• Tidak ada hasil yang ditemukan

TE Teknik Numerik Sistem Linear

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TE Teknik Numerik Sistem Linear"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Bidang Studi Teknik Sistem Pengaturan Jurusan Teknik Elektro - FTI

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

TE 091467 Teknik Numerik Sistem Linear

Operator Linear

Trihastuti Agustinah

(2)

O U T L I N E

2. Teori 3. Contoh

4. Simpulan 5. Latihan 1. Objektif

(3)

Mahasiswa mampu:

1) menggunakan transformasi linear menggunakan operator linear untuk suatu vektor

2) menggambarkan operator linear untuk vektor dalam representasi geometri dalam R

2

dan R

3

Contoh Simpulan Latihan

Objektif Teori

Tujuan Pembelajaran

(4)

Operator linear digunakan untuk memetakan vektor atau titik ke dalam vektor atau titik yang lain. Beberapa operator linear yang dibahas dalam

objek pembelajaran ini adalah refleksi, proyeksi ortogonal, kontraksi dan dilasi, dan rotasi.

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Pendahuluan

(5)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Refleksi

Misal operator T: R

2 → R2

memetakan vektor ke image simetris pada sumbu-y

Hubungan antara komponen x dan w

y x

x

w1 = − = − + 0 y x

y

w2 = = 0 +



 



 

= −



 

y x w

w

1 0

0 1

2

1

Matriks standar T:

 

= −

1 0

0 ] 1

[T

(6)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Refleksi pada sumbu–y

Operator refleksi: memetakan vektor ke dalam image simetrisnya pada garis atau bidang

(x, y) (-x, y)

w=T(x) x

x y

(7)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Refleksi pada sumbu/garis

Operator Ilustrasi Persamaan Matriks standar

Refleksi pada sumbu-y

Refleksi pada sumbu-x

Refleksi pada garis y=x

(x, y) (-x, y)

w=T(x) x

x y



 

−

1 0

0 x 1

w1 = − y w2 =

x w1 =

y w2 = −

y w1 =

x w2 =



 

−1 0

0 1



 

0 1

1 0

(x, y)

(x, -y) x

w=T(x)

x y

(x, y) (y, x)

w=T(x) x x

y y= x

(8)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Refleksi pada bidang

Operator Ilustrasi Persamaan Matriks standar

Refleksi pada bidang-xy

w1 = x w2 = y w3 = – z

Refleksi pada bidang-xz

w1 = x w2 = – y w3 = z

Refleksi pada bidang-yz

w1 = – x w2 = y w3 = z

(x, y, z)

(x, y, -z) x

x w

y z

(x, y, z) (x, -y, z)

w x

x

y z

(x, y, z) (-x, y, z)

x w

x

y z

−1 0

0

0 1 0

0 0 1

1 0 0

0 1 0

0 0 1

−

1 0 0

0 1 0

0 0 1

(9)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Proyeksi

Operator T: R

2 → R2

memetakan vektor ke dalam proyeksi ortogonalnya pada sumbu-x

y x

x

w1 = = + 0 y x

w2 = 0 = 0 + 0 

 



 

= 



 

y x w

w

0 0

0 1

2 1



 

= 

0 0

0 ] 1

Matriks standar T:

[T

Hubungan antara komponen x dan w

(10)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Proyeksi Ortogonal pada sumbu–x

Operator proyeksi: memetakan vektor ke dalam

proyeksi ortogonalnya pada garis atau bidang melalui origin

y

x (x, y)

(x, 0) x

w

(11)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Proyeksi Ortogonal pada sumbu

Operator Ilustrasi Persamaan Matriks standar

Proyeksi

ortogonal pada sumbu-x

w1 = x w2 = 0

Proyeksi

ortogonal pada sumbu-y

w1 = 0 w2 = y (x, y)

(x, 0) x

w

x y

(x, y)

w x x

y (0, y)



 

0 0

0 1



 

1 0

0 0

(12)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Proyeksi Ortogonal pada bidang

