• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kiat BISNIS Volume 6 No. 4 Desember 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kiat BISNIS Volume 6 No. 4 Desember 2016"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

366

PENGARUH PERSEPSI KEBERMANFAATAN, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, KEPUASAN PENGGUNA, KEAMANAN DAN KERAHASIAAN, DAN KENYAMANAN WAJIB PAJAK TERHADAP PENGGUNAAN E-FILING (Studi Kasus pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Klaten)

YUNI MUHARROMAH WULANDARI SIGIT ADHI PRATOMO

WAHJOE SRI IRWANTO

Fakultas Ekonomi, Univesitas Widya Dharma Klaten ABSTRACT

This research aim to to know the influence of simultan and also parsial from useful perception, use amenity, consumer satisfaction, security and secret, and kenyamaan taxpayer to use e-filing

Population in this research is Taxpayer of Person People enlisted by as Taxpayer e- filling inKPP Pratama Klaten. Sampel used at this research as much 100 responder. Data used by primary data by using kuesioner alloted to Taxpayer enlisted in KPP Pratama Klaten with the method of accidental sampling. data Kuesioner in test with the validity test and test the reliabilitas. Test the classic assumption used by test multikolinieritas, test the heteroskedastisitas, and test the normalitas. Method analyse the data used is method analyse the doubled linear regression and analyse the coefficient determinasi (R2). Hypothesis Examination of test F and test the t.

Result of this research indicate that the Useful Perception (X1) have an effect on to use e-filing, Use Amenity (X2) have an effect on to use e-filing, Consumer Satisfaction ( X3) have an effect on to use e-filing, security And Secret (X4) have an effect on to use e-filing, Freshment (X5) have an effect on to use e-filing

Keyword : Useful Perception, Use Amenity, Consumer Satisfaction, Security And Secret, Freshment, use e-filing

I. PENDAHULUAN

Salah satu sumber penerimaan negara terbesar adalah pajak.

Penerimaan pajak ini sangat berperan dalam kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu hasil pungutan pajak di negara kita pada masa sekarang ini menjadi sumber utama penerimaan negara yang kontribusinya diharapkan semakin meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian segenap aparat Direktorat Jenderal Pajak dalam meningkatkan penerimaan pajak dari Wajib Pajak dengan cara melakukan pembaharuan- pembaharuan dalam sistem perpajakan.

Direktorat Jenderal Pajak berusaha untuk memenuhi aspirasi

Wajib Pajak dengan mempermudah tata cara pelaporan SPT baik itu SPT Masa maupun SPT Tahunan. Direktur Jenderal Pajak mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-88/PJ./2004 tanggal 14 Mei 2004 tentang Penyampaian Surat

Pemberitahuan secara Elektronik.

Setelah sukses dengan program e- SPT, Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan kembali surat keputusan KEP-05/PJ/2005 yang ditetapkan pada tanggal 12 Januari 2005 tentang Tata Cara Penyampaian SPT secara elektronik (e-filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP). Namun pada tanggal

(2)

367 16 Desember 2008 Direktorat Jenderal Pajak merevisi kembali dalam Peraturan DJP Nomor 47/PJ/2008 dimana peraturan-peraturan sebelumnya dinyatakan dicabut dan tidak berlaku setelah diberlakukannya peraturan ini yaitu tanggal 1 Maret 2009.

Kemudian dikeluarkan PER- 36/PJ/2013 tentang Perubahan Atas Peraturan DJP Nomor PER- 47/PJ/2008 tentang tata cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan Penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan secara Elektronik (e-filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP). Selanjutnya dikeluarkan PER-03/PJ/2015 tentang penyampaian pemberitahuan elektronik untuk melengkapi peraturan sebelumnya.

E-filingatau Electronic Filing Systemmerupakan sistem pelaporan atau penyampaian pajak dengan Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik yang dilakukan melalui sistem on-line yang real timemelalui internet pada website Direktorat Jenderal Pajak atau Penyedia Jasa Aplikasi (Rahayu, 2016).Penggunaan e-filing ini diharapkan dapat memberikan kemudahandan kenyamanan bagi Wajib Pajak dalam mempersiapkan dan menyampaikan SPT karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, tidak tergantung pada jam kantor dan dapat pula dilakukan di hari libur dan

tanpa kehadiran PetugasPajak (24 jam dalam 7 hari), di mana data akan dikirim langsung ke database Direktorat Jenderal Pajak dengan fasilitas internet yang disalurkan melalui satu atau beberapa Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP).

Namun dalam praktiknya, sistem ini bukan merupakan hal yang

mudah untuk dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan sistem ini masih baru sehingga masih terdapat kekurangan-kekurangan dan masih banyak hal-hal yang harus dipahami yang terkait dengan kesiapan sumber daya manusia, sarana serta perangkatnya sehingga butuh proses dan waktu panjang, disamping itu masih banyak Wajib Pajak yang menganggap bahwa penggunaan sistem komputer dalam pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) yang sangat membingungkan dan menyulitkan. Hal ini dikarenakan masih banyak Wajib Pajak belum memahami tentang pengoperasian e- filing dan kemampuan Wajib Pajak untuk menggunakan e-filing masih minim. Selain kemampuan Wajib Pajak, adanya perbedaan persepsi mengenai kebermanfaatan, persepsi mengenai kemudahan penggunaan, kepuasan pengguna, keamanan dan kerahasiaan, dan kenyamanan terhadap e-filing juga menjadi penentu sistem ini dapat diterima atau tidak.

