• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

20

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1 Kedudukan dan Koordinasi

Praktek kerja magang yang dilakukan oleh penulis adalah di divisi Marketing khususnya pada bidang Digital Marketing di PT. Star Maju Sentosa. Penulis berada dibawah pengawasan Bapak Arief Ds. selaku Assistant Manager Marketing. Penulis melakukan pekerjaan dan menerima semua bentuk training yang diberikan, terutama di bagian Digital Marketing. Kemudian, penulis juga diberikan pekerjaan diluar bidang marketing, terutama dibidang Visual Merchandising dikarenakan Bapak Arief ingin memberikan penulis, pengalaman di bidang lain sebagai bekal di suatu hari nanti.

Berikut adalah struktur organisasi PT. Star Maju Sentosa:

Ibu Thresia(Managing

Director)

Ibu CItra(PM Supervisor)

Bapak Huda(Designer)

Bapak

Udin(Designer) Ibu Asti(LAKON) Bapak

Arsya(LAKON)

Ibu Aysa(Social Media)

Ibu Raras(Admin

PM) Penulis(Intern)

Bapak Arief(VM Supervisor)

Bapak Randy(VM) Ibu Cecil(Marketing

Manager)

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Star Maju Sentosa

(2)

21

3.2 Tugas yang dilakukan

Dibawah ini merupakan beberapa tugas yang penulis kerjakan selama kurang dari 3 bulan melakukan praktek kerja magang di PT Star Maju Sentosa :

Table 1 Pekerjaan Penulis

Jenis Pekerjaan Output Koordinasi

Product Knowledge

Interview Diberikan pengetahuan mengenai perusahaan dan divisi

dimana penulis ditempatkan

Assistant Manager Marketing Bapak Arief Ds.

Training Visual Merchandising

Diberikan pengetahuan mengenai Visual Merchandising.

Assistant Manager Marketing Bapak Arief Ds.

Training Digital Marketing

Diberikan pembelajaran atau pendalaman mengenai Digital

Marketing.

Assistant Manager Marketing Bapak Arief Ds.

Promotion

(3)

22

Jenis Pekerjaan Output Koordinasi

Membuat konten untuk Facebook dan

Instagram

Konten tersebut dipost dalam sosial media untuk meningkatkan awareness pada produk tersebut

Staff Marketing Aysa dan Asti

Weekly Meeting dengan Managing

Director

Meeting dengan Managing Director untuk membahas tentang program marketing per minggunya

Managing Director Ibu Thresia

Kunjungan ke LAKON Store

Indonesia

Mengunjungi toko untuk membuat konten yang nantinya kan ditampilkan pada sosial media

Staff Marketing Aysa dan Asti

Kunjungan ke STAR Dept Store

Mengunjungi toko untuk membuat konten yang nantinya

akan ditampilkan pada sosial media

Assistant Manager Marketing Bapak Arief Ds.

Event Marketing

Mengadakan Event Bidadari Bidadara oleh Lakon

Mengadakan kolaborasi dengan Swara Gembira dengan

tujuan untuk mempromosikan

Managing Director Ibu Thresia Mareta

(4)

23

Jenis Pekerjaan Output Koordinasi

Indonesia Lakon dan memperluas brand awareness

Marketing Tools

Social Media Sebuah sarana media yang digunakan oleh perusahaan, untuk

memberikan informasi seputar produk dan promosi kepada

audience

Manager Marketing Ibu Cecil

& Ast. Manager Marketing Bapak Arief Ds.

3.3 Uraian Pelaksanaan

Pada saat penulis melaksanakan proses kerja magang, penulis lebih cenderung berfokus pada kerjaan digital marketing. Digital Marketing adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui media internet. Pemasaran jenis ini lebih menjangkau banyak orang atau menggapai engagement yang lebih banyak, karena perkembangan di bidang teknologi yang berkembang dengan pesat, dan pengguna internet termasuk media sosial pun semakin banyak. Penulis lebih berfokus pada pembuatan konten untuk di post pada media sosial.

