• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN SISTEM PENGGERAK LOADING-UNLOADING TARGET (PROTOTIPE) DI FASILITAS IRADIASI RSG GAS ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN SISTEM PENGGERAK LOADING-UNLOADING TARGET (PROTOTIPE) DI FASILITAS IRADIASI RSG GAS ABSTRAK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN SISTEM PENGGERAK LOADING-UNLOADING TARGET (PROTOTIPE) DI FASILITAS IRADIASI RSG–GAS

Usmanto Sidabutar1, Sunarko1, Rezki Mahardika1, Dadang Hermawan1

1 Pusat Reaktor Serba Guna - BATAN, Jl. Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan 15314 Email: [email protected]

ABSTRAK

PENGEMBANGAN SISTEM PENGGERAK LOADING-UNLOADING TARGET (PROTOTIPE) DI FASILITAS IRADIASI REAKTOR RSG–GAS. Telah dilakukan pengembangan sistem penggerak loading-unloading target dalam skala percobaan di fasilitas iradiasi reaktor RSG-GAS. Kegiatan loading-unloading target pada saat reaktor sedang beroperasi dapat menyebabkan perubahan daya reaktor karena adanya perubahan reaktivitas. Perubahan daya secara spontan yang dikarenakan loading-unloading target terlalu cepat (human error) dapat mengakibatkan reaktor trip (scram) yang diakibatkan dari Floating limit value terlampaui. Sistem mekanik penggerak target dirancang menggunakan motor stepper DC, dudukan motor, mikrokontroller, dan software simulator reaktivitas, yang bertujuan menghasilkan kecepatan putarnya dapat diatur mengikuti frekuensi pulsa power inputnya sehingga menghasilkan gerakan yang stabil dan konstan. Hasil uji dengan simulator daya dengan target berupa batu topaz didapat kecepatan gerak target yang konstan sebesar 1,55 mm per detik dengan beban 0,4 kg dan jarak 60 mm. Kenaikan daya terbesar saat target dimasukkan sebesar 3,3 % dan penurunan daya sebesar 2,6 % dari daya 15 MW tidak melebihi floating limit value. Hasil pengujian ini menunjukkan tidak adanya perubahan daya secara spontan yang melebihi floating limit value, sehingga pengujian berjalan dengan baik, aman, selamat dan dapat dijadikan sebagai acuan untuk pembuatan alat sebenarnya.

Kata kunci: sistem penggerak target, loading-unloading target, fasilitas iradiasi

ABSTRACT

DEVELOPMENT OF LOADING-UNLODING TARGET DRIVER SYSTEM (PROTOTYPE) IN IRRADIATION FACILITIES RSG-GAS. The development of a target loading-unloading on an experimental scale at the RSG-GAS reactor irradiation facility has been carried out. drive system has been design.The loading-unloading activity of the target when the reactor is operating can cause changes in reactor power due to changes in reactivity.. A brief change in power caused by moving the target too quickly (human error) can cause the reactor to trip (scram), resulting from floating limit value being exceeded. The target drive mechanical system is designed using a stepper motor, motor holder, microcontroller, and reactivity software, a simulation make the rotational speed adjustable according to the power input pulse frequency to produce a stable and constant motion. The test results with the power simulator obtained the target speed of 1.55 mm per second with a load of 0.4 kg and a distance of 60 mm. The largest power change when the target is entered is 3.3% from 15 MW and a power reduction of 2.6% from the 15 MW target condition is entered. The test results show a constant velocity of motion and no sudden change in power. The test is proven safety and can be used as a reference in making the actual equipment.

Keywords: target drive system, loading-unloading target, irradiation facility

PENDAHULUAN

Reaktor Serba Guna G.A Siwabessy (RSG-GAS) merupakan reaktor tipe kolam yang digunakan untuk penelitian, pelayanan iradiasi target, kegiatan pendidikan dan pelatihan.

Fasilitas reaktor RSG-GAS dibangun berdasarkan konsep reaktor kolam terbuka dengan menggunakan air yang berfungsi sebagai pendingin dan moderator serta menggunakan berilium sebagai reflektor[1].

