BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Sejenis
Ada beberapa penelitian yang sejenis seperti yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, diantaranya :
a. Puti Nurani, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Agung Tirtayasa 2015 dengan judul : PENGARUH KREDIBILITAS BRAND AMBASSADOR BAND NOAH DALAM IKLAN VASELINE MEN TERHADAP
KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teori yang digunakan adalah teori kredibilitas sumber dan teori A-T-R.
b. Cornetia Widiawati Imaniar, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang, NPM :E1A.14.0543, dengan judul : KREDIBILITAS GURU (Studi deskriptif kuantitatif mengenai kredibiltas guru di PAUD Al Jihad Desa Gembor bagi orang tua murid). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kredibilitas guru paud yang terdiri atas keahlian dan kepercayaan. Teori yang digunakan adalah teori kredibiltas sumber.
c. Astra Rosita Sari, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung Bandar Lampung 2018, dengan judul PENGARUH KREDIBILITAS NAJWA SHIHAB TERHADAP KEPUTUSAN
MENONTON ACARA MATA NAJWA DI TRANS7 (Studi Pada Mahasiswa FISIP Universitas Lampung Angkatan 2016). Peneitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan Teori Kredibilitas sumber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kredibilitas Najwa Shihab berpengaruh terhadap keputusan menonton acara Mata Najwa di Trans7.
Tabel 2.1 Penelitian Sejenis
NO NAMA JUDUL PERSAMAAN PERBEDAAN
1 Puti Nurani.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Agung Tirtayasa 2015
PENGARUH KREDIBILITAS BRAND
AMBASSADOR BAND NOAH DALAM IKLAN VASELINE MEN
TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI
Menggunakan metode deskriptif kuantitatif
Teori kredibilitas sumber
Menggunakan 2 variabel
Teori A – T – R
Meneliti pengaruh kredibilitas terhadap keputusan membeli
PRODUK
2 Cornetia Widiawati Imaniar.
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Subang 2018
KREDIBILITAS GURU (Studi deskriptif kuantitatif mengenai
kredibiltas guru di PAUD Al Jihad Desa Gembor bagi orang tua murid).
Menggunakan metode deskriptif kuantitatif
Teori Kredibilitas Sumber
Menggunakan satu variable
Objek penelitian (guru PAUD)
Responden (orangtua murid)
Tempat penelitian (lingkup PAUD)
3 Astra Rosita Sari.
Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Lampung Bandar Lampung 2018
PENGARUH KREDIBILITAS NAJWA
SHIHAB TERHADAP KEPUTUSAN MENONTON ACARA MATA NAJWA DI TRANS7 (Studi Pada Mahasiswa
Menggunakan metode deskriptif kuantitatif
Menggunakan teori kredinilitas sumber
Menggunakan 2 variabel
Meneliti pengaruh kredibilitas terhadap keputusan
menonton acara Mata Najwa di Trans7
FISIP Universitas Lampung
Angkatan 2016).
Sumber : Olahan Peneliti, 2020
2.2 Komunikasi
Harrorld D. Laswell dalam tulisannya yang bertajuk The Structure and Function of Comunication in Society (Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, MA 2011 : 9) mengungkapkan bahwa cara yang paling baik untuk menjelaskan kompleksitas proses komunikasi adala dengan menjawab beberapa pertanyaan, yaitu : “Who Says WhatIn Which Channel To Whom With What Effect?”. Menurutnya komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan yang dilakukan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Model komunikasi Laswell menggambarkan kajian proses komunikasi secara ilmiah yang menitikberatkan pada berbagai turunan dari setiap elemen komunikasi dan sekaligus merupakan jawaban dari pertanyaan yang telah ia kemukakan.
Who
Merujuk pada komunikator atau sumber yang mengirimkan pesan. Menurut Laswell, dalam setiap bentuk komunikasi selalu ada seseorang atau sesuatu yang memainkan peran dalam melakukan komunikasi. Para ahli komunikasi sepakat bahwa yang dimaksud dengan komunikator adalah pengirim pesan.
