• Tidak ada hasil yang ditemukan

YULIS ARYANTI NIM:TP.161632

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "YULIS ARYANTI NIM:TP.161632"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA IMAM MASJID DALAM MEMBINA ANGGOTA PENGAJIAN UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

ASASUL IMAN DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN JANGKAT TIMUR

KABUPATEN MERANGIN

SKRIPSI

YULIS ARYANTI NIM:TP.161632

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

2020

(2)

UPAYA IMAM MASJID DALAM MEMBINA ANGGOTA PENGAJIAN UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT BERJAMAAH DI MASJID

ASASUL IMAN DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN JANGKAT TIMUR

KABUPATEN MERANGIN

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar sarjana serata Satu ( S1 ) Program Studi Pendidikan Agama Islam

YULIS ARYANTI NIM:TP.161632

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI

2020

(3)

KEMENTERIAN AGAMA RI

UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

NOTA DINAS

Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku tgl No.

Revisi

Tgl.

Revisi

Halam an In.08-PP-05-01 In.08-FM-PP-05-07 12-05

2020

R-0 - 1 dari

1 Hal : Nota Dinas

Lampiran : Kepada

Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Di Jambi

Assalamu‟alaikum wr.wb

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skiripsi saudari;

Nama : Yulis Aryanti

NIM : TP. 161632

Judul Skripsi :Upaya Imam Masjid Dalam Membina Anggota Pengajian Untuk Melaksanakan Shalat Berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

Sudah dapat diajukan kembali kepada FakultasTarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Jurusan Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Dengan ini kami mengharapkan agar skiripsi/tugas akhir saudari tersebut di atas dapat segera dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Jambi, Januari 2020 Pembimbing I

Dr. H. Kemas Imrons Rosadi, M.Pd N.196911171994011001

(4)

KEMENTERIAN AGAMA RI

UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

NOTA DINAS

Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku tgl No.

Revisi

Tgl.

Revisi

Halam an In.08-PP-05-01 In.08-FM-PP-05-07 12-05

2020

R-0 - 1 dari

1 Hal : Nota Dinas

Lampiran : Kepada

Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Di Jambi

Assalamu‟alaikum wr.wb

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing berpendapat bahwa skiripsi saudari;

Nama : Yulis Aryanti

NIM : TP. 161632

Judul Skripsi :Upaya Imam Masjid Dalam Membina Anggota Pengajian Untuk Melaksanakan Shalat Berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

Sudah dapat diajukan kembali kepada FakultasTarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Jurusan Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam dunia Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Dengan ini kami mengharapkan agar skiripsi/tugas akhir saudari tersebut di atas dapat segera dimunaqasyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Jambi, Januari 2020 Pembimbing II

Ridwan, S,Psi, M,Psi, Psikolog NIP.197310162007011017

(5)

KEMENTERIAN AGAMA RI

UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

PENGESAHAN SKRIPSI/TUGAS AKHIR Kode Dokumen Kode Formulir Berlaku tgl No.

Revisi

Tgl.

Revisi

Halam an In.08-PP-05-01 In.08-FM-PP-05-07 12-05

2020

R-0 - 1 dari

1 Nomor: B, 103/D.11/PP.009/V/2020

Skripsi/Tugas akhir dengan judul :Upaya Imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan Shalat Berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin Jambi

Yang dipersiapkan dan disusun oleh :

Nama : Yulis Aryanti

NIM : TP.161632

Jurusan/Program Studi : Pendidikan Agama Islam Telah di Munaqasyahkan pada : 12 Selasa 2020

Nilai Munaqasyah : 84,7 (A)

Dan dinyatakan telah di terima oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

TIM MUNAQASYAH

Ketua Sidang Sekretaris Sidang

Dr, Jaya, S.Ag, M. Pd.I Habib Muhammad, M.Ag

NIP.197008022000032003 NIP.196911141994011001

Penguji I Penguji II

Dr. Tuti Indriyani, M.Pd.I Dra. Dewi Hasanah, S.Pd, M.Ag NIP.197501102009012006 NIP.197007111994032003

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. H. Kemas Imron Rosadi, M.Pd Ridwan, S,Psi, M,Psi, Psikolog

NIP.196911171994011001 NIP.197310162007011017

Jambi, Selasa, 12, Juni 2020 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Sekretaris Prodi Pendidikan Agama Islam

Habib Muhammad, M.Ag NIP.196911141994011001

(6)
(7)

PERSEMBAHAN

Skripsi ini dipersembahkan untuk:

1. Yang utama dari segalanya, sembah sujud syukur kepada Allah SWT.

Taburan cinta dan kasih sayang-mu telah memberikan keutamaan, membekali dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan cinta. Atas karunia dan kemudahan yang engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam kita limpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW.

2. Terimakasih juga utuk orang tuaku yang tercinta mama dan papa yang selalu memberikan dorongan dukungan serta kasih sayang yang tiada henti, kupersembahkan karya kecil ini kepada mamaku yang tersayang (Dasnidawati) papaku tercinta(Taranus). Semoga ini langkah awal untuk membuat papa dan mama bahagia.

3. Terimaksih juga untuk adikku (Dwiyarpeka, Andra Pratama dan Alfien TD), tiada yang lebih menyenangkan dari pada kumul bersama kalian, maaf belum bisa menjadi panutan dan kakak yang baik untuk kalian kupermbahkan karya kecil ini untuk kalian adik-adiku tercinta.

4. Terimkasih untuk keluargaku yang tercinta yang selalu memberikan dukungan dan motivasi serta Do‟a yang tiada terhenti semoga Allah senantiasa memberikan rahmatnya kepada kita semua.

5. Terimaksih untuk orang yang masih dirahasiakan atas bantuan dukungan serta semangat dan motivasi yang selalu diberikan.

6. Terimaksih utuk dosen pembimbing tugas akhirku bapak Dr. Kemas Imron Rosadi, M.Pd selaku pembimbing satu saya terimaksih banyak telah membantu saya sudah dinasehati dan sudah diajari saya tidak akan lupa atas bantuan bapak terhadap saya semoga Allah yag membalas kabaikan bapak terhadap saya.

(8)

7. Terimaksih juga untuk bapak Ridwan , S,Psi, M,Psi, Psikolog selaku pembimbing dua saya terimaksih banyak telah membantu saya sudah dinasehati dan sudah diajari saya tidak akan lupa atas bantuan bapak terhadap saya semoga Allah yag membalas kabaikan bapak terhadap saya.

8. Terimaksih utuk seluruh dosen pengajar fakultas Tarbiyah dan keguruan, terimaksih banyak untuk semua ilmu dan didikan yang sangat bearti yang telah kalian berikan kepada kami.

(9)

OMOOM

َة ٰوَلَّصلٱ ِمِقَأ َو ِبٰـَحِكۡلٱ َنِم َكۡيَلِإ َى ِحوُأ ٓاَم ُلۡجٱ ِنََ ٰىَََۡۡج َة ٰوَلَّصلٱ ََّّ ِإ ۖ

ِرَكُۡمۡلٱ َو ِءٓاَش ۡحَفۡلٱ ُرََ َۡۡأ ِ َّلَّٱ ُر َِِۡۡل َو ۗ

ََّ وَُۡۡ ۡصَج اَم ُمَلََۡۡ ُ َّلَّٱ َو ۗ ٥٤

)

Bacalah kitabb (Al-Qur‟an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksankanlah sholat. Sesungguhnya shollat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dann (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebbih besar (keutamaanya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(Al-„Ankabut:45)

(10)

Kata Pengantar

Alhamdulillah Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang tiada sempat untuk memohon kecuali kepada-Nya atas iradah serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi dengan judul“Upaya Imam Masjid Dlam Membina Anggota Pengajian Untuk Melaksanakan Shalat Berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin” shelawat beserta salam tak lupa penulis aturkan kepada junjungan umat, nabi dari segala nabi dan pimpinan segala rosul yakni habibullah nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kegelapan hingga menuju alam yang terang menerang dengan penuh ilmu pengetahuan.

