• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

23

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Kegiatan penelitian dilakukan pada tanggal 10 Januari – 1 Maret 2021.

Lokasi penelitian di Kios Bu SUS di Jl. Diponegoro No. 19. Sumowono, di sebelah selatan Kantor Pos, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Adapun pertimbangan memilih Kios Bu SUS sebagai tempat penelitian dikarenakan, merupakan kios pedagang hasil bumi, khususnya kopi yang telah berdiri sejak awal tahun 1980-an dan paling besar di wilayah pasar Sumowono.

3.2. Jenis dan Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif didefinisikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengujian keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi, analisisnya bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi (Sugiyono, 2012), lebih lanjut Moleong (2011), menjelaskan bahwa penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau tidak tertulis orang atau perilaku objek penelitian.

Dalam penelitian kualitatif peneliti merupakan instrumen utama dalam pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, data yang dikumpulkan bersifat alamiah (natural setting). Penelitian kualitatif selalu mencari makna di setiap tingkah laku atau perbuatan dari data yang sangat rinci dan kontekstual berkaitan dengan masalah yang diteliti. Analisis dilakukan sejak awal penelitian, data yang sudah diperoleh langsung dianalisis, dilanjutkan dengan pencarian data kembali kemudian dianalisis demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai (Rahmat, 2009).

Menurut Prastowo (2012), penelitian kualitatif menekankan pada analisis induktif, bukan analisis deduktif. Data yang dikumpulkan bukan dimaksudkan untuk mendukung atau menolak hipotesis yang telah disusun sebelum penelitian

(2)

dimulai, tetapi abstraksi disusun sebagai kekhususan yang telah terkumpul dan dikelompokkan bersama lewat proses pengumpulan data yang dilaksanakan secara teliti.

Menurut Basuki (2010) penelitian kualitatif bertujuan untuk memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti, penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat, atau kepercayaan orang yang diteliti, yang ke semuanya tidak dapat diukur secara kuantitatif dengan angka.

3.3. Teknik Pengambilan Narasumber

Teknik untuk menentukan narasumber (informan dan informan kunci) dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Menurut Sutopo, (2006) teknik purposive adalah teknik pengambilan narasumber dimana peneliti memilih narasumber yang menurutnya mempunyai informasi yang mendalam yang dapat digunakan sebagai data penelitian serta dapat dipercaya. Narasumber tersebut terdiri dari informan kunci dan partisipan.

1. Informan Kunci (Key Informant)

Informan kunci adalah seseorang yang memiliki informasi pokok serta memahaminya secara mendalam sehingga dapat memberi data yang diperlukan dalam penelitian Suyanto (2005) Berdasarkan kriteria di atas informan kunci yang memenuhi syarat adalah Ibu Sus yaitu pemilik sehingga memahami betul konsep objek penelitian ini. Perlu ditekankan bahwa informan kunci tersebut mengemukakan mengenai bisnisnya bukan hal-hal yang bersifat pribadi sehingga tujuan penelitian ini dapat tercapai.

2. Partisipan

Partisipan adalah suatu informasi dari konsumen maupun penyetor di kios tersebut dengan tidak memihak satu sama lain informasi relevan dengan partisipan.

Memberikan informasi melalui kegiatan yang dilakukan sejak lama oleh kios (mitra kerja, kepercayan).

(3)

Fenomena tersebut menyebabkan peneliti melibatkan informan dijadikan informasi data agar valid, informan dalam penelitian kualitatif harus memiliki beberapa kriteria yang harus dipertimbangkan yaitu (1) Informan telah lama dan menyatu dengan aktifitas yang menjadi sasaran penelitian, (2) Informan masih terikat secara penuh dan aktif terhadap sasaran penelitian, (3) Informan memiliki cukup banyak waktu atau kesempatan untuk diwawancarai, dan (4) Informan yang dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dikemas terlebih dahulu sehingga informasi yang didapatkan jujur apa adanya berdasar fakta.

Sumber: Data Primer (diolah), 2020.

3.4. Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Sumber data menurut Supomo dkk. (2014) analisis primer dan sekunder, dilakukan terhadap data yang telah diperoleh dari wawancara dan selain wawancara agar data bisa valid:

1. Data Primer adalah data yang secara langsung dikumpulkan oleh peneliti dari objek penelitian melalui survei (wawancara) di tempat untuk mencari data yang dibutuhkan guna menganalisis strategi pemasaran agar data yang dibutuhkan optimal dan valid.

2. Data Sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti melalui studi pustaka, studi pustaka tersebut sebagai acuan pembuatan data strategi pemasaran agar data jenuh dan valid.