Dalam hal ini, penulis telah diberikan tanggung jawab yang dibebankan oleh Ibu Thresia selaku managing director dari PT. Star Maju Sentosa, untuk memegang media sosial Lakon Indonesia, yaitu Facebook dan Intstagram. Penulis juga diberikan tanggung jawab untuk membuat konten yang bersangkutan dengan tema atau periode yang akan datang, seperti Ramadhan atau Natal,

(5)

24 dengan cara mengambil konten secara langsung di dalam toko fisik Lakon. Proses ini berupa matchmaking outfit dan kemudian mengambil foto yang nantinya akan digunakan untuk konten dalam Facebook dan Instagram.

3.3.1 Product Knowledge

1. Interview

Proses ini merupakan proses awal yang dijalani oleh penulis. Penulis pertama diwawancara secara langsung oleh Ibu Thresia selaku managing director. Ibu Thresia mengajukan beberapa pertanyaan kepada saya, seperti apa kelebihan yang penulis punya dan mengapa kita harus memilih penulis.

2. Training Visual Merchandising

Saat lolos pada tahap seleksi, pada tanggal 17 Juni penulis diberikan beberapa pengetahuan dan pelatihan mengenai visual merchandising oleh Bapak Randy dan Bapak Arief. Penulis tetap diberikan pelatihan mengenai visual merchandising karena visual merchandising termasuk dalam divisi marketing dan penulis harus tetap melalui proses pelatihan ini.

3. Training Digital Marketing

Proses ini merupakan proses penting yang harus dilalui oleh penulis, karena pelatihan ini melatih penulis untuk mampu mengerjakan tugasnya terutama di bidang marketing dalam membuat konten promosi untuk nantinya di post media sosial. Proses ini dilaksanakan bersama Bapak Arief dan Bapak Hasan yang sekarang sudah resign.

(6)

25

3.3.2 Promotion

1. Konten untuk Facebook dan Instagram

Setelah penulis menjalani proses training, penulis diberi tanggung jawab untuk memegang kendali atas Facebook dan Instagram Lakon. Penulis kemudian membuat konten untuk Facebook dan Instagram untuk di post yang nantinya akan menarik perhatian audiences dan mendapatkan engagement yang berupa keterlibatan audience dengan profil Lakon, baik di Facebook maupun Instagram. Konten merupakan sebuah informasi yang dengan sengaja ditujukan kepada end-users atau audience. Konten pun mempunyai sebuah nilai yang nantinya. Facebook adalah sebuah jejaring sosial yang bertujuan untuk menghubungkan satu pengguna dengan pengguna yang lain.

Facebook selain memperkenalkan satu orang ke orang lain, jejaring sosial tersebut juga mempunyai forum atau influencer yang mempromosikan, bahkan memperjualbelikan produk tersebut. Lakon Indonesia mempunyai akun bisnis tersendiri, yang terdiri dari 57 followers yang dapat dibilang sedikit karena akun tersebut masih baru. Penulis diberikan tanggung jawab oleh Bapak Arief dan Ibu Thresia untuk mempromosikan produk dan membuat konten untuk Facebook, untuk menggapai audiences di Facebook. Penulis tidak hanya mengisi konten untuk promosi di Facebook, penulis juga mengisi katalog produk yang kurang lengkap di Facebook. Berikut merupakan alur kerja yang dilakukan oleh penulis pada saat melakukan kerja magang di PT. Star Maju Sentosa:

Daily Briefing dengan Supervisor

Penulis melakukan tugas yang diberikan

(caption, content, etc.)

Evaluasi dengan supervisor apakah sudah

sesuai untuk ditampilkan

Eksekusi di Instagram dan

Facebook

Gambar 3.2 Workflow pembuatan Konten

(7)

26 Kemudian, penulis juga diberi tanggung jawab atas Instagram Lakon Indonesia. Penulis membuat konten promosi yang sama pada Instagram, yang nantinya berguna untuk menggapai audiences dan memperluas brand awareness. Lakon mempunyai followers lebih dari 3500 , oleh karena itu dapat dibilang bahwa menggunakan Instagram sebagai media promosi jauh lebih efektif dibandingkan Facebook. Dalam Instagram, penulis juga tidak hanya berhubungan langsung dengan audience, namun juga berhubungan banyak dengan para reseller.

