• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab II Gambaran Umum ok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab II Gambaran Umum ok"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 8 BAB II

GAMBARAN UMUM

Dalam memberikan pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan

Kabupaten Lombok Barat didukung oleh sarana dan prasarana yang terdiri

dari 12 unit Puskesmas non Perawatan dan 5 unit Puskesmas Perawatan.

Rincian dapat dilihat pada tabel berikut :

Jumlah Puskesmas Perawatan dan Puskesmas Non Perawatan di Wilayah Kabupaten Lombok Barat Tahun 2014

(per Desember)

NO

NAMA PUSKESMAS

JUMLAH

PERAWATAN NON PERAWATAN

1 Narmada 1 -

2 Kediri 1 -

3 Gunung Sari 1 -

4 Gerung 1 -

5 Sekotong 1 -

6 Sedau - 1

7 Lingsar - 1

8 Sigerongan - 1

9 Penimbung - 1

10 Meninting - 1

11 Perampuan - 1

12 Labuapi - 1

13 Kuripan - 1

14 Dasan Tapen - 1

15 Jembatan Kembar - 1

16 Pelangan - 1

17 Banyumulek - 1

(2)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 9 Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat didukung dengan

sejumlah 59 unit Puskesmas Pembantu, 118 Poskesdes serta dukungan

partisipasi masyarakat dalam bentuk 850 Posyandu.

Jika diproporsionalkan dengan jumlah penduduk Kabupaten Lombok

Barat tahun 2014 dengan jumlah sarana dan prasarana kesehatan yang ada,

maka didapatkan hal-hal sebagai berikut:

a. Jumlah Puskesmas yang ada di kabupaten Lombok Barat adalah 17 buah.

Jika dibandingkan dengan standar yang ditetapkan oleh Departemen

Kesehatan RI, rasio jumlah Puskesmas dengan jumlah penduduk adalah

1 : 30.000, maka penduduk Kabupaten Lombok Barat yang berjumlah

637.172 jiwa seharusnya dilayani oleh 21 Puskesmas yang berarti di

Kabupaten Lombok Barat masih kekurangan 4 unit Puskesmas baru

untuk memenuhi rasio ideal tersebut.

b. Sedangkan rasio jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan jumlah

penduduk bila mengacu pada Standar Nasional dengan rasio 1 : 10.000,

jumlah Pustu di Kabupaten Lombok Barat adalah 59 buah Pustu yang

tersebar di 122 desa, jumlah ini belum memadai karena masih banyak

wilayah-wilayah yang masih dirasakan sulit dijangkau yang memerlukan

sarana kesehatan. Jika dibandingkan dengan rasio, paling tidak jumlah

Pustu yang ideal, adalah 63 Pustu. Dengan demikian jumlah Pustu di

Kabupaten Lombok Barat masih kurang sebanyak 4 Pustu lagi, dengan

mempertimbangkan kepadatan penduduk di wilayah desa.

c. Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dengan tenaga bidan desa adalah

bentuk partisipasi masyarakat secara aktif dengan tujuan untuk

membantu persalinan di desa, dengan harapan dapat mengambil alih

peran dukun secara bertahap dengan pola pendampingan persalinan

oleh dukun bayi, sehingga Angka Kematian Bayi (AKB) dapat ditekan

seminimal mungkin. Jumlah Poskesdes tahun 2014 berjumlah 119 buah

tersebar di 117 Desa. Bila dibandingkan dengan jumlah desa yang ada,

(3)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 10 sekitar 6 buah Poskesdes baru. Pembangunan sarana Polindes berasal

dari swadaya masyarakat dengan dana stimulan dari pemerintah yang

jumlahnya sangat terbatas. Dipihak lain tingkat partisipasi masyarakat

dalam pembangunan Polindes masih rendah.

d. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dibentuk oleh masyarakat juga

merupakan sarana yang kerap kali dimanfaatkan kesehatan untuk

mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pada tahun 2014, jumlah

Posyandu di Kabupaten Lombok Barat adalah 850 buah tersebar pada

tiap-tiap dusun. Pengembangan Posyandu didasarkan atas jumlah

sasaran yang dilayani, bila sasaran ada ditempat yang agak jauh dari

Posyandu induk, maka dapat dibentuk Posyandu satelit dengan

dukungan dari masyarakat (Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama

termasuk peran Kader kesehatan).