Dalam menjalankan fungsi pelayanan iradiasi, reaktor RSG-GAS menerima target yang akan diiradiasi baik di fasilitas iradiasi dalam teras (incore) maupun di luar teras (outcore).

Kegiatan loading-unloading target di fasilitas iradiasi dapat menimbulkan gangguan pengoperasian karena terjadi perubahan reaktivitas (perubahan daya), baik reaktivitas positif maupun reaktivitas negatif.[2]

Faktor resiko terbesar gangguan pengoperasian saat loading-unloading target, terjadi ketika pemuatan atau pengeluaran target di fasilitas iradiasi incore. Hal ini dikarenakan

(2)

adanya perubahan nilai reaktivitas di dalam teras saat reaktor beroperasi. Saat ini Kegiatan loading-unloading target masih menggunakan tenaga manusia (manual) yang dilakukan di atas kolam reaktor dengan kedalaman 13 meter. Kondisi seperti ini tentunya memerlukan keterampilan, konsentrasi dan konsistensi gerakan saat pemuatan atau pengeluaran target di dalam teras reaktor. Potensi kesalahan manusia (human error)[3] yang terjadi pada kegiatan seperti ini adalah kecepatan gerak naik atau turun target yang tidak konstan (spontan) sehingga akan berdampak perubahan reaktivitas secara spontan di dalam teras reaktor.

Kegiatan loading-unloading target batu topaz dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah ini:

Gambar 1. Kegiatan loading-unloading target

Kegiatan Loading-unloading target di dalam teras yang terlalu cepat akan mempengaruhi nilai positif/negatif floating limit value (FLV). Harga yang melewati batas seting FLV akan mengakibatkan reaktor trip. FLV akan mengambil tindakan pemadaman reaktor secara otomatis (scram)[4] dengan menjatuhkan batang kendali secara cepat ke dalam teras.

Oleh karenanya ketika melakukan kegiatan loading-unloading target di dalam teras reaktor harus dilakukan secara perlahan-lahan dengan memperhatikan monitor daya reaktor.

Penyimpangan daya reaktor tidak boleh menyimpang terlalu besar dari yang ditetapkan, yaitu toleransi penyimpangan daya reaktor saat iradiasi target atau eksperimen sebesar 5%.

Ditinjau dari permasalahan di atas, maka dilakukan pengembangan sistem penggerak loading-unloading (prototipe) target. Sistem penggerak target dirancang menggunakan motor stepper DC serta dudukan, mikrokontroller, dan software simulator reaktivitas, yang bertujuan untuk menghasilkan konversi gerak rotasi menjadi gerak linier[5]dan membaca perubahan reaktivitas (daya) yang terjadi. Kendali kecepatan gerak yang konsisten dan stabil hasil pengaturan dari sistem elektronik dan berbasis komputer, diharapkan perubahan reaktivitas di dalam teras reaktor tidak terjadi secara spontan, sehingga meminimalkan terjadinya reaktor trip (scram).

TEORI Reaktivitas

Reaktivitas adalah suatu parameter untuk memprediksi perubahan populasi neutron dalam teras reaktor dalam waktu tertentu yang menunjukkan keadaaan stabil atau tidaknya suatu reaktor[6]. Perubahan reaktivitas di dalam teras kondisi reaktor operasi bisa disebabkan adanya loading-unloading target di dalam teras reaktor[6] yang akan memberikan perubahan nilai reaktivitas. Secara matematis reaktivitas dinyatakan dalam Persamaan (1)[7]:

𝜌 =

(𝑁0(𝑘𝑒𝑓𝑓)−𝑁0)

𝑁0(𝑘𝑒𝑓𝑓)

=

𝑘𝑒𝑓𝑓−1

𝑘𝑒𝑓𝑓 (1)

dengan

𝜌 = reaktivitas

𝑁0 = jumlah neutron pada generasi sebelumnya 𝑁0 (𝑘𝑒𝑓𝑓) = neutron di generasi sekarang

𝑘𝑒𝑓𝑓 = Faktor perlipatan teras sebelum ada gangguan 𝑘𝑒𝑓𝑓′ = Faktor perlipatan teras setelah ada gangguan

Persamaan nilai perubahan reaktivitas ditulis pada persamaan (2).

