130
PEMENUHAN SUMBER TENAGA LISTRIK DI INDONESIA
Oleh :
Togar Timoteus Gultom, ST, MT Dosen STT-Immanuel, Medan
Abstrak
Penulisan bertujuan untuk mengetahui supply dan demand tenaga listrik di Indonesia. Metode penulisan yang digunakan adalah metode tinjauan kepustakaan (library research). Kebutuhan akan energi yang cukup besar di Indonesia pada masa yang akan datang yaitu hampir dua kali lipat konsumsi listrik nasional pada 2014 (221.296 GWh). Selain itu, perlu diingat pula bahwa selain peingkatan daya, akses rumah tangga yang mendapat listrik perlu ditambah, hingga rasio elektrifikasi mencapai atau mendekati seratus persen. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan, salah satunya, dengan memanfaatkan cadangan sumberdaya energi tak terbarukan dengan memanfaatkan cadangan batubara, minyak bumi, dan gas alam yang dimiliki negara. Pilihan lain adalah dengan menggunakan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan baik itu air, surya, atau lainnya.
Kata kunci : listrik, supply dan demand 1. Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia modern. Listrik sudah begitu terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, baik itu untuk menjalankan tugas pekerjaan, belajar, maupun sekedar hiburan.
Tidak terkecuali di Indonesia.
Masyarakat Indonesia, terutama masyarakat perkotaan, sudah bergantung pada energi listrik untuk menjalankan kehidupan sehari-hari.
Kenyataannya, konsumsi listrik rata-rata Indonesia masih tergolong rendah, walaupun Indonesia disebut-sebut memiliki sumber daya alam berlimpah yang
dapat dijadikan sumber energi listrik.
Terkadang layanan listrik yang sedang berjalan mati, bahkan masih ada sebagian penduduk Indonesia yang belum merasakan mengalirnya listrik di rumah mereka. Jika sumber daya alam untuk menghasilkan energi banyak terdapat di Indonesia, tetapi energi masih kurang yang disebabkan oleh banyak faktor.
Dalam tulisan ini penulis berupaya menggambarkan keadaan kebutuhan dan pasokan listrik saat ini, mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap permintaan dan pasokan listrik di masa depan, dan memprediksikan cara untuk memnuhi kebutuhan listrik di masa depan.
131 1.2. Tujuan Penulisan
Penulisan bertujuan untuk mengetahui supply dan demand tenaga listrik di Indonesia.
1.3. Metode Penulisan
Metode penulisan yang digunakan adalah metode tinjauan kepustakaan (library research).
2. Uraian Teoritis
2.1. Keadaan Supplydan Demand Tenaga Listrik di Indonesia
Proses produksi listrik di Indonesia yang meliputi generasi(pembangkitan),
transmisi(penghantaran), dan distribusi(pembagian) energi listrik di Indonesia dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Penyediaan dan penjualan tenaga listrik oleh PLN terbagi pada empat sektor pelanggan, yaitu :
a. Rumah Tangga, mencakup pelayanan bagi masyarakat
umum, yang unit
pelanggannya berupa rumah tangga/keluarga.
b. Industri, mencakup pelayanan bagi pelaku-pelaku industri, seperti industri berat yang membutuhkan daya jauh lebih besar dari rumah tangga.
c. Usaha/Komersial, mencakup pelayanan bagi pelaku usaha.
d. Urusan Publik, mencakup pelayanan listrik untuk layanan publik yang disediakan pemerintah.
Pada tahun 2014, total penjualan tenaga listrik nasional mencapai 221.296 GWh (gigawatt- jam), dan mayoritas proporsi penjualan adalah kepada sektor industri dan sektor perumahan yang masing-masing mendapat nilai sekitar 39 persen, jauh lebih besar dari sektor usaha dan urusan publik yang masing masing mendapat proporsi sekitar 16 dan 6 persen.
Tabel 1. Produksi dan Pembelian Tenaga Listrik oleh PLN (GWh), tahun 2009-2014
Tahun Jumlah Produksi PLN Pembelian Jumlah
2009 120.628,28 36.168,92 156.797,20
2010 131.710,06 38.076,16 169.786,22
2011 142.739,06 40.681,87 183.420,93
2012 149.745,95 50.562,62 200.308,57
2013 163.965,73 52.222,79 216.188,52
2014 174.534,53 53.257,93 227.792,46
Sumber: Statistik Ketenagalistrikan 2014, Kementerian ESDM.