II.1 Tugas dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 10 Tahun

2008 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan

Kabupaten Lombok Barat, dijelaskan bahwa tugas pokok, fungsi dan

tata kerja Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Dinas Kesehatan merupakan unsur pelaksana otonomi daerah,

dipimpin oleh kepala dinas yang berkedudukan dibawah dan

bertanggung jawab kepada bupati melalui sekretaris daerah;

2. Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan

pemerintah daerah dibidang kesehatan;

3. Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana

dimaksud di atas adalah menyelenggarakan fungsi:

a. Penyusunan rencana strategis bidang kesehatan;

(4)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 11

c. Pelaksanaan urusan pemerintah daerah dan pelayanan umum

bidang pelayanan kesehatan masyarakat, bina kesehatan

masyarakat, pengendalian penyakit dan penyehatan

lingkungan serta bina pembiayaan dan jaminan kesehatan;

d. Pembinaan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan

kegiatan bidang kesehatan;

e. Pembinaan terhadap Unit Pelaksana Teknis Dinas dibidang

kesehatan;

f. Pelaksanaan kegiatan penatausahaan dinas kesehatan;

g. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh bupati sesuai

dengan tugas pokok dan fungsinya .

Sedangkan uraian tugas pokok dan fungsi sekretariat, bidang dan UPTD

adalah sebagai berikut :

1. Sekretariat

Tugas Pokok : melaksanakan pembinaan dan pelayanan teknis dan

administrasi kepada seluruh satuan organisasi

dalam lingkungan dinas.

Fungsi :

a. Menyusun rencana dan program kerja;

b. Pengelolaan urusan keuangan;

c. Pengelolaan urusan administrasi rumah tangga, perlengkapan

dan kepegawaian.

2. Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Tugas Pokok : menyelenggarakan peningkatan jangkauan dan

mutu pelayanan kesehatan, pembinaan

(5)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 12 makanan minuman serta manajemen penunjang

kesehatan.

Fungsi :

a. Melaksanakan pengelolaan pelayanan kesehatan dasar dan

rujukan skala kabupaten;

b. Melaksanakan penyelenggaran upaya kesehatan pada daerah

perbatasan, terpencil, rawan dan kepulauan skala kabupaten;

c. Melakukan registrasi, akreditasi, sertifikasi sarana kesehatan

sesuai peraturan perundang-undangan;

d. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap

pemberian rekomendasi izin sarana kesehatan tertentu yang

diberikan oleh pemerintah dan provinsi;

e. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap

pemberian izin sarana kesehatan meliputi rumah sakit

pemerintah kelas C, kelas D, rumah sakit swasta yang setara,

praktek berkelompok, klinik umum atau spesialis, rumah

bersalin, klinik dokter keluarga/dokter gigi keluarga,

kedokteran kompelementer dan pengobatan tradisional serta

sarana penunjang yang setara;

f. Menyelenggarakan manajemen peralatan medis di unit

pelayanan kesehatan dasar;

g. Penyediaan dan pengelolaan obat pelayanan kesehatan dasar,

alat kesehatan, reagensia dan vaksin skala kabupaten;

h. Pengambilan sampling / contoh sediaan farmasi di lapangan;

i. Melaksanakan pemeriksaan setempat sarana produksi dan

(6)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 13

j. Melakukan pengawasan dan registrasi makanan minuman

produksi rumah tangga;

k. Melakukan sertifikasi alat kesehatan dan PKRT kelas I;

l. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap

pemberian rekomendasi izin PBF cabang, PBAK dan industri

kecil obat tradisional (IKOT);

m. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap

pemberian izin apotek, toko obat dan sarana produksi dan

distribusi makanan dan minuman;

n. Pembinaan dan pengendalian pelayanan kefarmasian,

penggunaan obat di unit pelayanan kesehatan;

o. Pembinaan dan pengawasan sarana pelayanan farmasi, sarana

produksi dan distribusi makanan dan minuman serta

kosmetika dan PKRT;

p. Melakukan pembinaan pengembangan sistem informasi

kesehatan skala kabupaten.

3. Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat

Tugas Pokok : melaksanakan perencanaan, pembinaan,

pengendalian, pengawasan kesehatan keluarga dan

peningkatan gizi masyarakat serta melaksanakan

promosi kesehatan dan pembinaan upaya kesehatan

institusi masyarakat.