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat akademik guna mendapatkan gelar sarjana Pendidikan pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyelesaian skripsi ini melibatkan banyak pihak yang telah memberikan motivasi kepada penulis baik secara moril maupun secara materil, untuk itu pada kesempatan ini dengan segala hormat dan kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Su‟aidi Asy, MA,Ph.D, selaku Rektor UIN Sulhan Thaha Saifuddin Jambi.

2. Ibu Dr. Hj. Fadhilah M.Pd selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

3. Bapak Muhklis, M.Pd.I selaku Kajur Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

4. Bapak Dr. H. Kemas Imron Rosadi, M,Pd sebagai Pemimbing 1 yang telah banyak membantu dan memberikan arahan serta masukan dalam perkuliahan dan penyusunan skripsi ini.

5. Bapak Ridwan, S,Psi, M,Psi, Psikolog sebagai Pemimbing II yang telah banyak membantu dan memberikan arahan serta masukan dalam perkuliahan dan penyusunan skripsi ini.

(11)

6. Bapak Aliyandi selaku Imam masjid Asasul Iman di Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

7. Bapak dan ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan khususnya jurusan pendidikan agama Islam atas ilmu yang telah bapakdan ibu berikan.

8. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan motivasi yang tiada henti dan selalu mendorong bagi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

Penulis sangat menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran ilmiyah yang dapat membangun sangat penulis harapkan demi penyusunan skripsi ini.

Atas semua bantuan yang diberikan, penulis hanya dapat mengucapkan terimakasih dan teriring doa semoga mendapat balasan dari Allah SWT. akhirnya penulis berharap dan memohon rhidonya-Nya semoga skripsi ini dapat diterima dan bermamfaat bagi semua pihak.

Jambi, Oktober 2020

Yulis Aryanti TP.161632

(12)

ABSTRAK Nama :Yulis Aryanti

Nim :TP.161632

Jurusan :Pendidikan Agama Islam

Judul :Imam Masjid Dalam Membina Anggota Pengajian Untuk Melaksanakan Shalat Berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

Skripsi ini membahas tentang upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin. Jenis penelitian adalah jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah. Adapun teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan keabsahan data serta penarikan kesimpulan.

Penenlitian ini dilakukan di masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin, dengan harapan semoga anggota pengajian terbiasa untuk melaksanakan shalat berjamaah baik itu dirumah maupun dimasjid. Berdasarkan hasil penelitian bahwa upaya imam masjid dalam membina Anggota pengajian di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin sudah berjalan dengan baik

Kata Kunci : upaya, Imam masjid, shalat berjamaah

(13)

ABSTRACT Name : Yulis Aryanti

Nim : TP.161632

Major : Islamic Religious Education

Title :Efforts of mosque priests in developing members of the Koran to To Carry Out Congregational Prayers In Asasul Iman Mosque Tanjung Alam Village East Jangkat District Merangin Regency.

This thesis discusses the efforts of mosque priests in fostering members of the study to carry out prayer in congregation in the mosque Asasul Iman Tanjung Alam Villaga East Jangkat Discrict Merangin Discrict .this tyfe of research is a tyfe of qualitative research, fengab data collection using interview, observation, and documentation techiques to obtain data regarding the efforts of priets Majid in fostering members of the study to carry out prayer in congregation. As for the techhinques, data analysis and data validity an drawing conclusions.

This research was conducted at the Asaul Iman mosque of Tanjung Alam Village, East Jangkat District, Merangin Regency with the hope that members of the study woul be accustomed to conducting congregational prayers both at home and the mosque Jangkat Timur Subdistrict, Merangin Regency, ssag want well.

Keywords: efforts, Mosque imams, congregational prayer

(14)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL…… ……….i

HALAMAN JUDUL ……….………...…ii

NOTA DINAS………..iii

LEMBAR PENGESAHAN...iv

HALAMAN PENGESAHAN ………...v

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS……….vi

PERSEMBAHAN………..….vii

MOTTO………..viii

KATA PENGANTAR……….…ix

ABSTRAK……….x

ABSTRACT………..xi

DAFTAR ISI………....xii

DAFTAR TABEL………xiii

DAFTAR BBAGAN………..….xiv

BAB I PENDAHHULUAN A. Lata Belakang………..1

B. Fokus Penelitian………...6

C. Rumuusan Masalah……….….6

D. Tujuan Penelitan dan Mamfaat Penelitian…………...…………...……….7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teoritik………...………...8

B. Penggertian Upaya………...………...8

C. Pengertian Iamam Masjid………...………....9

(15)

D. Pengertian Shalat………...……….9

E. Penegrtian Berjamaah………...……….…12

F. Pengertian Masjid………..14

G. Study Relevan………17

BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Setting Dan Subjek Penelitian………..….20

B. Jenis dan Sumber Data…….………...……..……21

C. Teknik Pengumpulan Data………...………….23

D. Teknik Analisis Data………..………...27

E. Teknik Pemeriksa Keabsahan Data………..……….28

F. Jadwal Penelitian………...32

BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Umum………..….33

B. Temuan Khusus………..…40

BAB V PENUTUP A. Kesimpuan………...…..59

B. Saran ………...…..60

DAFTAR PSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

(16)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1………...………...i

Tabel 4.2………..ii

Tabel 4.3……….iii

Tabel 4.4……….iv

(17)

DAFTAR BAGAN

Bagan 4.1……… ………...…1

(18)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah

Dalam pembukuan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa” Negara menjamin tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamnya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu.”oleh sebab itu kita sebagai warga Negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap toleransi antar umat beragama dan saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan Negara.

Menurut McCullouh, dkk, dikutip Santrock, “Agama pengaruhnya sangat besar bagi seseorang.” Sementara pada sejumlah orang dewasa lainya, perannya mungkin kecil atau tidak ada sama sekali, sehingga realitas yang terjadi ditengah-tengah masyarakat tanpak adanya kurang pemahaman terhadap ajaran- ajaran agama Islam terutama tentang beribadah kepada Allah Swt, hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman agama dan kurang pembinaan agama kepada masyarakat. Seharusnya sudah menjadi tugas dan tanggung jawab semua pihak, termasuk imam masjid untuk berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan, suapaya mereka bisa mengetahui bagaimana yang seharusnya terutama dalam pelaksanaan shalat.

Dalam aktivitas muslim Indonesia memiliki kelompok/anggota pengajian atau mengadakan pengajian yang diselenggarakan secara rutin. Baik yang dikelola oleh sebuah organisasi atau kepanitian maupun pengajian yang dikelola oleh perorangan. Pengajian atau sebuah kajian Islami saat ini sudah menjadi fenomena umum bagi masyarakat muslim di Indonesia khususnya di Desa Tanjung Alam. Sebagai bentuk dakwah pengajian akan selalu ada dalam setiap umat islam di dunia. M.Quraisy Shihab menerangkan bahwa dakwah merupakan satu bagian yang ada dalam kehidupan umat beragama.

Masjid merupakan pusat pembinaan umat, terwujudnya suatu masyarakat ialah yang memiliki hubungan dekat dengan Allah SWT, dan hubungan yang harmonis bagi sesama manusia. Dari sini terbentuklah kepribadian masyarakat

(19)

muslim yang bertakwa kepada allah SWT. Isyarat penting dari Rasulullah SAW, bahwa masjid merupakan suatu yang sangat penting bagi umat Islam.Jiwa atau ruh keislaman seorang muslim tidak akan kokoh kalau tidak suka kemasjid, pembentukan masyarakat Islam karena masyarakat muslim tidak akan tersentuh secara kokoh rapi kecuali dengan adanya komitmen terhadap sistem, aqidah, dan tantanan Islam. Hal ini tidak akan dapat ditumbuhkan kecuali melalui semangat masjid.

