• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh YUNITA NIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh YUNITA NIM"

Copied!
97
0
0

Teks penuh

(1)

DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MURID KELAS IV SDN 96 CARANGKI

KECAMATAN TANRALILI KABUPATEN MAROS

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program StudiPendidikan Guru Sekolah Dasar

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh YUNITA NIM 10540 5625 12

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2016

(2)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAI(ASSAR

LEMBAR PENGESAHAN

Skripsi atas nama YUNITA, NIM 10540 5625 12 diterima dan disahkan oleh panitia ujian skriosi herdasarkan surat keputusan Rektor [iniversitas Muhanrnradiyah lVfakassar

Nomor: S5;lr'Tahun 1437 Hl2{)16 M" tanggal 26 Dzuiqaiciah la37 H/3i Agustus 2016 M, sebasai salah satu svarat suna memperoleh selar Sariana Pendidikan nada .]unrsan Pendiciikan Guru Sekoiah Dasar S

I

Fakuitas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas ivfrrhar-nrtradivah fu{akassar rada hari Rahtr tanssal

3l

ABrrstus 2016-

Makassar, 28 Dzulqaidah i437 H 3L Agustus 2016 M

Panitia Ujian :

Pengawas Umurn

Ketua

: Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE., MlU.

3.

Sekretaris

4.

Dosen Penguji

. !!r" ll ,in,li Srrl.ri (r,-mcr.*i ll,f ltr'.-l rusr uE$a a urt sursur rt atr.rrq.u.

: Khaeruddin, S.Pri., M.Pd.

:

i.

Dr.

iI.

antii Suhri Syamsurin ryl.Hum.

2. Sulfasyah, MA., Ph.D.

3. Dr. H. Bahrun Amin, M.Hum.

4. Drs. H. ivi. Arsyad, ivi.Fri.i.

l.

.,

(as Muhammadiyah Makassar

..)

4",...)

(3)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Nl ^*^ l\. /t ^L^-.1-.,,^

l\ali4 lvlal4JlJYto

NiM

Jurusan Fakultas

Derigan.Iudul

PERSETU-IUAN PEMBIMBING

vllNI.f-aI Lrrtl r d

10-540 5625 12

Pendiciikan Guru Sekoiah Dasar Si

Kesuruan dan Iimu Pendidikan Universitas Muhammadivah Makassar

Pengaruh Peneranan Model Kooneratif

Tipe

Course Review Horay (CRII) terhadap Keterampilan Membaca Pemahamen

rlal*m

Pemhelaiaran Rahasa Indonesia pada

Muriri

Kelas

MDN

96 Carangki Kecamatan

Tanrdili Kabtpaten Maros

Setelah diperiksa dan diteliti uiang, skripsi ini dinyatakan

diujikan di hadapan Tim Penguji skripsi Fakultas KeEuruan dan Universitas Mrihammadiyah Makassar.

Makassar- Disetujui Oieh:

telah layak untuk Ilmu Pendidikan

Agustus 2016

nrbinitrinp I

I

i I i'

:.!

imbing Il

.t ,/

NBM : 970 M.Hum.

./.

?

ivlenqetahur-

:":tW

*"s

Eik

(4)

vi

Hidup ini bagai skripsi, banyak bab dan revisi yang harus dilewati Tetapi akan selalu berakhir dengan indah, bagi mereka yang pantang menyerah.

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik”. ( Evelyn Underhill )

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah : 5)

Kupersembahkan karya ini buat:

Kedua orang tuaku Mustapa dan Nima dan saudaraku Amirullah, Hariana, Muh.Saenal, Mirnawati, Risaldi, Rahul Andika dan sahabatku serta semua keluargaku yang selalu memberikan do’a dukungan, motivasi sehingga penulis dapat mewujudkan harapan menjadi kenyataan

vi

Hidup ini bagai skripsi, banyak bab dan revisi yang harus dilewati Tetapi akan selalu berakhir dengan indah, bagi mereka yang pantang menyerah.

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik”. ( Evelyn Underhill )

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah : 5)

Kupersembahkan karya ini buat:

Kedua orang tuaku Mustapa dan Nima dan saudaraku Amirullah, Hariana, Muh.Saenal, Mirnawati, Risaldi, Rahul Andika dan sahabatku serta semua keluargaku yang selalu memberikan do’a dukungan, motivasi sehingga penulis dapat mewujudkan harapan menjadi kenyataan

vi

Hidup ini bagai skripsi, banyak bab dan revisi yang harus dilewati Tetapi akan selalu berakhir dengan indah, bagi mereka yang pantang menyerah.

Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik”. ( Evelyn Underhill )

Artinya: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah : 5)

Kupersembahkan karya ini buat:

Kedua orang tuaku Mustapa dan Nima dan saudaraku Amirullah, Hariana, Muh.Saenal, Mirnawati, Risaldi, Rahul Andika dan sahabatku serta semua keluargaku yang selalu memberikan do’a dukungan, motivasi sehingga penulis dapat mewujudkan harapan menjadi kenyataan

(5)

Yunita. 2016. Pengaruh Penerapan Model Kooperatif Tipe Course Review Horay(CRH)terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Kelas IV SDN 96 Carangki.Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Andi Sukri Syamsuri dan pembimbing II Muhammad Basri.

Jenis penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen bentuk one group Pre Test Posttest Design yaitu sebuah eksperimen yang dalam pelaksanaannya hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen tanpa adanya kelas pembanding (kelas kontrol) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros tahun ajaran 2016/2017.

Satuan eksperimen dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IV sebanyak 24 orang.

Penelitian dilaksanakan selama 5 kali pertemuan.

Hasil analisis statistik inferensial menggunakan rumus uji t, diketahui bahwa nilai tHitungyang diperoleh adalah 7,17 dengan frekuensi db = 24 –1 = 23, pada taraf signifikan = 0,05 diperoleh tTabel = 2,06. Jadi, t Hitung> t tabel atau hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima. Hal ini membuktikan bahwa aplikasi model pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH)dalam pembelajaran Bahasa Indonesia mempunyai pengaruh dari pada sebelum model pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH).

