EFEKTIVITAS LIMBAH CANGKANG KEONG MAS (POMACEA CANACILULATA LAMARCK) SEBAGAI BIOSORBEN UNTUK
PENURUNAN KADAR LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) PADA AIR LIMBAH ARTIFISIAL
Jamaluddin1, Mitha Putri Paradila2
1 Dosen STIKes Bustanul Ulum Langsa-Aceh
2 Mahasiswa STIKes Bustanul Ulum Langsa-Aceh
ABSTRAK
Keong Mas (Pomacea Canacilulata Lamarck) adalah molusca hewan yang bertubuh lunak yang hidup di air tawar dan salah satu hama tanaman padi. Cangkang Keong Mas memiliki potensi tinggi untuk menghilangkan logam berat dalam air limbah yang mengandung Cd. Struktur kalsium karbonat yang tinggi menyebabkan cangkang keong mas bisa digunakan sebagai biosorben logam berat dalam air limbah yang mengandung Cd. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui limbah cangkang keong mas dapat digunakan sebagai biosorben dalam menurunkan logam berat Cd, untuk membuat biosorben dari limbah cangkang keong mas dengan berbagai variasi konsentrasi, dan untuk melihat konsentrasi serbuk cangkang keong mas yang efektif untuk penyerap logam berat Cd. Penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian eksperimen murni dengan rancangan One Gruop posttes only Desig. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan april sampai bulan agustus. Bedasarkan hasil dari kegiatan eksperimen yang dilakukan terjadi penurunan penyerapan logam berat Cd, Biosorben cangkang keong mas mampu menyerap logam berat Cd dengan hasil efektivitas penyerapannya dengan pengadukan 15 menit, KM15
5 gr 98,38%, KM15 10 gr 99,34%, KM15 15 gr 98,79% KM 20 gr 99,1% sedangkan efektivitas penyerapan dengan pengadukan 30 menit dengan hasil KM30 5 gr 96,96%, KM30 10 gr 98,5%, KM30 15 gr 98,9%, KM30 20 gr 99,6% di dalam air limbah artifisial.
Kata kunci: Cangkang Keong Mas, Biosorben, Logam Berat Cd, Air Limbah Artifisial.
ABSTRACT
The golden snail (PomaceaCanacilulata Lamarck) is a soft-bodied animal mollusk that lives in fresh water and is one of the pests of rice plants. Keong Mas shell has a high potential to remove heavy metals in wastewater containing Cd. The high calcium carbonate structure causes gold snail shells to be used as heavy metal biosorbents in wastewater containing Cd. This research was conducted to find out that golden snail shell waste can be used as a biosorbent in reducing heavy metal Cd, to make a biosorbent from gold snail shell waste with various concentrations, and to see the concentration of gold snail shell powder which is effective for absorbing Cd heavy metal. This research is a pure experimental research with the design of One Group posttest only Desig. This research was conducted from April to August. Based on the results of the experimental activities carried out there was a decrease in the absorption of heavy metal Cd, the biosorbent of the golden snail shell was able to absorb heavy metal Cd with the results of its absorption effectiveness with 15 minutes of stirring, KM15 5 gr 98.38%, KM15 10 gr 99.34%, KM15 15 gr 98.79% KM 20 gr 99.1% while the effectiveness of absorption with stirring for 30 minutes with the results of KM30 5 gr 96.96%, KM30 10 gr 98.5%, KM30 15 gr 98.9%, KM30 20 gr 99, 6% in artificial wastewater.
Kata Kunci: Golden Conch Shells, Biosorbents, Cd Heavy Metals, Artificial Wastewater.
PENDAHULUAN
Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Bahan yang sering ditemukan dalam limbah antara lain senyawa organik yang dapat terbiodegradasi, senyawa organik yang mudah menguap, senyawa organik yang sulit terurai (Rekalsitran), logam berat yang toksik, padatan tersuspensi, nutrien, mikrobia pathogen, dan parasit (Dirgantoro, 2017).