Peran dan fungsi masjid pada masa sekarang ini, sebagaimana masjid difungsikan pada masa Rasulullah SAW, masjid dalam peradaban islam bukan sekedar sebuah tempat kegiatan keagamaan dan kebudayaan, tapi merupakan suatu tata kelembagaan yang menjadi sarana pembinaan masyarakat dan keluarga muslimserta insan-insan peradaban Islam. Sebagaimana telah dijelaskan beberapa fungsi masjid sebagai berikut:

a. Tempat pelaksanaan peribadatan

Masjid telah kita ketahui barasal dari kata sajada-yasjudu yang berarti merendahkan diri, menyembah atau bersujud. Dengan demikian menjadi tempat shalat dan zikir merupakan fungsi utama dari masjid. Oleh karena itu seluruh aktivitas yang dilaksanakan didalam masjidberorentasi zikrullah, apapun bentuk aktivitas yang di tersebut. Karena itu menghalangi-halangi manusia yang hendak menyebut Allah di dalam masjid dalam berbentuk aktiVitasnya merupakan suatu yang sangat aniaya.

b. Tempat pertemuan

Salah satu tempat yang paling rutin yang digunakan oleh rasullah saw, dan paara sahabatnya untuk saling bertemu adalah masjid. dalam pertemuan dimasjid itu Rasulullah SAW dan sahabatnya tidak hanya bertemu secara fisiknya saja, tepi juga mempertemukan hati dan pikiran.

sehingga di masjid itulah hubungan sesama menjadi dekat.

Dengan selalu bertemu dimasjid dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt, masjid menjadi hamba-hamba Allah yang memiliki kekuatan jiwa yang luar biasa dalam mengemban amanah perjuangan menengakkan

(20)

nilai-nilai islam dimuka bumi. Bahkan dengan semangat dan hikmah shalat berjama‟ah serta saling kumpul di masjid.

Dalam masyarakat Islam ukhuwah, mahabah, persamaan dan keadilan merupakan sesuatu yang harus terwujud.hal ini tidak mungkin terwujud manakala kaum muslimin tidak saling bertemu setiap harinya dalam shaf shaf shalat berjama‟ah, sampai terhapusnya perbedaan pangkat,kedudukan,kekayaan serta aatribut sosial lainya.

c. Tempat bermusyawarah

Pada masa Rasulullah saw, masjid di jadikan tempat untuk bermusyawarah baik dalam merencanakan suatu masalah maupun memecahkan persoalan yang terjadi baik keterkaitan dengan urusan pribadi maupun urusan umat secara keseluruhan. Srategi perang, perdamaian dengan pihak lawan, meningkatkan kemaslahatan umat, merupakan beberapa permasalahan yang dimusyawarahkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya di masjid.

Karena dilaksanakan di masjid, maka musyawarah bisa berlangsung dengan sarana persaudaraan yang harmonis, dan hasil-hasilnya bisa dicapai dengan warna yang sesuai dengan wahyu yang diturunkan oleh Allah swt. Itu pula sebabnya, mengapa jalan perjuangan dan pembentukan masyarakat yang baik harus ditempuh dengan cara yang baik pula.

d. Tempat perlindungan

Bila seseorang berada dalam keadaan tidak aman, maka bila ia dia masuk kemasjid. Rasulullah saw, dan para sahabatnya memberikan perlindungan atau jaminan keamanaan selama dia dalam kebaikan. dalam masjid pada waktu shalat ajaran persamaan dan persaudaraan umat manusia dipraktikan disinilah tiap muslim disadarkan bahwa sesungguhnya mereka semua sama.

Masjid adalah rumah tempat ibadah umat muslim, masjid artinya tempat sujud selain tempat ibadah masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian

(21)

agama dan belajar dan belajar Alquran sering dilaksanakan di masjid.

Bahkan dalam sejarah Islam masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.Etimologi masjid bearti tempat beribadah. Akar kata dari masjid adalah sajada dimana sajada bearti sujud atauu tunduk. Kata masjid sendiri berakar dari bahasa arab.

Dengan demikian masjid punya kedudukan yang sangat penting bagi kaum muslimin, yakni dalam rangka memperkokoh dan memantapkan ruh keislamannya. Dengan terbentuknya sebuah masjid atau musholla tidak terlepas dari partisipasi atau suatu sumbangan dari sosial masyarkat untuk mendirikanya, akan tetapi permasalahan yang terjadi di Masjid Asasul Iman yang terbentuk dengan megah tetapi jamaah yang melakukan shalat dengan secara berjamaah sangatlah sedikit

Peran imam masjid dalam hal ini sangatlah penting, karena imam masjid adalah orang yang pertama dalam masjid yang berperan penting dalam menjalan aktivitas keagamaan terutama dalam kegiatan masjid seperti diselenggarakan kajian islami yang berada dalam setiap kelompok dan kumpulan pengajian.

Femona ini sering di jumpai diberbagai masjid, seperti kumandang azan waktu sholat telah tiba, tetapi sedikit yang hendak bergegas kemasjid untuk melakukan sholat berjamaah palagi ketika sholat subuh hanya ada beberapa orang saja yang melakukan shalat berjamaah.Hal ini tidak terlepas dari Imam masjid atau da‟i untuk ikut dalam memberikan dakwahnya supaya anggota pengajian ataupun masyarakat mau melakukan shalat berjama‟ah di masjid walaupun secara perlahan-lahan.

Sebagai mukmin tidak boleh puas hanya sampai pada keberhasilan membangun masjid yang megah hingga menghabiskan dan ratusan juta, bahkan miliaran rupiah, karena itu Rasulullah SAW, mengingatakan agar diperhatikan dan diupayakan juga kemakmuran masjid jangan sampai masjid yang sudah dibangun dengan megah indah tetapi hanya sedikit orang yang memakmurkanya sebagai mana dalam alquran Allâh Azza wa Jalla berfirman:

(22)

َّٰاللّ َّلِْاَشْخَيْمَل َوَةو ٰۡ َّزلاىَجٰا َوَةوٰلَّصلاَماَقَا َو ِر ِخٰ ْلْاِم ْوَيْلا َوَِّٰللاَََِۡمٰاَْۡمَِّٰللاَد ِج ٰسَم ُرُمََْۡاَمَّنِا ُاىٰٓسََۡٓۗ

ْنَاَكِٕى ٰٰۤلو نَِْدَحَُْمْلاَِۡما ْوُن ْوُكَّي ةبوحلا

: ٨١ )

“sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah maka muda-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.(At-taubah/9 :18)

Ayat yang mulia ini menunjukkan besarnya keutamaan memakmurkan masjid yang didirikan karena Allâh Azza wa Jalla dengan semua bentuk pemakmuran masjid. Perbuatan terpuji ini sekaligus menjadi bukti benarnya iman dalam hati seorang hamba.Imam Al-Qurthubi Rahimahullah berkata, “Firman Allâh Subhanahu wa Ta‟ala ini merupakan dalil yang menunjukkan bahwa mempersaksikan orang-orang yang memakmurkan masjid itu sebagai orang-orang beriman adalah (persaksian yang) benar. Karena Allâh Azza wa Jalla mengaitkan keimanan dengan perbuatan (terpuji) ini Salah seorang Ulama Salaf berkata, “Jika engkau melihat seorang hamba (yang selalu) memakmurkan masjid maka berbaiksangkalah kepadanya.

“ sesungguhnya sesuatu yang pertama kali diperhitungkan bagi setiap hamba yang muslim pada hari kiamat adalah sholat fardhu.apabbila ia melaksanakan sholat dengan sempurna,( maka sempurnalah seluruh amalnya).

Dan apabila tidak sempurna, maka dikatakan:”lihatlah apakah ini memiliki pahala shalat sunnah?” apa bila ia memiliki pahala sholat sunnah, maka kekurangan sholat fardhunya disempurnakan dengan pahala sholat sunnahnya.

Kemudian hal yang demikian itu diberlakukan untuk amal-amal fardhu yang lainya ( HR At-Tturmudzi, An-Nasa‟I, Ibnu Majah).