Persepsi kebermanfaatan sebagai suatu ukuran dimana penggunaan suatu teknologi dipercaya akan mendatangkan manfaat bagisetiap individu yang menggunakannya. Jelas bahwa jika persepsikebermanfaatanseorang Wajib Pajak terhadap sistem e-filing semakin kuat, maka Wajib Pajak akan bersedia menggunakan sisteme-filing dalam melaporkan kewajiban perpajakan (Noviandini, 2012).

Persepsi kebermanfaatan merupakan faktor

yang paling dominan menentukan sikap penguna sistem untuk menggunakan suatu teknologi atau dapat diartikan sebagai salah satu faktor yang menentukan apakah individu menggunakan e-filing atau tidak.

(3)

368 Persepsi kemudahan adalah ukuran seberapa individu meyakini bahwa sistem teknologi dapat dengan mudah dipelajari dan digunakan.

Kemudahan pengguna bukan saja mengacu pada kemudahan untuk mempelajari dan menggunakan suatu sistem tetapi juga mengacu pada kemudahan dalam melakukan suatu pekerjaan atau tugas dimana pemakaian suatu sistem akan semakin memudahkan seseorang dalam bekerja dibanding mengerjakan secara manual (Pratama, 2008 dalam Kirana, 2010).

Kemudahan penggunaan merupakan faktor kedua yang menjadi penentu suatu sistem dapat diterima atau tidak.Wajib pajak yang beranggapan bahwa e-filing itu mudah digunakan akan mendorong mereka untuk terus menggunakan sistem tersebut.

Kepuasan pengguna

didefinisikan sebagai seberapa jauh informasi yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan yang mereka perlukan. Kepuasan pengguna menggambarkan keselarasan antara harapan seseorang dan hasil yang diperoleh dari adanya suatu sistem, di mana seseorang tersebut turut

berpartisipasi dalam

pengembangannya. Dan

ketidakmampuan suatu sistem informasi tersebut memenuhi harapan pengguna dapat menyebabkan kegagalan suatu sistem (Noviandini, 2012). Kepuasan pengguna merupakan faktor ketiga yang menjadi penentu suatu sistem dapat diterima atau tidak. Kepuasan yang dirasakan oleh wajib pajak setelah menggunakan e-filing

akan menyebabkan wajib pajak tertarik menggunakan kembali sistem tersebut.

Menurut Dewi (2009), Keamanan berarti bahwa penggunaan sistem informasi itu aman, resiko

hilangnya data atau informasi sangat kecil, dan resiko pencurian rendah.

Sedangkan kerahasiaan berarti segala hal yang berkaitan dengan informasi pribadi pengguna terjamin kerahasiaannya, tidak ada orang yang mengetahuinya. Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor keempat yang menjadi penentu suatu sistem dapat diterima atau tidak.

Menurut Pikkarainen etall.

dalam Davis dalam Tjini dan Baridwan (2012) bahwa kenyamanan merupakan keadaan dimana seorang individu menggunakan suatu teknologi dalam melakukan aktivitasnya dan dianggap menyenangkan untuk dirinya sendiri.

Kenyamanan merupakan faktor kelima yang menjadi penentu suatu sistem dapat diterima atau tidak.

Wajib Pajak yang beranggapan bahwa e-filing itu nyaman digunakan akan mendorong mereka untuk terus menggunakannya, jika Wajib Pajak telah merasakan ketidaknyamanan pada e-filing tersebut, maka yang akan terjadi adalah Wajib Pajak menjadi enggan menggunakannya.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti ingin mengembangkan penelitian dengan judul “Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan, Kemudahan Penggunaan, Kepuasan Pengguna, Keamanan dan Kerahasiaan, dan Kenyamaan Wajib Pajak TerhadapPenggunaan E-Filing (Studi Kasus pada Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Klaten)”.

II. LANDASAN TEORI 1. Pajak

Menurut Adriani dalam Waluyo (2013:2), pajak adalah iuran kepada Negara (yang dapat dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut peraturan- peraturan, dengan tidak mendapat

(4)

369 prestasi kembali, yang langsung dapat ditunjuk, dan yang gunanya adalah untuk membiayai pengeluaran- pengeluaran umum berhubung dengan tugas Negara yang menyelenggarakan pemerintahan. Kemudian dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP), pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang- Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

2. Wajib Pajak

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dijelaskan mengenai Wajib Pajak. Pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa wajib pajak adalah orang pribadi atau badan, meliputi pembayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Wajib Pajak juga dapat diartikan sebagai Subjek Pajak yang menerima atau memperoleh penghasilan. Jadi jika Subjek Pajak orang pribadi (dalam negeri atau luar negeri) telah menerima atau memperoleh penghasilan, maka Subjek Pajak tersebut otomatis menjadi Wajib Pajak Orang Pribadi (dalam negeri atau luar negeri)

sebelum dia menerima atau memperoleh penghasilan, dia belum menjadi Wajib Pajak dan masih sebagai Subjek Pajak.

3. Surat Pemberitahuan

Surat Pemberitahuan adalah Surat yang oleh Wajib Pajak

digunakan untuk melaporkan perhitungan dan pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan Wajib Pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan (Mujiyati dan Aris, 2013). Menurut saat pelaporannya, Surat Pemberitahuan (SPT) dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut ini.

1. Surat Pemberitahuan Masa adalah Surat Pemberitahuan untuk suatu masa Pajak. Batas waktu penyampaian SPT masa adalah paling lambat 20 (duapuluh) hari setelah akhir masa pajak.