(Says) what
Elemen kedua dalam model komunikasi Laswell ini adalah elemen (says) what yang merujuk pada isi pesan.
(In which) channel
Merujuk pada pemilihan dan penggunaan media atau saluran apa yang digunakan untuk mengirimkan pesan.
(To) whom
Merujuk pada siapa yang menjadi penerima pesan nya.
(With what) effect
Laswell tidak menekankan pada komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi, akan tetapi pada efek media massa yang ditimbulkan.
2.2.1 Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi tidak kalah pentingnya dalam kehidupan manusia.
Salah satu hal yang dapat mendukung lancarnya proses komunikasi organisasi adalah adanya pengetahuan dasar yang dimiliki tentang komunikasi, tentang organisasi, sebagai sebuah lingkungan yang berstruktur, memiliki karakteristik, dan juga memiliki fungsi tertentu.
Komunikasi organisasi adalah pertunjukkan serta penafsiran pesan antara unit-unit kkomunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu
(R. Wayne Pace Don F. Faules, 2018 : 31). Selain itu, definisi tradisional tentang komunikasi organisasi biasanya lebih menekankan pada kegiatan
penanganan pesan yang terkandung pada suatu batas organisasi (R. Wayne Pace Don F. Faules, 2018 : 33) .
2.2.2 Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal adalah proses yang menggunakan pesan-pesan untuk mencapai kesamaan makna antara (paling tidak) dua orang dalam sebuah situasi yang memungkinkan adanya kesempatan yang sama bagi pembicara dan pendengar (Judy C. Pearson, dkk 2011). Pada dasarnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh seorang individu untuk saling tukar pikiran, ide, gagasan, emosi, perasaan, informasi, dan lain-lain kepada individu lainnya secara tatap muka baik secara verbal maupun nonverbal. Sehingga lebih lanjut, komunikasi interpersonal tidak hanya membahas tentang apa yang disampaikan dan apa yang diterima, tetapi juga membahas mengenai dengan cara yang bagaimana sesuatu hal itu dikatakan, juga bagaimana bahasa tubuh yang digunakan, hingga ekspresi wajah yang disertakan.
Adapun tujuan komunikasi interpersonal ada 5, yaitu :
- Belajar : komunikasi interpersonal membuat kita jadi bisa belajar untuk memahami oranglain, juga memahami dunia secara lebih baik
- Membina hubungan : Komunikasi interpersonal bisa membantu kita untuk berhubungan dengan orang lain
- Mempengaruhi : melalui komunikasi interpersonal maka kita akan dapat mempengaruhi sikap dan juga perilaku oranglain
- Bermain : komunikasi interpersonal juga bisa berfungsi sebagai kegiatan ata sarana bermain
- Membantu : melalui komunikasi interpersonal misalnya, seorang terapis menggunakan teknik penyembuhan jiwa yang dikenal dengan metode komunikasi terapeutik dalam keperawatan.
(https://pakarkomunikasi.com/komunikasi-interpersonal diakses 08 Januari 2020 pukul 15:20)
2.3 Kepemimpinan
Pemimpin adalah seseorang yang berjalan paling depan, yang bergerak lebih awal, pelopor, orang yang membimbing, mengarahkan pikiran pendapat dan tindakan orang lain, serta menuntun, dan menggerakkan orang lain dengan kekuatan pengaruh yang dimilikinya. Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok guna mencapai visi atau serangkaian tujuan yang telah ditetapkan.
(Robbins , 2008:49) Sedangkan Anoraga (Sutrisno, 2009:214) mendefinisikan kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi pihak lain, melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung dengan tujuan untuk menggerakkan orang-orang agar dengan pengertian, kesadaran, dan senang hati mau dan bersedia untuk mengikuti kehendak dari pimpinan itu. Seorang pemimpin itu harus bertindak dengan cara-cara yang dapat memperlancar produktivitas, bermoral tinggi, responsnya
enerjik, memiliki kecakapan kerja yang berkualitas, berkomitmen, mempunyai sedikit kelemahan, tinggi akan kepuasan, dan memiliki kesinambungan dalam organisasi.