Dari uraian diatas telah dijelaskan bahwa makmurnya masjid tergantung oleh umat yang ada dalam lingkungan masjid tersebut, oleh karena itu pentingnya

(23)

keberdaan orang-orang yang benar-benar mau memakmurkan dan meramaikan masjid dan semata-mata didasari oleh iman dan taqwanya.

Berdasarkan observasi awal penulis, pada tanggal 04 juni 2019 di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin, bahwa kurangnya kesadaran dan pemahaman anggota pengajian terhadap besarnya keutamaan melaksanakan shalat berjamaah dari 27 anggota pengajian hanya 10-15 orang yang rutin menjalankan shalat berjamaah, hal ini menunjukan bahwa kurangnya kesadaran dan pemahaman anggota pengajian untuk melaksanakan shalat secara berjamaah, oleh sebab itu masih perlu mendapat perhatian oleh imam masjid untuk ditingkatkan agar terbentuk pribadi-pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Dari pemaparan diatas, yakni terkait dengan shalat berjamaah bahwa peneliti tertarik untuk melakukan penelitian melalui karya ilmiah berbentuk skripsi dengan judul: “Upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam kecamatan Jangkat Timur kabupaten Merangin”

A. Fokus Penelitian

Didalam penelitian ini, peneliti hanya berfokus pada permasalahan bagaimana upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat bejamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin. Pembinaan disini adalah pembinaan secara umum, yaitu bagaimana imam masjid membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin ?

(24)

2. Apa kendala imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Asasul Iman Tiangso Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin ? 3. Bagaimana solusi imam masjid dalam membina anggota pengajian

tuntuk melaksanakan shalat berjamaah dimasjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin?

C. Tujuan penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk:

1. Ingin mengetahui upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjama‟ah dimasjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

2. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

3. Ingin mengetahui solusi imam masjiddalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

D. Kegunaan Penelitian

Setelah selesai pembahasan penelitian di atas, maka hendaknya penelitian ini berguna untuk :

1. Untuk menambah wawasan bagi penulis tentang permasalahan yang di teliti atau di angkat.

2. Sebagai syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan agama Islam pada sekolah tinggi ilmu tarbiyah

3. Sebagai masukan bagi masyarakat/anggota pengajian,tentang masalah yang diteliti atau di angkat

(25)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kajian Teoritik 1. Upaya

Uapaya menurut kamus bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai usaha kegiatan yang mengarahkan tenaga, pikiran untuk mencapai tujuan.

Upaya juga bearti usaha, akal, ikhtiar untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan mencari jalan keluar.Uapay juga dapat diartikan sebagai usaha, ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, daya upaya). Menurut Tim Penyusunan Departemen Pendidikan Nasional “upaya adalah usaha, akal atau ikhtiar untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya.

(Indrawan WS, : 536)

Menurut Tim penyusun depertemen pendidikan Nasional (2008,hal.

1787,“uapaya adalah usaha, akal atau ihktiar untuk mencapai satu maksud, memecahkan maslah, meencari jalan keluar, dan sebagainya”. Selanjutnya menurut Tim penyusun Depertemen Pendidikan Nasional (2008, hal. 1987),

“mengupayakan adalah mengusahakan, mengihtiarkan, melakukan sesuatu untuk mencari akal (jalan keluar) dan sebagainya”. (http.// Indsh Devi Novitasari,2014, hal.2).

Poerwadarminta mengatakan bahwa upaya adalah usaha untuk menyampaikan maksud, akal dan ikhtisar.Peter Salim dan Yeni Salim mengatakan upaya adalah “bagian yang dimainkan oleh guru atau bagian dari tugas utama yang harus dilaksanakan. (Pater Salin dan Yeni Salim : 1187) Dapat disimpulkan Berdasarkan pengertian di atas dapat diperjelas bahwa upaya adalah bagian dari peranan yang harus dilakukan oleh seseorang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam penelitian ini di tekankan pada bagaimana usaha agama dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah.

(26)

2. Imam Masjid

Kata imamah merupakan bentuk masdar (kata dasar).Kata “amma an- nas” bearti menjadi imam bagi sekelompok orang dalam shalat artinya, seorang tampil didepan orang-orang yang shalat untuk diikkuti gerakan- gerakan shalatnya.“Al-Imamah Al-Kubro” diartikan kepemimpinan secara umum yang mencakup urusan agama dan duniawi, sebagai pengganti Nabi.Khalifah dan kedudukan setingkat denganya.Sedangkan “Al-Imah Ash- Sughra” keterkaitan dengan shalatnya makmum dengan imam beberapa syarat.

Imam ialah setiap orang yang diikuti dan dikedepankan dalam segala urusan. Nabi Muhammad merupakan imamnya para imam.Sedangkan khalifah merupakan imamnya rakyat. Alquran merupakan imamnya umat Islam. Imamnya satu pasukan adalah panglimanya.

Kata imam dijamakan menjadi “aimmah” imam shalat adalah seseorang yang tampil didepan orang-orang shalat untuk diikuti gerakan- gerkan shalatnya. Pengertian imam adalah seseoraang yang dikuti selompok orang, baik dari kalangan pemimpin atau lainya, baik dalam perkara maupun yang batil termasuk didalamnya Imam shalat. Yang mana imam adalah orang yang berilmu yang diikuti segala sesuatu yaitu orang yang mengurus Sesutu tersebut.( Said Ali Bin Wahf Al-Qhathani 2008:14)

3. Shalat

Para pakar bahasa berbeda pendapat tentang asal kata “shalat”

artinya “rukuk” dan “sujud”. Ada pula yang berpendapat bahwa arti asal katanya adalah do‟a, menurut Ibnu Mandzur, hendaklah ia berdo‟a agar makanan penuh dengan berkat dan kebajikan. Demkian pendapat Az-Zujaj yang diperkuat oleh Al-Azhari.Menurut satu pendapat lagi shalat berassal dari kata “shalwani” yaitu dua oraang yang menunggang unta dan sejenisnya sambil berpegang kepada tulang ekornya. (Nah Bin Abdurrahman Bin Sulaiman Arrumi : 1994: 1)

(27)

Shalat merupakan ibadah mudhah badaniyyah yang paling efektif dalam mewujudkan hubungan seseorang hamba secara vertical dengan Allah SWT. Dengan melaksanakan shalat seseorang hamba dapat mengingat Allah dan akan menimbulkan ketentraman hati, bahwa shalat merupakan perintah agama yang paling tinggi kedudukannya. (Drs Mujiyo Nurkholis 1995:17 )

اًج ْوُق ْوَّم اًَٰحِۡ َنْيِِۡمْؤُمْلا ىَلََ ْثَناَۡ َةوٰلَّصلا ََّّ ِا

Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang- orang yang beriman.(Q.S. An-Nisa/4: 103)

Shalat merupakan suatu kewajiban bagi kaum muslimin. Shalat merupakan rukun Islam kedua setelah sahadat, sehingga barang siapa yang mendirikan shalat maka ia mendirikan agama Islam, dan barang siapa yang meninggalkan shalat maka ia telah meruntuhkan agama islam, shalat harus didirikan dalam satu hari satu malam sebanyak lima kali, shalat tersebut merupakan kewajiban harus dilakukan tanpa kecuali bagi muslim mukallaf baik sedang shalat maupun sakit.

Nabi ketika menghadapi persoalan penting beliau berlindung kepada Allah ruku dan sujud dalam shalatnya yang dilakukan secara khusuk membawa rasa dekat kepada Allah dan bersama Allah pula beliau merasa berada dalam keadaan di suatu tempat sandaran yang kokoh. Sehingga merasakan aman tentram, percaya diri dan penuh keyakinan, dan memproleh rasa kedamaian.

