• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN KONSEP DIRI PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUBERTAS DI SMPN 1 JATINANGOR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "GAMBARAN KONSEP DIRI PADA REMAJA YANG MENGALAMI PUBERTAS DI SMPN 1 JATINANGOR."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

v ABSTRAK

ABSTRAK

Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa. Pada masa ini, remaja mengalami kematangan seksual. Pada masa remaja terjadi perubahan perubahan fisik dan psikologis, sehingga remaja harus beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Remaja mulai mencari jati diri yang tepat untuk membentuk identitas diri. Remaja di SMPN 1 Jatinangor juga mengalami perubahan-perubahan perilaku dalam proses mencari jati diri. Mereka dituntut untuk dapat segera menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut. Proses perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah konsep diri, sehingga penelitian ini menggambarkan tentang konsep diri pada remaja yang mengalami pubertas di SMPN 1 Jatinangor.

Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dengan proporsionate random sampling pada 253 orang siswa-siswi SMPN 1 Jatinangor dengan menggunakan skala konsep diri Piers dan Harris yang terdiri dari 80 item pernyataan. Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan mean. Hasil analisis menunjukkan bahwa 142 responden memiliki (56%) konsep diri yang positif dan 111 responden memiliki (44%) konsep diri negatif.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi SMPN 1 jatinangor dan profesi keperawatan dalam pengadaan program-program yang dapat mendukung konsep diri remaja di SMPnegeri tersebut.

(2)

vi ABSTRACT

Teenage years are the phase of children who is going to change into maturity. In this phase, teenagers experienced kinds of sexuality processes. There will be changes in physical nor psychological sides, so teenagers had to experience these changes. Teenagers started to look for their real self-existence to create their own identity. Teenagers in SMPN 1 Jatinangor also experienced these phases. They are forced to adapted themselves to it. This process of changes could be influenced by so many things, one of them is self concept, which this research described in the population of students in SMPN 1 Jatinangor. The research method were descriptive quantitive. The sample was taken by proporsionate random sampling of 253 students of SMPN 1 Jatinangor, used the scale of self concept theory by Piers and Harris that were consist of 80 items of questions. The analysis method were using mean calculation. The result of the analysis shown that 142 respondence had (56) positive self concept, and 111 other respondence had (44) negative self concept.The writer hope that this result could give the students of SMPN 1 Jatinangor and the nurse profession a positive enlightment in their programs, and could support the self concepts method.

Referensi

Dokumen terkait

Perawatan diri saat menstruasi adalah upaya untuk meringankan gejala-gejala pada saat menstruasi yang dapat dilakukan dengan cara farmakologi yaitu penggunaan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gambaran konsep diri : harga diri pada klien dengan amputasi secara keseluruhan, sampel berjumlah 5 responden dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gambaran konsep diri : harga diri pada klien dengan amputasi secara keseluruhan, sampel berjumlah 5 responden dengan

Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive incidental sampling dengan menggunakan metode skala likert yang peneliti buat sendiri.Kesimpulan dari penelitian ini, lansia

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan partisipan penelitian berjumlah 89 paritisipan dengan kriteria bahwa mereka adalah

Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian ini, yaitu terdapat hubungan antara konsep diri dengan ketidakberdayaan dan risiko bunuh diri pada remaja yang mengalami

Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling yaitu remaja yang ada di Kelurahan Kelayan yang saat dilakukan penelitian,

Akan tetapi pada saat setelah S tidak bergabung lagi dengan geng tersebut dan putus dengan pacarnya, S tidak pernah pulang malam dan tidak merokok lagi meskipun hubungan