Gambar 3.5 Konten Instagram melalui desain Gambar 3.4 Konten Instagram melalui

pengambilan di lapangan Melakukan Kunjungan ke

Toko untuk Mengambil

Konten

Mengolah hasil dari proses pengambilan

untuk ditampilkan

Melaporkan hasil kepada Supervisor dan

eksekusi posting di sosial

media Mengajukan

Surat Izin Keluar untuk kunjungan toko

kepada HR Dept.

Gambar 3.3 Workflow Kunjungan ke Toko

(8)

27

2. Weekly Meeting dengan Managing Director

Penulis diikutsertakan dalam meeting setiap minggu yang membahas tentang progress yang dilakukan dalam Star dan juga Lakon. Penulis juga memberikan beberapa laporan mengenai pergerakan dan insight social media untuk memberitahukan Ibu Thresia. Penulis juga ikut dalam menyumbang sebuah ide dalam designing poster Bidadari Bidadara, yang kemudian direvisi dan di approve oleh Ibu Thresia. Penulis bertugas untuk mencatat setiap feedback yang diberikan oleh Ibu Thresia yang digunakan untuk memperbagus dan memperbaiki beberapa kekurangan yang dialami penulis. Setelah meeting selesai, peneliti berkoordinasi dengan para anggota tim marketing untuk mendeskripsikan tugas yang nantinya akan dikerjakan.

3.3.3 Event Marketing

Pada tahap ini, Lakon Indonesia berkolaborasi dengan Swara Gembira, mengadakan sebuah event pagelaran yang bertema tentang budaya Indonesia sedang dilupakan dan bagaimana caranya untuk mengembalikan budaya lokal pada masa kejayaannya. Disini penulis tidak bertugas, melainkan menghadiri pagelaran tersebut yang diadakan di Taman Air Mancur Plaza Senayan, Jakarta Selatan. Penulis mengamati beberapa aksi dan stunt show bahkan tarian yang diadakan dalam pagelaran tersebut. Penulis juga mengamati berbagai macam guest star yang hadir, seperti

Gambar 3.6 Para pemeran utama dalam Bidadari Bidadara. Sumber :

@swaragembira

Gambar 3.7 Panggung Bidadari Bidadara.

Sumber : @swaragembira

(9)

28 Andovi dan Jovial Da Lopez, Nadin Amizah, Sal Priadi, dan Baskara Putra, serta beberapa line- up lainnya. Pagelaran tersebut juga menampilkan beberapa tarian tradisional yang mungkin sudah dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Pagelaran ini selain bertujuan untuk menambah brand awareness mengenai Lakon Indonesia, tetapi juga bertujuan untuk menambah wawasan masyarakat mengenai budaya yang mungkin sudah terlupakan, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pagelaran ini juga menyediakan official merchandise Lakon x Swara Gembira, yang berupa coach jacket dan tote bag. Lakon Indonesia sebelumnya juga mengadakan giveaway untuk menarik perhatian audience.

Pemenang giveaway akan mendapatkan 1 coach jacket dan 1 tote bag.

Dalam melakukan kegiatan kerja praktek di PT. Star Maju Sentosa, penulis diberikan tanggung jawab untuk melakukan tugas dengan menggunakan beberapa alat yang membantu penulis untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Penulis menggunakan sosial media sebagai salah satu alat yang membantu penulis menyelesaikan pekerjaan penulis. Sosial media, sebagai media promosi, juga menyediakan beberapa fitur yang dapat digunakan user untuk melacak jumlah pengunjung, engagement¸ dan juga insights sebagai data yang berguna untuk mengetahui seberapa efektif post atau story yang ditampilkan.

Gambar 3.8 Giveaway oleh Lakon Gambar 3.9 How to Win

(10)

29

3.4 Kendala yang Ditemukan

Dalam melaksanakan program kerja praktek magan pada PT. Star Maju Sentosa, penulis menemukan beberapa kendala dalam menjalankan pekerjaan penulis. Kendala yang ditemukan sebagai berikut:

1. Kekreatifan dalam membuat konten

Penulis diberikan sebuah tanggung jawab untuk membuat konten yang nantinya akan digunakan di sosial media sebagai salah satu wujud untuk menarik perhatian audience dan konsumen. Penulis kadang tidak mempunyai ide untuk membuat konten yang menarik untuk perhatian konsumen, bahkan penulis juga pernah membuat konten yang sudah disetujui namun tidak mendapatkan insights dan engagement yang bagus sehingga menghasilkan konten yang kurang efektif.

