• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pola Pengembangan Paragraf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pola Pengembangan Paragraf"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF POLA PENGEMBANGAN PARAGRAF

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Latar Belakang Masalah

Pada umumnya para mahasiswa kurang

Pada umumnya para mahasiswa kurang memahami pengetahuan dalam menulis paragraf. Kelemahan sepertimemahami pengetahuan dalam menulis paragraf. Kelemahan seperti ini sering dijumpai pada karangan yang terdiri dari rangkaian paragraf baik dalam penulisan makalah, skripsi, ini sering dijumpai pada karangan yang terdiri dari rangkaian paragraf baik dalam penulisan makalah, skripsi, ataupun tesis. Oleh karena itu, kami membuat makalah ini, agar para mahasiswa mampu mengembangkan ataupun tesis. Oleh karena itu, kami membuat makalah ini, agar para mahasiswa mampu mengembangkan penulisan paragraf secara baik dan benar dengan penggunaan kalimat efektif. Dan tidak terjadi kesalahan penulisan paragraf secara baik dan benar dengan penggunaan kalimat efektif. Dan tidak terjadi kesalahan dalam penulisan karya ilmiah.

dalam penulisan karya ilmiah.

Paragraf atau alinea berlaku pada bahasa tulis, sedangkan pada bahasa lisan digunakan istilah paraton (Brown Paragraf atau alinea berlaku pada bahasa tulis, sedangkan pada bahasa lisan digunakan istilah paraton (Brown dan Yule, 1996). Paragraf merupakan suatu kesatuan bentuk pemakaian bahasa yang mengungkapkan pikiran dan Yule, 1996). Paragraf merupakan suatu kesatuan bentuk pemakaian bahasa yang mengungkapkan pikiran atau topik dan berada di bawah tataran wacana. Paragraf memiliki potensi terdiri atas beberapa kalimat. atau topik dan berada di bawah tataran wacana. Paragraf memiliki potensi terdiri atas beberapa kalimat. Paragraf yang hanya terdiri atas satu kalimat tidak mengalami pengembangan. Setiap paragraf berisi kesatuan Paragraf yang hanya terdiri atas satu kalimat tidak mengalami pengembangan. Setiap paragraf berisi kesatuan topik, kesatuan pikiran atau ide. Dengan demikian, setiap paragraf memiliki potensi adanya satu kalimat topik topik, kesatuan pikiran atau ide. Dengan demikian, setiap paragraf memiliki potensi adanya satu kalimat topik atau kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Oleh Ramlan, (1993) pikiran utama atau ide pokok

atau kalimat utama dan kalimat-kalimat penjelas. Oleh Ramlan, (1993) pikiran utama atau ide pokok merupakan pengendali suatu paragraf 

merupakan pengendali suatu paragraf .[1].[1]

Pengidentifikasian secara formal suatu paragraf begitu mudah, karena secara visual paragraf biasanya ditandai Pengidentifikasian secara formal suatu paragraf begitu mudah, karena secara visual paragraf biasanya ditandai adanya indensasi. Yang menjadi persoalan, apakah bentuk yang secara visual dikenali sebagai paragraf

adanya indensasi. Yang menjadi persoalan, apakah bentuk yang secara visual dikenali sebagai paragraf tersebut secara otomatis berisi satu satuan pokok pikiran? Idealnya tentulah ya, bila paragraf telah tersebut secara otomatis berisi satu satuan pokok pikiran? Idealnya tentulah ya, bila paragraf telah dikembangkan secara baik. Namun, kenyataannya belum tentu demikian karena belum tentu paragraf dikembangkan secara baik. Namun, kenyataannya belum tentu demikian karena belum tentu paragraf dikembangkan secara benar. Disinilah pentingnya pengembangan paragraf.

dikembangkan secara benar. Disinilah pentingnya pengembangan paragraf. Pengembangan paragraf terdiri atas pengembangan par

Pengembangan paragraf terdiri atas pengembangan par agraf umum dan khusus, sudut pandang, analogi,agraf umum dan khusus, sudut pandang, analogi, contoh, klimaks dan anti klimaks, proses, klasifikasi, defenisi luas, perbandingan dan pertentangan, dan sebab contoh, klimaks dan anti klimaks, proses, klasifikasi, defenisi luas, perbandingan dan pertentangan, dan sebab akibat. Namun dalam pembahasan makalah ini hanya dibahas lima dari sepuluh pola pengembangan paragraf, akibat. Namun dalam pembahasan makalah ini hanya dibahas lima dari sepuluh pola pengembangan paragraf, yakni paragraf umum dan khusus, sudut pandang, analogi, contoh, dan klimaks dan anti klimaks.

yakni paragraf umum dan khusus, sudut pandang, analogi, contoh, dan klimaks dan anti klimaks.

Masalah

Masalah

Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut : Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1.

1. Bagaimanakah penempatan kalimat utama pada paragraf umum dan khusus?Bagaimanakah penempatan kalimat utama pada paragraf umum dan khusus? 2.

2. Bagaimanakah sudut pandang (point of view) pengarang dalam suatu paragraf?Bagaimanakah sudut pandang (point of view) pengarang dalam suatu paragraf? 3.

3. Bagaimanakah pola pengembangan analogi pada suatu paragraf?Bagaimanakah pola pengembangan analogi pada suatu paragraf? 4.

4. Bagaimanakah pola pengembangan contoh didalam paragraf?Bagaimanakah pola pengembangan contoh didalam paragraf? 5.

(2)

Tujuan

Tujuan

Tujuan yang diharapkan dalam pembuatan makalah ini adalah : Tujuan yang diharapkan dalam pembuatan makalah ini adalah : 1.

1. Untuk mengetahui penempatan kalimat utama pada Untuk mengetahui penempatan kalimat utama pada paragraf umum dan khusus.paragraf umum dan khusus. 2.

2. Untuk mengetahui sudut pandang atau cara pandang pengarang dalam suatu paragraf.Untuk mengetahui sudut pandang atau cara pandang pengarang dalam suatu paragraf. 3.

3. Untuk mengetahui pola pengembangan paragraf analogi pada suatu paragraf.Untuk mengetahui pola pengembangan paragraf analogi pada suatu paragraf. 4.

4. Untuk mengetahui pola pengembangan paragraf contoh pada Untuk mengetahui pola pengembangan paragraf contoh pada suatu paragraf.suatu paragraf. 5.

5. Untuk mengetahui pola pengembangan paragraf klimaks dan anti-klimaks pada suatu paragraf.Untuk mengetahui pola pengembangan paragraf klimaks dan anti-klimaks pada suatu paragraf.

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Pola Pengembangan Paragraf 

Pola Pengembangan Paragraf 

A.

A. Pola Pengembangan Deduktif, Induktif dan Deduktif-Induktif 

Pola Pengembangan Deduktif, Induktif dan Deduktif-Induktif 

1.

1. Pola Umum-Khusus (deduktif)Pola Umum-Khusus (deduktif)

Istilah deduktif berarti bersifat deduksi. Kata deduksi yang berasal dari bahasa Latin: deducere, deduxi, Istilah deduktif berarti bersifat deduksi. Kata deduksi yang berasal dari bahasa Latin: deducere, deduxi, deductum berarti ‘menuntun ke

deductum berarti ‘menuntun ke bawah; menurunkan’; deductio berarti ‘penuntunan; bawah; menurunkan’; deductio berarti ‘penuntunan; pengantarapengantaran’. Paragrafn’. Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan yang bersifat umum, kemudian diturunkan atau deduktif adalah paragraf yang dimulai dari pernyataan yang bersifat umum, kemudian diturunkan atau dikembangkan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus. Pernyataan yang bersifat dikembangkan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus. Pernyataan yang bersifat khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh, atau bukti-buktinya. Karena paragraf itu

khusus itu bisa berupa penjelasan, rincian, contoh-contoh, atau bukti-buktinya. Karena paragraf itu dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikembangkan dari pernyataan umum dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan khusus, dapatlah dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus

dikatakan bahwa penalaran paragraf deduktif itu berjalan dari umum ke khusus.[2].[2] Ciri

Ciri – – ciri paragraf deduktif : ciri paragraf deduktif : a)

a) Letak kalimat utama di awal paragraf,Letak kalimat utama di awal paragraf, b)

b) Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan uraian atau penjelasan khusus,danatau penjelasan khusus,dan c)

c) Diakhiri dengan penjelasanDiakhiri dengan penjelasan.[3].[3]

Contoh kalimat : Contoh kalimat : ~

~ Ini tentang gaya hidup para wakil rakyat kita di Senayan.Ini tentang gaya hidup para wakil rakyat kita di Senayan. Ya, baru-baru ini heboh beredar berita tentangYa, baru-baru ini heboh beredar berita tentang gaya hidup para wakil rakyat kita. Mobil mewah yang berharga milliaran rupiah, yang membuat rumah rakyat gaya hidup para wakil rakyat kita. Mobil mewah yang berharga milliaran rupiah, yang membuat rumah rakyat

(3)

di Senayan itu seperti showroom mobil mewah. Ada Alphard, Hummer dan Bentley. Publikpun heboh. Saya di Senayan itu seperti showroom mobil mewah. Ada Alphard, Hummer dan Bentley. Publikpun heboh. Saya berfikir, padahal kita lah yang diwakili mereka, dan mereka adalah wakil kita, tapi mengapa yang MERDEKA berfikir, padahal kita lah yang diwakili mereka, dan mereka adalah wakil kita, tapi mengapa yang MERDEKA hanya mereka yang sebagai WAKIL KITA?

hanya mereka yang sebagai WAKIL KITA?[4][4] ~

~ Memiliki server sendiri memiliki banyak keuntungan.Memiliki server sendiri memiliki banyak keuntungan. Salah satunya kita dapat memanfaatkannya secara Salah satunya kita dapat memanfaatkannya secara maksimal. Meskipun demikian biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Biaya untuk hardware saja sudah di maksimal. Meskipun demikian biaya yang dikeluarkan jauh lebih besar. Biaya untuk hardware saja sudah di atas Rp 10 juta, belum lagi biaya perbulan. Selain itu kita juga membutuhkan tenaga professional untuk atas Rp 10 juta, belum lagi biaya perbulan. Selain itu kita juga membutuhkan tenaga professional untuk menjadi operatornya

menjadi operatornya.[5].[5]

2.

2. Pola Khusus-Umum (induktif)Pola Khusus-Umum (induktif)

Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum Istilah induktif berarti bersifat induksi. Kata induksi yang berasal dari bahasa Latin: ducere, duxi, ductum berarti ‘membawa ke; mengantarkan’; inducere, induxi,

berarti ‘membawa ke; mengantarkan’; inducere, induxi, inductum berarti ‘membawa ke; memasukkan keinductum berarti ‘membawa ke; memasukkan ke dalam’. Lebih lanjut

dalam’. Lebih lanjut istilah induksi dijelaskaistilah induksi dijelaskan sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untukn sebagai metode pemikiran yang bertolak dari hal khusus untuk menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan menentukan hukum atau simpulan. Karena pernyataan khusus dapat berupa contoh-contoh, dan pernyataan umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari umum itu berupa hukum atau simpulan, maka dapat dikatakan bahwa paragraf induktif itu dikembangkan dari contoh ke hukum atau simpulan

contoh ke hukum atau simpulan.[6].[6] Ciri

Ciri – – ciri paragraf induktif : ciri paragraf induktif : a)

a) Letak kalimat utama di akhir paragraf,Letak kalimat utama di akhir paragraf, b)

b) Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum,danDiawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum,dan c)

c) Paragraf induktif diakhiri dengan kesimpulanParagraf induktif diakhiri dengan kesimpulan.[7].[7]

Contoh Kalimat : Contoh Kalimat : ~

~ Pada Lebaran tahun kemarin harga sembako seperti gula, minyak, telur dan lain-lain mengalami kenaikanPada Lebaran tahun kemarin harga sembako seperti gula, minyak, telur dan lain-lain mengalami kenaikan secara signifikan, padahal lebaran pada saat itu masih se

secara signifikan, padahal lebaran pada saat itu masih seminggu lagi. minggu lagi. Bukan hanya makanan, pakaianBukan hanya makanan, pakaian muslimpun juga tak ketinggalan mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Seperti halnya baju muslim muslimpun juga tak ketinggalan mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Seperti halnya baju muslim untuk wanita, baju koko, kerudung, sajadah, mukena, kopiah dan lain-lain.

untuk wanita, baju koko, kerudung, sajadah, mukena, kopiah dan lain-lain. Kenaikan harga pada barang-Kenaikan harga pada barang-barang ini selalu terjadi menjelang Lebaran pada setiap tahunnya

barang ini selalu terjadi menjelang Lebaran pada setiap tahunnya..[8][8] ~

~ Sebagian besar orang tampak berjejer di pinggir jalan masuk. Sebagian lagi duduk santai di atas motor danSebagian besar orang tampak berjejer di pinggir jalan masuk. Sebagian lagi duduk santai di atas motor dan mobil yang diparkir seenaknya di kiri dan kanan jalan masuk.

mobil yang diparkir seenaknya di kiri dan kanan jalan masuk. Kawasan bandara sore ini memang benar-benarKawasan bandara sore ini memang benar-benar telah dibanjiri lautan manusia

telah dibanjiri lautan manusia..[9][9]

3.

3. Pola Umum-Khusus,Khusus-Umum ( deduktif dan induktif )Pola Umum-Khusus,Khusus-Umum ( deduktif dan induktif )

Pola pengembangan parargraf yang kalimat utamanya terdapat pada awal paragraf dan akhir paragraf, Pola pengembangan parargraf yang kalimat utamanya terdapat pada awal paragraf dan akhir paragraf, sedangkan kalimat penjelas terdapat di tengah paragraf.

sedangkan kalimat penjelas terdapat di tengah paragraf. Contoh Kalimat:

Contoh Kalimat: ~

~ Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN).Beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional (UAN). Jangan pernah belajar “dadakan”. ArtinyaJangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu

(4)

menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku

menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru. Oleh karena itu, maka sebaiknya para guru memberitahukan tips belajar menjelang UAN

memberitahukan tips belajar menjelang UAN..[10][10]

B.

B. Pola Pengembangan Sudut Pandang (Point of View)

Pola Pengembangan Sudut Pandang (Point of View)

Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan pada cara dan pandangan yang Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan pada cara dan pandangan yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang dipergunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita fiksi kepada pembaca, atau unsur fiksi yang mempersoalkan siapa yang membentuk cerita dalam sebuah cerita fiksi kepada pembaca, atau unsur fiksi yang mempersoalkan siapa yang menceritakan atau dari posisi mana (siapa) peristiwa atau tindakan itu dilihat

menceritakan atau dari posisi mana (siapa) peristiwa atau tindakan itu dilihat.[11].[11]

1.

1. Sudut pandang orang pertama “aku”Sudut pandang orang pertama “aku” ~

~  first person central first person central atau sudut pandang atau sudut pandang orang pertama sentral atau dikenal juga sebagorang pertama sentral atau dikenal juga sebagai akuan sertaan :ai akuan sertaan : pencerita adalah “aku” sebagai tokoh

pencerita adalah “aku” sebagai tokoh utamautama. Dalam cerita, pe. Dalam cerita, pengarang menjadi tokoh ngarang menjadi tokoh sentral yang secarasentral yang secara langsung terlibat dalam cerita.

langsung terlibat dalam cerita. Ada dua kemungkinan mengenai si aku dalam cerita Ada dua kemungkinan mengenai si aku dalam cerita yang mengggunakan sudutyang mengggunakan sudut pandang ini, bisa jadi si aku dalam cerita adalah pengarang itu sendiri (pengarang seperti menulis biografinya pandang ini, bisa jadi si aku dalam cerita adalah pengarang itu sendiri (pengarang seperti menulis biografinya sendiri) atau si aku sebenarnya bukan pengarang, pembaca seolah-olah mendengar cerita dari pelakunya sendiri) atau si aku sebenarnya bukan pengarang, pembaca seolah-olah mendengar cerita dari pelakunya sendiri.

sendiri.

contoh : aku merasakan sesuatu yang hangat menerpa kulitku. Perlahan aku membuka sedikit-demi sedikit contoh : aku merasakan sesuatu yang hangat menerpa kulitku. Perlahan aku membuka sedikit-demi sedikit mataku. ‘Sudah siang’ batinku. Kutarik lagi selimut han

mataku. ‘Sudah siang’ batinku. Kutarik lagi selimut han gat ku untuk menutupi silau mentari yang telahgat ku untuk menutupi silau mentari yang telah mengusik tidurku.

mengusik tidurku. ~

~  first person peripheral first person peripheral atau sudut pandang orang pertama sebagai pembantu atau disebut akuan takatau sudut pandang orang pertama sebagai pembantu atau disebut akuan tak sertaan

sertaan: pencerita adalah “aku” sebagai tokoh tambahan.: pencerita adalah “aku” sebagai tokoh tambahan.

contoh : Aku iri pada Angga, dia sahabatku, sekaligus orang yang kuanggap rival. Ia selalu lebih dilihat dari pada contoh : Aku iri pada Angga, dia sahabatku, sekaligus orang yang kuanggap rival. Ia selalu lebih dilihat dari pada aku. Terkadang aku merasa benci dengannya, tapi ia juga selalu membantuku dalam segala hal. Terlebih

aku. Terkadang aku merasa benci dengannya, tapi ia juga selalu membantuku dalam segala hal. Terlebih kemarin, saat pentas seni. Aku melihatnya bersama Anita, gadis yang kusukai. Aku tak tahu harus mengalah kemarin, saat pentas seni. Aku melihatnya bersama Anita, gadis yang kusukai. Aku tak tahu harus mengalah lagi atau tidak. Aku menginginkan Anita, aku rasa dia juga mempunyai perasaan yang sama. Aku tidak lagi atau tidak. Aku menginginkan Anita, aku rasa dia juga mempunyai perasaan yang sama. Aku tidak menyalahkannya menyukai Anita, karena akupun tak pernah bercerita padanya bahwa aku menyukai Anita. menyalahkannya menyukai Anita, karena akupun tak pernah bercerita padanya bahwa aku menyukai Anita. Tapi mengapa setiap hal yang kusukai selalu saja ia sukai juga?

Tapi mengapa setiap hal yang kusukai selalu saja ia sukai juga?

2.

2. Sudut pandang orang ketiga “dia”Sudut pandang orang ketiga “dia” ~

~ third person omniscientthird person omniscient atau sudut pandang orang ketiga mahatahu atau diaan mahatahu : penceritaatau sudut pandang orang ketiga mahatahu atau diaan mahatahu : pencerita berada di luar cerita & menjadi pengamat yang mengetahui banyak hal tentang tokoh-tokoh lain. Pada sudut berada di luar cerita & menjadi pengamat yang mengetahui banyak hal tentang tokoh-tokoh lain. Pada sudut pandang ini pengarang memposisikan dirinya layaknya dalang dalam pertunjukkan wayang kulit. Dia tahu pandang ini pengarang memposisikan dirinya layaknya dalang dalam pertunjukkan wayang kulit. Dia tahu semua peristiwa yang terjadi. Bahkan dia juga tahu watak dari setiap tokoh-tokohnya. Ya, dialah yang semua peristiwa yang terjadi. Bahkan dia juga tahu watak dari setiap tokoh-tokohnya. Ya, dialah yang menggerakkan cerita.

menggerakkan cerita.

contoh : Sore itu cukup kelam, nampaknya hujan akan segera mengguyur kota kecil yang tak dapat dipastikan contoh : Sore itu cukup kelam, nampaknya hujan akan segera mengguyur kota kecil yang tak dapat dipastikan keberadaan penghuninya tersebut. Angin pun terus bertiup dengan kencang menemani kegundahan hat keberadaan penghuninya tersebut. Angin pun terus bertiup dengan kencang menemani kegundahan hat ii seorang pemuda yang berjalan beriringan dengannya. Pemuda itu terlihat kusut dibalut dengan seragam seorang pemuda yang berjalan beriringan dengannya. Pemuda itu terlihat kusut dibalut dengan seragam putih-abu-abu nya yang penuh noda dan d

(5)

Prasetya. Ia tidak tahu harus pergi kemana, karena memang ia tidak mengenal tempat dimana ia berada Prasetya. Ia tidak tahu harus pergi kemana, karena memang ia tidak mengenal tempat dimana ia berada sekarang. Beberapa puluh meter setelah ia berjalan ia melihat sesosok manusia yang entah iapun tidak tahu sekarang. Beberapa puluh meter setelah ia berjalan ia melihat sesosok manusia yang entah iapun tidak tahu siapa.“Hey” teriaknya dari kejauhan. Namun yang

siapa.“Hey” teriaknya dari kejauhan. Namun yang ia dapat hanya ia dapat hanya kebisuan. Ia mempercepat langkahnya untukkebisuan. Ia mempercepat langkahnya untuk menghampiri sosok itu. Namun ternyata sosok itu hanyalah sebuah patung tak bernyawa.

menghampiri sosok itu. Namun ternyata sosok itu hanyalah sebuah patung tak bernyawa. ~

~ third person limitedthird person limited atau sudut pandang orang yang bekerja terbatas atau disebut juga diaanatau sudut pandang orang yang bekerja terbatas atau disebut juga diaan

terbatas :pengarang mempergunakan orang ketiga sebagai pencerita yang terbatas hak ceritanya. Pengarang terbatas :pengarang mempergunakan orang ketiga sebagai pencerita yang terbatas hak ceritanya. Pengarang hanya menceritakan apa yang dialami oleh tokoh yang dijadikan tumpuan ceritanya.

hanya menceritakan apa yang dialami oleh tokoh yang dijadikan tumpuan ceritanya.

C.

C. Pola Pengembangan Analogi

Pola Pengembangan Analogi

Analogi adalah suatu perbandingan yan

Analogi adalah suatu perbandingan yan g mencoba membuat suatu gagasan terlihat benar dengan carag mencoba membuat suatu gagasan terlihat benar dengan cara membandingkannya dengan gagasan lain yang mempunyai hubungan dengan gagasan y

membandingkannya dengan gagasan lain yang mempunyai hubungan dengan gagasan y angang

pertama. Berbicara mengenai analogi adalah berbicara tentang dua hal yang berlainan. Dua hal yang berlainan pertama. Berbicara mengenai analogi adalah berbicara tentang dua hal yang berlainan. Dua hal yang berlainan tersebut dibandingkan. Jika dalam perbandingan itu hanya diperhatikan persamaannya saja tanpa melihat tersebut dibandingkan. Jika dalam perbandingan itu hanya diperhatikan persamaannya saja tanpa melihat perbedaannya, maka timbullah analogi, yakni persamaan di antara dua hal yang berbeda.

perbedaannya, maka timbullah analogi, yakni persamaan di antara dua hal yang berbeda.

Analogi merupakan salah satu teknik dalam proses penalaran induktif. Sehingga analogi kadang-kadang Analogi merupakan salah satu teknik dalam proses penalaran induktif. Sehingga analogi kadang-kadang disebut juga sebagai analogi induktif, yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang disebut juga sebagai analogi induktif, yaitu proses penalaran dari satu fenomena menuju fenomena lain yang sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada sejenis kemudian disimpulkan bahwa apa yang terjadi pada fenomena yang pertama akan terjadi juga pada fenomena yang lain. Persamaan hanya terdapat pada anggapan orang saja. Ini dalam kesusastraan disebut fenomena yang lain. Persamaan hanya terdapat pada anggapan orang saja. Ini dalam kesusastraan disebut sebagai metafora

sebagai metafora.[12].[12]

Macam-macam analogi Macam-macam analogi a.

a. Analogi Induktif Analogi Induktif 

Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian Analogi induktif, yaitu analogi yang disusun berdasarkan persamaan yang ada pada dua fenomena, kemudian ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi ditarik kesimpulan bahwa apa yang ada pada fenomena pertama terjadi juga pada fenomena kedua. Analogi induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat induktif merupakan suatu metode yang sangat bermanfaat untuk membuat suatu kesimpulan yang dapat diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan. diterima berdasarkan pada persamaan yang terbukti terdapat pada dua barang khusus yang diperbandingkan. Misalnya, Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari. Maka tim Thomas

Misalnya, Tim Uber Indonesia mampu masuk babak final karena berlatih setiap hari. Maka tim Thomas Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari.

Indonesia akan masuk babak final jika berlatih setiap hari. b.

b. Analogi Deklaratif Analogi Deklaratif 

Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau Analogi deklaratif merupakan metode untuk menjelaskan atau menegaskan sesuatu yang belum dikenal atau masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi masih samar, dengan sesuatu yang sudah dikenal. Cara ini sangat bermanfaat karena ide-ide baru menjadi dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai. dikenal atau dapat diterima apabila dihubungkan dengan hal-hal yang sudah kita ketahui atau kita percayai. Misalnya, untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga Misalnya, untuk penyelenggaraan negara yang baik diperlukan sinergitas antara kepala negara dengan warga negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal negaranya. Sebagaimana manusia, untuk mewujudkan perbuatan yang benar diperlukan sinergitas antara akal dan hati.

dan hati.

Beberapa Contoh Pengembangan Paragraf Analogi : Beberapa Contoh Pengembangan Paragraf Analogi : ~

~ Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian,Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin kebesaran, dan kekayaan, sifatnya menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin

(6)

berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak. Demikian pula dengan berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak. Demikian pula dengan manusia apabila diberi kepandaian atau kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu

manusia apabila diberi kepandaian atau kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk

merunduk. (Membandingkan dua hal yang memiliki persamaan sifat, dalam paragraf ini terdapat dua hal yang. (Membandingkan dua hal yang memiliki persamaan sifat, dalam paragraf ini terdapat dua hal yang dibandingkan yaitu manusia dan padi. Dengan kata lain sifat manusia dianalogikan dengan padi).

dibandingkan yaitu manusia dan padi. Dengan kata lain sifat manusia dianalogikan dengan padi). ~

~ Sebuah tiang yang terbuat dari bahan yang bermutu dan berkualitas baik tidak mudah digoyahkan apalagiSebuah tiang yang terbuat dari bahan yang bermutu dan berkualitas baik tidak mudah digoyahkan apalagi untuk dirobohkan. Siapa pun yang ingin merusak dan menghancurkan tiang tersebut akan sia-sia saja karena untuk dirobohkan. Siapa pun yang ingin merusak dan menghancurkan tiang tersebut akan sia-sia saja karena kekuatan yang dimilikinya berbeda dengan tiang yang dibuat dari bahan bermutu dan berkualitas

kekuatan yang dimilikinya berbeda dengan tiang yang dibuat dari bahan bermutu dan berkualitas

rendah. Tiang yang bermutu rendah akan mudah dirobohkan atau dihancurkan. Begitu pula dengan keimanan rendah. Tiang yang bermutu rendah akan mudah dirobohkan atau dihancurkan. Begitu pula dengan keimanan yang dimiliki seseorang. Seorang yang beriman dengan dasar keagamaan yang kuat tidak akan mudah

yang dimiliki seseorang. Seorang yang beriman dengan dasar keagamaan yang kuat tidak akan mudah digoyahkan oleh godaan dan pengaruh-pengaruh yang akan merusak keimanannya. Dengan demikian, digoyahkan oleh godaan dan pengaruh-pengaruh yang akan merusak keimanannya. Dengan demikian, keteguhan iman seseorang dapat diibaratkan dengan kekokohan tiang yang berkualitas baik.

keteguhan iman seseorang dapat diibaratkan dengan kekokohan tiang yang berkualitas baik. (Membandingkan(Membandingkan dua hal yang memiliki persamaan sifat. Dalam paragraf tersebut, dua hal yang dibandingkan adalah tiang dan dua hal yang memiliki persamaan sifat. Dalam paragraf tersebut, dua hal yang dibandingkan adalah tiang dan keimanan seseorang. Dengan kata lainkeimanan seseorang dianalogikan dengan sebuah tiang).

keimanan seseorang. Dengan kata lainkeimanan seseorang dianalogikan dengan sebuah tiang).

D.

D. Pola Pengembangan Contoh

Pola Pengembangan Contoh

Paragraf contoh merupakan sebu

Paragraf contoh merupakan sebuah paragraf ah paragraf ilustrasi. Paragraf contoh dikembangkan ilustrasi. Paragraf contoh dikembangkan menggunakan sebuahmenggunakan sebuah contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi pada paragraph tersebut yang memberikan penjelasan terhadap contoh atau ilustrasi. Contoh atau ilustrasi pada paragraph tersebut yang memberikan penjelasan terhadap gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya. pengembangannya

gagasan paragraf, baik dengan cara deduktif, induktif, atau paduan keduanya. pengembangannya

menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “contohnya”,

“contohnya”, “umpamanya”,“umpamanya”,maupun maupun “misalnya”“misalnya”..

Contoh Pola Pengembangan Paragraf Contoh : Contoh Pola Pengembangan Paragraf Contoh : ~

~ Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagaiSebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya, lain seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya, banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen

banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen.[13].[13]

E.

E. Pola Pengembangan Klimaks dan Anti-Klimaks

Pola Pengembangan Klimaks dan Anti-Klimaks

Klimaks yaitu suatu gagasan utama mula-mula yang diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap Klimaks yaitu suatu gagasan utama mula-mula yang diperinci dengan sebuah gagasan bawahan yang dianggap paling rendah kedudukannya, kemudian berangsur-angsur disusun dengan sebuah gagasan lain hingga ke paling rendah kedudukannya, kemudian berangsur-angsur disusun dengan sebuah gagasan lain hingga ke gagasan yang paling tinggi kedudukannya atau kepentingannya. Dengan kata lain, gagasan-gagasan bawahan gagasan yang paling tinggi kedudukannya atau kepentingannya. Dengan kata lain, gagasan-gagasan bawahan disusun sekian macam sehingga gagasan-gagasan berikutnya l

disusun sekian macam sehingga gagasan-gagasan berikutnya l ebih tinggi kepentingannya dari gagasanebih tinggi kepentingannya dari gagasan sebelumnya.

sebelumnya.

Contoh Pola Pengambangan Paragraf Klimaks: Contoh Pola Pengambangan Paragraf Klimaks: “Bentuk traktor mengalam

“Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman i perkembangan dari jaman ke jaman sejalan dengan kemajuan tekonsejalan dengan kemajuan tekonologi yangologi yang dicapai umat manusia. Pada waktu mesin uap sedang jaya-jayanya, ada traktor yang dijalankan dengan uap. dicapai umat manusia. Pada waktu mesin uap sedang jaya-jayanya, ada traktor yang dijalankan dengan uap. Modelnya kira-kira seperti mesin giling yang digerakan oleh uap. Pada waktu tank sedang menjadi pusat Modelnya kira-kira seperti mesin giling yang digerakan oleh uap. Pada waktu tank sedang menjadi pusat

(7)

perhatian orang, traktor pun ikut-ikuta

perhatian orang, traktor pun ikut-ikutan diberi model seperti tank. n diberi model seperti tank. “Keturunan” traktor model tank ini sampai“Keturunan” traktor model tank ini sampai sekarang masih digunakan orang, yaitu traktor yang memakai roda rantai. Traktor semacam ini adalah hasil sekarang masih digunakan orang, yaitu traktor yang memakai roda rantai. Traktor semacam ini adalah hasil perusahaan Catrepillar. Di samping Caterpillar, Fordpun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan perusahaan Catrepillar. Di samping Caterpillar, Fordpun tidak ketinggalan dalam pembuatan traktor dan alat-alat pertanian lainnya. Jepang tidak mau kalah saing dengan dalam bidang ini. Produksi jepang yang khas di alat pertanian lainnya. Jepang tidak mau kalah saing dengan dalam bidang ini. Produksi jepang yang khas di Indonesia terkenal dengan nama padi traktor yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model Indonesia terkenal dengan nama padi traktor yang bentuknya sudah mengalami perubahan dari model-model sebelumnya.”

sebelumnya.”

Gagasan utama alinea di atas adalah Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman yang Gagasan utama alinea di atas adalah Bentuk traktor mengalami perkembangan dari jaman ke jaman yang terdapat pada awal alinea. Kemudian diperinci dalam empat gagasan bawahan, yaitu; traktor yang dijalankan terdapat pada awal alinea. Kemudian diperinci dalam empat gagasan bawahan, yaitu; traktor yang dijalankan dengan uap, traktor yang pakai roda rantai, traktor buatan ford, dan traktor buatan jepang atau padi

dengan uap, traktor yang pakai roda rantai, traktor buatan ford, dan traktor buatan jepang atau padi traktor. gagasan bawahan pertama didukung oleh dua kalimat, gagasan bawah kedua didukung oleh tiga traktor. gagasan bawahan pertama didukung oleh dua kalimat, gagasan bawah kedua didukung oleh tiga kalimat; sebaliknya gagasan bawahan ketiga hanya didukung oleh satu kalimat. Sebab itu terasa bahwa kalimat; sebaliknya gagasan bawahan ketiga hanya didukung oleh satu kalimat. Sebab itu terasa bahwa gagasan ini juga kurang jelas. Gagasan bawahan keempat ditunjang oleh dua kalimat

gagasan ini juga kurang jelas. Gagasan bawahan keempat ditunjang oleh dua kalimat.[14].[14]

anti-klimaks, yaitu menulis mulai dari suatu gagasan atau tema yang dianggap paling tinggi kedudukannya, anti-klimaks, yaitu menulis mulai dari suatu gagasan atau tema yang dianggap paling tinggi kedudukannya, kemudian perlahan-lahan menurun melalui gagasan-gagasan yang lebih rendah.

kemudian perlahan-lahan menurun melalui gagasan-gagasan yang lebih rendah.

Contoh Pola Pengambangan Paragraf Anti-Klimaks: Contoh Pola Pengambangan Paragraf Anti-Klimaks:

Studi mengenai pembangunan di pedesaan Indonesia dari dimensi administrasi pembangunan pada Studi mengenai pembangunan di pedesaan Indonesia dari dimensi administrasi pembangunan pada

hakekatnya memerlukan studi mengenai tiga perspektif. Pertama, kita memusatkan perhatian pada keadaan hakekatnya memerlukan studi mengenai tiga perspektif. Pertama, kita memusatkan perhatian pada keadaan sumber-sumber yang utama di sekeliling mana penduduk pedesaan harus mengorganisasi eksistensinya, sumber-sumber yang utama di sekeliling mana penduduk pedesaan harus mengorganisasi eksistensinya, khususnya ciri - ciri yang terkait dengan masalah-masalah yang berskala nasional. Kedua, sebaiknya kita khususnya ciri - ciri yang terkait dengan masalah-masalah yang berskala nasional. Kedua, sebaiknya kita mengenal faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menstrukturkan sifat interaksi diantara penduduk pedesaan, mengenal faktor-faktor sosial dan ekonomi yang menstrukturkan sifat interaksi diantara penduduk pedesaan, baik selaku pribadi maupun selaku anggota dari kesatuan sosial yang berbeda. Ketiga, kita memberi perhatian baik selaku pribadi maupun selaku anggota dari kesatuan sosial yang berbeda. Ketiga, kita memberi perhatian kepada pemerintah ( birokrasi ) baik sebagai pencerminan dari perspektif yang pertama maupun selaku kepada pemerintah ( birokrasi ) baik sebagai pencerminan dari perspektif yang pertama maupun selaku pelopor perubahan

pelopor perubahan.[15].[15]

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

[1]

[1]

http://ebookbrowhttp://ebookbrowse.com/gdoc.php?id=166184237se.com/gdoc.php?id=166184237&url=45047655975702514d5d&url=45047655975702514d5d0a07aa01b77c0a07aa01b77c [2]

[2] http://unknownhttp://unknown-mboh.blogspot.com/2012/0-mboh.blogspot.com/2012/09/paragraf-deduktif9/paragraf-deduktif-dan-induktif.html#ix-dan-induktif.html#ixzz2BoZxBUlAzz2BoZxBUlA

[3]

[3] http://fitrihttp://fitridiahworoutam.blogspot.com/2012diahworoutam.blogspot.com/2012/09/ciri-ciri-paragraf-ded/09/ciri-ciri-paragraf-deduktif-dan-induktuktif-dan-induktif.htmlif.html

[4]

[4] http://www.slihttp://www.slideshare.net/ibalzdeshare.net/ibalzzubaee/contoh-kalimatzubaee/contoh-kalimat-deduktif-dan-indukt-deduktif-dan-induktif if 

[5]

[5] http://griyawardanihttp://griyawardani.wordpress.com/2012/02/25.wordpress.com/2012/02/25/pola-pengembangan-/pola-pengembangan-paragraf/paragraf/

[6]

[6] http://unknownhttp://unknown-mboh.blogspot.com/2012/0-mboh.blogspot.com/2012/09/paragraf-deduktif9/paragraf-deduktif-dan -dan induktif.html#ixinduktif.html#ixzz2BoZxBUlAzz2BoZxBUlA

[7]

[7] http://fitrihttp://fitridiahworoutam.blogspot.com/2012diahworoutam.blogspot.com/2012/09/ciri-ciri-paragraf-ded/09/ciri-ciri-paragraf-deduktif-dan-induktuktif-dan-induktif.htmlif.html

[8]

(8)

[9]

[9] http://griyawardanihttp://griyawardani.wordpress.com/2012/02/25.wordpress.com/2012/02/25/pola-pengembangan-/pola-pengembangan-paragraf/paragraf/

[10]

[10] http://www.slihttp://www.slideshare.net/ibalzzubaeedeshare.net/ibalzzubaee/contoh-kalimat-deduk/contoh-kalimat-deduktif-dan-induktif tif-dan-induktif 

[11]

[11] http://baktimu.blogshttp://baktimu.blogspot.com/2012/09/unsur-upot.com/2012/09/unsur-unsur-intrinsik-novensur-intrinsik-novel-sudut.htmll-sudut.html

[12]

[12] http://elfalasy88.wordpress.com/2008/08/21/analogi/http://elfalasy88.wordpress.com/2008/08/21/analogi/

[13]

[13] http://id.wikibookhttp://id.wikibooks.org/wiki/Subjek:Bahasa_s.org/wiki/Subjek:Bahasa_Indonesia/Materi:Paragraf Indonesia/Materi:Paragraf 

[14]

[14] http://iaibcommunithttp://iaibcommunity.wordpress.com/2008/y.wordpress.com/2008/05/15/klimaks-anti-kl05/15/klimaks-anti-klimaks/imaks/

[15]

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini mengangkat masalah mengenai pola dan kadar ketajaman argumen paragraf-paragraf argumentasi yang terdapat dalam bagian pembahasan artikel jurnal

Penelitian ini mengangkat masalah mengenai pola dan kadar ketajaman argumen paragraf-paragraf argumentatif yang terdapat dalam pembahasan artikel jurnal terakreditasi..

pengembangan paragraf yang didasarkan tempat atau posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu... Paragraf Eksposisi.  Adalah paragraf yang memaparkan

2.2. Perilaku yang berkaitan dengan pengembangan pengetahuan juga dipertimbangkan sebagai aspek pola kerja cerdas. Definisi tersebut didasarkan pada pandang an bahwa

Pengertian dan Contoh Paragraf Sebab Akibat Beserta Ciri-Cirinya - Paragraf sebab akibat adalah salah satu paragraf yang merupakan pengembangan dari pola pikir paragraf induktif

Budiyono (2012) berjudul “Pengembangan Paragraf dan Kualitasnya pada Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Magister Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Jambi”. Hasil

Kata kunci: Paragraf efektif, Penulisan Ilmiah, Pengembangan paragraf PENDAHULUAN Kesalahan yang paling banyak ditemukan penulis dalam membimbing laporan skripsi/tesis serta membaca

Teknik pengembangan paragraf digunakan untuk menyusun paragraf dengan memberikan informasi, mengklarifikasi ide, atau mendukung kalimat