Email : [email protected]
1
PENGGUNAAN PEMANFAATAN QUALITY OF SERVICE (QOS) PADA MEMANAJEMEN TRAFFIC NETWORK HOTSPOT
LABORATORIUM PTI FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
Rikaro Ramadi1*), Mia Hariyani2), Yasin Efendi3)
1,2,3,4,5)Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. K.H. Ahmad
Dahlan, Cireundeu, Kec. Ciputat Tim., Kota Tangerang Selatan, Banten 15419 [email protected]
Abstrak
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada saat ini sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi komputer yang terus meningkat dalam waktu singkat. Integrasi yang dimiliki antar komponennya komputer terhubung dengan jaringan akan mampu menyediakan fungsi dan fitur berkualitas, handal, cepat dan aman sesuai dengan sistem yang dibutuhkan. Seiring dengan adanya trend penggunaan teknologi jaringan yang tetap memperhatikan aspek strategis dan ekonomis bagi pengguna, sistem terkomputerisasi terhubung jaringan kini ada kecenderungan untuk berkembang menjadi sistem yang menghemat sumber daya dengan mengurangi penggunaan perangkat keras, Kurniawan,Wiharsono, Andi 2007. Oleh karena itu sangat diperlukan perhatian untuk mengantisipasi hal ini dengan mempelajari aspek berkenaan dengan jaringan menggunakan sebagai standar prosedur dan metode yang memungkinkan realisasi konsep QoS.
Kata kunci: QoS, Limitasi
PENDAHULUAN
Pada saat ini jaringan komputer merupakan sebuah sistem yang tidak bisa di lepaskan oleh sebuah teknologi yang berkembang pada era komunaikasi dan informasi. Kini perkembangan di bidang teknologi jaringan komputer sudah semakin maju seperti pada saat ini banyak dikembangkan jaringan berkecepatan tinggi pada gigabit ethernet, fiber optic, wireless dan masih banyak lagi.
Seiring dengan adanya trend penggunaan teknologi jaringan yang tetap memperhatikan aspek strategis dan ekonomis bagi pengguna teknolohi
komunikasi dan informasi. Dalam melakukan sebuah penelitian ini bagaimana mengukur interferensi pada sebuah jaringan wireless dengan dilakukan percobaan Quality of Service (Qos) agar tidak meluas dan mendapatkan hasil yang optimal.
Jaringan komputer merupakan penggabungan teknologi computer dan komunikasi yang merupakan sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah- pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. (Tanenbaum, 2003). Tujuan dari jaringan computer adalah: 1. Membagi fungsi sumber daya
2
seperti berbagi pemakaian printer, CPU, RAM, harddisk 2. Komunikasi: contohnya email, instant messaging, chatting. 3. Akses informasi: contohnya web browsing. Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan computer meminta dan memberikan layanan (service).
Protokol adalah suatu kumpulan dari aturan- aturan yang berhubungan dengan komunikasi data antara alat-alat komunikasi supaya komunikasi data dapat dilakukan dengan benar. Protokol biasanya berbentuk sebuah software yang mengatur komunikasi data tersebut (Hartono, 2000). Quality of Service (QoS) atau QoS adalah teknologi yang memungkinkan hasil kolektif dari berbagai kriteria performansi yang menentukan tingkat kepuasan penggunaan suatu layanan. Umumnya QoS dikaji dalam kerangka pengoptimalan kapasitas network untuk berbagai jenis layanan, tanpa terus menambah dimensi jaringan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan pemanfaatan dari pengoprasian laboratorium PTI Universitas Muhammadiyah Jakarta. Beberapa tahapan yang dilakukan menggunakan metode metode yang digunakan peneliti dalam penulisan penelitian dibagi menjadi dua, yaitu metode pengumpulan data dan metode pengembangan sistem. Berikut penjelasan kedua metode tersebut:
Metode Pengumpulan Data
Merupakan metode yang digunakan penulis dalam melakukan analisis data dan menjadikannya informasi yang akan digunakan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi.
a. Studi Lapangan
Metode pengumpulan data dengan melakukan pengamatan atau datang langsung ke lokasi tempat penelitian.
b. Studi Literatur
Metode pengumpulan data melalui perbandingan hasil karya tulis dengan menggunakan tema yang sama, namun berbeda maksud dan tujuan.
Metode Pengembangan Sistem
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Operational of Construct yaitu berupa Design Framework Methodology.
No Indikator OutPut dari teori Kebijakan Publik Kegiatan Output 1 Penyusunan system
2 Pengurusan Izin ke FIP
3 Pengurusan Izin Laboratorium PTI 4 Tim Ahli sebagai uji
5 Pengumpulan Data Wawancara, Observasi dan Dokumentasi
6 Analisis Data
7 Kesimpulan dan Saran 8 Penyusunan Dokumen 9 PenyusunanDokumentasi 10 Laporan Kemajuan
11 Hasil Capaian Hasil Penelitian 12 Laporan Akhir
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Topologi Pada Jaringan ELC
Berikut adalah rancangan topologi Jaringan Lab PTI dengan menggunakan 1 Router Mikrotik sebagai pembagi aksess dari jaringan internet yang digunakan laboratorium PTI dan switch sebagai pemberi akses ke setiap host (komputer) ataupun access point yang di gunakan untuk mentransmiter frekuensi
3
jaringan dari router mikrotik ELC.
