETIAP PIHAK DI LUAR WILAYAH INDONESIA BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA UNTUK MEMATUHI KETENTUAN YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT. BARANG SIAPA DI LUAR WILAYAH INDONESIA MENERIMA PROSPEKTUS INI ATAU SBHMETD, ATAU DOKUMEN-DOKUMEN LAIN YANG BERKAITAN DENGAN PMHMETD INI, MAKA DOKUMEN-DOKUMEN TERSEBUT TIDAK DIMAKSUDKAN SEBAGAI DOKUMEN PENAWARAN UNTUK MEMBELI SAHAM BIASA ATAS NAMA HASIL PELAKSANAAN HMETD, KECUALI BILA PENAWARAN, PEMBELIAN ATAU PELAKSANAAN HMETD TERSEBUT TIDAK BERTENTANGAN DENGAN ATAU BUKAN MERUPAKAN SUATU PELANGGARAN TERHADAP UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU DI NEGARA TERSEBUT. DALAM HAL TERDAPAT PEMEGANG SAHAM YANG BUKAN WARGA NEGARA INDONESIA YANG BERDASARKAN KETENTUAN PERUNDANG- UNDANGAN DI NEGARANYA DILARANG UNTUK MELAKSANAKAN HMETD, MAKA PERSEROAN ATAU PIHAK YANG DITUNJUK OLEH PERSEROAN BERHAK UNTUK MENOLAK PERMOHONAN PIHAK TERSEBUT UNTUK MELAKSANAKAN PEMBELIAN SAHAM BERDASARKAN HMETD YANG DIMILIKINYA. PENGEMBALIAN UANG OLEH PERSEROAN AKAN DILAKUKAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KERJA SETELAH TANGGAL PENJATAHAN.

PENGEMBALIAN UANG YANG DILAKUKAN SAMPAI DENGAN TANGGAL TERSEBUT TIDAK AKAN DISERTAI BUNGA.

PERSEROAN TELAH MENGUNGKAPKAN SEMUA INFORMASI YANG WAJIB DIKETAHUI OLEH PUBLIK DAN TIDAK ADA LAGI INFORMASI MATERIAL YANG BELUM DIUNGKAPKAN SEHINGGA TIDAK MENYESATKAN PUBLIK.

(3)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ...i

DEFINISI DAN SINGKATAN ...iii

RINGKASAN ...viii

I. PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHEMTD) ...1

II. RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PMHMETD ...9

III. KETERANGAN MENGENAI TRANSAKSI DAN INFORMASI MENGENAI PENYETORAN SAHAM DALAM BENTUK SELAIN UANG ...13

IV. PERNYATAAN UTANG ...20

V. IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING ...26

VI. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN ...31

VII. FAKTOR RISIKO ...53

VIII. KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ...59

IX. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN ...60

A. KETERANGAN TENTANG PERSEROAN ...60

1. PERMODALAN DAN PEMEGANG SAHAM PERSEROAN ...63

2. STRUKTUR ORGANISASI PERSEROAN ...64

3. PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN ...65

4. SKEMA KEPEMILIKAN PERSEROAN ...75

5. KETERANGAN SINGKAT TENTANG PENGENDALI ...75

6. HUBUNGAN KEPENGURUSAN DAN PENGAWASAN DENGAN PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM ...76

7. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK KETIGA ...76

8. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DENGAN PIHAK TERAFILIASI ...92

9. PERKARA HUKUM YANG SEDANG DIHADAPI PERSEROAN, DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN ...96

(4)

B. KEGIATAN USAHA SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN ..96

1. UMUM ...96

2. KEGIATAN USAHA UTAMA ...98

3. PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK ...108

4. MANAJEMEN RISIKO ...109

5. PENGENDALIAN KEGIATAN USAHA ...115

6. GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG) ...115

7. PENERAPAN PRINSIP KNOW YOUR CUSTOMER (KYC) ...116

8. PEMASARAN ...117

9. PERSAINGAN ...118

10. HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL ...119

11. PROSPEK USAHA PERSEROAN ...121

12. STRATEGI USAHA PERSEROAN ...121

X. EKUITAS ...122

XI. KEBIJAKAN DIVIDEN ...124

XII. PERPAJAKAN ...125

XIII. KETERANGAN MENGENAI PEMBELI SIAGA ...128

XIV. LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL ...136

XV. TATA CARA PEMESANAN SAHAM ...139

XVI. PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN SAHAM ...145

XVII. INFORMASI TAMBAHAN PMHMETD ...146

(5)

DEFINISI DAN SINGKATAN

Afiliasi/ Terafiliasi : Berarti pihak-pihak sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 angka 1 Undang-Undang Pasar Modal, yaitu:

a. hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal;

b. hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;

c. hubungan antara 2 (dua) perusahaan dimana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama;

d. hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut;

e. hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau f. hubungan antara perusahaan dengan pemegang saham utama.

BAE : Berarti singkatan dari Biro Administrasi Efek, pihak yang melaksanakan administrasi saham dalam PMHMETD yang ditunjuk oleh Perseroan, yang dalam hal ini adalah PT Sharestar Indonesia, berkedudukan di Jakarta.

BANI : Berarti singkatan dari Badan Arbitrase Nasional Indonesia, pihak yang memberikan jasa beragam yang berhubungan dengan arbitrase, mediasi dan bentuk-bentuk lain dari penyelesaian sengketa di luar pengadilan.

Bank Kustodian : Berarti Bank Umum yang memperoleh persetujuan dari OJK untuk memberikan jasa penitipan atau melakukan jasa kustodian sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

BEI : Berarti singkatan dari PT Bursa Efek Indonesia, suatu Perseroan Terbatas yang berkedudukan di Jakarta, tempat dimana saham Perseroan dicatatkan.

BNRI : Berarti singkatan dari Berita Negara Republik Indonesia.