ََّ ْو ُرَِْظُج َنْي ِح َّو اًّيِشََ َو ِض ْرَ ْلْا َو ِت ٰو ٰمَّسلا ىِٓ ُدْمَحْلا ُهَل َو

dan segala puji bagi-Nya baik di langit, di bumi, pada malam hari dan pada waktu zuhur (tengah hari) (Q.S. Ar-Rum/30: 18)

(28)

Dalam Islam shalat merupakan kedudukan yang sangat penting, yaitu fardu atau kewajiban yang dituntut kepada segenap hambanya setelah iaman, shalat merupakan pendahulu bagi semua fardu ibadah.Sementara para menusia malas dan melupakanya, sedikit sekali yang mendirikan atau melaksanakannya.Karena itu manakala shalat meruapakan iman itu sendiri.

Shalat itu membersihkan jiwa dan mensucikan diri dari sifat-sifat buruk khususnya sifat-sifat yang dapat mengalahkan cara hidup materialis, sehingga meenjadikan dunia itu lebih penting dari segala-galanya. Setiap yang shalat selalu memeriksa masuknya waktu shalat dan menjaga atau berusaha keras untuk menunaikanya tepat pada waktunya, sesuai dengan ketentuan dan syara dan menaklukkan nafsunya untuk tidak tenggelam 1dalam kesibukan-kesibukan demi terlaksananya kewajiban-kewajiban terhadaap rabbnya.

Syari‟at tidak menghalangi kita untuk menunaikan shalat ketika dalam bepergian atau sakit, Allah memberikan kemudahan dalam pelaksanaanya sesuai dengan kondisi kita. Dapat disimpulkan bahwa shalat merupakan ibadah kepada tuhan, berupa perkataan dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diahiri dengan salam menurut syarat rukun dan syara, shalat juga merupakan penyerahan diri ( lahir dan batin ) kepada Allah dalam beribadah.

Shalat dihukumi sah apabila memenuhi syarat dan rukunnya. Kedua hal terahir ini merupakan kajian fiqih. Rasulullah selaku pembawa syariat menggarikan berbagai hal tata cara shalat, sejak persyaratan- persyaratannya hingga teknik pelaksanaannya. Oleh karena itu sebelum melaksanakan shalat seseorang harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya, apakah syarat-syarat shalat telah terpenuhi apakah ia telah paham benar terhadap rukun-rukun shalat.

Kualitas shalat ditentukan oleh berbagai hal yang berkenaan dengan keabsahan dan diterimanya shalat. Keabsahan shalat bukan merupakan

(29)

tujuan dari pelaksanaan shalat, melainkan merupakaan satu tahap agar shalat dapat diterima, jadi yang menjadi tujuan shalat adalah diterima oleh Allah Swt. (Drs Mujiyo Nurkholis 1995:19)

Dengan demikian wajib bagi kita memelihara atau melestarikan mengerjakan shalat, jauhi segala kerugian dunia dan akhirat. Dalam shalat Allah menjadikan suatu kekuatan yang ampuh, yang daapat menarik orang mukkmin guna mencari nilai keimanan.Dengan memilihatra shalat, manusia menjadi mulia, dan hatinya dapat merasakan lezatnya keagungan dan hakekat manusia itu sendiri.

Dapat disimpukan bahwa shalat adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari lima waktu sehari semalam, Allah telah mengajurkan kepadanya hambanya untuk melaksanakan shalat karena shalat adalah poin penting yang harus dikerjakan lakukan.

4. Berjamaah

Jamaah menurut bahasa ialah kelompok manusia yang memiliki kesamaan sifat, sehingga dapat dikatakan jamaah haji jamaah majlis ta‟lim, dan sebagainya. Jadi menurut bahasa shalat berjama‟ah ialah shalat yang dilakukan secara berkelompok. Sedangkan shalat berjamaah menurut istilah fuqaha adalah perhatian yang terjadi antara shalat imam dan shalat makmum dengan berbagai ketentuanya.( Drs. Mujiyo Nurkholis:1995:32 )

Al-Bukhari mengeluarkan hadis dalam kitab Shahih pada Bab “fardhlu Shalatil jam‟ati” warta dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa rasulullah saw bersabda, “Shalat seorang laki-laki dan wanita dalam berjamaah adalah dilipatgandakan menjadi dua puluh lima lipat dari pada shalat dirumah dan di pasarnya (secara sendirian). Yang demikian itu bila dia berwuduk dan membaguskan wuduknya, kemudian keluar menuju ke masjid untuk mengikuti shalat berjama‟ah. Setiap langkah-langkahnya akan diangkat satu derajat dan akan dihapuskan kesalahanya.

Menurut Absurrahman bin Abu Hatim dalam tafsirnnya, bahwa ke‟eb pernah mengatakan, “Tertulis dalam kitab taurat, bahwa rumah-rumahku di

(30)

bumi adalah masjid-masjid itu. Bahwa siapa yang berwhudu, lalu membaguskan whudhunya, kemudian mengunjungiku didalam rumahku, maka aku akan memulyakannya. Dan wajib bagi yang dikunjungi untuk memuliakan orang-orang yang mengunjungi.” (Abu Thalha Muhammad Yunus bin Abdusattar : 2008:223)

Hatim al-Asham pernah berkata, pernah aku tinggalkan shalat berjama‟ah dan tidak seorangpun mengucapkan ta‟zilah (bela sungkaw) kepadaku selain abu ishak al-Bukhori, sekiranya seorang anakku meninggal dunia, niscaya lebih dari sepuluh ribu orang mengucapkan ta‟zilah sebabnya, musibah agama bagi kebanyakan orang jauh lebih ringan dari pada musibah dunia.(Al-Ghazali:1984: 24)

Keterkaitan antara kedua shalat imam dan makmum disebut iqtida‟ yang secara harfiah berarti petunjuk orang lain sebagai penuntun. Imam adalah orang yang memimpin shalat, disebut juga sebagai muqtada bih. Sedangkan makmum adalah orang yang mengaitkan shalatnya kepada imam disebut juga muqtadi.

Shalat berjamaah ialah yang dikerjakan oleh dua orang atau lebih orang secara bersama-sama dengan satu orang di depan sebagai imam dan yang lainnya di belakang sebagai makmum. ( Sidi GHazala 175 : 89 ) Shalat berjama‟ah ialah shalat yang dikerjakan bersama-sama, sekurang- sekurangnya terdiri dari dua orang, yaitu imam dan makmum.

Shalat berjamaah adalah apabila dua orang shalat brsama-sama dan salah seorang dari mereka mengikuti yang lain keduanya dinamakan shalat berrjamaah, hukum shalat berjma‟ah adalah sunnah mu‟akad bagi laki-laki yang berakal dan mampu mengerjakan tanpa kesulitan mereka berdalil dengan hadis-hadis yang menjelaskan tentang keutamaan shalat jama‟ah atas shalat munfarid. Artinya hadis-hadis tersebut membandingkan dua cara pelaksanaan shalat dalam keadaan ihtiar boleh dan sah dilakukan.

Atas dasar pendapat ini, maka orang yang meninggalkan shalat berjama‟ah menurut hanafiyah berdosa, sebab menurut mereka sunnah

(31)

mu‟akad berarti suatu ketentuan hukum yang ditetapkan atau diwajibkan berdasarkan sunnah. Sedangkan menurut qadhiyah meninggalkan shalat jama‟ah hukumnya makruh.

Pendapat yang diunggulkan dikalangan Syafi‟iyah (yakni pendapat Ibnu Syuriah, Abu Ishak, dan kebanyakan tokoh muttaqaddin) sebagian Malikiyah, dan salah satu pendapat Ahmat menyatakan bahwa shalat jamaah itu wajib kifayah sehingga apabila umat islam di suatu lingkungan atau daerah tidak melaksanakan shalat jama‟ah, maka seluruh pendosa dan apabila sebagian dari mereka telah mengerjakan maka gugurlah kewajiban shalat jama‟ah itu dari mereka semuanya. ( Prof. Drs. H. Atjep Djazuli : 1995 : 37 ) Pendapat yang secara tegas ditemukan dikalangan Hanabillah dan sebagian Syafi‟iyah ( Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Almundzir ) menyatakan bahwa shalat berjama‟ah hukumnya wajib „ain dan menjadi syarat sahnya shalat. Apabila seseorang mendengarkan azan, maka ia wajib mendatangi shalat berjama‟ah dimasjid bersama imam, sehingga bila dengan cara segaja ia meninggalkan shalat berjama‟ah dimasjid tanpa ada halangan maka shalatnya tidak sah.

