• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI OLEH VINA SR SIMAMORA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI OLEH VINA SR SIMAMORA"

Copied!
124
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FINANCIAL PERFORMANCE TERHADAP FIRM VALUE

PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI LQ 45 TAHUN 2014-2018

OLEH

VINA SR SIMAMORA 170521003

PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN EKSTENSI DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2019

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FINANCIAL PERFORMANCE TERHADAP FIRM VALUE PADA

PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI LQ 45 TAHUN 2014-2018

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility dan finacial performance terhadap Firm value pada perusahan yang terdaftar di LQ45 tahun 2014-2018. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di LQ45 pada periode 2014-2018. Variabel nilai perusahaan diproksikan dengan PBV, variabel corporate Social Responsibily diproksikan dengan CSR dimensi Ekonomi, CSR dimensi Lingkungan dan CSR dimensi sosial. Kinerja keuangan diproksikan dengan ROA dan ROE. Metode statistik yang digunakan adalah data panel. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan Corporate Sosial responsibility dimensi ekonomi mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap perubahan nilai perusahaan, perubahan CSR dimensi sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perubahan nilai perusahaan, perubahan CSR dimensi lingkungan dan perubahan ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perubahan nilai perusahaan, dan perubahan Return on Equity berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perubahan nilai perusahaan.

Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Financial Performance, Firm Value

(6)

ABSTRACT

ANALISYS OF THE INFLUENCE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AND FINANCIAL PERFORMANCE ON

FIRM VALUE ON COMPANIES REGISTERED IN LQ 45 2014-2018

The study aims of this reserch is to know the effect of corporate social responsibility and financial performance on firm value of the companies in LQ45 on 2014-2018. Firm value variabel is proxied by Price to book value (PBV), corporate social responsibility variable is proxied by CSR Economic dimension, CSR Enviroment dimension, CSR Social dimension. Financial performance is proxied by return on assets (ROA) and return On equity (ROE).

The statistic method used is data panel. Based on the results of the study, show that only CSR economic dimension changes has significant effect on changes in firm value, CSR Social dimension changes insignificant effect on changes in firm value, CSR Enviroment dimension cahanges and Return On Assets changes have negatif and insignificant on changes in firm value, and Return On Equity changes has positif effect and insignifikan on changes in firm value of LQ45 Companies on 2014-2018.

Keywords: Corporate Social Responsibility, Financial Performance, Firm Value

(7)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugrah yang diberikan-Nya sehingga peneliti mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility dan Financial Performance terhadap Firm Value pada Perusahaan yang terdaftar di LQ 45 tahun 2014-2015”. Guna memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Terimakasih yang tak terhingga peneliti sampaikan kepada kedua orang tua Bapak Alm Maulen Simamora dan Ibu Alm Siti Purba berkat didikan dan harapan di masa hidupnya sehingga peneliti semangat untuk menyelesaikan skripsi dan studi dengan sebaik-baiknya. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini telah banyak mendapat bantuan dan dukungan baik secara moril maupun materil. Maka pada kesempatan ini, peneliti menyampaikan rasa terimakasih yang setulus-tulusnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr.Ramli, SE, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE, M.Si, dan Bapak Doli Muhammad Ja’far Dalimunthe, SE, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Departemen/Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Dr. Amlys Syahputra Silalahi, SE, M.Si, selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan banyak waktu dan memberikan arahan, bimbingan, motivasi, dan saran kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

4. Ibu Dr. Khaira Amalia Fachrudin, SE, MBA, AK, selaku Dosen Penguji I dan

(8)

5. Ibu Drs. Lisa Marlina, M.Si, selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan saran dan masukan untuk kesempurnaan skripsi ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen, seluruh staf serta pegawai Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

7. Seluruh keluarga besar Oppung, keluarga Uda Togi, Keluarga Kak Rijal, Keluarga Kak Tomincen, Keluarga Bang Lolo, keluarga Kak Sihol, Keluarga Kak Dion, Keluarga bang Melodi, Keluarga Bang Vasco, dan kak Yohana.

Terimaksih untuk dukungan doa, dan semangat yang selalu diberikan.

8. Teman satu kamar (Betria dan Devi), satu PA (Hana dan KPA sementara), Adek PA (Ariendra dan adk PA), teman pengurus Punguan Koor, KTB Alumni 2016, English D Simamora yang selalu mendukung di dalam doa dan tenaga dalam pengerjaan skripsi ini. Terkhusus untuk Anrey Simanjuntak yang selalu memberikan semangat dan doa dalam pengerjaan skripsi ini.

9. Teman seperjuangan Lusiana Mareietta Pakpahan dan semua jurusan Manajemen Ekstensi Angkatan 2017, Manajemen Keuangan dan terkhusus teman-teman satu dosen pembimbing.

10. Pihak-pihak yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

Medan, Agustus 2019 Peneliti

Vina SR Simamora 170521003

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 13

1.3 Tujuan Penelitian ... 14

1.4 Manfaat Penulisan... 14

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 16

2.1 LandasanTeori ... 16

2.1.1 Pengertian Firm Value (Nilai Perusahaan) .... 16

2.1.2 Corporate Social Responsibility ... 18

2.1.3 Kinerja Keuangan ... 21

2.2 Penelitian Terdahulu ... 24

2.3 Kerangka Konseptual ... 28

2.3.1 Corporate Sosial Responsibility Dimensi EkonomiTerhadap Firm Value ... 29

2.3.2 Corporate Sosial Responsibility Dimensi Lingkungan Terhadap Firm Value ... 30

2.3.3 Corporate Sosial Responsibility Dimensi Sosial 2.3.3 Terhadap Firm Value ... 30

2.3.4 Return On Assets (ROA) terhadap Firm Value 31 2.3.5 ReturnOn Equity (ROE) terhadap Firm Value 32 2.4 Hipotesis Penelitian ... 32

BAB III METODE PENELITIAN ... 34

3.1 Jenis Penelitian ... 34

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 34

3.3 Batasan Operasional ... 34

3.4 Operasionalisasi Variabel dan Skala Pengukuran Variabel ... 35

3.5 Populasi dan Sampel ... 38

3.5.1 Populasi ... 38

3.5.2 Sampel... 39

3.6 Jenis Data dan Sumber Data ... 40

3.7 Metode Pengumpulan Data ... 40

3.8 Teknik Analisis Data ... 41

3.8.1 Statistik Deskriptif ... 41 3.8.3 Analisis Regresi Linear Berganda Data Panel 41

(10)