132
Tabel 2. Produksi Tenaga Listrik PLN berdasarkan sumber daya pembangkit, tahun 2014
Sumber Daya Produksi
(GWh) Persentase
Air 11.163,62 6,40%
Panas Bumi (Geotermal) 4.285,37 2,46%
Minyak/Diesel 22.584,52 12,94%
Gas Alam 14.270,51 8,18%
Batubara 83.372,81 47,77%
Campuran 38.850,89 22,26%
Surya (Matahari) 6,81 0,00%
Jumlah 174.534,53
Sumber: Statistk Ketenagalistrikan 2014, Kementerian ESDM.
Dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional, PLN tidak sepenuhnya berproduksi sendiri.
Tabel X menunjukkan bahwa sebagian pasokan tenaga listrik yang dijual dan didistribusikan PLN pun dibeli oleh PLN, tepatnya dari pembangkit-pembangkit milik swasta.
Produksi tenaga listrik nasional masih didominasi oleh energi tidak terbarukan. Tabel di atas menunjukkan bahwa lebih dari 90
persen tenaga listrik yang diproduksi oleh PLN berasal dari sumber daya tidak terbarukan, seperti batubara dan minyak bumi. Produksi tenaga listrik PLN bergantung pada sumber daya batubara yang produksinya hampir mencapai setengah total produksi listrik PLN. Tenaga listrik yang dihasilkan dari sumber daya terbarukan masih sangat sedikit.
Tabel 3. Konsumsi Tenaga Listrik per Kapita Indonesia
Tahun
Jumlah Penduduk
(jiwa)
Konsumsi Tenaga Listrik (MWh)
Konsumsi Tenaga Listrik/kapita (MWh)
2009 231.369.500 151.334.000 0,65
2010 237.641.320 165.969.000 0,70
2011 241.990.700 178.279.000 0,74
2012 245.425.200 194.289.000 0,79
2013 248.818.100 208.935.000 0,84
2014 252.164.800 221.296.000 0,88
Sumber: Statistk Ketenagalistrikan 2014, Kementerian ESDM.
133 Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan standar konsumsi tenaga listrik per kapita bagi penduduk Indonesia yang dijadikan sebagai target, yaitu 1.500 kWh/kapita. Pada kenyataanya, hingga tahun 2014 konsumsi listrik per kapita masih berada di angka 880 kWh/kapita, walaupun sudah terjadi
peningkatan yang cukup signifikan dari tahun 2009.
Selain itu, isu pemerataan akses terhadap listrik juga perlu menjadi perhatian. Sampai pada tahun 2014 rasio elektrifikasi (rumah tangga yang teraliri listrik) masih berada di angka 84,35 persen. Masih ada 15,65 persen penduduk Indonesia yang rumahnya belum teraliri listrik.
Tabel 4. Rasio elektrifikasi rumah tangga Indonesia
Tahun Jumlah Rumah Tangga
Rumah Tangga Pelanggan Listrik
Rasio Elektrifikasi (%)
2009 58.194.473 38.573.465 66,28
2010 59.118.900 39.696.415 67,15
2011 62.092.031 45.294.035 72,95
2012 62.992.725 48.229.930 76,56
2013 64.204.615 51.688.927 80,51
2014 64.835.092 54.690.431 84,35
Sumber: Statistk Ketenagalistrikan 2014, Kementerian ESDM.
2.2. Faktor-faktor yang memengaruhi Supply dan Demand Tenaga Listrik di Indonesia
a. Potensi Sumber Daya Energi Listrik
Indonesia memiliki potensi sumber daya energi yang beragam.
Penemuan sumber daya yang belum diekstraksi menunjukkan bahwa cadangan energi Indonesia masih cukup dalam.
Tabel 5. Sumber Daya Energi Fosil
Sumber Daya Satuan Besaran
Minyak Bumi Miliar Barel 151
Gas Alam TSCF (Trillion Short Cubic Feet) 487
Batubara Miliar Ton 120,5
Sumber: Outlook Energi Indonesia 2015, BPPT
134 Data menunjukkan bahwa sumber daya energi fosil yang masih tersimpan di Indonesia, yang berupa
minyak bumi, gas alam, dan batubara, terpendam dalam jumlah yang meilmpah.
Tabel 6. Sumber Daya Energi Baru dan Terbarukan
Jenis Sumber Daya Besaran sumber daya
Panas Bumi 12383 MWe
Air 75000 MW
Biomassa 32654 MWe
Tenaga Surya 4,8 kWh/m2/hari
Tenaga angin 970 MW
Uranium 3000 MW
Gas metana batubara 456,7 TSCF
Shale gas 574 TSCF
Gelombang laut 1995,2 MW (potensi praktis) Ocean Thermal energy conversion 41012 MW (potensi praktis) Energi pasang surut 4800 MW (potensi praktis) Sumber: Outlook Energi Indonesia 2015, BPPT
Di lain pihak, cadangan energi terbarukan yang dimiliki Indonesia pun sangat beragam. Panas bumi, aliran air, tenaga surya, hingga gerakan gelombang air laut menunjukkan berbagai cara potensial yang dapat ditempuh Indonesia untuk mengembangkan industri clean energy, walaupun pastinya diperlukan pemodalan awal yang tidak ringan.