Para ulama telah sepakat bahwa, menengakkan jama‟ah shalat dimasjid itu adalah setingi-tingin tha‟at, seteguh-teguh ibadah dan sebesar-besarnya syai‟ar agama Islam. Agama Islam menuntut keras suapay kita berjama‟ah di masjid pada tiap-tiap shalat, suapaya terjadi perkenalan antara penduduk sekampung menjadi lebih luas dan perhubungan antara seseorang deengan yang lain menjadi lebih erat-erat.(Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy:

1999:304)

Dapat disimpulkan bahwa berjamaah ialah yang dikerjakan dua orang atauk lebihsecara bersama-sama dengan satu orang didepan sebagai imam dan di belakang sebagai makmum. Dan apabila dua orang shalat bersama samadan salah seorang diantara mereka mengikuti yang lain

5. Masjid

Masjid adalah rumah tempat ibadah umat Islam atau muslim. Masjid artinya tempat sujud, dan sebutan lain bagi masjid di Indonesia adalah

(32)

musholla, langgar atau surau. Istilah tersebut diperuntukkan bagi masjid yang tidak digunakan untuk shalat Jum'at, dan umumnya berukuran kecil. Selain digunakan sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan pusat kehidupan komunitas muslim. Kegiatan-kegiatan perayaan hari besar, diskusi, kajian agama, ceramah dan belajar Al Qur'an sering dilaksanakan di masjid.Bahkan dalam sejarah Islam, masjid turut memegang peranan dalam aktivitas sosial kemasyarakatan hingga kemiliteran.

Membangun masjid termasuk usaha yang sangat besar untuk mengupayakan diri dekat dengan Allah. Karena itulah harus disertai dengan niat ikhlas dalam setiap amalan untuk menghindari musnahnya pahala karena riya atau mencari pujian manusia dan lain-lain, dalam membangun masjid yang pertama yang harus di catat adalah penampilan kesan luas dan jauh dari kemewahan yang bukan pada tempatnya sebaiknya wajar-wajar saja dan hendaklah jauh dari kesan glamor, lukisan-lukisan yang tidak perlu.

Bentuk lain dari kemakmuran masjid diantaranya adalah menyapu dan membersihkan dari berbagai kotoran, dijelaskan dalam Shahih dari Anas bin Malik bahwa rasulullah melihat ludah di dalam masjid, maka beliau mengelapnya dengan tangan beliau. Orang yang sangat besar rasa cintanya kepada masjid dan selalu berupaya untuk memakmurkanya di akhirat kelak akan mendapat perlindungan allah swt, dari berbagai malapetaka. ( Prof. Drs.

H. Atjep Djazuli : 1995 : 148 )

Masjid dibangun untuk menjadi tempat pembinaan umat menuju insan yang bertakwa dan berwawasan jauh kedepan, sehingga dapat meraih kehidupan akhirat yang lebih baik kemajuan umat islam tidak hanya bertumpu pada sektor ibadah ritual, melainkan ditentukan pula oleh sejauh mana umat islam dapat mengaplikasikan nilai-nilai ibadah ritual itu pada kehidupan sosial. Maka pendidikan dan pengajaran yang dapat di laksanakan di masjid tidaklah terbatas pada ilmu-ilmu keislaman yang murni, melainkan dimasjid boleh juga diajarkan ilmu kemasyarakatan,politik,ekonomi,teknik bela diri dan ilmu pasti dengan catatan tetap menjaga kemulian masjid.

(33)

Masjid yang ada dilingkungan rumah kita masing-masing. Krisis masjid tidak boleh terjadi berlarut-berlarut karena hal itu akan memberikan pengaruh dimasa depan masyarakat yang baik, khususnya generasi muda. Mereka menjadi tidak memahami bagaimana seharusnya masjid difungsikan dalam kehidupan masyarakat. Untuk memakmurkan masjid adalah beberapa hal yang harus diketahui sebagai berikut:

a. Menyamakan persepsi

Memberikan penmahaman yang utuh tentang urgenssi, peran dan fungsi masjid, serta bagaimana mewujudkan kemakmuran masjid hal ini bisa dilakukan dengan beberapa langkah seperti menyebar luas buku artikel tentang masjid, menyelenggarakan ceramah umum dan khotbah jum‟at tentang tanggung jawab memamurkan masjid dan bagaimana harus memakmurkan masjid.

b. Konsolidasi pengurus

Pengurus masjid tentu sangat besar peranannya dalam memakmurkan masjid.Karena itu pengurus masjid harus benar-benar solid, mulai dari jumlahnya yang cukup, memiliki semangat kerja, memiliki pemahaman yang utuh tentang masjid, memahami tugas dan tanggung jawab sebagai pengurus yang tertera dalam struktur.

Disamping itu, konsolidasi pengurus masjid juga bisa dilakukan dengan rapat-rapat rutin agar terpantau rutin perkembangan kerja pengurus dan komunikasi yang intensif antara sesame pengurus dalam mengemban amanah pengurus masjid.

c. Konsolidasi jamaah

Disamping konsolidasi pengurus, konsolidasi jamaah jugaa mutlak dilakukan agar kemakmuran masjid yang ssalah satunya amat ditentukan oleh jamaah dapat terwujud.Konsolidasi jamaah iini sangat penting apalagi pada masa sekarang yang tingkat partisipasi jamaah terhadap kegiatan masjid masih tergolong rendah.

d. Menumbuhkan rasa terhadap masjid

(34)

Memakmurkan masjid juga dapat dilakukan manakala pengurus dan jamaahnya telah tumbuh pada diri mereka rasa memiliki terhadap masjid. Adanya rasa memiliki tanggung jawab terhadap makmur dan tidaknya sebuah masjid.Sehingga dia tidak hanya berpatisipasi atau berperan aktif dalam memakmurkan masjid.

Rasa memiliki masjid bisa tumbuh dengan memberikan pemahaman tentang bagaimana tanggung jawab seorang muslim terhadap masjid, melibatkann seluruh potensi jamaah dalam kegiatan masjid dan merncanakan program yang mmenunjukan perhatian masjid terhadap konsidi atau persoalan yang dihadapi masjid.

e. Melengkapi fasilitas masjid

Terselenggranya kegiatan yang membuat masjid menjadi makmur umat memerlukan fasilitas fisik masjid yang memadai. Ketika remaja masjid ingin menyelenggarakan bimbingan belajar, tersedia ruangan yang diperlukanya. Ketika program pengajian kanak-kanak dan anak-anak digulirkan, ada tempatnya.

Oleh karena itu, secara bertahap pengurus masjid perlu melengkapi sarana yang dibutuhkan dengan daya dukung yang disiapkan, sehingga memungkinkan dilaksanakanya program kegiatan masjid dari berbagai unsur jamaah. Manakala pengurus masjid hendak melakukan melakukan rehabilitasi total bagunan masjid.

Dari pemahaman diatas dapat disimpulkan bahwa masjid adalah tempat untuk bersujud atau tempat beribadah. Masjid juga berarti tempat shalat berjamaah atau tempat shalat untuk umum, umat Islam dan masjid sering disebut dengan Baitullah ( rumah Allah).

B. Studi Relevan

1. Mahdiah Nim: Tp.070653. Dengan judul “ Pembinaan kesadaran masyarakat melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Jami‟ Al- Muhajirin RT. 01 Desa Pasar Bedaro Kecamatan Muko-Muko Batin VII Tanjung Agung Kabupaten Muaro Bungo “ hasil dari penelitian

(35)

Mahdiah yang memfokuskan bagaimana pembinaan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah

2. Eko susanto Nim : Tp.090767. Dengan judul “Pembinaan kesadaran masyarkat melaksanakan shalat berjama‟ah di Masjid Al-Hidayah Kelurahan Simpang 1V Sipin Kecamatan Telanai Pura Kota Jambi “ Hasil dari penelitian Eko Susanto yang memfokuskan bagaimana pembinaan kesadaran masyarkat melaksanakan shalat berjama‟ah di Masjid Al-Hidayah RT. 17 Simpang IV Sipin Telanai Pura. Dengan demikian dari jenis penelitian di atas, bearti penelitian yang di lakukan ini tergolong penelitian kualitatif, karena yang ingin di ketahui adalah kesadaran masyarakat.