2. Surat Pemberitahuan Tahunan adalah Surat Pemberitahuan untuk suatuTahun Pajak atau bagian Tahun Pajak. Batas waktu penyampaian SPTtahunan adalah paling lambat 3 (tiga)bulan setelah akhir tahun pajak.

4. E-Filing

Menurut Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-47/PJ/2008 Tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan dan Penyampaian Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara Elektronik (e-filing) melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (ASP), e-filing adalah suatu cara penyampaian SPT Tahunan dan penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time melalui Penyedia Jasa Aplikasi (ASP).

Menurut Kirana (2010), alat kelengkapan e-filing meliputi Penyedia Jasa Aplikasi (ASP), Surat permohonan memperoleh e-FIN, e- FIN atau Electronic Filing Identification Number, Digital Certificate, e-SPT, bukti penerimaan e-SPT.

Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-

(5)

370 39/PJ/2011 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang menggunakan Formulir 1770S atau 1770SS secara e-Filing melalui Website Direktorat JenderalPajak, tata cara penyampaian SPT secara e-Filing adalah sebagai berikut ini.

1) Wajib Pajak menyampaikan Surat Permohonan memperoleh e-FIN atau melaksanakan e-filing kepada Direktorat Jenderal Pajak yaitu kepada Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau melalui website Direktorat Jenderal Pajak

2) Direktorat Jenderal Pajak via Kantor Pelayanan Pajak memberikan e-FIN

3) Wajib Pajak mendaftar ke Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) dan meminta Digital Certificate ke Direktorat Jenderal Pajak melalui Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) 4) Direktorat Jenderal Pajak melalui

Kantor Pelayanan Pajak memberikan Digital Certificate melalui Penyedia Jasa Aplikasi (ASP)

5) Wajib Pajak melakukan e-filing ke Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) yang diteruskan ke Kantor Pelayanan Pajak

6) Direktorat Jenderal Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak memberikan bukti penerimaan e- SPT yang mengandung informasi

berupa : NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), tanggal transaksi, jam transaksi, Nomor Transaksi Penyampaian SPT (NTPS), Nomor Transaksi Pengiriman ASP (NTPA), nama ASP.

7) Wajib Pajak menyampaikan print out dari Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) berupa induk SPT yang sudah diberi bukti penerimaan

elektronik, ditanda tangani dan dilampiri sesuai ketentuan KPP 5. Penggunaan E-filing

Menurut Seddon dan Kiew dalam Noviandini (2012) penggunaan sistem merupakan perilaku yang tepat untuk mengukurkesuksesan suatu sistem informasi yang diterapkan oleh suatu organisasi. Variabel penggunaan sistem digunakan untuk mengukur apakah fungsi suatu sistem informasi secara keseluruhan dapat digunakan untuk tujuan khusus. Hal ini terkait dengan tujuan khusus sistem e-filing yang dapat digunakan untuk melaporkan pajak secara online dan realtime.

Pengukuran penggunaan berdasarkan frekuensi penggunaan.

Frekuensi dalam penggunaan e-filing merupakan ukuranseberapa sering Wajib Pajak melakukan pelaporan SPT dengan menggunakan e-filing.

Menurut Dewi (2009) terdapat 2 indikator untuk mengukur variabel penggunaan e-filing yaitu sebagai berikut ini.

1) Penggunaan sistem saat ini.

2) Keinginan penggunaan sistem akan datang.

6. Persepsi

Menurut Yono (2013) persepsi adalah suatu proses dengan cara apa seseorang melakukan pemilihan, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian atas informasi yang

diterimanya dari lingkungan.

7. Persepsi Kebermanfaatan

Persepsi kebermanfaatan didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana penggunaan suatu teknologi dipercaya akan mendatangkan manfaat bagi setiap individu yang menggunakannya. Kegunaan teknologi dari pengguna dalam

(6)

371 memutuskan penerimaan teknologi tersebut sangat memberikan kontribusi positif bagi pengguna, yaitu dapat memberikan manfaat terhadap peningkatan performa kinerja (Rahayu, 2016).

Menurut Noviandini (2012) terdapat 5 indikator untuk mengukur variabel persepsi kebermanfaatan yaitu sebagai berikut ini.

1) Mempercepat pelaporan pajak 2) Bermanfaat

3) Manfaat sistem

4) Menambah produktifitas 5) Meningkatkan efektivitas 8. Persepsi Kemudahan

Penggunaan

Persepsi kemudahan

penggunaan merupakan tingkatan dimana seseorang percaya bahwa teknologi informasi mudah untuk dipahami. Kemudahan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha (Hartono, 2007:114 dalam Salim, 2013).

Menurut Noviandini (2012) terdapat 4 indikator untuk mengukur variabel kemudahan penggunaanyaitu sebagai berikut ini.

1) Fleksibilitas 2) Mudah dipahami 3) Mudah digunakan

4) Mudah untuk berinteraksi.

9. Kepuasan Pengguna

Menurut Seddon dan Kiew (1994) dalam Kirana (2010) kepuasan

pengguna adalah keseluruhan evaluasi dari pengalaman pengguna dalam menggunakan sistem informasi dan dampak potensial dari sistem informasi. User satisfaction dapat dihubungkan dengan persepsi manfaat (usefulness) dan sikap pengguna terhadap sistem informasi

yang dipengaruhi oleh karakteristik personal. Menurut Noviandini (2012) indikator yang digunakan dalam variabel kepuasan pengguna adalah sebagai berikut ini.

