24 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Adapun yang menjadi penelitian ini dilakukan di Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas No. 246, Malang
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa/i aktif di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sampel untuk responden diambil dengan menggunakan teknik stratified purpose sampling (Ritchie & Lewis, 2003). Dimana tahap pertama yang akan dilakukan dalam pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik purposive sampling yang dilakukan untuk memilih populasi, dimana kriteria yang dipilih adalah yang memiliki pengalaman dalam menggunakan website LMS. Hal ini bertujuan untuk memperoleh responden yang benar-benar mengerti website akdemik. Selanjutnya di tahap kedua proses pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling artinya pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap responden yang kebetulan ada atau tanpa perencanaan saat dijumpai (Hadi, 2016).
Sampel yang diambil dari UMM adalah sebanyak 217 orang mahasiswa/i.
Penentuan sampel berdasarkan pendapat Roscoe (Suprapto, 2017) yang berpendapat bahwa ukuran sampel yang layak dalam sebuah penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500, sehingga peneliti yakin bahwa sampel yang digunakan sudah cukup. Selain itu apa bila peneliti menggunakan rumus perhitungan (Rumus Slovin) jumlah sampel yang harus diambil rata-rata sebanyak 300 responden, oleh karena itu dengan keterbatasan waktu, dan biaya. sampel yang diambil dari UMM adalah sebanyak 217 mahasiswa/i yang masih aktif, sehingga menjadi studi kasus dalam penelitian ini.
3.3 Instrument Penelitian
Instrumen penelitian ini adalah sebuah kuesioner yang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama merupakan profil dari responden yang terdiri dari empat pertayaan, bagian kedua terdiri dari dua pertanyaan yang merupakan pertanyaan yang berkaitan dengan kualitas website yang dirasakan saat ini dan juga kesesuaian kualitas website yang ada dengan harapan responden. Kemudian bagian selanjutnya menjelaskan tentang pertanyaan-pertanyaan penelitian yang berjumlah 21 pertanyaan. Selengkapnya, kuesioner penelitian dapat dilihat pada lampiran.
Secara khusus, peneliti menggunakan lima poin skala likert. Setiap pertanyaan disediakan 5 (lima) alternatif jawaban, yaitu dari “sangat tidak setuju”
(1) sampai “sangat setuju” (5) untuk penilaian terhadap persepsi dan dari “sangat tidak penting” (1) sampai “sangat penting” (5) untuk penilaian terhadap harapan/tingkat kepentingan masing-masing indikator.
Untuk menjamin validitas dan reliabilitas instrument ini, peneliti mengadopsi instrument dari indikator pertanyaan yang ada pada Webqual 4.0. Yang terdiri dari tiga variabel yaitu usability, information quality, dan service interaction quality dengan 21 butir indikator pertanyaan.
Tabel 3.1 Pertanyaan Kuisoner
NO Deskripsi
USABILITY
1 Saya merasa mudah mempelajari untuk mengoperasikan website LMS UMM
2 Interaksi saya dengan website LMS UMM jelas dan mudah dipahami
3 Saya merasa mudah untuk menjalankan menu-menu pada website LMS UMM
4 Saya merasa mudah menggunakan website LMS UMM 5 Tampilan website LMS UMM menarik
6 Desain website LMS UMM sesuai dengan website pendidikan
7 Saya terbantu dengan fitur unduh berkas pada saat mengumpulkan tugas untuk melihat kembali berkas yang dikumpulkan
8 Saya merasa mudah mengakses presensi pada website LMS UMM
INFORMATION QUALITY
9 Website LMS UMM memberikan informasi yang akurat
10 Website LMS UMM memberikan informasi yang dapat dipercaya 11 Website LMS UMM memberikan
informasi yang tepat waktu/ up to date 12 Website LMS UMM memberikan
informasi yang relevan
13 Website LMS UMM memberikan informasi yang mudah dipahami 14 Website LMS UMM memberikan
informasi yang tepat secara detail 15 Website LMS UMM memberikan
informasi dalam format yang sesuai dengan dunia pendidikan
INTERACTION QUALITY
16 Saya berharap website LMS UMM memiliki reputasi yang baik
17 Saya berharap dapat merasa aman pada saat upload dan download pada website LMS UMM (cek tugas yang diupload, cek jadwal perkuliahan)
18 Saya merasa informasi pribadi saya tersimpan dengan aman pada website LMS UMM
19 Website LMS UMM memberikan ruang untuk personalisasi pengguna
20 Setelah menggunakan website, membuat saya menjadi bagian dari sivitas akademik
21 Saya berharap website LMS UMM
memberikan kemudahan dalam melakukan komunikasi antara pihak tenaga pendidik (dosen) dan mahasiswa
3.4 Pengumpulan Data 3.4.1. Survei
Proses pengumpulan data yang dilakukan selanjutnya adalah dengan menyebarkan kuesioner secara langsung dan tidak langsung kepada responden.