Kata kunci: Course Review Horay, membaca pemahaman

vii

(6)

1 Halaman

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PENGESAHAN... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

SURAT PERNYATAAN... iv

SURAT PERJANJIAN ... v

MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi

ABSTRAK ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI... xi

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 5

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS .. 7

A. Kajian pustaka... 7

1. Hasil penelitian yang relevan ... 7

2. Belajar dan pembelajaran bahasa indonesia... 8

3. Membaca pemahaman... 10

4. Model pembelajaran kooperatif ... 13

5. Model pembelajaran course review horay ... 15

B. Kerangka Pikir ... 17

C. Hipotesis... 18

BAB III METODE PENELITIAN... 20

xi

(7)

2

C. Defenisi Operasional Variabel ... 23

D. Prosedur Penelitian... 24

E. Instrumen Penelitian... 25

F. Teknik Pengumpulan Data... 25

G. Teknik Analisis Data... 26

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 30

A. Hasil Penelitian ... 30

B. Pembahasan... 40

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 43

A. Simpulan ... 43

B. Saran... 43

DAFTAR PUSTAKA ... 45 LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT HIDUP

xii

(8)

3 Nomor JudulHalaman

2. 1 Sintaks Pembelajaran Kooperatif ... 14

3. 2 Skema Desain Penelitian... 20

3. 3Keadaan Populasi ... 21

3. 4 Sampel... 22

4. 1Perhitungan untuk mencari mean (rata-rata) nilai pretest... 30

4. 2Deskripsi hasil ketuntasan hasil belajar Bahasa Indonesia pada tahap pretest... 31

4. 3Perhitungan untuk mencari mean (rata-rata) nilai post-test ... 32

4.4Deskripsi hasil ketuntasan hasil belajar Bahasa Indonesia pada tahap Post-test... 33

4.5 Hasil analisi data aktivitas murid ... 34

4.6 Analisis nilai pretest dan post-test ... 37

xiii

(9)

4

Nomor Judul Halaman 2. 1 Bagan Skema Kerangka Pikir ... 18

xiv

(10)

5

Nomor Judul Halaman

Lampiran 1 : Perangkat Pembelajaran ... 47

Lampiran 2 : Tes Hasil Belajar ... 63

Lampiran 3 : Alternatif Jawaban Tes Hasil Belajar ... 65

Lampiran 4 : Bahan Bacaan Pre-Test dan Post-Test ... 67

Lampiran 5 : Daftar Hadir dan Daftar Nilai Murid... 70

Lampiran 6 : Lembar Observasi Aktivitas Murid ... 72

Lampiran 7 : Grafik Perbandingan Hasil Belajar... 75

Lampiran 8 : Daftar Nilai Hasil Pre-test dan Post-test ... 77

Lampiran 9 : Dokumentasi... 80

Lampiran 10 : Persuratan ... 84

xv

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan bertujuan menumbuh kembangkan potensi manusia agar menjadi manusia yang seutuhnya. Pendidikan akan membawa perubahan sikap, perilaku dan nilai-nilai pada individu, kelompok, dan masyarakat. Sejalan dengan itu bahasa memungkinkan manusia untuk saling berkomunikasi, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan meningkatkan kemampuan intelektual.Bahasa Indonesia memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting yakni sebagai bahasa negara dan bahasa nasional.

Mengingat fungsi yang diemban oleh bahasa Indonesia sangat banyak, maka perlu diadakan pembinaan dan pengembangan terhadap bahasa Indonesia.

Tanpa adanya pembinaan dan pengembangan tersebut, bahasa Indonesia tidak akan dapat berkembang, sehingga dikhawatirkan bahasa Indonesia tidak dapat mengemban fungsi-fungsinya. Salah satu cara dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia itu adalah melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya di sekolah dasar.Pembinaan dan pengembangan kemampuan dan keterampilan berbahasa yang diupayakan di sekolah berorientasi pada empat jenis keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan berbahasa tersebut berhubungan erat satu dengan yang lain.

Perkembangan tingkat penguasaan keterampilan berbahasa murid dalam masing-masing keterampilan berbahasa akan mempengaruhi penguasaan keterampilan berbahasa yang lain. Dengan kata lain, pengajaran keterampilan

1

(12)

berbahasa tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh. Pengajaran keterampilan berbahasa mendorong murid sepenuhnya pada pelatihan dan praktik pemakaian bahasa sebagai alat komunikasai sehingga ia kelak mahir berkomunikasi secara nyata di masyarakat.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi padaera informasi dan komunikasi sekarang ini, membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam konteks kehidupan umat manusia. Membaca juga merupakan sebuah jembatan bagi siapa saja dan di mana saja yang berkeinginan meraih kemajuan dan kesuksesan di dunia persekolahan maupun di dunia pekerjaan.Membaca merupakan sebuah keterampilan dan kemampuan yang interaktif dan terpadu. Faktor-faktor yang secara tunjang menunjang terjalin dalam proses membaca itu ternyata mempunyai sifat yang menguntungkan.

Hampir semua jenis keterampilan membaca dapat diperbaiki dengan jalan latihan.Pembelajaran membaca di kelas dengan pemberian tugas terasa suatu pekerjaan yang membosankan dan menjenuhkan. Saat ini murid lebih suka menonton televisi,santai,dan tidur daripada mengerjakan tugas itu, akibatnya kemampuan murid tidak seperti yang diharapkan.Oleh karena itu guru dituntut untuk mengetahui, memahami, memilih, dan menerapkan model pembelajaran yang dinilai efektif sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam menunjang proses pembelajaran yang optimal.

Mengetahui betapa penting dan bermanfaatnya mempelajari dan memahami pelajaran bahasa Indonesia maka seharusnya murid antusias dan senang hati untuk mempelajari bahasa Indonesia terutama dalam hal keterampilan membaca. Salah satu faktor penyebab kurang optimalnya nilai bahasa Indonesia

(13)

murid yaitu pemahaman terhadap isi bacaan yang masih kurang dan hal ini menyebabkan murid mengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan isi bacaan yang kemudian berdampak rendahnya minat serta motivasi belajar murid sehingga berujung pada ketidaksukaan murid terhadap pelajaran bahasa Indonesia. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah guru masih menggunakan model pembelajaran yang berpusat pada guru maka sangat dimungkinkan mengganti dengan menggunakan model pembelajaran yang aktivitasnya berpusat pada murid.

Salah satu alternatif untuk memecahkan masalah tersebut adalah melalui pembelajaran kooperatif.Dari berbagai macam tipe pembelajaran kooperatif, peneliti tertarik pada tipe Course Review Horay (CRH) sebagai suatu model pembelajaran yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar dan minat murid terhadap pembelajaran bahasa Indonesia serta diharapkan menjadi cara yang efektif sehingga murid dapat aktif dalam belajar bahasa Indonesia. Model Course Review Horay adalah suatu model pembelajaran dengan pengujian pemahaman materi atau konsep menggunakan kotak yang diisi dengan nomor untuk menuliskan jawabannya, murid atau kelompok yang paling dahulu mendapatkan tanda benar harus berteriak horay atau yel-yel kelompok lainnya yang disukai.