2. Membuat artikel

Penulis juga diberikan tanggung jawab untuk membuat artikel mengenai beberapa produk di Star Department Store. Penulis mengalami kendala dalam membuat artikel karena kurangnya pengetahuan mengenai beberapa produk yang dijual belikan dalam Star Department Store.

3. Internet yang kurang memadai

Penulis diberikan tanggung jawab untuk membuat konten yang nantinya akan ditampilkan di sosial media. Oleh karena itu, penulis sangat membutuhkan internet dengan kecepatan yang memadai. Sayangnya, internet yang kurang memadai menghambat beberapa pekerjaan yang dilakukan penulis. Penulis menjadi terhambat karena kurangnya kecepatan internet, sehingga beberapa pekerjaan dan deadline tidak selesai tepat pada waktunya.

3.5 Peran Digital Marketing terhadap brand awareness PT. Star Maju Sentosa

PT. Star Maju Sentosa memiliki SBU baru yang menjual apparel produk lokal dengan harga yang premium. SBU tersebut merupakan LAKON Indonesia. Lakon mempunyai suasana dan juga atmosfer yang berbeda jika dibandingkan dengan Star Department Store, karena Lakon menjual produk yang lebih modern atau lebih kekinian dengan selera kawula muda. Lakon didirikan pada 2018 sehingga baru berjalan sekitar 1 tahun. Oleh karena itu, Lakon belum

(11)

30 mempunyai brand awareness yang cukup kuat. Kemudia Lakon berusaha menaikan brand awareness melalui digital marketing. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh (ÇİZMECİ & ERCAN, 2015), mereka melakukan sebuah penelitian mengenai bagaimana digital marketing dapat mempengaruhi brand awareness. (ÇİZMECİ & ERCAN, 2015) melakukan sebuah survei dengan metode Delphi, dan hasilnya menyatakan bahwa penawaran promosi melalui websites, media sosial, dan search engine ads mempunyai dampak yang cukup signifikan dalam meningkatkan brand awareness (ÇİZMECİ & ERCAN, 2015). Sebelumnya, penulis pernah melakukan wawancara kepada rekan-rekan kerja di perusahaan mengenai seberapa besar tingkat kesadaran masyarakat terhadap Lakon Indonesia. Divisi pemasaran mengatakan bahwa brand awareness Lakon belum cukup besar karena memang masih merupakan sebuah SBU yang baru.

Divisi pemasaran untuk Lakon pada saat itu masih belum efektif, karena belum ada divisi yang khusus bertanggung jawab atas Lakon, sehingga rekan kerja terhambat dengan adanya prioritas yang berbeda.

Sosial media merupakan sebuah alat yang cukup penting pada era ini. Salah satu jelmaan dari digital era ini membuat Lakon memperkuat kehadirannya melalui sosial media, seperti Instagram dan juga Facebook. Digital Marketing adalah cabang dari pemasaran yang konvensional dan menggunakan berbagai bentuk digital channels untuk penempatan produk dan juga berguna sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan konsumen (Simply Digital Marketing, 2012).

Pada saat periode magang, penulis diberikan tanggung jawab untuk menggunakan sosial media berupa Instagram dan Facebook untuk mengatur konten promosi dan memperluas wawasan masyarakat mengenai Lakon Indonesia (Brynjolfsson & Schrage, 2009). Konten yang penulis buat beraneka ragam, mulai dari story, feed, atau pun caption diberi tanggung jawab kepada penulis.

(12)

31 Namun, dari segi desain, penulis mendapatkan bantuan dari divisi marketing & design karena penulis kurang pemahaman mengenai photoshopping skills.

