• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROSES PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB III PROSES PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

22 BAB III

PROSES PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan suatu cara yang ditempuh untuk memperoleh data, menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian. Penggunaan metode dalam pelaksanaan penelitian adalah hal yang sangat penting, sebab dalam menggunakan metode penelitian yang tepat diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Menurut Sugiyono (2018, hlm.2) mengemukakan bahwa

“Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Bedasarkan hal tersebut terdapat empat kunci yang perlu diperhatikan, yaitu: cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan”.

Berdasarkan dengan pernyataan diatas serta hipotesis yang telah diajukan, maka penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei untuk mengetahui minat siswa terhadap mata pelajaran pendidikan jasmani di SMK BBM Indramayu.

Metode kuantitatif yang biasanya menggunakan logika deduktif berupaya mencari keteraturan dalam kehidupan manusia, dengan memisahkan dunia social menjadi komponen-komponen empiris yang disebut variabel. (Sudaryono, 2018, hlm. 92).

Dalam penlitian model yang digunakan adalah penelitian deskriptif.

Menurut (Arikunto dan Jabar 2014, hlm.3) mengemukakan bahwa

Istilah “deskriptif” Berasal dari istilah bahasa inggris to describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan sesuatu hal, misalya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain. Dengan demikian yang dimaksud dengan penelitian deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan, kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan, yang hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian.

Dalam penelitian deskriptif tersebut peneliti menggunakan pendekatan survei.

Pada jenis penlitian ini dimaksudkan untuk mengumpulkan data dari kelas XI, dan dimaksudkan untuk penelitian pendahuluan yang dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya atau untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan minat siswa kelas XI dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan

(2)

Jasmani di SMK BBM Indramayu. Pada metode survei digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah (bukan buatan peneliti) tetapi peneliti melakukan perlakuan dalam pengumpulan data misalnya dengan mengedarkan kuesioner, tes wawancara terstruktur dan lain sebagainya (perlakuan tidak seperti pada penelitian eksperiment).

Menurut Bhetharem, Mahardika, dan Tuasikal (2020, hlm. 450) “mengemukakan bahwa penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dan populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok”.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan suatu keterangan yang terbagi dalam keterangan yang berbeda atau untuk membedakan sesuatu hal yang akan diteliti dan tujuanya agar penelitiannya dapat ditarik kesimpulanya.

Pendapat tersebut didukung oleh Sugiyono (2018, hlm.39) bahwa

“variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya.”

Maka dari itu Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal.

Menurut Abuzar Asra (2017, hlm.381) variabel tunggal juga disebut dengan indeks tunggal. Indeks atau variabel tunggal hanya membahas satu variabel saja.

Dengan demikian variabel pada Penelitian ini adalah “Minat siswa terhadap pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMK BBM Indramayu”.

3.3 Populasi dan Sampel 3.3.1 Populasi

Populasi merupakan wilayah keseluruhan yang didalamnya terdapat beberapa obyek dan subyek dengan karakteristik tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh Sugiyono (2018, hlm. 80) mengemukakan bahwa:

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek

(3)

yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.

Populasi pada penelitian ini penulis mengambil populasinya yaitu seluruh siswa/siswi kelas XI SMK BBM Indramayu.

Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XI SMK BBM Indramayu

Jadi jumlah total populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 119 Siswa.

3.3.2 Sampel Penelitian

Sampel menurut Sugiyono (2018, hlm. 118) “sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan ukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu penelitian.”

Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMK BBM Indramayu dengan Teknik Proportional Random Sampling Menurut Muri Yusuf, (2013, hlm.162) “teknik ini juga merupakan pengembangan dari stratified random sampling, di mana jumlah sampel pada masing-masing strata sebanding dengan jumlah anggota populasi pada masing-masing stratum populasi.”

Untuk mencari banyaknya sampel dibutuhkan rumus slovin yaitu sebagi berikut:

Keterangan:

= Ukuran sampel = Ukuran populasi

NO KELAS JUMLAH

1. XI TKJ A 23

2. XI TKJ B 21

3. XI TBSM A 21

4. XI TBSM B 27

5. XI MM 27

JUMLAH TOTAL 119

(4)

= Tingkat kesalahan 10% = 0,1

Berdasarkan rumus diatas, maka besar penarikan jumlah sampel penelitiannya adalah :

54,337 (dibulatkan menjadi 54)

“Jika pecahan lebih dari 5 sebaiknya dibulatkan menjadi 1, jika pecahan kurang dari 5 maka angka didepannya tidak berubah” (Sugiyono, 2018, hlm. 118).