3.8.3 Pemilihan Model Regresi Data Panel ... 44

3.8.4 Uji Asumsi Klasik ... 46

3.9 Uji Hipotesis ... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 53

4.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 53

4.2 Analisis Statistik Deskriptif ... 58

4.3 Regresi Linear Berganda Data Panel ... 60

4.3.1 Pooled Least Square atau Common ... 61

4.3.2 Metode Fixed Effect (FEM)... 62

4.3.3 Random Effect ... 62

4.4 Pemilihan Model Regresi Data Panel ... 63

4.4.1 Uji Chow ... 63

4.4.2 Hausman Test... 64

4.5 Asumsi Klasik ... 64

4.5.1 Uji Normalitas ... 64

4.6 Uji Hipotesis ... 65

4.6.1 Uji Parsial (Uji Statistic t) ... 65

4.7 Pembahasan ... 67

4.7.1 Analisis Pengaruh CSR Dimensi Ekonomi terhadap Firm Value ... 67

4.7.2 Analisis Pengaruh CSR Dimensi Lingkungan terhadap Firm Value ... 68

4.7.3 Analisis Pengaruh Dimensi sosial terhadap Firm Value ... 70

4.7.4 Return On Assets Berpengaruh terhadap Firm Value ... 71

4.7.5 Return On Equity Berpengaruh tehadap Nilai Perusahaan ... 73

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 75

5.1 Kesimpulan ... 75

5.2 Saran ... 76

DAFTAR PUSTAKA ... 77

DAFTAR LAMPIRAN ... 81

(11)

DAFTAR TABEL

No Tabel Judul Halaman

2.1 Ringkasan Penelitian Terdahulu ... 25

3.1 Operasional Variabel ... 37

3.2 Daftar Pengambilan Sampel ... 39

3.3 Daftar Sampel ... 40

4.1 Statistik Deskriptif Variabel Corporate Social Responsibily (Ekonomi, Social, Lingkungan), Financial Performance (ROA dan ROE) dan Nilai Perusahaan (PBV) ... 59

4.2 Common Effect ... 61

4.3 Fixed Effect ... 62

4.4 Random Effect ... 63

4.5 Chow Test ... 64

4.6 Hausman Test ... 64

4.8 Hasil Uji Parsial ... 66

(12)

DAFTAR GAMBAR

No Gambar Judul Halaman

1.1 PBV Perusahaan LQ 45 pada tahun 2015-2018 ... 2

1.2 ROA Perusahaan LQ 45 pada tahun 2015-2018 ... 9

1.3 ROE Perusahaan LQ 45 pada tahun 2015-2018 ... 11

1.4 Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 29

4.7 Random Effect Model With First Difference ... 65

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

No Lampiran Judul Halaman

1. Daftar Sampel... 81

2. Olah Data Indikator GRI 4 ... 82

3. PBV, CSR dimensi Ekonomi, CSR dimensi Lingkungan, CSR dimensi Sosial, ROA dan ROE ... 104

4 Analisis Deskriptif ... 105

5 Common Effect Method ... 106

6 Fixed Effect Method ... 107

7 Random Effect Method ... 108

8 Uji Chow ... 109

9 Uji Hausman ... 109

10 Uji Normalitas ... 110

(14)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Tujuan didirikan suatu perusahaan adalah untuk mendapatkan laba yang sebesar-besarnya. Keberhasilan suatu perusahaan nampak dari harga sahamnya dan akan berdampak pada kemakmuran pemilik saham atau pemengang saham.

Pada era globalisasi ini, persaingan antar perusahaan yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk menghadapi dan mengantisipasi segala situasi agar mampu bertahan dan tetap maju di tengah situasi tersebut, khususnya dalam mencapai tujuan tersebut.Setiap perusahaan tentunya menginginkan nilai perusahaan yang tinggi, sebab secara langsung berpengaruh terhadap kemakmuran pemengang saham.

Menurut Kirana & Nurmatias (2014) Peningkatan nilai perusahaan biasanya ditandai dengan harga saham di pasar. Semakin tinggi harga saham maka nilai perusahaan akan semakin tinggi, sebaliknya semakin rendah harga saham semakin rendah pula nilai suatu perusahaan. Nilai perusahaan menggambarkan seberapa baik atau buruk manajemen mengelola kekayaannya, hal ini bisa dilihat dari pengukuran kinerja keuangan yang diperolehnya. Suatu perusahaan akan berusaha untuk memaksimalkan nilab i perusahaannya. Berbagai cara ditempuh oleh perusahaan–perusahaan untuk meningkatkan nilai dari masing-masing perusahaan agar dapat bertahan hidup (survive) dan bersaing dengan perusahaan- perusahaan lain.

Rasio penilaian bertujuan menjadi tolak ukur yang mengaitkan hubungan

(15)

antara harga saham dengan pendapatan perusahaan dan nilai buku saham atau mencerminkan performance perusahaan secara keseluruhan. Rasio penilaian yang sering digunakan yaitu Price Earning Ratio, Dividend Per Share, Divident Yield, Payout Ratio, Book Value Per Share, dan Price to Book Value(Syahyunan, 2015)Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Price to Book Value (PBV). Gambar 1.1 menggambarkan fluktuasi PBV dari beberapa perusahaan yang terdaftar di LQ 45 pada tahun 2015-2018.

Sumber: data diolah, 2019

Gambar 1.1

PBV Perusahaan LQ 45pada Tahun 2015-2018

Gambar 1.1 pertumbuhan PBV perusahaan LQ 45 pada tahun 2015-2018 mengalami kenaikan dan penurunan yang berfluktuatif. Pada PT Unilever Indonesia (UNVR) tahun 2016–2016 mengalami kenaikan dari 1,61 menjadi 1,97 tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 1,97 menjadi 2,78, tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 2,78 menjadi 1,87. PT Perusahaan Gas Negara

2015 2016 2017 2018

UNTR 1.61 1.97 2.78 1.87

PGAS 1.6 1.62 0.98 1.04

ASII 1.92 2.54 2.15 1.98

BBRI 2.49 2.04 2.57 1.03

0 0.5 1 1.5 2 2.5 3

UNTR PGAS ASII BBRI

(16)

(PGAS) tahun 2015-2016 mengalami penurunan dari 1,6 menjadi 1,62, tahun 2016–2017 mengalami penurunan dari 1,62 menjadi 0,98, tahun 2017-2018 mengalami kenaikan dari 0,98 menjadi 1,04. PTAstra Internasional (ASII) tahun 2015–2016 mengalami kenaikan dari 1,92 mejadi 2,54 tahun 2016-2017 mengalami penurunan dari 2,54 menjadi 2,15, pada tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 2,15 turun menjadi 1,98. Bank Negara Indonesia (BBNI)tahun 2015-2016 tetap 1,19, pada tahun 2016–2017 mengalami penurunan dari 1,19 menjadi 1,83 pada tahun 2017-2018 juga mengalami penurunan dari 1,83 menjadi 1,58. Bank Rakyat Indonesia tahun 2015-2016 mengalami penurunan dari 2,49 menjadi 2,04, pada tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 2,04 menjadi 2,57, dan pada tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 02,57 turun menjadi 1,03.

Menurut Kusumayanti & Astika (2016) faktor-faktor yang mepengaruhi nilai perusahaaterdiri dari faktor financial dan faktor non financial. Faktor Financial seperti kinerja keuangan, peningkatan atau penurunan laba, kualitas laba, ukuran perusahaan dan pengambilan keputusan oleh pihak manajemen perusahaan.

