• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Domestik Regional Bruto (PDRB) di provinsi Jawa Timur tahun

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Domestik Regional Bruto (PDRB) di provinsi Jawa Timur tahun"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

34

Penelitian ini mengenai analisis pengaruh infrastruktur terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di provinsi Jawa Timur tahun 2008-2013..

Lokasi pengambilan data secara langsung dari Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jawa Timur.

B. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu metode analisa data dengan menggunakan data dalam bentuk angka-angka atau nilai dari bentuk data kemudian dianalisa dengan menambahkan keterangan berupa kalimat- kalimat untuk menerangkan data kuantitatif.

C. Jenis dan Sumber Data Penelitian

Dalam sebuah penelitian tentunya diperlukan data yang mendukung proses analisa, yang akan dijabarkan dalam hasil penelitian serta tujuan penelitian ini dilakukan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Jawa Timur, Data dalam penelitian ini adalah data panel dari tahun 2008-2013, data tersebut yaitu PDRB, infrastruktur air, infrastruktur jalan, infrastruktur listrik selama 6 tahun yaitu tahun 2008-2013.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik dokumentasi adalah teknik untuk memperoleh data dengan cara mengumpulkan, mempelajari, dan mengolah data dari sumber – sumber instansi

(2)

terkait yaitu, skripsi dan mempelajari dari buku-buku pustaka yang mendukung proses penelitian ini. Sumber Data di peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).

E. Definisi Oprasional dan Pengukuran Penelitian

Perlu adanya definisi oprasional untuk memperjelas dan memudahkan dalam memahami penggunaan variabel-variabel yang akan dianalisia dalam penelitian ini. Definisi oprasional masing-masing variabel sebagai berikut:

1. PDRB (Y), merupakan salah satu indikator keberhasilan. Untuk melihat kondisi ekonomi suatu negara dapat terlihat dari angka PDB, dan untuk daerah dapat dilihat dari angka PDRB. PDRB dalam penelitian ini menggunakan PDRB atas harga konstan di masing-masing Kabupaten atau Kota di Jawa Timur dengan satuan miliyar rupiah.

2. Infrastruktur Air(X1) menggunakan data jumlah air yang disalurkan dengan satuan m kubik perkabupaten/kota di jawa timur

3. Infrastruktur Listrik(X2), menggunakan data jumlah penjualan listrik perkabupaten/kota di jawa timur dengan satuan KWH.

4. Infrastruktur Jalan (X3), menurut kondisi fisik jalan terbagi menjadi kondisi baik, sedang, rusak berat. Dalam penelitian ini hanya menggunakan data panjang jalan dalam kondisi baik dan sedang perkabupaten/kota dengan satuan KM , karena jalan kondisi rusak dan rusak berat hanya memiliki sedikit nilai ekonomisnya.

F. Metode Analisis

Suatu analisis yang biasa dipakai dalam ekonometrika adalah analisis regresi yang pada dasarnya adalah studi atas ketergantungan suatu peubah yaitu

(3)

peubah terikat pada peubah lainnya yang disebut peubah bebas, dengan tujuan untuk mengestimasi dan meramalkan nilai populasi berdasarkan nilai tertentu dari peubah yang diketahui.

1. Model Regresi Data Panel

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Data panel adalah data yang diperoleh dengan menggabungkan antara cross section dan data time series. Data cross section dalam peneltian ini adalah data dari 38 provinsi yang ada di Jawa Timur, sedangkan data time series dalam penelitian ini adalah data tahun 2008 sampai dengan tahun 2013. Data tersebut diperoleh dari berbagai sumber antara lain Badan Pusat Statistik (BPS).

Gujarati (2007) menyatakan bahwa terdapat beberapa keuntungan dalam penggunaan data panel yaitu :

a. Dengan mengkombinasikan time series dan cross section, data panel memberikan data yang lebih informatif, lebih variatif, dan mengurangi kolinearitas antar variabel, derajat kebebasan yang lebih banyak dan efisiensi yang lebih besar.

b. Dengan mempelajari bentuk cross section berulang – ulang dari observasi, data panel lebih baik untuk mempelajari dinamika perubahan.

c. Data panel dapat berinteraksi lebih baik dan mengukur efek – efek yang tidak dapat diobservasi dalam cross section murni maupun data time series murni.

d. Data panel memungkinkan kita untuk mempelajari model perilaku yang lebih rumit.

