• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata Kunci : Regresi Linear, Kompetensi Human Resource, Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ABSTRAK. Kata Kunci : Regresi Linear, Kompetensi Human Resource, Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN SOCIETY 5.0 TERHADAP KOMPETENSI HUMAN RESOURCE PADA KOMPERTEMEN UTAMA DAN KOMPERTEMEN KEUANGAN & UMUM DI PT. PIM (PUPUK ISKANDAR

MUDA) LHOKSEUMAWE

Nurmala1, Abdurrozzaq Hasibuan2, Siti Rahmah Sibuea3

1,2,3 Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Medan,Indonesia

Jl. Sisimangaraja Kota Medan Sumatra Utara

Email:[email protected]; [email protected]; [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui seberapa siapnya para pegawai di PT. PIM (Pupuk Iskandar Muda) dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Dalam penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel terikat (kompetensi human resource) dan variabel bebas (era revolusi industri 4.0 dan society 5.0). Sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu sebanyak 156 karyawan dari PT. (Pupuk Iskandar Muda) yang berasal dari berbagai devisi dengan metode pengambilan data dilakukan dengan kuisioner yang dibagikan melalui google form. Teknik Analisa yang digunakan adalah regresi linear dengan alat bantu SPSS 25 for windows. menggunakan uji hipotesa F dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian terbukti bahwa era revolusi industry memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kompetensi human resource dengan pergerakan positive dimana nilai F hitung 329.357 > F tabel 1.975, serta tingkat signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 dan Uji determinasi menghasilkan output koefesien determinasi (R square) sebesar 60.81%. Berdasarkan hasil pembuktian uji tersebut maka diketahui bahwa era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 memeliki pengaruh dominan terhadap kompetensi human resource

Kata Kunci : Regresi Linear, Kompetensi Human Resource, Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0.

THE EFFECT OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION ERA 4.0 AND SOCIETY 5.0 ON HUMAN RESOURCE COMPETENCE IN MAIN COMPETENCIES AND FINANCE &

GENERAL COMPETENCIES IN PT. PIM (FERTILIZER ISKANDAR YOUNG) LHOKSEUMAWE

ABSTRACT

This research was conducted to determine how ready the employees at PT. PIM (Pupuk Iskandar Muda) in facing the era of the industrial revolution 4.0 and society 5.0. This study uses two variables, namely the dependent variable (human resource competence) and the independent variable (the era of the industrial revolution 4.0 and society 5.0). The sample used in the study were 156 employees from PT. (Pupuk Iskandar Muda) who came from various divisions with the method of collecting data using a questionnaire distributed via google form.

The analysis technique used is linear regression with SPSS 26 for windows. using the F hypothesis test with a significance level of 5%. The test results prove that the era of the industrial revolution

(2)

4.0 and society 5.0 has a significant influence human resource competence with positive movements where the calculated F value is 329.357 > F Tabel 1.975, and the significance level is 0.000 < 0.05 and the determination test produces an output coefficient of determination (R square) of 60.8%. Based on the test results, it is known that the era of the industrial revolution 4.0 and society 5.0. has a dominant influence on human resource competence

Keywords: Linear Regression, Human Resource Competence, Industrial Revolution4.0 and society 5.0.

1. PENDAHULUAN

Perkembangan zaman akhir-akhir ini tidak dapat di elakkan apalagi dihentikan.

Teknologi semakin berkembang setiap tahunnya, berbagai perusahaan secara berkala meng upgrade mesin mereka menjadi semakin canggih setiap tahunnya dan kita sebagai manusia dituntut untuk mengikuti arus ini. Perubahan yang sedang kita alami inilah yang disebut dengan era globalisasi.

Namun, era globalisasi ini sendiri memiliki era nya masing – masing dan kita sekarang sudah memasuki era revolusi industri 4.0 dan akan menuju era revolusi industri society 5.0.