Umumnya faktor keuangan merupakan faktor yang paling sering digunakan untuk mengetahui pengaruhnya pada nilai perusahaan, sementara faktornon financialyang dapat mempegaruhi nilai perusahaan adalah pertanggungjawaban sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Di Indonesia, istilah Corporate Social Responsibility (CSR) semakin populer digunakan sejak tahun 1990-an. Beberapa perusahaan sebenarnya telah lama melakukan kegiatan-kegiatan yang berpusat pada kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat, walaupun belum menamainnya sebagai progam

(17)

CSR. Secara nyata aksinya mendekati program CSR yang mempresentasikan bentuk kegiatan dan kepedulian perusahaan terhadap aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Kepedulian sosial perusahaan, didasari alasan bahwa kegiatan operasional perusahaan membawa dampak negatif bagi lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga diperlukan perhatian masyarakat sekitar, sebagai bentuk kepedulian perusahaan yang secara langsung dapat dinikmati oleh masyarakat (Situmeang, 2016). Motif perusahaan melaksanakan kegiatan CSR yaitu antara lain diharapkan dapat mendukung tujuan perusahaan, sebagai upaya untuk memenuhi himbauan dan anjuran pemerintah, serta diharapkan dapat mendukung strategi (keunggulan kompetitif) perusahaan terutama untuk mendukung kegiatan (operasional) utama perusahaan (Hadi, 2011).

Pengungkapan CSR menjadi penting karena para stakeholder perlu mengevaluasi dan mengetahui sejauh mana perusahaan melaksankan peranananya sesuai dengan keinginan stakeholders, sehingga menuntut adanya akuntabilitas perusahaan atas kegiatan CSR yang dilakukannya (Putri & Raharja, 2013).

Seiring dengan berkembangnya zaman, kini tuntutan para stakeholder mengenai isu lingkungan membuat perusahaan mulai memperhatikan pembangunan jangka panjang. Kini perusahaan tidak lagi berpijak pada konsep Single Botton Line, namun telah beralih pada konsep yang diperkenalkan oleh John Elkington (dalam Maskat, 2018)yaitu Trippel Bottom Line yang berfokus pada 3P yaitu Profit, People, dan Planet. Konsep ini berpandangan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada laba atau keuntungan (profit) saja, namun perusahaan juga haru turut serta berperan dan berpartisipasi dalam kesejahteraan

(18)

masyarakat sekitar (people) serta turut berkontribusi aktif dalam pelestarian ingkungan (planet). Informasi tersebut kemudian disajikan dalam bentuk laporan yang terpisah dari laporan keuangan perusahaan, yaitu laporan keberlanjutan sustanaibility report.

LQ 45 adalah indeks pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdiri dari 45 perusahaan yaang dimana merupakan perusahaan dengan nilai transaksi tertinggi di pasar. LQ 45 terdiri dari berbagai jenis perusahaan baik perusahaan keuangan maupun non keuangan. Dalam operasionalnya perusahaan yang terdaftar di LQ 45 mempunyai dampak, baik dampak positif maupun dampak negatif terhadap lingkungan operasionalnya. Dampak negatif perusahaan manufaktur yang jelas dirasakan oleh masyarakat seperti polusi, kebisingan, pencemaran dan lain-lain. Kasus pencemaran lingkungan yang terjadi saat ini, menimbulkan kesadaran perusahaan-perusahaan untuk mencari berbagai upaya dalam menanggulangi dan menemukan solusi yang tepat atas permasalahan lingkungan ini.Adanya pengungkapan sustainability report akan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan daya tarik bagi investor untuk berinvestasi sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan(Kurniawan, Sofyani, & Rahmawati, 2018).

Berdasarkan Kompas.com hampir 34 persen daratan Indonesia telah diserahkan kepada korporasi lewat 10.235 izin pertambangan mineral dan batubara. Itu beum termasuk izin perkebunan skala besar, wilayah kerja migas, panas bumi, dan tambang galian. Kawasan pesisir laut juga tidak luput dari eksploitasi pertambangan pasir, pasir besi, dan menjadi tempat pembuangan

(19)

limbah. Demikian juga hutan kita, setidaknya 3,97 juta hektar kawasan lindung terancam, tak luput keanekaragaman hayati di dalamnya, kebisingan di kawasan industri dan banyak pencemaran sungai yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan fenomena tersebut, maka pemerintah melakukan pencegahan dengan mengatur pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan di Indonesia antara lain pada Undang-Undang RI No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No 47 tahun 2012, Undang-Undang RI No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Undang-Undang RI No. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengolahan Lingkungan Hidup, Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Nomor PER-02/MBU/7/2017 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No 51/PJOK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan Bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten dan Perusahaan Publik.

Penelitian terdahuluShelviany, Widhianningrum, & Astuti(2017);Kurniawan, Sofyani, & Rahmawati (2018) membuktikan bahwa Corporate Social Responsibiliyberpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Perusahaan yang mengungkapkan CSR akan mendapat apresiasi dari stakeholder yang ditunjukkan melalui peningkatan harga saham Latupono dan Andayani (2015). Sedangkan penelitian lainnya Ardimas & Wardoyo(2014); Wardoyo

&Veronica(2013)membuktikan bahwa Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Terdapat hasil penelitian yang

(20)

belum konsisten sehingga peneliti melakukan penelitian ulang guna mengetahui lebih lanjut tentangpengaruh Corporate Sosial Responsibility terhadap nilai perusahaan.

Perbedaan penelitian ini dari penelitian terdahulu adalah bahwa penelitian ini dilakukan pada perusahaan LQ45 yang mempublikasikan laporan berkelanjutan secara konsisten selama periode 2014-2018, dimana pada mei 2013 GRI.4 baru diluncurkan sebagai trasformasi dari GRI versi G3.1 sehingga perusahaan yang dijadikan sampel harus melaporkan laporan berkelanjutannya sepanjang tahun 2014-2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengungkapan Corporate Sosial Responsibility yang terdiri dari dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan hidup terhadap firm value pada perusahaan yang terdaftar di LQ45tahun 2014-2018.

Selain Corporate Sosial Responsibilityfaktor lain yang mempengaruhi Firm Value (Nilai Perusahaan) adalah Financial Performance (Kinerja Keuangan). Financial Performance (Kinerja keuangan) merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor untuk menentukan investasi saham. Bagi sebuah perusahaan, menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan adalah sebuah keharusan agar saham tersebut tetap eksis dan tetap diminati oleh investor.

Menurut Ardimas & Wardoyo (2014) pengukuran kinerja perusahaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi perusahaan, karena pengukuran tersebut digunakansebagai dasar untuk menyusun sistem imbalan dalam perusahaan, yang dapat mempengaruhi perilaku pengambilan keputusan dalam perusahaan dan memberikan informasi yangberguna dalam membuat keputusan yang penting mengenai aset yang digunakan untuk membuat keputusan yang

(21)

menyalurkan kepentingan perusahaan.