Operator Ilustrasi Persamaan Matriks standar

Proyeksi ortogonal pada bidang-xy

w1 = x w2 = y w3 = 0

Proyeksi ortogonal pada bidang-xz

w1 = x w2 = 0 w3 = z

Proyeksi ortogonal pada bidang-yz

w1 = 0 w2 = y w3 = z

(x, y, z)

(x, y, 0) x

x w

y z

(x, y, z) (x, 0, z)

w x

x

y z

(x, y, z) (0, y, z) x

w

x

y z

0 0 0

0 1 0

0 0 1

1 0 0

0 0 0

0 0 1

1 0 0

0 1 0

0 0 0

(13)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Rotasi

Rotasi vektor pada R

2

sebesar sudut θ

Sudut rotasi positif:

berlawanan dengan jarum jam

θ φ r

r x=(x, y)

w=(w1, w2)

x y

φ cos r

x = y = r sinφ

)

1 = r cos(θ +φ w

)

2 = rsin(θ +φ w

Hubungan antara x dan w:

(14)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Rotasi

Komponen vektor w

Operator rotasi:

θ θ sin

1 xcos y

w = −

θ θ cos

2 xsin y

w = +



 

 −

= θ θ

θ θ

cos sin

sin ] cos

[T

φ θ

φ

θ cos sin sin

1 rcos r

w = −

φ θ

φ

θ cos cos sin

2 r sin r

w = +

Identitas trigonometri:

(15)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Kontraksi dan Dilasi

Operator T(x) = kx dengan k tidak negatif

T(x)=kx

x x

T(x)=kx

Kontraksi (0 ≤ k < 1) Dilasi (k > 1)

(16)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Kontraksi dan Dilasi

Operator Ilustrasi Persamaan Matriks standar

Kontraksi sebesar k pada R2 (0 ≤ k < 1)

w1 = kx w2 = ky

Dilasi sebesar faktor k pada R2

(k > 1)

w1 = kx w2 = ky x

w

y (kx, ky)

(x, y) x (x, y) x

w

x y

(kx, ky)



 

k k

0

0

Contoh 1

(17)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Komposisi Transformasi Linear

Transformasi linear dari TA: Rn Rk dan TB: Rk Rm

Komposisi dari TB dengan TA

TA diikuti TB : transformasi dari Rn ke Rm

Notasi TB TA

TB(TA(x))=(TBTA)(x) TBTA

TB TA

Rn Rk Rm

x

(18)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Representasi Komposisi

Komposisi dari rotasi sebesar θ1 dan θ2

berlawanan jarum jam (T2○T1)(x)= T2(T1(x))

θ 1

θ 2 x

T2(T1(x))

x y

θ 1+θ2

T1(x)

x T1(x)

T2(T1(x)) y=x

x

Komposisi dari refleksi y

pada garis y=x diikuti proyeksi ortogonal pada sumbu-y

(19)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Komposisi: tidak komutatif

Komposisi dari refleksi pada garis (T1(x)) dan proyeksi ortogonal (T2(x))

x T1(x)

T2(T1(x))

y=x

x y

x y=x

T1(T2(x))

T2(x) x

y

(20)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Komposisi: komutatif

Komposisi dari refleksi pada sumbu-x dan sumbu-y

x

T2(x) T1(T2(x))

(-x,- y) (x,-y)

(x,y) x y

(x,y) (-x,y)

(-x,- y)

x T1(x)

T2(T1(x))

x y

Contoh 2

(21)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Interpretasi geometris dari eigenvektor

T: operator linear; A: matriks standar; x: vektor

T(x) =

λ x

A x =

λ x

Eigenvektor untuk eigenvalue terkait Eigenvalue

Perkalian dengan A memetakan x ke dalam perkalian skalar terhadap dirinya

(22)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Interpretasi geometris dari eigenvektor

Contoh 3

Perkalian dengan A di R2 dan R3 memetakan eigenvektor x ke dalam vektor yang segaris dengan x