DPS : Berarti singkatan dari Daftar Pemegang Saham, daftar yang disusun oleh BAE yang memuat keterangan tentang kepemilikan saham dalam Perseroan.

FKPS : Berarti singkatan dari Formulir Konfirmasi Penjatahan Saham, formulir konfirmasi hasil penjatahan atas nama pemesan sebagai tanda bukti pemilikan atas bagian dari saham yang ditawarkan.

FPPST : Berarti singkatan dari Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan.

Harga Pelaksanaan : Berarti harga tiap saham yang ditawarkan melalui PMHMETD, yaitu sebesar Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) per saham.

Hari Bank : Berarti hari dimana Bank Indonesia buka untuk kegiatan kliring.

(6)

Hari Bursa : Berarti hari diselenggarakannya perdagangan efek di BEI, yaitu hari Senin sampai dengan Jumat, kecuali hari libur nasional sesuai dengan ketetapan Pemerintah atau hari yang dinyatakan sebagai hari libur oleh BEI.

Hari Kalender : Berarti semua hari dalam 1 (satu) tahun sesuai dengan kalender gregorius tanpa kecuali, termasuk hari Minggu dan hari libur nasional yang ditetapkan sewaktu-waktu oleh Pemerintah.

Hari Kerja : Berarti hari Senin sampai dengan hari Jumat, kecuali hari libur nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah.

HMETD : Berarti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang berarti hak yang melekat pada saham yang memberikan kesempatan pemegang saham yang bersangkutan untuk membeli saham sebelum ditawarkan kepada pihak lain.

KSEI : Berarti singkatan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan dijalankan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia serta berkedudukan di Jakarta Selatan, yang mempunyai kegiatan usaha dan mempunyai izin sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian sebagaimana didefinisikan dan ditentukan dalam Undang-Undang Pasar Modal.

Menkumham : Berarti singkatan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

OJK : Berarti Otoritas Jasa Keuangan, yang adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang No. 21 Tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.

Pemegang Rekening : Berarti pihak yang namanya tercatat sebagai pemilik rekening efek di KSEI yang meliputi Perusahaan Efek dan/atau pihak lain yang disetujui oleh KSEI dengan memperhatikan peraturan perundang- undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal dan peraturan KSEI.

Pemegang Saham : Berarti setiap pemegang saham yang memiliki manfaat atas saham yang disimpan dan diadministrasikan dalam: 1) Daftar Pemegang Saham Perseroan; 2) Rekening efek pada KSEI; atau 3) Rekening efek pada KSEI melalui perusahaan efek.

Pemegang Saham Utama : Berarti setiap pihak yang, baik secara langsung maupun tidak langsung, memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari seluruh saham yang mempunyai hak suara yang dikeluarkan oleh Perseroan.

Pemerintah : Berarti Pemerintah Negara Republik Indonesia.

Penitipan Kolektif : Berarti jasa penitipan atas efek yang dimiliki bersama oleh lebih dari satu Pihak yang kepentingannya diwakili oleh KSEI, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Pasar Modal.

(7)

Peraturan BEI No. I-A : Peraturan BEI No. I-A, Lampiran Surat Keputusan Direksi BEI No.

Kep-00183/BEI/12-2018 Tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat.

Peraturan OJK No. 14/2019 : Berarti Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tanggal 29 April 2019.

Peraturan OJK No. 15/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka tanggal 21 April 2020.

Peraturan OJK No. 17/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha tanggal 21 April 2020.

Peraturan OJK No. 33/2014 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 Tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Peraturan OJK No. 34/2014 : Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 Tentang Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.

Peraturan OJK No. 30/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 30/POJK.04/2015 Tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Peraturan OJK No. 32/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 Tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebagaimana diubah dengan Peraturan OJK No.

14/2019.

Peraturan OJK No. 33/2015 : Berarti Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2015 Tentang Bentuk dan Isi Prospektus dalam rangka Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Peraturan OJK No. 55/2016 : Berarti Peraturan OJK No. 55/POJK.03/2016 tentang Penerapan Tata Kelola Bank Umum.

Peraturan OJK No. 56/2016 : Berarti Peraturan OJK No. 56/POJK.03/2016 tentang Kepemilikan Saham Bank Umum.

Peraturan OJK No. 32/2018 : Berarti Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 32/POJK.03/2018 tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit Dan Penyediaan Dana Besar Bagi Bank Umum

Peraturan OJK No. 14/2019 : Berarti Peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tanggal 29 April 2019.

Peraturan OJK No. 12/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Peraturan OJK No. 15/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.

(8)

Peraturan OJK No. 42/2020 : Berarti Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan tanggal 2 Juli 2020.

Pernyataan Pendaftaran : Berarti dokumen yang wajib disampaikan kepada OJK oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD, sesuai dengan ketentuan-ketentuan Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan OJK No. 32/2015 Pasal 17.

Perseroan : Berarti PT Bank Nationalnobu Tbk, berkedudukan di Tangerang, Karawaci, Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan berdasarkan hukum dan perundang-undangan Negara Republik Indonesia.

Prospektus : Berarti setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar pihak lain membeli saham.

PMHMETD : Berarti singkatan dari Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, adalah kegiatan penawaran saham yang dilakukan Perseroan untuk menjual sebanyak 164.367.122 (seratus enam puluh empat juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu seratus dua puluh dua) saham biasa atas nama (”Saham Baru”) yang dikeluarkan dari portepel Perseroan dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham hasil pelaksanaan HMETD.

ROA : Berarti singkatan dari Return on Assets.

ROE : Berarti singkatan dari Return on Equity.

RUPS : Berarti singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham.

RUPSLB : Berarti singkatan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa.

Saham Baru : Berarti saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham yang akan dikeluarkan dari dalam simpanan (portepel) Perseroan dalam rangka PMHMETD ini.

SBHMETD : Berarti singkatan dari Sertifikat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

USD atau Dolar Amerika

Serikat : Berarti mata uang yang berlaku di Amerika Serikat.