Pertama adalah era revolusi industri 1.0 dimana terjadi pada abad ke 18 dimana ditemukannya mesin uap dan mengakibatkan memungkinkan barang dapat dilakukan produksi secara massal. Kedua adalah era revolusi industri 2.0 dimana terjadi pada abad ke 19 yang mana ditandai oleh maraknya penggunaan listrik pada produksi barang sehingga biaya produksi menjadi lebih murah. Ketiga adalah era revolusi industri 3.0 ditandai oleh sudah mulai digunakan pemakaian komputerisasi, dimana teknologi dan informasi mulai digunakan untuk mengoptimasikan produksi. Keempat, revolusi industri 4.0 yang ditandai oleh adanya tulang punggung yang menjadi penggerak dan konektivitas manusia dengan mesin melalui rekayasa intelegensia dan internet of the thing. Terakhir adalah era revolusi industri society 5.0 dimana ini merupakan era dimana terjadi peningkatan kolaborasi yang signifikan antara manusia dengan sistem perangkat cerdas melalui

otomatisasi industri yang sangkat akurat dan didukung oleh keterampilan berpikir yang kritis. Hal ini membuat pekerjaan akan lebih efesien dan membantu organisasi dapat lebih kompetitif dalam bekerja pada upcycling industri dikemudian hari.

Namun, walaupun penerapan teknologi akan semakin marak, peran manusia tidak dapat dihapuskan semudah itu. Jeffrey Pfeffer dalam Sutrisno (2010) berargumentasi bahwa Sumber Daya Manusia merupakan sumber keunggulan daya saing yang mampu menghadapi tantangan agar suatu organisasi mampu terus bertahan dan bersaing, dominasi teknologi saja tidak cukup jika tidak ditunjang oleh sumber daya manusia yang unggul. Sumber daya manusia dalam suatu organisasi yang dapat diandalkan untuk menggerakkan sumber daya lainnya dalam mewujudkan keunggulan bersaing adalah sumber daya manusia yang mampu mengembangkan diri secara proaktif, yang mau belajar, mau bekerja keras dengan penuh semangat, dan mau bekerja sama.

Oleh karena itu kompetensi sumber daya manusia atau human resource yang dimana merupakan sebagai sumber daya startegis suatu organisasi haruslah terus menerus dibina, dilatih, dan dikembangkan secara terus menerus untuk memastikan bahwa suatu organisasi atau perusahaan tetap dapat beradaptasi dan bersaing hingga jangka waktu yang panjang.

PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang merupakan perusahaan penghasil pupuk majemuk (NPK) yang memiliki fokus berupa optimalisasi dan komersialisasi dimasa

(3)

mendatang sangatlah penting untuk di pertahankan kualitas kompensi human resource nya hal ini dikarenakan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) memiliki peranan penting dalam program berkepanjangan pemerintah yaitu dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, memastikan bahwa seluruh human resource memiliki skill yang mempuni dan up to date merupakan hal yang penting terlebih lagi di era covid ini dimana setiap pegawai dituntut dapat melakukan kegiatannya dengan cepat dan efesien melalui jarak jauh.

Literasi Revolusi Industri 4.0 dan society 5.0

Kegiatan yang berbasis physcs – cyber merupakan ciri khas dari revolusi industri 4.0 terlebih lagi dimasa covid 19 yang dimana mengharuskan para karyawan untuk melakukan social distancing terpaksa untuk melakukan beberapa kegiatannya untuk berkolaborasi pada teknologi digital. Pada zaman industri 4.0 pabrik pintar merupakan suatu hal yang nyata, hal ini dikarenakan IoT (Internet of the Things) sudah merebak disegala sektor kehidupan sehingga lini dunia produksi telah terintegrasi dengan dunia online dimana internet menjadi pondasi utama. Salah satu contohnya adalah dunia industri otomotif yang sudah memakai sistem robotik dan sistem IoT merupakan contoh nyata aplikasi industri 4.0.