Analisis laporan keuangan merupakan alat untuk analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi/mendiaknosis tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisasi secara keseluruhan (Harmono, 2017). Laporan keuangan yang diterbitkan perusahaan merupakan cerminan dari kinerja keuangan perusahan. Informasi keuangan tersebut mempuyai fungsi sebagai sarana informasi, alat pertanggung jawaban manajemen kepada pemilik perusahaan, penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan dan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan (Harahap, 2004).

Analisis rasio keuangan dapat diklarifikasikan ke dalam empat aspek rasio keuangan perusahaan, yaitu (1) rasio likuiditas, adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban financial yang berjangka pendek tepat pada waktunya; (2) rasio aktivitas, adalah rasio yang menunjukkan sejauh mana efisiensi perusahaan dalam menggunakan asset untuk memperoleh penjualan; (3) rasio solvabilitas (rasio leverage), adalah rasio yang menunjukkan kapasitas perusahaan untuk memenuhi kewajiban baik untuk kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang; (4) rasio profitabilitas, adalah rasio yang dapat mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dalam hubungannya dengan penjualan, asetmaupun laba bagi modal sendiri (Sartono, 2010).

Konsep profitabilitas ini dalam teori keuangan sering digunakan sebagai indikator kinerja fundametal perusahaan mewakili kinerja manajemen. Sesuai

(22)

dengan perkembangan model penelitian bidang manajemen keuangan, umumnya dimensi profitabilitas memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan, sedangkan nilai perusahaan secara konsep dapat dijelaskan oleh nilai yang ditentukan oleh nilai harga saham yang diperjualbelikan di pasar modal.

Hubungan kausalitas ini menunjukkan apabila kinerja manajemen perusahaan yang diukur menggunakan dimensi-dimensi profitabilitas dalam kondisi baik, maka akan memberikan dampak positif terhadap keputusan investor di pasar modal untuk menanamkan modalnya dalam bentuk penyertaan modal(Harmono, 2017)Indikator variabel Profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Asset dan Return On Equity.

Sumber: data diolah, 2019

Gambar 1.2

ROA Perusahaan LQ 45 pada Tahun 2015-2018

Gambar 1.2 pertumbuhan Retrun On Assetperusahaan yang terdaftar di LQ 45 pada tahun 2015-2018 mengalami kenaikan dan penurunan yang berfluktuatif. PT Unilever Indonesia (UNVR) tahun 2015-2016 mengalami kenaikan dari 4,52% naik menjadi 7,98%, pada tahun 2016-2017 mengalami

2015 2016 2017 2018

UNTR 4.52 7.98 9.33 9.57

PGAS 6.2 4.52 2.35 3.84

ASII 6.63 6.99 7.84 6.29

BBNI 1.8 1.89 1.94 1.86

BBRI 2.89 2.61 2.58 2.49

0 2 4 6 8 10 12

UNTR PGAS ASII BBNI BBRI

(23)

kenaikan dari 7,98% menjadi 9,33%, pada tahun 2017-2018 mengalami kenaikan dari 9,33% menjadi 9,57%. PTPerusahaan Gas Negara (PGAS) tahun 2015-2016 mengalami Penurunan dari 6,2% turun menjadi 4,52%, tahun 2016- 2017 mengalami penurunan dari 4,52% turun menjadi 2,35%, tahun 2017-2018 mengalami kenaikan dari 2,35% menjasdi 3,84%. PTAstra Internasional (ASII) pada tahun 2015-2016 mengalami kenaikan dari 6,63% menjadi 6,99%, tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 6,99%naik menjadi 7,84%, pada tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 7,84% menjadi 6,29%. Bank Negara Indonesia (BBNI) Tbktahun 2015-2016 mengalami kenaikan dari 1,81%

menjadi 1,89%, tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 1,81% menjadi 1,94%, tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 1,94% menjadi 1,86%.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada tahun 2015-2016 mengalami penurunan dari 2,89%turn menjadi2,61%, pada tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 2,61%naik menjadi 2,58% dan tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 2,58% menjadi 2,49%.

Hubungan Price to Book Value dan Return On Asset. Pada PT Unilever Indonesia PBV dan ROA mengalami fluktuasi yg berbeda, pada PBV fluktuasinya naik, naik dan turun sedangkan pada ROA mengalami kenaikan. Pada perusahaan Perusahaan Gas NegaraPBV dan ROA mengalami fluktuasi yang berbeda dimana pada PBV fluktuasinya naik, turun dan naik sedangkan pada ROA turun, turun dan naik. Pada PT Astra Internasional PBV dan ROA mengalami fluktuasi yang berbeda, pada PBV yaitu naik, turn dan turun sedangkan pada ROA naik, naik dan turun. Pada Bank Negara Indonesia Tbk PBV dan ROA mengalami fluktuasi yang

(24)

berbeda, pada PBV mengalami penurunan sedangkan pada ROA mengalami fluktuasi naik, naik dan turun. Pada Bank Rakyat Indonesia juga mengalami fluktuasi yang berbeda, PBV mengalami turun, naik turunsedangkan pada ROA mengalami penurunan. Berikut gambar 1.3 yang menunjukkan fluktuasi Return On Equitydari perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sumber: data diolah, 2019

Gambar 1.3

ROE Perusahaan LQ 45 pada Tahun 2015-2018

Gambar 1.3 menunjukkan pertumbuhan ROE perusahaan LQ45 pada tahun 2015-2018 mengalami kenaikan dan penurunan yang berfluktuatif.PT Unilever Indonesia (UNVR) tahun 2015-2016 mengalami kenaikan dari 7,11%naik menjadi 11,98%, tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 11,98%

naik menjadi 16,14%, tahun 2017-2018 mengalami kenaikan dari 16,14% naik menjadi 19,5%. Perusahaan Gas Negara (PGAS) tahun 2015-2016 mengalami

2015 2016 2017 2018

UNTR 7.11 11.98 16.14 19.5

PGAS 1.32 9.73 4.64 9.53

ASII 12.34 13.08 14.82 12.43

BBNI 11.65 12.78 13.65 13.6

BBRI 22.46 17.86 17.36 17.46

0 5 10 15 20 25

UNTR PGAS ASII BBNI BBRI

(25)

kenaikan dari 1,32% menjadi 9,73%, tahun 2016-2017 mengalami penurunan dari 9,73% menjadi 4,64% dan tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 4,64%

menjadi 9,53%. PT Astra Internasional (ASII)tahun 2015-2016 mengalami kenaikan dari 12,34% menjadi 13,08%, tahun 2016-2017 mengalami kenaikan dari 13,08% menjadi 14,82 tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 14,82%

menjadi 12,443%. Bank Negara Indonesia (BBNI) tahun 2015-2016 mengalami penurunan dari 11,65% menjadi 12,78%, tahun 2016-2017 mengalami penurunan dari 12,78% menjadi 13,65% dan tahun 2017-2018 mengalami penurunan dari 13,65% menjadi 13,6%. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) pada tahun 2015-2016 mengalami penurunan dari 22,46% menjadi 17,86%, tahun 2016-2017 mengalami penurunan dari 17,86% turun menjadi 17,36% dan tahun 2017-2018 mengalami kenaikan dari 17,36% turun menjadi 17,46%.

