PENETAPAN NILAI CUT-OFF BAKTERIURIA DAN LEUKOSITURIA MENGGUNAKAN URINALYZER OTOMATIS UNTUK DIAGNOSIS
INFEKSI SALURAN KEMIH PADA PASIEN WANITA USIA REPRODUKTIF DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
Nabilah Bulan Salsabil G0016160
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2019
ABSTRAK
Nabilah Bulan Salsabil, G0016160, 2019. Penetapan Nilai Cut-Off Bakteriuria dan Leukosituria Menggunakan Urinalyzer Otomatis untuk Diagnosis Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Wanita Usia Reproduktif di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Pendahuluan: Urinalisis merupakan salah satu pemeriksaan yang rutin dilakukan untuk diagnostik dan skrining ISK. Pada urinalisis pasien ISK ditemukan leukosituria dan bakteriuria. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan cut-off leukosituria dan bakteriuria dengan urine analyzer Sysmex UX-2000 untuk skrining ISK pada pasien wanita usia reproduktif.
Metode: Penelitian dengan metode deskriptif retrospektif yang dilakukan di Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) bulan Agustus - Oktober 2019. Sebanyak 84 pasien wanita usia reproduktif melakukan pemeriksaan kultur urin dengan alat VITEK2 dan pemeriksaan urinalisis rutin dengan alat Urine Analyzer Sysmex UX- 2000. Analisis data menggunakan program SPSS versi 23.0. Cut-off bakteriuria dan leukosituria ditentukan dari kurva ROC dilanjutkan dengan penentuan sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), likelihood ratio (LR) dan akurasi.
Hasil: Cut-off leukosituria didapatkan 378,4 sel/uL dengan sensitivitas 61%, spesifisitas 62%, PPV 31%, NPV 85%, LR 1,6 dan akurasi 62%. Cut-off bakteriuria didapatkan 869,7 sel/uL, sensitivitas 78%, spesifisitas 71%, PPV 44%, NPV 92%,LR 2,7 dan akurasi 73%.
Kesimpulan: Cut-off leukosituria dan bakteriuria menggunakan Sysmex UX-2000 dengan NPV >80% dapat digunakan untuk skrining kultur urin pada ISK.
Kata kunci: Infeksi saluran kemih, leukosituria, bacteriuria, cut-off, urine analyzer, Sysmex UX-2000
ABSTRACT
Nabilah Bulan Salsabil, G0016160, 2019. Determination of Cut-Off Values for Bacteriuria and Leukocyturia Using Automatic Urinalyzer for Diagnosis of Urinary Tract Infections in Woman at Reproductive Age at Dr. Moewardi Hospital in Surakarta. Mini Thesis. Faculty of Medicine, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Introduction: Urinalysis is a routine examination for UTI diagnostics and screening. Leukocyturia and bacteriuria are found in urinalysis in UTI patients. The aim of this study is to determine the cut-off for leukosituria and bacteriuria with an urine analyzer Sysmex UX-2000 for UTI screening in female patients at reproductive age.
Methods: A retrospective descriptive study is conducted at Dr. Moewardi Hospital in Surakarta (RSDM) in August - October 2019. A total of 84 women at reproductive age conducted urine culture tests with VITEK2 and routine urinalysis with the Sysmex UX-2000 Urine Analyzer. Data analysis in this study is using SPSS version 23.0. Cut-off for bacteriuria and leukosituria are determined from the ROC curve followed by the determination of sensitivity, specificity, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), likelihood ratio and accuracy.
Result: Cut-off for leukocyturia found 378.4 cells/uL with a sensitivity of 61%, specificity 62%, PPV 31%, NPV 85%, LR 1,6 and accuracy of 62%. Cut-off for bacteriuria found 869,7 cells/uL with a sensitivity of 78%, specificity 71%, PPV 44%, NPV 92%, LR 2.7 and accuracy 73%.
Conclusions:Cut-off for leukocyturia and bacteriuria using Sysmex UX-2000 with NPV >80% can be used for screening urine culture on UTI.
Keywords: Urinary tract infections, leukocyturia, bacteriuria, cut-offs, urine analyzer, Sysmex UX-2000, women at reproductive age
PRAKATA
Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi Program Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Penulis menyadari bahwa penelitian ini tidak akan berhasil tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak dan instansi terkait, oleh karena itu dengan penuh rasa hormat ucapan terima kasih penulis berikan kepada:
1. Dr. Reviono, dr., Sp.P(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., MPd selaku Ketua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Kusmadewi Eka Damayanti, dr., M.Gizi selaku Ketua Tim Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
4. Dian Ariningrum, dr., M.Kes, Sp.PK selaku pembimbing I dan Sigit Setyawan, dr., M.Sc selaku pembimbing II yang telah berkenan meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, dan motivasi bagi penulis dalam penulisan skripsi.
5. Tonang Dwi Ardyanto, dr., Sp.PK, Ph.D. selaku penguji yang telah berkenan menguji dan memberikan kritik, saran, dan bimbingan untuk menyempurnakan kekurangan dalam penulisan skripsi ini.