∆𝜌 = 𝜌1− 𝜌2

(2)

(3)

Persamaan (1) disubsitusikan ke dalam persamaan (2) sehingga persamaan nilai perubahan reaktivitas dapat ditulis seperti pada persamaan (3).

∆𝜌 =𝑘1−𝑘2

𝑘1−𝑘2 (3)

∆𝜌 adalah perubahan reaktivitas terhadap kondisi steady state, 𝑘1 merupakan 𝑘𝑒𝑓𝑓 pada posisi atau jarak tertentu sebuah target yang masuk atau keluar dari teras reaktor dan 𝑘2 merupakan 𝑘𝑒𝑓𝑓 RSG-GAS sebelum proses iradisi,

Rangkaian Sistem Penggerak

Suplai tegangan DC diberikan ke mikrokontrol yang berfungsi sebagai kendali motor stepper dengan menginput code pada antar muka yang diproses oleh mikrokomputer menghasilkan output pulse pada sistem elektrikal yang masuk ke driver stepper motor dan dihubungkan ke program simulator reaktivitas[8]. Driver akan memberikan catuan untuk motor stepper bergerak. Saat motor stepper bergerak maka rotor motor akan menggerakan poros untuk berputar. Poros motor stepper dipasangkan pulley sebagai wadah tali penarik target yang dihubungkan ke katrol. Push button berfungsi untuk menghidupkan/mematikan sekaligus mengatur kecepatan penggerak. Skema rangkaian sistem penggerak terlihat pada Gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Skema rangkaian sistem penggerak target

Target Iradiasi

Radiasi neutron dari reaksi fisi di dalam teras reaktor pada posisi irradiation position (IP) digunakan untuk memproduksi isotop yang bersifat radioaktif, yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan medis, industri, pertanian dan eksplorasi. Target yang diradiasi diantaranya adalah target uranium untuk pembangkit produk fisi campuran (Mo-99), target TeO2 untuk produksi I-125 dan I-131, target batu topaz untuk pewarnaan, produksi radioisotop produk aktif seperti P-32, S-35, Au-198, Ir-192, Zn-64, dan lain-lain.

Untuk target uji dalam pengembangan sistem penggerak target ini dipergunakan topaz yang akan diiradiasi di posisi IP. Topaz adalah batu mulia yang terbentuk dari silikat mineral alumunium dan fluorine dengan rumus kimia Al2SiO4, mempunyai nilai skala kekerasan 8 Mohs[9], berat jenis 3,5 g/cm3 dan mempunyai nilai reaktivitas ± 0.0741 %. Pemuliaan batu topaz dengan teknik iradiasi neutron dapat mengubah warna topaz dari putih menjadi warna tertentu tergantung pada besarnya fluks neutron dan lama waktu iradiasi. Hasil iradiasi target batu topaz di RSG-GAS terlihat pada Gambar 3 di bawah ini.

Gambar 3. Hasil iradiasi topaz (RSG-GAS)

Tabung Iradiasi Target

Tabung iradiasi berfungsi sebagai wadah target yang akan diiradiasi di dalam teras reaktor. Tabung iradiasi terbuat dari alumunium. Bagian atas target dibuat terbuka dan bagian

(4)

bawah bawah kapsul tertutup rapat. Tabung iradiasi posisi incore terdiri dari bagian atas handling target terbuat dari pipa alumunium dengan panjang 6 meter, tebal 2 mm dan diameter

¼ inch, handling tersebut dikaitkan dengan pipa target yang berukuran panjang 600 mm, tebal 2 mm dan diameter 50 mm. Antara tabung iradiasi dan handling target disambung menggunakan pin sehingga tabung dan handling tersebut dapat digerakkan untuk menuang target iradiasi[10]. Bentuk tabung akan terlihat pada Gambar 4 di bawah ini.

