Ide dan teori politik Pertemuan #1 Pak Alfan
Pemikiran politik islam
Dimulai dari sejarah rasullah ke mekah hingga madinah , pemikiran politik islam terus. Di Indonesia perkembangan pemikiran politik dikembangkan oleh Abburrahman Wachid, amien Rais dll. Kata islam dalam Pemikiran politik islam adanya penyempitan ruang lingkup sebagai gagasan, ide politik. Pemikiran politik islam suatu bagian tentang politik yang berdiri sejajar dengan politik lainnya. Pencarian konsep oleh para ulama negara
Untuk menemukan aspek utama bentuk negara islam Untuk melakukan idelalisasi terhadap perspektif negara
Keduannya menawarkan etika dan moral didalamnya.
Pemikiran politik islam berkembang dari masa klasik ( kontemporer ). Masa Pemikiran politik islam klasik dan pertengahan, ada 6 tokoh yaitu :
1. Ibnu abdil 2. Alfaradh
3. Al mawarni- buku politik 4. Al ghozali- buku politik 5. Ibnu thainiyah
6. Ibnu hamdul
Dari 6 tersebut kemudian dikelompokan menjadi 3 :
1. Yang pertama ibnu abdil dan alfardh – terlibat langsung dengan pemerintahan
2. Kedua al ghozali dan ibnu thainiyah – diluar pemerintahan, menggunakan pemikiran kritiknya dalam menyikapi Pemikiran politik islam.
3. Terakhir al mawarni dan ibnu hamdul – melalui pemikiran politik mereka sendiri.
Kontemporer – abad 13 pertengahan
a. Kerajaan Usmaniyah di turkey abad 16 dengan paham yang dianut ialah Islam Suni b. Dinasti safawi iran dengan paham yang dianut alah Islam Syiah
c. Kerajaan Mongol india dengan paham yang dianut ialah IslamSuni
Berikut 3 paradigma besar mengenai hubungan negara dengan agama;
Negara dan agama tidak dapat dipisahkan.
Asumsinnya bahwa islam adalah agama sempurna termasuk praktek dibidang kenegaraan, penyelenggaraan pemerintahan tidak berdasarkan demokrasi dll. Penyandang utama adalah Tuhan (Fundamentalis)
Negara dan agama terjadi hubungan timbal balik
Asumsinya bahwa agama melahirkan gerakan modernisme dan neo-modernisme
Agama dan negara merupakan entitas berbeda
Asumsinya negara hanya mengatur hubungan antar individu dan agama hanya mengatur individu dengan tuhan.
Pertemuan #3 Pak Alfan
a. Dunia barat menganggap negara islam itu yang smepurna dan mencakup semua aspek kehidupan yang mengganggap islam itu adaah suatu agama yang lengkap. Dalam hal ini banyak orang yang sudah berpendidikan tinggi, namun dalam benaknya masih percaya bahwa kehidupan selanjutnya ada, sampai dalam perjalanannya dia menemukan islam dan cinta terhadapnya.
Sistem pemerintahan islam berdasarkan zaman nabi dan diteruskan oleh para khalifah syeh al bana, syeh muhammad dll.
Aliran yang berpendirian bahwa agama islam tidak ada hubungannya dengan negara, alasannya karena nabi dulunya hanya orang biasa.
Aliran ketiga bahwa islam adaah agama yang lengkap dan mencakup seluruh ketatanegaraan. (Dr. Muhammad Haiqal)
NB; Melalui agama hendaknya digunakan untuk membuat pondasi negara bukan untuk melangsungkan nilai agama untuk bernegara.
Tradisi pengangkatan jabatan melalui musyawarah dari khalifah pertama dan berakhir pada khalifah keempat. Kemudian dibentuk dinasti Mu’awiyah (titiklahirnya sistem monarki;kepala negara berdasarkan keturunan). Pada 200 tahun pertama dinasti Mu;awiyah menemui kejayaannya, namun setelah itu terus mengalami penurunan hingga berumur 500 tahun. Mu’awiyah memiliki negara kota, yang semakin menjadi monarki absolut.
Kehadiran orang asing, sangat mempengaruhi dinasti Mu’awiyah secara tidak langsung. Pembentukan Wazid atau menteri adalah pengaruh sistem pemerintahan dari asing. Kemudian ada badan badan peradilan yang dibentuk, sistem yudikatif pun telah muncul pada masa ini.
Sedangkan sistem pemerintahan Abasyah mendapatkan pengaruh sangat kuat dari Persia, pada masa itu berkembang pemimpin berdasarkan pemimpin yang telah dipilih Tuhan, atau jabatan suci. Yang sangat berbeda dengan Mu’awiyah.
Pemikiran politik islam dan pemerintahan islam
Zaman abasyah Ilmu pengetahuan berkembang luas diseluruh Mu’awiyah. Negara tersebut memiliki tempat / perpustakaan terbesar pada saat itu. Karya-karya ditemukan sperti logika, kalangan sarjana / pemikir yang mengungkap karya – karya dan setelah keruntuhan akibat serangan bangsa mongolia, perpustakaan dan lain-lain dibakar habis.
Terdapat 2 ciri umum konsep pemikiran:
1. Pendapat mereka sudah masuk ke dalam pemikir-pemikir islam 2. Pemikiran ada pada zaman kekuasaan masing masing
Pengaruh konsep arah pemikiran dari Yunani menyebabkan konsep pemikiran Islam sedikit memudar karena pemikiran Yunani mampu dan lebih baik. Ibnu Abdul robbi menulis buku yang berjudul perilaku raja dan pengelolaan kerajaan . buku tersebut ditujukan kepada khlifah pada zaman itu. Buku tersebut dijadikan pedoman pelaksanaan pemerintahan ibnu tasyid. Buku tersebut menjadi suatu pemikiran yang penting karena berpendapat bahwa manusia tidak akan dapat memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan orang lain.
Pertemuan#5 Pak Alfan
Dalam hal ini bapak alfan hanya menyajikan pemikiran politik islam indonesiam diwakili oleh abdurrahman Wachid, amien Rais dan saya tidaktahu
Di indonesia adal dua aliran Islam yang sangat besar, yaitu; Nahdhalatul Ulama dan Muhammadiyah.
1. Abdurrahman wachid
Abbdurrahman Wachid atau yang biasa dikenal dengan panggilan Gus Dur. Ia lahir pada tahun 40 di Jombang. Kakeknya syeh abdus hari asyari merupakan pendiri Nahdlatul ulama dan ayahnya bernama Wachid Hasyim.
NU memiliki erat kaitannya bagi kemerdekaan di Indonesia karena tokoh NU saat itu berpartisipasi dalam pembuuatan UUD 45 , Jakarta charter dll.
Gus Dur oleh keluarganya telah dipersiapkan sebagai putra mahkota pewaris NU. Untuk itu beliau pada tahun 64- 66 belajar di Al – azhar Mesir bersama mustofa bisri. Kemudian beliau pindah ke Universitas Baghdad. Mukhtamar NU tahun 88 menjadikan beliau sebagai komisaris NU, menjadi ketua foum demokrasi. Dengan Ide cemerlang beliau yaitu pemikiran Pengislaman dengan menggunakan Cultural, konsep tersebut didapatkan beliau setelah mengamati bagaimana walisanga pada saat itu menyebarkan agama islam dengan masyarakat pribumi yang memiliki kepercayaan yang berbeda, slah satu caranya yaitu dengan menyamakan budaya sehingga islam dapat diterima oleh rakyat pribumi. Itulah yang beliau pelajari dari perjalan para walisanga di tanah jawa.