Gambar 1. Topologi Jaringan Laboratorium PTI menggunakan Mikrotik
Keterangan :
• Semua Client Wireless hanya terhubung pada wireless access point yang diberi SSID Laboratorium PTI
• Setiap Client dari akses wireless terhubung langsung kepada Router Mikrotik
Pada Client laboratorium PTI yang menggunakan jaringan kabel, dapat langsung ke router mikrotik sebagai gateway.
2. Konfigurasi Topologi
Pada pengkonfigurasian seluruh perangkat jaringan di buat dengan Ip statis dan dalam 1 network id , ini dikarenakan Access Point hanya bekerja jika konfigurasi IP di setting sama, jika berbeda network maka antara Router dengan access point tidak akan bisa saling berkomunikasi. Berikut adalah tabel pengalamatan IP (Internet Protocol) pada topologi Lab PTI.
Tabel 1. Konfigurasi IP pada semua devices
Peran gkat
Alamat IP
Netmask Gatewa y Router
Mikrot ik
172.27.1 8.254
255.255.
255.0
172.27.
18.1
Access Point
172.27.1 8.253
255.255.
252.0
172.27.
18.1 Komp
uter 1
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 Komp
uter 2
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 Komp
uter 3
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 Komp
uter 4
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 Komp
uter 5
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 User
1
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 User
2
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 User
3
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 User
4
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 User
5
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1 User
6
DHCP 255.255.
252.0
172.27.
18.1
3. Implementasi Simulasi
Rancangan yang telah dibentuk pada tahap Topologi akan disimulasikan dan terlihat QoS yang akan didapatkan.
Tahap ini dimaksudkan untuk menganalisis QoS berdasarkan peningkatan beban trafik pada jaringan tersebut.
4. Software Pendukung
Software yang akan digunakan antara lain adalah
• Winbox
• Speedtest Bandwidth
a. Winbox
Winbox adalah utility untuk melakukan remote GUI ke Router Mikrotik melalui operating system windows. berikut tampilan dari
4
winbox. Semua fungsi antarmuka Winbox sedekat mungkin dengan fungsi Console: semua fungsi Winbox persis dalam hierarki yang sama di Terminal Konsol dan sebaliknya (kecuali fungsi-fungsi yang tidak diimplementasikan dalam Winbox).
Gambar 2. Menu login Winbox
Setelah login ke router Anda dapat bekerja dengan router MikroTik konfigurasi melalui Winbox konsol dan melakukan tugas yang sama dengan menggunakan konsol biasa.
sebuah utility yang digunakan untuk melakukan remote ke server mikrotik dalam mode GUI (Graphical User Interface).
1) Konfigurasi IP
Dimana pada tahapan ini identitas IP menjadi penting untuk melakukan proses pengaksesan jaringan dari akses internet ke jaringan lokal
Gambar 3. Konfigurasi Ip Wan dari lokal akses internet Universitas
Muhammadiyah Jakarta
Gambar 4. Konfigurasi IP Hotspot Laboratorium PTI
2) Konfigurasi Hotspot
Dalam konfigurasi ini mikrotik sebagai gatwaynya hotspot dan dapat memonitoring aktivitas pembagian bandwidth pada user.
Gambar 5. Konfigurasi Hotspot dengan winbox
Pada tahap ini pembuatan hotspot menggunakan ip 2.2.2.2 sebagai gateway dan elcmath.net sebagai dns nya.
3) Konfigurasi file pembuatan profile pembagian bandwidth di router mikrotik
Gambar 6. Pembagian
5
Profile Bandwidth
Pada tahap pembuatan profile bandwidth dapat diperoleh bahwa pembagian bandwidth dapat menggurangi aktivitas pemakaian bandwidth secara berlebihan, dan dapat di managemen sesuai yang di butuhkan oleh user.
b. Bandwitchpro
Bandwidthpro adalah adalah software monitoring yang digunakan untuk memantau penggunaan bandwidh internet, serta menghitung lalu lintas internet dalam tampilan grafis, sehingga dapat dilihat perhitungan terpisah antara bandwidth masuk dan keluar lalu lintas internet.
Selain itu, Bandwidthpro dapat digunakan sebagai akuntan atau penghitung paket, dan anda dapat mengetahui dari mana dan ke mana anda, apakah dari port atau dari protokol. Hasil dari semua perhitungan dapat ditampilkan dalam bentuk grafik dan dalam bentuk catatan digital konvensional .software ini menampilkan berapa data upload dan download yang di hasilkan secara realtime.software ini kompatible dengan modem, ISDN, DSL, ADSL dan banyak lagi. lalu pembacaan dari kecepatan yang di hasilkan Kilobyte per detik KB/S.