Kepemimpinan memainkan peranan yang amat penting, dalam usaha pencapaian tujuan organisasi, pimpinan membutuhkan orang lain, yaitu bawahan untuk melaksanakan secara langsung tugas-tugas, di samping memerlukan sarana dan prasarana lainnya. Kepemimpinan yang efektif merupakan kepemimpinan yang akan mampu memelihara, menumbuhkan, serta mengembangkan usaha dan juga iklim yang kondusif di dalam kehidupan organisasi (Rivai, 2004:57). Proses kepemimpinan melibatkan keinginan dan niat, serta keterlibatan yang aktif antara pemimpin dan juga pengikut untuk dapat mencapai tujuan yang diingikan bersama. Maka dengan demikian, baik pemimpin ataupun pengikut mengambil tanggung jawab pribadi (personal responsibility) untuk mencapai tujuan bersama tersebut (Safaria, 2004 : 3- 5).
2.4 Kredibilitas Pemimpin
Seseorang memang boleh dan bisa saja menjadi pemimpin di era yang sangat demokratis ini. Tetapi bagaimana seorang pemimpin bisa dipercayai oleh pengikutnya adalah persoalan lain. Public membutuhkan kepemimpinan yang sungguh-sungguh meyakinkan, yang sungguh-sungguh mampu mewujudkan harapan yang lebih baik.
Dengan kata lain, harapan dan keyakinan public itulah yang perlu disentuh oleh pemimpin.
Ada dua syarat membangun kredibilitas pemipin. Pertama, pemimpin harus paham dengan apa yang dikerjakan. Artinya bahwa dia memiliki perencanaan yang jelas apa yang ingin dia lakukan ke depan sebagai pemimpin. Harus mengetahui , memahami betul apa yang hendak ia bawa sebagai perubahan yang lebih maju ke depan dari kepemimpinannya. Maka pemimpin harus memiliki visi yang mantap. Dia bisa menerka melalui cara pandang dia yang visioner tentang apasaja yang ingin dia capai selama periode kepemimpinannya. Kedua, ia dipercaya oelh sekeliling. Tentu dalam pengertian lebih luas, dia dipercaya oleh public, orang-orang yang akan dipimpinnya. Kepercayaan public adalah hal yang penting yang harus dicapai.
Seorang pemimpin harus bisa menunjukkan adanya kebenaran antara ucapan dan tindakan. Dengan kata lain, integritas merupakan suatu hal yang penting.
2.5 Teori Kredibilitas Sumber
Hovland, Janis and Kelley pada tahun 1953 mengemukakan teori kredibilitas sumber (Source credibility theory) yang menyatakan bahwa : “high credibility sources had a substantially greater immediate effect on the audience’s opinions than low credibility sources” (Hovland, 2007 : 270).
Sumber dengan kredibilitas yang tinggi mempunyai dampak yang besar pada opini audiens dibanding sumber dengan kredibilitas yang rendah. Karena sumber dengan kredibilitas yang tinggi akan lebih mudah untuk mempengaruhi oranglain terhadap perubahan sikap daripada orang dengan kredibilitas rendah. Teori ini juga
menjelaskan bahwa bila sumber persuasinya cukup kredibel maka akan sangat memungkinkan untuk lebih mudah membujuk / melakukan persuasi pada oranglain.
Hovland, Janis and Kelley kemudian menemukan 3 aspek penting yang menurutnya sangat mempengaruhi kredibilitas sumber , yaitu ; keterpercayaan (trustworthiness), keahlian (expertise), dan daya tarik (attractiveness). (Venus, 2018 : 87)
A. Keterpercayaan (trustworthiness)
Keterpercayaan berkaitan dengan penilaian khalayak bahwa sumber informasi dianggap tulus, jujur, bijak dan adil serta objektif , memilikii integritas pribadi, juga bertanggung jawab sosial tinggi.
