• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERBEDAAN EFEK PENAMBAHAN MgSO4 DAN FENTANYL TERHADAP PROFIL ANESTESI SPINAL DENGAN LIDOKAIN 5%

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERBEDAAN EFEK PENAMBAHAN MgSO4 DAN FENTANYL TERHADAP PROFIL ANESTESI SPINAL DENGAN LIDOKAIN 5%"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

i

PERBEDAAN EFEK PENAMBAHAN MgSO4 DAN FENTANYL TERHADAP PROFIL ANESTESI SPINAL DENGAN LIDOKAIN 5%

TUGAS AKHIR

Disusun untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif

Oleh :

Aria Windy Mahardhika

S981402002

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2018

(2)

ii

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kepada Allah S.W.T. atas segala kekuatan,kemudahan, dan anugerah hingga terwujudnya karya ini yang berjudul

“PERBEDAAN EFEK PENAMBAHAN MgSO4 DAN FENTANYL TERHADAP PROFIL ANESTESI SPINAL DENGAN LIDOKAIN 5% ”

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna, oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati ijinkan penulis untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu dalam proses penyelesaian karya akhir ini.

1. Direktur RSUD Dr. Moewardi Surakarta, DR. dr. Suharto Wijanarko Sp U, yang telah memberi kesempatan pendidikan dan bekerja pada penulis.

2. Rektor Universitas Sebelas Maret Prof. Dr. Ravik Karsidi yang telah memberi kesempatan pendidikan dan bekerja pada penulis.

3. Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Prof. DR. Dr. Hartono, M.Si. yang telah memberi kesempatan pendidikan dan bekerja pada penulis.

4. Ketua KSM Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNS, Dr. Sugeng Budi Santosa SpAn KMN, sekaligus selaku pembimbing I, atas kesediannya meluangkan waktu serta masukan yang diberikan selama membimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.

5. Dr. Bambang N. Putro, SpAn, Mkes, Perf selaku pembimbing II, atas segala bimbingan, perhatian dan kesediaannya meluangkan waktu serta masukan yang diberikan selama membimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.

6. Kepala Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif FK UNS, DR. Dr. Purwoko SpAn KAKV KAO, sekaligus sebagai ketua tim penguji, atas segala bimbingan, perhatian dan kesediaannya meluangkan waktu serta masukan yang diberikan selama membimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.

7. Dr.Ardana TriArianto,MSi.Med,SpAn,KNA, selaku anggota penguji, atas kesediaannya meluangkan waktu serta masukan yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini.

(6)

vi 8.

(7)

vii DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI ... iii

PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA AKHIR ILMIAH ... iv

KATA PENGANTAR……….. v

DAFTAR ISI... viii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

ABSTRAK... xi

I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 3

C. Tujuan Penelitian ... 3

D. Manfaat Hasil Penelitian ... 4

II. LANDASAN TEORI ... 5

A. Tinjauan Pustaka ... 5

1. Anestesi Spinal. ... 5

2. Mekanisme Kerja Obat Lokal Anestesi ……… 10

3. Lidokain………. 11

4. Magnesium Sulfat ……….. 13

5. Lidokain – MgSO4 ………... . 15

6. Lidokain - Fentanyl. ... 16

7. Komplikasi Anestesi Spinal……… 21

B. Kerangka Teori………. 25

C. Kerangka Pikir ... 26

D. Hipotesis ... . 26

III. METODOLOGI PENELITIAN ... 27

A. Waktu dan Tempat Penelitian ... 27

B. Jenis Penelitian ... 27

C. Populasi Penelitian ... 27

D. Sampel Penelitian……… . 28

E. Variabel Penelitian... 30

F. Definisi Operasional ... 30

G. Tata Cara atau Alur Penelitian……….. 31

H. Alat... 34

I. Obat... 34

J. Pengolahan Data... 35

K. Perijinan Penelitian... 35

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 36

A. Hasil Penelitian... 36

(8)

viii

B. Pembahasan... 46

V. SIMPULAN DAN SARAN... 53

A. Simpulan... 53

B. Saran... 53

DAFTAR PUSTAKA ... … 54

LAMPIRAN... 57

(9)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Distribusi level dermatom untuk anestesi spinal………... 8