Undang-undang Pasar Modal : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Lembaran Negara No. 64 tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara No. 3608 beserta peraturan pelaksanaannya.

UUPT : Berarti Undang-undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Lembaran Negara No. 106 Tahun 2007, Tambahan Lembaran Negara No. 4756 beserta peraturan pelaksanaannya.

(9)

DEFINISI INDUSTRI

BI 7-Day Reverse Repo Rate/

BI7DRR : Berarti suku bunga dengan tenor 1 (satu) bulan yang diumumkan oleh Bank Indonesia secara periodik untuk jangka waktu tertentu yang berfungsi sebagai sinyal (stance) kebijakan moneter

BOPO : Berarti Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional. Biaya operasional dan pendapatan operasional adalah semua biaya dan pendapatan bunga serta biaya/pendapatan dari penduduk maupun bukan penduduk yang merupakan pendapatan maupun biaya dari kegiatan yang lazim sebagai usaha bank. Data dinyatakan dalam persentase (%).

BPS : Berarti singkatan dari basis poin yaitu 0,01% atau 1/100 persen yang digunakan untuk menjadi ukuran satuan kenaikan atau penurunan dalam menghitung suku bunga.

CAR : Berarti singkatan dari capital adequacy ratio atau rasio kecukupan modal yang menunjukkan kemampuan perbankan dalam menyediakan dana yang digunakan untuk mengatasi kemungkinan risiko kerugian.

GWM : Berarti Giro Wajib Minimum, yaitu simpanan minimum yang harus dipelihara oleh Perseroan dalam bentuk saldo rekening giro pada BI yang besarnya ditetapkan oleh BI sebesar persentase tertentu dari dana pihak ketiga dalam Perseroan.

KPMM : Berarti Kewajiban Penyediaan Modal Minimum, yaitu rasio modal terhadap Aset Tertimbang Menurut Risiko yang wajib disediakan oleh Bank Perkreditan Rakyat.

LDR : Berarti Loan to Deposit Ratio, yaitu rasio atau perbandingan antara jumlah kredit yang disalurkan oleh Perseroan terhadap jumlah simpanan dana pihak ketiga atau masyarakat yang terdapat pada Perseroan.

NIM : Berarti Net Interest Margin yaitu Marjin Bunga Bersih yang merupakan pendapatan bunga bersih dibagi dengan rata-rata Aset Produktif dalam kolektibilitas lancar dan dalam perhatian khusus.

NPL : Berarti Non Performing Loan, yaitu pinjaman-pinjaman bermasalah, yang dikategorikan ke dalam kredit kurang lancar, diragukan atau macet sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

SINGKATAN PEMEGANG SAHAM BERBENTUK BADAN HUKUM DENGAN KEPEMILIKAN DI ATAS 5%

1. PT Kharisma Buana Nusantara : “KBN”

2. PT Prima Cakrawala Sentosa : “PCS”

3. PT Matahari Department Store Tbk : “LPPF”

4. OCBC Securities Pte Ltd : “OS”

5. Nomura Securities Co Ltd : “NS”

6. PT Lippo General Insurance Tbk : “LGI”

SINGKATAN PEMBELI SIAGA

1. PT Grahaputra Mandirikharisma : “GPMK”

(10)

RINGKASAN

Ringkasan ini memuat fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting bagi Perseroan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dan harus dibaca dalam kaitannya dengan keterangan yang lebih rinci serta Laporan Keuangan dan penjelasan yang tercantum dalam Prospektus ini. Semua informasi keuangan Perseroan yang berkedudukan hukum di Indonesia disusun dalam mata uang Rupiah dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

KETERANGAN TENTANG PERSEROAN

PT Bank Nationalnobu Tbk adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya menurut dan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, didirikan pertama kali dengan nama PT Alfindo Sejahtera Bank (PT Alfindo Bank) berdasarkan Akta No.86 tertanggal 13 Februari 1990 yang kemudian diubah namanya menjadi PT Alfindo Sejahtera Bank berdasarkan Akta No.129 tertanggal 10 April 1990 yang keduanya dibuat dihadapan Drs. Entjoen Mansoer Wiriatmadja, S.H., notaris di Jakarta yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. C2-2610.HT.01.01.

TH.90 tanggal 7 Mei 1990; didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 890/90 tanggal 26 Juni 1990; didaftarkan dalam buku register di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 891/90 tanggal 26 Juni 1990; dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.

80 tanggal 5 Oktober 1990, Tambahan No. 3865 Tahun 1990 (“Akta Pendirian”).

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dan perubahan terakhir adalah sebagaimana termaktub dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 7 tanggal 24 Juli 2020, dibuat di hadapan Unita Christina Winata, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan perubahan Pasal Pasal 9 ayat 8, 9, 10 dan 11 tentang Rapat Umum Pemegang Saham, Pasal 10 Ayat 1, 3 dan 7 tentang Tempat, Pemanggilan dan Pimpinan Rapat Umum Pemegang Saham; Pasal 11 ayat 5 dan 6 tentang Kuorum, Hak Suara dan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham, yang telah memperoleh Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Nomor: AHU- AH.01.03-0349826 tertanggal 14 Agustus 2020 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU- 0134315.AH.01.11.TAHUN 2020 tertanggal 14 Agustus 2020 (“Akta No.7/2020”).

Perseroan memulai kegiatan usahanya secara komersial pada tahun 1990. Pada saat diterbitkannya Prospektus ini, berdasarkan ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan ialah bergerak dalam bidang jasa perbankan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama sebagai berikut:

a. Bank Umum Swasta Devisa

Menjalankan segala kegiatan usaha perbankan dalam valuta asing dan/atau melakukan transaksi perbankan dengan pihak luar negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang- undangan yang dibidang Perbankan; dan

b. Bank Umum Swasta Non Devisa

Menjalankan segala kegiatan usaha perbankan non devisa dalam rupiah dan/atau melakukan transaksi perbankan dengan pihak dalam negeri dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang dibidang Perbankan

Pada saat ini, Perseroan melakukan kegiatan usaha utama yaitu bidang usaha Jasa Perbankan.