(4)

e. Dengan membuat data tersedia dalam jumlah lebih banyak, data panel dapat meminimumkan bias yang dapat terjadi bila kita mengagregatkan individu ke dalam agregat yang luas.

f. Secara garis besar data panel dapat memperkaya analisis empiris dengan berbagai cara yang mungkin tidak terjadi jika hanya menggunakan cross sectionatau time series.

g. Data panel tidak membutuhkan uji ekenometri. Uji ekonometri dilakukan untuk mengetahui apakah spesifikasi model yang digunakan sudah memenuhi asumsi klasik atau tidak.

Adakalanya dalam penilitian empiris kita dihadapkan pada beberapa pilihan model untuk menunjukkan pola hubungan yang mungkin berlaku di antara variabel terikat dengan variabel penjelas. Jika alternatif yang tersedia bukanlah subset satu dengan lainnya, misalnya mereka merupakan bentuk fungsional berbeda atau terdapat variabel yang berbeda, maka model-model itu disebut non-nested. Model yang biasa digunakan terdapat dua jenis yaitu:

a. model linier (𝑌 = 𝛽0+ 𝛽1𝑋1+ 𝛽2𝑋2+ 𝑒)

b. model semi log (𝑌 = 𝛽0+ 𝛽1𝐿𝑜𝑔(𝑋1) + 𝛽2𝐿𝑜𝑔(𝑋2) + 𝑒).

Ada tiga teknik yang bisa digunakan dalam regresi data panel yaitu teknik OLS (Common Effect), Fixed Effect dan Random Effect. Untuk menentukan teknik yang paling tepat untuk mengestimasi regresi data panel, harus melalui tiga uji yaitu uji F, uji LM, dan uji Hausman.

Menurut Gujarati (2013) teknik yang digunakan dalam data panel:

1) Regresi OLS Polled atau Model Koefisien Konstan

(5)

Cukup dengan menumpuk data dari 38 observasi dalam penelitian ini dan mengestimasi sebuah regresi “besar” tanpa mempedulikan sifat cross- section dan time-series pada data.

Y = β0+β1X1+β2X2+β3X3+β4X4+e Dimana :

Y = PDRB β0= Konstanta

β1= Koefisien regresi dari X1 β2= Koefisien regresi dari X2 β3= Koefisien regresi dari X3 β4= Koefisien regresi dari X4 X1= Air

X2= Listrik X3= Jalan 𝑒= Error Term

2) Model Fixed Effect Least Square Dummy Variable (LSDV)

Dalam hal ini, kita tumpuk 38 observasi, tetapi dengan memberi setiap unit cross-section sebuah variabel (intersep) dummy.

𝐼𝑛𝑦𝑖𝑡 = 𝛼0 + 𝛼1𝐴𝑖𝑟𝑖𝑡 + 𝛼2𝐿𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑘𝑖𝑡 + 𝛼3𝐽𝑎𝑙𝑎𝑛𝑖𝑡 + 𝛾1𝐷1 + 𝛾2𝐷2 + 𝛾3𝐷3 + 𝛾4𝐷4 + 𝛾4𝐷4 + 𝛾5𝐷5+ 𝛾6𝐷6 + 𝛾7𝐷7 + 𝛾8𝐷8 + 𝛾9𝐷9+ 𝛾10𝐷10 + 𝛾11𝐷11 + 𝛾12𝐷12 + 𝛾13𝐷13+ 𝛾14𝐷14 + 𝛾15𝐷15 +𝛾16𝐷16 + 𝛾17𝐷17 + 𝛾18𝐷19 + 𝛾19𝐷19 + 𝛾20𝐷20+ 𝛾21𝐷21 + 𝛾22𝐷22 + 𝛾23𝐷23 + 𝛾24𝐷24 + 𝛾25𝐷25 + 𝛾26𝐷26 + 𝛾27𝐷27 + 𝛾28𝐷28 + 𝛾29𝐷29 + 𝛾30𝐷30 + 𝛾31𝐷31 + 𝛾32𝐷32+ 𝛾33𝐷33

(6)

+ 𝛾34𝐷34 + 𝛾35𝐷35 + 𝛾36𝐷36 + 𝛾37𝐷38+ 𝑢𝑖𝑡

Dimana:

Y = in PDRB atas harga konstan Air = in air (m3)

Listrik = in listrik (mwh) Jalan = in jalan (km)