Hubungan Price to Book Value dengan Return On Equity. PTUnilever Indonesia fluktuasinya berbeda, pada PBV fluktuasinya naik, naik dan turun sedangkan pada ROE mengalami kenaikan. PTPerusahaan Gas Negara PBV dan ROE juga mengalami fluktuasi yang berbeda, pada PBV fluktuasinya naik, turun dan turun sedangkan pada ROEfluktuasinya turun, turun dan naik. PTAstra Internasional PBV dan ROE mengalami fluktuasi yang berbeda pada PBV yaitu naik, turn dan turun sedangkan pada ROEnaik, naik dan turun. Bank Negara Indonesia fluktuasinya juga berbeda, pada PBV mengalami tetap, naik dan turunsedangkan pada ROE mengalami fluktuasi naik, naik dan turun. Pada Bank Rakyat Indonesia PBV dan ROE juga mengalami fluktuasi yang berbeda, pada PBV fluktuasinya turun, naik dan turun sedangkan pada ROE fluktuasinya turun, turun dan naik.

(26)

Sesuai dengan perkembangan model penelitian bidang manajemen keuangan, umunya dimensi profitabilitas memiliki hubungan kausalitas terhadap nilai perusahaan(Harmono, 2017). Namun, gambar 1.2 yang menjelaskan tentangReturn On Asset dan gambar 1.3 yang menjelaskan tentangRetrun On Equity kurang menggambarkan hubungan kausalitas dengan gambar 1.1 yang menjelaskan tentang PBV. Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan sudah banyak dilakukan. (DP & Monika, 2012), (Ardimas & Wardoyo, 2014); (Mulyawati, Lestari, & Nurleli, 2015); (Sari, Gustina, & Tripermata, 2016) rasio ROA danROE berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. (Kirana & Nurmatias, 2014), (DP & Monika, 2012), (Fiadicha & Y, 2016)ROA dan ROE tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar LQ45 yang mempublikasikan laporan keuangan berkelanjutan secara konsisten selama periode 2014-2018.Berdasarkan uraian tersebut di atas, tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk menganalisis pengaruh Corporate Social Responsibility dan Financial Performanceterhadap Firm Valuepada perusahaan yang terdaftar di LQ45 tahun 2014-2018.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas maka masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah corporate social responsibility yang berdimensi ekonomi berpengaruh signifikan terhadap firm value?

(27)

2. Apakah corporate social responsibility yang berdimensi sosial berpengaruh signifikan terhadap firm value?

3. Apakah corporate social responsibility yang berdimensi lingkungan berpengaruh sgnifikan terhadap firm value?

4. Apakah return on asset berpengaruh signifikan terhadap firm value?

5. Apakahreturn on equity berpengaruh signifikan terhadap firm value?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian ini di atas maka tujuan penelitian ini adalah

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh corporate social responsibility dimensi ekonomi terhadap firm value.

2. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh corporate social responsibility dimensi lingkungan terhadap firm value.

3. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh corporate social responsibility dimensi sosial terhadap firm value.

4. Untuk mengetahui dan menganalisis Return On Asset terhadapfirm value.

5. Untuk mengetahui dan menganalisis Return On Equity terhadap firm value.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian diharapkan bermanfaat sebagai berikut:

1. Bagi Peneliti

Menambah wawasan dan menguji kemampuan serta menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliah, khususnya dalam menganalisis pengaruh

(28)

Corporate Social Responsibility dan financial performanceterhadap firm value.

2. Bagi investor

Penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan dan wawasan investor mengenai pengaruh Corporate Social Responsibility dan financialperformanceterhadap firm value, sehingga investor dapat mengambil keputusan denga baik.

3. Bagi Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada perusahaan khususnya manajer keuangan untuk meningkatkan Corpotare Social Responsibility dan financial performance untuk meningkatkan firm value.

4. Bagi Akademisi

Penelitian ini diharapkan akan menambah bukti empiris pengaruh Corporate Social Responsibility dan financial performance terhadap firm value.

5. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini diharapkan akan menambah referensi untuk penelitian selanjutnya.

(29)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori

2.1.1 Pengertian Firm Value (Nilai Perusahaan)

Nilai perusahaan merupakan persepsi investor terhadap tingkat keberhasilan perusahaan yang sering dikaitkan dengan harga saham (Soebiantoro, 2007). Nilai perusahaan adalah gambaran mengenai kondisi perusahaan. Semakin tinggi harga saham, semakin tinggi nilai perusahaan. Keputusan manajerial akan mempengaruhi nilai perusahaan, dengan keputusan keuangan yang tepat dapat memaksimumkan nilai perusahaan sehingga nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kesejahteraan investor. Nilai perusahaan mencerminkan persepsi investor tentang kinerja perusahaan pada waktu yang lalu dan prospek masa depan.

Memaksimalkan nilai perusahaan menurut theory of firm merupakan salah satu tujuan perusahaan, maka manajemen keuangan perusahaan harus dapat dijalankan dengan optimal sehingga keberhasilan kinerja perusahaan dapat tercapai. Nilai perusahaan tercermin kemampuan manajemen keuangan dalam pengelolaan dan pengalokasian aktivitas pendanaan, aktivitas investasi, efisiensi dan efektivitas operasi perusahaan. Optimalisasi nilai perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanan fungsi manajemen keuangan, dimana satu keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan.

Dalam penelitian ini penulis memilih indikator Price to Book Value (PBV)

(30)

untuk mengukur nilai perusahaan. Nilai perusahaan dapat diukur dari price tobook value (PBV)yang merupakan perbandingan antara nilai pasar saham denagn nilai buku per lembar saham. Nilai buku adalah perbandingan antara nilai pasar saham dengan nilai buku per lembar saham. Nilai buku adalah perbandingan antara ekuitas dengan jumlah saham yang beredar. Indikator ini menghubungkan nilai pasar saham yang mencerminkan kinerja perusahaan di masyarakat umum terhadap nilai buku per lembar saham yang dinyatakan dalam neraca perusahaan.

Nilai pasar dapat dipengaruhi oleh pilihan, tingkah laku, psikologis, persaingan pengambil alihan, perubahan ekonomi, perkembangan ekonomi, kondisi politik dan sebagainnya. Price to book value (PBV) sangat penting bagi investor dalam menentukan stategi dalam berinvestasi. Price to book value (PBV) menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mencitakan nilai perusahaan terhadap jumlah ekuitas yang diinvestasikan, investor dapat mengetahui berapa kali market value dihargai melebihi dari book value sehingga investor mendapat gambaran apakah nilai perusahaan berpotensi naik kedepannya.