1) Efisiensi sistem 2) Keefektifan sistem 3) Kepuasan

4) Kebanggaan menggunakan sistem 10. Keamanan dan Kerahasiaan

Menurut Desmayanti (2012), keamanan sistem informasi adalah manajemen pengelolaan keamanan yang bertujuan mencegah, mengatasi, dan melindungi berbagai sistem informasi dari resiko terjadinya tindakan ilegal seperti penggunaan tanpa izin, penyusupan, dan perusakan terhadap berbagai informasi yang di miliki. Menurut Jia, Shen dalam Dewi (2009) terdapat 3 indikator untuk mengukur variabel keamanan dan kerahasiaan yaitu sebagai berikut ini.

1) Sistem keamanan e-filing 2) Sistem kerahasiaan e-filing 3) Jaminan keamanan dan

kerahasiaan 11. Kenyamanan

Menurut Pikkarainen et al.

dalam Davis dalam Tjini dan Baridwan (2012), menjelaskan bahwa kenyamanan merupakan keadaan dimana seorang individu menggunakan suatu teknologi dalam melakukan aktivitasnya dan dianggap menyenangkan untuk dirinya sendiri.

Menurut Poon (2008:157), terdapat indikator kenyamanan sistem e-filing, yaitu sebagai berikut

ini.

1) E-filing dapat diakses dimana saja dan kapan saja

2) Tidak terdapat antrian 3) Hemat waktu

(7)

372 III. METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data dan menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2003).

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak Orang Pribadi yang terdaftar sebagai Wajib Pajak e-filling di KPP Pratama Klaten.

Menurut Sugiyono (2012:62 sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh suatu populasi. Untuk menentukan sampel penelitian menggunakan metode accidental sampling, yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu peneliti dapat digunakan sebagai sampel, apabila dipandang cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2004). Adapun yang menjadi kriteria responden dalam penelitian ini adalah seluruh Wajib Pajak yang menggunakan e-filing yang terdaftar di Kantor Pajak Pratama Klaten.

Menurut Djarwanto (1993) sampel adalah sebagian dari populasi yang karakteristiknya hendak

diselidiki dan dianggap bisa mewakili populasi, biasanya jumlahnya lebih sedikit dari jumlah populasi. Dengan perhitungan besarnya sampel menggunakan rumus sebagai berikut ini.

n = ( - )

Dimana:

n = Jumlah sampel yang diinginkan

N = Populasi

p = oleh karena proporsi awal tidak diketahui maka untuk meminimumkan resiko sampling error dipakai p = 0,5

q = ( 1- p) = 0,5

B = Bound of error atau kelonggaran kesalahan diperkirakan berinterval range tidak lebih dari 10%

atau 0,1

D = (0,1 x 0,1) : 4 = 0,0025

Jumlah populasi berdasarkan data dari Kantor Pajak Pratama Klaten yang menyebutkan bahwa jumlah wajib pajak yang menggunakan e- filing berjumlah 43.899 orang,

Berdasarkan perhitungan diatas, maka sampel dalam penelitian ini adalah 100 Responden.

Sumber data menggunakan sumber data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden dengan metode kuesioner.

Dan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh melalui perantara pihak lain dalam hal ini Kantor Pelayanan Pajak Klaten.

Uji Kualitas Data 1. Uji Validitas 2. Uji Reliabilitas

Analisis Data

1. Analisis Statistik Deskriptif 2. Pengujian Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas b. Uji Multikolinearitas c. Uji Heteroskedastisitas 3. Analisis Regresi Berganda

Dengan model persamaan sebagai berikut ini.

Y= α β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5 + e

(8)

373 Keterangan:

Y = Penggunaan e-filing α = Konstanta

β = Koefisien regresi

X1 = Persepsi kebermanfaatan X2 = Persepsi Kemudahan Penggunaan

X3 = Persepsi Kepuasan Pengguna

X4 = Persepsi Keamanana dan Kerahasiaan

X5 = Persepsi Kenyamanan E = Error (Pengganggu) 4. Uji Hipotesis

a. Uji Simultan (Uji F) b. Uji Parsial (Uji t)

c. Koefisien Determinasi (𝑅2) IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Uji Kualitas Data 1. Hasil Uji Validitas

a) Persepsi Kebermanfaatan

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa Persepsi Kebermanfaatan menghasilkan nilai probabilitas sebesar < 0,05, ini menunjukan bahwa validitas

instrument pada variabel bebas Persepsi Kebermanfaatan dapat diandalkan. Sehingga instrument tersebut dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.

b) Persepsi Kemudahan Penggunaan

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa Persepsi

Kemudahan Penggunaan

menghasilkan nilai probabilitas sebesar < 0,05, ini menunjukan bahwa validitas instrument pada variabel bebas Persepsi Kemudahan Penggunaan dapat diandalkan.

Sehingga instrument tersebut dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.

c) Kepuasan Pengguna

Hasil uji validitas menunjukkan bahwaKepuasan Pengguna menghasilkan nilai probabilitas sebesar < 0,05, ini menunjukan bahwa validitas instrument pada variabel bebas Kepuasan Pengguna dapat diandalkan. Sehingga instrument tersebut dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data,

d) Keamanan dan Kerahasiaan

Hasil uji validitas menunjukkan bahwa Keamanan dan Kerahasiaan menghasilkan nilai probabilitas sebesar < 0,05, ini menunjukan bahwa validitas

(9)

374 instrument pada variabel bebas Keamanan dan Kerahasiaan dapat diandalkan. Sehingga instrument tersebut dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.

e) Kenyamanan

Hasil uji validitas menunjukkan bahwaKenyamanan menghasilkan nilai probabilitas sebesar < 0,05, ini menunjukan bahwa validitas instrument pada variabel bebas Kenyamanan dapat

diandalkan. Sehingga

instrumenttersebut dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.