𝐷1 = Dummy Kabupaten Pacitan 𝐷2 = Dummy Kabupaten Ponorogo 𝐷3 = Dummy Kabupaten Trenggalek 𝐷4 = Dummy Kabupaten Tulungagung 𝐷5 = Dummy Kabupaten Blitar

𝐷6 = Dummy Kabupaten Kediri 𝐷7 = Dummy Kabupaten Malang 𝐷8 = Dummy Kabupaten Lumajang 𝐷9 = Dummy Kabupaten Jember 𝐷10 = Dummy Kabupaten Banyuwangi 𝐷11 = Dummy Kabupaten Bondowoso 𝐷12 = Dummy Kabupaten Situbondo 𝐷13 = Dummy Kabupaten Probolinggo 𝐷14 = Dummy Kabupaten Pasuruan 𝐷15 = Dummy Kabupaten Sidoarjo 𝐷16 = Dummy Kabupaten Mojokerto 𝐷17 = Dummy Kabupaten Jombang

(7)

𝐷18 = Dummy Kabupaten Nganjuk 𝐷19 = Dummy Kabupaten Madiun 𝐷21 = Dummy Kabupaten Magetang 𝐷22 = Dummy Kabupaten Ngawi 𝐷23 = Dummy Kabupaten Bojonegoro 𝐷24 = Dummy Kabupaten Tuban 𝐷24 = Dummy Kabupaten Lamongan 𝐷25 = Dummy Kabupaten Gersik 𝐷26 = Dummy Kabupaten Bangkalan 𝐷27 = Dummy Kabupaten Sampang 𝐷28 = Dummy Kabupaten Pamekasan 𝐷29 = Dummy Kabupaten Sumenep 𝐷30 = Dummy Kota Kediri

𝐷31 = Dummy Kota Blitar 𝐷32 = Dummy Kota Malang 𝐷33 = Dummy Kota Probolinggo 𝐷33 = Dummy Kota Pasuruan 𝐷35 = Dummy Kota Mojokerto 𝐷36 = Dummy Kota Madiun 𝐷37 = Dummy Kota Surabaya 𝐷38 = Dummy Kota Batu

3). Model Random Effect (REM)

Tidak seperti model LSDV, di mana kita memberi setiap maskapai

(8)

sebuah nilai intersep (tetap), disini kita mengasumsikan bahwa nilai intersep adalah sebuah nilai acak dari populasi kabupaten yang lebih besar.

𝑌𝑖𝑡 = 𝛽1𝑋1𝑖𝑡+ 𝛽2𝑋2𝑖𝑡+ 𝛽3𝑋3𝑖𝑡+ 𝑤𝑖𝑡 Dimana: 𝑤𝑖𝑡 = 𝜀𝑖+ 𝑢𝑖𝑡

𝜀𝑖𝑡yaitu komponen eror yang cross section atau spesifik individual.

𝑢𝑖𝑡yaitu komponen eror gabungan time series dan cross section. Dan terkadang disebut bentuk khas individu (idiosyncratic term) karena berbeda antara cross section (yaitu subjek) dan time series.

2. Uji Regresi Data Panel

Ada tiga uji yang digunakan untuk menetukan teknik yang paling tepat untuk mengestimasi regresi data panel. Tiga uji tersebut yaitu uji statistik F, uji Lagrange Multiplier (LM) dan uji Hausman.

a. Uji Statistik F

Untuk mengetahui signifikan teknik Fixed Effect akan diuji menggunakan uji statistik F. Kegunaan uji statistik F yaitu untuk memilih antara metode OLS (Common Effect) tanpa variabel dummy atau metode Fixed Effect.

Uji statistik digunakan untuk mengetahui apakah teknik regressi data panel dengan Fixed Effect lebih baik dari model regresi data panel tanpa variabel dummy (Common Effect) dengan melihat Residual Sum of Squares (RSS). Adapun rumus yang digunakan untuk uji F statistik yaitu sebagai berikut :

(9)

F =(RSS1− RSS2)/m (RSS2)/(n − k) Keterangan :

𝑅𝑆𝑆1 = Residual Sum of Squares, teknik tanpa variabel dummy (Common Effect)

𝑅𝑆𝑆2 = Residual Sum of Squares, teknik dengan variabel dummy (Fixed Effect)

m = Jumlah Kabupaten – 1 n = jumlah observasi

k = jumlah variabel bebas yang digunakan Hipotesis :

Ho = OLS tanpa variabel dummy (Common Effect) Ha = Fixed Effect

Ketentuan :

1) Apabila F hitung ≥ F tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti bahwa model Fixed Effect merupakan model yang tepat.