Berdasarkan perhitungan di atas, ukuran sampel minimal yang digunakan dalam penelitian ini dengan derajat kesalahan 10% adalah 54 orang siswa.

Dengan hasil yang telah diketahui diatas, maka dapat digunakan rumus berikut untuk mengetahui pembagian sampel permasing- masing kelasnya:

Tabel 3.2 Jumlah sampel kelas XI SMK BMM Indramayu

(5)

Jumlah 54

Jadi total jumlah sampel peserta didik yang akan mengikuti penelitian ini adalah sebanyak 54 siswa.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Peneliti biasanya menggunakan instrumen untuk mengumpulkan data.

Dengan demikian, kedudukan suatu instrumen pengumpulan data dalam proses penelitian sangat penting karena kondisi data tergantung alat (instrumen) yang dibuat. Teknik pengumpulan data adalah teknik pengumpulan data jika dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan datanya dapat dilakukan dengan cara interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan), atau gabungan ketiganya (Sugiyono, 2018, hlm. 137).

Penelitian ini memakai metode survei, jadi untuk teknik pengumpulan datanya menggunakan angket, dan angketnya dalam bentuk selebaran angket, dengan kondisi pelanggan yang tidak bisa diduga dan menggunakan selebaran ini akan sangat memudahkan mereka untuk mengisi angketnya.

Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian adalah dengan kuesioner (Angket). Menurut Sugiyono (2018, hlm.142) mengemukakan bahwa:

Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dan kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

3.5 Instrumen Penelitian

Instumen merupakan alat yang digunakan peneliti dalam memperoleh data.

Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan angket tertutup dimana responden cukup memilih jawaban yang telah disediakan dalam angket tersebut.

Angket yang digunakan pada penelitian ini menggunakan skala likert,

“skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial” (Sugiyono 2018, hlm. 93).

(6)

Alternatif yang digunakan yaitu dengan 5 alternatif jawaban yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-Ragu (RG), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). “Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif” (Sugiyono 2018, hlm. 93). Skor dari alternatif tersebut adalah sebagai berikut:

Tabel 3.3. Skala Skor Alternatif Jawaban

Butir Positif Negatif Sangat Setuju (SS) 5 1

Setuju (S) 4 2

Ragu-ragu (RG) 3 3

Tidak Setuju (TS) 2 4 Sangat Tidak Setuju

(STS)

1 5

Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item instrument yang berupa pertanyaan atau pernyataan. Angket ini berbentuk pilihan, sehingga responden hanya membutuhkan tanda (√) pada jawaban yang sesuai dengan pilihan responden. Langkah yang penting dalam hal ini adalah menyusun butir-butir pertanyaan/pernyataan harus merupakan penjabaran dari isi, untuk menyusun butir-butir pertanyaan/pernyataan dibuat kisi- kisi angket terlebih dahulu yang memuat materi penelitian dan aspek lain yang diukur, bentuk tes dan tipe soal yang digunakan, serta jumlah soal. (M. Arifin dan Asfani, 2014, hlm. 3).

Berikut merupakan kisi-kisi pernyataan angket yang akan digunakan:

(7)

Tabel 3.4. Kisi-kisi Uji Coba Kuesioner

Dari kisi kisi diatas, maka dapat dibuatkan form uji coba instrumrn berupa pernyataan - pernyataan untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi minat peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PJOK, sebagai berikut :

No Pernyataan SS S RG TS STS

A Perhatian

1 Pendidikan Jasmani termasuk pelajaran yang menarik bagi saya

2 Saya tidak mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani karena perhatian saya terhadap pelajaran ini kurang

3 saya selalu mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani karena penting bagi masa depan saya

No Variabel Indikator Sub-Indikator

Pernyataan Positif Negatif

1.

Minat terhadap pembelajaran

Penjas Hartono dalam (Putri,

Husen, dan Nurhasanah

2021)

1. Faktor dari dalam diri (intrinsik)

2. Faktor dari luar (ekstrinsik)

a. Perhatian lebih b. Rasa senang c. Aktivitas

a. Guru b. Fasilitas c. Keluarga d. Lingkungan

1,3,5,6

7,8,9,10,11,12 13,15,17,18

19,20,21,23,24 25,27,29,30 31,32,33,34,36 37,39,41,42

2,4

14,16

22 26,28 35 38,40

Jumlah 42

(8)

4 Saya lebih suka jika guru pendidikan jasmani berhalangan hadir

5 Saya selalu menegur teman jika tidak memperhatikan guru dalam pembelajaran pendidikan jasmani

6 Saya selalu serius memperhatikan guru, ketika sedang menjelaskan materi

B Perasaan Senang SS S RG TS STS

7 Saya merasa senang ketika saya bisa aktif dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

8

Saya puas jika prestasi belajar pendidikan jasmani saya baik, oleh karena itu saya selalu bersungguh-sungguh dalam belajar