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data adalah Metode yang akan digunakan dalam penelitian tersebut sebagai pedoman wawancara untuk mengupas data agar data jenuh sehingga data dapat dikumpulkan dan menjadi data yang valid.

NO Nama Narasumber Umur Keterangan

1 Ibu Sus Ninaningsih Key Informant 65 Pemimpin Kios Bu Sus 2 Wahyu Dwi Wuryanto Key Informant 46 Manajer Kios Bu Sus 3 Ibu Eni Kurnia Ningsih Key Informant 44 Manajer Kios Bu Sus 4 Ibu Rahayu Partisipan 75 Pengepul Kios Bu Sus

5 Mas Bagus Partisipan 35 Konsumen Kopi Bubuk

6 Ibu Dahmini Partisipan 55 Petani Kios Bu Sus

7 Pak Wahid Partisipan 40 Kosumen Kafe Kopi

(4)

1. Observasi

Observasi merupakan kegiatan secara langsung yang dilakukan oleh peneliti dalam pengamatan sistematik terhadap objek penelitian. Observasi digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan objek yang akan diteliti dan kegiatan yang dilakukan oleh objek penelitian, pengamatan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi penelitian, yaitu: Kios Bu SUS JL Diponegoro No 19 Sumowono selatan kantor pos kecamatan Sumowono kabupaten Semarang.

2. Wawancara

Menurut Sugiono (2012) wawancara adalah suatu proses dalam pengambilan data yang dilakukan oleh seorang peneliti dimana peneliti melakukan sesi tanya jawab secara mendalam sengan narasumber, sehingga dapat dikonstrultasikan makna dalam suatu topik. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teknik wawancara mendalam (in depth interview). Menurut Rahmat (2009) teknik wawancara mendalam adalah proses

memperoleh data atau keterangan dari informan secara bertatap muka, dimana informan sendiri terlibat dalam kegiatan ataupun kondisi objek penelitian yang relatif lama Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan subjek atau responden penelitian secara mendalam.

3. Dokumentasi

Dokumentasi dalam suatu penelitian dapat berupa tulisan, gambar ataupun karya orang lain. Pengambilan dokumentasi sendiri tidak terbatas oleh ruang dan waktu sehingga peneliti memiliki peluang untuk mengetahui kejadian di waktu silam. Dokumen tersebut sebagai refrensi penyusunan penelitian yang di buat oleh peneliti.

3.6. Uji Keabsahan Data

Menurut Moleong (2011), keabsahan data dalam penelitian sangatlah penting khususnya di penelitian kualitatif, hal ini dikarenakan keabsahan data digunakan untuk menguji apakah data yang diambil valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu cara untuk melakukan uji keabsahan data yaitu menggunakan teknik triangulasi. Menurut Sugiyono, (2014) triangulasi adalah teknik uji keabsahan data dengan cara melakukan pengumpulan data dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data dari sumber yang telah ada. Penelitian ini

(5)

menggunakan triangulasi sumber, yaitu pengujian keabsahan berupa pengecekan data yang diperoleh dari beberapa sumber untuk dideskripsikan, kemudian dikategorikan berdasarkan sudut pandang narasumber.

Sumber yang dimaksud dalam penelitian ini adalah narasumber yang terdiri atas key informan dan partisipan, data yang diperoleh dikatakan valid jika masing- masing individu narasumber mengemukakan fakta yang cenderung sama terhadap suatu fenomena ataupun peristiwa. Keabsahan data sangat ditentukan kevalidannya jika pernyataan dari masing-masing narasumber saling membenarkan (mengkonfirmasi kebenaran) sebuah informasi. Selain menguatkan informasi sebelumnya pernyataan tersebut juga dapat menambah penjelasan lebih lanjut terhadap fakta terkait.

Perbedaan pernyataan bisa saja terjadi karena perbedaan sudut pandang dan kurangnya informasi, pernyataan tersebut bersifat kontradiktif terhadap pernyataan sebelumnya. Hal ini perlu diklasifikasi dengan mengajukan pernyataan yang berbeda antara narasumber untuk kemudian dilihat tanggapan narasumber atas perbedaan tersebut serta bagaimana narasumber memilih informasi yang valid dengan argument atau data yang kuat.

3.7. Unit Penelitian Dan Unit Amatan

Unit penelitian dideskripsikan sebagai orang yang diamati sebagai sasaran penelitian. Moleong (2011) mendefinisikan unit amatan sebagai informan yang memiliki latar belakang sesuai dengan latar penelitian, seperti yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi mengenai situasi dan kondisi. Berdasarkan uraian tersebut peneliti menetapkan pengelola Kios Bu SUS Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang sebagai Unit Penelitian dalam penelitian ini.