Gambar 4. Tabung target iradiasi

Konfigurasi Teras

Komponen teras reaktor disusun dengan matriks 10 × 10 posisi, ketinggian 60 cm, mempunyai memiliki 100 lubang yang identik dan didesain untuk fuel element (FE), control element (CE), beryllium block reflector dan irradiation facility. Teras reaktor tersusun dari 40 fuel element dan 8 control element. Bagian dalam teras reaktor (incore) terdapat 4 fasilitas iradiasi di central irradiation position (CIP) dan 4 fasiltas iradiasi di irradiation position (IP). Di bagian luar teras reaktor terdapat 5 fasilitas rabbit system, power ramp test facility (PRTF), 6 fasilitas tabung berkas neutron (beam tube S1-S6) dan selebihnya adalah reflector element.

Konfigurasi terlihat pada Gambar 5 di bawah ini.

Gambar 5. Konfigurasi teras RSG-GAS

Gambar 6. Diagram alir pembuatan dan uji sistem penggerak target

(5)

METODE

Metodologi penelitian dilakukan dengan tahapan seperti Gambar 6 diagram alir. Pada tahapan kegiatan studi literatur dan analisa kebutuhan dilakukan untuk mencari informasi dan referensi area kerja (blank space) sistem penggerak. Analisa Kebutuhan dilakukan studi kasus agar sistem penggerak dapat memenuhi fungsi sesuai pergerakan yang dibutuhkan. Dimensi penggerak di tentukan dari area blank space yang dapat dioperasikan operator dengan mudah dan aman. Validasi bahan pasaran dilakukan survei dan pembelian bahan yang digunakan, untuk memastikan bahan yang dibutuhkan tersedia di lapangan. Bahan yang divalidasi merupakan bahan yang sudah jadi yaitu: akrilik, plat alumunium, pipa alumunium, katrol, komponen board kontrol, dan motor stepper.

Perancangan

Perancangan bertujuan untuk memberikan gambaran desain dan rangkaian penggerak yang akan dikerjakan, termasuk juga perbandingan parameter yang tereduksi. Desain dan rangkaian dapat dilhat pada Gambar 7 di bawah ini.

Gambar 7. Desain sistem penggerak (prototipe)

Desain gambar sistem penggerak didapat dari data area yang telah diskalakan sesuai kebutuhan pembuatan prototipe. Di bawah ini adalah Tabel 1 perbandingan parameter dan tereduksi.

Tabel 1. Perbandingan parameter penggerak dan tereduksi

No Parameter Ukuran asli Ukuran tereduksi Keterangan

1 Tinggi tangki 1200 m 60 cm 1 : 20

2 Diameter tangki 500 m 30 cm 1 : 17

3 Tinggi tabung topaz 60 cm 6 cm 1 : 10

4 Diameter tabung 5 cm 12,7 mm Pipa pvc

5 Berat tabung dan toppaz 5 Kg 1 Kg Prototipe

6 Diameter katrol 5 cm 8 mm Beban

7 Penggerak Manusia Motor Konstan

8 Catu - DC Motor DC

9 Kecepatan Inkonsisten Konstan -

10 Bentuk tangki Lingkaran Segi enam -

Machining dan Perakitan

Machining pembuatan alat dimulai dari pembuatan tangki dengan akrilik berupa segi enam, pembuatan dudukan katrol, tabung target topaz, poros penarik dan katrol. Setelah tahapan machining selesai dilanjutkan dengan merakit seluruh komponen termasuk alat kendali dan motor stepper menjadi satu. Di bawah ini terlihat Gambar 8 hasil perakitan alat penggerak target topaz (prototipe).

Pegujian Alat

Pengujian alat dilakukan dengan 3 (tiga) tahap yaitu, pengujian penggerak mekanik secara visual, pengujian kecepatan gerak, dan pengujian penggerak dihubungkan dengan simulator daya.