Melalui pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih murid dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok kecil.Pada pembelajaran Course Review Horay menuntut aktivitas belajar lebih banyak berpusat pada murid. Model tersebut merupakan pembelajaran yang lebih

(14)

menekankan pada pemahaman materi atau konsep yang diajarkan guru dengan menyelesaikan soal-soal.

Berdasarkan data hasil observasi awal, tanggal 15 April 2016 dikelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016 pada mata pelajaran bahasa Indonesia menunjukkan bahwa dari jumlah keseluruhan murid kelas IV sebanyak 24 murid yang menjadi sampel penelitian hanya 11 murid atau 45,83% yang nilainya diatas nilai KKM yaitu 65 (70%) dan 13 murid atau 54,17% nilainya berada dibawah KKM berdasarkan tes yang diberikan oleh guru kepada murid pada akhir semester dengan penyajian tes tulis sebanyak 5 soal dan tes lisan (tes membaca) yaitu 60,57 masih dibawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan di sekolah tersebut, yaitu 65 dari skor ideal 100 sehingga masih perlu ditingkatkan.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis termotivasi melaksanakan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: “Apakah penerapan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros?”

(15)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada murid kelas IVSDN96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

D. Manfaat Hasil Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoretis

a. Melalui hasil penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan dan wawasan tentang penerapan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai salah satu bentuk inovasi pembelajaran di Sekolah Dasar.

b. Sebagai bahan pertimbangan agar dapat menciptakan iklim yang benar-benar menunjang proses belajar mengajar secara optimal melalui pengembangan kurikulum pengajaran yang sesuai dengan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca pemahaman.

c. Hasil penelitian ini diharapkanmemiliki inovasi pembelajaran yang baru sehingga dapat dijadikan sebagai sarana didalam meningkatkan kualitas pendidikan di indonesia khususnya pembelajaran bahasa Indonesia melalui penerapan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

(16)

d. Sebagai tolok ukur dalam menentukan langkah-langkah yang akan ditempuh demi perbaikan dalam hal pengajaran tentang membaca pemahaman.

2. Manfaat Praktis

a. Hasil penelitian ini diharapkan guru Sekolah Dasar mendapat pengalaman secara langsung dalam menerapkan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

b. Hasil penelitian ini di harapkan peneliti mendapat pengalaman nyata dan dapat menerapkan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) pada pembelajaran bahasa Indonesia khususnya keterampilan membaca pemahaman di kelas tinggi jika menjadi guru kelak.

c. Hasil penelitian ini diharapkan lembaga pendidikan dapat menjadikan sebagai bahan acuan dalam melakukan penelitian selanjutnya dan memberikan pengetahuan tentang keterampilan membaca pemahaman di kelas IV.

(17)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA,BAGAN KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

A. Kajian Pustaka

1. Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian mengenai model pembelajaran Course Review Horay pernah dilakukan oleh beberapa peneliti, diantaranya :

a. Skripsi yang ditulis oleh Hastuti (2013) dengan judul Efektivitas Penerapan Model Kooperatif Tipe Course Review Horay (CRH) dalam Pembelajaran Matematika pada Murid Kelas VIIA MTs Bahrul Ulum Bontorea Kabupaten Gowa. Hasil penelitian menunjukaan bahwa skor rata-rata tes hasil belajar matematika murid adalah 63,21 dan berada pada kategori rendah dengan standar deviasi 25,73 dimana skor terendah yang diperoleh adalah 1,00 dan skor tertinggi adalah 91,00 dari skor ideal 100. Dari hasil tersebut diperoleh bahwa 22 murid atau 78,6% mencapai atau melebihi nilai KKM dan ini berarti bahwa ketuntasan hasil belajar secara klasikal tercapai.

b. Skripsi yang ditulis oleh Kusmami Menik (2013) dengan judul Keefektifan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Course Review Horay Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia pada Murid Kelas V Sekolah Dasar Negeri Kaligangsa Kulon 01 Kabupaten Brebes. Hasil penelitian menunjukaan bahwa skor rata-rata tes hasil belajar Bahasa Indonesia murid adalah 75,6%, hal ini termasuk kriteria tinggi. Skor rata-rata hasil penelitian termasuk kriteria tinggi, hal ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay efektif digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

7

(18)

2. Belajar dan Pembelajaran Bahasa Indonesia a. Pengertian Belajar

Gagne (Suprijono,2009:2) menyatakan bahwa belajar adalah perubahan disposisi atau kemampuan yang dicapai seseorang melalui aktifitas.Perubahan disposisi tersebut bukan diperoleh langsung dari proses pertumbuhan seseorang secara alamiah.

Travers (Suprijono,2009:2) menyatakan bahwa belajar adalah proses menghasilkan penyesuaian tingkah laku.

Adapun Cronbach (Suprijono,2009:2) mendefinisikan: belajar sebagai perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.

Senada dengan itu Rohayani (Suardi,2012:9) mengatakan: belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil pengalaman,dan perubahan perilaku disebabkan oleh proses menjadi matangnya seseorang serta tidak bersifat temporer.

Berdasarkan uraian di atas, maka belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku individu secara keseluruhan baik dari segi pengetahuan, keterampilan, kecakapan, sikap dan kebiasaan sebagai akibat dari pengalaman interaksi antara individu dengan individu maupun dengan lingkungannya.

b. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

(Abidin,2012:3) Pembelajaran adalah proses yang secara kreatif menuntut murid melakukan sejumlah kegiatan sehingga murid benar-benar membangun pengetahuannya secara mandiri dan berkembang pula kreatifitasnya.

Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan murid,kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan murid dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien.

(19)

Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses dan upaya yang diatur sedemikian rupa oleh pendidik untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar sehingga tercipta hubungan timbal balik antara pendidik dan peserta didik, peserta didik dengan lingkungan belajarnya untuk mencapai tujuan tertentu.

Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya, dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat yang menggunakan bahasa tersebut, dan menemukan serta menggunakan kemampuan analitis dan imaginatif yang ada dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

c. Tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia yang baik,baik secara lisan maupun tulis.Disamping itu, pembelajaran bahasa Indonesia juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap hasil karya kesastraan manusia Indonesia.

Adapun tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar yaitu : a) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis b)

(20)

Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara c) Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan d) Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial e) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa f) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.(Munirah,2012:3).

3. Membaca Pemahaman a. Pengertian membaca

(Abidin,2012:59) Membaca secara sederhana dikatakan sebagai proses membunyikan lambang bahasa tertulis.Membaca juga dapat dikatakan sebagai proses untuk mendapatkan informasi yang terkandung dalam teks bacaan.