Price to Book Value yang tinggi menunjukkan bahwa nilai perusahaan tinggi. Price to Book Value berkaitan dengan nilai pasar saham, perubahan nilai pasar saham akan merubah nilai price to book value. Nilai Price to Book Value baik ketika nilai Price to Book Value di atas 1 (satu) yaitu nilai pasar lebih besar daripada nilai buku perusahaan dan sebaliknya. Perusahaan dengan Price to Book Value yang masih rendah sebaiknya dibeli untuk mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih besar pada tingkat resiko tertentu, sebaliknya perusahaan dengan Price to Book Value yang tinggi berarti dinilai baik dan

(31)

tergolong over valued, akan tetapi jika perusahaan memiliki kinerja yang baik masih mempunyai prospek nilai pasar akan naik. Perusahaan dengan nilai perusahaan yang tinggi menunjukan apresiasi pasar sehingga diyakini memilik prospek kedepan (Madelisa, 2019)

Menurut Husnan dan Pudjiastuti(2012) untuk perusahaan-perusahaan yang berjalan dengan baik, umumnya rasio inimencapai diatas satu, yang menunjukkan bahwa nilai pasar saham lebih besar dari nilai bukunya. Semakin besar rasio PBV semakin tingi perusahaan dinilai oleh para pemodal relatif dibandingkan dengan dan yang telah ditanamkan perusahaan.

2.1.2 Corporate Social Responsibility

1. Pengertian Corporate Social Responsibility

Konsep CSR memiliki arti bahwa perusahaan seharusnya tidak lagi hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Corporate Social Responsibility sebuah bentuk kepekaan, kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan untuk ikut memberikan manfaat terhadap masyarakat dan lingkungan dimana perusahaan itu beroperasi. Perusahaan harus memiliki kesadaran bahwa ada lingkungan yang harus diperhatikan.Sikap perusahan yang ikut serta dalam memperhatikan lingkungan sekitar, akan mempengaruhi dampak-sampak sosial yang ada. CSR diakui sebagai komitmen perusahaan untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada keseimbangan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan hidup (Situmeang, 2016).

2 Sustainability Report

(32)

Secara defenisi sustainability report adalah praktek pengukuran, pengungkapan dan upaya akuntabibilitas dari kinerja organisasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan kepada para pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal (Global Reporting Initiative, 2017). Istilah sustainability report atau laporan keberlanjutan menurut Global Reporting Invinitive (GRI) yaitu sebuah laporan yang diterbitkan oleh perusahaan atau oranisasi yang berhubungan dengan dampak ekonomi, lingkungan serta sosial sebagai dampak aktivits operasi perusahaan sehari-hari. Pedoman yang diunakan dalam pengungkapan sustanaibility report ini dibuat oleh salah satu lembaga yaitu Global Reporting Initiative. Dalam penyajian sustanaibility report, terdapat prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yang berhubungan dnegan kualitas informasi yang disajikan, yaitu:

a. Kesimbangan: laporan yang diterbitkan harus mencerminkan aspek- aspek positif dan negatif dari kinerja perusahaan untuk memungkinkan dilakukan asesmen yang beralasan atas kinerja perusahaan tersebut secara keseluruhan.

b. Komparabilitas: perusahaan harus memilih, mengumpulkan serta melaporkan informasi secara konsisten. Informasi yang dilaporkan harus disajikan dengan cara memungkinkan para pemangku kepentingan untuk menganalisis perubahan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu, dan yang dapat mendukung analisis relatif terhadap organisasi atau perusahaan lain.

(33)

c. Akurasi: informasi yang dilaporkan harus cukup akurat dan terperinci bagi para pemangku kepentingan atau stakeholder untuk dapat menilai kinerja organisasi atau perusahan tersebut.

d. Ketepatan waktu: perusahaan harus membuat dengan jadwal yang teratur sehingga informasi yang disajikan tersebut tersedia tepat waktu bagi para pemangku kepentingan untuk membuat suatu keputusan yang tepat.

e. Kejelasan: perusahaan harus membuat informasi yang disajikan dengan cara yang dapat dimengerti dan dapat diakses oleh pemangku kepentingan yang menggunakan laporan tersebut.

f. Keandalan: perusahaan harus mengumpulkan, mencatat, menyusun, menganalisis dan mengungkapkan seluruh informasi serta proses yang digunakan untuk menyiapkan laporan agar dapat diuji, dan hal ini dapat diuji, dan hal itu akan menentukan kualitas serta materialitas informasi yang disajikan dalam laporan tersebut.

3. GRI 4

GRI 4 merupakan pembaharuan dari GRI 3 yang disahkan pada bulan mei 2013. G4 dirancang agar dapat diterapkan secara universal untuk semua organisasi, besar dan kecil, di seluruh dunia. Fitur yang ada di G4 menjadikan pedoman ini lebih mudah digunakan, baik bagi pelapor yang berpengalaman dan bagi mereka yang baru dalam pelaporan yang berkelanjutan dari sektor apapun di dukung oleh bahan-bahan dan layanan lainnya. Kategori dan aspek dalam pedoman GRI 4 yaitu aspek Ekonomi, aspek Sosial dan aspek lingkungan yang terdiri dari 91 indikator.

(34)

Jumlah item yang diungkapkan akan dihitung sesuai jumlah yang tertulis pada sustainibility report masing-masing perusahaan. sedangkan untuk jumlah item yang diharapkan diungkapkan, untuk kategori ekonomi sebanyak 9 item, kategori lingkungan sebanyak 34 item, dan kategori sosial sebanyak 48 item. Jadi total pengungkapan sustainability report yang diharapkan diungkapkan ada 91 item.

2.1.3 Kinerja Keuangan

1. Pengertian Kinerja Keuangan

Kinerja adalah tingkat pencapaian dan tujuan perusahaan, tingkat pencapaian misi perusahaan, tingkat pencapaian pelaksanaan tugas secara katual . kinerja dapat diartikan juga sebagai prestasi yang dapat dicapai perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan tersebut (Sugiarso & Winarni, 2005). Standar Akuntansi Keuangan (2007) mengartikan kinerja perusahaan terkait dengan tujuan laporan keuangan, yaitu: ―penghasilan bersih laba) seringkali digunakan sebagi ukuran kinerja atau sebagai dasar bagi ukuran yang lain seperti imbalan investasi (Return on Invesment) atau penghasilan per saham (earning per share). Dari pengertian di atas, maka kinerja adalah pencapaian perusahaan dalam memenuhi tearget perusahaan sepanjang waktu tertentu yang menggambarkan kualitas perusahaan.

Kinerja keuangan perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangan. Laporan keuangan ini disusun dan ditafsirkan untuk kepentingan manajemen dan pihak lain yang menaruh perhatian atau mempunyai kepentingan dengan data

(35)

keuangan perusahaan (Jumingan, 2009).