9 Pembelajaran pendidikan jasmani adalah pelajaran yang dapat menghilangkan kejenuhan

10 Saya selalu semangat melakukan aktivitas gerak yang ditugaskan guru

11

Ketika guru pendidikan jasmani tidak datang, maka saya bersama teman-teman memanfaatkan waktu untuk melakukan aktivitas jasmani sendiri

12 Saya merasa bangga bila terpilih menjadi model saat pembelajaran pendidikan jasmani

C Aktivitas / Kegiatan SS S RG TS STS

13

Saya selalu mempelajari gerakan-gerakan pendidikan jasmani yang diberikan guru pendidikan jasmani di luar jam sekolah atas keinginan saya sendiri

14 Saya tidak menyukai pembelajaran pendidikan jasmani karena membuat badan saya capek

(9)

15 Aktivitas pembelajaran pendidikan jasmani membuat badan saya lebih bugar dan lebih aktif

16 Saya tidak menyukai meteri pembelajaran pendidikan jasmani yang diberikan oleh guru pendidikan jasmani

17

Saya selalu mengikuti aktivitas pembelajaran pendidikan jasmani dengan sungguh-sungguh karena sangat menyenangkan

18 Pembelajaran pendidikan jasmani membuat saya lebih disiplin dan bertanggung jawab

D Guru SS S RG TS STS

19 Cara mengajar guru pendidikan jasmani sangat menyenangkan

20

Guru pendidikan jasmani selalu memberikan motivasi yang membuat saya lebih berminat mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

21

Materi yang disampaikan guru mudah untuk di mengerti sehingga saya merasa semangat dalam belajar pendidikan jasmani

22 Penyampain materi dari guru susah dimengerti, sehingga saya malas belajar pendidikan jasmani

23 Guru selalu menanamkan sikap disiplin ketika melakukan kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani

24

Dalam pembelajaran pendidikan jasmani guru selalu memahami kondisi dan karakter siswa, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan

E Sarana Prasarana SS S RG TS STS

(10)

25

Saya tetap mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani meskipun sarana dan prasarana di sekolah kurang memadai

26 Jumlah peralatan dan sarana di sekolah mempengaruhi saya dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

27

Fasilitas olahraga di sekolah layak dan aman sehingga saya tertarik mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

28

Saya malas mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani, karena sarana dan prasarana di sekolah tidak memenuhi dan memadai

29 Peralatan pendidikan jasmani di sekolah tidak harus lengkap dan baik

30

Saya lebih mudah menyerap materi pelajaran pendidikan jasmani saat sarana prasarana sekolah lengkap

F Keluarga SS S RG TS STS

31 Orang tua saya selalu mendukung bakat saya dalam bidang olahraga

32 Orang tua saya selalu memberikan nasihat agar rajin mengikuti pembelajaran

33 Orang tua selalu memberikan motivasi untuk aktif khususnya dalam pembelajaran pendidikan jasmani 34 Orang tua selalu melarang keras agar saya tidak bolos

sekolah

35 Orang tua saya tidak menyukai olahraga, sehingga saya malas mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

36 Orang tua saya selalu memfasilitasi agar saya mahir didalam bidang olahraga

G Lingkungan SS S RG TS STS

(11)

37 Suasana lingkungan sekolah membuat saya menjadi tertarik mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

38 Saya malas mengikuti pelajaran pendidikan jasmani karena pengaruh cuaca yang panas

39 Walaupun cuaca panas ketika pembelajaran pendidikan jasmani, saya tetap semangat dalam mengikutinya

40 Saya lebih suka bermain game online daripada belajar pendidikan jasmani

41 Pembelajaran pendidikan jasmani dapat menambah kecakapan dan memperluas pergaulan di masyarakat

42 Lingkungan sekolah membuat saya nyaman dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani

3.6 Teknik Analisis Data

Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan teknik deskriptif dengan presentase, yaitu data dari angket yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan presentase. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif. Analisis tersebut untuk mengetahui seberapa besar minat siswa dalam pembelajaran penjas.

Tehnik penghitungannya untuk setiap butir dalam angket menggunakan presentase, dengan memakai rumus Suherman & Sukjaya (dalam Malik, 2018, hlm. 88), yaitu:

Keterangan:

: Frekuensi yang sedang dicari presentasenya : Frekuensi jawaban

: Jumlah total frekuensi

(12)

Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif. Menurut Sugiyono (2018, hlm.

93). skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.

Data dikelompokan menjadi lima yaitu: S Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Ragu-Ragu (RG), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS).

Pengkategorian tersebut menggunakan mean dan standar deviasi menggunakan rumus Sudijono (2018, hlm. 171-176 ) yaitu:

Tabel 3.5 Norma Pengkategorian

Interval Kategori

X > M + 1,5SD Sangat Setuju

M + 0,5 SD < X ≤ M + 1,5SD Setuju M – 0,5SD < X ≤ M + 0,5 SD Ragu-Ragu

M-1,5 SD < X ≤ M – 0,5 SD Tidak Setuju X ≤ M – 1,5 SD Sangat tidak setuju Keterangan :

X : Total Jawaban M : Mean (rata-rata) SD : Standar Deviasi 3.6.1 Uji Validitas

Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid (Sugiyono, 2013, hlm. 121). Jika ada item yang tidak memenuhi syarat, maka item tersebut tidak akan diteliti lebih lanjut. Untuk mengenali validitas ini digunakan rumus Korelasi Product Moment (Sugiyono, 2007, hlm. 356) sebagai berikut :

∑ 𝑋𝑌 (∑ 𝑋)(∑ 𝑌) 𝑟𝑥𝑦 =

√ ∑ 𝑋2 (∑ 𝑋) 2 ) . ( ∑ 𝑌2 (∑ 𝑌) 2)

(13)

Keterangan :

rxy = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y

∑X = Jumlah skor butir soal (jumlah X)

∑Y = Jumlah skor total (jumlah Y)

∑XY = Jumlah perkalian antara skor X dan skor Y

∑X² = Jumlah X kuadrat skor butir

∑Y² = Jumlah Y kuadrat skor total N = Jumlah subyek/responden

Dilakukan perhitungan dengan uji t menggunakan rumus:

𝑟 √ 2 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢 𝑔 =

√ 𝑟2

r = Koefisien korelasi hasil r hitung n = Jumlah responden

Setelah butir-butir instrumen (kuesioner) dikonsultasikan, langkah selanjutnya yaitu menguji cobakan kepada 30 responden atau siswa yang mempunyai ciri-ciri yang sama degan responden. Tujuan uji coba ini yaitu untuk mengetahui kesahihan (validitas) dan keterandalan (reliabilitas) instrumen penelitian.

Caranya yaitu jika nilai r < dari nilai tabel pada paragraph signifikan 5%

maka selanjutnya r-hitung dibandingkan dengan nilai r-tabel. Apabila r-hitung yang diperoleh lebih tinggi dari r-tabel pada paragraph signifikansi 5% maka butir soal dinyatakan valid. Sebaliknya, jika r-hitung lebih kecil dari r-tabel, maka butir soal dinyatakan tidak valid atau gugur

Uji coba dilaksanakan di SMK BBM Indramayu kelas XII, dari hasil uji coba instrumen yang telah dilaksanakan pada hari Rabu, 5 September 2022.

Dengan jumlah responden sebanyak 30 orang siswa. Hasil dari uji coba instrumen yang telah dilakukan terdapat 17 butir pernyataan yang tidak valid atau gugur yatiu nomor 3,5,8,12,14,16,18,21,23,24,28,31,32,34,38,41, dan 42.

(14)

Tabel 3.6 Kisi-kisi Instrumen angket Penelitian

3.6.2 Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2013, hlm. 121). Uji coba reliabilitas ini digunakan rumus koefiensi Alpha Cronbarch (Sugiyono, 2007, hlm. 365) sebagai berikut:

𝑟

Keterangan:

𝑟 = Reliabilitas instrumen

k = Banyak butir/item pernyataan

= Jumlah/total varians per-butir/item pernyataan

= Total varians

No Variabel Indikator Sub-Indikator

Pernyataan Positif Negatif

1.

Minat terhadap pembelajaran

Penjas Hartono dalam (Putri,

Husen, dan Nurhasanah

2021)

1. Faktor dari dalam diri (intrinsik)

2. Faktor dari luar (ekstrinsik)

d. Perhatian lebih e. Rasa senang f. Aktivitas

e. Guru f. Fasilitas g. Keluarga h. Lingkungan

1,4 5,6,7,8 9,10,11

12,13 15,17,18,19 20,22 23,24

2,3

14 16 21 25

Jumlah 25

(15)

Dalam uji reliabilitas ini menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Untuk menentukan apakah instrumen reliable (dapat dipercaya) atau tidak menggunakan batasan 0,6. Menurut Sujarweni (2014, hlm. 193) Jika nilai Cronbach’s Alpha >

0,60 maka kuesioner atau angket dinyatakan reliable atau konsisten. Sebaliknya, jika nilai Cronbach’s Alpha < 0,60 maka kuesioner atau angket dinyatakan tidak reliable atau tidak konsisten.