Pengambilan Data dan Analisa Data

Pengambilan data dilakukan saat pengujian alat yang meliputi uji visual, pergerakan kecepatan target dan pergerakan target yang dihubungkan software reactor reactivity. Pada pengambilan dan pengolahan data dilakukan pengujian sebanyak 3 (tiga) kali untuk

(6)

mendapatkan nilai yang akurat dan menghindari kesalahan pengambilan data. Pada pengolahan data tabulasi data yang dihitung atau diukur secara manual atau menggunakan analisa aplikasi dicatat dalam tabel untuk memudahkan analisa data.

Gambar 8. Hasil perakitan sistem penggerak

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Secara Visual

Hasil uji secara visual saat motor stepper dioperasikan poros berputar presisi dan suara motor terdengar halus. Drum (penggulung tali) berputar presisi. Pergerakan tabung saat naik/turun terlihat sedikit goyang, hal ini disebabkan objek tabung yang ringan. Namun demikian kondisi ini tidak mempengaruhi untuk pengujian yang direncanakan. Pergerakan katrol berputar dengan lancar dan dudukan katrol tidak berubah.

Hasil Uji Kecepatan Gerak

Dari data alat sistem penggerak diperoleh data pada Tabel 2 sebagai berikut.

Tabel 2. Data alat

No. Nama Berat / Ukuran Keterangan

1.

2.

3.

4.

5.

Tangki

Tabung dan Batu topaz Daya motor

Torsi Maksimum Diameter poros motor

60 cm x 30 cm x 0,5 cm 0,4 Kg

4,8 watt 3,17 Kg.cm 5 mm

Segi enam Pvc dan kelereng uji

Spesifikasi Spesifikasi Hasil uji waktu gerak terlihat pada Gambar 9 di bawah ini.

Gambar 9. Grafik uji kecepatan gerak

Dari gambar 9 grafik uji kecepatan gerak di atas, perbedaan waktu yang terjadi disebabkan karena tidak bersamaan antara waktu hidup motor stepper dengan waktu hidup stopwatch. Pengujian kecepatan gerak target dilakukan sebanyak 3 (tiga) dan dari hasil pengamatan naik dan turun penggerak target batu topaz bergerak secara konstan dengan :

nilai rata-rata kecepatan 6 cm

38,7 det atau 1,55 mm

det .

Hasil Uji Target Gerak Turun dan Naik dengan Simulator Daya

Tahap uji ini sistem penggerak dihubungkan dengan software simulator daya yang sudah tersedia. Pada simulasi target yang dipergunakan adalah target batu topaz. Hasil simulasi uji target topaz didapat dari nilai perubahan yang tertampil pada layar monitor simulator daya dengan pergerakan target arah turun dari level 6 cm menuju level 0 cm dan dan pergerakan naik dari level 0 cm menuju 6 cm dengan hasil dapat dilihat pada Gambar 10 berikut ini.

38,43

36,2

40,21 40,75

39,45

37,5

1 2 3 4 5 6

Waktu (detik)

(7)

Gambar 10. Uji target topaz dengan simulator daya

Perubahan nilai yang tertampil pada layar di data dan dapat terlihat pada Gambar 11 uji gerak naik dan turun target pada daya 15 MW.