6. Kedua orang tua dan adik saya
7. Teman-teman atas perjuangan bersamanya selama proses pembuatan skripsi.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini tidak luput dari segala kekurangan, oleh karena itu penulis berharap adanya masukan serta saran yang membangun demi perbaikan tulisan ini. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
Surakarta, 11 November 2019
Nabilah Bulan Salsabil
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……… i
HALAMAN PERSETUJUAN ………. ii
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ……….. iii
HALAMAN PERNYATAAN ……….. iv
ABSTRAK ………. v
PRAKATA ……… vii
DAFTAR ISI …….……… viii
DAFTAR GAMBAR ……… x
DAFTAR TABEL ………. xi BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ………
B. Perumusan Masalah ………...
C. Tujuan Penelitian ………...
D. Manfaat Penelitian ……….
1 5 5 6 BAB II LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Infeksi Saluran Kemih ………...
2. Pemeriksaan Kultur Urin ………...
3. Urinalisis Rutin ………...
4. Urinalisis Otomatis ………...
5. Hasil Penelitian Sebelumnya ………...
6. Uji Diagnostik ………...……….
B. Kerangka Pikir ………...………
C. Hipotesis ………...………...
7 15 18 35 36 37 41 41
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ………...……….
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ………...………..
C. Subjek Penelitian ………...………..
42 42 42
D. Teknik Pengambilan Sampel ………...………..
E. Rancangan Penelitian ………...………..
F. Identifikasi Variable Penelitian ………...……..
G. Definisi Operasional Variabel Penelitian ……….
H. Instrumen Penelitian ………...……….
I. Cara Kerja ………...……….
J. Teknik Analisis Data ………...………
K. Jadwal Penelitian ………...………..
43 44 44 45 45 45 46 47 BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Karakteristik Subjek Penelitian ……….
B. Hasil Analisis Data ………
48 50
BAB V PEMBAHASAN 56
BAB VI PENUTUP
A. Simpulan ………
B. Saran ……….
67 67
DAFTAR PUSTAKA ……… 68
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Patogenesis infeksi saluran kemih ………. 10
Gambar 1.2 VITEK 2 Compact Instrument and Workstation ……... 15
Gambar 1.3 VITEK 2 GN Colorimetric Identification Card ……… 16
Gambar 1.4 Multisix 10 SG ……….. 24
Gambar 1.5 Persamaan kreaksi keasaman ……… 26
Gambar 1.6 Persamaan reaksi protein ……….. 27
Gambar 1.7 Persamaan reaksi darah ………. 28
Gambar 1.8 Persamaan reaksi glukosa ……….. 29
Gambar 1.9 Persamaan reaksi keton ………. 30
Gambar 1.10 Persamaan reaksi bilirubin ……… 30
Gambar 1.11 Persamaan reaksi uribilinogen ……….. 31
Gambar 1.12 Persamaan reaksi leukosit esterase ……… 32
Gambar 1.13 Persamaan reaksi nitrit ……….. 34
Gambar 1.14 Fully-Automated Integrated Urine Analyzer UX-2000 35 Gambar 1.15 Contoh Kurva ROC ……….. 37
Gambar 2. Kerangka pemikiran ……….. 41
Gambar 3. Rancangan penelitian ……… 44
Gambar 4. Kurva Receiver Operating Characteristic (ROC)…….. 58
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Kontingensi 2x2 Uji Diagnostik ………... 38
Tabel 3.1 Karakteristik Subyek Penelitian ……… 48
Tabel 3.2 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk jumlah leukosit urin pada berbagai nilai cut-off ………... 48 Tabel 3.3 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk jumlah leukosit urin dengan nilai cut- off Xn ……… 49 Tabel 3.4 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk jumlah bakteri urin pada berbagai nilai cut-off ………... 49 Tabel 3.5 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk jumlah bakteri urin dengan nilai cut-off Xn ………. 49 Tabel 3.6 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk kombinasi bacteriuria dan leukosituria 50 Tabel 3.7 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk kombinasi bacteriuria atau leukosituria 50 Tabel 3.8 Dummy Table untuk Sensitivitas, Spesifisitas, positive predictive value, negative predictive value, akurasi dan likelihood ratio untuk kombinasi bacteriuria dan leukosituria serta kombinasi bacteriuria atau leukosituria ……… 50 Tabel 3.9 Jadwal Penelitian ……….. 51
Tabel 4.1 Karakteristik Sampel Data ……… 53
Tabel 4.2 Bakteri penyebab ISK ……….. 54
Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov ………. 55
Tabel 4.4 Hasil Uji Chi-Square Variabel Nitrit dan Leukosit Esterase … 55 Tabel 4.5 Hasil Uji Chi-Square Karakteristik Subyek Penelitian ………. 56
Tabel 4.6 Hasil Uji Mann-whitney ………... 57
Tabel 4.7 Hasil Kurva ROC ………. 58
Tabel 4.8 Nilai cut-off dan akurasi untuk WBC dan BAC……… 59
Tabel 4.9 Tabel 2x2 untuk Leukosit Urin………. 59
Tabel 4.10 Tabel 2x2 untuk Bakteri Urin ………. 59
Tabel 4.11 Tabel 2x2 untuk kombinasi bakteriuria dan leukosituria 60 Tabel 4.12 Hasil sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value,
negative predictive value, akurasi, likelihood ratio (+) dan likelihood ratio (-) untuk Leukosituria cut-off 378,4 sel/µL , Bakteruuria cut-off 869,7 sel/µL dan kombinasi bakteriuria dan leukosituria……….
60