Hasil analisis yang diperoleh dengan Koefiensi Alpha Cronbach’s, dari pengujian tersebut diperoleh reliabilitas sebesar 0,80036, maka instrumen penelitian tersebut dianggap reliabel.

Guna mempermudah perhitungannya, maka akan digunakan perhitungan atau pengolahan data menggunakan program Statistical Packages for Social Science (SPSS) Versi 24.

Tabel 3.7 Realibilitas Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.800 42

3.6.3 Uji Hipotesis

Dalam analisis data peneliti menggunakan pengujian hipotesis deskriptif ststistik parametris dengan menggunakan t-test satu sampel. “Pengujian hipotesis deskriptif merupakan proses pengujian generalisasi hasil penelitian yang didasarkan pada satu sampel” (Sugiyono, 2007, hlm. 94-95). Peneliti mengajukan hipotesis bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat peserta didik kelas XI dalam mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMK BBM Indramayu dengan skor 73 (25,93% kategori rendah) dengan α 5% (taraf kesalahan). “Untuk menguji hipotesis deskriptif satu variabel (univariabel) bila datanya berbentuk interval atau ratio, maka digunakan t-test satu sampel (One- sampel test)” (Sugiyono, 2013, hlm. 152). Dalam pengujiannya menggunakan software SPSS versi 24.

(16)

3.7 Langkah-langkah Penelitian 3.7.1 Tahap Awal

a) Observasi ke tempat penelitian guna meminta izin untuk melakukan penelitian.

b) Menyusun proposal penelitian dengan dibantu oleh dosen pembimbing.

c) Seminar proposal penelitian untuk memperoleh masukan-masukan dalam pelaksanaan penelitian.

d) Pengurusan surat-surat rekomendasi penelitian.

3.7.2 Tahap Pelaksanaan

a) Membuat instrumen penelitian berupa angket untuk kemudian diuji terlebih dahulu.

b) Menguji coba instrumen penelitian sebelum diberikan kepada sampel penelitian.

c) Melakukan pengambilan data dengan instrumen penelitian yang sebelumnya telah diuji cobakan yaitu berupa kuisioner/angket.

3.7.3 Tahap Akhir

a) Melakukan pengumpulan data hasil penelitian dengan menggunakan rumus- rumus statistik.

b) Menyusun draft skripsi lengkap dengan hasil penelitian lalu melakukan bimbingan kepada dosen pembimbing skripsi yang telah ditetapkan.

3.7.4 Waktu dan Tempat Penelitian

Adapun waktu pelaksanaan penelitian dimulai sejak diterima usulan penelitian yaitu dari bulan november dan bertempat di SMK BBM Indramayu.

Tabel 3.8. Waktu Penelitian

Tahapan Kegiatan Januari Februari April Agustus September November Desember

Tahap Persiapan

Pembuatan Proposal

Revisi Ujian Proposal Tahap

Pelaksanaan

Pembuatan Kuisioner

(17)

Penyebaran Kuisioner Pengelola

Data

Tahap Laporan

Penysunan Laporan

Revisi Sidang

Referensi

Dokumen terkait

Masalah strategis dari reformasi pembiayaan kesehatan terutama meliputi: (a) Belum seluruh masyarakat terlindungi secara optimal terhadap beban pembiayaan kesehatan;

Kontak antarkelompok disebut oleh Hewstone, Rubin, &amp; Willis (2002) sebagai salah satu cara untuk mengurangi bias antarkelompok. Peneliti menduga tidak adanya bias

– penjamin emisi menyerahkan kpd pemodal melalui agen penjual, – maksimum waktu 12 hari kerja terhitung tanggal berakhirnya

Arah kebijakan pembangunan nasional kesehatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian Kesehatan tahun 2015-2019 antara

kompetensinya sebagai fotografer hotel dan resort serta komunikasi interpersonal yang baik dengan klien-kliennya ini akhirnya berhasil membuat personal brand Gabriel Ulung

Perbedaan dengan penelitian ini adalah jenis penelitian ini adalah teknik yang diberikan, tempat, subjek penelitian, waktu penelitian dan variabel

Pengadilan Negeri Bangil merupakan bagian lingkungan peradilan umum di bawah Mahkamah Agung RI sebagai pelaksana kekuasaan kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan

Oleh karena itu, alternatif solusi yang digunakan untuk menekan biaya tanpa mengurangi fungsi dan kualitas yaitu dengan dilakukan rekayasa nilai terhadap