(11)

PMHMETD

1. Jumlah Saham Baru : Sebanyak 164.367.122 (seratus enam puluh empat juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu seratus dua puluh dua) saham biasa atas nama, yang mewakili sebanyak 3,57%

dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD

2. Total Penawaran PMHMETD : Sebesar Rp198.062.382.010 (seratus sembilan puluh delapan miliar enam puluh dua juta tiga ratus delapan puluh dua ribu sepuluh Rupiah)

3. Rasio HMETD : 27:1 yaitu setiap pemegang 27 (dua puluh tujuh) Saham mendapatkan 1(satu) HMETD, dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru

4. Nilai Nominal : Rp100 (seratus Rupiah) setiap saham

5. Hak atas Saham Baru : Saham Baru ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus

6. Harga Pelaksanaan HMETD : Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) setiap saham.

7. Komitmen Pemegang Saham

Utama : KBN selaku Pemegang Saham Utama tidak akan

melaksanakan HMETD yang dimilikinya sejumlah 37.037.037 Saham Baru dan tidak mengalihkan HMETD yang dimilikinya kepada pihak lain.

8. Dilusi Kepemilikan Setelah HMETD : Maksimal 3,57% (bagi yang tidak melaksanakan HMETD).

9. Pembeli Siaga : GPMK merupakan Afiliasi dari Perseroan karena adanya hubungan keluarga karena keturunan yaitu antara Mochtar Riady selaku pemegang saham pengendali terakhir Perseroan yang merupakan bapak dari James Tjahaja Riady selaku pengendali dari GPMK.

10. Periode Pelaksanaan (Pendaftaran, Pemesanan, dan Pembayaran) HMETD

: 13 Desember 2021 sampai 17 Desember 2021.

Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 17 Desember 2021 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

11. Perlakuan atas HMETD dalam

Bentuk Pecahan : Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal Pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/2015, hak atas pecahan saham dan/

atau Efek Bersifat Ekuitas lainnya dalam penambahan modal dengan memberikan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan.

(12)

STRUKTUR PERMODALAN PERSEROAN SEBELUM DAN SESUDAH PMHMETD

Komposisi modal saham Perseroan dan sususan pemegang saham Perseroan berdasarkan DPS yang diterbitkan oleh PT Sharestar Indonesia, selaku BAE yang ditunjuk oleh Perseroan, pada tanggal 31 Oktober 2021 adalah sebagai berikut:

Deskripsi

Saham Biasa Atas Nama Nilai Nominal Rp100 per saham Jumlah Saham Nilai Nominal Saham @

Rp100 per saham (Rp) (%)

Modal Dasar 7.950.000.000 795.000.000.000

PT Kharisma Buana Nusantara 1.000.000.000 100.000.000.000 22,53

PT Prima Cakrawala Sentosa 868.750.000 86.875.000.000 19,58

PT Matahari Department Store Tbk 728.000.000 72.800.000.000 16,40

OCBC Securities Pte Ltd 516.548.700 51.654.870.000 11,64

Nomura Securities Co Ltd 433.899.800 43.389.980.000 9,78

PT Lippo General Insurance Tbk 337.332.300 33.733.230.000 7,60

Andrian Meirawan Saputra (Direktur) 47.100 4.710.000 0,00

Masyarakat* 553.334.400 55.333.440.000 12,47

Modal Ditempatkan dan Disetor 4.437.912.300 443.791.230.000 100,00

Jumlah Saham dalam Portepel 3.512.087.700 351.208.770.000

* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Saham hasil pelaksanaan HMETD yang ditawarkan melalui PMHMETD ini seluruhnya adalah Saham Baru dengan nilai nominal Rp100 dimana setiap saham dikeluarkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI.

KBN selaku Pemegang Saham Utama tidak akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya sejumlah 37.037.037 Saham Baru dan tidak mengalihkan HMETD yang dimilikinya kepada pihak lain.

Apabila seluruh HMETD yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD ini dilaksanakan secara keseluruhan menjadi saham oleh seluruh Pemegang Saham kecuali oleh KBN, dan GPMK selaku Pembeli Siaga mengambil saham yang tidak dilaksanakan oleh KBN, maka jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh sebelum dan sesudah PMHMETD secara proforma adalah sebagai berikut:

Deskripsi

Sebelum PMHMETD Setelah PMHMETD

Jumlah Saham Nilai Nominal Saham @ Rp100

per saham (Rp) (%) Jumlah Saham Nilai Nominal Saham @ Rp100

per saham (Rp) (%) Modal Dasar 7.950.000.000 795.000.000.000 7.950.000.000 795.000.000.000 PT Kharisma Buana Nusantara 1.000.000.000 100.000.000.000 22,53 1.000.000.000 100.000.000.000 21,73 PT Prima Cakrawala Sentosa 868.750.000 86.875.000.000 19,58 900.925.926 90.092.592.593 19,58 PT Matahari Department Store Tbk 728.000.000 72.800.000.000 16,40 754.962.963 75.496.296.296 16,40 OCBC Securities Pte Ltd 516.548.700 51.654.870.000 11,64 535.680.133 53.568.013.333 11,64 Nomura Securities Co Ltd 433.899.800 43.389.980.000 9,78 449.970.163 44.997.016.296 9,78 PT Lippo General Insurance Tbk 337.332.300 33.733.230.000 7,60 349.826.089 34.982.608.889 7,60

PT Grahaputra Mandirikharisma - - - 37.037.037 3.703.703.704 0,80

Andrian Meirawan Saputra (Direktur) 47.100 4.710.000 0,00 48.844 4.884.444 0,00 Masyarakat* 553.334.400 55.333.440.000 12,47 573.828.267 57.382.826.667 12,47 Modal Ditempatkan dan Disetor 4.437.912.300 443.791.230.000 100,00 4.602.279.421 460.227.942.100 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 3.512.087.700 351.208.770.000 3.347.720.579 334.772.057.900

* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

(13)

Dengan asumsi bahwa HMETD yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD ini hanya dilaksanakan oleh GPMK selaku Pembeli Siaga sebanyak 164.367.122 saham, maka jumlah modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh sebelum dan sesudah PMHMETD secara proforma adalah sebagai berikut:

Deskripsi

Sebelum PMHMETD Setelah PMHMETD

Jumlah Saham Nilai Nominal Saham @ Rp100

per saham (Rp) (%) Jumlah Saham Nilai Nominal Saham @ Rp100

per saham (Rp) (%) Modal Dasar 7.950.000.000 795.000.000.000 7.950.000.000 795.000.000.000

PT Kharisma Buana Nusantara 1.000.000.000 100.000.000.000 22,53 1.000.000.000 100.000.000.000 21,73 PT Prima Cakrawala Sentosa 868.750.000 86.875.000.000 19,58 868.750.000 86.875.000.000 18,88 PT Matahari Department Store Tbk 728.000.000 72.800.000.000 16,40 728.000.000 72.800.000.000 15,82 OCBC Securities Pte Ltd 516.548.700 51.654.870.000 11,64 516.548.700 51.654.870.000 11,22 Nomura Securities Co Ltd 433.899.800 43.389.980.000 9,78 433.899.800 43.389.980.000 9,43 PT Lippo General Insurance Tbk 337.332.300 33.733.230.000 7,60 337.332.300 33.733.230.000 7,33

PT Grahaputra Mandirikharisma - - - 164.367.122 16.436.712.200 3,57

Andrian Meirawan Saputra (Direktur) 47.100 4.710.000 0,00 47.100 4.710.000 0,00 Masyarakat* 553.334.400 55.333.440.000 12,47 553.334.400 55.333.440.000 12,02 Modal Ditempatkan dan Disetor 4.437.912.300 443.791.230.000 100,00 4.602.279.422 460.227.942.200 100,00 Jumlah Saham dalam Portepel 3.512.987.700 351.298.770.000 3.347.720.579 334.772.057.900

* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Pemegang saham Perseroan yang tidak melaksanakan HMETD yang ditawarkan sesuai dengan porsi sahamnya, maka proporsi kepemilikan sahamnya dalam Perseroan akan mengalami penurunan (dilusi) sampai dengan maksimal 3,57%.

Keterangan selengkapnya mengenai PMHMETD dapat dilihat pada Bab I Prospektus ini.

RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PMHMETD

Seluruh dana yang diperoleh dari PMHMETD setelah dikurangi biaya-biaya dalam rangka PMHMETD ini akan digunakan dengan alokasi sebagai berikut:

1. Sebesar Rp193.000.000.000 akan digunakan Perseroan untuk mengambilalih aset berupa Menara UPH dan Gedung Kantor GMT yang dimiliki oleh GPMK.

2. Sisanya akan digunakan Perseroan untuk modal kerja Perseroan berupa penyaluran kredit kepada nasabah.

Keterangan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dari hasil PMHMETD dapat dilihat pada Bab II Prospektus ini.

FAKTOR RISIKO

Perseroan menghadapi risiko-risiko terkait kegiatan usaha berikut ini:

A. RISIKO UTAMA YANG MEMPUNYAI PENGARUH SIGNIFIKAN TERHADAP KELANGSUNGAN USAHA PERSEROAN

• Risiko Kredit (non performing loan)

B. RISIKO USAHA YANG BERSIFAT MATERIAL BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG YANG DAPAT MEMPENGARUHI HASIL USAHA DAN KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

• Risiko Operasional

• Risiko Pasar

• Risiko Likuiditas

• Risiko Persaingan

(14)

• Risiko Stratejik

• Risiko Kepatuhan

• Risiko Hukum

• Risiko Reputasi

• Risiko Sistem Informasi Teknologi dan Infrastruktur Jaringan

• Risiko Penurunan Nilai Agunan

• Risiko Investasi atau Aksi Korporasi C. RISIKO UMUM

• Risiko Pandemi Virus COVID-19

• Risiko Kondisi Ekonomi Makro

• Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundangan Yang Berlaku Terkait Bidang Usaha Perseroan

• Risiko Kebijakan Pemerintah

Keterangan lebih lanjut mengenai faktor risiko Perseroan dapat dilihat pada Bab VII Prospektus ini.

IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING

Tabel berikut ini menggambarkan Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan untuk periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2021 dan 2020 (tidak diaudit) serta tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019. Data-data keuangan penting tersebut berasal dari Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 31 Mei 2021, 31 Desember 2020 dan 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan dengan opini tanpa modifikasian yang ditandatangani oleh Bimo Iman Santoso.

LAPORAN POSISI KEUANGAN

(dalam jutaan Rupiah) Uraian Pada tanggal 31 Mei Pada tanggal 31 Desember

2021 2020 2019

Jumlah Aset 15.170.316 13.737.934 13.147.503

Jumlah Liabilitas 13.640.839 12.218.080 11.683.086

Jumlah Ekuitas 1.529.477 1.519.854 1.464.417

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian Periode 5 (lima) bulan yang berakhir

pada tanggal 31 Mei Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2021 2020* 2020 2019

PENDAPATAN BUNGA – NETO 197.011 179.122 431.080 436.209

PENDAPATAN OPERASIONAL LAINNYA 33.160 32.139 96.306 94.491

LABA OPERASIONAL 30.015 31.937 71.754 62.591

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 29.219 31.869 71.279 64.005

LABA NETO PERIODE/TAHUN

BERJALAN 20.671 26.010 53.607 45.794

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF

PERIODE/ TAHUN BERJALAN 9.623 9.522 65.126 50.040

LABA BERSIH PER SAHAM DASAR

(dalam rupiah penuh) 4,66 5,86 12,08 10,32

(15)

