ABSTRAK
Mesin bor duduk mempunyai fungsi untuk proses drilling dan boring, dimana pada fungsi untuk drilling yaitu untuk melubangi benda kerja belum berlubang atau masih rata, sedangkan pada fungsi untuk boring yaitu untuk melakukan proses pembesaran lubang yang sudah ada atau berlubang.
Mata bor yang beroperasi pada benda kerja pada dengan kecepatan putaran dan beban tertentu akan mengalami kecepatan pemakanan yang berbeda. Nilai kecepatan pemakanan yang terjadi pada mata bor akan berbeda sesuai dengan jenis mata bor yang digunakan. Dalam pengujian ini digunakan dua jenis mata bor yang berbeda yaitu jenis mata bor HSS (High Sped Steel) Cobalt dan jenis mata bor HSS (High Sped Steel) Reguler dengan masing-masing jenis mata bor tersebut menggunakan variasi beban 5 kg, 5,25 kg, 5,50 kg dan 5,75 kg.
Untuk jenis mata bor HSS (High Speed Steel) Cobalt mempunyai nilai kecepatan yang cepat dan waktu yang diperlukan untuk melakukan proses drilling tidak memerlukan banyak waktu dari pada jenis mata bor HSS (High Speed Steel) reguler.
kata kunci : drilling, HSS Cobalt, HSS Reguler, Boring, Feeding Speed, Benda Kerja ST 37.
iii
ABSTRACT
The seated drill has a function for drilling and reaming processes, where the drilling function is to perforate a part which has not been perforated or which is still flat, while the drilling function is to enlarge a existing or hollow hole. A drill bit that runs on a workpiece at a certain rotational speed and at a certain load will experience different feed speeds. The value of the feed speed that occurs in the drill bit differs depending on the type of drill bit used. In this test two different types of drill bits were used, namely the HSS (High Speed Steel) cobalt drill bit and the HSS (High Speed Steel) Regular drill bit, each type of drill bit using a load variation of 5 kg, 5,25 kg, 5,50 kg and 5,75 kg. For the HSS (High Speed Steel) cobalt drill bit, it has a fast speed value, and the time required to complete the drilling process does not require much time than the ordinary HSS (High Speed Steel) drill bit.
keywords: drilling, HSS Cobalt, HSS Regular, Boring, Feeding Speed, Workpiece ST 37.
iv
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadapan tuhan Yang Maha Esa yang telah memberika rahmat-Nya sehingga penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Pembuatan skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah skripsi pada Jurusan Teknik Mesin – Konsentrasi Teknik Otomotif di STT YBS Internasional Tasikmalaya. Selama penyusunan skripsi ini penulis banyak menerima bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih dan rasa hormat yang sangat besar khususnya kepada Tuhan YME dan kedua orang tua yang saya cintai yang selalu memberikan doa dan restu serta dorongan baik materil maupun moril, serta kepada:
1. Bapak Dewanto Rosiana Adhy, MT. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi YBS Internasional Tasikmalaya.
2. Bapak Rachmanto Hadiputranto, ST. M. Pd, Wakil Ketua Bidang Akademik Sekolah Tinggi Teknologi YBS Internasional Tasikmalaya.
3. Bapak Muhamad Ghozali ST. Ketua Jurusan Program Studi Teknik Mesin Otomotif.
4. Bapak/ibu dosen program studi teknik mesin otomotif dan karyawan sekolah tinggi teknologi ybs internasional tasikmalaya.
5. Kedua Orang Tua yang memberikan dukungan Moril maupun Materil.
6. Istri tercinta Sari Sinta Mulyani A. Md yang selalu memberikan banyak waktu untuk membantu dan menyemangati disetiap lembar sekripsi.
7. Putra pertama saya, Kenzio Al Barra Syaputra yang menjadi penyemangat.
8. Seluruh rekan seperjuangan seluruh Keluarga Besar HMM STT YBSI Tasikmalaya.
9. PT. Hino Maya Graha Indah Bandung
v
Penulis menyadari bahwa penyusunan sekripsi ini masih jauh dari sempurna yang disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penulis, oleh karena itu penulis siap menerima kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan sekripsi ini.
Akhir kata penulis mengharapkan bahwa sekripsi ini dapat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa STT YBS Internasional Tasikmalaya dan bagi pembaca pada umumnya.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi, dukungan, saran dan kritiknya.