Fungsi :

a. Melaksanakan penyelenggaraan, bimbingan dan pengendalian

operasionalisasi untuk kesehatan keluarga, meliputi kesehatan

ibu, kesehatan anak, kesehatan reproduksi dan kesehatan usia

(7)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 14

b. Melaksanakan penyelenggaraan penelitian dan pengembangan

kesehatan yang mendukung perumusan kebijakan kabupaten;

c. Melaksanakan pengelolaan surkesda skala kabupaten;

d. Melakukan implementasi penapisan IPTEK bidang pelayanan

kesehatan skala kabupaten;

e. Penyelenggaraan kerjasama luar negeri skala kabupaten;

f. Melaksanakan pembinaan monitoring evaluasi dan

pengawasan skala kabupaten;

g. Menyelenggarakan promosi kesehatan dan pembinaan upaya

kesehatan pada institusi masyarakat;

h. Menyelenggarakan pembinaan dan peningkatan status gizi

keluarga dan masyarakat;

i. Penyelenggaran surveilens dan penanggulangan masalah gizi

skala kabupaten.

4. Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Tugas Pokok : menyelenggarakan kegiatan pengamatan,

pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

dan tidak menular, imunisasi serta penyakit

bersumber binatang dan menyelenggarakan

kegiatan penyehatan lingkung-an tempat-tempat

umum, air, pelayanan kesehatan haji dan kesehatan

matra.

Fungsi :

a. Melaksanakan penyelenggaraan pelayanan kesehatan haji skala

(8)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 15

b. Melaksanakan penyelenggaraan surveilens epidemiologi,

penyeli-dikan penanggulangan kejadian luar biasa skala

kabupaten;

c. Melaksanakan penyelenggaraan pencegahan dan

penanggu-langan penyakit menular skala kabupaten;

d. Melaksanakan penyelenggaraan pencegahan dan

penanggu-langan penyakit tidak menular skala kabupaten;

e. Melaksanakan penyelenggaraan operasional penanggulangan

masalah kesehatan akibat bencana dan wabah skala kabupaten;

f. Melaksanakan penyelenggaran pencegahan dan

penanggu-langan pencemaran lingkungan skala kabupaten;

g. Melakukan penyehatan lingkungan dan pengawasan kualitas

air;

h. Melaksanakan kegiatan perencanaan pencegahan dan

pemberan-tasan penyakit, penyehatan lingkungan dan

pengawasan kualitas air;

i. Melaksanakan pengelolaan analisis data melalui laporan kasus

dan kegiatan program;

j. Melaksanakan monitoring, evaluasi pengendalian operasional

serta penanggulangan penyakit menular dan tidak menular dan

pengawasan kualitas air serta penyehatan lingkungan,

pembinaan bimbingan teknis pelaksanaan upaya pengamatan,

pemberatasan vektor dan pencegahan penyakit di lapangan;

k. Melaksanakan kegiatan, lintas program dan lintas sektoral

(9)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 16 5. Bidang Bina Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan

Tugas Pokok : melakukan koordinasi sistem pelaksanaan upaya

pembinaan, peningkatan kepesertaan dan

pengembangan, pengelolaan pelayanan serta

pemantauan dan penanganan keluhan jaminan

kesehatan masyarakat.

Fungsi :

a. Melaksanakan pengelolaan/penyelenggaraan, jaminan

pemeli-haraan kesehatan sesuai kondisi lokal;

b. Penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan nasional

(Tugas Pembantuan);

c. Melaksanakan penyiapan bahan analisa data perumusan

pedoman pelaksanaan dan petunjuk teknis dalam upaya

meningkatkan kepesertaan dan pengembangan jaminan

kesehatan masyarakat;

d. Menyiapkan bahan analisa data, penyiapan bahan perumusan

kebijakan standar pelayanan bagi peserta, membuat rencana

kerja verifikasi hasil pelayanan dalam kendali mutu dan

kendali biaya jaminan kesehatan masyarakat;

e. Menyiapkan bahan analisa data, sebagai bahan pembinaan

monitoring, pengawasan evaluasi dan penanganan keluhan

jaminan kesehatan masyarakat;

f. Melaksanakan upaya peningkatan kepesertaan dan

pengembang-an jaminan kesehatan masyarakat;

g. Melaksanakan pembinaan, pemantauan dan penanganan

(10)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 17 Untuk UPTD, tugas pokok, fungsi dan tata kerjanya diatur dalam

Peraturan Bupati Lombok Barat Nomor 42 tahun 2008 yang dijelaskan

sebagai berikut ;

1. Instalasi Farmasi Kabupaten

Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang

instalasi farmasi.