f) Penggunaan e-filing

Hasil uji validitas menunjukkan bahwaPenggunaan E- Filingmenghasilkan nilai probabilitas sebesar < 0,05, ini menunjukan bahwa validitas instrument pada variabel terikat Penggunaan E- Filingdapat

diandalkan. Sehingga instrument tersebut dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data

2.Hasil Uji Reliabilitas

Hasil uji reliabilitas pada Tabel menunjukkan bahwa nilai cronbach’s alpha pada variabel kebermanfaatan

sebesar 0,885, variabel kemudahan penggunaan sebesar 0,924, variabel kepuasan pengguna sebesar 0,843 variabel keamanan dan kerahasiaan sebesar 0,891, variabel kenyamanan sebesar 0,877 dan variabel penggunan e-filing sebesar 0,899. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner semua variabel ini reliabel karena mempunyai nilai cronbach’s alpha lebih besar dari 0,60.

Analisis Data

1. Analisis Statistik Deskriptif

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Berdasarkan hasil uji Kolmogrov-smirnovpada tabel 4.10 diatas meghasilkan nilai probabilitas atau Asymp. Sig. (2- tailed) sebesar 0,819 nilai tersebut lebih besar dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal.

(10)

375 b. Uji Multikolonieritas

Berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa variabel persepsi kebermanfaatan mempunyai nilai tolerance yang nilainya > 0,10 yaitu 0,632 dan nilai VIF < 10 yaitu 1,583.

Variabel kemudahan penggunaan mempunyai nilai tolerance yang nilainya > 0,10 yaitu 0,758 dan nilai VIF < 10 yaitu 1,319.

Variabel kepuasan pengguna mempunyai nilai tolerance yang nilainya > 0,10 yaitu 0,724 dan nilai VIF < 10 yaitu 1,382.

Variabel keamanan dan kerahasiaan mempunyai nilai tolerance yang nilainya > 0,10 yaitu 0,739 dan nilai VIF < 10 yaitu 1,353. Dan variabel kenyamanan mempunyai nilai tolerance yang nilainya > 0,10 yaitu 0,548dan nilai VIF < 10 yaitu 1,824.Dengan demikian, dapatdisimpulkan bahwa seluruh variabel bebas dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan hasil uji Glejser diketahui bahwa besarnya signifikansi persepsi kebermanfaatan adalah 0,307, kemudahan penggunaan adalah

0,815 , kepuasan pengguna adalah 0,124, keamanan dan kerahasiaan adalah 0,971, dan kenyamanan adalah 0, 566 semua variabel lebih besar dari 0,05 (5%), jadi dapat disimpulkan bahwa model regresi

tidak mengandung

heteroskedastisitas.

3. Analisis Regresi Linier Berganda

Berdasarkan tabel diatas, maka persamaan regresi berganda dalam penelitian adalah sebagai berikut ini.

Y = -0,221+ 0,107 X1- 0,019 X2 + 0,132 X3 + 0,138 X4 + 0,090 +e

Persamaan regresi diatas mengandung makna sebagai berikut ini.

1) Konstanta sebesar - 0,221menunjukan bahwa jika tidak ada persepsi kebermanfaatan (X1), persepsi kemudahan penggunaan (X2), kepuasan pengguna (X3), keamanan dan kerahasiaan (X4), dan kenyamanan (X5) maka penggunaan e-filing (Y) akan menurun sebesar 0,221.

2) Koefisien regresi persepsi kebermanfaatan (X1)sebesar 0,107 menunjukan saat persepsi kebermanfaatan (X1)naik sebesar satu satuan maka penggunaan e-filing (Y) akan naik sebesar 0,107.

3) Koefisien regresi persepsi kemudahan penggunaan (X2), sebesar -0,019 menunjukan saat persepsi kemudahan penggunaan (X2), naik sebesar satu satuan maka penggunaan e-filing (Y) akan menurun sebesar 0,019.

(11)

376 4) Koefisien regresi

kepuasanpengguna (X3) sebesar 0,132menunjukansaat kepuasanpengguna (X3) naik sebesar satusatuanmaka penggunaan e-filing (Y) akan naik sebesar 0,132.

5) Koefisien regresi keamanan dan kerahasiaan (X4) sebesar 0,138 menunjukan saat keamanan dan kerahasiaan (X4) naik sebesar satu satuan maka penggunaan e-filing (Y)akan naik sebesar 0,138.

6) Koefisien regresi kenyamanan (X5) sebesar 0,090 menunjukan saat kenyamanan (X5) naik sebesar satu satuan maka penggunaan e-filing (Y) akan naik sebesar 0,090.

4. Uji Hipotesis a. Uji F (Simultan)

Berdasarkan tabel hasil uji F di atas diketahui bahwa nilai F hitung (7.689) degan nilai

signifikansi(0,000)< 0,05, maka H0 ditolak dan dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap kebermanfaatan (X1), persepsi kemudahan penggunaan (X2), kepuasan pengguna (X3), keamanan dankerahasiaan (X4), kenyamanan (X5) secara bersama-sama berpengaruh terhadap penggunaan e- filing (Y).

b. Uji t (Parsial

a. Pengaruh Persepsi

Kebermanfaatan (X1) terhadap Penggunaan E Filing (Y)

Dari hasil perhitungan uji t, Pengaruh persepsi kebermanfaatan terhadap penggunaan e-filing diperoleh hasil yaitu 0,035 < 0,05 berarti bahwa persepsi kebermanfaatan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing. Hasil penelitian ini membuktikan hipotesis 2, atau dengan kata lain H2 dalam penelitian ini di terima dan Ho ditolak.

b. Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunan (X2) terhadap Penggunaan E-Filing (Y)

Dari hasil perhitungan uji t, persepsi kemudahan terhadap penggunaan e-filing diperoleh hasil yaitu 0,544 > 0,05 berarti bahwa persepsi kemudahan penggunaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e- filing.Hasil penelitian ini tidak membuktikan hipotesis 3, atau dengan kata lain H3 dalam penelitian

ini di tolak dan Ho diterima.

c. Pengaruh Kepuasan Pengguna (X3) terhadap Penggunaan E-Filing (Y)

Dari hasil perhitungan uji t, pengaruh kepuasan pengguna terhadap penggunaan e-filing diperoleh hasil yaitu 0,020 < 0,05 berarti bahwa kepuasan pengguna secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing. Hasil penelitian ini membuktikan hipotesis 4, atau dengan kata lain H4 dalam penelitian ini di terima dan Ho ditolak.

d. Pengaruh Keamanan dan Kerahasiaan (X4) terhadap Penggunaan E-Filing (Y)

Dari hasil perhitungan uji t, keamanan dan kerahasiaan terhadap penggunaan e-filing diperoleh hasil yaitu 0,112 > 0,05 berarti bahwa keamanan dan kerahasiaan secara

(12)

377 parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penggunaan e-filing. Hasil penelitian ini tidak membuktikan hipotesis 5, atau dengan kata lain H5

dalam penelitian ini di tolak dan Ho diterima.

e. Pengaruh Kenyamanan (X5) terhadap Penggunaan E-Filing (Y)

Dari hasil perhitungan uji t, kenyamanan terhadap penggunaan e- filing diperoleh hasil yaitu 0,310 >

0,05 berarti bahwa kenyamanan

secara parsial tidak

berpengaruhsignifikan terhadap penggunaan e-filing. Hasil penelitian ini tidak membuktikan hipotesis 6, atau dengan kata lain H6 dalam penelitian ini di tolak dan Ho diterima.

c. Koefisien Determinasi (R2)

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.16 diatas, Besarnya R² adalah 0,253 sama 25,3%. Yang berarti perubahan penggunaan e-filing dapat dipengaruhi oleh variabel persepsi kebermanfaatan, persepsi kemudahan penggunaan, kepuasan pengguna, keamanan dan kerahasiaan, dan kenyamanan sebesar 25,3%. Sedangkan sisanya 74,7% dari perhitungan (100% - 25,3%. = 74,7%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar penelitian ini.

PEMBAHASAN

1) Pengaruh persepsi kebermanfaatan, kemudahan penggunaan, kepuasan pengguna, keamanan dan

kerahasiaan, dan kenyamanan terhadap penggunaan e-filing

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji F yaitu sebesar 7,689 dengan nilai signifikansi 0,000< 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel persepsi kebermanfaatan, kemudahan penggunaan, kepuasan pengguna, keamanan dan kerahasiaan, dan kenyamanan berpengaruh bersama- sama terhadap penggunaan e-filing.

Besarnya kontribusi keempat variabel tersebut dalam mempengaruhi penggunaan e-filing sebesar 25,3%.Pengaruh dari keempat variabel bebas tersebut pada penelitian ini terlihat kecil terhadap penggunaan e-filing

2) Pengaruh Persepsi Kebermanfaatan Terhadap Penggunaan E-Filing

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel persepsi kebermanfaatan berpengaruh terhadap penggunaan e-filing, dapat dilihat dari hasil uji parsial variabel persepsi kebermanfaatan yaitu sebesar 0,035 <

0,05. Hal ini menunjukkan bahwa adanya manfaat yang dirasakan oleh Wajib Pajak dengan hadirnya layanan e-filing, wajib pajak yang dulunya harus pergi ke Kantor Pajak untuk melaporkan SPT sekarang dapat dilakukan dengan lebih mudah, cepat dan dapat dilakukan dimana saja.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kebermanfaatan yang diterima oleh pengguna e-filing maka akan mendorong orang tersebut untuk terus menggunakan e-filing. Sebaliknya, apabila semakin rendah kebermanfaatan yang diterima oleh pengguna e-filing maka orang tersebut tidak akan menggunakan e-filing.

Semakin tinggi kebermanfaatan dari e- filing maka akan dapat mengurangi ketidakpuasan yang ada dalam penggunaan e-filing. Dengan demikian kebermanfaatan suatu sistem harus

(13)

378 terus ditingkatkan oleh DJP karena hal tersebut akan meningkatkan penggunaane-filing.

Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian-penelitian sebelumnya. Noviandini (2012) menyatakan bahwa kebermanfaatan berpengaruh terhadap penggunaan e- filing.Desmayanti (2012) yang menyatakan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh terhadap intensitas perilaku dalam penggunaan e-filing.

3) Pengaruh Persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Penggunaan E- Filing

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel persepsi

kemudahan tidak berpengaruh terhadap penggunaan e-filing, dapat dilihat dari hasil uji parsial variabel persepsi kemudahan penggunaan terhadap penggunaan e-filing adalah sebesar 0,544 > 0,05. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan Wajib Pajak tentang bagaimana cara menggunakan atau mengoperasikan sistem e-filing tersebut, yang disebabkan belum terampilnya atau terbiasanya Wajib Pajak dan juga Wajib Pajak masih merasa bingung saat mengoperasikan sistem e-filing tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tjini (2012) menyatakan bahwa persepsi kemudahan tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan.