2. Kerangka Konsep Analisis Laporan Keuangan

Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi/mendiagnosis tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisi perusahaan secara keseluruhan.

Analisis laporan keuangan umumnya dilakukan oleh para pemberi modal seperti kreditor, investor dan oleh perusahaan itu sendiri berkaitan dengan kepentingan manajerial dan penilaian kinerja perusahaan. Kerangka konsep analisis laporan keuangan adalah analisis laporan keuangan yang diawali dari analisis kondisi lingkungan perusahaan yang memperhatikan berbagai pihak yang berkepentingan, kemudian informasi manajerial mulai dari visi dan misi manajerial, pengendalian manajemen, sampai tingkat kebijakan operasional perusahaan, yang direfleksikan dalam bentuk kinerja keuangan standar mencakup laporan keuangan neraca, laba rugi, perubahan ekuitas dan laporan arus kas ditambah catatan atas laporan keuangan(Harmono, 2017).

3. Analisis Rasio Keuangan

Menurut Kasmir(2015) analisis rasio keuangan dapat diklarifikasikan kedalam empat aspek rasio keuangan perusahaan, yaitu:

a. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas atau sering disebut dengan rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu

(36)

perusahaan. dengan kata lain, rasio likuiditas berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban/utang pada saat jatuh tempo.

b. Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas (activity rasio) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektivitas) pemanfaatan sumber daya perusahaan. efisiensi yang dilakukan misalnya dibidang penjualan, persedaan, penagihan piutang dan efisiensi di bidang lainnya. Rasio aktivitas juga digunkankan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Dari hasil pengukuran dengan rasio aktivitas akan terlihat apakah perusahaan lebih efisien dan efektif dalam mengelola aset yang dimiliki atau mungkin justru sebaliknya.

c. Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukkan efisiensi perusahaan.

1) Return On Asset (ROA)

Dalam Hanafi (2006) Return On Assets (ROA) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih

(37)

berdasarkan aset tertentu. Rasio ini menunjukkan berapa besar laba bersih diperoleh oleh perusahaan bila diukur dari nilai asetnya.

2) Return On Equity (ROE)

Dalam Hanafi (2006) Return On Equity (ROE) adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal saham tertentu.

Rasio ini merupakan ukuran profitabilitas dari sudut pandang pemengang saham. Menurut Horne dan Wachowicz (2009) menyatakan ROE yang tinggi sering kali mencerminkan penerimaan perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen biaya yang efektif.

Semakin tinggi rasio ini semakin baik maksudnya posisi pemilik perusahaan semakin kuat. Dengan demikian perusahaan akan bisa membayar dividen kepada pemengang saham.

d. Rasio Solvabilitas (rasio Leverage)

Rasio solvabilitas atau laverage ratio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang.

Dengan arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayarc seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan.

2.2 Penelitian Terdahulu

Berikut adalah daftar penelitian terdahulu yang menjadi acuan peneliti dalam melakukan penelitian ini.

(38)

Tabel 2.1

Ringkasan Penelitian Terdahulu

Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel

Teknis Analisis

Data

Hasil Penelitian

Wiliam (2012)

Pengaruh Pengungkap an

Corporate Social Responsibilt y

berdasarkan Pedoman Global Reporting Invinitive terhadap Nilai Perusahaan

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan Variabel Independen:

Corporate Sosial Responsibility (CSR) Corporate Sosial Responsibility berdimensi ekonomi Corporate Sosial Responsibility berdimensi lingkungan Corporate Sosial Responsibility berdimensi sosial Corporate Sosial Responsibility berdimensi hak asasi manusia

Corporate Sosial Responsibility berdimensi masyrakat Corporate Sosial Responsibility berdimensi tanggung jawab

Regresi linear bergand a

Corporate Sosial Responsibility (CSR), Corporate Sosial Responsibility berdimensi ekonomi, Corporate Sosial Responsibility (CSR) Corporate Sosial Responsibility berdimensi ekonomi Corporate Sosial Responsibility

berdimensi lingkungan Corporate Sosial Responsibility berdimensi sosial Corporate Sosial Responsibility berdimensi hak asasi manusia

Corporate Sosial Responsibility berdimensi masyrakat Corporate Sosial Responsibility berdimensi tanggung jawab perusahaan.

Dwi Jaya Kirana dan Nurmatias (2014)

Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan dengan Penerapan Good Corporate Governance pada Perusaaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan Variabel Independen:

ROA ROE GCG

Regresi liear bergand a

ROA dan ROE tidak cukup mempengaruhi nilai perusahaan. begitu juga tata kelola yang baik tidak daat mempengaruhi nilai perusahaan. Tapi dengan tata kelola yang baik Good Corporate Governance dan diimbangi kinerja keuangan yang baik juga maka akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap nilai perusahan

Lanti Triagustina, Edi

Sukarmanto dan Helliana 2013

Nilai Perusahaa n Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012

Varabel dependen:

nilai perusahan Variabel dependen:

ROA ROE

Regresi linear bergan da

ROA berpengaruh negaif dan signifikan terhadap nilai perusahaan ROE berpengaruh positif dasignifikan terhadap nilai perusahaan

(39)

Lanjutan Tabel 2.1

Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel

Teknis Analisis

Data

Hasil Penelitian

Wahyu Ardimas dan Waryono (2014)

Pengaruh Kinerja Keuangan dan Corporate Social Responsibility (CSR)

terhadap Nilai Perusahaan pada Bank Go Public yang Terdaftar di BEI

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan Variabel

Independen:

ROA ROE OMP NPM CSR

Regresi liear bergand a

ROA dan ROE memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan OPM, NPM dan CSR tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai persusahaan.

Sri Mulyani, Rini Lestari dan Nurleli (2015)

Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan (Studi

Diakukan pada Perusahaan Manufactur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010- 2013)

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan Variabel

Independen:

ROA ROE NPM

Regresi liear bergand a

ROA dan ROE memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan NPM tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai persusahaan.

HJ. Rina Tjandrakirana DP dan Meva Monika (2015)

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan Variabel

Independen:

ROA ROE

Uji asumsi klasik, analisis regresi

ROA tidak berpengaruh

terhadp nilai

perusahaan sedangkan ROE berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Dhelvia, Purweni, dan Elly

(2016

Apakah pengungkapan Corporate Social Responsibility dapat

Mempengaruhi Nilai

Perusahaan

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan Variabel

Independent:

Corporate Social Responsibility kategori ekonomi Corporate Sosial Responsibility kategori lingkungan Corporate Sosial

Regresi liear bergand a

Corporate Sosial Responsibility kategori ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan Corporate Sosial Responsibility kategori lingkungan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan Corporate Sosial

(40)

Lanjutan Tabel 2.1

Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel

Teknis Analisis

Data

Hasil Penelitian

Corporate Sosial Responsibility kategori sosial

Responsibility kategori sosial tidak

berpengaruh signifikan terhadap nilai

perusahaan

Diah Mandasari, Emilia Gustini dan Lukita Tripemata (2016)

Pengaruh Struktur Modal dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai

Perusahaan pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia

Variabel Dependent:

Nilai Perusahaan

Variabel Independent:

DER ROA

Regresi liear bergand a

DER dan ROA berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan

Angelika Natasya Joseph, Agus T Roputra, dan Victorina Z Tiroyoh (2016)

Pengaruh Kinerja Keuangan dan Corporate Social Responsibilit y (CSR) terhadap Nilai

Perusahaan Manufactur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan

Variabel Independen:

ROA ROE OMP NPM CSR

Regresi liear bergand a

ROA dan ROE memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan sedangkan OPM, NPM dan CSR tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap nilai persusahaan.