(Dalman,2013:5) Membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan

Tarigan (Dalman,2013:6) menyatakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa membaca adalah kegiatan seseorang yang tidak hanya sekedar menuntut kemampuan mengambil dam memetik makna dari materi yang tercetak melainkan juga menuntut kemampuan menyusun konteks yang tersedia guna membentuk makna.

b. Tujuan Membaca

Tujuan membaca secara umum yaitu mampu membaca dan memahami teks pendek dengan cara lancar atau bersuara beberapa kalimat sederhana dan membaca puisi . Kurikulum 1994 ( Depdiknas,1994 : 18 ) tujuan membaca yaitu :

(21)

1) Mampu memahami gagasan yang didengar secara langsung atau tidak langsung.

2) Mampu membaca teks bacaan dan menyimpulkan isinya dengan kata-kata sendiri.

3) Mampu membaca teks bacaan secara cepat dan mampu mencatat gagasan-gagasan utama.

Jadi tujuan akhir membaca intinya adalah memahami ide, kemampuan menangkap makna dalam bacaan secara utuh, baik dalam bentuk teks bebas, narasi, prosa ataupun puisi yang disimpulkan dalam suatu karya tulis ataupun tidak tertulis. Secara umum, tujuan membaca adalah: 1) Mendapatkan informasi.

2) Memperoleh pemahaman. 3) Memperoleh kesenangan.Sedangkan secara khusus, tujuan membaca adalah: 1) Memperoleh informasi faktual. 2) Memperoleh keterangan tentang sesuatu yang khusus dan problematis. 3) Memberikan penilaian kritis terhadap karya tulis seseorang. 4) Memperoleh kenikmatan emosi. 5) Mengisi waktu luang. (Wibowo 2014 : 16).

c. Pengertian membaca pemahaman

Membaca pemahaman merupakan istilah yang digunakan untuk kegiatan membaca yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang terkandung dalam teks bacaan. Membaca pemahaman dapat pula diartikan sebagai proses sungguh- sungguh yang dilakukan pembaca untuk memperoleh informasi,pesan,dan makna yang terkandung dalam sebuah bacaan(Abidin,2012:60).

Senada dengan pengertian diatas, Tarigan (dalam Abidin,2012:59) berpendapat bahwa membaca pemahaman adalah jenis membaca untuk memahami standar-standar atau norma kesastraan,resensi kritis,drama tulis,dan

(22)

pola-pola fiksi dalam usaha memperoleh pemahaman terhadap teks,pembaca menggunakan strategi tertentu.

Menurut Abdullohajamembaca pemahaman adalah suatu proses untuk mengenali atau mengidentifikasi teks, kemudian mengingat kembali isi teks. Membaca pemahaman juga dapat berarti sebagai suatu kegiatan membuat urutan tentanguraian/menggorganisasi isi teks, bisa mengevaluasi sekaligus dapat merespon apa yang tersurat atau tersirat dalam teks. (2013)

Berdasarkan uraian diatas,dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan memahami,mengetahui,serta mengingat isi atau informasi yang ada dalam artikel atau bacaan yang dibacanya.

d. Prinsip-prinsip Pembelajaran Membaca Pemahaman

Memahami prinsip-prinsip pembelajaran membaca pemahaman merupakan hal yang sangat mendasar bagi guru.Hal ini dimaksudkan agar dalam proses pembelajaran hasil yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan.

Brown (Abidin,2012:61) mengemukakan bahwa untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran pemahaman,perlu diperhatikan beberapa prinsip dasar mendesain pembelajaran membaca pemahaman.

Beberapa prinsip dasar tersebut adalah sebagai berikut: 1) Yakinkanlah bahwa kita tidak mengabaikan pentingnya merumuskan tujuan pembelajaran membaca secara spesifik.

2) Gunakan teknik/strategi pembelajaran membaca yang mampu membangun motivasi intrinsik murid. 3) Perhatikan keaslian (kesesuaian dengan konteks murid) dan keterbacaan wacana yang dipilih. 4) Terapkan strategi membaca yang paling tepat untuk setiap bahan bacaan. 5) Terapkan model baca interaktif selama proses pembelajaran membaca. 6) Laksanakanlah prosedur pembelajaran membaca dengan membaginya kedalam tiga tahapan yakni tahap prabaca,tahap membaca,dan tahap pascabaca. 7) Kembangkanlah aspek- aspek evaluasi untuk menguji keberdayaagunaan teknik/strategi baca yang dipilih.

(23)

4. Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran adalah suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas maupun tutorial.Model pembelajaran dapat pula diartikan sebagai pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum,mengatur materi,dan memberi,dan memberi petunjuk kepada guru kelas(Suprijono,2009:46).

Menurut Arends (dalam Suprijono,2009:46) model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan,termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran,tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran,lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.

Selain itu,merujuk pemikiran joyce (dalam Trianto,2009:22) Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, komputer, kurikulum, dan lain-lain.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran merupakan kerangka konseptual dari seluruh kegiatan pembelajaran yang menjadi pedoman bagi para guru dalam melaksanakan aktivitas kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.

a. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) berasal dari kata cooperative yang artinya mengerjakan sesuatu secara bersama-sama dengan saling membantu satu sama lainnya sebagai satu kelompok atau satu tim

(24)

Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan murid bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama(Eggen dalam Trianto,2009:58).

Sejalan dengan pengertian diatas,Artzt dan Newman(dalam Trianto,2009:56) menyatakan bahwa dalam belajar kooperatif murid belajar bersama sebagai suatu tim dalam menyelesaikan tugas-tugas kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang memberi kesempatan kepada murid untuk belajar dan menyelesaikan suatu permasalahan secara bersama-sama dalam kelompok kecil yang dapat melatih kecakapan akademik, dan keterampilan sosial.

b. Ciri-ciri model pembelajaran kooperatif

Arends menyatakan bahwa ciri-ciri model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: 1) Murid bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajar. 2) Kelompok dibentuk dari murid yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. 3) Bila memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang beragam. 4) Penghargaan lebih berorientasi kepada kelompok daripada individu. (2009:65)

Dari uraian tinjauan tentang pembelajaran kooperatif tersebut,dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tersebut memerlukan kerjasama antar murid dan saling ketergantungan dalam struktur pencapaian tugas,tujuan,dan penghargaan.

c. Langkah-langkah/Sintak Model Pembelajaran Kooperatif

Langkah-langkah/sintak pembelajaran kooperatif terdiri dari 6 (enam) fase sebagai berikut:

(25)

FASE-FASE PERILAKU GURU Fase 1: Present goals and set

Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan peserta didik

Menjelaskan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar

Fase 2: Present Information menyajikan informasi

Mempresentasikan informasi kepada peserta didik secara verbal

Fase 3: Organize students into learning teams

Mengorganisir peserta didik ke dalam tim-tim belajar

Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien

Fase 4: Assist team work and study Membantu kerja tim dan belajar

Membantu tim-tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya Fase 5: Test on the materials

Mengevaluasi

Menguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaranataukelompok-kelompok mempresentasikan hasil kerjanya Fase 6: Provide recognition

Memberikan pengakuan atau penghargaan

Mempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasi individu maupun kelompok.