Pengolahanlimbah padadasarnya merupakan upaya mengurangi volume, konsentrasi atau bahaya limbah, setelah proses produksi atau kegiatan, melalui proses fisika, kimia atau biologi. Upaya pertama yang harus dilakukan adalah upaya preventif yaitu mengurangi volume bahaya limbah yang dikeluarkan ke lingkungan yang meliputi upaya mengurangi limbah pada sumbernya, serta upaya pemanfaatan limbah (Bantul, 2010).
Pola penanganan limbah industri baik bila bersifat terintegrasi, yaitu penanganan dimulai dari sumbernya (point of generation). Tujuannya untuk mengeliminasi limbah yang diikuti dengan pewadahanditempat,pengumpulan,
pengangkutan,penyimpanan, pengolahan sampai dengan pengolahan akhir (ultimate disposal) yang dilakukan secara aman, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.Untuk tujuan penanganan, komposisi kimia dari setiap limbah harus ditentukan di laboratorium dengan tujuan untuk dapat menentukan tingkat potensi toksisitasnya dan pengaruhnya terhadap kesehatan manusia (Bantul, 2010).
Aquades atau air kondensat merupakan air hasil penyulingan yang bebas dari zat-zat pengotor sehingga bersifat murni dalam laboratorium.
Aquades biasa digunakan sebagai pelarut dan untuk membersihkan alat-alat laboratorium dari zat pengotor sehingga bersifat murni dalam laboratorium. Aquades berwarna bening, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa. Aquades biasa digunakan untuk membersihkan alat - alat laboratorium dari zat pengotor (Khotimah et al., 2018).
Dalam UU No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan PP RI No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang dimaksud
dengan Pencemaran Air adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Dari definisi tersebut tersirat bahwa pencemaran air dapat terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja dari kegiatan manusia pada suatu perairan yang peruntukkannya sudah jelas (Herlambang, 2006).
Hewanlainyang memiliki kandungan kalsium karbonat pada cangkangnya adalah keong mas.
Komposisi pada cangkang keong mas hampir sama dengan jenis hewan moluska lainnya. Cangkang keong mas hampir seluruhnya terdiri dari kalsium karbonat. Kalsium fosfat, silikat, magnesium karbonat, besidan zat organik lainnya membentuk sisa komposisi protein struktural, dan senyawa fosfor. Keong mas merupakan hewan moluska yang banyak dijumpai di persawahan dan populasinya meningkat dalam waktu relatif cepat. Keong mas telah berubah status dari hewan peliharaan menjadi hama padi (Nopriansyah et al., 2016).
Keongmas (PomaceaCanaliculata Lamarck) atau dikenal dengan sebutan siput murbai merupakan keong air tawar yang berasal dari Amerika. Awalnya keong mas dibawa ke Asia sebagai menu makanan lokal dan pada akhirnya dilepasbegitu saja. Kemudian lama kelamaan keong mas menyebar ke Filipina, Kamboja hingga Indonesia dan menjadi hama bagi padi petani.
Hewan ini dapat hidup dalam jangka waktu yang lama yaitu berkisar antara 2-6 tahun dengan siklus hidup lebih kurang 60 hari dengan fertilisasi yang tinggi. Organisme ini mampu bertahan hidup pada kondisi yang ekstrim. Biasanya, organisme ini hidup di parit, rawa- rawa, sawah, irigasi, saluran air yang tergenang. Bahkan organisme ini dapat hidup di air yang kurang akan oksigen (Canaliculata et al.,).
Menurut Tzesus (1992), biosorben adalah biomaterial yang digunakan sebagai penyerap.
Biomaterial dapat menyerap secara aktif dan pasif.
Penyerapan secara aktif oleh biomaterial terjadi pada biomaterial hidup, sedangkan penyerapan pasif oleh material terjadi pada biomaterial mati.
Oleh karena itu biomaterial dikatakan memiliki cara penyerapan yang unik (Canaliculata et al.,).