4) Pengaruh Persepsi Kepuasan Pengguna Terhadap Penggunaan E- Filing.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan pengguna berpengaruh terhadap penggunaan e-filing, dapat dilihat dari hasil uji parsial variabel kepuasan pengguna terhadap penggunaan e-filing adalah sebesar 0,020 < 0,05. Dapat diartikan bahwa semakin tinggi kepuasan Wajib Pajak

maka semakin tinggi pula tingkat penggunaan e-filing oleh Wajib Pajak.

Kepuasan tersebut timbul karena Wajib Pajak merasakan ada manfaat dalam menggunakan e-filing sehingga dapat dikatakan bahwa manfaat dapat menimbulkan kepuasan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan Noviandini (2012) yang menyatakan bahwa persepsi kepuasan pengguna berpengaruh terhadap penggunaan e- filing.

5) Pengaruh Keamanan dan Kerahasian Terhadap Penggunaan E-Filing

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keamanan dan kerahasiaan tidak

berpengaruh terhadap penggunaan e- filing. Berdasarkan hasil uji parsialvariabel keamanan dan kerahasiaaan terhadap penggunaan e- filing adalah sebesar 0,112 > 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara keamanan dan kerahasiaan terhadap penggunaan e- filing. Keamanan dan kerahasian ini diartikan bahwa wajibpajak memiliki persepsi dan kepercayaan bahwa e- filing mampu menjamin keamanan data mereka serta dapat menjamin kerahasiaannya, sehingga apabila mereka menggunakan e-filing untuk melaporkan pajaknya, data yang mereka berikan tidak bocor dan disalah gunakanoleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Pada penelitian ini keamanan dan kerahasiaan tidak berpengaruh terhadap penggunaan e-filing, hal ini dikarenakan persepsi seseorang mengenai keamanan dan kerahasiaan dari e-filing berbeda-beda, meskipun mayoritas sudah memiliki tingkat kepercayaan akan keamanan dan kerahasiaan e-filing, namun masih terdapat responden yang meragukan.

6) Pengaruh Kenyamanan Terhadap Penggunaan E-Filing

(14)

379 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kenyamanan tidak berpengaruh terhadap penggunaan e-filing.

Berdasarkan hasil uji parsialvariabel kenyamanan terhadap penggunaan e- filing adalah sebesar 0,310 > 0,05.

Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara kenyamanan terhadap penggunaan e-filing. Hal ini disebabkan karena koneksi internet yang kurang bagus, masih sering terjadi eror. Kurangnya sosialisasi dari Direktorat Jendral Pajak terkait penggunaan e-filing, yang menyebabkan masih banyaknya Wajib Pajak yang mengantri atau datangke Kantor Pajak karena Wajib Pajak merasa bahwa e-filing rumit untuk digunakan.

KESIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, maka kesimpulan dari penelitian adalah sebagai berikut ini.

1. Ada pengaruh persepsi kebermanfaatan, kemudahan penggunaan, kepuasan pengguna, keamanan dan kerahasiaan, dan kenyamanan secara simultan terhadap penggunaan e-filing di Klaten.

2. Ada pengaruh persepsi kebermanfaatan secara parsial terhadap penggunaan e-filing di Klaten.

3. Tidak ada pengaruh kemudahan penggunaan secara parsial terhadap penggunaan e-filing di Klaten.

4. Ada pengaruh kepuasan pengguna secara parsial terhadap penggunaan e-filing di Klaten.

5. Tidak ada pengaruh keamanan dan kerahasiaan secara parsial terhadap penggunaan e-filing di Klaten.

6. Tidak ada pengaruh kenyamanan secara parsial terhadap penggunaan e-filing di Klaten.

B. SARAN

Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut ini.

1. Bagi Direktorat Jendral Pajak disarankan agar dapat membuat fitur-fitur tahapan cara pelaporan menggunakan e-filing menjadi lebih sederhana lagi, sehingga dapat memudahkan Wajib Pajak Orang Pribadi untuk menggunakannya, karena masih banyak Wajib Pajak Orang Pribadi di KPPPratama Klaten yang menganggap bahwa e-filing rumit.

2. Bagi Direktorat Jendral Pajak disarankan agar dapat lebih mensosialisasikan e-filing dari segi manfaat dan kepuasan yang dirasakan oleh Wajib Pajak sehingga diharapkan dapat meningkatkan penggunaan e- filing.

3. Bagi Peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lainnya.

Hal ini dilakukan agar dapat mengetahui variabel lain yang mempengaruhi penggunaan e- filing secara tepat dan sesuai.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul, Rahman. 2010. Panduan Pelaksanaan Administrasi Perpajakan Untuk Karyawan, Pelaku Bisnis dan Perusahaan.

Bandung. Nuansa.

(15)

380 Desmayanti, Esy. 2012. Faktor-faktor

Yang Mempengaruhi Penggunaan Fasilitas E-Filing oleh Wajib Pajak Sebagai Penyampaian SPT Masa Secara Online dan Realtime.

Skripsi. Semarang Universitas Diponegoro, Semarang.

Direktorat Jenderal Pajak. 2004.

Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-

88/PJ/2004 tentang Penyampaian Surat Pemberitahuan secara

Elektronik, Jakarta.

http://www.ortax.org/ortax/?mod=

aturan&page=show&id=7113.

Diakses tanggal 27 Desember 2016.

Direktorat Jenderal Pajak. 2008. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor47/PJ/2008 tentang Tata Cara Penyampaian Surat

Pemberitahuan Dan Penyampaian Pemberitahuan Perpanjangan Surat Pemberitahuan Tahunan Secara Elektronik (E-Filing) Melalui Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (Asp).

http://www.ortax.org/ortax/?mod=

aturan&page=show&id=13534.