Walaupun secara umum dunia masih di era revolusi industri 4.0 namun beberapa negara elit seperti Korea Selatan, USA, Jepang dan lain-lain telah memulai duluan tahapan yang lebih tinggi yaitu berupa revolusi industri society 5.0. Hal ini pertama kali di gagas oleh Jepang dalam 5th Science and Technology Basic Plan yang dimana merupakan era menciptakan keseimbangan antara kemajuan teknologi digital, kemajuan ekonomi paralel dengan penyelesaian masalah sosial. Industri 5.0 identik dengan sinergi peradaban manusia dan teknologi

digital tanpa menghilangkan jati diri manusia yang sesungguhnya.

Industri society 5.0 awalnnya berfokus pada industri saja dimana sebagai contoh penggunaaanya yaitu dalam menggantikan robot dalam menggangkat barang dengan menggunakan forklit. Pada tahap ini, speed telecommunication merupakan hal yang sangat difokuskan dikarenakan selama ini banyak sekali kondisi dimana proses operasional berjalan lambat dikarenakan tidak ada pendekatan digital sehingga progres dari aktivitas operasional berjalan dengan sangat lambat.

2. METODE PENELITIAN

Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan cara membagikan kuisioner secara online melalui google form yang disebarkan ke beberapa divisi pada PT. PIM (Pupuk Iskandar Lhokseumawe). Subjek penelitian pada tugas akhir ini adalah kompetensi human resource karyawan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang di objek kan pada karyawan PT. PIM (Pupuk Iskandar Muda) Lhokseumawe. Adapun pengisian kuisioner yaitu mengenai kompetensi yang dimiliki karyawan dalam bekerja dan bersinergi dengan teknologi yang ada dan menggunakannya untuk mendukung jalannya pekerjaan karyawan untuk menjadi lebih efektif dan efesien. Data kuisioner yang dikumpulkan pada penelitian ini merupakan data primer. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknis responden, orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data. Adapun tahapan yang dilakukan peneliti dalam melakukan penelitian sebagai berikut: 1) Identifikasi

(4)

masalah; 2) Studi literatur; 3) Pengumpulan data; 4) Pengolahan data; 5) Analisis hasil pengolahan data; 6) Kesimpulan dan saran.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Populasi pada kompertemen ini sebanyak 256 orang, maka digunakanlah rumus penentuan sampel yaitu berupa rumus slovin (Siregar,2010):

Hasil Uji Validitas dan Reabilitas a. Uji Validitas

Tabel 1 Uji validitas

Dimana :

𝑁 𝑛 = 1 + 𝑁𝑒2

n : ukuran sampel N : ukuran populasi

e : batas toleransi kesalahan (error tolerance)

Sehingga:

256 𝑛 = 1 + 256 (0.05)2

= 156 Orang

Jadi, terdapat 156 pegawai yang berasal dari PT. PIM (Pupuk Iskandar Muda) pada kompertemen utama dan kompertemen keuangan & umum yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap kompetensi human resource. Pada penelitian ini data yang didapatkan dengan menggunakan pembagian kuisioner tertutup dengan pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social (Anip, 2018). Oleh karena itu dalam penelitian ini dengan menggunakan empat alternatif jawaban, untuk pernyataan positif yaitu: 4 (sangat setuju), 3 (setuju), 2 (tidak setuju), dan 1 (sangat tidak setuju). Sedangkan untuk pernyataan negatif yaitu: 1 (sangat setuju), 2 ( setuju), 3 (tidak setuju), 4 (sangat tidak setuju).