Logam kadmium (Cd) memiliki karakteristik berwarna putih keperakan seperti logam aluminium, tahan panas, tahan terhadap korosi.kadmium (Cd) digunakan untuk elektrolisis, bahan pigmen untuk industri cat, enamel dan plastik. Logam kadmium
(Cd) biasanya selalu dalam bentuk campuran dengan logam lain terutama dalam pertambangan timah hitam dan seng (Darmono 1995). Kadmium (Cd) adalah metal berbentuk kristal putih keperakan. Cd didapat bersama-sama Zn, Cu, Pb, dalam jumlah yang kecil. Kadmium (Cd) didapat pada industri alloy, pemurnian Zn, pestisida, dan lain-lain (Lingkungan et al., 2014).
Berdasarkan beberapa literatur, cangkang keong mas hampir seluruhnya terdiri dari kalsium karbonat, kalsium fosfat, kalsium silikat, magnesium karbonat besi dan zat organik lainnya (Gosu, 2011). Menurut Pambudi (2011), kalsium karbonat yang terdapat pada cangkang keong mas sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai adsorben.
Sebelumnya telah ada penelitian oleh Simaremare (2013) tentang kalsium karbonat yang terdapat pada kerang dimanfaatkan untuk menjernihkan air, bahkan juga dapat mengurangi kandungan besi, mangan serta logam lainnya. Kemudian juga ada penelitian oleh Islami dkk (2014) membahas tentang penggunaan serbuk cangkang keong mas konsentrasi 10% dengan waktu kontak selama 20 jam mampu menyerap logam tembaga (Cu) dengan efisiensi penyerapan 99,98%. Penelitian Putri (2014) tentang pembuatan kitosan dari cangkang keong mas sebagai adsorben logam Fe pada air sumur, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa cangkang keong mas mampu menyerap logam Fe sebanyak 87,54% dengan jumlah 1,5 kg kitosan yang direndam selama 24 jam (Canaliculata et al., ).
Air merupakan salah satu kebutuhan hidup dan merupakan dasar bagi perikehidupan dibumi.
Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung. Oleh karena itu, penyediaan air merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia untuk kelangsungan hidup dan menjadi faktor penentu dalam kesehatan dan kesejahteraan manusia. Sumber daya air dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain : untuk kepentingan rumah tangga (domestic) , industri, pertanian, perikanan dan sarana angkutan air, air permukaan dapat di manfaatkan lebih luas lagi antara lain untuk sumber baku air minum dan air industri (Arif Sumantri, 2015).
Penyakit yang menyerang manusia dapat ditularkan dan menyebar secara langsung maupun tidak langsung melalui air. Air yang mengandung pada logam air sudah terkontaminasi zat- zat berbahaya atau beracun. Contohnya : keracunan cadmium dikota toyona, jepang. keracunan ini menyebabkan terjadinya pelunakan tulng, sehingga tulang – tulang punggung menjadi sangat nyeri.
berdasarkan hasil penelitian, ternyata bahwa beras yang dimakan penduduk toyoma berasal dari tanaman padi yang bertahun – tahun mendapatkan air yang telah tercemar kadmium (Arif Sumantri, 2015).
Air dinyatakan tercemar bila mengandung bibit penyakit, parasit, bahan – bahan kimia yang berbahaya, dan sampah atau limbah industri.
Logam berat merupakan limbah yang sering menimbulkan pencemaran laut. Penyebab utama logam berat tidak dapat dihancurkan oleh organisme hidup di lingkungan dan terakumulasi ke lingkungan (Setiawan, ).
Persyaratan air bersih diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 32 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua dan Pemandian Umum.
Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak larut dalam basa, mudah beraksi serta menghasilkan oksida bila dipanaskan (Widowati dkk, 2008). Kadmium (Cd) merupakan logam yang bila masuk kedalam tubuh akan mengendap dan berakumulasi dalam waktu tertentu. Akibatnya akan menyebabkan kerusakan, tidak hanya pada tulang dan ginjal tetapi juga testis, jantung, hati, otak dan sistem darah. Kadmiun juga dapat mengakibatkan gangguan psikologi dikarenakan kemiripan sifat kimianya dengan seng(Achmad, 2004). Kadmium dalam air laut dan sungai berasal dari pencemaran oleh limbah domestik dan industri. Industri yang dapat menghasilkan limbah kadmium (Cd) adalah industri tekstil, baterai, cat, industri plastik dan lain-lain.
Menurut WHO (1992) dalam air Cd dapat tersebar sejauh 50 km dari sumbernya (Indirawati, 2017).
Efek Kadmium Dalam Tubuh Manusia
Efek akan muncul saat daya racun yang dibawa kadmium tidak dapat lagi ditolerir tubuh karena adanya akumulasi kadmium dalam tubuh.
Efek kronis dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok (Sarjana et al., 2014), yaitu:
a.Efek Kadmium Terhadap Ginjal, Ginjal merupakan organ utama dari sistem urinaria manusia. Pada organ ini terjadi peristiwa akumulasi dari bermacam-macam bahan termasuk logam kadmium.Kadmium dapat menimbulkan gangguan dan bahkan kerusakan pada sistem kerja ginjal terutama ekskresi protein. Kerusakan ini dapat dideteksi dari tingkat atau kandungan protein yang terdapat dalam urin. Petunjuk lain berupa adanya asam amino dan glukosa dalam urin,
ketidaknormalan kandungan asam urat serta Ca dan Protein dalam urin.
b. Efek Kadmium Terhadap Paru-paru Keracunan yang disebabkan oleh kadmium lebih tinggi bila terinhalasi melalui saluran pernapasan daripada saluran pencernaan. Efek kronis kadmium akan muncul setelah 20 tahun terpapar kadmium.
Dalam beberapa jam setelah menghisap debu dan asap Cd, terutama Kadmium Oksida (Cd), korban akan mengeluh gangguan saluran nafas, nausea, muntah, kepala pusing dan sakit pinggang.
Kematian disebabkan karena terjadinya pembengkakanparu-paru(pulmonary emphysema).
c. Efek Kadmium Terhadap Tulang Serangan yang paling hebat karena kadmium adalah kerapuhan tulang. Efek ini telah menggoncangkan dunia internasional sehingga setiap orang dilanda rasa takut terhadap pencemaran. Efek ini timbul akibat kekurangan kalsium dalam makanan yang tercemar kadmium, sehingga fungsi kalsium darah digantikan oleh logam kadmium yang ada. Pada akhirnya kerapuhan pada tulang- tulang penderita yang dinamakan itai- itai disease.
d. Efek Kadmium Terhadap Darah dan Jantung Keracunan kronis terjadi bila memakan atau inhalasi dosis kecil dalam waktu yang lama.
Gejala akan terjadi setelah selang waktu beberapa lama dan kronik. Kadmium pada keadaan ini menyebabkan nefrotoksisitas, yaitu gejala proteinuria, glikosuria, dan aminoasidiuria disertai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus ginjal serta dapat menyebabkan gangguan kardiovaskuler dan hipertensi.
Hal tersebut terjadi karena tingginya afinitas jaringan ginjal terhadap Kadmium. Gejala hipertensi ini tidak selalu dijumpai pada kasus keracunan kadium.Efek kronis kadmium dapat pula menimbulkan anemia karena Cd. Penyakit ini karena adanya hubungan antara kandungan kadmium yang tinggi dalam darah dengan rendahnya hemoglobin.
e. Efek Kadmium Terhadap Sistem Reproduksi Daya racun yang dimiliki oleh kadmium juga mempengaruhi sistem reproduksi dan organ-organnya. Pada konsentrasi tertentu kadmium dapat mematikan sel-sel sperma pada laki- laki. Hal inilah yang menjadi dasar bahwa akibat terpapar uap logam kadmium dapat mengakibatkan impotensi. Impotensi yang terjadi dapat dibuktikan dengan rendahnya kadar testoteron dalam darah.