Dalam periode kerja praktek, penulis mengajukan beberapa pertanyaan kepada Ibu Thresia, selaku Managing Director PT. Star Maju Sentosa mengenai Lakon Indonesia. Bu Thresia menyampaikan beberapa hal mengenai Lakon Indonesia bahwa brand awareness yang dimiliki oleh Lakon masih sangatlah kurang, karena tim pemasaran Lakon yang masih belum memadai dan kekreatifan yang dimiliki oleh tim pemasaran masih sangat kurang. Oleh karena itu, Bu Thresia bersama dengan divisi pemasaran membuat event kolaborasi antara Lakon dan Swara Gembira yang bernama “Bidadari Bidadara” yang berlokasi di Plaza Senayan, Jakarta.

Gambar 3.10 Sumber : @lakonstore

Gambar 3.11 Sumber : @lakonstore

(13)

32 Beberapa perusahaan di bidang retail clothing memiliki strategi digital marketing yang baik sehingga mampu membawa perusahaan tersebut di puncak kejayaan. Uniqlo merupakan clothing company asal Jepang yang ditemukan pada tahun 1949 tepatnya di Yamaguchi, yang pada awalnya hanya memproduksi tekstil. Sekarang, Uniqlo memiliki lebih dari 1000 outlet di dunia. Strategi yang digunakan oleh Uniqlo bukanlah hal yang sederhana, namun Uniqlo berhasil mengimplementasikannya sehingga bisa berkembang sampai sekarang. Uniqlo memiliki konten yang berbeda di setiap negara, misalkan Uniqlo Indonesia dan Uniqlo Rusia. Uniqlo di Indonesia memiliki konten yang berbeda dengan Rusia, karena perbedaan dari cuaca dan juga budaya.

Indonesia memiliki cuaca yang kerap lebih hangat sehingga Uniqlo Indonesia tidak terlalu sering membuat konten dengan model jaket tebal, jika pun Uniqlo Indonesia membuat konten dengan jaket musim dingin, caption-nya pun tidak berhubungan dengan musim dingin. Sedangkan Uniqlo Rusia lebih kerap membuat konten bertema musim dingin karena cuacanya yang hampir setiap bulan dingin sehingga Uniqlo Rusia lebih mempromosikan busana musim dingin.

Gambar 3.13 Uniqlo Indonesia

Gambar 3.13 Laman Home Website LakonGambar 3.11

Uniqlo Indonesia

Gambar 3.14 Uniqlo Indonesia

Gambar 3.12 Uniqlo Indonesia Gambar 3.12 Uniqlo Russia

(14)

33 Ada beberapa faktor yang penting dalam membuat digital marketing lebih efektif bagi perusahaan. Menurut (Joosten, 2018) , perusahaan P&G mengalami penurunan dalam penggunaan sosial media sebagai media promosi karena iklan yang ditampilkan tidak sesuai bahkan mempunyai potensi untuk menipu konsumen untuk membeli produk mereka. Apa yang kita tampilkan atau iklankan sangat berpengaruh pada konsumen dan bisa menggait konsumen untuk membeli produk kita, namun setiap promosi mempunyai batasan sehingga kita tidak menggait calon konsumen dengan iklan yang salah. Kemudian, menurut (Verhoef, Kooge, & Walk, 2019), perusahaan perlu mengolah data yang didapatkan melalui digital marketing, sehingga perusahaan mampu mengolah data tersebut menjadi sebuah asset yang penting. Feedback dari calon konsumen menjadi salah satu data yang penting bagi perusahaan, karena melalui feedback yang telah diberikan, perusahaan mampu mengetahui keinginan dan kebutuhan konsumen.

Pada era yang serba digital ini, Lakon Indonesia mampu mengikuti namun masih memiliki banyak celah yang harus dievaluasikan kembali. Lakon Indonesia, mempunyai tampilan website yang cukup menarik namun stagnan. Sebelumnya website Lakon Indonesia sudah memperbarui laman mereka dengan menambahkan fitur online shopping, namun belum banyak orang yang mengetahui mengenai fitur ini karena kurangnya promosi mengenai fitur tersebut dan engagement yang dihasilkan melalui website masih sangat kurang jika dibandingkan dengan sosial media.