Teknik gabungan dipilih sehubungan dengan kedalaman dan luasnya informasi, tingkat respon dari responden dan kualitas data, serta efisiensi dan efektifitas dalam pengumpulan data (Subiyakto, et al. 2016). Penyebaran secara langsung dilakukan dengan tatap muka secara langsung antar peneliti dengan reponden, sedangkan penyebaran tidak langsung dilakukan dengan google forms yang disebarkan melalui media sosial seperti whatsapp. Penyebaran kuesioner dilakukan dalam rentang waktu Mei 2021 sampai Januari 2022.
Pada proses pengumpulan data diperoleh sebanyak 217 data dari 10 Fakultas. Data yang sudah didapatkan kemudian diklasifikasikan dengan menggunakan perangkat lunak pengolahan angka Ms. Excel sehingga diperoleh hasil bahwa seluruh data kuesioner yang terkumpul valid untuk digunakan.
3.5 Analisis dan Interpretasi Hasil
Mengacu pada Subiyakto dan Sukmana (2014) tahap ini dibagi mejadi dua tahap utama yaitu analisis demografis dan analisis statistik inferensial. Pertama peneliti melakukan analisis data demografis responden dengan menggunakan perangkat lunak pengolahan angka Ms. Excel. Dimana data responden dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, fakultas, tingkat semester, intensitas penggunaan website, persepsi terhadap kualitas website yang ada, dan kesesuaian kualitas website dengan harapan responden.
Setelah dilakukan analisis demografis kemudian peneliti melakukan analisis untuk menguji reliabilitas, validitas, dan kesenjangan terhadap hasil yang didapatkan dari penyebaran kuesioner. Ketiga pengujian tersebut dilakukan dengan menggunakan bantuan Ms Excel. Setelah itu peneliti melakukan analisis terhadap data yang didapatkan berupa penilaian terhadap persepsi dan harapan/tingkat kepentingan kualitas website dengan melakukan analisis terhadap Webqual Index
(WQI), analisis kesenjangan/gap analysis, dan Importance- Performance Analysis (IPA).
Setelah itu untuk interpretasi hasil, peneliti mendiskusikan hasil analisis demografis responden dengan kondisi lapangan yang berjalan dan juga menerjemahkan hasil analisis terhadap Webqual Index (WQI), analisis kesenjangan/gap analysis, dan Importance-Performance Analysis (IPA) secara statistik-kuantitatif dengan membandingkan dan mempertimbangkan sejumlah literatur terkait sebelumnya.
3.6 Tahapan Penelitian
Gambar 3.1 Flowchart Tahapan Penelitian
3.7 Tahap Identifikasi dan Penelitian Awal
Pada bagian ini menunjukkan gambaran umum mengenai tahapan persiapan dan pelaksanaan yang dilakukan dalam penelitian. Langkah-langkah penelitian ini diurutkan secara sistematis untuk dapat mempermudah penyusunan laporan hasil penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1. Pada tahap ini dilakukan studi literature dengan tujuan menemukan masalah-masalah sejenis yang pernah terjadi di tempat
lain dan juga metode-metode yang digunakan oleh mereka dalam mengatasi masalah tersebut. Setelah itu dapat disusun konsep baik itu latar belakang masalah, tujuan penelitian, batasan masalah, sistematika penulisan, landasan teori dan metode yang hendak digunakan dalam penelitian.
3.8 Tahap Pengumpulan Data a. Pengumpulan data pertama
Setelah ditentukan konsep dan metode yang hendak digunakan, dilakukan pengumpulan data pertama. Selain studi literatur dengan mencari dan membandingkan solusi-solusi dan metode-metode yang pernah digunakan untuk menyelesaikan masalah sejenis, dilakukan juga observasi terhadap obyek penelitian berupa jumlah mahasiswa, platform yang digunakan dll. Juga dilakukan wawancara dengan beberapa mahasiswa dengan tujuan memperoleh data dengan reliabilitas dan validitas setinggi mungkin sebagai penunjang data yang dibutuhkan dalam penelitian.
b. Penyebaran Kuesioner
Dalam penelitian ini, penyebaran kuesioner dibuat dalam bentuk google form dengan kriteria responden antara lain: fakultas, angkatan, jenis kelamin. Kuesioner dibagi menjadi dua perspektif, yaitu berdasarkan tingkat kinerja dan tingkat kepentingan. Untuk penilaian tiap atribut kuesioner tingkat kinerja dinilai dengan menggunakan skala likert 1 sampai 5 antara lain: Sangat Tidak Baik (stb): skor 1, Sangat Tidak Penting (stp):
skor 2, Baik (b): skor 3, Sangat Baik(sb): skor 4, Sangat Penting (sp): skor 5.; SS: Sangat Baik; B: Baik; SP: Sangat Penting; STP: Sangat Tidak Penting
c. Metode Pengambilan Sampel
Penentuan sampel dan metode sampling perlu menjadi perhatian karena akan mempengaruhi pengumpulan data yang benar dan terukur.