Biosorben merupakan salah satu upaya pemanfaatan bahan-bahan alami dalam menyerap
beberapa senyawa kimia yang sudah mencemari lingkungan.Banyak penelitian bahan alami dari beberapa cangkang hewan yang dapat dijadikan biosorben. N.D Pambudi, menyatakan bahwa cangkang keong mas banyak kandungan kalsium karbonat yang bermanfaat dalam menyerap beberapa pencemar di alam salah satunya logam berat (Mauriza et al., ).
METODE
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen murni dengan desain one group jenis Posttest only Design,dimana model eksperimen ini yaitu terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya di observasi hasilnya (trearment adalah sebagai variabel independen, dan hasil adalah sebagai variabel dependen (Sugiyono,2016).
Populasi dalam penelitian ini adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah keong mas (Pomacea CanacilulataLamarck).
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Sampel dalam penelitian ini adalah serbuk keong mas (Pomacea Canacilunata Lamarck). Sampel dibagi menjadi 4 kelomopk, dan 4 kelompok uji dengan konsentrasi (5gr,10gr,15gr,20gr).
AnalisisData
Menurut Larasati (2015), efektivitas penyerapan logam berat dapat ditentukan dengan membandingkan konsentrasi logam mula-mula dengan konsentrasi logam setelah penyerapan, dengan persamaan berikut (Canaliculata et al., ).
100%
Yi x Yf) EF(Yi
Keterangan :
EF : Efektifitas Penurunan Yi : Konsentrasi Awal Yf : Konsentrasi Akhir
a. Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan untuk pembuatan serbuk.
Blender elektrik, Timbangan analitik, Wadah, Oven, Gelas ukur 100ml, Pipet volume, Labu ukur 100ml, Corong, Botol sampel, Erlenmeyer 250ml, Ayakan 100 mesh, Kertas Saring.
Bahan yang digunakan untuk pembuatan serbuk, Serbuk Cangkang Keong Mas (Pomacea CanaliculataLamarck), Logam Berat Kadmium (Cd)10 ppm, AquadesTahap Pembuatan Serbuk
Cangkang keong mas dibersihkan lalu dicuci dengan air kemudian cangkang tersebut di pecahkan untuk mengurangi volumenya lalu ditumbuk atau diblender sampai halus dan diayak dengan ayakan 100mesh, setelah diayak serbuk cangkang keong mas dimasukkan kedalam oven pada suhu 100 selama 3 jam (Mauriza et al., )
Tahap Pembuatan Larutan Standar Pb 10 ppm Larutan standar Cd 10 ppm dibuat dengan menggunakan 1 ml larutan induk Cd 1000 ppm, kemudian dimasukkan kedalam labu ukur 100 ml dan diencerkan menggunakan aquades hingga batastera, sehingga didapatkan larutan Cd 10ppm.
HASIL
Hasil pengamatan tentang analisis efektivitas limbah cangkang keong mas (Pomacea Canaciluta Lamarck) sebagai biosorben untuk penurunan kadar logam berat Cd pada air limbah artifisial dan hasilnya dapat dilihat tabel 5.1 dan tabel 5.2.
Data Hasil Penyerapan Logam Berat Cd dengan Waktu Pengadukan 15 Menit
Dibawah ini adalah data hasil pengamatan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dari penyerapan logam berat Cd dengan waktu pengadukan 15 menit.
Tabel 5.1 Hasilpenyerapan Cd denganwaktupengadukan 15 menit
Berdasarkan Tabel 5.1 tabel diatas dapat dilihat untuk variabel KM15 5 terdapat hasil ujinya adalah 0,161 mg/l, kemudian variabel KM15 10 hasil ujinya adalah 0,066 mg/l, kemudian KM15 15 hasil ujinya adalah 0,121 mg/l dan variable KM15
20 hasil ujinya adalah 0,090 mg/l.