2) Apabila F hitung ≤ F tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti bahwa model OLS tanpa variabel dummy (Common Effect) merupakan model yang tepat.

b. Uji Hausman

Dari hasil uji signifikan dua teknik diatas, diperoleh hasil bahwa teknik yang paling tepat yaitu Fixed Effect dan Random Effect. Untuk memilih antara teknik Fixed Effect atau Random Effect maka akan diuji kembali dengan uji Hausman. Kegunaan uji Hausman yaitu untuk memilih

(10)

antara Fixed Effect atau Random effect.

Uji Hausman digunakan apabila metode Fixed Effect dan Random Effect lebih baik dari metode OLS (Common Effect).

1. HipotesisUji Hausman adalah sebagai berikut : H0 : Model Random Effect

H1 : Model Fixed Effect

Apabila Uji Hausman signifikan (Probabilitas < α) terhadap alpha maka Hipotesis Uji Hausmanadalah menolak H0 dan menerima H1 artinya model yang dipakai adalah model fixed effect.

c. Uji Lagrange Multiplier (LM)

Untuk mengetahui signifikan teknik Random Effect akan diiuji menggunakan uji Lagrange Multiplier (LM). Uji Lagrange Multiplier (LM) digunakan untuk memilih antara OLS (Common Effect) tanpa variabel dummy atau Random Effect. Uji signifikansi Random Effect ini dikembangkan oleh Bruesch-pagan.

Uji LM digunakan untuk mengetahui apakah model Random Effect lebih baik dari metode OLS (Common Effect). Nilai statistik LM dihitung berdasarkan formula sebagai berikut :

𝐿M = nT

2(T − 1)[∑ [∑ni=1 Tt=1eit]

ni=1Tt=1eit2 − 1]

2

= 2(T−1)nT [ni=1(Te̅ie)2

it2 Tt=1

ni=1 − 1]

Keterangan :

n = Jumlah Individu

(11)

T = Jumlah Periode Waktu e = Residual metode OLS

Hipotesis untuk pengujian ini yaitu :

Ho = OLS tanpa variabel dummy (Common Effect )

H1 = Random Effect

Ketentuan :

1) ApabilA LM hitung ≥ tabel chi square, maka Ho ditolak dan H1 diterima, berarti bahwa model Random Effect merupakan model yang tepat.

2) Apabila LM hitung ≤ Tabel chi square, maka Ho diterima dan H1 ditolak, berarti bahwa model OLS tanpa variabel dummy (Common Effect) merupakan model yang tepat.

2. Pengujian Dengan Uji Statistik

Uji statistik dilakukan dengan dua pendekatan:

a. Uji parsial (parsial test)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (Mudrajad, 2009).

Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi) sama dengan nol, atau:

Ho: bi = 0

Artinya, apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (H1),

(12)

parameter suatu variabel tidak sama dengan nol, atau:

Ha: bi ≠ 0

Artinya, variabel tersebut merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

Keputusan Uji:

1) 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka HO ditolak dan 𝐻𝑎diterima.

Artinya variasi variabel independen dapat menerangkan variabel dependen dan terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji, dengan kata lain kita menerima hipotesis yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.

2) 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≤ 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka H0 diterima dan 𝐻𝑎ditolak.

Artinya variasi variabel independen tidak dapat menerangkan variabel dependen dan tidak terdapat pengaruh diantara kedua variabel yang diuji, dengan kata lain kita menerima hipotesis yang menyatakan bahwa suatu variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel depnden.Uji Serentak (Overall test)

Uji yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh secara bersama- sama variabel bebas terhadap variabel terikat, uji ini dapat dilakukan untuk menguji kecocoan model (goodness of fit).

Kaedah kecocokan uji sebgai berikut (Mudrajad, 2009):

Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah semua

(13)

parameter dalam model dama dengan nol, atau:

Ho :𝑏1 = 𝑏2 =...=𝑏𝑘=0

artinya apakah semua variabel independen bukan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatifnya (𝐻𝑎) tidak semua parameter secara simultan sama dengan nol, atau:

𝐻𝑎: 𝑏1 ≠ 𝑏2 ≠. . . ≠ 𝑏𝑘≠ 0

artinya apakah semua variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen.