Gambar 11. Uji target gerak naik dan turun dengan simulator daya

Dari Gambar 11 di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi perubahan reaktivitas yang diperlihatkan oleh simulator daya dengan model solusi analitik[11] yang diperoleh secara lansung dengan memasukkan persamaan matematis dari persamaan (3). Perubahan daya saat loading-unloading target dapat terlihat secara lansung pada monitor penampil. Saat target batu topaz turun (masuk) dari level 6 cm menuju level 0 cm ke dalam teras reaktor terjadi perubahan reaktivitas positif yang menyebabkan penambahan daya menjadi lebih besar dari 15 MW saat reaktor beroperasi. Perubahan daya terbesar terjadi pada level 5 cm sebesar 500 KW atau penambahan daya sebesar 3,3 % dari daya 15 MW. Perubahan daya sebesar 3,3 % ini masih tidak menyebabkan reaktor scram karena tidak terjadi perubahan daya yang terjadi tidak secara spontan sehingga tidak melebihi floating limit value. Begitu pula saat target batu topaz naik (keluar) dari level 0 cm menuju level 6 cm dari teras reaktor terjadi perubahan reaktivitas negatif yang menyebabkan penambahan daya menjadi lebih kecil dari 15 MW saat reaktor beroperasi. Perubahan daya terbesar terjadi pada level 3 cm sampai 4 cm sebesar 400 KW atau penambahan daya sebesar 2,6 % dari daya 15 MW. Perubahan daya sebesar 2,6 % ini juga tidak menyebabkan reaktor scram karena tidak terjadi perubahan daya yang terjadi tidak secara spontan sehingga tidak melebihi floating limit value. Dari simulasi tersebut dapat dikatakan bahwa pemasukkan dan pengeluaran target pada saat akan mengakibatkan perubahan daya reaktor tetapi jika perubahan daya tersebut tidak terjadi dengan spontan maka tidak akan menyebabkan floating limit value telampui. Hal ini dapat di lakukan oleh perangkat bantu dari sebuah motor yang dapat bergerak secara konstan dan kontinu untuk menghindari human error yang dapat terjadi pada operator. Sehingga dari simulasi tersebut pengembangan penggerak loading-unloading target pada saat reaktor beroperasi dapat direalisasikan secara aktual karena operasi reaktor tetap berjalan secara aman dan selamat.

KESIMPULAN

Telah dilakukan Pengembangan Sistem Penggerak Loading-unloading Target (prototipe) di Fasilitas Iradiasi RSG-GAS. Dari hasil pengujian diperoleh kecepatan gerak sebesar 1,55 mm/detik dengan pergerakan yang stabil dan konstan. Pada pengujian simulasi dipergunakan target topaz. Perubahan reaktivitas positif terjadi saat target turun (masuk) ke dalam teras yang menyebabkan kenaikan daya maksimum sebesar 500 KW atau kenaikan 3,3 % dari daya 15 MW. Sedangkan perubahan reaktivitas negatif terjadi saat target naik (keluar) dari dalam teras yang menyebabkan terjadinya penurunan daya maksimum sebesar

0 1 2 3 4 5 6

14,4 14,6 14,8 15

MW

Perubahan daya gerak naik

0 1 2 3 4 5 6

15 15,1 15,2 15,3 15,4 15,5 15,6

cm

MW

Perubahan daya gerak…

(8)

400 KW atau 2,6 % dari daya 15 MW. Dari hasil pengujian prototipe di atas perubahan daya yang terjadi tidak melebihi batas penyimpangan sebesar 5 % dan tidak terjadi perubahan daya secara spontan. Sehingga pengoperasian reaktor berjalan dengan aman diharapkan dapat dijadikan acuan untuk pembuatan alat penggerak target sebenarnya (real) sehingga bisa meminimalkan terjadinya trip reaktor saat loading-unloading target di dalam teras reaktor RSG-GAS.

DAFTAR PUSTAKA

1. S. SUKIYANTO, “Analisis Pengoperasian Reaktor Rsg-Gas Pada Teras 96 Dengan Daya Maksimum 30 MW.,” Bul. Reakt., 2018.

2. S. SUTRISNO, “Perhitungan reaktivitas (p) Batu Topaz 1, 5 kg Posisi D-9 Dengan Program BATAN 2-DIFF,” 2012.

3. J. REASON, A life in error: From little slips to big disasters. 2013.

4. P. PARDI AND P. PURWADi, “Evaluasi Kejadian Abnormal/Gangguan Operasi Reaktor RSG-GAS Kurun Waktu Tahun 2015-2017,” Reakt. Pengelolaan Reakt. Nukl., vol. 14, no.

2, pp. 42–50, 2018.

5. R. L. MOTT and J. TANG, Machine elements in mechanical design, vol. 4. Pearson Prentice Hall Upper Saddle River, 2004.