Tabel 2.2. Kontraindikasi Anestesi Spinal………... 9

Tabel 2.3. Komplikasi Anestesi Spinal……….. 22

Tabel 4.1. Karakteristik Dasar Subjek Penelitian... 37

Tabel 4.2. Lama Kerja Blokade Sensorik... 39

Tabel 4.3. Lama Kerja Blokade Motorik... 40

Tabel 4.4. Tanda Vital Pasien... 42

Tabel 4.5. Efek Samping... 45

(10)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Irisan vertebrae lumbal ... …… 6

Gambar 2.2. Efek ekstensi dan fleksi pada ruang intervertebrae lumbal ... …… 7

Gambar 2.3. Posisi duduk ideal untuk anestesi spinal ... …… 7

Gambar 2.4. Posisi lateral pada anestesi spinal ... …… 8

Gambar 2.5. Mekanisme aksi obat anestesi lokal………....… ... 11

Gambar 2.6. Struktur Kimia Lidokain ... ….. 12

Gambar 2.7. Struktur Kimia Fentanyl ... ….. 17

Gambar 2.8. Kerangka Teori ... …. 25

Gambar 2.9. Kerangka Pikir……… ... 26

Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian………. 33

Gambar 4.1. Perbandingan Lama Kerja Blokade Sensorik... 40

Gambar 4.2. Perbandingan Lama Kerja Blokade Motorik... 41

Gambar 4.3. Perebandingan Tanda Vital Pasien ... 44

Gambar 4.4. Perbandingan Efek Samping... 45

(11)

xi

Aria Windy Mahardhika. S981402002. 2018. Perbedaan Efek Penambahan MgSO4 dan Fentanyl Terhadap Profil Anestesi Spinal Dengan Lidokain 5%

. Pembimbing I: dr. Sugeng Budi Santosa SpAn KMN. Pembimbing II: dr. Bambang N. Putro, SpAn, Mkes, Perf. Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif Universitas Sebelas Maret Surakarta.

ABSTRAK

Latar Belakang: Anestesi spinal dengan Lidokain memiliki lama kerja yang singkat.

Penambahan MgSO4 dan Fentanyl pada lidokain dapat memperpanjang durasi blokade spinal anestesi baik itu blokade sensorik dan motorik.

Tujuan: Menganalisis perbandingan efek penambahan MgSO4 dan Fentanyl terhadap lidokain 5%, terhadap mula kerja dan lama kerja blokade sensorik dan motorik pada anestesi spinal serta efek terhadap hemodinamik.

Metode: Penelitian menggunakan Double Blind Randomized Control Trial pada 36 pasien ASA 1 dan 2 yang menjalani operasi abdomen bagian bawah dan ekstremitas bawah dengan spinal anestesi. Penelitian dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok (M) Lidokain Hiperbarik 75 mg + MgSO4 50 mg, dan kelompok (F) Lidokain Hiperbarik 75 mg + Fentanyl 25mcg. Data dicatat meliputi mula kerja dan lama kerja blokade sensorik dan motorik, waktu mulai regresi sensorik dan mulai dibutuhkannya analgesi, serta data hemodinamik dan kejadian yang terjadi selama operasi seperti efek samping yang muncul.

Hasil: penambahan MgSO4 50 mg lebih efektif dalam pemanjangan durasi blokade motorik pada bromage 0 (137.22 vs 116.11 + 19.75) dibandingkan dengan penambahan Fentanyl 25mcg (0,5 ml) dengan nilai p=0,014. Sedangkan pada blokade sensorik walau pada penambahan MgSO4 didapatkan hasil lebih superior dari Fentanyl tetapi tidak bermakna secara statistik. Pada perubahan tanda vital dan peningkatan efek samping tidak berbeda signifikan pengaruhnya.

Kesimpulan : Penambahan MgSO4 pada lidokain secara spinal anestesi memiliki mula kerja, dan blokade sensorik tidak berbeda bermakna, tetapi lama kerja lebih panjang pada blokade motorik dibandingkan dengan penambahan Fentanyl. Gejolak hemodinamik serta efek samping yang muncul antar kelompok tidak berbeda bermakna.