Sumber : Output SPSS 25

Pada Tabel 4.1 menunjukkan bahwa pada keseluruhan pertanyaan memiliki nilai korelasi product moment lebih besar dari yang dimiliki oleh nilai r Tabel yaitu 0.159 (taraf signifikansi 5% dan n = 156) sehingga dapat disimpulkan bahwa dari 16 item pernyataan dinyatakan valid sebanyak 16 item dan yang dinyatakan tidak valid sebanyak 0 item.

b. Uji Reliabilitas

Uji ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai cronbacth alpa dengan ketentuan nilai cronbacth alpa minimal 0,6. Artinya jika nilai cronbacth alpa yang didapatkan dari hasil perhitungan SPSS lebih besar dari 0.6 maka dapat disimpulkan bahwa kuisioner tersebut reabel, dan sebaliknya jika perhitungan SPSS lebih kecil dari 0,6 maka kuisioner tersebut dikatakan tidak reabel.

Tabel 2 Uji Reliabilitas variabel X dan Y

(5)

Nilai Alpha Cronbach

Kriteria Keputusan

(6)

0.918 0.60 Reabel

Sumber : Output SPSS 25

Dari keterangan tabel 4.2 maka dapat lihat bahwa variabel memiliki nilai cronbach alpa lebih besar dari ketentuan nilai cronbacth 0.918 > 0.6 maka dengan ini kuisioner tersebut dinyatakan reabel

Uji Analisis Data a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui bahwa data sudah terdistribusi secara normal dan merata. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan analisis kolmogorof - smirnov (K-S) dan menggunakan program bantu SPSS V.25 For Windows Berikut hipotesa pada uji normalitas:

Ha : Data terdistribusi normal Ho : Data tidak terdistribusi normal

No Item Pertanyaan

R hitung

R tabel

5%

Keterangan

1 Y1 0.635 0.159 Valid

2 Y2 0.702 0.159 Valid

3 Y3 0.689 0.159 Valid

4 Y4 0.387 0.159 Valid

5 Y5 0.757 0.159 Valid

6 Y6 0.476 0.159 Valid

7 Y7 0.587 0.159 Valid

8 Y8 0.727 0.159 Valid

9 X1 0.663 0.159 Valid

10 X2 0.671 0.159 Valid

11 X3 0.734 0.159 Valid

12 X4 0.725 0.159 Valid

13 X5 0.742 0.159 Valid

14 X6 0.769 0.159 Valid

15 X7 0.791 0.159 Valid

16 X8 0.532 0.159 Valid

Tabel 3 Uji normalitas Kolmogorov- Smirnov

Sumber : Output SPSS 25

Berdasarkan hasil uji normaliatas diketahui nilai signifikansi 0.058 > 0.05(taraf signifikansi), ini dapat diartikan bahwasannya Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

b. Uji Korelasi Pearson

Uji korelasi person digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara 2

(7)

variabel, Uji korelasi pearson ini dilakukan dengan menggunakan program bantu SPSS V.25 For Window. Berikut hipotesa pada uji korelasi pearson:

Ha : Terdapat hubungan antara dua variabel Ho : Tidak ada hubungan antara dua

variabel

Tabel 1 Uji Korelasi Pearson

Sumber : Output SPSS 25

Dari tabel 4.4 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi p-value sebesar 0,000 (<0,05) artinya, hipotesa Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara era revolusi industri society 5.0 dan kompetensi human resource. Besar korelasinya adalah 0.825 dimana ini menunjukkan bahwa variabel x terhadap variabel y memiliki arti hubungan korelasi sempurna, dan bentuk hubungan positif c. Uji Heteroskedastisitas

Pada uji ini digunkan metode scatter plot untuk mengetahui suatu data telah menyebar dengan sempurna tanpa adanya terbentuk pola dan terjadi penyimpangan.

Uji heteroskedastisitas ini dilakukan dengan menggunakan program bantu SPSS Vesi 25 For Windows. Berikut hipotesa pada uji heteroskedastisitas:

Ha : Data menyebar sempurna dan tidak terjadi penyimpangan

Ho : Data tidak menyebar sempurna dan terjadi penyimpanan

(8)

Sumber : Output SPSS 25

Menurut Imam Ghozali ( 2011:139) tidak terjadi heteroskedastisitas, jika tidak dijumpai pola yang (bergelombang, melebar kemudian menyempit) pada scatterplots.