Fika

Fiadicha dan Rahmawati Hanny

Pengaruh Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibilit ydan Kinerja Keuangan Terhadap

Variabel

Dependen: Nilai Perusahaan Variabel independen:

Ukuran Dewan Komisaris Independensi Dewan Komisaris Ukuran Dewan Komisaris Jumlah Komite Audit

CSR ROA ROE

Regresi liear bergand a

- Dewan komisaris dan jumlah komite audit berpengaruh

terhadap nilai perusahaan.

- Independensi dewan komisaris, ukuran dewan direksi, CSR, ROA, dan ROE tidak berpengaruh terhadap nilai peruahaan

(41)

Lanjutan Tabel 2.1

Peneliti (Tahun)

Judul

Penelitian Variabel

Teknis Analisis

Data

Hasil Penelitian

Tedy Kurniawan, Haflez Sofyani dan Evi

Rahmawati.

(2018)

Pengungkap an

Sutainability Report dan Nilai

Perusahaan Studi Empiris di Indonesia dan Singapura

Variabel Dependen:

Nilai Perusahaan

Variabel Independen:

Sustainability report kategori ekonomi Sustainability report kategori lingkungan hidup

Sustainability report kategori sosial

Regresi liear bergan da

Sustainability report kategori ekonomi berpengaruh positif terhaap nilai peusahaan

Sustainability report kategori lingkungan berpengauh negatif terhadap niaia perusahaan

Sustainability report kategori sosial tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan

Lanti Triagustina, Edi

Sukarmant o dan Helliana

Pengaruh ROA dan ROE terhadap Nilai

Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2012

Varabel dependen:

nilai perusahan

Variabel dependen:

ROA ROE

Regresi linear bergan da

ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan ROE berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

2.3 Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan penjelas semantara gejala-gejala yang menjadi objek permasalahan tentang hubungan antara variabel yakni variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) yang disusun dari berbagai teori yang telah diuraikan (Sugiyono, 2007). Pengaruh antara variabel independen (Corporate Social Responsibility dan Financial Performance) terhadap variabel dependen (Firm Value) digambarkan dalam kerangka konseptual pada gambar 2.1.

(42)

Gambar 2.1 Kerangka konseptual

Penelitian ini menggunakan Corporate Social Responsibility (dimensi ekonomi, dimensi lingkungan dan dimensi sosial), Financial Performance (Return on Asset, dan Return On Equity)sebagai variabel independen (X) dan Firm Value sebagai variabel dependen (Y).

2.3.1 Corporate Sosial Responsibilitydimensi Ekonomi Terhadap Firm Value Menurut Cahyandito (2010), adanya transparansi yang terdapat dalam sustainability report kategori ekonomi, akan dapat meningkatkan citra perusahaan dan kepercayaan stakeholders terhadap perusahaan. Hal ini secara langsung akan dapat menjaga hubungan baik antara perusahaan dan stakeholders termasuk investor, sehingga nilai perusahaan di mata invstor akan meningkat dengan adanya pengungkapan ini. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Shelviany, Widhianningrum, & Astuti, 2017), yang menemukan bahwa dimensi

CSR Dimensi Ekonomi

CSR Dimensi Lingkungan

CSR Dimensi Sosial

ROA

ROE

Nilai Perusahaan

Y)

(43)

ekonomi memili pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

2.3.2 Corporate Sosial Responsibility dimensi Lingkungan Terhadap Firm Value

Di era pembangunan berkelanjutan, perusahaan dituntut untuk melakukan pengungkapan terhadap kinerja lingkungan dimana perusahaan tersebut didirikan.

Kinerja lingkungan ini akan menunjukkan sejauh mana kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku secara umum dimana perusahaan tersebut berdiri. Perusahaaan yang memiliki kinerja lingkungan yang baik tentunya akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut (Nurdin & Cahyandito, 2006).

Selain berdampak pada meningkatnya kepercayaan invetor, pandangna masyarakat tentang aktivitas perusahaan pun akan semakin baik. Dengan meningkatnya citra perusahaan di mata investor dan juga masyarakat, hal ini akan berdampak pula pada meningkatnya nilai perusahaan. Hal ini sesuai dengan penelitian William (2012), bahwa dimensi lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

2.3.3 Corporate Sosial Responsibility dimensi Sosial Terhadap Firm Value Kategori sosial dalam penelitian sustainability report menyangkut dampak organisasi terhadap masyarakat dimana perusahaan tersebut beroperasi dan menjelaskan resiko dari interaksi dengan institusi sosial lainnya yang mereka kelola. Kepedulian perusahaan dalam mengantisipasi isu-isu terkait masyarakat seperti komunitas, korupsi, kebijakan publik, anti kompetitif seperti anti-trust dan monopoli akan menjadi nilai lebih di mata investor. Pengungkapan

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka konseptual
Tabel 3.3  Daftar Sampel

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis sidik ragam, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai susut masak pada daging ayam broiler yang diberikan pakan dengan penambahan antibiotik dan air minum

Dengan hasil penelitian sebagian besar responden menilai kualitas produk yang dimiliki Honda Jazz baik, khususnya meliputi kinerja (performance), fitur (features),

“perkara yang sudah menjadi ketetapak kalian saat ini ialah bahwa asal uasal alam semsta ini ada dua. Yakni materi dan energi. Keduanya qodim dan saling berhubungan

Aplikasi Berbasis Web untuk Menampilkan Absensi dan Nilai Akhir Peserta Didik ini dikembangkan dengan menggunakan basis data MySQL sebagai media

Rentang umur 4-5,9 bulan; bobot hidup 15000 g (14200-16000 g) memiliki bobot karkas 11412 g dan bobot non karkas 2088 g ; dan Rentang umur 6-7,9 bulan; bobot hidup 18216,67 g

 Dalam welfare state, hak kepemilikan diserahkan kepada swasta sepanjang hal tersebut memberikan insentif ekonomi bagi pelakunya dan tidak merugikan secara sosial,

48/POJK.03/2020 tanggal 1 Desember 2020 perihal “Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai

Inkubasi tabung mikrosentrifus kedua selama 10 menit pada temperatur ruang (bolak-balikkan tabung 2-3 kali selama masa inkubasi) untuk melisis sel-sel darah