Sumber: Suprijono (2009: 65)

5. Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH)

a. Pengertian Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH)

Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay yaitu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap kelompok yang dapat menjawab benar maka murid tersebut diwajibkan berteriak "HOREY" atau yel-yel lainnya yang disukai.

Course Review Horay adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong murid untuk ikut aktif dalam belajar. Dengan model pembelajaran

(26)

Course Review Horay diharapkan dapat melatih kerja sama dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok, pembelajarannya menarik dan mendorong murid untuk terjun kedalamnya, tidak monoton karena diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan serta murid lebih semangat belajar karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan sehingga mampu membantu murid dalam meraih nilai yang tinggi.

b. Langkah-langkah Model Pembelajaran Course Review Horay (CRH) Langkah-langkah model pembelajaran Course Review Horay (Suprijono, 2009: 129) yaitu:

Kegiatan Awal:

1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.

Kegiatan Inti:

1. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi.

2. Memberikan kesempatan murid tanya jawab.

3. Guru membagi murid dalam kelompok-kelompok.

4. Untuk menguji pemahaman, murid disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi dengan nomor sesuai dengan selera masing-masing murid.

5. Guru membaca soal secara acak dan murid menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (√ ) dan salah diisi tanda silang ( X ).

6. Murid yang sudah mendapat tanda (√ ) vertikal atau horizontal, atau diagonal harus berteriak hore.... atau yel-yel lainnya.

7. Nilai murid dihitung dari jawaban benar atau jumlah hore yang diperoleh

Kegiatan Akhir:

1. Guru memberikan penghargaan pada kelompok yang memperoleh nilai tertinggi atau yang paling banyak memperoleh horay.

2. Penutup.

c. Kelebihan Model Pembelajaran Course Review Horay

Dalam setiap model pembelajaran pasti memiliki kelemahan ataupun kelebihannya masing-masing.

(27)

Adapun kelebihan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) adalah : a) Pembelajaran lebih menarik.

b) Mendorong murid untuk dapat terjun kedalam situasi pembelajaran.

c) Pembelajaran tidak monoton karena diselingi dengan hiburan atau game, dengan begitu murid tidak akan merasakan jenuh yang bisa menjadikannya tidak berkonsentrasi terhadap apa yang dijelaskan oleh guru.

d) Murid lebih semangat belajar karena suasana belajar lebih menyenangkan.

e) Adanya komunikasi dua arah.

d. Kelemahan Model Pembelajaran Course Review Horay

Kelemahan model pembelajaran Course Review Horay (CRH) antara lain:

a) Murid aktif dan murid yang tidak aktif nilai disamakan b) Adanya peluang untuk berlaku curang.

B. Kerangka Pikir

Penelitian ini disusun melalui kerangka pikir untuk memudahkanpeneliti.Hal yang terlebih dahulu dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan pretest kepada subjek yang diteliti sebelum diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran course review horay.Selanjutnya peneliti menerapkan model pembelajaran course review horay,kemudian dilakukan Posttest untuk mengetahui hasil belajar keterampilan membaca pemahaman sesudah diberikan perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran course review horay. Setelah itu dilakukan uji tes untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar membaca pemahaman dengan menerapkan model pembelajaran course review horay dari hasil pretest dan posttest

(28)

Secara verbal di jelaskan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir

C. Hipotesis

Berdasarkan landasan teori dan kerangka pikir diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah penerapan model kooperatif tipe course review horay(CRH) berpengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

Dalam penelitian ini, hipotesis dapat dirumuskan sebagai berikut :

Ho: Tidak ada pengaruh penerapan model kooperatif tipe course review horay(CRH)terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam

Pembelajaran Bahasa

Indonesia KTSP

Penerapan model kooperatif tipe course

review horay

Posttest Pretest

Analisis

Hasil temuan Keterampilan membaca

pemahaman

(29)

pembelajaran Bahasa Indonesia pada murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

H1: Ada pengaruh penerapan model kooperatif tipe course review horay(CRH)terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

Adapun kriteria pengujian hipotesis yaitu Jika t Hitung> t Tabelmaka Ho

ditolak dan H1 diterima, berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

(30)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian

(Sugiyono, 2013: 107) Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.

2. Desain Penelitian

Desain penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental designs jenis One-Group Pretest-Posttest Design.Dalam penelitian ini hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan (treatment). Adapun desain penelitian ini adalah sebagai berikut.

Table 3.2 Skema Desain Penelitian

Pretest Perbaikan Posttest

O1 X O2

Sumber : Sugiyono, 2015 : 111 Keterangan:

O = tes awal (pretest) O = tes akhir( posttest)

X = perlakuan dengan menggunakan model kooperatif tipe Course Review Horay (CRH)

20

(31)

Model eksperimen ini melalui tiga langkah yaitu :

a) Memberikan pretest untuk mengukur hasil belajar sebelum perlakuan dilakukan.

b) Memberikan perlakuan kepada kelas subjek penelitian dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay.

c) Memberikan posttest untuk mengukur hasil belajar setelah perlakuan dilakukan.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2013:117). Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain.

Berdasarkan uraian diatas maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros sebanyak 24 orang. Laki-laki 12 orang dan perempuan 12 orang, seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel 3.3 Keadaan Populasi

No Kelas

Jenis Kelamin

Jumlah Laki-laki Perempuan

1. IV 12 12 24

Jumlah 24

Sumber : Tata usahaSDN96 Carangki

(32)

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Menurut Arikunto (dalam Ammin. 2010 :29), sampel merupakan bagian dari keseluruhan yang menjadi objek sesungguhnya dari suatu penelitian sedangkan metodologi yang digunakan untuk menyeleksi disebut sampling. Apabila populasi terlalu banyak, jalan yang harus ditempuh adalah mengambil sebuah sampel sebagai wakil dari populasi yang ditetapkan.

Menurut Arikunto(dalam Saruneng,2010:26) bahwa

Apabila subjek penelitian kurang dari 100 orang, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.Selanjutnya jika jumlah subjek besar, diambil antara 10%-15% atau 20%-25% tergantung dari (a) kemampuan peneliti dari segi waktu,tenaga,dan dana. (b)luas sempitnya wilayah pengamatan, dan (c) besar kecilnya resiko yang ditanggung oleh peneliti.

Untuk menentukan sampel dalam penelitian digunakan teknik “ Total sampling” artinya peneliti mengambil seluruh jumlah populasi sebagai anggota sampel dengan pertimbangan bahwa jumlah murid hanya 24 orang.Seperti terlihat pada tabel berikut.