Penentuan jumlah sampel dilakukan untuk menghitung jumlah sampel minimum yang dibutuhkan dalam penelitian. Penentuan jumlah sampel
responden adalah dari perhitungan jumlah pertanyaan (kriteria) dalam kuesioner dikali dengan lima (5) sampai sepuluh (10).
d. Penyusunan Kuesioner
Penyusunan isi kuesioner pada penelitian ini pada instrumen- instrumen berdasarkan tiga dimensi Webqual 4.0. Tiga dimensi itu adalah kualitas informasi yang artinya adalah kualitas informasi meliputi informasi yang akurat, informasi yang dapat dipercaya, informasi yang up to date, informasi sesuai dengan topik bahasan, kemudahan informasi untuk dimengerti, kedetailan informasi dan informasi yang disajikan dalam format desain yang sesuai. Kualitas interaksi adalah kualitas interaksi meliputi kemampuan memberikan rasa aman saat transaksi, memiliki reputasi yang bagus, memudahkan komunikasi, menciptakan perasaan emosional yang lebih personal, memiliki kepercayaan dalam memberikan informasi pribadi, mampu menciptakan komunitas yang spesifik, memberikan keyakinan bahwa janji yang disampaikan akan ditepati. Kualitas usability adalah kualitas usability meliputi kemudahan website untuk dipelajari, kemudahan untuk dimengerti, kemudahan untuk ditelusuri, kemudahan untuk digunakan, kemenarikan website, interface yang menyenangkan, memiliki kompetensi yang baik dan memberikan pengalaman baru yang menyenangkan.
e. Pengolahan Data
Data hasil penyebaran kuesioner kedua diolah melalui beberapa uji statistik yaitu:
a) Uji Validitas
Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan dan kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2010). Teknik uji validitas yang digunakan adalah teknik Corrected Item Total Correlation.
Uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antara variabel dengan total skor variabel. Kriteria validasi suatu pertanyaan dapat ditentukan jika
𝑟 hitung > 𝑟 tabel, maka pertanyaan yang diajukan valid. Sebaliknya, jika 𝑟 hitung < 𝑟 tabel, maka pertanyaan yang diajukan tidak valid (Arikunto, 2010).
Menurut Sugiyono (2016:330), uji validitas digunakan untuk mengukur ketetapan suatu instrumen. Semakin tinggi validitas suatu instrumen, makan semakin mendekati sasaran penelitian. Metode validitas yang digunakan untuk penelitian ini adalah construct validity dengan pendekatan analisis faktor. Ketentuan nilai faktor loading dalam analisis faktor dikatakan baik apabila melebihi nilai 0,50 (Saidani et al., 2019).
b) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas atau uji keandalan digunakan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Hasil pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pengukuran hasil yang didapatkan relatif sama, selama aspek pengukuran belum berubah (Azwar, 2003). Untuk mengetahui koefisien reliabilitas dilakukan dengan melakukan skala uji. Untuk menentukan koefisien reliabilitas, digunakan teknik Cronbach’s Alpha. Sebuah instrumen dapat dikatakan reliabel apabila memenuhi standar koefisien Cronbach’s Alpha, yaitu nilai Cronbach’s Alpha lebih besar dari 0,6 (Ghozali, 2013). Semakin besar nilai α cronbach yang didapat, maka semakin tinggi tingkat reliabilitas penelitian yang dilakukan. Kriteria reliabilitas menurut Guinford (Azwar, 2003) adalah sebagai berikut (Daniel Kartika Adhi dan Yohanes Suhardjo, 2013):
Tabel 3.2 Kriteria Reliabilitas
Kriteria Koefisien Reliabilitas Sangat Reliabel >0,9
Reliabel 0,7 - 0,9
Cukup Reliabel 0,4 – 0,7 Kurang Reliabel 0,2 – 0,4
Tidak Reliabel <0,2
Jika hasil uji validitas dan reliabilitas yang dinyatakan tidak valid atau tidak reliabel, maka akan dilakukan drop pertanyaan atau membuang item-item soal (atribut) yang tidak valid atau reliabel setalah melakukan pengujian.
f. Tahap Analisis dan Pembahasan
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap hasil dari metode Webqual 4.0 dan Importance Perfomance Analysis (IPA) yang diperoleh.
Analisa yang dilakukan berdasarkan efisiensi dari hasil perhitungan kedua metode. Metode ini digunakan dalam meningkatkan kualitas layanan di Universitas Muhammadiyah Malang, sehingga pada akhirnya mampu memberikan masukan berupa perbaikan kualitas layanan.
g. Kesimpulan dan saran
Pada tahap ini dilakukan perumusan kesimpulan dan saran-saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya.