• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

38

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Hotel Bintang 4 dan 5 di Bali

Bali memiliki beberapa hotel yang diklasifikasikan sebagai hotel bintang 4 dan 5. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali (2017), daerah kabupaten Badung merupakan pusat dimana mayoritas hotel berada diikuti dengan kabupaten Gianyar dan Denpasar, karena di kabupaten Badung terdapat daerah-daerah yang terkenal seperti Kuta, Seminyak dan Legian sedangkan Gianyar terkenal dengan Ubud, terasering sawah Tegalang dan pasar Sukawati serta Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dan menjadi pusat perkeonomian Provinsi Bali (TripAdvisor, Objek Wisata di Gianyar, 2019; Wikipedia, Kabupaten Badung, 2019; Wikipedia, Kota Denpasar, 2019).

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa perkembangan hotel-hotel baru di Bali, terutama untuk hotel berbintang 4 dan 5 sangat pesat. Dalam 2 tahun,

Kabupaten/Kota

Jumlah Hotel Bintang

2015 2017 Bintang 5 Bintang 4 Seluruh Kelas Bintang 5 Bintang 4 Seluruh Kelas Kab. Jembrana 0 0 3 0 1 5 Kab. Tabanan 2 0 3 2 1 5 Kab. Badung 49 62 183 58 123 443 Kab. Gianyar 8 7 25 6 4 24 Kab. Klungkung 0 0 6 0 0 3 Kab. Karangasem 1 2 8 1 4 8 Kab. Buleleng 2 1 17 2 4 17 Kota Denpasar 3 4 36 4 7 46 Provinsi Bali 65 76 281 73 144 551

Tabel 4.1. Jumlah Hotel Bintang di Bali Menurut Kabupaten / Kota dan Kelas

(2)

terdapat banyak hotel-hotel baru yang bermunculan.Setiap hotel saling bersaing untuk memberikan jasa pelayanan dan fasilitas yang terbaik kepada tamu.

4.2. Profil Responden

Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Indonesia. Kuesioner disebarkan kepada responden yang berusia minimal 21 tahun kemudian responden tersebut memiliki minat untuk menginap pada hotel di Bali dan yang mengambil keputusan sendiri untuk menginap di sebuah hotel. Kuesioner ini dibagikan mulai tanggal 17 Mei 2019 sampai dengan 3 Juni 2019 yang bertempat di beberapa mall di Surabaya seperti di Tunjungan Plaza, Ciputra World, Galaxy Mall, dan Pakuwon Trade Center. Jumlah kuesioner yang terkumpul sebanyak 400 kuesioner dengan rincian 300 kuesioner dibagikan secara

offline, dan 100 kuesioner dibagikan secara online dengan menggunakan google form. dalam menjawab pertanyaan screening question yang ditampilkan pada tabel 4.2.

Tabel 4.2. merupakan hasil dari screening question yang ditanyakan kepada responden untuk dapat dijadikan sebagai sampel. Data dari 400 kuesioner yang terkumpul, data yang dapat diproses lebih lanjut adalah sebanyak 396. Sedangkan 4 kuesioner yang lainnya tidak dapat diproses lebih lanjut karena tidak memenuhi kriteria sampel yang dibutuhkan. Oleh karena itu, di dapat response rate sebesar 99%.

𝑅𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑠𝑒 𝑅𝑎𝑡𝑒 =396

(3)

40

Tabel 4.2. Screening Question

Selain itu pada tabel 4.2. menampilkan data dilihat dari segi usia, mayoritas responden berusia dari 21 tahun hingga 30 tahun dengan total 102 responden (25.76%).

Selanjutnya profil responden di deskripsikan kedalam tabel profil responden pada tabel 4.2. Berdasarkan tabel 4.2., mayoritas responden adalah laki – laki (50.25%) namun tidak berbeda jauh dengan responden wanita (49.75%). Pekerjaan responden mayoritas adalah karyawan swasta (38.64%) dengan pendapatan perbulan terbanyak yaitu Rp 4.000.001,- – Rp 7.000.000,-. Mayoritas responden berasal dari Surabaya yaitu sebanyak (41.41%).

Apakah Anda berminat menginap di hotel bintang 4 dan 5 di Bali?

Jumlah Persentase (%)

Ya 399 99.75%

Tidak (Berhenti sampai disini, Terima Kasih) 1 0.25%

TOTAL 400 100%

Apakah Anda yang membuat keputusan sendiri ketika memilih menginap di suatu hotel?

Jumlah Persentase (%)

Ya 396 99.25%

Tidak (Berhenti sampai disini, Terima Kasih) 3 0.75%

TOTAL 399 100%

Umur Jumlah Persentase (%)

Kurang dari 21 tahun 0 -

21-30 tahun 102 25.76%

31-40 tahun 100 25.25%

41-50 tahun 99 25%

Lebih dari 50 tahun 95 23.99%

(4)

Tabel 4.3. Profil Responden

Jenis Kelamin Jumlah Persentase

(%) Pekerjaan Jumlah

Persentase (%)

Pria 199 50.25% Mahasiswa 74 18.69%

Wanita 197 49.75% Karyawan Swasta 153 38.64%

TOTAL 396 100% Wiraswasta 126 31.82%

Pendapatan Jumlah Persentase

(%) Pegawai Negeri 1 0.25%

Kurang dari Rp. 4.000.000,- 77 19.44% Profesional (Pengajar,

Dokter, dll) 14 3.54% Rp. 4.000.001,- - Rp. 7.000.000,- 161 40.66% Pensiunan 6 1.52% Rp. 7.000.001,- - Rp. 11.000.000,- 87 21.97% Lain-lain 22 5.56% Rp. 11.000.001,- - Rp. 14.000.000,- 32 8.08% TOTAL 396 100% Lebih dari Rp. 14.000.000,- 39 9.85% TOTAL 396 100%

Tabel 4.4. Profil Responden Bedasarkan Kota Asal

Kota Asal Jumlah

Persentase

(%) Kota Asal Jumlah Persentase (%)

Surabaya 164 41.41% Tulungagung 4 1.01% Surakarta 2 0.51% Bandung 3 0.76% Malang 22 5.56% Kediri 4 1.01% Medan 7 1.77% Banyuwangi 4 1.01% Sidoarjo 41 10.35% Mojokerto 6 1.52% Semarang 10 2.53% Tuban 3 0.76% Makassar 6 1.52% Lamongan 2 0.51% Jember 6 1.52% Palembang 10 2.53% Tarakan 4 1.01% Jambrana 2 0.51% Samarinda 10 2.53% Rembang 1 0.25% Situbondo 27 6.82% Gresik 5 1.26% Balikpapan 2 0.51% Denpasar 1 0.25% Lumajang 2 0.51% Kupang 1 0.25% Pasuruan 3 0.76% Bangkalan 2 0.51% Bondowoso 17 4.29% Blitar 3 0.76% Pekanbaru 1 0.25% Probolinggo 2 0.51% Kotabaru 1 0.25% Jakarta 10 2.53% Ponorogo 2 0.51% Yogyakarta 2 0.51% Tabanan 1 0.25% Mataram 3 0.76% TOTAL 396 100%

(5)

42

Tabel 4.5. Perilaku Responden

Pada tabel 4.5., mayoritas responden telah berkunjung ke Bali sebanyak lebih dari 5 kali (56.82%). Mayoritas responden berwisata dengan keluarga (85.86%). Mayoritas responden menginap di sebuah hotel saat sedang berwisata (92.17%) dan mayoritas durasi menginap responden adalah 3-5 hari (60.82%).

4.3. Analisa Statistik Deskriptif

Analisis deskriptif dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang terdapat pada kuesioner dari setiap indikator untuk memudahkan mempelajari hasil dari penelitian.

Penulis melakukan pengkategorian mean dari data yang diperoleh untuk menginterpretasikan hasil perhitungan statistik yang lebih akurat, pengkategorian

mean dilakukan dengan cara menentukan nilai interval yang dibedakan menjadi kelas-kelas. Cara menghitung nilai interval tersebut adalah :

 𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 𝑚𝑒𝑎𝑛 = Nilai terbesar−Nilai terkecil

Jumlah Kelas yang diinginkan (4.2)

𝑖𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 𝑚𝑒𝑎𝑛 =(5 – 1) 5 = 0.8 Frekuensi berkunjung ke Bali Jumlah Persentase (%) Dimana biasanya anda menginap saat

berwisata

Jumlah Persentase (%)

Belum Pernah 0 0 Hotel 365 92.17%

1-2 kali 25 6.31% Guest House 16 4.04%

3-5 kali 146 36.87% Rumah Keluarga 8 2.02%

Lebih dari 5 kali 225 56.82% Apartemen (Airbnb,

Airy, dll) 7 1.77%

TOTAL 396 100% Lain-lain 0 0

Dengan siapa biasanya

anda berwisata Jumlah

Persentase

(%) TOTAL 396 100%

Sendiri 8 2.02% Durasi menginap saat

berwisata Jumlah Persentase (%) Keluarga 340 85.86% 1-2 hari 17 4.29% Teman 48 12.12% 3-5 hari 241 60.86% Lain-lain 0 0 6-10 hari 125 31.57%

TOTAL 396 100% Lebih dari 10 hari 13 3.28%

(6)

Jadi, nilai interval untuk setiap kelas adalah 0.8 sehingga didapatkan kelas-kelas tersebut menjadi :

Nilai mean 1 - 1,8 diartikan sangat tidak setuju Nilai mean 1,81 - 2,6 diartikan tidak setuju Nilai mean 2,61 - 3,4 diartikan cukup setuju Nilai mean 3,41 – 4,2 diartikan setuju Nilai mean 4,21 - 5 diartikan sangat setuju

Bagian selanjutnya berisi deskripsi dari data responden terhadap indikator yang ada pada kuesioner.

No. Indikator Mean Standar

Deviasi Keterangan 1 Adanya area parkir pada hotel tersebut. 4,0000 ,85091 Setuju

2

Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV, emergencyexit, alat pemadam kebakaran, safe

-depositbox).

4,4192 ,69794 Sangat Setuju

3 Suasana hotel yang tenang (ambience). 4,4318 ,69566 Sangat Setuju 4 Desain website hotel yang menarik.. 3,6111 ,98612 Setuju 5 Informasi yang lengkap yang terdapat pada website hotel. 4,1111 ,89033 Setuju

6 Nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel sesuai dengan

apa yang saya dapatkan. 4,6515 ,51781 Sangat Setuju

7 Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel (misalnya di

kamar, lobby). 4,2449 ,76513 Setuju

8 Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan lobby) yang

bersih. 4,2803 ,73241 Setuju

9 Adanya fasilitas gym di hotel. 3,3333 1,00379 Cukup Setuju 10 Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel. 3,5278 1,07761 Setuju

11 Adanya kolam renang di hotel. 4,1869 ,84819 Setuju

12 Terdapat lounge atau bar pada hotel. 3,8864 ,95981 Setuju 13 Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga kamar. 4,5303 ,73024 Sangat Setuju

14 Kamar hotel yang luas. 4,5278 ,63783 Sangat Setuju

15 Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang

lainnya) yang sebanding dengan apa yang saya dapatkan. 4,5707 ,62646 Sangat Setuju

16 Keramahan staf hotel. 4,5505 ,57806 Sangat Setuju

17 Kesopanan staf hotel. 4,5631 ,58553 Sangat Setuju

18 Penampilan staf hotel yang rapi. 4,2929 ,68993 Sangat Setuju 19 Staf hotel yang tanggap terhadap permintaan saya. 4,5480 ,61230 Sangat Setuju

(7)

44

Tabel 4.6. Statistik Deskriptif (Sambungan)

No. Indikator Mean Standar

Deviasi Keterangan

20

Staf hotel memberikan perhatian secara individu kepada saya (seperti membantu membawakan koper,

dll)

4,4116 ,68234 Sangat Setuju

21

Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses check-in/check-out yang cepat, room

service yang cepat, dll)

4,3333 ,71512 Sangat Setuju

22 Lokasi hotel yang strategis. 4,6010 ,60579 Sangat Setuju 23 Kebersihan dari kamar hotel. 4,7146 ,49492 Sangat Setuju

24 Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang

nyaman, luas kamar yang memadai, dll). 4,7096 ,48157 Sangat Setuju

25 Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata

di sekitar hotel. 3,8712 ,86629 Setuju

26 Banyaknya pilihan restoran di dalam hotel. 3,6389 ,97742 Setuju

27 Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan

oleh hotel. (Misal gluten-free, dairy-free, dll). 3,2500 1,05812 Cukup Setuju

28 Kualitas dari makanan dan minuman yang ada di

hotel. 4,3763 ,66928 Setuju

29 Adanya layanan laundry. 3,3460 1,03802 Cukup Setuju

30 Adanya layanan kamar (room service) 24 jam. 4,0783 ,93128 Setuju

31 Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel

(WiFi, satellite TV, home theatre, dll). 4,6667 ,53249 Sangat Setuju

32 Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap

(kopi,peralatan mandi, dll). 4,5934 ,56376 Sangat Setuju 33 Pemandangan (view) yang bisa dilihat dari kamar. 4,1919 ,85598 Setuju

34 Hotel bersedia memesankan airlines tickets untuk

tamu. 3,2803 ,98840 Cukup Setuju

35 Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti

shuttle service untuk pengantaran ke bandara). 3,9520 ,90019 Setuju

36 Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel (seperti

hotel bintang 4 atau 5). 4,3308 ,69294 Sangat Setuju 37 Hotel mempunyai reputasi yang baik. 4,6111 ,55601 Sangat Setuju 38 Desain bangunan hotel yang menarik. 4,2096 ,76903 Sangat Setuju

39 Adanya entertainment (misalnya live music) pada

hotel. 3,8662 ,96510 Setuju

40 Hotel memiliki area terbuka seperti taman. 3,8737 ,98042 Setuju 41 Adanya business service center. 3,3232 1,03682 Cukup Setuju

(8)

Tabel 4.6. Statistik Deskriptif (Sambungan)

No. Indikator Mean Standar

Deviasi Keterangan

42

Partisipasi hotel dalam greenpractices (daur ulang sampah, mengikuti program go-green, penghematan

air, towelre-useprogram, dll).

3,8763 ,82514 Setuju

43 Tingkat polusi udara yang rendah di lingkungan hotel. 4,3333 ,73605 Sangat Setuju

Rata-rata mean 4,1560 Setuju

Pada tabel 4.6., dapat dilihat dari total mean bahwa rata-rata responden setuju terhadap semua indikator (nilai mean >4,1560). Untuk nilai mean tertinggi yaitu 4,70146, responden sangat setuju dengan kebersihan dari kamar hotel saat memilih hotel bintang 4 dan 5. Sedangkan untuk nilai mean terendah, yaitu 3,2500, beberapa responden menjawab setuju dan beberapa responden menjawab tidak setuju terhadap adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel dalam memilih hotel bintang 4 dan 5. Bila dilihat dari standar deviasi ada beberapa pernyataan yang memiliki standar deviasi yang cukup besar seperti : Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel dengan nilai standar deviasi sebesar 1,07761 dan adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal

gluten-free, dairy-free, dll) dengan nilai standar deviasi sebesar 1,05812. Standar deviasi yang besar menggambarkan penyebaran jawaban memiliki hasil yang bervariasi.

4.4. Analisa Faktor

Sebagaimana yang telah dibahas pada bab 3 bahwa penulis menggunakan analisis faktor eksploratori untuk mereduksi variabel-variabel atau indikator-indikator yang ada agar dapat menjadi faktor-faktor dengan jumlah yang lebih kecil dari jumlah variabel atau indikator awal. Adapun indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 43 indikator. Dari 43 indikator ini akan direduksi menjadi beberapa faktor yang jumlahnya lebih kecil dengan menggunakan analisis faktor. Proses analisis faktor yang dilakukan menggunakan bantuan program IBM SPSS 23.00. Proses analisa faktor adalah sebagai berikut:

(9)

46

4.4.1. Uji Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) dan Bartlett’s Test of Sphericity

Hasil dari Uji Bartlett’s test of Sphericity harus memiliki angka signifikan (p <0,05) agar variabel atau indikator dianalisis lebih lanjut. Indeks KMO berkisar yang bisa terbentuk adalah antara 0 sampai 1, dengan kriteria nilai KMO (>0.5) maka variabel atau indikator yang ada dapat dianalisis lebih lanjut.

Tabel 4.7. Hasil KMO danBartlett’s Test

Tabel 4.7. diatas menunjukkan nilai signifikansi dari uji Bartlett’s test of Sphericity terhadap seluruh indikator adalah 0,000. Kemudian hasil uji dari Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) diperoleh nilai 0,879, dimana angka tersebut sudah diatas 0,5. Dengan demikian indikator-indikator yang ada dapat diproses atau dianalisa lebih lanjut.

4.4.2. Uji Measure of Sampling Adequency (MSA)

Setelah dilakukannya uji KMO dan Bartlett’s test of Sphericity, tahapan analisa berikutnya adalah uji Measure of Sampling Adequency (MSA). Uji

Measure of Sampling Adequency (MSA) bertujuan untuk menguji setiap variabel atau indikator sehingga dapat diketahui variabel atau indikator mana saja yang dapat diproses lebih lanjut dan mana yang tidak dapat dianalisis lebih lanjut. Untuk dapat diproses lebih lanjut setiap variabel atau indikator setidaknya harus memiliki nilai MSA (>0,5). Bila nilai MSA (=1) maka variabel atau indikator tersebut dapat diprediksi tanpa kesalahan oleh variabel yang lain. Nilai MSA (>0,5) menunjukkan bahwa variabel atau indikator masih bisa diprediksi dan dapat dianalisis lebih lanjut. Nilai MSA tersebut dapat dilihat di dalam bagian

Anti- Image Correlation pada tabel Anti-Image Matrix . Nilai MSA dapat dilihat

KMO and Bartlett's Test

Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. ,879 Bartlett's Test of Sphericity Approx. Chi-Square 7782,737

df 903

(10)

pada angka korelasi yang bertanda “a” dengan arah diagonal dari kiri atas ke kanan. Adapun hasil uji MSA pada penelitian ini terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel 4.8. Nilai MSA

No. Indikator Nilai

MSA Keterangan

1 Adanya area parkir pada hotel tersebut. ,818 Valid

2 Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV,

emergencyexit, alat pemadam kebakaran, safe-depositbox). ,841 Valid

3 Suasana hotel yang tenang (ambience). ,892 Valid

4 Desain website hotel yang menarik.. ,892 Valid

5 Informasi yang lengkap yang terdapat pada website hotel. ,784 Valid

6 Nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel sesuai dengan apa yang saya

dapatkan. ,905 Valid

7 Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel (misalnya di kamar,

lobby). ,898 Valid

8 Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan lobby) yang bersih. ,865 Valid

9 Adanya fasilitas gym di hotel. ,882 Valid

10 Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel. ,844 Valid

11 Adanya kolam renang di hotel. ,870 Valid

12 Terdapat lounge atau bar pada hotel. ,894 Valid

13 Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga kamar. ,749 Valid

14 Kamar hotel yang luas. ,832 Valid

15 Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang lainnya) yang

sebanding dengan apa yang saya dapatkan. ,792 Valid

16 Keramahan staf hotel. ,856 Valid

17 Kesopanan staf hotel. ,856 Valid

18 Penampilan staf hotel yang rapi. ,933 Valid

19 Staf hotel yang tanggap terhadap permintaan saya. ,867 Valid

20 Staf hotel memberikan perhatian secara individu kepada saya (seperti

membantu membawakan koper, dll) ,882 Valid

21 Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses

check-in/check-out yang cepat, roomservice yang cepat, dll) ,916 Valid

22 Lokasi hotel yang strategis. ,823 Valid

23 Kebersihan dari kamar hotel. ,857 Valid

24 Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang nyaman, luas

kamar yang memadai, dll). ,858 Valid

25 Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata di sekitar hotel. ,822 Valid

(11)

48

Tabel 4.8. Nilai MSA (Sambungan)

No. Indikator Nilai

MSA Keterangan

27 Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal

gluten-free, dairy-free, dll). ,865 Valid

28 Kualitas dari makanan dan minuman yang ada di hotel. ,896 Valid

29 Adanya layanan laundry. ,913 Valid

30 Adanya layanan kamar (room service) 24 jam. ,935 Valid

31 Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel (WiFi, satellite

TV, home theatre, dll). ,880 Valid

32 Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap (kopi,peralatan mandi, dll). ,867 Valid 33 Pemandangan (view) yang bisa dilihat dari kamar. ,911 Valid 34 Hotel bersedia memesankan airlines tickets untuk tamu. ,803 Valid

35 Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti shuttle service untuk

pengantaran ke bandara). ,889 Valid

36 Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel (seperti hotel bintang 4

atau 5). ,906 Valid

37 Hotel mempunyai reputasi yang baik. ,860 Valid

38 Desain bangunan hotel yang menarik. ,890 Valid

39 Adanya entertainment (misalnya live music) pada hotel. ,909 Valid

40 Hotel memiliki area terbuka seperti taman. ,888 Valid

41 Adanya business service center. ,898 Valid

42 Partisipasi hotel dalam greenpractices (daur ulang sampah, mengikuti

program go-green, penghematan air, towelre-useprogram, dll). ,896 Valid 43 Tingkat polusi udara yang rendah di lingkungan hotel. ,935 Valid

Dari tabel 4.8. dapat diketahui bahwa indikator-indikator dalam penelitian ini memiliki nilai MSA (>0,5), yang menandakan bahwa indikator-indikator yang ada dapat dianalisis lebih lanjut

4.4.3. Output Communalities

Menurut Santoso (2002), communalities adalah jumlah varians (bisa dalam persentase) dari suatu variabel asal yang bisa dijelaskan oleh faktor yang ada. Nilai communalities yang semakin besar yang dimiliki oleh sebuah variabel atau indikator maka semakin erat hubungannya dengan faktor yang terbentuk. Nilai

communalities ini diperoleh dengan menjumlahkan nilai eigenvalue pada faktor yang ada. Nilai communalities yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 4.9. berikut ini :

(12)

Tabel 4.9. Output Communalities

No. Indikator Initial Extraction

1 Adanya area parkir pada hotel tersebut. 1,000 ,673

2 Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV, emergency

exit, alat pemadam kebakaran, safe-depositbox). 1,000 ,563

3 Suasana hotel yang tenang (ambience). 1,000 ,559

4 Desain website hotel yang menarik.. 1,000 ,753

5 Informasi yang lengkap yang terdapat pada website hotel. 1,000 ,799

6 Nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel sesuai dengan apa yang saya

dapatkan. 1,000 ,544

7 Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel (misalnya di kamar, lobby). 1,000 ,626

8 Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan lobby) yang bersih. 1,000 ,629

9 Adanya fasilitas gym di hotel. 1,000 ,761

10 Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel. 1,000 ,801

11 Adanya kolam renang di hotel. 1,000 ,579

12 Terdapat lounge atau bar pada hotel. 1,000 ,516

13 Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga kamar. 1,000 ,648

14 Kamar hotel yang luas. 1,000 ,588

15 Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang lainnya) yang

sebanding dengan apa yang saya dapatkan. 1,000 ,697

16 Keramahan staf hotel. 1,000 ,764

17 Kesopanan staf hotel. 1,000 ,761

18 Penampilan staf hotel yang rapi. 1,000 ,646

19 Staf hotel yang tanggap terhadap permintaan saya. 1,000 ,651

20 Staf hotel memberikan perhatian secara individu kepada saya (seperti

membantu membawakan koper, dll) 1,000 ,620

21 Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses

check-in/check-out yang cepat, roomservice yang cepat, dll) 1,000 ,583

22 Lokasi hotel yang strategis. 1,000 ,551

23 Kebersihan dari kamar hotel. 1,000 ,678

24 Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang nyaman, luas kamar

yang memadai, dll). 1,000 ,641

25 Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata di sekitar hotel. 1,000 ,584

26 Banyaknya pilihan restoran di dalam hotel. 1,000 ,681

27 Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal

gluten-free, dairy-free, dll). 1,000 ,598

(13)

50

Tabel 4.9. Output Communalities (Sambungan)

No. Indikator Initial Extraction

29 Adanya layanan laundry. 1,000 ,560

30 Adanya layanan kamar (room service) 24 jam. 1,000 ,545

31 Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel (WiFi, satellite TV,

home theatre, dll). 1,000 ,656

32 Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap (kopi,peralatan mandi, dll). 1,000 ,658 33 Pemandangan (view) yang bisa dilihat dari kamar. 1,000 ,621 34 Hotel bersedia memesankan airlines tickets untuk tamu. 1,000 ,630

35 Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti shuttle service untuk

pengantaran ke bandara). 1,000 ,600

36 Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel (seperti hotel bintang 4 atau

5). 1,000 ,597

37 Hotel mempunyai reputasi yang baik. 1,000 ,622

38 Desain bangunan hotel yang menarik. 1,000 ,721

39 Adanya entertainment (misalnya live music) pada hotel. 1,000 ,601

40 Hotel memiliki area terbuka seperti taman. 1,000 ,700

41 Adanya business service center. 1,000 ,648

42 Partisipasi hotel dalam greenpractices (daur ulang sampah, mengikuti

program go-green, penghematan air, towelre-useprogram, dll). 1,000 ,615 43 Tingkat polusi udara yang rendah di lingkungan hotel. 1,000 ,583

Dari tabel 4.9. pada halaman 47, nilai communalities untuk indikator ke-1 memiliki nilai 0.673, hal tersebut menunjukan bahwa 67,3% varians dari indikator ke-1 bisa dijelaskan oleh faktor yang terbentuk dan begitu pula dengan indikator-indikator lainnya.

Setelah dilakukannya tahapan awal dari analisis faktor yaitu penyaringan terhadap sejumlah variabel atau indikator yang dapat menyatakan bahwa semua variabel atau indikator telah memenuhi syarat untuk dianalisis lebih lanjut, tahap selanjutnya adalah dilakukannya proses ekstraksi terhadap sekumpulan variabel yang ada, sehingga terbentuk satu atau beberapa faktor yang merupakan proses inti dari analisis faktor.

Rotasi faktor dilakukan untuk mempermudah atau memperjelas posisi sebuah variabel atau indikator mana saja yang tercantum dalam suatu faktor, akankah dimasukkan pada faktor yang satu ataukah ke faktor yang lainnya. Dalam penelitian ini rotasi faktor menggunakan metode varimax.

(14)

Dalam penelitian ini penulis menentukan jumlah faktor yang akan terbentuk dengan melihat nilai eigenvalues 1 atau lebih. Untuk mengetahui nilai

eigenvalues dan jumlah faktor yang terbentuk dapat dilihat dari tabel 4.9. Total Variance Explained.

Tabel 4.10., menunjukkan bahwa dari 43 yang dimasukkan untuk analisis faktor, terbentuk 11 faktor, ini ditunjukkan dengan besarnya nilai total pada komponen 1 sampai dengan komponen 11. Komponen 1 sampai 11 nilai total

eigenvalues (>1) yang menyebabkan proses faktoring hanya sampai pada 11 faktor. Jadi diketahui bahwa 11 faktor adalah jumlah yang paling optimal untuk meringkas 43 indikator yang ada.

Tabel 4.10. TotalVariance Explained

Comp-onent

Initial Eigenvalues

Extraction Sums of Squared Loadings

Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Varia-nce Cumula-tive % Total % of Varia-nce Cumula-tive % Total % of Varia-nce Cumula-tive % 1 10,952 25,470 25,470 10,952 25,470 25,470 5,025 11,686 11,686 2 3,939 9,161 34,631 3,939 9,161 34,631 4,308 10,018 21,704 3 2,022 4,703 39,334 2,022 4,703 39,334 2,805 6,523 28,226 4 1,718 3,996 43,330 1,718 3,996 43,330 2,532 5,888 34,115 5 1,528 3,552 46,882 1,528 3,552 46,882 2,420 5,628 39,742 6 1,415 3,292 50,174 1,415 3,292 50,174 2,114 4,915 44,658 7 1,310 3,046 53,220 1,310 3,046 53,220 1,807 4,201 48,859 8 1,280 2,976 56,196 1,280 2,976 56,196 1,718 3,995 52,855 9 1,157 2,691 58,887 1,157 2,691 58,887 1,691 3,934 56,788 10 1,115 2,594 61,481 1,115 2,594 61,481 1,530 3,557 60,345 11 1,002 2,331 63,915 1,002 2,331 63,915 1,462 3,400 63,915 12 ,952 2,214 66,129 13 ,924 2,148 68,277 14 ,839 1,952 70,229 15 ,830 1,931 72,159 16 ,791 1,839 73,999 17 ,751 1,747 75,745 18 ,707 1,645 77,391 19 ,653 1,519 78,910 20 ,641 1,491 80,400 21 ,600 1,396 81,796 22 ,577 1,342 83,139

(15)

52

Tabel 4.10. TotalVariance Explained (Sambungan)

Comp-onent

Initial Eigenvalues

Extraction Sums of Squared Loadings

Rotation Sums of Squared Loadings Total % of Varia-nce Cumula-tive % Total % of Varia-nce Cumula-tive % Total % of Varia-nce Cumula-tive % 23 ,554 1,288 84,427 24 ,534 1,242 85,669 25 ,500 1,163 86,832 26 ,491 1,142 87,974 27 ,446 1,037 89,011 28 ,437 1,016 90,027 29 ,414 ,963 90,990 30 ,402 ,935 91,925 31 ,384 ,894 92,818 32 ,370 ,860 93,678 33 ,348 ,809 94,487 34 ,326 ,757 95,244 35 ,298 ,693 95,938 36 ,274 ,637 96,575 37 ,267 ,621 97,195 38 ,258 ,600 97,795 39 ,235 ,546 98,342 40 ,214 ,499 98,840 41 ,201 ,467 99,307 42 ,187 ,436 99,742 43 ,111 ,258 100,000

Pada tabel 4.10., diketahui bahwa dari 43 indikator dimasukkan untuk analisis faktor, terbentuk 11 faktor hal ini dapat dilihat dengan besarnya nilai total dari komponen 1 sampai dengan komponen 11 yang menunjukkan nilai

eigenvalue (>1) sehingga proses faktoring hanya sampai pada 11 faktor. 2) Interpretasi Faktor

Setelah mengetahui jumlah faktor yang akan terbentuk, tahap selanjutnya adalah menginterpretasi faktor-faktor yang terbentuk dengan melihat factor loading yang terdapat dalam tabel component matrix yang menunjukkan besarnya korelasi antara suatu variabel atau indikator dengan faktor-faktor yang terbentuk.

Hasil yang terdapat dalam tabel component matrix saja belum bisa menginterpretasikan dengan jelas sepenuhnya, karena variabel-variabel atau

(16)

indikator-indikator yang ada hanya mengumpul pada satu atau beberapa faktor saja. Oleh karen itu perlu dilakukan proses rotasi faktor. Rotasi faktor ini dimaksudkan untuk memperlihatkan angka factor loading untuk masing-masing variabel atau indikator terhadap faktor-faktor yang ada secara lebih jelas dan nyata, sehingga suatu variabel atau indikator tersebut akan dimasukkan ke dalam faktor yang memiliki angka factor loading yang paling besar, dengan cara melakukan perbandingan besar korelasi terhadap setiap kolom. (Pallant, 2011) nilai minimal factor loading sebesar 0.3. Oleh karena itu penulis menggunakan

absolute value below 0.3 agar hasil yang didapat berkorelasi kuat. Berikut adalah tabel rotated component matrix yang menunjukkan hasil dari rotasi faktor.

Tabel 4.11. Rotated Component Matrix

No. Indikator

Component

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

1

Adanya area parkir pada

hotel tersebut. ,779

2

Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel

(adanya CCTV, emergencyexit, alat pemadam kebakaran,

safe-depositbox). ,494

3

Suasana hotel yang

tenang (ambience). ,513

4

Desain website hotel

yang menarik.. ,677

5

Informasi yang lengkap yang terdapat pada

website hotel. ,840

6

Nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel sesuai

dengan apa yang saya

dapatkan. ,407

7

Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel (misalnya di kamar,

lobby). ,467

8

Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan

(17)

54

Tabel 4.11. Rotated Component Matrix (Sambungan)

No. Indikator

Component

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

9 Adanya fasilitas gym di hotel. ,782

10

Adanya spa (Jacuzzi dan

sauna) di hotel. ,814

11

Adanya kolam renang di

hotel. ,446

12

Terdapat lounge atau bar

pada hotel. ,414

13

Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga

kamar. ,743

14 Kamar hotel yang luas. ,594

15

Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang lainnya) yang sebanding dengan apa

yang saya dapatkan. ,794

16 Keramahan staf hotel. ,803 17 Kesopanan staf hotel. ,805

18

Penampilan staf hotel yang

rapi. ,657

19

Staf hotel yang tanggap

terhadap permintaan saya. ,594

20

Staf hotel memberikan perhatian secara individu

kepada saya (seperti membantu membawakan

koper, dll) ,553

21

Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses check-in/check-out yang cepat, roomservice

yang cepat, dll) ,661

22 Lokasi hotel yang strategis. ,585 23 Kebersihan dari kamar hotel. ,432

24

Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang nyaman, luas kamar yang

memadai, dll). ,472

25

Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata di

sekitar hotel. ,623

26

Banyaknya pilihan restoran di

(18)

Tabel 4.11. Rotated Component Matrix (Sambungan)

No. Indikator

Component

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

27

Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal gluten-free,

dairy-free, dll). ,454

28

Kualitas dari makanan dan minuman yang

ada di hotel. ,605

29 Adanya layanan laundry. ,557

30

Adanya layanan kamar (room service) 24

jam. ,644

31

Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel (WiFi, satellite TV, home

theatre, dll). ,760

32

Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap

(kopi,peralatan mandi, dll). ,728

33

Pemandangan (view) yang bisa dilihat dari

kamar. ,495

34

Hotel bersedia memesankan airlines tickets

untuk tamu. ,648

35

Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti shuttle service untuk pengantaran

ke bandara). ,684

36

Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel

(seperti hotel bintang 4 atau 5). ,591 37 Hotel mempunyai reputasi yang baik. ,590 38 Desain bangunan hotel yang menarik. ,684

39

Adanya entertainment (misalnya live

music) pada hotel. ,629

40 Hotel memiliki area terbuka seperti taman. ,499

41 Adanya business service center. ,750

42

Partisipasi hotel dalam greenpractices (daur ulang sampah, mengikuti program go

-green, penghematan air, towelre-use

program, dll). ,569

43

Tingkat polusi udara yang rendah di

lingkungan hotel. ,451

Pada tabel 4.11. Rotated Component Matrix menampilkan angka factor loading paling besar dari setiap indikator terletak pada masing – masing faktor yang terbentuk. Setiap faktor memiliki komponen indikator yang menonjol. Seperti pada faktor ketiga, dengan indikator “Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel.” dengan angka factor loading sebesar 0,814 yang berarti variabel ini memiliki hubungan erat dengan faktor yang terbentuk.

(19)

56

Tabel 4.12. Pembagian Faktor yang Terbentuk

No Indikator Faktor yang

Terbentuk Eigenvalues

Factor

Loading % Variance 41 Adanya business service center.

General Facility

and Services 10,952

0,750

25,470 35

Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti shuttle service untuk

pengantaran ke bandara).

0,684

34 Hotel bersedia memesankan airlines

tickets untuk tamu. 0,648

30 Adanya layanan kamar (room service)

24 jam. 0,644

39 Adanya entertainment (misalnya live

music) pada hotel. 0,629

42

Partisipasi hotel dalam greenpractices (daur ulang sampah, mengikuti program go-green, penghematan air, towelre-use

program, dll).

0,569

29 Adanya layanan laundry. 0,557

26 Banyaknya pilihan restoran di dalam

hotel. ,494

27

Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal

gluten-free, dairy-free, dll).

,454

43 Tingkat polusi udara yang rendah di

lingkungan hotel. ,451

17 Kesopanan staf hotel.

Service Quality 3,939

0,805

9,161

16 Keramahan staf hotel. 0,803

21

Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses check-in/check-out yang cepat, roomservice

yang cepat, dll)

0,661

18 Penampilan staf hotel yang rapi. 0,657

19 Staf hotel yang tanggap terhadap

permintaan saya. 0,594

20

Staf hotel memberikan perhatian secara individu kepada saya (seperti membantu

membawakan koper, dll)

0,553

23 Kebersihan dari kamar hotel. ,432

10 Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di

hotel. Indulgence

Faciliies 2,002

0,814

4,703

9 Adanya fasilitas gym di hotel. 0,782

11 Adanya kolam renang di hotel. ,446

(20)

Tabel 4.12. Pembagian Faktor yang Terbentuk (Sambungan)

No. Indikator Faktor yang

Terbentuk Eigenvalues

Factor Loading

% Variance 38 Desain bangunan hotel yang menarik.

Hotel Image and Availability of Green Space 1,718 0,684 3,996 36 Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel

(seperti hotel bintang 4 atau 5). 0,591

37 Hotel mempunyai reputasi yang baik. 0,590

40 Hotel memiliki area terbuka seperti taman. ,499

31

Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel (WiFi, satellite TV, home

theatre, dll). Room Comfort and Cleanliness of Public Areas 1,528 0,760 3,552 32 Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap

(kopi,peralatan mandi, dll). 0,728

24

Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang nyaman, luas kamar yang

memadai, dll).

,472

8 Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan

lobby) yang bersih. ,380

13 Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga kamar.

Pleasure and

Expenditure 1,415

0,743

3,292

14 Kamar hotel yang luas. 0,594

7 Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel

(misalnya di kamar, lobby). ,467

1 Adanya area parkir pada hotel tersebut. Availability of Parking Area and Safety Factors 1,310 0,779 3,046 2

Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV, emergencyexit, alat

pemadam kebakaran, safe-depositbox).

,494

5 Informasi yang lengkap yang terdapat pada

website hotel. Hotel Website

Presentation 1,280

0,840

2,976

4 Desain website hotel yang menarik.. 0,677

15

Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang lainnya) yang sebanding dengan

apa yang saya dapatkan. Value for Money and

Ambience

1,157

0,794

2,691

3 Suasana hotel yang tenang (ambience). 0,513

6 Nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel

sesuai dengan apa yang saya dapatkan. ,407

25 Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata di sekitar hotel.

Hotel’s Location and Tourist Attraction 1,115 0,623 2,594

22 Lokasi hotel yang strategis. 0,585

28 Kualitas dari makanan dan minuman yang ada di hotel.

Food and Beverages

Quality

(21)

58

Dari tabel 4.12., indikator-indikator yang ada membentuk 11 faktor baru. Faktor-faktor yang terbentuk di jabarkan sebagai berikut :

1. General Facility and Services

Faktor pertama memiliki nilai eigenvalues terbesar dengan nilai 10,952, dan nilai variance sebesar 25,470%. Faktor ini terbentuk dari hubungan 7 indikator yaitu : Adanya business service center (41), Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti shuttle service untuk pengantaran ke bandara) (35), Hotel bersedia memesankan airlines tickets untuk tamu (34), Adanya layanan kamar (room service) 24 jam (30), Adanya

entertainment (misalnya live music) pada hotel (39), Partisipasi hotel dalam green practices (daur ulang sampah, mengikuti program go-green, penghematan air, towelre-useprogram, dll) (42), Adanya layanan laundry

(29), Banyaknya pilihan restoran di dalam hotel (26), Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal gluten-free, dairy-free, dll) (27) dan Tingkat polusi udara yang rendah di lingkungan hotel (43). Indikator-indikator yang ada pada faktor pertama berhubungan dengan kelengkapan fasilitas secara umum dan service yang ada di hotel. Oleh karena itu digunakan general facility and services sebagai nama dari faktor yang pertama.

2. Service Quality

Faktor kedua memiliki nilai eigenvalues sebesar 3,939, dan nilai variance

sebesar 9,161%. Faktor kedua terbentuk dari hubungan 6 indikator berikut: Kesopanan staf hotel (17), Keramahan staf hotel (16), Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses check-in/check-out yang cepat, room service yang cepat, dll) (21), Penampilan staf hotel yang rapi (18), Staf hotel yang tanggap terhadap permintaan saya (19), Staf hotel memberikan perhatian secara individu kepada saya (seperti membantu membawakan koper, dll) (20) dan Kebersihan dari kamar hotel (23). Indikator-indikator yang ada pada faktor kedua berhubungan dengan dimensi service quality. Oleh karena itu, service quality digunakan sebagai nama dari faktor yang kedua.

(22)

3. Indulgence Facilities

Faktor ketiga memiliki nilai eigenvalues sebesar 2,002, dan nilai variance

sebesar 4,703%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut : Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel (10), Adanya fasilitas

gym di hotel(9), Adanya kolam renang di hotel (11) dan Terdapat lounge

atau bar pada hotel (12). Indikator-indikator yang ada pada faktor ketiga berhubungan dengan fasilitas-fasilitas di dalam hotel yang dapat digunakan oleh tamu hotel untuk memanjakan diri sendiri.. Oleh karena itu

indulgence facilities digunakansebagai nama dari faktor yang ketiga. 4. Hotel Image and Availability of Green Space

Faktor keempat memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,718, dan nilai

variance sebesar 3,996%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut : Desain bangunan hotel yang menarik (38), Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel (seperti hotel bintang 4 atau 5) (36), Hotel mempunyai reputasi yang baik (37) dan Hotel memiliki area terbuka seperti taman (40). Indikator-indikator yang ada pada faktor keempat berhubungan dengan kondisi hotel secara keseluruhan dan ada indikator yang membahas adanya area terbuka seperti taman di dalam hotel. Oleh karena itu hotel image and availability of green space digunakan sebagai nama dari faktor yang keempat.

5. Room Comfort and Cleanliness of Public Areas

Faktor kelima memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,528, dan nilai variance

sebesar 3,552%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut : Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel (WiFi, satellite TV, home theatre, dll) (31), Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap (kopi,peralatan mandi, dll) (32), Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang nyaman, luas kamar yang memadai, dll) (24) dan Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan lobby) yang bersih (8). Indikator-indikator yang ada pada faktor kelima berhubungan dengan fasilitas, kelengkapan dan kenyamanan kamar serta kebersihan fasilitas umum. Oleh karena itu room comfort and cleanliness of public areas

(23)

60 6. Pleasure and Expenditure

Faktor keenam memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,415, dan nilai

variance sebesar 3,292%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut: Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga kamar (13), Kamar hotel yang luas (14) dan Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel (misalnya di kamar, lobby) (7). Indikator-indikator yang ada pada faktor keenam tidak memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu digunakan nama pleasure and expenditure

sebagai nama dari faktor yang keenam.

7. Availability of Parking Area and Safety Factors

Faktor ketujuh memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,310, dan nilai

variance sebesar 3,046%. Faktor ini hanya memiliki dua indikator di dalamnya yaitu adanya area parkir pada hotel tersebut (1) dan Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV, emergency exit, alat pemadam kebakaran, safe-deposit box) (2). Oleh karena itu

availability of parking area and safety factors digunakan sebagai nama dari faktor yang ketujuh.

8. Hotel Website Presentation

Faktor kedelapan memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,280, dan nilai

variance sebesar 2,976%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut : Informasi yang lengkap yang terdapat pada website hotel (5), Desain website hotel yang menarik. (4). Indikator-indikator yang ada pada faktor kedelapan berhubungan dengan presentasi dari website hotel. Oleh karena itu hotel website presentation digunakan sebagai nama dari faktor yang kedelapan.

9. Value for Money and Ambience

Faktor kesembilan memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,157, dan nilai

variance sebesar 2,691%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut : Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang lainnya) yang sebanding dengan apa yang saya dapatkan (15), Suasana hotel yang tenang (ambience) (3) dan Nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel sesuai dengan apa yang saya dapatkan (6). Dengan

(24)

indikator-indikator yang ada pada faktor kesembilan, ada 2 indikator-indikator yang saling berhubungan yaitu dan 1 indikator yang tidak berhubungan, maka digunakan nama value for money and ambience sebagai nama dari faktor yang kesembilan.

10. Hotel’s Location and Tourist Attraction

Faktor kesepuluh memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,115, dan nilai

variance sebesar 2,594%. Faktor ini muncul dari hubungan indikator sebagai berikut : Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata di sekitar hotel (25), Lokasi hotel yang strategis (22). Dengan indikator-indikator yang ada pada faktor kesepuluh yang berhubungan dengan lokasi dari hotel dan tempat atraksi wisata. Oleh karena itu penulis menggunakan

hotel’s location and tourist attraction sebagai nama dari faktor yang kesepuluh.

11. Food and Beverages Quality

Faktor kesebelas memiliki nilai eigenvalues sebesar 1,015, dan nilai

variance sebesar 2,359%. Faktor ini terbentuk hanya dari satu indikator yaitu : Kualitas dari makanan dan minuman yang ada di hotel (28). Oleh karena itu food and beverages quality digunakan sebagai nama dari faktor yang kesebelas.

4.5. Pembahasan

Pada penelitian ini penulis menggunakan 43 indikator atribut hotel. Setelah dilakukan analisis faktor terbentuklah 11 faktor yang mereduksi jumlah indikator awal. Pada kajian literatur yang telah dilakukan oleh penulis, pada penelitian yang dilakukan oleh Tanford, Raab dan Kim (2012) terdapat 38 atribut yang dikategorikan menjadi 6 faktor, yaitu : Utility, green practice, brand, amenity, image dan price. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, dan Fazli (2012) terdapat 33 dari 50 atribut hotel yang dinilai berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih sebuah hotel sebuah hotel. Atribut hotel yang berpengaruh tersebut dikelompokan menjadi 10 faktor yang terdiri dari : Promenade and comfort, security and protection, network services, pleasure, hotel staff and their services, news and recreational

(25)

62

information, cleanliness and room comfort, expenditure, room facilities dan car parking.

Sedangkan penelitian yang penulis lakukan dengan menggunakan 43 indikator yang ada, penulis berusaha untuk mengetahui faktor-faktor yang mendorong responden dalam memilih sebuah hotel bintang 4 dan 5 di Bali. Dengan demikian, penelitian ini dapat membantu manajemen hotel bintang 4 dan 5 di Bali untuk memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai minat menginap wisatawan domestik dalam memilih hotel bintang 4 dan 5 di Bali berdasarkan attribut yang dimiliki oleh masing masing hotel. Penulis memperoleh 11 faktor yang merupakan reduksi dari jumlah indikator awal.

Faktor pertama yaitu general facility and services. Faktor terdiri dari 10 indikator, yaitu : Adanya business service center (41), Adanya fasilitas transportasi untuk tamu (seperti shuttle service untuk pengantaran ke bandara) (35), Hotel bersedia memesankan airlines tickets untuk tamu (34), Adanya layanan kamar (room service) 24 jam (30), Adanya entertainment (misalnya live music) pada hotel (39), Partisipasi hotel dalam green practices (daur ulang sampah, mengikuti program go-green, penghematan air, towel re-use program, dll) (42), Adanya layanan laundry (29), Banyaknya pilihan restoran di dalam hotel (26), Adanya menu diet untuk kesehatan yang disediakan oleh hotel. (Misal

gluten-free, dairy-free, dll) (27) dan Tingkat polusi udara yang rendah di lingkungan hotel (43). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012), faktor general facility dan services merupakan salah satu hotel atribut yang dinilai berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih sebuah hotel.

Di dalam penelitian ini, faktor general facility and services memiliki nilai

eigenvalues terbesar dibandingkan dengan faktor-faktor yang lain yaitu sebesar 10,952. Hal ini dapat dilihat dari perilaku responden. Dari 396 responden, semua menjawab sudah pernah berkunjung ke bali dan dari 396 responden tersebut, 92.17 % menjawab biasanya responden memilih hotel sebagai tempat menginap saat berlibur, sehingga konsumen mementingkan fasilitas dan pelayanan yang dimiliki sebuah hotel. Indikator-indikator yang ada di dalam faktor ini menunjukkan bahwa turis domestik yang merupakan subjek dari penelitian ini

(26)

menginginkan fasilitas tambahan dan layanan yang lebih saat menentukan hotel untuk menginap, karena di hotel bintang 4 dan 5 memiliki fasilitas dan layanan yang lebih lengkap daripada hotel bintang 1 sampai 3. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor general facility and services, sehingga hotel dapat menarik minat konsumen untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor kedua yaitu service quality. Faktor kedua terbentuk dari hubungan 7 indikator, yaitu : Kesopanan staf hotel (17), Keramahan staf hotel (16), Faktor kecepatan dari layanan yang diberikan (misalnya proses check-in/check-out yang cepat, room service yang cepat, dll) (21), Penampilan staf hotel yang rapi (18), Staf hotel yang tanggap terhadap permintaan saya (19), Staf hotel memberikan perhatian secara individu kepada saya (seperti membantu membawakan koper, dll) (20) dan Kebersihan dari kamar hotel (23). Indikator-indikator yang ada di dalam faktor kedua menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan service quality yang baik saat menentukan hotel untuk menginap dan layanan yang disediakan oleh hotel, karena di hotel bintang 4 dan 5 memiliki staf dan layanan yang lebih baik daripada hotel bintang 1 sampai 3. Selain itu konsumen juga menginginkan kamar yang bersih. Hal ini sesuai dengan faktor yang dikemukakan oleh Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012) bahwa service quality

merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi konsumen dalam memilih sebuah hotel. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor service quality, sehingga hotel dapat menarik minat konsumen untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor ketiga yaitu indulgence facilities. Faktor ini muncul dari hubungan 4 indikator, yaitu : Adanya spa (Jacuzzi dan sauna) di hotel (10), Adanya fasilitas

gym di hotel (9), Adanya kolam renang di hotel (11) dan Terdapat lounge atau bar

pada hotel (12). Dalam penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Tanford, Raab, & Kim (2012), dikatakan bahwa indulgence facilities merupakan salah satu atribut hotel yang mempengaruhi konsumen dalam memilih hotel. Dalam penelitian ini, indikator-indikator yang ada di dalam faktor ketiga menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan hotel bintang 4 dan 5 untuk mempunyai fasilitas hotel yang dapat digunakan untuk memanjakan diri sendiri. Oleh karena itu pihak hotel

(27)

64

sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor indulgence facilities, sehingga hotel dapat menarik minat konsumen untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor keempat yaitu hotel image and availability of green space. Faktor ini muncul dari hubungan 4 indikator, yaitu : Desain bangunan hotel yang menarik (38), Klasifikasi bintang yang dimiliki oleh hotel (seperti hotel bintang 4 atau 5) (36), Hotel mempunyai reputasi yang baik (37) dan Hotel memiliki area terbuka seperti taman (40). Indikator-indikator yang ada di dalam faktor ini menunjukkan bahwa turis domestik memperhatikan kondisi hotel secara umum saat menentukan hotel bintang 4 dan 5 untuk menginap, karena di hotel bintang 4 dan 5 memiliki nilai prestise yang lebih daripada hotel bintang 1 sampai 3. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Tanford, Raab, & Kim (2012), dikatakan bahwa

hotel image dan availibility of green space merupakan salah satu atribut hotel yang mempengaruhi konsumen dalam memilih hotel. Oleh karena itu, untuk lebih menarik minat konsumen untuk menginap di hotel tersebut, sebaiknya pihak hotel lebih memperhatikan atribut hotel yang ada di dalam faktor hotel image and availability of green space.

Faktor kelima yaitu menggunakan room comfort and cleanliness of public areas. Faktor ini muncul dari hubungan 4 indikator, yaitu : Tersedianya fasilitas teknologi di dalam kamar hotel (WiFi, satellite TV, home theatre, dll) (31), Tersedianya fasilitas kamar yang lengkap (kopi,peralatan mandi, dll) (32), Kamar hotel yang nyaman (seperti tempat tidur yang nyaman, luas kamar yang memadai, dll) (24) dan Kondisi fasilitas umum (misalnya gym dan lobby) yang bersih (8). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012), room comfort dan cleanliness merupakan salah satu atribut hotel yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih hotel. Indikator-indikator yang ada di dalam faktor ini menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan fasilitas tambahan yang lengkap di dalam kamar yang dapat membuat tamu semakin nyaman dalam menginap di hotel bintang 4 dan 5 karena harga yang dibayarkan oleh konsumen saat menginap di hotel bintang 4 dan 5 lebih mahal dibandingkan dengan hotel bintang 1 sampai 3, konsumen menginginkan untuk mendapatkan kenyamanan dan fasilitas yang ada di kamar

(28)

hotel yang lebih lengkap serta kebersihan fasilitas umum. Oleh karena itu, atribut hotel yang terdapat pada faktor room comfort and cleanliness of public areas

merupakan salah satu faktor penting bagi pihak hotel dalam meningkatkan minat konsumen untuk menginap di hotel tersebut.