Serbuk Keong Mas (Gr)
Sumber: Hasilpengujianpenelitian
Gambar 5.1 Grafik Efektivitas penyerapan Cd dengan waktu pengadukan 15 Menit
Berdasarkan grafik diatas terlihat adanya peningkatan jumlah efektivitas penyerapan logam Cd dengan waktu pengadukan 15 menit.
Data Hasil Penyerapan Logam Berat Cd dengan Waktu Pengadukan 30 Menit. Dibawah ini adalah data hasil pengamatan menggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dari penyerapan logam berat Cd dengan waktu pengadukan 30 menit.
BerdasarkanTabel 5.1 tabel diatas dapa tdilihat untuk variabel KM30 5 terdapat hasil ujinya adalah 0,304 mg/l, kemudian variabel KM30 10 hasil ujinya adalah 0,150 mg/l, kemudian KM30 15 hasil ujinya adalah 0,110 mg/l dan variable KM30
20 hasilujinyaadalah 0,040 mg/l.
Sumber: Hasilpengujianpenelitian
Gambar 5.1 Grafik Efektivitas penyerapan Cd dengan waktu pengadukan 30 menit
Berdasarkan grafik atas terlihat adanya peningkatan jumlah efektivitas penyerapan logam Cd dengan waktu pengadukan 30 menit.
PEMBAHASAN
Berdasarkan tabel 5.2 Berdasarkan tabel tersebut dapat dilihat, bahwa pada massa 5 gr serbuk cangkang keong mas dengan pengadukan 15 menit dapat menurunkan konsentrasi Cd 10 ppm dari hasil analisa menggunakan alat AAS 0,161 adalah meningkat dari serbuk lainnya tetapi efektivitas penyerapannya rendah yaitu 98,39% dari hasil efektivitas penyerapan sampel lainnya. karena adanya kandungan kalsium karbonat pada serbuk cangkang keong mas. Kalsium karbonat (CaCO3) merupakan material berpori yang dapat mengikat kotoran dalam air sehingga dapat digunakan sebagai penjernih air (Eko Nopriansyah, 2016).
Efektivitas penyerapan logam berat Cd dengan waktu pengadukan 15 menit
Penyerapan logam berat Cd dilakukan dengan memvariasikan massa serbuk keong mas serta waktu pengadukan. Massa serbuk keong mas dan waktu pengadukan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses adsorpsi. Dalam proses pengadukan jugadiatur kecepatan pengadukan.
Kecepatan pengadukan yang digunakan adalah 100 rpm. Bila digunakan kecepatan aduk dibawah 100 rpm maka kemungkinan besar proses adsorpsi akan lambat. Hal ini dikarenakan partikel-partikel logam akan lama diserap oleh adsorben (Risna Mauriza, ) Pada penelitian ini Penggunaan serbuk cangkang keong mas sebagai adsorben dapat menurunkan konsentrasi Cd pada air limbah artifisial.
Semakin bertambahnya jumlah adsorben yang digunakan maka konsentrasi logam yang terkandung akan semakin naik. Terlihat pada grafik5.1 menunjukkan bahwa efektivitas penyerapannya sebesar 99,34 pada sampel 10 gr dengan pengadukan 15 menit.
Efektivitas penyerapan logam berat Cd dengan waktu pengadukan 30 menit
Berdasarkan tabel 5.2, dapat dilihat dengan jelas bahwa semakin banyak penambahan massa serbuk cangkang keong mas, konsentrasi Cd 10 ppm semakin menurun logam berat Cd. Semakin bertambahnya jumlah adsorben yang digunakan maka konsentrasi logam Cd yang terkandung pada limbah artifisial akan semakin menurun, semakin tinggi kadar gr serbuk keong mas maka semakin tinggi kadar gr serbuk keong mas maka semakin besar pula efektivitas penyerapan logam Cd karena adanya kandungan Kalsium karbonat (CaCO3) merupakan material berpori yang dapat mengikat
kotoran dalam air sehingga dapat digunakan sebagai penjernih limbah cair industri (Yuliusman, dkk 2010).