Kata Kunci : Spinal anestesi, MgSO4 intratekal, Fentanyl intratekal, mula kerja dan lama kerja, blokade sensorik dan motorik, gejolak hemodinamik, efek samping.

(12)

xii

Aria Windy Mahardhika. S981402002. 2018. Different Effect Between MgSO4 and Fentanyl as Adjuvant to Spinal Anesthesia Profile With Lidocain 5%. Supervisor I: dr. Sugeng Budi Santosa SpAn KMN. Supervisor II: dr. Bambang N. Putro, SpAn, Mkes, Perf., Department of Anesthesiology and Intensive Therapy, Medical Faculty. Sebelas Maret University, Surakarta.

ABSTRACT

Background : Intrathecal lidocaine produces a short period of analgesia with stable haemodynamic. MgSO4 and Fentanyl added into lidocaine prolongs the duration of spinal blocade either sensoric blockade and motoric blockade.

Objective : The objective of the study was to assess the effect of a combination of intrathecal lidocaine with MgSO4 and Fentanyl on the onset of blockade and duration of analgesia and the haemodynamic parameters.

Methods: A prospective, randomized, double-blind study was carried out in 36 ASA I and II patients undergo lower limb surgery dan inferior abdominal surgery under spinal anaesthesia.

Patients were randomly allocated into 2 group, First group (M) received 75 mg of hyperbaric Lidocaine + 50 mg MgSO4 (n =18), Second group (F) received 75 mg of hyperbaric Lidocaine + 25 mcg Fentanyl (n =18) intrathecally. Data were collected regarding the onset and duration of sensoric and motoric blockade. Time for two segments regression in the thoracal 10 (T10) block level was estimated. Duration of pain relief and analgesic consumption within 24 hours was estimated. Vital signs and any side effect were recorded.

Results: The use of 50 mg MgSO4 ( dilute in Nacl 0.9% 0,5 ml ) as adjuvant to 1,5 ml Lidocain 5% were more effective in the duration prolong of the motoric blockade at bromage 0 (137.22 vs 116.11 + 19.75 ) compared to Fentanyl 25 mcg (0,5 ml) with p=0,014. In the sensoric blockade the result was superior in MgSO4 than the Fentanyl but it was not significant statistically. There was no significant different among the grup in haemodynamic and side effect parameter

Conclusion: The addition of MgSO4 in Lidocain 5% for spinal anesthesia led to not significantly difference in onset and sensoric blockade, but it lengthen the duration of motoric blockade compared to Fentanyl, but haemodynamic stability and side effect parameter were same among the groups.

Keywords: Spinal anesthesia, intrathecal MgSO4, intrathecal Fentanyl, onset and duration, sensoric and motor blockade, haemodynamics parameters, side effect.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan lama kerja blokade sensoris dan efek sedasi dari 2 dosis midazolam intratekal yang diberikan sebagai adjuvan pada anestesi spinal

Simpulan: Tidak terdapat perbedaan perubahan saturasi oksigen terhadap pemberian bupivacaine dan bupivacaine-fentanyl pada anestesi spinal pasien sectio caesaria,

Kesimpulan: Penambahan dexmedetomidine 25 µg pada 30 mL bupivakain 0,25 % tidak mempercepat mula kerja blok motorik dan sensorik, namun memperpanjang

Terdapat beberapa metode yang dilakukan untuk dapat meningkatkan lama kerja blokade sensorik dan juga motorik obat anestesia lokal yang dipergunakan pada anestesia spinal, baik

Salah satu penelitian memakai kombinasi anestetik lokal bupivakain serta lidokain untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, yaitu waktu awitan cepat dan lama kerja blokade

Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan anestesi spinal menggunakan levobupivacaine isobarik menghasilkan mula kerja yang lebih lambat, durasi

Simpulan: Tidak terdapat perbedaan perubahan saturasi oksigen terhadap pemberian bupivacaine dan bupivacaine-fentanyl pada anestesi spinal pasien sectio caesaria,

Terdapat beberapa metode yang dilakukan untuk dapat meningkatkan lama kerja blokade sensorik dan juga motorik obat anestesia lokal yang dipergunakan pada anestesia spinal, baik