135 b. Pertumbuhan Penduduk
Tabel 7. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2030
Tahun Jumlah Penduduk
(jiwa)
2010 238.518.800
2015 255.461.700
2020 271.066.400
2025 284.829.000
2030 296.405.100
Sumber: Badan Pusat Statistik Jumlah penduduk Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Walaupun pertumbuhan penduduk diprediksi melambat, pada tahun 2030 diperkirakan penduduk Indonesia sudah mendekati angka populasi 300 juta, tepatnya di sekitar 296 juta. Dengan tingkat pendidikan dan kesejahteraan yang lebih tinggi tentunya kebutuhan penduduk Indonesia akan energi akan terus meningkat.
3. Pembahasan
Isu perubahan iklim sudah menjadi perhatian dunia global. Di tengah ketidak-stabilan harga sumberdaya energi fosil seperti minyak dan batubara, pengembangan teknologi energi terbarukan mendapat dorongan untuk maju.
Investasi terhadap pengembangan tersebut bukan lagi dianggap sebagai suatu taruhan, namun sesuatu yang menjanjikan. Jika pengembangan teknologi energi terbarukan terus dikembangkan, diharapkan penerapan teknologi dapat menjadi lebih terjangkau sehingga lebih
memungkinkan untuk dipraktekkan di Indonesia.
Inovasi pengembangan teknologi energi terbarukan sudah mulai berjalan, di antaranya:
Teknologi sel surya-tenaga matahari sudah diakui sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang paling mudah dimanfaatkan. Cukup dengan menaruh sel surya di bawah sinar matahari dan listrik mengalir ke baterai. Selain ketidakpastian cuaca, ada kendala utama yang menghambat pemanfaatan tenaga surya secara besar-besaran: sel surya terbuat dari silikon yang biaya pemrosesannya mahal. Bahan alternatif pun dikembangkan, salah satunya perovskite yang diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih murah untuk membuat sel surya.
Estimasi Demand energi listrik di Indonesia pada tahun 2040 dan prediksi alternatif pemenuhannya dapat dilihat pada Tabel 7.
136
Tabel 7. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010-2040
Tahun Jumlah Penduduk
(jiwa)
2010 238.518.800
2015 255.461.700
2020 271.066.400
2025 284.829.000
2030 296.405.100
2035 305.652.400
2040 312.044.247
Sumber: Badan Pusat Statistik Proyeksi penduduk memprediksikan bahwa pada tahun 2040, jumlah penduduk Indonesia akan mencapai lebih dari 312 juta jiwa. Berdasarkan standar konsumsi listrik/kapita yang ditetapkan pemerintah sebesar 1.500 kWh/kapita, maka kebutuhan tenaga listrik Indonesia pada 2040 adalah sebesar:
1.500 kWh x 312.044.247 = 468.066.370.500 kWh
= 468.066,37 GWh
Besar kebutuhan yang terhitung adalah 468.066,37 GWh,
lebih dari dua kali lipat konsumsi listrik nasional pada 2014 (221.296 GWh). Selain itu, perlu diingat pula bahwa selain peingkatan daya, akses rumah tangga yang mendapat listrik perlu ditambah, hingga rasio elektrifikasi mencapai atau mendekati seratus persen.
Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan, salah satunya, dengan memanfaatkan cadangan sumberdaya energi tak terbarukan dengan memanfaatkan cadangan batubara, minyak bumi, dan gas alam yang dimiliki negara.
Tabel 8. Estimasi Cadangan Energi Sumberdaya Energi Tak Terbarukan Sumber Daya Cadangan Standar produksi energi
(U.S. EIA)
Estimasi Cadangan Energi Minyak Bumi 151 miliar
barel 578 kWh/barel 87,2 juta GWh
Gas Alam 487 TSCF 99 kWh/MCF 48,2 miliar GWh
Batubara 120,5 miliar
ton 1.927 kWh/ton 232 miliar GWh
Sumber: Outlook Energi Indonesia 2015 (BPPT), U.S.Energy Information Administration.