Faktor keenam yaitu pleasure and expenditure. Faktor ini muncul dari hubungan 3 indikator, yaitu : Adanya diskon untuk hotel berupa potongan harga kamar (13), Kamar hotel yang luas (14) dan Dekorasi yang menarik yang ada pada hotel (misalnya di kamar, lobby) (7). Indikator-indikator yang ada di dalam faktor pleasure and expenditure menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan ukuran kamar yang tidak terlalu kecil dan potongan harga saat menentukan hotel untuk menginap. Selain itu konsumen juga memperhatikan dekorasi yang ada di dalam hotel. Menurut Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012), pleasure dan expenditure merupakan atribut hotel yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih hotel. Oleh karena itu, untuk lebih menarik minat konsumen, sebaiknya pihak hotel lebih mengoptimalkan atribut hotel yang terdapat dalam faktor pleasure and expenditure.

Faktor ketujuh yaitu availability of parking area and safety factors. Faktor ini hanya memiliki 2 indikator di dalamnya yaitu adanya area parkir pada hotel tersebut (1) dan Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV,

emergency exit, alat pemadam kebakaran, safe-deposit box) (2). Faktor ini memiliki dua indikator yaitu adanya area parkir pada hotel dan Faktor keamanan dan keselamatan pada hotel (adanya CCTV, emergency exit, alat pemadam kebakaran, safe-deposit box) menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan hotel yang memiliki area parkir saat menentukan hotel untuk menginap. Karena dimungkinkan turis domestik memilih untuk menyewa sebuah mobil saat berlibur di Bali sehingga membutuhkan tempat parkir untuk memarkirkan mobil sewaan tersebut. Selain itu konsumen juga memperhatikan faktor keamanan yang ada di dalam hotel. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012), availibility of parking area dan safety factors

merupakan salah satu faktor yang dinilai berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih sebuah hotel. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor availability of parking

(29)

66

area and safety factors, sehingga hotel dapat menarik minat konsumen untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor kedelapan yaitu hotel website presentation. Faktor ini muncul dari hubungan 2 indikator, yaitu : Informasi yang lengkap yang terdapat pada website hotel (5), Desain website hotel yang menarik. (4). Indikator-indikator yang ada di dalam faktor ini berhubungan dengan website yang dimiliki oleh hotel. Menurut Tanford, Raab, & Kim (2012), hotel website presentation merupakan salah satu atribut hotel yang dinilai dapat mempengaruhi keputusan konsumen dalam memilih sebuah hotel. Hal ini menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan informasi mengenai hotel yang lengkap yang terdapat pada website hotel dan selain itu website hotel harus memiliki desain yang menarik saat menentukan hotel untuk menginap melewati website hotel yang bersangkutan. Dikarenakan kosnumen selain melihat informasi mengenai hotel lewat OTA, konsumen juga akan melihat informasi mengenai hotel melalui website yang dimiliki oleh hotel. Khususnya untuk mereka yang memiliki membership pada hotel tersebut karena di website hotel dimana konsumen menjadi member memungkinkan konsumen mendapatkan promo atau informasi yang lebih lengkap diandingkan dengan OTA. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor hotel website presentation, sehingga hotel dapat menarik minat konsumen untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor kesembilan yaitu value for money and ambience. Faktor ini muncul dari hubungan 3 indikator, yaitu : Harga hotel (Room, Food and beverages dan yang lainnya) yang sebanding dengan apa yang saya dapatkan (15), Suasana hotel yang tenang (ambience) (3) dan nilai (value) yang saya bayarkan ke hotel sesuai dengan apa yang saya dapatkan (6). Indikator-indikator yang ada di dalam faktor ini menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan untuk mendapatkan nilai (value) yang lebih saat menentukan hotel untuk menginap dan juga menginginkan suasana hotel yang tenang dalam menentukan hotel bintang 4 dan 5 untuk menginap. Di dalam penelitian yang dilakukan oleh Tanford, Raab, & Kim (2012), value for money dan ambience merupakan salah satu faktor ynag dapat berpengaruh terhadap konsumen dalam memilih sebuah hotel. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor

(30)

value for money and ambience, sehingga konsumen lebih tertarik untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor kesepuluh yaitu hotel’s location and tourist attraction. Faktor ini muncul dari hubungan 2 indikator, yaitu : Adanya informasi mengenai tempat budaya dan wisata di sekitar hotel (25), Lokasi hotel yang strategis (22). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012),

hotel’s location dan tourist attraction menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi konsumen dalam memilih hotel. Indikator-indikator yang ada di dalam faktor berhubungan dari lokasi hotel. Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bali (2017), 85.4% hotel bintang 4 dan 79.45% hotel bintang 5 di Bali terletak di kabupaten Badung yang merupakan lokasi yang dekat dengan tempat wisata seperti Kuta dan Seminyak. Faktor ini menunjukkan bahwa turis domestik menginginkan lokasi hotel yang strategis dan dekat dengan tempat wisata serta tempat atraksi yang ada di Bali. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya mengoptimalkan atribut hotel yang ada di dalam faktor hotel’s location and

tourist attraction, sehingga hotel dapat menarik minat konsumen untuk menginap pada hotel tersebut.

Faktor kesebelas yaitu food and beverages quality. Faktor ini terbentuk hanya dari satu indikator yaitu : Kualitas dari makanan dan minuman yang ada di hotel (28). Menurut penelitian Sohrabi, Vanani, Tahmasebipur, & Fazli (2012),

food and beverages quality merupakan salah satu atribut hotel yang berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam memilih sebuah hotel. Di dalam faktor ini yang hanya memiliki satu indikator yaitu kualitas dari makanan dan minuman yang ada di hotel. Turis domestik menginginkan untuk mendapatkan kualitas makanan dan minuman yang baik saat menentukan hotel untuk menginap karena di hotel bintang 4 dan 5 memiliki nilai prestise yang tinggi. Oleh karena itu pihak hotel sebaiknya dapat memperhatikan atribut hotel yang ada di dalam faktor food and beverages quality dalam usahanya untuk menarik minat konsumen agar menginap di hotel tersebut.

Gambar

Tabel 4.1. Jumlah Hotel Bintang di Bali Menurut Kabupaten / Kota dan Kelas
Tabel 4.2. Screening Question
Tabel 4.3. Profil Responden
Tabel 4.5. Perilaku Responden
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 21 ayat (3), Pasal 23 ayat (7) dan Pasal 24 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Jenis

Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, dapat dilihat bahwa model Full Bayesian Network yang dilatih dengan Simulated Annealing dengan fungsi

Hadrah merupakan salah satu grup kesenian yang berasal dari jawa tondano yang berada di desa salilama didirikan pada tahun 1948 oleh Bapak Sahwangi Suronoto.. Pada saat

a) Kegagalan melaksanakan tanggungjawab dan langkah-langkah munasabah untuk menjaga Kad Orchid akan mengakibatkan Kad Orchid tersebut dicuri dan/atau digunakan tanpa kebenaran. b)

850 F yang ses yang dip alami sep biru dap F dan mal berbeda film yan F hanya se Camera P yang ak karena d low angl menjadik pengamb angle, d Faktor ruang sungguhnya

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan sebagai sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang telah di dapat dan sekaligus

Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa teknik Ensemble yaitu penerapan Adaboost dapat meningkatkan akurasi pada

Segala puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pemberian Mulsa dan