Tasikmalaya, Desember 2020 Penulis
Mohamad Angga Abdurrahman
vi
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan... i
Lembar Keaslian Skripsi... ii
Abstrak... iii
Abstract... iv
Kata Pengantar... v
Daftar Isi... vii
Daftar Gambar... xi
Daftar Tabel... xii
Daftar Grafik... xiv
Daftar Istilah... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Penelitian ... 2
1.4 Batasan Masalah ... 2
1.5 Metode Penelitian ... 3
1.6 Sistematika Penulisan... 3
1.7 Diagram Alir Pengujian ... 4
vii
BAB II LANDASAN TEORI . ... 5
2.1 Mesin Bor ... 5
2.1.1 Bagian-bagian Mesin Bor... 7
2.1.2 Pengerjaan Pengeboran... 12
2.1.3 Prinsip Pengeboran ... 13
2.2 Benda Kerja Uji (ST 37)... 14
2.2.1 Carbon... 14
2.2.2 Silicon ... 14
2.2.3 Nikel ... 15
2.2.4 Wolfram... 15
2.2.5 Cobalt ... 15
2.3 Mata Bor... 16
2.3.1 Jenis Mata Bor... 16
2.4 Penganalisisan Mata Bor... 17
2.4.1 Waktu Pengeboran Mata Bor... 17
2.4.2 Kecepatan Potong... 17
2.4.3 Secara Visual (Kasat Mata)... 18
2.5 Prinsip Pemotongan Logam (Metal Cutting Principle)... 18
2.6 Formulasi Rumus... 18
viii
BAB III PENGUJIAN DAN PENGAMBILAN DATA... 20
3.1 Metode Penelitian... 20
3.2 Prosedur Pengujian... 20
3.3 Pelaksanaan Pengujian... 20
3.3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pengujian ... 21
3.3.2 Alat dan Bahan ... 21
3.3.3 Langkah Pengujian... 22
3.3.4 Petunjuk Pengujian... 26
3.3.5 Keselamatan Pengujian... 26
3.4. Data Hasil Pengujian... 28
3.4.1 Data Hasil Pengujian Mata Bor HSS Cobalt ... 28
3.4.2 Data Hasil Pengujian Mata Bor HSS Reguler ... 30
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN... 33
4.1 Data Hasil Pengujian ... 33
4.2 Analisis ... 42
4.2.1 Hasil Analisis Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler.. 42
4.2.2 Hasil Analisis Perbandingan Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler 3 kali pengujian dengan 4 beban yang berbeda ... 45
4.2.3 Hasil Analisis Pengujian dilihat dari karakteristik material mata bor HSS Reguler dan HSS Cobalt ... 46
ix
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN………... 48 5.1 Kesimpulan ... 48 5.2 Saran... 48
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP
x
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Skema Gambar Mesin Bor... 5
Gambar 2.2 Mesin Bor... 6
Gambar 2.3 Dudukan (Base)... 7
Gambar 2.4 Tiang (Column)... 8
Gambar 2.5 Meja (Table)... 9
Gambar 2.6 Mata Bor (Drill)... 9
Gambar 2.7 Spindle... 10
Gambar 2.8 Spindle Head... 10
Gambar 2.9 Drill Feed Handle... 11
Gambar 2.10 Motor Listrik... 12
Gambar 2.11 Mata Bor HSS Cobalt... 16
Gambar 2.12 Mata Bor HSS Reguler... 17
Gambar 4.1 Hasil Bram HSS Reguler... 46
Gambar 4.2 Hasil Bram HSS Coblat... 47
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan beban 5 kg... 28
Tabel 3.2 Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan beban 5,25 kg... 28
Tabel 3.3 Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan beban 5,50 kg... 28
Tabel 3.4 Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan beban 5,75 kg... 29
Tabel 3.5 Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan beban 5 kg... 30
Tabel 3.6 Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan beban 5,25 kg... 30
Tabel 3.7 Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan beban 5,50 kg... 30
Tabel 3.8 Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan beban 5,75 kg... 31
Tabel 4.1 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5 kg... 33
Tabel 4.2 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5,25 kg... 34
Tabel 4.3 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5,50 kg... 35
Tabel 4.4 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5,75 kg... 36
Tabel 4.5 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5 kg... 37
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5,25 kg... 38
Tabel 4.7 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5,50 kg... 39
Tabel 4.8 Hasil Pengujian Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5,75 kg... 40
Tabel 4.9 Hasil Pengolahan data Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler pada beban 5 kg ... 42
Tabel 4.10 Hasil Pengolahan data Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler pada beban 5,25 kg ... 42
xii
Tabel 4.11 Hasil Pengolahan data Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler
pada beban 5,50 kg ... 43 Tabel 4.12 Hasil Pengolahan data Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler
pada beban 5,75 kg... 44
xiii
DAFTAR GRAFIK
Grafik 3.1 Data Hasil Rata-rata Feeding Speed HSS Cobalt... 29
Grafik 3.2 Data Hasil Rata-rata Feeding Speed HSS Reguler... 31
Grafik 3.3 Waktu Pelubangan Mata Bor HSS Cobalt dan HSS Reguler... 32
Grafik 3.4 Feeding Speeed Mata Bor HSS Reguler dan HSS Cobalt... 32
Grafik 4.1 Feeding Speed Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5 kg... 34
Grafik 4.2 Feeding Speed Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5,25 kg... 35
Grafik 4.3 Feeding Speed Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5,50 kg... 36
Grafik 4.4 Feeding Speed Mata Bor HSS Cobalt dengan Beban 5,75 kg... 37
Grafik 4.5 Feeding Speed Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5 kg... 38
Grafik 4.6 Feeding Speed Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5,25 kg... 39
Grafik 4.7 Feeding Speed Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5,50 kg... 40
Grafik 4.8 Feeding Speed Mata Bor HSS Reguler dengan Beban 5,75 kg... 41
Grafik 4.9 Perbandingan Feeding Speed antara Mata Bor HSS Reguler dan HSS Cobalt... 45
xiv
DAFTAR ISTILAH π nilai konstanta = 3,14
d diameter mata bor (mm) n putaran spindle mesin (rpm) F kecepatan pemakanan (mm/menit)
diameter mata bor (mm)
N kecepatan pemotongan (rpm)
xv