Diakses tanggal 27 Desember 2016.

Direktorat Jenderal Pajak. 2013. Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 39/PJ/2011 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang Menggunakan Formulir 1770S atau 1770SS secara e-Filing melalui Website Direktorat Jenderal Pajak.

http://www.ortax.org/ortax/?mod=

aturan&page=show&id=14894.

Diakses tanggal 24 Desember 2016

Djarwanto, PS. 1993. Statistik Induktif.

Edisi 4. Yogyakarta: BPFE.

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang

Herlan Suherlan&Yono Budhiono. 2013.

Psikologi Pelayanan. Bandung.

Penerbit Media Perubahan

Husein, Umar. 2011. Metode Riset Bisnis.

Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Istifah. 2013. Efektivitas Sistem Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh Melalui e-Filing di Kantor Wilayah Direktorat Jendral Pajak Jawa Tengah II. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Widya Dharma Klaten.

Istining Dyah Sayekti, Dwi. 2012. Analisis Perubahan Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Sebelum dan Sesudah Pemberlakuan E-Filing (Studi Kasus Pada KPP Pratama Kediri).

Skripsi.Fakultas Ekonomi.

Universitas Negeri Malang

Kirana, Gita Gowinda. 2010. Analisis Perilaku Penerimaan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan E-Filing.

Skripsi. Universitas Diponegoro, Semarang.

Mujiyati dan Aris, M. Abdul. 2013.

“Perpajakan Kontemporer”.

Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Novarina, Ayu Ika. 2005. Implementasi Electronic Filing System (E-Filing) dalam Praktik Penyampaian Surat Pemberitahuan di Indonesia. Tesis.

Magister Kenotariatan, Universitas Diponegoro, Semarang.

(16)

381 Noviandini, Nurul Citra. 2012. Pengaruh

Persepsi Kebermanfaatan, Persepsi Kemudahan Penggunaan, dan Kepuasan Wajib Pajak Terhadap Penggunaan E-filing Bagi Wajib Pajak di Yogyakarta. Skripsi.

Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Poon, W. C. 2008. User’adoption of e- banking services. Journal of Business & Industrial Marketing.

Vol.23, No.1, hal.59-69. The Malaysian Perspectivel.

Rahayu, Anita. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Perilaku Wajib Pajak dalam Menggunakan E-Filing Sebagai Sarana Pelaporan Pajak Wajib Pajak Orang Pribadi di Kediri. Jurnal Akuntansi dan Ekonomi Bisnis, Vol.5, No.1, hal 23.

Salim, Emil. 2013. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Fasilitas E-filling Oleh Wajib Pajak Sebagai Sarana Penyampaian Spt Masa Secara Online dan Realtime (Studi Empiris Pada Wajib Pajak Badan di KPP Madya Jakarta Pusat). Universitas Bung Hatta.

Sumatera Barat.

Sugiyono. 2003. Statistik Untuk Penelitian. Bandung. Alfabeta.

. 2012. Metode Penelitian Bisnis.

Bandung. Alfabeta.

. 2014. Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung. Alfabeta.

Tjini, Sartika Sari Ayu dan Zaki Baridwan.

2012, Pengaruh Kepercayaan, Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, dan Persepsi Kenyamanan Terhadap Minat Penggunaan Sistem Internet Banking. Jurnal, Universitas Brawijaya, Malang.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2009, Tentang

“Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan”.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2007, Tentang Perubahan “Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan”.

Wahyuni, Resky. 2015. Pengaruh Persepsi Kegunaan, Kemudahan, Keamanan dan Kerahasiaan, dan Kecepatan Terhadap Intensitas Perilaku dalam Penggunaan E-Filing (Studi pada

Wajib Pajak Orang Pribadi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekanbaru Senapelan). Jurnal FEKOM. Vol. 2 (Oktober). No. 2:

1-2

Waluyo. 2013. Perpajakan Indonesia.

Edisi 11.Jakarta. Salemba Empat.

Wibisono, Lisa Tamara dan Agus Arianto.

T. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Wajib Pajak Dalam Penggunaan e-Filing di Surabaya.

TAX & ACCOUNTING REVIEW, VOL. 4, NO.1, 2014.Universitas Kristen Perta

(17)

382

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian adalah untuk mengukur laju dekomposisi serasah daun Rhizophora mucronata pada berbagai tingkat salinitas serta untuk menentukkan kandungan unsur karbon (C),

Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H 0 ditolak, yang berarti bahwa Citra Merk,

Dari hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 47,802 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 &lt; 0,05, yang menunjukkan bahwa variabel Return On Asset (ROA)

PUTRA TIDAR PERKASA adalah perusahaan pelayanan yang bergerak dalam bidang Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), Pusat Pelatihan dan Pendidikan Satpam,

Dalam rangka memeriahkan HUT Paroki SanMaRe yang ke-3, akan diadakan bazar pada hari Minggu, 25 Agustus 2013, bazar terbuka bagi seluruh umat. Bagi yang berminat membuka

Salah satu model pembelajaran yang diduga dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik adalah model pembelajaran berbasis proyek atau.. biasa dikenal dengan

Kematian ibu ini terkait dengan ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan K4 yaitu angka kunjungan ke 4 ibu hamil yang mana pencapaiannya di puskesmas Aek Kota Batu

Non Aplicable Sampai dengan saat pelaksanaan verifikasi, PT Karya Kayu Atos belum melakukan kegiatan penerimaan bahan baku dan