LAPORAN ARUS KAS

(dalam jutaan Rupiah)

Uraian Periode 5 (lima) bulan yang berakhir pada

tanggal 31 Mei Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2021 2020* 2020 2019

Arus Kas Neto Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas

Operasi 253.550 334.997 (839.886) (2.101.098)

Arus Kas Neto (Digunakan Untuk) Diperoleh Dari

Aktivitas Investasi (450.392) 39.285 4.845 256.108

Arus Kas Neto Digunakan Untuk

Aktivitas Pendanaan (3.903) (801) (8.211) -

(PENURUNAN) KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA

KAS (203.026) 338.046 (833.360) (1.870.662)

KAS DAN SETARA KAS AWAL

PERIODE/TAHUN 1.642.654 2.476.014 2.476.014 4.346.676

Dampak Perubahan Selisih Kurs

Terhadap Kas dan setara kas (2.281) (35.435) 9.892 (25.672)

KAS DAN SETARA KAS

AKHIR PERIODE/TAHUN 1.439.628 2.814.060 1.642.654 2.476.014

RASIO-RASIO

Uraian Periode 5 (lima) bulan yang berakhir

pada tanggal 31 Mei Tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember

2021 2020* 2020 2019

KPMM setelah Risiko Kredit, Risiko

Operasional dan Risiko Pasar 19,65% 23,81% 22,02% 21,56%

Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset

produktif dan aset non produktif 0,63% 1,27% 0,43% 0,94%

Aset produktif bermasalah terhadap total

aset produktif 0,37% 1,40% 0,12% 1,18%

Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)

aset keuangan terhadap aset produktif 0,30% 0,18% 0,25% 0,26%

NPL gross 0,63% 2,48% 0,21% 2,09%

NPL net 0,52% 2,42% 0,17% 2,07%

ROA 0,49% 0,60% 0,57% 0,52%

ROE 3,52% 4,03% 3,94% 3,40%

Net Interest Margin (NIM) 3,47% 3,79% 3,62% 3,92%

BOPO 92,65% 92,39% 92,16% 93,19%

LDR 69,14% 81,39% 76,31% 79,10%

Persentase pelanggan BMPK

Pihak Terkait 0% 0% 0% 0%

Pihak tidak Terkait 0% 0% 0% 0%

Persentase pelampauan BMPK

Pihak Terkait 0% 0% 0% 0%

Pihak tidak Terkait 0% 0% 0% 0%

GWM

GWM Primer Rupiah 3,01% 3,01% 3,01% 3,64%

GWM Sekunder Rupiah 36,06% 4,16% 29,70% 22,36%

*Tidak diaudit

Keterangan selengkapnya mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan dapat dilihat pada Bab V Prospektus ini.

(16)

KETERANGAN MENGENAI KEBIJAKAN DIVIDEN

Para Pemegang Saham yang memperoleh saham hasil dari PMHMETD ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan Pemegang Saham lama Perseroan termasuk hak atas dividen.

Berdasarkan UUPT, pembayaran dividen dilakukan melalui keputusan pemegang saham pada RUPS tahunan atau luar biasa atas rekomendasi dari Direksi Perseroan. Perseroan dapat melakukan pembayaran dividen dalam suatu tahun atas hasil laba bersih Perseroan dari tahun sebelumnya.

Sebelum berakhirnya tahun buku Perseroan, dividen dapat dibagikan selama diizinkan oleh Anggaran Dasar Perseroan dan jika pembagian dividen tersebut tidak menyebabkan jumlah kekayaan bersih Perseroan lebih kecil daripada jumlah modal ditempatkan dan disetor ditambah cadangan wajib.

Pembagian tersebut ditentukan oleh Direksi setelah disetujui oleh Dewan Komisaris. Apabila setelah akhir tahun buku tersebut, Perseroan mengalami kerugian, maka dividen yang telah dibagikan harus dikembalikan oleh pemegang saham kepada Perseroan. Direksi dan Dewan Komisaris bertanggung jawab secara tanggung renteng atas kerugian Perseroan, dalam hal pemegang saham tidak dapat mengembalikan dividen yang harus dikembalikan.

Dengan mempertimbangkan hal di atas, maka Direksi mengusulkan kebijakan dividen sebagai berikut:

Laba Setelah Pajak Persentase Dividen Kas Terhadap Laba Setelah Pajak

Sampai dengan Rp100 miliar 10 – 15%

Lebih dari Rp100 miliar 15 – 25%

Keterangan selengkapnya mengenai kebijakan dividen dapat dilihat pada Bab XI Prospektus ini.

KETERANGAN MENGENAI PEMBELI SIAGA

Berdasarkan dengan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD PT Bank Nationalnobu Tbk No. 02 tanggal 1 Oktober 2021 dan Akta Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD PT Bank Nationalnobu Tbk No. 5 tanggal 8 November 2021 yang keduanya dibuat dihadapan Lily Harjati Soedewo, S.H., MKn, Notaris di Jakarta, yang bertindak sebagai Pembeli Siaga sehubungan dengan PMHMETD ini adalah GPMK (Terafiliasi) Apabila saham yang ditawarkan dalam PMHMETD ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam SBHMETD atau FPPST, secara proporsional berdasarkan HMETD yang telah dilaksanakan.

Apabila setelah dialokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga yaitu GPMK akan membeli seluruh sisa saham sebanyak sebesar 164.367.122 saham dengan harga pelaksanaan Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) setiap saham.

Keterangan selengkapnya mengenai Pembeli Siaga dapat dilihat pada Bab XIII Prospektus ini.