λx x

λx x

λx x

λx x

-1≤λ≤0 λ≥1

0≤λ≤1 λ≤-1

(23)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 1

Dapatkan image dari

a) vektor (-1, 2) bila dilakukan refleksi terhadap garis y=x b) vektor (2,3,3) bila direfleksikan pada bidang–xz

c) vektor (3, -4) bila di rotasi sebesar 90°

d) vektor (2,-1,3) bila dilakukan proyeksi ortogonal pada bidang –yz

(24)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 1

a) Vektor image dari vektor x=(-1, 2) bila dilakukan refleksi terhadap garis y=x



 

= −



 

−

 

= 

= 1

2 2

1 0

1

1 ) 0

(x w T

(-1, 2)

(2, -1) x

w=T(x)

x

y y = x

(25)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 1

b) Vektor image dari vektor x=(2,3,3) bila direfleksikan pada bidang–xz





=









=

=

3 3 2

3 3 2

1 0

0

0 1 0

0 0

1 )

(x w T

(2, 3, 3) x

w

x

y z

(2, -3, 3)

(26)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 1

c) Vektor image dari vektor x=(3,-4) bila di rotasi sebesar 90°



 

 −

 

 −

=

= 4

3 90

cos 90

sin

90 sin 90

) cos (x w T

(4, 3)

(3, -4) x

w

x y



 

= 



 

 −

 

 −

= 3

4 4

3 0

1

1 0

(27)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 1

d) Vektor image dari vektor x=(2, -1,3) bila dilakukan proyeksi ortogonal pada bidang –yz





=









=

=

3 1 0

3 1 2

1 0

0

0 1 0

0 0

0 )

(x w T

(0, -1, 3)

x

w

x

y z

(2, -1, 3)

(28)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 2

a) Dapatkan matriks standar pada R2 untuk komposisi proyeksi ortogonal pada sumbu-y diikuti kontraksi dengan faktor k=½

Buktikan apakah komposisi tersebut komutatif serta berikan contoh secara geometri

b) Dapatkan matriks standar untuk komposisi dari operator linear pada R3: refleksi pada bidang –xy, diikuti proyeksi ortogonal pada bidang –xz

Buktikan apakah komposisi tersebut komutatif serta berikan contoh secara geometri

(29)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 2

a) T1: proyeksi ortogonal pada sumbu-y

T2: kontraksi dengan faktor k=½ = 0 1 0 0

T1

=

2 1 2 1

2 0

T 0

=

=

2 1 2

1 2 1 1

2 0

0 0 1

0 0 0 0

T 0

T 

=

=

2 1 2

1 2 1 2

1 0

0 0 0

0 1

0 0 T 0

T 

(2, 2) T1(x)

x y

T2(T1(x))

=

=

1 0 2

2 0

0 ) 0

(

2 1 1

2T x T

(2, 2)

T2(x) x y

T1(T2(x))

(30)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 2

b) T1 : refleksi pada bidang –xy, T2 : proyeksi ortogonal pada

bidang –xz

=

1 0

0

0 1

0

0 0

1 T1

=

1 0 0

0 0 0

0 0 1 T2

(2, 4, 3) x

x

y z

(2, 4,-3)

(2, 0,-3)

T2(T1(x))

=

=

1 0

0

0 0 0

0 0 1 1

0 0

0 1 0

0 0 1 1 0 0

0 0 0

0 0 1

1

2 T

T 

=

=

3 0 2 3

4 2 1 0

0

0 0

0

0 0

1 ))

( ( 1

2 T x

T

(31)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 2

(2, 4, 3) x

x

y z

(2, 0, 3) T2(x)

(2, 0,-3)

T1(T2(x))

b) T1 : refleksi pada bidang –xy, T2 : proyeksi ortogonal pada

bidang –xz

=

1 0

0

0 1

0

0 0

1 T1

=

1 0 0

0 0 0

0 0 1 T2

=

=

1 0

0

0 0 0

0 0 1 1

0 0

0 0 0

0 0 1 1 0

0

0 1 0

0 0 1

2

1 T

T 

=

=

3 0 2 3

4 2 1 0

0

0 0

0

0 0

1 ))