137 Jika dilihat hanya dari kecukupan sumberdaya maka ketahanan energi Indonesia sudah terjamin.
Sumberdaya yang ada sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan energi selama ratusan tahun. Namun, kenyataan tidak semudah itu. Perlu biaya investasi yang besar untuk dapat mengekstraksi sumberdaya yang terpendam. Belum lagi dampak lingkungan yang dihasilkan oleh minyak bumi atau batubara. Di zaman wawasan lingkungan, penggunaan batubara yang berlebihan bertolak belakang dengan tujuan mempertahankan kualitas lingkungan, kecuali ditemukan cara memanfaatkan batubara dengan bersih.
Pilihan lain adalah dengan menggunakan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan baik itu air, surya, atau lainnya. Indonesia sudah cukup memanfaatkan energi air, jadi itu merupakan salah satu tempat yang cocok untuk mulai dikembangkan lebih jauh. Jika harga dapat ditekan, energi surya juga bisa dimanfaatkan, sebagai negara tropis yang mendapatkan matahari terik.
Pengembangan energi dengan teknologi yang lebih tinggi seperti nuklir atau gelombang laut mungkin masih memerlukan transfer teknologi dari negara yang sudah mengambangkannya, di samping perlunya penguatan sumber daya manusia dan disipling kelembagaan yang akan mengelolanya.
4. Penutup
Kebutuhan akan energi yang cukup besar di Indonesia pada masa yang akan datang yaitu hampir dua kali lipat konsumsi listrik nasional pada 2014 (221.296 GWh). Selain itu, perlu diingat pula bahwa selain peingkatan daya, akses rumah tangga yang mendapat listrik perlu ditambah, hingga rasio elektrifikasi mencapai atau mendekati seratus persen. Pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dilakukan, salah satunya, dengan memanfaatkan cadangan sumberdaya energi tak terbarukan dengan memanfaatkan cadangan batubara, minyak bumi, dan gas alam yang dimiliki negara.
Pilihan lain adalah dengan menggunakan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan baik itu air, surya, atau lainnya. Indonesia sudah cukup memanfaatkan energi air, jadi itu merupakan salah satu tempat yang cocok untuk mulai dikembangkan lebih jauh. Jika harga dapat ditekan, energi surya juga bisa dimanfaatkan, sebagai negara tropis yang mendapatkan matahari terik.
Pengembangan energi dengan teknologi yang lebih tinggi seperti nuklir atau gelombang laut mungkin masih memerlukan transfer teknologi dari negara yang sudah mengambangkannya, di samping perlunya penguatan sumber daya manusia dan disipling kelembagaan yang akan mengelolanya.
138 Daftar Pustaka
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 2015. “Outlook Energi Indonesia 2015:
Pengembangan Energi untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”, BPPT.
<https://www.researchgate.ne t/publication/283468059_Out look_Energi_Indonesia_2015
>. Maret 2017.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2015.
“Statistik Ketenagalistrikan 2014 Edisi No. 28 Tahun
Anggaran 2015”,
Kementerian ESDM.
<http://www.djk.esdm.go.id/
pdf/Buku%20Statistik%20 Ketenagalistrikan/Statistik%2 0Ketenagalistrikan%202015.
pdf>. Maret 2017.
Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 2015.
“Statistik Ketenagalistrikan 2014 Edisi No. 28 Tahun
Anggaran 2015”,
Kementerian ESDM.
<http://www.djk.esdm.go.id/
pdf/Buku%20Statistik%20 Ketenagalistrikan/Statistik%2 0Ketenagalistrikan%202015.
pdf>. Maret 2017.
Mooney, Chris. 2016. “Why clean energy is now expanding even when fossil fuels are cheap”, The Washington Post.
<https://www.washingtonpost
.com/news/energy-
environment/wp/2016/01/14/
why-clean-energy-is-now- expanding-even-when-fossil- fuels-are-cheap/>. Maret 2017.
Perusahaan Listrik Negara. “PLN Ditugaskan Beli Listrik
Swasta”, PLN.
<http://www.pln.co.id/blog/pl n-ditugaskan-beli-listrik- swasta/>. Maret 2017.
Anonim. 2014. “2020, Pemerintah Targetkan Konsumsi Listrik Per Kapita Meningkat”, EnergiToday.
<http://energitoday.com/2014 /10/2020-pemerintah-
targetkan-konsumsi-listrik- per-kapita-meningkat/>.
Maret 2017.
Anonim.”Frequently Asked Questions: How much coal, natural gas, or petroleum is used to generate a kilowatthour of electricity?”, U.S. Energy Information Administration.
<https://www.eia.gov/tools/fa qs/faq.cfm?id=667&t=2>.
Maret 2017.
Bullis, Kevin. 2013. “A Material That Could Make Solar Power “Dirt Cheap””, MIT Technology Review.
<https://www.technologyrevi ew.com/s/517811/a-material- that-could-make-solar-power- dirt-cheap/>. Maret 2017.