Menurut Johntson (1986) keterpercayaan atau kejujuran sumber banyak bergantung pada persepsi khalayak tentang maksud tindakan sumber.
Seorang sumber yang dianggap tidak jujur atau tidak maka akan kehilangan kepercayaan dari khalayaknya.
B. Keahlian (expertise)
Keahlian yaitu kesan yang terbentuk tentang kemampuan komunikator pada hubungannya dengan topik yang dibicarakan (Rakhmad, 2012 : 257). Keahlian komunikator sangat berhubungan dengan penilaian komunikan terhadap kemampuan komunikator pada saat menyampaikan pesan serta bagaimana penguasaannya mengenai materi yang ia sampaikan. Keahlian berhubungan dengan sebuah penilaian
terhadap sumber, sumber dianggap cerdas, memiliki pengetahuan, memiliki kewenangan tertentu, memiliki pengalaman, serta menguasai skill yang dapat diandalkan (Venus, 2018 : 89). Sehingga apabila audience menganggap seorang komunikator adalah seorang yang ahli, maka mmereka akan cenderung menyimak, mempelajari, serta menerima atas pesan yang disampaikannya. “Expertise, trustworthiness, and goodwill are the primary attributes of credibility. Communicators who are credible have all or at least one of these qualitie” (Perloff, 2003 : 161). Keahlian, kepercayaan dan niat baik adalah atribut utama pada kredibilitas.
Komunikator yang kredibel, memiliki semua sifat itu atau paling tidak salah satu diantaranya.
C. Daya Tarik (attractiveness)
Merupakan salah satu faktor penting yang juga mempengaruhi terbentuknya kredibilitas. Karena dengan daya Tarik akan dapat ditentukan sejauh mana efektivitas persuasi yang komunikator lakukan.
Yang dimaksud Daya tarik pada komunikator adalah meliputi daya tarik tampilan fisik & psikologis. Yang terdiri dari similarity (kesamaan), familiarity (keakraban), dan liking (kesukaan).
- Similiarity (kesamaan) maksudnya komunikan memiliki ketertarikan karena adanya kesamaan seperti misalnya tempat asal, agama, ideology.
- Familiarity (keakraban) maksudnya bahwa seorang komunikator yang sudah dikenal dengan baik akan lebih mudah diterima audience daripada komunikator yang belum mereka kenal. Karena audience sudah tidak akan meragukan kemampuan maupun kejujurannya.
- Liking (kesukaan) artinya komunikator komunikan menyukai komunikator baik karena penampilannya, gaya bicaranya, sosoknya, dll.
2.6 Kerangka Pemikiran
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran (Sumber : Olahan Penulis, 2020)
Teori Kredibilitas Sumber (Source Credibility Theory) yang dikemukakan oleh Hovland, Janis and Keiley tahun 1953 mengatakan :
“ High credibility sources had a substantially greater immediate effect on the audience’s opinions than low credibility sources”
KREDIBILITAS
Keterpercayaan Keahlian Daya Tarik
Kejujuran Ketulusan Bijak dan adil
Memiliki sikap terpuji Tanggungjawab sosial Berintegritas
Objektif
Cerdas
Bervwawasan luas Berpengalaman
Memiliki kewenanagan tertentu
Memiliki skill yang bisa diandalkan
Daya tarik fisik Daya tarik psikologis Kesamaan
kepribadian
Kesamaan kelas sosial Keberadaannya selalu dihargai & diterima
ASN yang bekerja di kantor kecamatan Cibogo & Kepala Desa serta Sekretaris Desa se Kecamatan Cibogo
Tingkat Kredibilitas Camat Cibogo