Pada penambahan serbuk cangkang keong mas 5 gr didapatkan hasil penurunan konsentrasi Cd 10 ppm menjadi konsentrasi 0,304 mg/l.
Sedangkan pada massa serbuk cangkang keong mas 20 gr terjadi peurunan sedikit lebih banyak dibandingkan massa sebelumnya yaitu sebesar 0,040 mg/l. Pada penyerapan Cd dengan waktu 30 menit penurunan terbesar juga terjadi pada massa 20 gr serbuk cangkang keong mas semakin bertambahnya konsentrasi semakin naik dari terlihat pada grafik 5.1 menunjukkan bahwa efektivitas penyerapannya sebesar 99,34% pada sampel.
Semakin bertambahnya jumlah adsorben yang digunakan maka konsentrasi logam yang terkandung akan semakin naik. Terlihat pada grafik 5.2 menunjukkan bahwa efektivitas penyerapannya sebesar 99,6 pada sampel 20 gr dengan pengadukan 30 menit.
Pada hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Risna Mauriza dkk () yang mana hasil penelitian tersebut menunjukkan hasil perhitungan efektivitas serbuk cangkang keon mas dalam menyerap Hg 10 ppm adalah paa massa 20 gr serbuk keong mas dengan pengadukan 30 menit yaitu sebesar 99,87% dengan hasil penurunan konsentrasi Hg 10 ppm menjadi Hg 0,01 ppm. Dan begitu juga penelitian Eko Nopriasnyah (2016) yang mana hasil penelitian tersebut pembuatan serbuk cangkang keong mas serta aplikasinya sebagai penjernih air sungai dan pengikat logam berat kadmium. Pengaplikasian serbuk cangkang keong mas pada air sungai musi mampu menurunkan kekeruhan sebesar 75% pada konsentrasi 0,5% dan 78% pada konsentrasi 1%
meningkatkan nilai TDS masih dalam batas pada kisaran 391,52604 ppm dan meningkatkan pH 5-7 yamg masih dalam batas toleransi sesuai peraturan pemerintah No. 416 Tahun 1990. Namun serbuk cangkang keong mas menaikkan konsentrasi Cd air sungai dari 0,00782 sampai 0,008 ppm, sedangkang kitosan cangkang udang menurunkan konsentrasi Cd dalam air sungai sebesar antara 0,00048 – 0,000518 ppm.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagi berikut :
1. Hasil analisa menggunkan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry)
dengan variasi konsentrasi biosorben cangkang keong mas yang paling terendah terdapat pada 0,066 dengan berat serbuk keong mas 10 gr dengan waktu pengadukan 15 menit dengan hasil penyerapan efektivitasnya naik sebesar 99,34%.
2. Hasil analisa menggunkan alat AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry) dengan variasi konsentrasi biosorben cangkang keong mas yang paling terendah terdapat pada 0,040 dengan berat serbuk keong mas 20 gr dengan waktu pengadukan 30 menit dengan hasil penyerapan efektivitasnya naik sebesar 99,6%.
SARAN
Untuk menyempurnakan penelitian ini maka perlu disarankan beberapa hal antara lain :
1. Saran saya pada penelitian ini adalah perlunya penambahan beberapa variasiterhadap variabel yang di ukur untuk mendapatkan kadar logam berat Cd sesuai dengan baku mutu standar air menurut permenkes No 32 tahun 2017 tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, solus per Aqua , dan Pemandian Umum 2. Kepada Institusi Pendidikan agar menambah
referensi perpustakaan untuk bahan acuan penelitian yang akan datang dan menambahbahan kajian mengenai Efektivitas Cangkang Keong Mas (Pomacea Canacilulata Lamarck) sebagai biosorben untuk penurunan kadar logam berat kadmium (Cd) pada air limbah artifisial.
DAFTAR PUSTAKA
Bantul, K. (2010). Makalah ini disajikan pada Pendalaman Materi bagi Guru Kimia SMA pada tanggal 20 Februari 2010 di SMA Negeri 1 Pleret Bantul yang diselenggarakan oleh Pengurus MGMP Kimia Kabupaten Bantul . 1. 12, 1–12.