Sugiyono (2012) mengungkapkan bahwa objek penelitian adalah suatu atribut dari orang, unit amatan, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Unit amatan merupakan hal yang menjadi titik perhatian utama penelitian, yaitu: pemilik kios Bu SUS, manajer kios, petani kopi, pengepul kopi, produsen kopi bubuk, dan pemilik kafe kopi, sebagai substansi atau materi yang diteliti. Berdasarkan uraian tersebut peneliti menetapkan strategi generik Porter dan strategi bauran pemasaran (marketing mix) dalam pengelolaan Kios Bu SUS sebagai unit penelitian.

(6)

3.8. Teknik Analisis Data

Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, menyeleksi data penting yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami. Selain itu ada juga tambahan agar uji tersebut valid yaitu: uji triangulasi untuk mendapatkan persentase dari data ini menggunakan sumber.

Uji tersebut memperjelas keabsahan data tersebut. Menurut Huberman, dkk.

(1992), aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara berkelanjutan pada setiap penelitian sampai tahapan tersebut tuntas. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah seperti yang dikemukakan dengan tiga komponen yaitu 1. Reduksi Data dimaksudkan bahwa dalam tahap ini adalah proses pemilihan data dan informasi yang telah didapatkan selama penelitian di lapangan. Peneliti fokus pada penyederhanaan data yang diperoleh. Setelah data yang diperoleh mampu diringkas, peneliti dapat menemukan konsep serta pola data yang diinginkan yang kemudian dirancang dalam bentuk hasil analisa akhir.

Reduksi data berasal dari data awal yang muncul dari catatan tertulis di lapangan dan berlangsung secara terus-menerus selama penelitian kualitatif berlangsung. Tahap selanjutnya selama proses reduksi adalah mengkategorikan data yaitu upaya memilah setiap satuan data ke dalam bagian yang memiliki kesamaan (Moleong, 2011). Setelah itu lanjut ke tahap interpretasi data, yaitu pencarian pengertian yang lebih luas tentang data yang telah dianalisis atau interpretasi yang merupakan penjelasan rinci tentang arti sebenarnya dari data penelitian.

2. Penyajian Data merupakan sebuah proses yang menyajikan data penelitian dalam sebuah kesatuan yaitu hasil akhir penelitian melalui kalimat yang disusun secara sistematis dan logis yang mudah dipahami. Oleh karena itulah sangat diperlukan penyajian data yang jelas dan sistematis dalam membantu peneliti menyelesaikannya pekerjaannya. Pada tahap ini, peneliti mengembangkan deskripsi informasi yang tersusun, untuk menarik kesimpulan dan pengambilan

(7)

tindakan. Umumnya penyajian data yang digunakan adalah bentuk teks naratif.

Maksud dari teks naratif, yaitu mendeskripsikan informasi yang telah diklasifikasikan sebelumnya mengenai persepsi narasumber tentang strategi pemasaran, yang kemudian dibentuk kesimpulan dan selanjutnya disajikan dalam bentuk teks naratif (Sugiyono, 2014).

3. Penarikan Kesimpulan merupakan implikasi dari prinsip induktif, serta diverifikasi guna memperoleh kebenaran tentang sebuah data dan informasi. Secara keseluruhan, data dan informasi yang diperoleh akan diuji kebenarannya, kekuatannya, serta kecocokannya dengan tujuan sebagai media validitasnya.

Peneliti menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan mencari makna setiap gejala yang diperolehnya dari lapangan, mencatat keteraturan dan konfigurasi yang mungkin ada, alur kausalitas dari fenomena dan proporsi. Pada tahap ini, penulis menarik kesimpulan dari data yang telah disimpulkan sebelumnya, kemudian mencocokkan catatan dan pengamatan yang dilakukan pada saat penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Enkulturasi Budaya Masyarakat Bali di Daerah Transmigrasi.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Telah dilakukan penelitian tentang peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar melalui penerapan model pembelajaran

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Departemen Pendidikan Bahasa Arab. © Miselia

Desisionisme adalah pandangan etis yang berpendapat bahwa keputusan etis hanyalah masalah pemilihan bebas, dan tidak memerlukan norma atau kriteria apapun.. Desisionisme tak

Wawancara yang akan dilakukan dalam penelitian ini berupa komunikasi langsung dengan pengurus Karang Taruna Satria Pandawa untuk melakukan identifikasi terhadap

[r]

[r]

Angket diberikan untuk mengetahui pendapat siswa mengenai isi penuntun praktikum berbentuk komik, ketertarikan dan pandangan siswa terhadap penuntun praktikum