Tabel 3.4 Sampel

No Kelas

Jenis Kelamin

Jumlah Laki-laki Perempuan

1. IV 12 12 24

Jumlah 24

Sumber : Tata usahaSDN96 Carangki

(33)

C. Definisi Operasional Variabel

Variabel dalam penelitian ini adalah variabel terikat ,adapun variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Hasil belajar Bahasa Indonesia Murid yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai yang diperoleh murid pada tes awal (pretest) dan nilai yang diperoleh murid pada saat tes akhir (posttest ).

2. Aktivitas murid dalam mengikuti pembelajaran adalah kegiatan yang diharapkan dilakukan murid selama mengikuti proses pembelajaran melalui model Course Review Horay.

Melalui defenisi operasional variabel, batasan istilah yang sesuai dengan judul penelitian akan dipaparkan guna memperjelas hasil penelitian.

1. Membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan.

2. Membaca pemahaman adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dengan tujuan memahami,mengetahui,serta mengingat isi atau informasi yang ada dalam artikel atau bacaan yang dibacanya.

3. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan murid bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

4. Model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay yaitu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap kelompok yang dapat menjawab benar maka murid tersebut diwajibkan berteriak "HOREY" atau yel-yel lainnya yang disukai.

(34)

5. Dengan model pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih kerja sama dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok, pembelajarannya menarik dan mendorong murid untuk terjun kedalamnya.

D. Prosedur Penelitian

Adapun tahap-tahap prosedur dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Tahap persiapan

Tahap ini merupakan suatu tahap persiapan untuk melakukan suatu perlakuan, pada tahap ini langkah-langkah yang harus dilakukan peneliti adalah sebagai berikut :

a) Menelaah materi pelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

b) Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing serta pihak sekolah mengenai rencana teknis penelitian.

c) Membuat skenario pembembeljaran dikelas dalam hal ini Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan materi yang akan diajarkan.

d) Mempersiapkan instrumen penelitian.

e) Mempersiapkan observer.

2. Tahap pelaksanaan a. Pra pelaksanaan

1) Memberikan penjelasan secara singkat dan menyeluruh kepada murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros sehubungan dengan penelitian yang akan dilakukan.

(35)

2) Memberikan tes awal dengan menggunakan instrument test (pretest) untuk mengetahui hasil belajar murid sebelum menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay .

b. Perlakuan

1) Memberikan perlakuan dengan menerapakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay.

2) Memberikan tes akhir (Posttest)

E. Instrument penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Tes

Tes dengan jenis pretest dan posttest.Pretest digunakan sebelum model pembelajaran kooperatif tipe course review horay diterapkan, sedangkan posttest digunakan setelah murid mengikuti pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay.

F. Teknik Pengumpulan data

Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah tes awal (pretest)dan tes akhir (posttest).adapun langkah-langkah (prosedur) pengumpulan data yang akan dilakukan sebagai berikut:

1. Tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest)

Tes awal dilakukan sebelum treatment.Pretest dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh murid sebelum diterapkannya model Course Review Horay.Langkah selanjutnya yaitu pemberian perlakuan dalam hal ini peneliti menerapkan model Course Review Horay terhadap

(36)

keterampilan membaca pemahaman pada pembelajaran Bahasa Indonesia.

Setelah pemberian perlakuan,tindakan selanjutnya adalah posttest untuk mengetahui kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan model Course Review Horay.

G. Teknik Analasis data

Data yang diperoleh dari hasil penelitian akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Data yang terkumpul berupa nilai pretest dan nilai posttest kemudian dibandingkan. Membandingkan kedua nilai tersebut dengan mengajukan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai yang didapatkan antara nilai pretest dengan nilai Posttest. Pengujian perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rerata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu digunakan teknik yang disebut dengan uji-t (t-test). Dengan demikian langkah- langkah analisis data dengan model eksperimen One Group Pretest Posttest Design adalah sebagai berikut:

1. Analisis Data Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan statistik yangdigunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul selama proses penelitian dan bersifat kuantitatif.Adapun langkah-langkah dalam penyusunan melalui analisis ini adalah sebagai berikut:

a) Rata-rata (Mean)

̅ = (sumber : sugiyono, 2015 : 109) b) Persentase (%) nilai rata-rata

= x 100%

(37)

Dimana:

p = Angka persentase

f = frekuensi yang dicari persentasenya n = Banyaknya sampel responden.

2. Analisis Data Statistik Inferensial

Penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statistik t (uji t) dengan tahapan sebagai berikut :

t =

( )

(sumber : sugiyono, 2015 : 111) Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = deviasi masing-masing subjek

∑ = Jumlah kuadrat deviasi n = subjek pada sampel

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : a) Mencari nilai “Md” dengan menggunakan rumus:

Md = Keterangan:

Md = mean dari perbedaan pretest dengan posttest

= jumlah dari gain (posttest – pretest) n = subjek pada sampel.

Dimana:

p = Angka persentase

f = frekuensi yang dicari persentasenya n = Banyaknya sampel responden.

2. Analisis Data Statistik Inferensial

Penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statistik t (uji t) dengan tahapan sebagai berikut :

t =

( )

(sumber : sugiyono, 2015 : 111) Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = deviasi masing-masing subjek

∑ = Jumlah kuadrat deviasi n = subjek pada sampel

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : a) Mencari nilai “Md” dengan menggunakan rumus:

Md = Keterangan:

Md = mean dari perbedaan pretest dengan posttest

= jumlah dari gain (posttest – pretest) n = subjek pada sampel.

Dimana:

p = Angka persentase

f = frekuensi yang dicari persentasenya n = Banyaknya sampel responden.

2. Analisis Data Statistik Inferensial

Penggunaan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statistik t (uji t) dengan tahapan sebagai berikut :

t =

( )

(sumber : sugiyono, 2015 : 111) Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = deviasi masing-masing subjek

∑ = Jumlah kuadrat deviasi n = subjek pada sampel

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : a) Mencari nilai “Md” dengan menggunakan rumus:

Md = Keterangan:

Md = mean dari perbedaan pretest dengan posttest

= jumlah dari gain (posttest – pretest) n = subjek pada sampel.