Canaliculata, L., Logam, M., Pb, T., Mauriza, R., Ashari, T. M., & Yahya, H. (). Jurnal Phi Uji Efektivitas Cangkang Keong Mas ( Pomacea. 1(3), 25–32.
Dirgantoro, A. Y. G. (2017). Perbaikan Kualitas Limbah Cair Industri Kecap Dan Saos Pt.
Lombok Gandaria Dengan Variasi Bakteri Indigenus. ., 1–17.
Handayani, D. (2013). Uji Efektivitas Pengendalian Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamark) Pada Padi Sawah Dengan Menggunakan Rendaman Air Kapur Sirih (Caco3) dan Ekstrak Daun Ubi Karet (Manihot glaziovii M.A). Jurnal Edubio Tropika, 1(2), 107–
114.
Herlambang, A. (2006). Pencemaran Air Dan Strategi. Jurnal Akuakultur Indonesia, 2(1), 16–29.
https://www.researchgate.net/profile/Arie_H erlambang/publication/265569345_PENcem aran_air_dan_strategi_penggulangannya/lin ks/573e734a08ae9ace841135fe/pencemaran -air-dan-strategi-penggulangannya.pdf
Indirawati, S. M. (2017). Pencemaran Pb dan Cd dan Keluhan Kesehatan pada Masyarakat di Kawasan Pesisir Belawan. Jurnal Jumantik, 2(2), 54–60.
Kepmenkes Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
(2011). No Titlep. Phys. Rev. E, 24.
http://ridum.umanizales.edu.co:8080/jspui/b itstream/6789/377/4/Muoz_Zapata_Adriana _Patricia_Artculo_2011.pdf
Khotimah, H., Anggraeni, E. W., & Setianingsih, A. (2018). Karakterisasi Hasil Pengolahan Air Menggunakan Alat Destilasi.Jurnal
Chemurgy, 1(2), 34.
https://doi.org/10.30872/cmg.v1i2.1143
Lingkungan, K., Arief, J., Hakim, R., & Indonesia, S. (2014). Dipake .Jurnal Ttg Dampak Dan Karakteristik Kadmium.Jurnal Teknik Pomits, 3(1), 1–6.
Mauriza, R., Yahya, H., & T.M. Ashari, T. M. A.
(). Uji Efektivitas Cangkang Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Sebagai Biosorben Dalam Menyerap Logam Berat Merkuri (Hg). Jurnal Serambi Engineering,
5(4), 1332–1337.
https://doi.org/10.32672/jse.v5i4.2319
Musman, M., Karina, S., & Melanie, K. (2010). Uji selektivitas ekstrak etil asetat (EtOAc) bijiputatair(Barringtoniaracemosa)
terhadapkeongmas(Pomacea canaliculata) dan ikan lele lokal (Clarias batrachus) The selectivity test of ethyl acetate extract (EtOAc) of putat air kernel’s (1(1), 27–31.
Nopriansyah, E., Baehaki, A., & Nopianti, R.
(2016).Pembuatan Serbuk Cangkang Keong Mas (Pomacea canaliculata L). Teknologi Hasil Perikanan, 5(1), 1–10.
Ofri, D. M. P. M. R. (2008).No Title. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 287.
Sarjana, P., Kesehatan, F., Universitas, M., Kerja, L., Kesehatan, F., Universitas, M., & Utara, S. (2014). 1 , 2 , 3. Cd.
Setiawan,N.(). Efektivitas Kitosan Cangkang Keong Mas (Pomacea Canaliculata) Terhadap Penurunan Logam Timbal (Pb) Kerang Darah (Anadara Granosa). Jurnal Ilmu Pangan Dan Hasil Pertanian,4(2), 197–
207.
https://doi.org/10.26877/jiphp.v4i2.7045 Wibowo,Adik (2014).“Metodologi Penelitian
Praktis”.Jakarta: Rajawali Pers