Gambar 3.15 Laman Home Website Lakon

(15)

34 Berbeda dengan engagement yang diperoleh melalui Instagram, calon konsumen lebih cenderung tertarik membeli sebuah produk melalui Instagram, karena banyaknya tampilan foto atau konten yang memikat, sehingga mempengaruhi konsumen untuk membeli.

Gambar 3.16 Tampilan Online Shopping Lakon

Gambar 3.15 Persentase Engagement di InstagramGambar 3.13 Tampilan Online Shopping Lakon

Gambar 3.15 Persentase Engagement di Instagram

Gambar 3.14 Interaksi di dalam InstagramGambar 3.15 Persentase Engagement di InstagramGambar 3.13 Tampilan Online Shopping Lakon

Gambar 3.15 Persentase Engagement di InstagramGambar 3.13 Tampilan Online Shopping Lakon

Gambar 3.15 Persentase Engagement di Instagram

Gambar 3.14 Interaksi di dalam InstagramGambar 3.15 Persentase Engagement di Instagram

Gambar 3.14 Interaksi di dalam Instagram

Gambar 3.14 Interaksi di dalam InstagramGambar 3.15 Persentase Engagement di Instagram

Gambar 3.14 Interaksi di dalam InstagramGambar 3.15 Persentase Engagement di InstagramGambar 3.13 Tampilan Online Shopping Lakon

Gambar 3.17 Interaksi di dalam Instagram

(16)

35 Seperti yang tertera dalam Gambar 3.14, Instagram terdapat kenaikan engagement yang signifikan pada kuartal ke-2 tahun 2019. Grafik tersebut membuktikan bahwa terdapat banyak interaksi yang dilakukan oleh calon konsumen. Namun, interaksi saja tidak cukup. Konten yang dihasilkan bersama tim marketing belum lah memenuhi potensi yang sesungguhnya, sehingga pada kuartal akhir mengalami penurunan engagement. Saran dari penulis, untuk menaikkan engagement sekaligus profit, sebaiknya konten lebih diperbaharui dengan permainan warna yang tidak stagnan sehingga konsumen tidak mengalami kejenuhan dalam melihat feeds Instagram Lakon Indonesia.

Penulis juga menyarankan untuk membuat konten yang mengacu pada konsumen untuk lebih membuka website dan melakukan online shopping, sehingga bisa mengurangi biaya man- power sekaligus menggait lebih banyak konsumen dan penulis juga menyarankan jika memungkinkan, untuk membuka toko online melalui platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dsb, sehingga mampu menjangkau lebih banyak konsumen dan juga mampu memperbesar kesetiaan konsumen karena pembelian melalui e-commerce sama kredibelnya seperti toko fisik.

Gambar 3.18 Persentase Engagement di Instagram

Gambar 3.15 Interaksi di dalam InstagramGambar 3.16 Persentase Engagement di Instagram

Referensi

Dokumen terkait

Di samping sebagai bentuk penguatan profesionalisme profesi, juga digunakan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif baik dari sisi pengetahuan, keteguhan,

Apakah dengan citra merek global pada suatu merek produk tertentu, dan adanya positive word of mouth tentang produk, serta pengaruh persepsi kualitas dari negara

Neutron, Eko Tri Sulistyani, I Putu Eka Widya Pratama ……… 1-10 A 102 Kajian Tentang Sifat Kerak Luar Bintang Neutron Dengan Penghampiran. Model Massa Hartree Fock

Penulis mengamati setiap koreografi subjek, merancang konsep dan merancang setiap shot dengan pergerakan kamera yang seolah ikut menari, saling berinteraksi antara kamera

Dalam pelaksanaan praktik kerja magang, penulis diberikan tugas di bagian Product Marketing dengan fokus pembuatan creative ideas dan creative messages untuk materi

Pemilihan warna dalam mendesain buku sangat penting karena dengan memilih warna yang sesuai dengan mood cerita akan menentukan ciri khas dari buku tersebut, selain itu

Dalam jangka pendek dan menengah, fokus upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesempatan kerja masyarakat perdesaan adalah melalui pengembangan produk komoditas

Didalam sebuah penelitian dengan jurnalnya yang berjudul “Aplikasi Rangkaian Terintegrasi mc 1374 Sebagai Pemancar Audio Video Pada Kanal Very High Frequency