Fungsi :

a. Penerimaan, pengelolaan, penyimpanan dan pendistribusian

obat, alat kesehatan dan perbekalan farmasi;

b. Penyiapan, penyusunan rencana pencatatan dan pelaporan

tentang penyediaan dan penggunaan obat, alat kesehatan dan

perbekalan farmasi;

c. Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian,

perlengkapan dan rumah tangga.

2. UPTD Laboratorium Kabupaten

Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang

pelayanan laboratorium kesehatan.

Fungsi :

a. Penyelenggaraan pelayanan laboratorium kesehatan dan

lingkungan;

b. Pemeliharaan dan perbaikan alat kesehatan;

c. Penyelenggaraan pencatatan dan pelaporan mengenai

persedian bahan, alat dan hasil pemeriksaan laboratorium;

d. Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian,

(11)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 18 3. UPTD Balai Data dan Informasi Kabupaten

Tugas pokok : melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang

pelayanan data dan informasi kesehatan.

Fungsi :

a. Pelaksanaan penyiapan bahan pembinaan melalui koordinasi

dan pelaksanaan pengumpulan pengolahan dan analisis data;

b. Pelaksanaan penyajian informasi kesehatan;

c. Penelitian dan pengembangan kesehatan;

d. Evaluasi dan penyusunan laporan;

e. Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kepegawaian,

perlengkapan dan rumah.

II.2 Struktur Organisasi

Berdasarkan PP 41 Tahun 2007 dan Peraturan Daerah

Kabupaten Lombok Barat Nomor 9 Tahun 2008, Dinas Kesehatan

memiliki stuktur organisasi yang terdiri dari (Lampiran) :

K E P A L A D I N A S

KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG

KELOMPOK

JABATAN FUNGSIONAL SEKRETARIS

U P T D

BINA KESEHATAN PELAYANAN KESEHATAN DALKIT & PL BPJK

(12)

Laporan Tahunan Dinas Kesehatan 2014 19 Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya Dinas

Kesehatan Kabupaten Lombok Barat terdiri dari:

1) Sekretariat, terdiri dari:

a. Sub Bagian Program dan Pelaporan

b. Sub Bagian Keuangan

c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

2) Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, terdiri dari:

a. Seksi Penunjang Kesehatan

b. Seksi Pelayanan Kesehatan

c. Seksi Pengendalian Obat dan Farmasi

3) Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat, terdiri dari:

a. Seksi Promosi Kesehatan Masyarakat

b. Seksi Kesehatan Keluarga

c. Seksi Gizi

4) Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan,

terdiri dari:

a. Seksi Pencegahan Penyakit

b. Seksi Pengamatan Penyakit

c. Seksi Penyehatan Lingkungan dan Pengawasan Kwalitas Air

5) Bidang Bina Pembiayaan & Jaminan Kesehatan, terdiri dari:

a. Seksi Kepesertaan dan Pengembangan

b. Seksi Pemantauan dan Pengembangan

c. Seksi Pemantauan dan Penanganan Keluhan

6) UPTD Instalasi Farmasi Kabupaten ( IFK )

7) UPTD Laboratorium Kabupaten

8) UPTD Balai Data dan Informasi

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat merupakan penjabaran teknis di bidang kesehatan dari visi, misi, dan program

Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati dibentuk bertujuan untuk melaksanakan tugas pokok membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan

Peraturan Bupati Sumbawa Barat Nomor 4 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) pada Dinas

Berdasarkan Peraturan Bupati Kendal Nomor 57 tahun 2011 tentang penjabaran tugas pokok, fungsi, uraian tugas jabatan struktural dan tata kerja pada

Untuk melaksanakan Peraturan Daerah tersebut maka dikeluarkan Peraturan Bupati Bengkalis Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit

Pantai Senggigi yang da di Lombok Barat merupakan destinasi tujuan wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan setiap tahunnya dan sebagian wisatawan menyempatkan diri

Sistem Jaminan Sosial Nasiona (SJSN) adalah tata cara penyelenggaraan program jaminan sosial yang terdiri dari jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja,

Pada struktur organisasi di atas terlihat bahwa Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Barat memiliki satu Bagian Tata Usaha yang terdiri dari tiga sub