(38)

b) Mencari nilai “∑ ” dengan menggunakan rumus:

∑ =∑ −(∑ ) Keterangan :

∑ = Jumlah kuadrat deviasi

= jumlah dari gain (posttest – pre test) n = subjek pada sampel.

c) Mentukan nilai tHitung dengan menggunakan rumus:

t =

( )

(sumber : sugiyono, 2015 : 111)

Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = Deviasi masing-masing subjek

∑ = Jumlah kuadrat deviasi n = subjek pada sampel

d) Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikandengan kaidah pengujian signifikan :

Jika t Hitung> t Tabel maka H o ditolak dan H 1 diterima, berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki.

b) Mencari nilai “∑ ” dengan menggunakan rumus:

∑ =∑ −(∑ ) Keterangan :

∑ = Jumlah kuadrat deviasi

= jumlah dari gain (posttest – pre test) n = subjek pada sampel.

c) Mentukan nilai tHitung dengan menggunakan rumus:

t =

( )

(sumber : sugiyono, 2015 : 111)

Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = Deviasi masing-masing subjek

∑ = Jumlah kuadrat deviasi n = subjek pada sampel

d) Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikandengan kaidah pengujian signifikan :

Jika t Hitung> t Tabel maka H o ditolak dan H 1 diterima, berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki.

b) Mencari nilai “∑ ” dengan menggunakan rumus:

∑ =∑ −(∑ ) Keterangan :

∑ = Jumlah kuadrat deviasi

= jumlah dari gain (posttest – pre test) n = subjek pada sampel.

c) Mentukan nilai tHitung dengan menggunakan rumus:

t =

( )

(sumber : sugiyono, 2015 : 111)

Keterangan :

Md = mean dari perbedaan pretest dan posttest X1 = hasil belajar sebelum perlakuan (pretest) X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest) d = Deviasi masing-masing subjek

∑ = Jumlah kuadrat deviasi n = subjek pada sampel

d) Menentukan aturan pengambilan keputusan atau kriteria yang signifikandengan kaidah pengujian signifikan :

Jika t Hitung> t Tabel maka H o ditolak dan H 1 diterima, berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki.

(39)

e) Jika t Hitung< t Tabel maka H 1ditolak, berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) tidak berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki.

f) Menentukan nilai tTabel

Mencari t Tabel dengan menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan = 0,05 dan = − 1

g) Membuat kesimpulan apakah model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) berpengaruh terhadap hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros.

(40)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Hasil Pretest Membaca Pemahaman Murid Kelas IV SDN 96 Carangki sebelum diterapkan Model Pembelajaran course review horay(CRH)

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SDN 96 Carangki Kabupaten Maros, maka diperoleh data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar murid berupa nilai dari kelas IV SDN 96 Carangki. Data hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 80.

Untuk mencari mean (rata-rata) nilai pre-test dari murid kelas IV SDN 96 Carangki dapat dilihat melalui tabel di bawah ini :

Tabel 4.1. Perhitungan untuk mencari mean ( rata – rata ) nilai pretest

X F F.X

33 4 132

40 2 80

50 2 100

60 5 300

67 4 268

73 1 73

80 3 240

87 2 174

90 1 90

30

(41)

Jumlah 24 1457

Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑ =1359, sedangkan nilai dari N sendiri adalah 24. Oleh karena itu dapat diperoleh nilai rata-rata (mean) sebagai berikut :

̅ =

=

= 60,70

Dari hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata-rata hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) yaitu 60,70.

Tabel 4.2 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 65 Tidak tuntas 13 54,16%

65 ≤ × ≤ 100 Tuntas 11 45,84%

Jumlah 24 100,0

Apabila Tabel 4.4 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (65) ≥70%, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia murid Kelas IV SDN 96 Carangki Kabupaten Maros pada pokok bahasan membaca pemahaman belum memenuhi

(42)

kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana murid yang tuntas hanya 45,84%≤70%.

2. Deskripsi Hasil Belajar (Posttest)keterampilan membaca pemahaman pada pembelajaran Bahasa Indonesia Murid Kelas IV SDN 96 Carangki setelah diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe course review horay (CRH)

Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan terhadap kelas setelah diberikan perlakuan. Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya diperoleh setelah diberikan post- test. Perubahan tersebut dapat dilihat dari data berikut ini :

Data hasil belajar keterampilan membaca pemahaman pada pembelajaran Bahasa Indonesia murid kelas IV SDN 96 Carangki setelah penerapan model pembelajaran kooperatif course review horay (CRH) dapat dilihat pada lampiran 8 halaman 80.

Untuk mencari mean (rata-rata) nilai post-test dari murid kelas IV SDN 96 Carangki :

Tabel 4.3. Perhitungan untuk mencari mean (rata-rata) nilai post-test

X F F.X

53 1 53

60 4 240

67 2 134

70 3 210

75 4 300

80 3 240

(43)

87 4 348

90 1 90

100 2 200

Jumlah 24 1815

Dari data hasil post-test di atas dapat diketahui bahwa nilai dari ∑ = 1815 dan nilai dari n sendiri adalah 24. Kemudian dapat diperoleh nilai rata-rata (mean) sebagai berikut :

̅ =

=

=

75,62

Dari hasil perhitungan di atas maka diperoleh nilai rata-rata dari hasil belajar murid kelas IV SDN 96 Carangki setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay (CRH) yaitu 75,62 dari skor ideal 100.

Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Bahasa Indonesia

Skor Kategorisasi Frekuensi %

0 ≤ × < 65 Tidak tuntas 5 20,83

65 ≤ × ≤ 100 Tuntas 19 79,17

Jumlah 24 100,0

(44)

Apabila dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar murid yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah murid yang mencapai atau melebihi nilai KKM (65)≥70%, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia murid Kelas IV SDN 96 Carangki Kabupaten Maros pada keterampilan membaca pemahaman telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana murid yang tuntas adalah 79,17%.≥ 70%.

3. Deskripsi Aktivitas Belajar Bahasa Indonesia Murid Kelas IV SDN 96 Carangki selama diterapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay(CRH)

Hasil pengamatan aktivitas murid dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay(CRH)terhadap keterampilan membaca pemahaman pada pembelajaran Bahasa Indonesia selama 3 kali pertemuan dinyatakan dalam persentase sebagai berikut:

Tabel 4.5 Hasil Analisis Data Observasi Aktivitas Murid

No. Aktivitas Murid

Jumlah Murid yang Aktif pada Pertemuan

ke-

Rata-

rata % Kategori

1 2 3 4 5

1.

Murid yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung.

P R E T E S

23 24 24 P

O S T T E S T

23,6 98,33 Aktif

2.

Murid yang tidak

memperhatikan pada saat guru menjelaskan materi.

4 2 2 2,6 10,83 Tidak

Aktif 3. Muridyang

memperhatikan pada saat

21 19 22 20,6 85,83 Aktif

(45)

guru menjelaskan materi. T

4.

Murid yang menanyakan materi pelajaran yang belum dimengerti.

2 5 6 4,3 17,91 Tidak

Aktif

5.

Murid yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.

15 18 21 18 75 Aktif

6.