( ( 2

1 T x

T

(32)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 3

T: R3

→R

3

adalah operator proyeksi ortogonal pada bidang –xy

Vektor x pada aksis- z dipetakan ke dalam 0 oleh T

vektor tak-nol pada aksis-z: vektor eigen yang berkaitan dengan eigenvalue λ=0

Buktikan bahwa:

Vektor pada bidang –xy dipetakan ke dalam dirinya oleh T

vektor tak-nol dalam bidang –xy : vektor eigen yang berkaitan dengan eigenvalue λ =1

(33)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 3

Matriks standar untuk T





=

0 0

0

0 1

0

0 0

1 A

0 )

1 (

0 0

0 1 0

0 0

1 )

det( − = − 2 =

=

λ λ

λ λ

λ λ

I A

Persamaan karakteristik A

Eigenvalue: λ=0 dan λ=1

(34)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 3

Eigenvektor matriks A berkaitan dengan eigenvalue λ=0





=









0 0 0

0 0

0 1 0

0 0

1

3 2 1

x x x

λ

λ λ





=









0 0 0

0 0

0

0 1 0

0 0

1

3 2 1

x x x





=





=

t x

x x

0 0

3 2 1

x

Vektor x terletak pada aksis-z Solusi: x1=0; x2=0 ; x3=t

(35)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Contoh 3

Eigenvektor matriks A berkaitan dengan eigenvalue λ=1





=









0 0 0

1 0 0

0 0 0

0 0

0

3 2 1

x x x





=





=

3 0

2 1

t s

x x x x





=









0 0 0

0 0

0 1 0

0 0

1

3 2 1

x x x

λ

λ λ

Solusi: x1=s; x2=t; x3=0

Vektor x terletak pada bidang-xy

(36)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Operator Linear

1) Refleksi, proyeksi ortogonal, kontraksi dan dilasi, rotasi merupakan operator linear

3) Komposisi dari transformasi linear dari TA: RnRk diikuti dengan TB: RkRm dinotasikan TB ○TA

2) Bergantung pada operator yang digunakan, komposisi dapat bersifat komutatif atau tidak komutatif

(37)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Soal Latihan

, .

2) Buktikan bahwa

1) Dapatkan matriks standar pada R2 untuk komposisi:

rotasi sebesar 90° diikuti refleksi pada garis y=x

(38)

Objektif Teori Contoh Simpulan Latihan

Referensi

Dokumen terkait

3. Putar pipet di antara jari selama menusuk. Jangan memindahkannya ke sisi lain ataupun mendorongnya ke belakang. Lakukan sedikit tekanan ke bawah dan longgarkan

menular, dari pasien lain yang berisiko tinggi, yang rentan karena immunosuppressed atau lain dan staf  SPO mengelola pasien dengan infeksi

Selain itu, kami juga ingin mengetahui pengaruh hormon giberelin buatan yang disiramkan pada media tanaman cabai didua tempat yang berbeda tersebut, jika hormon

23 Tahun 1992 tentang Kesehatan Bab I Pasal I Ayat 5 adalah rangkaian tindakan medis untuk memindahkan organ atau jaringan tubuh manusia yang berasal dari tubuh orang lain atau

5 Generasi muda kita amat sangat memerlukan penulisan sejarah yang obyektif yang menghormati fakta-fakta sejarah, khususnya yang ditulis oleh sejarawan dan

Given the particular features of the crisis in the South, however, there are remaining lessons to be learnt from on the historical development in especially Scandinavia of the

 Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar(KBM)di SMK NU 01 Kendal sangat mungkin untuk di tingkatkan menjadi lebih baik lagi dari sekolah SSN menjadi SSI,hal

Dalam Tugas Akhir ini penelitian dilakukan dengan variasi beban kombinasi resistif, induktif dan kapasitif yang seimbang sekaligus tidak seimbang dengan beban yang