3. Muhamad Ikhsan Nim.211323713. Dengan judul Pembinaan Pelaksanaan shalat fardhu berjamaah bagi siswa SMAN 2 Unggul Al Hasjmy Di Aceh. Hasil dari prnelitian Muhamad Ikhsan yang memfokuskan bagaimana pembinaan pelaksanaan shalat fardhu berjamaah bagi sisiw SMAN 2 Unggul Ali Hasjm

C. Hasil study Relevan

Berdasarkan penelitian terdahulu seperti penelitian Mahdiah, Eko Susanto dan Muhamad Ikhsan, menemukan kajian ketiganya membahas tentang masalah yang berhubangan dengan kesyadaran dalam melaksanakan shalat berjamaah, dan dari ketiganya banyak memabahas tentang keadaan pembinaan masyarakat dalam melaksanakan shalat berjamaah. Sedangkan penelitian saya sendiri membahas tentang upaya imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

(36)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan jenis penelitian

Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang bermaksud memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian,penelitian ini menggunakan kulatitatif kerena dalam melakukan tindakan kepada subjek penelitian yang sangat diutamakan adalah mengungkapkan makna,yakni makna dan proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan upaya motivasi kegairahan dan prestasi belajar melalui tindakan yang dilakukan.

Sejalan dengan definisi tersebut. Kritik dan militer dalam Moelong mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu sosial yang secara fundamental bergantung kepada pengamatan pada manusia dalam pengawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasannya dalam pristilahannya. (Lexy Moelong, 2011:3)

Metode penelitian kualitatif ini sering disebut metode penelitian naturaristik karena penelitianya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) disebut juga sebagai metode etnografi karena pada awalnya, mettode ini lebih banyak digunakan untuk penelitian bidang antrologi budaya, dan disebut sebagai metode kualitatif karena data yang terkumpul dan analisisnya lebih bersifat kualitatif.

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah, (lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti merupakan instrument kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generasi.

Metode kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna.Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti dan merupakan suatu nilai yang baik dan data yang tampak.Ada

(37)

empat dasar filosofis yang berpengaruh, dalam penelitian kualitatif, yaitu sebagai beriikut.

a. Fenomenologis yang berpendapat bahwa kebenaran sesuatu itu dapat diperoleh dengan cara menangkap fenomena atau gejala yang memancar dari objek yang diteliti. Apabila peneliti melakukan penangkapan secara profesional, maksimal, dan bertanggung jaawab, ia akan memperoleh variasi refleksi dari objek.

b. Interaksi simbolik bersamaan dengan perpektif fenomenologis. Pendekatan ini beransumsi bahwa pengalaman manusi ditengahi oleh penafsiran, objek, orang, situasi dan peristiwa tidak mempunyai pengertian sendiri.

c. Interaksi simbolik,yang merupakan dasar kajian sosial yang sangat berpengaruh dan digunakan dalam penelitian kualitatif. Beberapa ahli yang teerkenal, antara lain John Dewey dan Blumer.(Prog. Dr. H. Affifudin, M.M: 2012:59)

Pendekatan ini digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen ) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara tri angulasi (gabungan) analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada generalisasi. (Sugiono, 2009 :15).

Metode ini didasarkan atas berapa pertimbangan. Pertama menyesuaikan metode kualiitatif lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda

;keduametode ini menyajikan secara lanngsung hakikat hubungan pertama peneliti dengan responden ; ketiga,metode ini lebih peka dan lebih bisa menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola- pola nilai yang dihadapi. ( Lexy J Moelong, 20115)

B. Setting Dan Subjek Penelitian 1. Setting Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

(38)

Alasan praktis pemilihan lokasi tersebut juga juga didasarkan bebarapa pertimbangan, yaitu:

a. Lokasi yang terjangkau oleh peniliti, dan tempat penelitian ini tepat di Desa peniliti

b. Data informasi mudah didapat dan memasuki lokkasi ini peneliti telah melakukan komunikasi informal dengan anggota pengajian sehingga dapat izin secara formal.

2. Subjek Penelitian

Atas berbagai pertimbangan sebagaimana dikemukakan di atas maka yang akan dijadikan sebagai informan ( subjek penelitian ) ini adalah :

a. Imam Masjid b. Anggota Pengajian c. Ketua Masjid

Penentuan subjek didasarkan dengan teknik purposive sampling, Purposive sampling adalah pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan keperluan sampel yang diperlukan. Dalam bahasa sederhana purposive sampling itu dapat dikatakan secara sengaja mengambil sampel tertentu (jika orang maka orang-orang tertentu) sesuai persyaratan sifat-sifat karakteristik, ciri, kriteria sampel. (Lexs J Moelong :2001 )

Dalam pendekatan kualitatif, ada beberapa istilah yang digunakan untuk menunjuk subjek penelitian. Ada yang mengistilahkan informan Karena informan memberikan informasi tentang suatu kelompok atau entitas tertentu, dan informasi tentang suatu kelompok atau entitas tertentu. Istilah lain adalah partisipan. parrtisipan digunakan, terutama apabila bila subjek mewakili suatu kelompok tertentu, dan hubungan anatar peneliti dengan subjek dianggap bermakna bagi subjek.

Menurut Patton, ada dua teknik pemilihan partisipan (sampling strategis) dalam penelitian kualitatif. Pertama random probality sampling, yaitu pengambilan sampel dari populasi secara random dengan

(39)

memperhatikan jumlah sampel, dengan tujuan agar sampel dapat digeneralisasikan pada populasi.

Kedua, furpesul sampling, sampel dipilih bergantungan pada tujuan penelitian tanpa memperhatikan kemampuan generalisasinya. Dalam penelitian kualitatif, apalagi studi kasus, tidaak ada aturan yang baku tentang jumlah minimal dari partisipan. Hanya saja, diakhiri bila peneliti tidak lagi menemukan penelitian baru.(Prog. Dr. H. Affifudin, M.M:

2012:88)

3. Jenis dan sumber data 1. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder.Data primer adalah data yang diproleh langsung dari sumber utama melalui observasi dan wawancara di lapangan sedangkan data sekunder yaitu datayang diperoleh dari bacaan literature- literatur serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini, data sekunder ini digunakan sebagai pelengkap data pendukung dari data primer.

a. Data Primer

Data primer merupakan data yang diambil langsung dari sumbernya tanpa adanya perantara. Data primer yang diperoleh langsung dari responden dan informan yang berhubungan :

1. Langkah-langkah yang dilakukan Imam massjid agama dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

2. Upaya yang dilakukan oleh Imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk meaksanakan Shalat Berjamaah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

(40)

b. Data Skunder

Merupakan data yang diperoleh dari data yang sudah terdokumentasi.

Data skunder dalam penelitian ini berupa gambaran umum di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

1. Profil Desa Tanjung Alam 2. Struktur dan organisasi masjid 3. Sarana dan prasarana masjid 2. Sumber data

Sumber data yang dimaksud dengan penelitian ini adalah subjek dari mana data diperoleh terdiri dari masyarakat, tokoh agama dan pengurus Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin. Adapun beberapa sumber data dari penelitian di atas.

a. Sumber data berupa manusia, yakni para Imam masjid, pengurus masjid dan anggota pengajian.

b. Sumber data berupa dokumentasi, berupa foto kegiatan, arsip dokumentasi resmi yang berhubungan dengan masyarakat, dan bentuk bentuk pembinaan anggota pengajian di Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

4. Teknik pengumpulan data

Penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan suatu proses penyelidikan yang miirip dengan pekerjaan detiktif. dari sebuah penyelidikan akan dihimpun sebuah data-data utama dan sekaligus data tambahanya. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata- kata tindakan. Penelitian ini menggunakan tiga macam teknik pengumpulan data yaitu

1. Wawancara

Wawancara merupakan metode pengambilan data. Dengan cara menanyakan suatu kepada seorang yang menjadi informan atau responden.