(17)

I. PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (PMHEMTD)

Dalam rangka pelaksanaan PMHMETD ini, Perseroan telah memperoleh persetujuan dari OJK Pengawas Bank terkait rencana Perseroan dalam melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dan rencana Penyetoran Saham Dalam bentuk lain Selain Uang (inbreng) sebagaimana tertuang dalam Surat No. S-181/PB.31/2021 tertanggal 30 Agustus 2021, yang menyatakan agar Perseroan memastikan bahwa aset hasil inbreng telah digunakan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perseroan juga telah memperoleh persetujuan RUPS Perseroan dalam RUPSLB yang diselenggarakan oleh Perseroan pada tanggal 24 September 2021, yang keputusannya dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Bank Nationalnobu Tbk No. 25 tanggal 24 September 2021, dibuat di hadapan Lily Harjati Soedewo, S.H., MKn, Notaris di Jakarta, yang telah memutuskan hal-hal sebagai berikut:

Menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD”) termasuk :

1. Menyetujui Perubahan Pasal 4 ayat 2 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan, dengan mengeluarkan saham baru dalam rangka PMHMETD, untuk jumlah sebanyak 500.000.000 (lima ratus juta) saham baru Perseroan dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) per saham, dimana penggunaan dana hasil PMHMETD Perseroan tersebut akan digunakan untuk:

a. pembelian Aset GPMK berupa:

i. Seluruh Gedung A Universitas Pelita Harapan, Jl. MH Thamrin No. 1 Lippo Karawaci, Tangerang, Banten dengan nilai sebesar Rp132.000.000.000 (seratus tiga puluh dua miliar Rupiah);

ii. Sebagian ruang dalam Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, 1 dan 2, Jl. Gajah Mada No. 25-26, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat dengan nilai sebesar Rp61.000.000.000 (enam puluh satu miliar Rupiah); dan

b. setelah digunakan untuk pembelian Aset GPMK, sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

2. Menyetujui rencana inbreng dan PMHMETD, apabila terdapat sisa saham baru yang tidak diambil oleh Pemegang HMETD (“Sisa Saham Baru”), maka sebagian Sisa Saham Baru dimaksud akan diambil oleh GPMK dalam kapasitasnya selaku Pembeli Siaga pada PMHMETD Perseroan, dan menyetujui Sisa Saham Baru yang diambil bagian oleh Pembeli Siaga penyetorannya dilakukan dengan cara pemasukan ke dalam perusahaan (inbreng) Aset berupa Gedung A Universitas Pelita Harapan, Jl. MH Thamrin No. 1 Lippo Karawaci, Tangerang, Banten dan sebagian ruang Gedung Gajah Mada Tower Lantai G, 1 dan 2, Jl. Gajah Mada No. 25-26, Petojo Utara, Gambir, Jakarta Pusat milik Pembeli Siaga, dengan nilai Sisa Saham Baru sampai dengan sebanyak senilai Aset GPMK. Sementara harga Aset yang belum terbayarkan melalui inbreng akan dibayarkan Perseroan secara tunai, dengan menggunakan hasil PMHMETD.

3. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan dengan hak substitusi untuk melaksanakan segala tindakan yang diperlukan berkaitan dengan PMHMETD, termasuk namun tidak terbatas pada:

a. Menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan dan harga pelaksanaan Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu dengan persetujuan Dewan Komisaris;

b. Menentukan tanggal Daftar Pemegang Saham yang berhak atas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;

c. Menentukan jadwal Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;

d. Menentukan rasio pemegang saham yang berhak atas Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu;

e. Menentukan penggunaan dana hasil Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan

(18)

f. Menentukan ada atau tidak adanya Pembeli Siaga, serta menetapkan dan menegosiasikan syarat dan ketentuan perjanjian antara Perseroan dengan Pembeli Siaga;

g. Menghadap kepada pihak/pejabat yang berwenang termasuk notaris, mengajukan permohonan kepada pihak/pejabat yang bewenang untuk memperoleh persetujuan atau melaporkan hal tersebut kepada pihak/pejabat yang berwenang;

h. Mempersiapkan, membuat, meminta untuk dibuatkan, menandatangani, dan mengajukan, menyampaikan setiap atau seluruh dokumen - dokumen dan/atau surat, laporan, permohonan, pernyataan pendaftaran, pemberitahuan, pernyataan-pernyataan, akta, persetujuan, perjanjian- perjanjian (selanjutnya disebut “Dokumen” terkait PMHMETD Perseroan), termasuk namun tidak terbatas pada:

i. segala Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PMHMETD Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”);

j. segala Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan pencatatan saham tambahan terkait dengan PMHMETD Perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (“Bursa”), kecuali atas 1% (satu persen) saham yang tidak dicatatkan pada Bursa;

k. segala Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan pendaftaran saham tambahan terkait dengan PMHMETD Perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”); dan

l. segala Dokumen yang diperlukan terkait dengan rencana rencana PMHMETD Perseroan.

m. Menegaskan dan atau menyatakan kembali dalam 1 (satu) atau lebih keputusan dalam Rapat ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dalam pada 1 (satu) atau lebih akta Notaris tersendiri; dan n. Secara umum untuk melakukan setiap dan seluruh tindakan dan hal-hal yang dianggap perlu,

pantas dan/atau menguntungkan Perseroan untuk melaksanakan secara penuh setiap atau seluruh Rapat ini.

Serta pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk:

Menyatakan realisasi jumlah saham yang telah dikeluarkan sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor setelah Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu selesai dilaksanakan termasuk menyatakan kembali susunan pemegang saham di atas 5% (lima persen) setelah PMHMETD. Selanjutnya, menyampaikan pemberitahuan atas perubahan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk memperoleh Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan, serta membuat perubahan dan/atau tambahan yang diperlukan untuk maksud tersebut; dan

Menandatangani, mencetak, menerbitkan dan/atau mengajukan dokumen yang diperlukan sehubungan dengan realisasi jumlah saham yang telah dikeluarkan tersebut di atas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan telah diperolehnya persetujuan RUPSLB pada tanggal 24 September 2021 atas rencana pelaksanaan PMHMETD, Direksi, atas nama Perseroan, dengan ini melakukan PMHMETD dalam rangka penerbitan HMETD kepada para pemegang saham Perseroan sebanyak 164.367.122 (seratus enam puluh empat juta tiga ratus enam puluh tujuh ribu seratus dua puluh dua) Saham Baru atau sebesar 3,57% dari modal ditempatkan dan disetor setelah PMHMETD pada Harga Pelaksanaan, sehingga nilai PMHMETD adalah Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) .