Maka dapat diambil keputusan bahwasannya Ha diterima dan Ho ditolak.

d. Regresi Linear

Analisa ini digunakan untuk meneliti hubungan antara dau variabel atau lebih.

Dimana Analisa ini dilakukan dengan menggunakan program bantu SPSS V.25 For Windows dan hasil ujinya dapat dilihat pada tabel 4.5. Berikut uji hipotesa pada regresi linear:

Ha : Variabel era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 memiliki pengaruh terhadap variabel kompetensi human resource

Ho : Variabel era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 tidak memiliki pengaruh terhadap variabel kompetensi human resource

Dari analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25 for windows dapat diperoleh persamaan regresi sederhana sebagai berikut:

Tabel 2 Hasil uji regresi linear variabel era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap kompetensi human resource

Dari tabel 4.5 pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai Sig, signifikansi X sebesar 0.000 < 0.05, yang artinya ada pengaruh X terhadap Y, sehingga hipotesa Ha diterima dan Ho ditolak.

Berdasarkan tabel 5 maka

didapati persamaan regresi linear sebagai berikut:

Y = 9.848 + 0.661 X

Persamaan regresi diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Nilai 9.848 adalah nilai konstanta yang artinya ketika variabel X dianggap konstan, maka besarnya variabel Y adalah sebesar 9.848

b. Nilai 0.661 pada variabel X artinya bila variabel X dinaikkan 1 poin maka variabel Y akan naik sebesar 0.661

e. Uji Korelasi Pearson

Uji ini menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel indipenden secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Analisa ini dilakukan dengan menggunakan program bantu SPSS V.25 For Windows. Berikut uji hipotesa pada T:

Ha : Terdapat pengaruh pada variabel era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap variabel kompetensi human resource

Ho : Tidak terdapat pengaruh pada variabel era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap variabel kompetensi human resource

Tabel 6 Hasil uji t era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap kompetensi human resource

Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai t hitung dan t tabel:

Cara mencari nilai t tabel = α/2, n- k Keterangan :

α= Error tolerance n= Jumlah

responden k=

Jumlah variabel Sehingga : t tabel = α/2, n-k

= 0.05/2, 156-2

= 0.025, 154

(9)

= 1.975

Dari output tabel 4.7 didapati nilai t hitung yaitu 4.334 > t tabel 1.975 sehingga dapat diambil kesimpulan Ha diterima dan Ho ditolak, Yang berarti terdapat pengaruh antar variabel era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap variabel kompetensi human resource. Dari uji hipotesa berikut ini maka model regresi linear dapat dipakai untuk memprediksi variabel partisipasi atau dengan kata lain ada pengaruh variabel X (era revolusi industri 4.0 dan society 5.0) terhadap variabel Y (komptensi human resource) f. Koefisien Determinasi (R2)

Untuk mengetahui berapa persen pengaruh variabel era revolusi industri society 5.0 terhadap komptensi human resource di PT.PIM Lhokseumawe.

Tabel 7 Uji determinasi

Tabel 4.8 menjelaskan besarnya nilai korelasi/ hubungan (R) yaitu sebesar 0.825.

Daru output tersebut diperoleh koefesien determinasi (R square) sebesar 0.681 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 60.81%

4. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang

“Kompetensi Human resource dalam menghadapi era revolusi industry 4.0 dan society 5.0 di PT. PIM Lhokseumawe”

menyimpulkan bahwa:

1. Para Pegawai di PT.PIM Lhokseumawe memiliki kesiapan kompetensi human resource yang mumpuni dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 mendatang.