5. Hasil perhitungan pembagian Bandwith
Dari percobaan penggunaan Bandwith yang diperoleh untuk mengoptimalkan akses layanan internet di laboratorium PTI dapat diperoleh bahwa jika setiap user (mahasiswa) diberikan jatah bandwidth sebesar 2 MB maka kategori diuraikan sebagai berikut:
Perhitungan Penggunaan bandwidth yang telah di batasi :
Gambar 7. Hasil testing bandwidth
menggunakan Bandwidthpro
Penyelesaian:
2 Mbps = 2.000.000 bps 2.000.000 : 8 = 250.000 bps
= 250 kbps (ditukar ke dalam kilo)
Penjelasan tentang pengoptimalan waktu pengunduhan, bahwa :
15 x 1024 = 15360 KB 15360 : 250 = 61.44 KB
= 61 KB (pembulatan) 61 : 60 = 1.01 menit
= 1 menit 0 detik 1 millidetik Definisi:
• Darimana asal angka 8. Karena 1 byte = 8 bit (perhitungan binary digit) bilangan biner
• Darimana angka 1024 Karena, 1 KiloByte = 1024 Bytes
• Darimana angka 60 Karena 1 jam 60 menit, dan 1 menit 60 detik sehingga dibagi ke angka 60.
Pada Windows 7 yang telah diatur dalam queue sebelumnya, buka browser kemudian akses website untuk test kecepatan pada PC (contohnya speedtest.net). Mula-mula kecepatan yang dimiliki oleh Windows ini adalah sebagai berikut :
6
Gambar 7. Kecepatan bandwith sebelum diuji
Selanjutnya setelah mengkonfigurasi QoS, tepatnya Simple Queue maka hasilnya akan menjadi :
Gambar 8. Kecepatan bandwith setelah diuji
Maka pengiriman paket akan sesuai dengan batasan yang telah diberikan sebelumnya dalam Winbox.
SIMPULAN
Simpulan yang diperoleh pada penggunaan pemanfaatan Quality Of Service (QoS) pada memanajemen traffic network hotspot Laboratorium PTI Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta menunjukkan tingkat perbandingan kecepatan bandwith yang terjadi sebelum dan sesudah penelitian dengan kecepatan PING 2 ms, Download 9,49 Mbps, Upload 1,93 Mbps menjadi PING 5 ms, Download 0,45 Mbps, Upload 0,51 Mbps.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terimakasih penulis sampaikan kepada segenap civitas akademika Fakultas Ilmu
Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang sudah mengizinkan riset ini bisa dikerjakan serta kepada pihak-pihak yang sudah membantu aplikasi ini bisa berjalan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Kurniawan, Wiharsono. 2007. Jaringan Komputer. Yogyakarta : ANDI.
Kristanto Andri. 2007 Jaringan Komputer.
Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
Lukas Jonathan. 2006 Jaringan Kmputer, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Melwin Syafrizal. 2005. Pengantar Jaringan computer,. Yogyakarta, Yogyakarta : ANDI.
Madcoms. 2009. Madcoms Panduan Lengkap Microsoft Windows Server.
Yogyakarta : ANDI.
Mansfield. 2014 Nall, Practical Tcp/Ip Mendesain, Menggunakan, dan Troubleshooting Jaringan, Yogyakarta : ANDI.
Mulyanta Edi S. 2005. Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer.
Yogyakarta : ANDI.
Pressman, S, Roger. 2012. Presman, Software Engineering: A Practitioner’s Approach, 7th ed. Dialih bahasakan oleh Adi Nugroho, J, Leopold Nikijuluw George dan et.al.
Yogyakarta: Andi.
Purwo Onno W. 2005. Internet Wireless Dan Wireless. Jakarta : Elex Media Komputindo.
Rafudin Rahmat. 2006 Ip Routing dan Firewall dalam Linux. Yogyakarta : Penerbit Andi.
7
Sofana, Iwan. 2009 Pengantar Jaringan Komputer & Cisco CCNA. Bandung : Modula
Sofana, Iwan. 2011 Teori dan Modul Praktikum Jaringan Komputer.
Bandung : Modula
Sofana, Iwan. 2012 CISCO CCNA &
Jaringan Komputer. Bandung:
Informatika
Sopandi Dede. 2008 Instalasi dan konfigurasi jaringan computer.
Bandung: Informatika.
Stallings William. 2003 Crytography and Network Security:Principles and Practice. Prentice-Hall Inc.
Syafrizal Melwin. 2005. Pengantar Jaringan Komputer. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Wibowo. 2006 Esther , Konsep & Aplikasi Pemerograman Client Server dan Sistem Terdistribusi. Yogyakarta : ANDI.