Murid yang aktif dalam kelompoknya masing- masing membuat kotak untuk menuliskan jawaban soal kuis sesuai arahan guru.

5 8 12 8,3 34,58 Tidak

Aktif

7

Murid yang aktif dalam kelompoknyamenuliskan jawaban soal ke dalam kotak yang tersedia.

17 15 23 18,3 76,25 Aktif

8

Murid yang aktif berteriak hore jika kelompoknya telah memperoleh tanda benar (√) secara

horizontal, atau vertikal, atau diagonal.

19 18 20 19 79,16 Aktif

Hasil pengamatan untuk pertemuan I sampai dengan pertemuan III menunjukkan bahwa :

a.Persentase kehadiran murid sebesar 98,33%

b.Persentase murid yang tidak memperhatikan pada saat guru menjelaskan materi 10,83%

c.Persentase murid yang memperhatikan pada saat guru menjelaskan materi 85,83 %

(46)

d.Persentase murid yang menanyakan materi pembelajaran yang belum dimengerti 17,91,5%

e.Persentase murid yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru 75%

f. Persentase murid yang aktif dalam kelompoknya masing-masing membuat kotak untuk menuliskan jawaban soal kuis sesuai arahan guru 34,58%

g. Persentase murid yang aktif dalam kelompoknya menuliskan jawaban soal ke dalam kotak yang tersedia 76,25%

h.persentase murid yang aktif berteriak hore jika kelompoknya telah memperoleh tanda benar (√) secara horizontal, atau vertikal, atau diagonal 79,16%.

Sesuai dengan kriteria aktivitas murid yang telah ditentukan peneliti yaitu murid dikatakan aktif dalam proses pembelajaran jika jumlah murid yang aktif ≥70% baik untuk aktivitas murid perindikator maupun rata-rata aktivitas murid, dari hasil pengamatan rata-rata persentase jumlah murid yang aktif melakukan aktivitas yang diharapkan yaitu mencapai 79,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas murid dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan membaca pemahaman dikategorikan aktif.

4. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe course review horay (CRH) terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada Murid Kelas IV SDN 96 Carangki Sesuai dengan hipotesis penelitian yakni “penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe course review horay (CRH)memiliki pengaruh terhadap keterampilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada murid kelas IV SDN 96 Carangki Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros”.Maka

(47)

teknik yang digunakan untuk menguji hipotesis tersebut adalah teknik statistik inferensial dengan menggunakan uji-t.

Tabel 4.6. Analisis skor Pre-test dan Post-test

No X1 (Pre-test) X2 (Post-test) d = X2 - X1 d²

1 50 80 30 900

2 33 60 27 729

3 60 67 7 49

4 33 70 37 1369

5 87 90 3 9

6 67 75 8 64

7 60 75 15 225

8 80 87 7 49

9 87 100 13 169

10 60 70 10 100

11 67 80 13 169

12 40 60 20 400

13 80 87 7 49

14 90 100 10 100

(48)

15 60 75 15 225

16 80 87 7 49

17 33 60 27 729

18 67 80 13 169

19 50 53 3 9

20 60 67 7 49

21 73 87 14 196

22 40 75 35 1225

23. 33 60 27 729

24. 67 70 3 9

1457 1815 358 7730

Langkah-langkah dalam pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : 1. Mencari nilai “Md” dengan menggunakan rumus:

Md

=

=

= 14,91

2. Mencari nilai “∑ ” dengan menggunakan rumus:

= (∑ )

= 7730 − (358) 24

(49)

= 7730 −128164 24

=7730 − 5340,16

= 2389,84

3. Menentukan harga tHitung

t =

( )

t =

, ,

( )

t =

, ,

t =

√ ,,

t =

, ,

t = 7,17

4. Menentukan harga tTabel

Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan taraf signifikan = 0,05 dan = − 1 = 24 – 1 = 23 maka diperoleh t0,05= 2,06

Setelah diperoleh tHitung= 7,17 dan tTabel = 2,06 maka diperoleh tHitung > tTabel atau 7,17 > 2,06. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0

ditolak dan H1diterima. Ini berarti bahwa penerapan model pembelajaran

(50)

kooperatif tipe course review horay (CRH) berpengaruh terhadap ketermapilan membaca pemahaman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

B. Pembahasan

1. Hasil Belajar Murid

Pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay(CRH) memberikan kesempatan kepada murid secara bersama-sama menguji pemahaman materi atau konsep yang telah dipelajari dengan cara menyelesaikan soal-soal. Hal ini dapat membantu murid lebih terlatih menerapkan materi yang telah dipelajari untuk menyelesaikan soal-soal sehingga pemahaman murid semakin baik dan berdampak pada berkurangnya kesulitan murid dalam menyelesaikan soal-soal.

Course Review Horay adalah salah satu model pembelajaran yang mendorong murid untuk ikut aktif dalam belajar. Dengan model pembelajaran Course Review Horay diharapkan dapat melatih kerja sama dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukan kelompok, pembelajarannya menarik dan mendorong murid untuk terjun kedalamnya, tidak monoton karena diselingi sedikit hiburan sehingga suasana tidak menegangkan serta murid lebih semangat belajar karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan sehingga mampu membantu murid dalam meraih nilai yang tinggi.

Berdasarkan hasil pre-test, nilai rata-rata hasil belajar murid 60,70.

Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat kemampuan murid dalam membaca peemahaman dalam pelajaran Bahasa

Gambar

Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Table 3.2 Skema Desain Penelitian
Tabel 3.3 Keadaan Populasi
Tabel 3.4 Sampel No Kelas Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 1. IV 12 12 24 Jumlah 24
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan penetapan tarif sewa kamar dan ruang pertemuan dengan menggunakan metode Activity Based Costing pada Hotel Royal Regal

On the other hand, there are some well-known projective invariants of Finsler metrics namely, Douglas curvature [5][6][10], Weyl curvature, generalized Douglas - Weyl curvature

Table 3 shows the details of the FE simulation result, related to tangential stress, radial stress and minimum blank holder force, based on the minor and major strain ratio and

Jika kita berbiara tentang biaya pendidikan, kita tidak hanya berbicara tenang biaya sekolah, training, kursus atau lembaga pendidikan formal atau informal lain yang dipilih, namun

Pada pendidikan pola lama sistem pendidikan lebih cenderung pada teacher center dimana guru lebih mendominasi proses pendidikan. Dalam pola lama ini siswa hanyalah bagaikan sebuah

 Tapi  Siahaan  ternyata  kehabisan  stok...  Terutama  bagi  para

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai bentuk kegiatan belajar mengkomunikasikan ilmu, dengan tujuan meningkatkan keaktifan belajar siswa, meningkatkan hasil dan