(41)

Caranya adalah dengan bercakap-cakap secara tatap muka.(Lexy J.Moleong,:2018:186)

Wawancara dapat dilakukan dengan menggunakan atau tanya jawab secara langsung. Menurut Patton dalam proses wawancara dengan menggunkan pedoman umum wawancara, interview dilengkapi dengan pedoman wawancara yang sangat umum, serta mencantumkan isu-isu yang harus diliput tanpa menentukan urutan pertanyaan bahkan mungkin tidak terbentuk pertanyaan yang eksplisit.

Pedoman wawancara digunakan untuk mengingatkan pewawancara mengenai aspek-aspek yang harus dibahas, juga menjadi daftar pengecek ( cheklist ) apakah aspek-aspek relevan tersebut telah di bahas atau ditanyakan. Dengan pedoman demikian peneliti harus memikiran bagaimana pertanyaan tersebut akan dijabarkan secara konkret dalam kalimat tanya. Sekaligus menyesuaikan pertanyaan dengan konteks aktual saat wawancara berlangsung.( Patton dalam Powendri,1998 ).

Kerlinger menyebutkan tiga hal yang menjadi kekuatan metode wawancara:

a. Mampu mendetaksi kadar pengertian subjek terhadap pertanyaan yang diajukan, jika responden tidak mengerti peneliti dapata melakukan antisipasi dengan memberikan penjelasan.

b. Fleksibel, pelaksanaanya dapat dissuaikan dengan tiap-tiap individu

c. Menjadi satu-satuannya yang dapat dilakukan ketika teknik lain tidak dapat dialkuka. (Prof. Dr. H. Afifuddin, M.M. 2012 : 131) Adapun data yag meliputi :

a) Cara yang digunakan imam masjid dalam membina anggota pengajian yang bermasalah di Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin

(42)

b) Strategi Imam masjid dalam membina anggota pengajian yang bermasalah di Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkaat Timur Kabupaten Merangin

c) Sejauh mana usaha yang dilakukan oleh imam masjid dalam mebina anggota pengaajian di Desa Tanjung Alam.

2. Observasi

Disamping wawancara data dalam penelitian dapat dikumpulkan melalui metode observasi.Menurut Nabawi dan Martini, obsrvasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsu-unsur yang dalam suatu gejala atau gejala-gejala dalam objek penelitian.( Prof. Dr. H.

Afifuddin, M.M. 2012 : 134 )

Observasi dibutuhkan untuk memahami proses kejadiannya wawancara dan hasil wawancara dapat dipahami dalam konteknya observasi dilakukan terhadap subjek, prilaku subjek selama wawancara, interaksi subjek dengan peneliti, dan hal-hal yang dianggap relevan ssehingga dapat memberikan data tambahan terhadap hasil wawancara.

Menurut patton, tujuan observasi telah mendiskripsikan setting yang dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orag yang terlibat dalam aktivitas dan makna kejadian dilihat dari spektif mereka yang terlihat dalam kejadian yang diamati terseut.

Salah satu hal yang penting, namun sering dilupakan dalam observasi adalah mengamati hal yang tidak terjadi. Hasil observasi menjadi data penting karena alasan-alasan berikut:

a. Peneliti akan mendapatkan pemahaman yang baik tentang konteks dalam hal yang diteliti akan atau terjadi

b. Observasi memungkinkan peneliti untuk bersikap terbuka, beroreantasi pada pertemuan dari pada pembuktian dan mempertahankan piilihan untuk mendekati masalah secara induktif.

c. Observasi memungkinkan peneliti memperoleh tentang data hal-hal yang diteliti subjek penelitian itu sendiri

(43)

d. Observasi atau pengamatan yang dilakukan dengan partisipasi akan lebih memantapkan pengumpulan data. Hal ini dengan terlibat secara langsung, pola kehidupan, norma dan prilaku yang sedang diteliti akan lebih dipahami, lebih jauh lagi peneliti sebagai observer akan banyak belajar secara mendalam kepada informan, responden atau gejala- gejala yang dihadapi.

Obesrvasi digunakan untuk mendapatkan data tentang bagaimanapembinaan oleh tokoh agama dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjama‟ah Di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

Yang meliputi keterangan tentang :

a. Mengamati langkah yang dilakukan oleh imam masjid dalam membina anggota pengajian untuk melaksanakan shalat berjama‟ah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

b. Mengamati kendala yang dihadapi imam masjid dalam membina anggota pengajian dalam melaksanakan shalat berjama‟ah Di Masjid Asasul Iman Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

c. Mengamati upaya yang dilakukan imam masjid dalam membina kesadaran anggota pengajian dalam melaksanakan shalat berjama‟ah di Masjid Asasul Iman Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel- variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan lain sebagainya.(Suharsimi Arikunto 2002 : 274 )

(44)

Metode dokumetasi digunakan untuk mendapatkan informasi tentang gambaran umum Masjid Asasul Iman Rajo Desa Tanjung Alam Kecamatan Jangkat Timur Kabupaten Merangin. Data tersebut antara lain :

1. Historis 2. Geografis

3. Struktur Organisasi

4. Keadaan sarana dan prasarana 5. Teknik analisis data

Analisis data merupakan bagian dari kegiatan penelitian yang sangat penting.Setelah penelitian mengumpulkan data, maka langkah selanjutnya adalah mengorganisasikan dan melakukan analisis data untuk mencapai tujuan penelitian yang ditetapkan.( Afifuddin, M.M. 2012 : 145)

Analisis data merupakan aktivitas pengorganisasian data. Data yang terkumpul dapat berupa catatan lapangan dan komentar peneliti, gambar, foto,dokumen,laporan pengorganisasian dan pengelolaan data tersebut bertujuan menemukan tema dan konsepsi kerja yang akan diangkat menjadi teori subtansif.

Dengan demikian, analisis data itu dilakukan dalam suatu proses. Proses berarti pelaksaannya mulai dilakukan sejak pengumpulan data dan dikerjakan secara instintef. yaitu sesudah meninggalkan lapangan. Pekerjaan menganalisis data peneliti juga perlu mengalami kepustakaan guna mengomfirmasikan teori atau menjastifikasikan adanya teori baru “ jika ada”

yang ditemukan dalam analisis data kualitatif terdapat suatu pemrosesan satuan.

1. Reduksi data

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data yang selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan

Referensi

Dokumen terkait

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi

Bahwa penempatan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri merupakan upaya untuk mewujudkan hak dan kesempatan yang sama rata bagi Tenaga Kerja Indonesia untuk memperoleh pekerjaan

P SURABAYA 03-05-1977 III/b DOKTER SPESIALIS JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH RSUD Dr.. DEDI SUSILA, Sp.An.KMN L SURABAYA 20-03-1977 III/b ANESTESIOLOGI DAN

Ada beberapa pengamat yang juga memasukkan faktor pemerintahan yang bersih dan beribawa pada suatu negara (clean government and good governace) baik tuan rumah (host country)

Pada perusahaan yang bergerak dibidang jasa yang berorientasi pada pelayanan pelanggannya atau konsumen, perusahaan harus senantiasa memperhatikan komunikasi dengan

Bidang Pemberdayaan Sosial, dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas mempunyai tugas

Ari Darmastuti Selaku pembahas, Ketua Prodi Magister Ilmu Pemerintahan yang juga telah penulis anggap orang tua di kampus, terimakasih Bun atas masukan serta petunjuk

Mengenai kebenaran beliau, Hadrat Masih Mau'ud ‘alaihis salaam menulis: 'Aku melihat bahwa orang yang mau mengikuti alam dan hukum alam telah diberikan kesempatan bagus oleh