Saham Baru yang ditawarkan oleh Perseroan dalam rangka PMHMETD dengan menerbitkan HMETD seluruhnya merupakan saham biasa atas nama yang dikeluarkan dari portepel Perseroan yang mengakibatkan terjadinya peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor penuh dalam Perseroan.

Sebagaimana disyaratkan dalam Peraturan OJK No. 14/2019, penambahan modal dengan memberikan HMETD harus disetujui oleh RUPS Perseroan terlebih dahulu dan rencana PMHMETD Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari RUPS LB Perseroan tanggal 24 September 2021 tersebut.

(19)

Setiap pemegang 27 (dua puluh tujuh) saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam DPS pada tanggal 9 Desember 2021 pukul 16.15 WIB mendapatkan 1 (satu) HMETD , dimana 1 (satu) HMETD berhak untuk membeli 1 (satu) Saham Baru pada Harga Pelaksanaan yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.

Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus. Seluruh Saham Baru yang akan diterbitkan dalam rangka PMHMETD ini akan dicatatkan di BEI.

Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down). Dalam hal Pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/2015, maka hak atas pecahan saham dalam PMHMETD wajib dijual oleh Perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening Perseroan. Saham Baru yang akan diterbitkan dalam PMHMETD ini mempunyai hak yang sama dan sederajat dalam segala hal dengan saham biasa atas nama lainnya yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam Perseroan termasuk tetapi tidak terbatas pada hak suara, hak dalam pembagian dividen, dan hak atas sisa hasil likuidasi, HMETD dan hak atas pembagian saham bonus.

Apabila Saham Baru yang ditawarkan dalam PMHMETD ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh pemegang saham atau pemegang HMETD, maka sisanya akan dijatahkan secara proporsional berdasarkan atas jumlah HMETD yang dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan saham berdasarkan harga pemesanan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, sebagaimana tercantum dalam SBHMETD atau FPPST.

Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham yang ditawarkan, maka Pembeli Siaga, yaitu GPMK akan membeli seluruh sisa saham yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga yang sama dengan harga pelaksanaan, yaitu Rp1.205 (seribu dua ratus lima Rupiah) setiap saham yang seluruhnya akan dibayar secara non tunai (inbreng), berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham dalam Rangka PMHMETD PT Bank Nationalnobu Tbk No. 02 tanggal 1 Oktober 2021 dan Akta Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD PT Bank Nationalnobu Tbk No. 5 tanggal 8 November 2021 yang keduanya dibuat dihadapan Lily Harjati Soedewo, S.H., MKn, Notaris di Jakarta.

Komposisi modal saham Perseroan dan sususan pemegang saham Perseroan pada saat Prospektus ini diterbitkan (berdasarkan DPS yang diterbitkan oleh PT Sharestar Indonesia, selaku BAE yang ditunjuk oleh Perseroan, pada tanggal 31 Oktober 2021 adalah sebagai berikut:

Deskripsi

Saham Biasa Atas Nama Nilai Nominal Rp100 per saham Jumlah Saham Nilai Nominal Saham @

Rp100 per saham (Rp) (%)

Modal Dasar 7.950.000.000 795.000.000.000

PT Kharisma Buana Nusantara 1.000.000.000 100.000.000.000 22,53

PT Prima Cakrawala Sentosa 868.750.000 86.875.000.000 19,58

PT Matahari Department Store Tbk 728.000.000 72.800.000.000 16,40

OCBC Securities Pte Ltd 516.548.700 51.654.870.000 11,64

Nomura Securities Co Ltd 433.899.800 43.389.980.000 9,78

PT Lippo General Insurance Tbk 337.332.300 33.733.230.000 7,60

Andrian Meirawan Saputra (Direktur) 47.100 4.710.000 0,00

Masyarakat* 553.334.400 55.333.440.000 12,47

Modal Ditempatkan dan Disetor 4.437.912.300 443.791.230.000 100,00

Jumlah Saham dalam Portepel 3.512.087.700 351.208.770.000

* Masyarakat masing-masing dengan kepemilikan di bawah 5%

Referensi

Dokumen terkait

Melakukan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD dan karenanya melakukan perubahan Pasal 4 ayat 2 Ang$aran Dasar Perseroan sehubungan

Penelitian yang lain menemukan bahwa suhu optimasi kalsinasi pada suhu 1000 ℃ selama 3 jam, aktivasi katalitik cangkang kerang meningkat sebagai katalis dalam produksi

(akuntabilitas); 4) Dari dominasi jabatan dan senioritas kepada dominasi prestasi dan kerja keras (konsisten); 5) Dari tugas melindungi ke memberdayakan

Hasil tersebut menunjukkan bahwa konstruk minat penggunaan e-filing yang dapat dijelaskan oleh konstruk persepsi kegunaan e-filing, sikap penggunaan e-filing, norma

Teknik bantingan adalah suatu teknik yang dipergunakan pada saat posisi pegulat berdiri, dengan cara pegangan pada tangan atau ketiak kemudian melakukan gerakan sedikit

Agenda of the Extraordinary General Meeting of Shareholders 1 Persetujuan atas rencana Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VI (“PMHMETD

Perseroan bermaksud untuk mengusulkan kepada pada Pemegang Saham melalui RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 September 2021, untuk menyetujui rencana

c) Perseroan telah memperoleh persetujuan RUPS Luar Biasa, atau persetujuan lainnya yang dibutuhkan Pembeli terkait Rencana PMHMETD dan Rencana Inbreng sebagaimana