2. Pengaruh era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 terhadap kompetensi human resource dalam menghadapi mendatang

menunjukkan hasil yang signifikan yaitu sebesar 60.81%

3. Variabel x terhadap variabel y memiliki hubungan korelasi sempurna, dan bentuk hubungan positif. hal ini berarti bahwa semakin meninghkatnya nilai variabel X maka nilai dari variabel Y akan semakin meningkat

DAFTAR PUSTAKA

Chen, W. H. (1997). The human side of total quality management in Taiwan:

Leadership and human resource management. International Journal of Quality and Reliability Management, 14(1), 24–45.

Chioma, A., & Al, E. (2017). Human Resource Planning and Organizational Performance in Oil and Gas Firms in Port Harcourt. International Journal of Advanced Academic Research | Social

& Management Sciences |, 3(9), 2488–

9849.

Fajariah, M., & Suryo, D. (2020). Sejarah Revolusi Industri di Inggris Pada Tahun 1760-1830. HISTORIA : Jurnal

Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 77.

Isbiantoro, A. (2019). Pengaruh Kompetensi, Kompensasi dan Pengembangan Karir Terhadap Kinerja Karyawan PT. Karya Mitra Tehnik di Sidoarjo. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Kusumawardhani, F., & Muanas, M. (2020).

Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia, Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Kualitas Laporan Keuangan terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Jurnal Ilmiah Akuntansi Kesatuan, 8(2), 137–146.

Manara, M. U. (2014). Hard Skills Dan Soft Skills Pada Bagian Sumber Daya Manusia Di Organisasi Industri. Jurnal Psikologi Tabularasa, 9(1), 37–47.

Nurjaya, N., Affandi, A., Ilham, D., Jasmani,

(10)

J., & Sunarsi, D. (2021). Pengaruh Kompetensi Sumber Daya Manusia Dan Kemampuan Pemanfaatan Teknologi Terhadap Kinerja Aparatur Desa Pada Kantor Kepala Desa Di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia), 4(3), 332.

Santos, F. C. A. (2000). Integration of human resource management and competitive priorities of manufacturing strategy.

International Journal of Operations and Production Management, 20(5), 610–

628.

Outman, James, Elisabeth, May, Matthew.

(2003). Industrial Revolution Primary Resources. Detroit : UXL

Setiawan, N. (2017). Penentuan Ukuran Sampel Memakai Rumus Slovin dan Tabel Krejcie - Morgan : Telaah Konsep dan Aplikasinya. Diskusi Ilmiah Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Peternakan UNPAD, November, 1–16.

Xu, M., David, J. M., & Kim, S. H. (2018).

The fourth industrial revolution:

Opportunities and challenges.

International Journal of Financial Research, 9(2), 90–95.

(11)

Referensi

Dokumen terkait

Teknik perlindungan investasi konstruksi terhadap serangan organisme perusak yang sudah banyak dilakukan oleh masyarakat, terutama pada kayu bangunan yang digunakan adalah

Kata kunci : spektrum, teori spektral, himpunan resolvent, operator linear terbatas di ruang ber-norm, operator linear self adjoint terbatas di ruang Hilbert.. x+40 : 0 tabel dan

Diberitahukan kepada jemaat &amp; simpatisan GKI Gunung Sahari, bahwa akan dibuka pelayanan Katekisasi Khusus bagi simpatisan yang berasal dari Gereja Roma Katolik

Perawat dan Bidan Masukan Tersedianya dana Rupiah 8.211.517.720 Keluaran Meningkatnya kompetensi tenaga. perawat dan bidan Orang

Perlindungan terhadap privasi informasi atas data pribadi di Indonesia masih lemah. Hal ini ditengarai dari masih banyaknya penyalahgunaan data pribadi seseorang, diantaranya

Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, karunia serta ridho-Nya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi guna memenuhi persyaratan

BB081 -Adiatma Yudistira Manogar Siregar, SE.,MEconSt..

Verifikasi dan Konsep Persetujuan Berdasarkan dokumen permohonan yang diterima, Unit Teknis menyiapkan konsep Surat Keputusan, Nota Dinas pengantar penandatanganan