6. A. SUPARMI, T. D. SETYANINGSIH, S. SUHARYANA, F. ANWAR, dan R. RIYATUn,

“Perhitungan Perubahan Reaktivitas Pada Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy Akibat Pengoperasian Power Ramp Test Facility,” Pros. SNFA (Seminar Nas. Fis. dan Apl., vol.

4, 2019.

7. T. SURBAKTI dan P. PURWADI, “Karakteristik reaktivitas teras kerja RSG-GAS selama 30 tahun beroperasi,” J. Penelit. Fis. dan Apl., vol. 7, no. 1, pp. 13–26, 2017.

8. M. B. ALCIATORE, DAVID G. HISTAND, “Introduction to Mechatronics and Measurement Systems,” McGraw Hill, 2011.

9. D. Z. HERMAN, “Pendayagunaan mineral untuk menjadi permata,” Bul. Sumber Daya Geol., vol. 3, no. 3, pp. 4–17, 2008.

10. A. SUFMAWAN, K. MUSTOFA, dan A. AMRIL, “Pembuatan Tabung Iradiasi Topaz Incore,” in Prosiding Seminar Nasional Teknologi Dan Aplikasi Reaktor Nuklir, 2014.

11. B. SRIDADI, “Pemodelan dan Simulasi Sistem Teori, Aplikasi, dan Contoh Program dalam Bahasa C,” Inform. Bandung, 2009.

DISKUSI

BAMBANG HERUTOMO

Kapan desain alat loading-unloading target (real) akan di instal di PRSG untuk program zero scram dari kesalahan faktor manusia?

USMANTO SIDABUTAR

Pembuatan alat loading-unloading target di RSG-GAS diharapkan akan dilaksanakan pada tahun 2021 pada semester pertama (maret-juni 2021).

JAJA SUKMANA

1. Apakah nilai kecepatan gerak sudah yang terbaik dan diseting dengan umpan ballik dengan parameter nutronik seperti floating limit value (FLV), reaktivitas, daya dan lain- lain?

2. Sejauh mana rencana penerapan di RSG-GAS dan aspek persyaratan keselamatan operasinya?

USMANTO SIDABUTAR

1. Nilai kecepatan penggerak target sudah diperhitungkan yang terbaik, dengan melihat faktor parameter perubahan reaktivitas dan perubahan daya. Nilai kecepatan yang diambil melibatkan operator sebagai pelaksana kegiatan loading-unloading target dengan mempertimbangkan proteksi radiasi.

2. Saat ini penerapan alat (real) loading-unloading target sudah masuk dalam RAB RSG- GAS 2021. Aspek persyaratan keselamatan operasi pada alat ini sudah di bahas dengan panitia keselamatan RSG-GAS mengenai keselamatan teknis (mekanik, elektrik dan elektronika), keselamatan neutronik dan keselamatan radiologi. Sehingga dapat dipastikan alat aman, dan selamat untuk digunakan.

Referensi

Dokumen terkait

Unit PT PLN (PERSERO) yang akan membangun SCADA harus mengacu pada SPLN S3.001: 2008 Peralatan SCADA Sistem Tenaga Listrik. Jumlah yang dijelaskan pada tabel 6 dan tabel 7

Muhammadiyah mulai tahun 1969 tidak lagi melakukan Rukyat dan memilih menggunakan Hisab Wujudul Hilal, itu dikarenakan rukyatul hilal atau melihat hilal secara

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengaruh

Untuk putaran 2400 rpm percobaan dengan menggunal.an beban rendah, bahan bakar solar memiliki tingkat maximum pressure yang lebih tinggi billa dibandingkan dengan

Financial Statement Analysis Liquidity Ratios Quick Ratio Cash and Cash Equivalents Current Liabilities.. •The quick ratio is an indication of the ability of a company to

[r]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat kontribusi yang signifikan dari perilaku kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru RSMABI di Kota

Kertas cadangan ini disediakan untuk memohon pertimbangan dan kelulusan daripada Jabatan Perkhidmatan Pelajar ( JPPel ) bagi Ahli Jawantankuasa Pelaksana mengadakan