Untuk menguji kedua hipotesis ini digunakan statistik F. nilai statistik F dihitung dari formula sebagai berikut:

𝐹 = (1−𝑅2𝑅)/(𝑛−𝑘−1)2/𝑘 Keterangan :

F : Rasio (Koefisien Penentu) 𝑅2 : Koefisien Determinasi n : Jumlah Observasi

k : Jumlah Variabel independen

F hasil perhitungan ini dibandingkan dengan Ftabel yang diperoleh dengan menggunakan tingkat resiko atau signifikan level 5% atau dengan degree freedom= n – k – 1 dengan kriteria sebagai berikut:

Ho ditolak jika Fhitung> F tabel

Ho diterima jika Fhitung< Ftabel

(14)

3) Koefisien Determinasi

Koefisien Determinasi (𝑅2) adalah salah satu bentuk nilai statistik yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh antara dua variabel. Sedangkan menurut Mudrajad (2009) Koefisien Determinasi (𝑅2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Nilai koefisien determinasi (𝑅2) menunjukkan presentase variasi nilai variabel terikat yang dapat dijelaskan oleh persamaan regresi yang dihasilkan. Bila nilai 𝑅2 semakin mendekati 1, berarti semakin tepat suatu garis regresi digunakan sebagai pendekatan. Sebaliknya semakin kecil nilai𝑅2 berarti semakin tidak tepat garis regresi tersebut mewakili data dari hasil observasi.

Jika nilai 𝑅2sama dengan 1, maka pendekatan tersebut terdapat kecocokan sempurna dan jika nilai 𝑅2 sama dengan 0, maka tidak ada kecocokan pendekatan. Selain itu, koefisien determinasi (𝑅2) ini juga untuk mengukur besarnya kontribusi (persentase) dari jumlah variabel terikat yang diterangkan oleh regresi atau untuk mengukur besarnya sumbangan dari variabel bebas terhadap naik turunya nilai variabel terikat.

Sedangkan koefisien korelasi dapat dihitung dengan cara menarik akar dari koefisien determinasi. Koefisien korelasi ini digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan mengetahui arah hubungan antara dua variabel, dimana batas-batasnya ditentukan oleh -1≤

(15)

r ≤1. Bila r = 0 atau mendekati 0, maka hubungan antara kedua variabel sangat lemah atau tidak ada hubungan sama sekali. Bila r = +1 atau mendekati 1, maka korelasi antara variabel dikatakan positif dan sangat kuat. Tanda positif (+) menyatakan bahwa korelasi antara dua variabel adalah searah, artinya kenaikan nilai X terjadi bersama-sama dengan kenaikan nilai Y, sedangkan bila nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi sangat kuat dan negatif. Tanda negatif (-) menyatakan bahwa kenaikan nilai X terjadi bersama-sama dengan penurunan nilai.

Referensi

Dokumen terkait

Peran sungai Batang Hari menjadi roda penggerak perekonomian Jambi sejak masa Kesultanan yang menyalurkan hasil komoditi lokal menuju ke singapura dan menjadi jalur transportasi

Dari segi aplikatif, diharapkan melalui penelitian ini akan tersedia informasi yang memadai terkait dengan model pendidikan kewirausahaan di SMK yang selanjutnya dapat

Pada pemilihan model regresi data panel, terdapat 2 tahap. Pertama, adalah uji chow untuk memilih antara common effect model atau fixed effect model. Tahap kedua,

Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kepesertaan Program JKN di wilayah kerja Puskesmas Remaja Samarinda bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan

Uji statistik digunakan untuk mengetahui apakah teknik regressi data panel dengan Fixed Effect lebih baik dari model regresi data panel tanpa variabel dummy (Common Effect)

Jenis batuan yang berbentuk dari batuan beku yang tererosi atau terkikis lalu mengalami proses pengangkutan dan diendapkan di tempat lain disebut.....

Pelayanan Kesehatan Masyarakat merupakan bagian dari pelayanan kesehatan dengan tujuan utama yaitu untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah penyakit

Mojopahit Mojokerto dengan sampel berjumlah 33 orang yang dipilih secaraProbability Sampling atau Simple Random Sampling yang sesuai dengan criteria